<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>dikemas &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dikemas/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Apr 2026 03:27:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>dikemas &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dikemas Nasi Bungkus, Seorang Wanita Coba Selundupkan Ponsel ke Dalam Lapas Kelas 1 Malang</title>
		<link>https://memontum.com/dikemas-nasi-bungkus-seorang-wanita-coba-selundupkan-ponsel-ke-dalam-lapas-kelas-1-malang</link>
					<comments>https://memontum.com/dikemas-nasi-bungkus-seorang-wanita-coba-selundupkan-ponsel-ke-dalam-lapas-kelas-1-malang#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bungkus]]></category>
		<category><![CDATA[dikemas]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[ponsel]]></category>
		<category><![CDATA[selundupkan]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231386</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang wanita pengunjung di Lapas Kelas 1 Malang coba selundupkan Handphone yang dikemas di dalam nasi bungkus, Selasa (31/03/2026) sekitar pukul 09.15. Namun, usaha wanita yang diketahui berinisial ND, ini gagal setelah petugas keamanan Lapas melakukan pemeriksaan. Informasinya, peristiwa ini bermula saat seorang pengunjung wanita berinisial ND melakukan kunjungan kepada warga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seorang wanita pengunjung di Lapas Kelas 1 Malang coba selundupkan Handphone yang dikemas di dalam nasi bungkus, Selasa (31/03/2026) sekitar pukul 09.15. Namun, usaha wanita yang diketahui berinisial ND, ini gagal setelah petugas keamanan Lapas melakukan pemeriksaan.</p>



<p>Informasinya, peristiwa ini bermula saat seorang pengunjung wanita berinisial ND melakukan kunjungan kepada warga binaan berinisial AS melalui pendaftaran layanan tatap muka secara online pada pukul 09.00. Pada pukul 09.15, petugas melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan menggunakan mesin X-Ray.</p>



<p>Seorang petugas bernama Muheri, pun menemukan kejanggalan pada hasil pemindaian yang menunjukkan adanya benda mencurigakan di dalam nasi. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, ditemukan sebuah handphone yang sengaja disembunyikan dalam balutan makanan tersebut. Temuan ini, kemudian langsung diamankan sebagai barang bukti oleh petugas.</p>



<p>Atas temuan ini, petugas segera melaporkan kepada jajaran keamanan dan tata tertib (Kamtib) untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pengunjung ND kemudian dimintai keterangan dan mengakui perbuatannya mencoba menyelundupkan handphone ke dalam Lapas.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa permintaan handphone tersebut memang berasal dari warga binaan AS yang merupakan suami ND yang disampaikan melalui layanan wartel. Atas perbuatannya, ND telah membuat surat pernyataan bersalah serta siap menerima sanksi berupa larangan berkunjung selama 3 bulan. Sedangkan AS, dikenakan sanksi register F serta penempatan di sel isolasi sesuai ketentuan yang berlaku.</p>



<p>Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji, menegaskan langkah tegas ini diambil sebagai bentuk penegakan disiplin serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam Lapas. Menurutnya kejadian ini menjadi bahan evaluasi sekaligus penguatan sistem pengawasan yang telah berjalan.</p>



<p>Dirinya menyampaikan, bahwa keberhasilan ini tidak hanya karena ketelitian petugas, tetapi juga hasil dari penerapan prosedur pemeriksaan berlapis untuk setiap pengunjung, mulai dari pendaftaran kunjungan, pemeriksaan barang menggunakan X-Ray, hingga pemeriksaan badan. “Setiap temuan seperti ini langsung kami tindaklanjuti secara berjenjang, baik terhadap pengunjung maupun warga binaan, agar memberikan efek jera sekaligus menjadi peringatan bahwa sistem pengamanan kami bekerja secara nyata,” tegasnya.</p>



<p>Teguh juga menambahkan, bahwa pihaknya akan terus meningkatkan intensitas pemeriksaan, termasuk memperketat screening barang bawaan dan optimalisasi fungsi petugas di area layanan kunjungan. “Kami secara konsisten meminimalisir masuknya barang terlarang ke dalam Lapas sebagai langkah konkret untuk memutus potensi peredaran Narkoba, di dalam Lapas. Ini bukan sekadar komitmen, tetapi kami wujudkan melalui pengawasan berlapis dan tindakan tegas di lapangan,” tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/dikemas-nasi-bungkus-seorang-wanita-coba-selundupkan-ponsel-ke-dalam-lapas-kelas-1-malang/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231386</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Halal Bihalal Pemkab Malang Dikemas Pengajian dan Silaturahmi bersama Forkopimda dan ASN</title>
		<link>https://memontum.com/halal-bihalal-pemkab-malang-dikemas-pengajian-dan-silaturahmi-bersama-forkopimda-dan-asn</link>
					<comments>https://memontum.com/halal-bihalal-pemkab-malang-dikemas-pengajian-dan-silaturahmi-bersama-forkopimda-dan-asn#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2026 06:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bihalal]]></category>
		<category><![CDATA[dikemas]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[Pengajian]]></category>
		<category><![CDATA[silaturahmi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231240</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, bersama Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib serta Sekretaris Daerah (Sekda), Forkopimda hingga Kepala OPD Kabupaten Malang, menghadiri sekaligus mengikuti kegiatan Pengajian dan Silaturahmi dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (25/03/2026) tadi. Gelaran pelaksanaan ini, berlangsung di hari pertama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, bersama Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib serta Sekretaris Daerah (Sekda), Forkopimda hingga Kepala OPD Kabupaten Malang, menghadiri sekaligus mengikuti kegiatan Pengajian dan Silaturahmi dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (25/03/2026) tadi. Gelaran pelaksanaan ini, berlangsung di hari pertama masuk kerja seusai libur Hari Raya Idul Fitri.</p>



<p>Pelaksanaan yang juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi, sekaligus memperkuat kebersamaan. Termasuk, menumbuhkan kembali semangat dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat pasca perayaan Idul Fitri.</p>



<p>Dalam rangkaian pelaksanaan itu, Bupati Malang juga menyerahkan bantuan duka kepada keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN), yang meninggal dunia pada tahun 2026. Bantuan itu, sebagai bentuk kepedulian dan perhatian Pemerintah Kabupaten Malang kepada para ASN beserta keluarga.</p>



<p>Sementara momen Hari Raya Idul Fitri sendiri, merupakan momentum yang sangat mulia dan penuh makna. Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah Puasa Ramadan, menahan diri, meningkatkan keimanan dan memperkuat ketakwaan Umat Muslim kembali kepada fitrah, dengan hati yang bersih serta jiwa yang lebih tenang.</p>



<p>“Momentum Idul Fitri ini hendaknya kita maknai sebagai sarana untuk memperkuat silaturahmi, mempererat persaudaraan, serta menyatukan kembali niat dan langkah dalam pengabdian kepada masyarakat. Setelah menjalani ibadah Ramadan, kita kembali dalam keadaan fitri, dengan semangat baru untuk bekerja lebih baik, lebih jujur, dan lebih melayani,” kata Bupati Sanusi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sejalan dengan arahan pemerintah, tambahnya, kegiatan silaturahmi ini diharapkan dapat dilaksanakan secara sederhana namun penuh makna, dengan tetap mengedepankan nilai kebersamaan, efisiensi serta kepedulian sosial. Hal ini penting, agar semangat Idul Fitri tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.</p>



<p>Untuk itu, Bupati Sanusi mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Malang, untuk terus memperkuat integritas, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjaga sinergi dan kekompakan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Dirinya juga berharap, kegiatan ini dapat semakin mempererat hubungan kekeluargaan di antara seluruh jajaran. Sehingga, tercipta suasana kerja yang harmonis, saling mendukung dan penuh kebersamaan dalam menjalankan roda pemerintahan serta pembangunan di Kabupaten Malang.</p>



<p>“Melalui kesempatan yang baik ini, saya secara pribadi maupun atas nama Pemerintah Kabupaten Malang menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam interaksi, kebijakan, maupun dalam menjalankan tugas pemerintahan masih terdapat kekurangan, kekhilafan, atau hal-hal yang kurang berkenan di hati Bapak dan Ibu sekalian. Semoga melalui momentum Idul Fitri ini, hati kita kembali bersih, hubungan kita kembali erat, dan semangat kebersamaan kita semakin kuat untuk terus bekerja dan berkarya bagi kemajuan Kabupaten Malang yang kita cintai bersama,” papar Bupati Sanusi.</p>



<p>Sekda Budiar di kesempatan sama juga mengimbau kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan momentum Idul Fitri sebagai sarana mempererat hubungan sosial, menjaga ketertiban, serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Malang. &#8220;Secara umum, pelaksanaan kegiatan Halal Bihalal dan Open House di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang diharapkan dapat berjalan dengan lancar, khidmat, serta memberikan dampak positif dalam memperkuat kohesi sosial dan semangat kebersamaan pasca Bulan Suci Ramadan, sejalan dengan arahan pemerintah pusat,&#8221; kata Sekda Budiar. <strong>(pro/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/halal-bihalal-pemkab-malang-dikemas-pengajian-dan-silaturahmi-bersama-forkopimda-dan-asn/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231240</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Segoro Topeng Kaliwungu, Tarian Sakral Lumajang yang Dikemas dalam Pagelaran Budaya Wisata</title>
		<link>https://memontum.com/segoro-topeng-kaliwungu-tarian-sakral-lumajang-yang-dikemas-dalam-pagelaran-budaya-wisata</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[dikemas]]></category>
		<category><![CDATA[kaliwungu]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pagelaran]]></category>
		<category><![CDATA[sakral]]></category>
		<category><![CDATA[segoro]]></category>
		<category><![CDATA[tarian]]></category>
		<category><![CDATA[topeng]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223390</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Di balik desir angin Pantai Watu Pecak, ratusan penari bertopeng bersiap. Langit mulai membara keemasan, ombak bersahut-sahutan dan satu persatu gerakan mistis mulai mengisi bibir pantai. Pemandangan Inilah yang dihadirkan dalam Segoro Topeng Kaliwungu, sebuah pagelaran budaya yang telah menjelma menjadi panggung pertemuan antara warisan leluhur dan wajah baru pariwisata Indonesia. Bukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Di balik desir angin Pantai Watu Pecak, ratusan penari bertopeng bersiap. Langit mulai membara keemasan, ombak bersahut-sahutan dan satu persatu gerakan mistis mulai mengisi bibir pantai.</p>



<p>Pemandangan Inilah yang dihadirkan dalam Segoro Topeng Kaliwungu, sebuah pagelaran budaya yang telah menjelma menjadi panggung pertemuan antara warisan leluhur dan wajah baru pariwisata Indonesia. Bukan sembarang pertunjukan, Segoro Topeng adalah bentuk kolosal dari Tari Topeng Kaliwungu tarian sakral asal Desa Kaliwungu, Lumajang.</p>



<p>Sejak pertama kali digelar secara besar-besaran pada 2022, event ini tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga wajah baru promosi pariwisata berbasis budaya. Nama &#8216;Segoro Topeng&#8217; sendiri lahir dari perpaduan dua kekuatan utama. &#8216;Segoro&#8217; (Samudera Hindia) yang menggambarkan keelokan pantai selatan dan ‘Topeng’ yang merepresentasikan kekayaan nilai-nilai budaya lokal. Gabungan ini, menciptakan pengalaman tidak terlupakan, di mana seni tradisi berdialog langsung dengan alam.</p>



<p>Setiap tahun, tema yang diusung berbeda dan selalu mengangkat cerita yang menggugah. Tahun 2023, bertema &#8216;Kidung Katresnan&#8217;, menyoroti cinta dan pengorbanan. Tahun 2024 dengan tema &#8216;Legenda Argasonya&#8217;, yang mengangkat mitologi lokal. Tahun ini, tema &#8216;Mystical of Kaliwungu&#8217;, yang menelusuri sisi magis dan spiritual dari desa yang menjadi asal mula tarian ini.</p>



<p>Lebih dari sekadar panggung hiburan, Segoro Topeng hadir sebagai strategi destinasi branding Kabupaten Lumajang. Tujuannya jelas, yaitu menjadikan budaya sebagai daya tarik wisata yang menyatu dengan keindahan alam, menciptakan pengalaman wisata yang sarat makna.</p>



<p>&#8220;Acara ini mampu menggugah tidak hanya wisatawan, tetapi juga hati masyarakat lokal, terutama generasi muda. Mereka diajak mengenal dan mencintai warisan budaya leluhur melalui ekspresi yang megah, modern, dan membanggakan,&#8221; kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, dalam siaran persnya, Jumat (27/06/2025) tadi.</p>



<p>Tidak hanya itu, event ini menjadi ruang ekspresi bagi seniman tari, penata musik, pembuat kostum hingga UMKM dan pelaku ekonomi kreatif. Semua bersinergi menyajikan sajian budaya yang tak lekang oleh waktu dan tak kalah dengan festival internasional.</p>



<p>Dengan ratusan penari yang terlibat, setiap helai gerakan, warna topeng dan hentakan musik adalah hasil kolaborasi ratusan tangan kreatif. Mereka tidak hanya tampil di atas panggung, tapi juga menenun kisah Lumajang yang inklusif dan membanggakan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tahun 2025 menjadi tahun istimewa. Untuk pertama kalinya, Segoro Topeng Kaliwungu ditetapkan sebagai salah satu dari 110 Karisma Event Nusantara oleh Kementerian Pariwisata RI. Penetapan ini, memperkuat posisi Lumajang dalam peta pariwisata nasional, bahkan internasional.</p>



<p>Event yang berlangsung selama dua hari ini dikemas dengan berbagai rangkaian kegiatan. Hari pertama, 28 Juni, diawali dengan aksi penanaman cemara laut bertajuk &#8216;Pantai Lestari, Cemara Menyapa&#8217;. Aksi ekologis ini membuktikan bahwa pelestarian lingkungan bisa bersatu dengan pelestarian budaya.</p>



<p>Di hari yang sama, suasana dihangatkan oleh Reggae Senja, yang menghadirkan musik sebagai bahasa universal yang menyatukan semua kalangan. Sementara, Pameran UMKM juga menampilkan produk lokal dari tangan-tangan kreatif warga Lumajang yang siap bersaing di pasar global.</p>



<p>Hari kedua, atau 29 Juni, menjadi puncak kemeriahan. Mahameru Fishing Festival meriahkan pagi hari dengan semangat kebersamaan nelayan dan wisatawan. Fashion Show Batik Lumajang menunjukkan bahwa kearifan lokal bisa tampil elegan dan modern.</p>



<p>Sore menjelang malam, tibalah saat yang ditunggu, Sendratari kolosal &#8216;Segoro Topeng Kaliwungu&#8217; digelar. Di hadapan ribuan penonton, panggung raksasa di pesisir pantai menjelma menjadi dunia mistis nan memukau. Cahaya, musik, dan gerakan penari menyatu dalam satu harmoni yang mengguncang hati.</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Lumajang menaruh harapan besar pada event ini. Mereka melihat Segoro Topeng bukan hanya sebagai acara tahunan, tapi sebagai simbol transformasi budaya menjadi motor ekonomi dan pariwisata berkelanjutan.</p>



<p>Seiring semakin dikenalnya Lumajang sebagai tujuan wisata, Segoro Topeng akan dikembangkan dalam format yang lebih luas. Sehingga, menjadi paket wisata budaya yang terintegrasi, sehingga tidak hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga pengalaman hidup yang mendalam bagi para wisatawan.</p>



<p>Bukan hal mustahil, jika dalam beberapa tahun ke depan, Segoro Topeng bisa setara dengan festival budaya kelas dunia. Apalagi Lumajang telah mencatat kunjungan wisatawan mancanegara tertinggi di Jawa Timur pada tahun 2024 sebuah prestasi luar biasa.</p>



<p>Namun di balik gemerlap event, satu hal yang tidak boleh dilupakan. Segoro Topeng adalah suara dari masyarakat, warisan dari masa lalu dan cahaya untuk masa depan. Di setiap topeng yang menari, terselip harapan akan negeri yang lebih mencintai budayanya.</p>



<p>Dan pada akhirnya, siapa pun yang menyaksikan Segoro Topeng akan membawa pulang lebih dari sekadar gambar. Mereka akan membawa cerita, emosi, dan rasa bangga bahwa Indonesia, melalui Lumajang, punya cara istimewa untuk menyapa dunia. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223390</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Puncak Perjalanan 100 Hari Kerja Bupati Jember Dikemas Berikut Penyerahan SK PPPK di Pantai Watu Ulo</title>
		<link>https://memontum.com/puncak-perjalanan-100-hari-kerja-bupati-jember-dikemas-berikut-penyerahan-sk-pppk-di-pantai-watu-ulo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berikut]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dikemas]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Penyerahan]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[puncak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222593</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, bersama jajaran OPD Pemerintah Kabupaten Jember melaksanakan &#8216;Kegiatan Resepsi Puncak Perjalanan 100 Hari Kerja Bupati Jember dan Penyerahan SK PPPK&#8217;, yang berlangsung di Pantai Watu Ulo, Minggu (01/06/2025) tadi. Dalam kegiatan itu, disampaikan juga program-program yang telah dikerjakan dan penghargaan yang didapat oleh Pemkab Jember, selama 100 hari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, bersama jajaran OPD Pemerintah Kabupaten Jember melaksanakan &#8216;Kegiatan Resepsi Puncak Perjalanan 100 Hari Kerja Bupati Jember dan Penyerahan SK PPPK&#8217;, yang berlangsung di Pantai Watu Ulo, Minggu (01/06/2025) tadi.</p>



<p>Dalam kegiatan itu, disampaikan juga program-program yang telah dikerjakan dan penghargaan yang didapat oleh Pemkab Jember, selama 100 hari kerja Bupati Fawait dalam sebuah tayangan video. Termasuk, penyerahan SK PPPK oleh Bupati Jember.</p>



<p>Adapun SK PPPK yang diberikan, yaitu sekitar 1.847 SK. Dengan uraian, SK Guru 731, Tenaga Kesehatan 549 dan Tenaga Teknis 567. Dengan diterimanya SK itu, maka PPPK diharapkan dapat berkontribusi untuk menjadikan Jember Baru Jember Maju.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Bersyukurlah kepada para penerima SK PPPK hari ini, karena banyak di sana yang mengharapkan bisa menjadi PPPK. Karenanya, buktikan bahwa panjenengan bisa membantu Bupati dan jajaran Pemerintah untuk membawa Jember Baru Jember Maju,&#8221; papar Gus Fawait-sapaan Bupati Jember.</p>



<p>Dalam serangkaian pelaksanaan ini, ada beberapa hal yang berbeda. Diantaranya, tempat pelaksanaan yang biasanya di gedung atau tempat formal, kali ini ditempatkan di salah satu destinasi wisata Jember. Dengan gelaran seperti ini, maka masyarakat Jember dapat membuka mata bahwa destinasi wisata di Jember tidak kalah dengan kabupaten atau kota lain.</p>



<p>&#8220;Alasan kami melaksanakan di kawasan wisata Watu Ulo, yaitu kami ingin mengembalikan Jember menjadi kabupaten tujuan wisata. Karena 10 tahun terakhir ini kita kurang maksimal, maka kita perbaiki termasuk melarang seluruh sekolah di Jember untuk study tour, alasannya kita optimalkan tempat wisata yang ada di Jember&#8221; ujar Gus Fawait. <strong>(kom/rio/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222593</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Hari Buruh di Jombang Dikemas dengan Jalan Sehat dan Aksi Sosial</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hari-buruh-di-jombang-dikemas-dengan-jalan-sehat-dan-aksi-sosial</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 May 2024 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[dikemas]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208930</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Pemerintah Kabupaten Jombang menggelar jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di Alun-alun Kabupaten Jombang, Rabu (01/05/2024) tadi. Kegiatan yang dibuka Pj Bupati Jombang, Sugiat dan dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Jombang, Mas&#8217;ud Zuremi, Sekdakab Jombang, Agus Purnomo serta Forkopimda, diikuti kurang lebih 4 ribu peserta. Dalam serangkaian pelaksanaan sendiri, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Jombang menggelar jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di Alun-alun Kabupaten Jombang, Rabu (01/05/2024) tadi. Kegiatan yang dibuka Pj Bupati Jombang, Sugiat dan dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Jombang, Mas&#8217;ud Zuremi, Sekdakab Jombang, Agus Purnomo serta Forkopimda, diikuti kurang lebih 4 ribu peserta.</p>



<p>Dalam serangkaian pelaksanaan sendiri, juga dilakukan aksi sosial seperti penyerahan santunan. Termasuk, bazar murah, makan gratis untuk semua peserta serta 200 hadiah hiburan.</p>



<p>Pj Bupati Sugiat mengatakan bahwa peringatan May Day bukan berarti harus melakukan aksi unjuk rasa. Semua punya hak untuk menyampaikan aspirasi, tetapi dengan cara yang kondusif.</p>



<p>&#8220;Aspirasi yang disampaikan pekerja atau buruh yaitu terkait dengan masalah kesejahteraan, kenyamanan dalam bekerja, jam kerja yang wajar, jaminan kesehatan atau jaminan ketenagakerjaan,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pemerintah Kabupaten Jombang akan menanggapi aspirasi masyarakat dengan memfasilitasi dan menerima segala bentuk aspirasi masyarakat, asal tetap sesuai peraturan yang ada dan sesuai dengan norma-norma yang telah dibangun bersama. &#8220;Kemarin saya juga baru saja memberikan penghargaan bagi perusahaan yang mengakomodir pekerja disabilitas, perusahaan yang mengutamakan warga lokal dan perusahaan dengan Zero Conflict,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Pj Bupati Sugiat juga mengajak semua elemen terkait, termasuk dengan pekerja dan buruh untuk membangun Jombang yang ramah bagi investor dan pekerja, karena ini merupakan peluang. Sektor industri di Jombang harus dikembangkan supaya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Jombang.</p>



<p>Di tempat sama, Ketua DPRD Kabupaten Jombang, Mas&#8217;ud Zuremi, menambahkan bahwa peringatan Hari Buruh ini merupakan sebuah kegiatan yang identik dengan para buruh, pekerja, pengusaha dan pemerintahan. &#8220;Selaku Ketua DPRD, saya berharap peringatan Hari Buruh dapat berjalan dengan kondusif dan mengena bagi seluruh lapisan masyarakat. Artinya pengusaha, pemerintah, buruh dan pekerja bisa merasa tenang. Sehingga, tercipta suasana yang aman, bila ada aspirasi atau hal-hal yang ingin disampaikan secara faktual kepada pemerintah daerah,&#8221; paparnya. <strong>(azl/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208930</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terima Kirab Pataka Jer Basuki Mawa Beya, Pj Bupati Lumajang Sampaikan Prosesi Dikemas Sosialisasi Cukai</title>
		<link>https://memontum.com/terima-kirab-pataka-jer-basuki-mawa-beya-pj-bupati-lumajang-sampaikan-prosesi-dikemas-sosialisasi-cukai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Oct 2023 16:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[basuki]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dikemas]]></category>
		<category><![CDATA[pataka]]></category>
		<category><![CDATA[prosesi]]></category>
		<category><![CDATA[sampaikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199333</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Setelah berlabuh di Kabupaten Malang, Kirab Pataka Jer Basuki Mawa Beya dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Provinsi Jawa Timur (Jatim), akhirnya tiba di Kabupaten Lumajang, Kamis (05/10/2023) sore. Kedatangan kirab itu, disambut sekaligus diiringi pertujukan Jaran Kencak yang menjadi kesenian khas Kota Pisang, mulai Gedung Soedjono menuju Halaman Pendopo [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Lumajang</strong> &#8211; Setelah berlabuh di Kabupaten Malang, Kirab Pataka Jer Basuki Mawa Beya dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Provinsi Jawa Timur (Jatim), akhirnya tiba di Kabupaten Lumajang, Kamis (05/10/2023) sore. Kedatangan kirab itu, disambut sekaligus diiringi pertujukan Jaran Kencak yang menjadi kesenian khas Kota Pisang, mulai Gedung Soedjono menuju Halaman Pendopo Arya Wiraraja Lumajang.</p>



<p>Lambang Daerah Jer Basuki Mawa Beya itupun, secara resmi diserahkan oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang kepada Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, kemudian diestafetkan kepada Plt Kasatpol PP Lumajang, Hindam Adri Abadan, di prosesi pelaksanaan apel berlangsung. Pj Bupati Yuyun mengungkapkan, bahwa perhentian kirab kali ini, merupakan titik ke 26 dari 39 titik yang akan dilalui.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kabupaten Lumajang menerima estafet Kirab Pataka Jer Basuki Mawa Beya dari Kabupaten Malang, sebagai etape titik ke 26 dari 39 titik yang akan dilalui oleh kirab tersebut,&#8221; katanya.</p>



<p>Dirinya juga mengungkapkan, pelaksanaan acara tersebut juga berkolaborasi dengan Bea Cukai Probolinggo, dengan menggunakan konsep Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai yang dikemas melalui Gelar Budaya Kesenian Asli Kabupaten Lumajang, yakni Jaran Kencak dan Nararya Etnik Perkusi.</p>



<p>Hal itu, dimaksudkan sebagai perwujudan bangkit bersama di sektor pariwisata dan kenal lebih dekat dengan cukai. &#8220;Tujuannya, agar masyarakat dapat memberikan sumbangsih terhadap upaya pemberantasan cukai ilegal melalui bantuan informasi dan edukasi kepada yang lain. Sehingga, mempersempit gerak dan menekan jumlah barang cukai ilegal,&#8221; terangnya. Sebagai informasi, setelah berlabuh di Lumajang, Kirab Pataka Jer Basuki Mawa Beya, selanjutnya dikabarkan akan menuju Kabupaten Jember. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199333</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tertib Lalu Lintas Sejak Dini, HUT Lantas Bhayangkara Ke-68 di Trenggalek Dikemas Lomba Gambar untuk Anak</title>
		<link>https://memontum.com/tertib-lalu-lintas-sejak-dini-hut-lantas-bhayangkara-ke-68-di-trenggalek-dikemas-lomba-gambar-untuk-anak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Sep 2023 02:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bhayangkara]]></category>
		<category><![CDATA[dikemas]]></category>
		<category><![CDATA[gambar]]></category>
		<category><![CDATA[lantas]]></category>
		<category><![CDATA[lintas]]></category>
		<category><![CDATA[Tertib]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197870</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Satlantas Polres Trenggalek menggelar lomba mewarnai bagi anak-anak yang ada di Kota Keripik Tempe. Kegiatan mewarnai ini, digelar masih dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas (Lantas) Bhayangkara Ke-68 tahun 2023. Kapolres Trenggalek, AKBP Gatut Bowo Supriyono, melalui Kasat Lantas Polres Trenggalek, AKP Yudhiyono, mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan mewarnai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Satlantas Polres Trenggalek menggelar lomba mewarnai bagi anak-anak yang ada di Kota Keripik Tempe. Kegiatan mewarnai ini, digelar masih dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas (Lantas) Bhayangkara Ke-68 tahun 2023.</p>



<p>Kapolres Trenggalek, AKBP Gatut Bowo Supriyono, melalui Kasat Lantas Polres Trenggalek, AKP Yudhiyono, mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan mewarnai ini guna membangun budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini. &#8220;Kita lakukan kegiatan mewarnai bagi anak-anak ini, bertujuan agar mereka bisa tahu budaya tertib berlalulintas dari usia dini. Karena didasari tingkat kecelakaan yang terjadi, baik khususnya di Kabupaten Trenggalek, pada umumnya sebagian besar di alami oleh anak-anak,&#8221; paparnya, Minggu (10/09/2023) pagi.</p>



<p>Para orang tua yang tengah melakukan kegiatan di sekitar car free day (CFD), pun terpantau sangat antusias menemani anaknya mengikuti kegiatan mewarnai ini. Selain itu, kegiatan tersebut juga merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh seluruh jajaran. Yang mana, sasarannya adalah agar lebih mendekatkan diri pada masyarakat.</p>



<p><strong>Baca Juga </strong>:</p>





<p>&#8220;Tentunya ini menjadi salah satu fokus Satlantas Polres Trenggalek dalam memberikan pembinaan terhadap anak usia dini sehingga bisa lebih mengerti dan dekat dengan Polri untuk terciptanya sinergitas Polri dengan masyarakat,&#8221; jelas AKP Yudhiyono.</p>



<p>Pihaknya berharap, adanya kegiatan-kegiatan semacam ini bisa lebih mendekatkan diri dengan semua kalangan masyarakat utamanya di Kabupaten Trenggalek. &#8220;Semoga melalui momentum ini, polisi bisa lebih dekat dan di cintai oleh semua kalangan masyarakat. Saran dan masukan dari masyarakat akan selalu kami terima. Akan kami lakukan evaluasi demi pelayanan yang lebih baik untuk masyarakat,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Dalam kesempatan yang sama, digelar pula olah raga bersama antara Polri, instansi pemerintah dan juga masyarakat dihalaman pendopo Manggala Praja Nugraha. Kegiatan olah raga bersama ini juga merupakan bentuk sinergitas Polri bersama dengan masyarakat untuk mewujudkan suasana Kabupaten Trenggalek yang aman, nyaman dan kondusif. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197870</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
