<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>dikembalikan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dikembalikan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Sep 2025 14:38:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>dikembalikan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Barang Hasil Jarahan Aksi Unjuk Rasa Mulai Dikembalikan di Kantor Satpol PP Kabupaten Kediri</title>
		<link>https://memontum.com/barang-hasil-jarahan-aksi-unjuk-rasa-mulai-dikembalikan-di-kantor-satpol-pp-kabupaten-kediri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[barang]]></category>
		<category><![CDATA[dikembalikan]]></category>
		<category><![CDATA[jarahan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[satpol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225668</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Puluhan barang jarahan dari insiden atau aksi unjuk rasa yang terjadi di Kantor Pemkab Kediri, berangsur-ansur mulai dikembalikan. Barang-barang tersebut, kini terkumpul di Kantor Satpol PP Kabupaten Kediri. Bahkan, usai disebarnya flyer layanan pengembalian barang-barang atas jarahan, baik pelaku, orang tua pelaku, maupun masyarakat yang menemukan barang yang diduga jarahan, langsung mengembalikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Puluhan barang jarahan dari insiden atau aksi unjuk rasa yang terjadi di Kantor Pemkab Kediri, berangsur-ansur mulai dikembalikan. Barang-barang tersebut, kini terkumpul di Kantor Satpol PP Kabupaten Kediri. Bahkan, usai disebarnya flyer layanan pengembalian barang-barang atas jarahan, baik pelaku, orang tua pelaku, maupun masyarakat yang menemukan barang yang diduga jarahan, langsung mengembalikan di lokasi yang sudah ditentukan.</p>



<p>Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana melalui Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio, mengatakan bahwa barang-barang yang terkumpul tersebut berasal dari pengembalian secara mandiri. Baik yang dikumpulkan melalui balai desa ataupun kantor kecamatan.</p>



<p>“Ada yang memang tidak dilaporkan (kepada petugas), namun hanya di letakkan di depan Kantor Satpol PP dan kantor desa” jelasnya, Selasa (02/09/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurutnya, layanan pengembalian barang jarahan tersebut masih terus dilakukan. Pasalnya, aset-aset itu berdampak pada lumpuhnya roda pemerintahan. Terkait, berapa persen barang yang telah dikembalikan, pihaknya masih belum bisa memastikan.</p>



<p>Bahkan, sampai berita ini ditulis, Pemerintah Kabupaten Kediri terus melakukan pendataan terhadap barang yang hilang dan rusak. Disamping itu, barang yang sudah dikembalikan tersebut akan diinventarisir dan diidentifikasi kepemilikannya. Bahkan hingga sore, beberapa OPD sudah melakukan pengecekan di Kantor Satpol PP.</p>



<p>“Sebelum ada pendataan dari BKAD, walaupun ini sudah ketahuan barang milik OPD mana, namun penyerahan barang akan dilakukan setelah proses pendataan,” jelasnya.</p>



<p>Sebelumnya, Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Hanindhito, mengimbau agar seluruh barang jarahan untuk segera di kembalikan, termasuk Artefak Fragmen Kepala Ganesha. Pihaknya mengungkapkan, kerugian atas kejadian pengrusakan dan penjarahan Kantor Pemkab ditaksir sekitar Rp 500 miliar. <strong>(pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225668</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Museum Kediri Jadi Sasaran Perusakan dan Penjarahan, Mas Dhito Minta Artefak Dikembalikan</title>
		<link>https://memontum.com/museum-kediri-jadi-sasaran-perusakan-dan-penjarahan-mas-dhito-minta-artefak-dikembalikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[artefak]]></category>
		<category><![CDATA[dikembalikan]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Penjarahan]]></category>
		<category><![CDATA[perusakan]]></category>
		<category><![CDATA[sasaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225604</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Aksi anarkis yang dilakukan massa tidak bertanggung jawab di komplek Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri pada Sabtu (30/8/2025) malam hingga Minggu (31/08/2025) dini hari, ikut menyasar Museum Bagawanta Bhari serta menjarah salah satu benda peninggalan budaya. Aksi miris yang seharusnya tidak sampai dilakukan itu, pun mematik reaksi. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Aksi anarkis yang dilakukan massa tidak bertanggung jawab di komplek Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri pada Sabtu (30/8/2025) malam hingga Minggu (31/08/2025) dini hari, ikut menyasar Museum Bagawanta Bhari serta menjarah salah satu benda peninggalan budaya. Aksi miris yang seharusnya tidak sampai dilakukan itu, pun mematik reaksi.</p>



<p>Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, dalam keterangannya mengatakan bahwa akibat aksi itu, tidak hanya membuat kaca-kaca museum pecah. Bahkan, salah satu benda peninggalan budaya yang hilang, yakni fragmen Kepala Ganesha dan tiga koleksi wastra kain batik. Selain itu, juga perusakan miniatur lumbung serta Arca Bodhisatwa.</p>



<p>Mas Dhito-sapaanya, mengimbau kepada masyarakat bilamana ada yang mengetahui keberadaan peninggalan budaya yang hilang tersebut untuk melapor. Khususnya bagi oknum yang merasa mengambil dan menyimpan, diharapkan untuk mau mengembalikan ke Pemkab Kediri.&nbsp;</p>



<p>“Kami berharap, apa yang sudah diambil itu bisa dikembalikan. Karena apa yang diambil, adalah peninggalan budaya dan memiliki nilai sejarah. Jadi, sangat tidak pantas untuk menjadi sasaran,” katanya, Minggu (31/8/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, benda-benda peninggalan budaya yang ada di Museum Bagawanta Bhari pasca kejadian tersebut pada Minggu sore, langsung diamankan oleh petugas dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri. Mas Dhito menegaskan, pihaknya tidak membenarkan kejadian yang sampai melakukan penjarahan di museum. Apalagi, selain museum, sebagian besar bangunan di komplek Kantor Pemkab Kediri, hangus dibakar dan hanya menyisakan puing-puing.</p>



<p>Bahkan, ujarnya, beberapa mobil yang terparkir di dalam juga tak luput dari sasaran. Kondisi itu, pun menjadikan kantor pemerintahan lumpuh.</p>



<p>Gedung DPRD Kabupaten Kediri yang berada satu komplek, juga ikut menjadi sasaran pembakaran. Begitupula dengan Kantor Samsat di Jalan Soekarno-Hatta, Katang atau di depan komplek Kantor Pemkab Kediri.</p>



<p>Meski belasan kantor dan ruangan yang ada di Pemkab Kediri itu hangus dan dihadapkan pada keterbatasan, baik tempat maupun sarana prasarana, Mas Dhito menekankan, jalannya pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat akan tetap berjalan. “Terutama dalam bidang pelayanan publik tetap berjalan,” ungkapnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225604</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Beri Kejutan Peserta, Uang Pendaftaran Event Malang Night Run 2024 Dikembalikan 100 Persen</title>
		<link>https://memontum.com/beri-kejutan-peserta-uang-pendaftaran-event-malang-night-run-2024-dikembalikan-100-persen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Sep 2024 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dikembalikan]]></category>
		<category><![CDATA[kejutan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendaftaran]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[Peserta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213941</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Para peserta Malang Night Run (MNR) 2024 yang sebelumnya harus mengeluarkan uang sebesar Rp 175 ribu untuk biaya pendaftaran, kini akan dikembalikan 100 persen. Hal tersebut, tentunya menjadi kejutan bagi 750 peserta yang telah mengikuti event MNR 2024. Langkah ini dilakukan, berkat dukungan penuh dari Bea Cukai dan Satpol PP Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Para peserta Malang Night Run (MNR) 2024 yang sebelumnya harus mengeluarkan uang sebesar Rp 175 ribu untuk biaya pendaftaran, kini akan dikembalikan 100 persen. Hal tersebut, tentunya menjadi kejutan bagi 750 peserta yang telah mengikuti event MNR 2024.</p>



<p>Langkah ini dilakukan, berkat dukungan penuh dari Bea Cukai dan Satpol PP Kota Malang, Gempur Rokok Ilegal. Termasuk, menjadi ajang sosialisasi Gempur Peredaran Rokok dan Cukai Ilegal.</p>



<p>“Ini menjadi event perdana olahraga lari di malam hari di Malang. Alhamdulillah sukses besar, peserta mengaku senang sekali dengan event ini, terlebih ada kejutan besar kalau uang tiket mereka akan kami kembalikan 100 persen,” kata Ketua Penyelenggara MNR 2024, Lucky Aditya, Senin (09/09/2024) tadi.</p>



<p>Langkah yang dilakukan ini, ujarnya, juga sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta yang bersedia menjadi bagian dari upaya bersama menggerakkan roda ekonomi pariwisata di Malang Raya melalui Sport Tourism. Termasuk, juga akan menggulirkan roda perputaran ekonomi masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Mereka akan menginap di hotel, jalan-jalan, beli makan dan minum dari UMKM setempat hingga jasa fotografer jalanan keliling. Ada banyak perputaran ekonomi yang masif di sana,” ujarnya.</p>



<p>Dalam event tersebut, juga dihadiri sederet Forkopimda Kota Malang, mulai Pj Wali Kota Malang yang diwakili oleh Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, Waka Polresta Malang Kota, AKBP Adhitya Panji Anom, Bea Cukai Kasatpol PP dan pejabat lain.</p>



<p>Event itu juga mendapat penghormatan dari Ketua PWI Pusat Zulmansyah Sakedang yang turut datang langsung menghadiri didampingi Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim dan Ketua PWI Malang Raya, Cahyono.</p>



<p>Turut hadir dan menjadi peserta Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Aris Gunawan, M. Han beserta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XL, Ny. Fines Aris Gunawan yang malam itu memilih menjadi peserta lari hingga berhasil mencapai finish.</p>



<p>Antusiasme peserta semakin lengkap dengan tampilnya para musisi ikonik lokal Kota Malang, yakni Dj Rea-Reo Girls dan Tani Maju. Sebelumnya, aksi dari Barongsai Klenteng Eng An Kiong dan Tari Topeng Bapang Malangan dari NDS Sanggarmoe turut memeriahkan helatan ini. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213941</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
