<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Dikembangkan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dikembangkan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Aug 2024 10:25:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Dikembangkan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dorong Inovasi Pelayanan Publik Kian Dikembangkan, Kemenpan RB Kunjungi Polresta Malang Kota</title>
		<link>https://memontum.com/dorong-inovasi-pelayanan-publik-kian-dikembangkan-kemenpan-rb-kunjungi-polresta-malang-kota</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Aug 2024 06:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Dikembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[kemenpan]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[polresta]]></category>
		<category><![CDATA[publik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212523</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tim Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) mengunjungi Polresta Malang Kota, Jumat (02/08/2024) tadi. Kunjungan itu dilakukan, dalam rangka memberikan pembinaan terhadap inovasi pelayanan publik. Asisten Deputi Koordinasi dan Fasilitasi Strategi Pengembangan Praktik Terbaik Pelayanan Publik Kemenpan RB, Ajib Rakhmawanto, menyampaikan agar inovasi yang ada dalam aplikasi Jogo [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tim Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) mengunjungi Polresta Malang Kota, Jumat (02/08/2024) tadi. Kunjungan itu dilakukan, dalam rangka memberikan pembinaan terhadap inovasi pelayanan publik.</p>



<p>Asisten Deputi Koordinasi dan Fasilitasi Strategi Pengembangan Praktik Terbaik Pelayanan Publik Kemenpan RB, Ajib Rakhmawanto, menyampaikan agar inovasi yang ada dalam aplikasi Jogo Malang Presisi itu dapat terus dikembangkan. Khususnya, dalam fitur panic button.</p>



<p>“Kami hadir di sini dalam rangka untuk bagaimana inovasi panic button dalam aplikasi Jogo Malang Presisi ini bisa dikembangkan. Karena, Polresta Malang Kota ini sudah berhasil menciptakan dan sudah berhasil membangun keberlanjutan,” kata Ajib.</p>



<p>Tak hanya itu, Ajib juga berharap agar inovasi Jogo Malang Presisi tersebut dapat ditiru oleh Polres-Polres lainnya, terutama yang ada di wilayah Jawa Timur. Apalagi, diakuinya secara umum inovasi yang ada dianggap sudah cukup bagus.</p>



<p>“Jadi kami hadir disini ingin mendorong inovasi yang bagus terkait Jogo Malang Presisi ini bisa ditiru atau dikembangkan di Polres-Polres lain. Karena secara umum sudah bagus hanya terkait inovasi yang mau dikembangkan tadi mungkin ada beberapa hal yang saya ingin ada sedikit kebaruan atau percepatan,” ujarnya.</p>



<p>Ajib menyarankan, agar model disposisi dalam pelayanan itu dapat dibuat kodefikasi. Sehingga, dapat memberikan kemudahan. “Misalnya angka satu ini untuk kodefikasi perintah apa, kemudian dua untuk kodefikasi laporan apa, lalu tiga untuk apa. Jadi tinggal klilk saja di nomornya itu langsung muncul, sehingga tidak harus ngetik lagi,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Diakhir, Ajib juga menyampaikan bahwa kantor pelayanan yang ada di Polresta Malang Kota dirasa cukup nyaman. Mulai dari ruang tunggu, kemudian dalam memberikan pelayanan juga cukup ramah, hingga lingkungan yang ada.</p>



<p>“Kalau ada masyarakat yang datang kesini begitu masuk saya rasa sudah cukup lumayan baik, karena memang memberikan kenyamanan,” ucapnya.</p>



<p>Sementara itu, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa inovasi tersebut tentu akan selalu diupgrade sesuai dengan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE). Termasuk juga diselaraskan dengan Kota Malang yang menuju smart city.</p>



<p>“Aplikasi itu harus up to date dan mengikuti perkembangan terkini. Termasuk juga kami akan melaksanakan studi banding ke tempat lain yang lebih baik dan Comand Center tadi juga diberikan masukan, sehingga harus kami upgrade,” ujar Buher-sapaannya.</p>



<p>Diakhir, Buher juga mengucapkan rasa terima kasih nya pada masyarakat Kota Malang. Sebab, aplikasi Jogo Malang Presisi dapat terus semakin berkembang dan lebih baik.</p>



<p>“Saya juga mengucapkan terimakasih pada seluruh masyarakat Kota Malang, seluruh instansi rumah sakit, relawan maupun komunitas yang sudah membantu mensosialisasikan dan menyampaikan asas kebermanfaatan aplikasi Jogo Malang Presisi, sehingga bisa semakin baik,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212523</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelar Program Bunga Desa di Bumiharjo, Bupati Banyuwangi Minta Alpukat Aligator Terus Dikembangkan</title>
		<link>https://memontum.com/gelar-program-bunga-desa-di-bumiharjo-bupati-banyuwangi-minta-alpukat-aligator-terus-dikembangkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Mar 2024 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[aligator]]></category>
		<category><![CDATA[alpukat]]></category>
		<category><![CDATA[bumiharjo,]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Dikembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207569</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, kembali melaksanakan Program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), Kamis (21/03/2024) tadi. Di awal momen Ramadan itu, Bupati Ipuk seperti biasa ngantor desa dan kali adalah Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, yang menjadi jujugan bupati. Dalam Program Bunga Desa itu, Bupati Ipuk kembali menggali berbagai potensi desa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, kembali melaksanakan Program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), Kamis (21/03/2024) tadi. Di awal momen Ramadan itu, Bupati Ipuk seperti biasa ngantor desa dan kali adalah Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, yang menjadi jujugan bupati.</p>



<p>Dalam Program Bunga Desa itu, Bupati Ipuk kembali menggali berbagai potensi desa guna didukung dan dikembangkan. Salah satu potensi besar di Desa Bumiharjo, adalah sektor pertanian.</p>



<p>Sekedar diketahui, Desa Bumiharjo merupakan salah satu desa penghasil Buah Alpukat Aligator. Dalam kesempatan ini, Bupati Ipuk mengunjungi salah satu sentra Alpukat di Kebun Alpukat Aligator di Perkebunan Madukara, yang berada di kawasan hutan.</p>



<p>Perkebunan ini, dikelola oleh Perhutani KPH Banyuwangi Barat bekerjasama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang juga sebagai petani alpukat. &#8220;Lahan perkebunan alpukat ini merupakan milik Perhutani. Namun, untuk pengelolaanya bekerjasama&nbsp; dengan petani yang merupakan warga sekitar kawasan hutan,&#8221; kata Bupati Ipuk.&nbsp;</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa kawasan hutan tersebut sekitar 2.000 hektare. Namun, yang ditanami alpukat hanya sekitar 20 hektar dengan total 6 ribu pohon yang masih bisa dimaksimalkan hingga 200 ribu pohon. Di perkebunan ini, terdapat lima jenis varietas alpukat yakni Algator, Markus, Miki, Red Vietnam dan Raung.</p>



<p>Untuk sekali panen Alpukat, diketahui bisa menghasilkan sekitar 500 kilogram. Sejak awal tahun ini saja, sudah panen sebanyak tiga kali. Melihat potensi tersebut, Bupati Ipuk meminta kepada Dinas Pertanian untuk mendorong pengembangannya. Apalagi, alpukat ini merupakan salah satu buah yang digemari masyarakat luas.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kita nanti bantu untuk promosikan. Kepada Dinas Pertanian, saya minta terus mendampingi. Kalau terus berkembang, bisa saja kita bikin festival yang mengangkat potensi alpukat berbagai varietas, kuliner, olahan serta yang bertemakan alpukat lainnya,&#8221; jelas Bupati Ipuk.</p>



<p>Selain mengunjungi kebun alpukat, Bupati Ipuk juga meninjau sentra pertanian selada air. Desa ini, merupakan sentra produksi selada air, dengan luasan total sebanyak 3 hektare.</p>



<p>Di setiap Bunga Desa, Bupati Ipuk juga selalu menyempatkan mengunjungi sekolah. Kali ini Ipuk mengunjungi SDN 2 Bumiharjo, untuk memberikan workshop berkaitan dengan pendidikan. Mulai dari parenting, wawasan kebangsaan, hingga pencegahan akan tiga dosa besar pendidikan yang meliputi bulliying, kekerasan dan intoleransi.</p>



<p>&#8220;Tiga dosa besar ini akan terus kami sampaikan, agar jangan sampai terjadi pada anak-anak kita. Sasaran dari program ini tidak hanya pelajar dan guru, tapi juga anggota komite sekolah yang merupakan para wali murid. Dengan demikian penanganan ini bisa komprenhensif,” papar Bupati Ipuk.</p>



<p>Selama berkantor di desa, sejumlah dinas juga menyelenggarakan layanan publik. Seperti, administrasi kependudukan, perizinan usaha mikro berbasis OSS, perpajakan hingga tes kesehatan, konseling, pelatihan UMKM dan lainnya. Bahkan, dalam kesempatan itu juga digelar pasar murah beras.</p>



<p>Saat Bunga Desa di Bumiharjo, Bupati Ipuk juga sekaligus menggelar Safari Ramadan, sebagai memontum silaturahmi dengan tokoh agama dan masyarakat. Rombongan juga berbuka puasa dengan masyarakat Desa Bumiharjo di Masjid Al Khoiriyah. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ipuk juga memaparkan berbagai capaian dan program-program Banyuwangi ke depan. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207569</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Panarukan Situbondo Temukan Sumber Air Panas, Bakal Dikembangkan sebagai Wisata Desa</title>
		<link>https://memontum.com/warga-panarukan-situbondo-temukan-sumber-air-panas-bakal-dikembangkan-sebagai-wisata-desa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2021 16:45:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Dikembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[Ikon Wisata Desa Sidodadi]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Temukan Sumber Air Panas]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Panarukan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=144495</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Sumber air panas&#160;ditemukan warga Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Air panas tersebut dipercaya berkhasiat mengobati pegal dan linu. Sumber air panas tersebut ditemukan tak jauh dari permukiman warga di Dusun. Jarak sumber air dengan jalan Raya itu hanya sekitar 1.000 meter sehingga mudah dijangkau. Lokasinya berada di tanah negara. Baca Juga: [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Sumber air panas&nbsp;ditemukan warga Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Air panas tersebut dipercaya berkhasiat mengobati pegal dan linu.</p>



<p>Sumber air panas tersebut ditemukan tak jauh dari permukiman warga di Dusun. Jarak sumber air dengan jalan Raya itu hanya sekitar 1.000 meter sehingga mudah dijangkau. Lokasinya berada di tanah negara.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dprd-situbondo-rapat-paripurna-penandatanganan-berita-acara-persetujuan-empat-raperda">DPRD Situbondo Rapat Paripurna Penandatanganan Berita Acara Persetujuan Empat Raperda</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dpc-pdi-perjuangan-situbondo-gelar-aksi-berbagi-sembako">DPC PDI-Perjuangan Situbondo Gelar Aksi Berbagi Sembako</a></li>
</ul>


<p>Kepala Desa Paowan, Saiful Hadi,&nbsp; menjelaskan pada zaman dulu warga sekitar memakai sumber air panas tersebut untuk air minum dan juga untuk mencuci dan mandi, sumber air panas terdebut tidak pernah kering walaupun dimusim kemarau, bahkan 24 jam airnya tetap panas.</p>



<p>&#8220;Sekarang ditemukan lagi. Lokasinya lebih terjangkau. Kami menduga banyak&nbsp;sumber air panas&nbsp;di desa ini,&#8221; terang Saiful Hadi, Senin (07/06).</p>



<p>Saat ini banyak warga baik dari desa setempat dan luar desa datang untuk mandi air panas. Pihaknya menyalurkan air panas.</p>



<p>Suhu air panas tersebut, lanjut Saiful Hadi, diperkirakan 40 derajat. Sehingga menurut dia masih aman untuk mandi.</p>



<p>&#8220;Banyak warga bilang bisa menghilangkan pegal-pegal dan linu,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Sumber air panas&nbsp;tersebut berpotensi dijadikan sebagai wisata desa. Pemerintah desa akan berkoordinasi dengan kecamatan dan pemerintah daerah untuk menjajaki kemungkinan eksplorasi sumber air panas.</p>



<p>&#8220;Sementara pihak desa merangkul Aliansi Pegiat dan Pelaku Wisata Situbondo, (AP2WS) untuk memoles dikemas sebagai pemandian air panas, yang baru pertama kali ada di Situbondo. Akan tetapi, jika memang memungkinkan, kami akan kembangkan kawasan ini sebagai kawasan wisata desa,&#8221; pungkasnya.</p>



<p>Sementara Ketua umum AP2WS, Agus Haryono (Agus Sodu) mengatakan akan memoles dan mengemas sumber air panas tersebut akan dijadikan wisata desa yang akan memberikan peluang pelaku ekonomi kreatif desa Paowan dan tentunya nanti akan mensejahterakan warga setempat,&#8221; ulasnya.</p>



<p>Sementara&nbsp; Ketua LPM desa Paowan, Agus Wahid, juga memberikan penjelasan seputar destinasi wisata air panas yang berlokasi di Rt 3 Rw 1, Dusun/Desa Paowan.&nbsp; “Sumber air panas itu sering didatangi orang pada malam Jumat, dan mereka datang mengambil air yang katanya ‘banyu urip’ dan diyakini air ‘banyu urip’ itu dipercaya mereka bisa menyembuhkan berbagai penyakit,&#8221; ujar Agus Wahid.&nbsp;<strong>(her/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">144495</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
