<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>dikerjakan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dikerjakan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 15 Oct 2025 10:20:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>dikerjakan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Revitalisasi Alun-Alun Merdeka Mulai Dikerjakan, DLH Kota Malang Lakukan Penutupan Lokasi</title>
		<link>https://memontum.com/revitalisasi-alun-alun-merdeka-mulai-dikerjakan-dlh-kota-malang-lakukan-penutupan-lokasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2025 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[dikerjakan]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[penutupan]]></category>
		<category><![CDATA[Revitalisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226765</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tahapan revitalisasi Alun-Alun Merdeka Kota Malang yang didanai melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jatim, mulai dikerjakan. Pantauan di lokasi, area Alun-alun kini mulai ditutup dengan pagar pembatas untuk proses pengerjaan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, menjelaskan bahwa perencanaan proyek tersebut sudah dimulai sejak Februari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tahapan revitalisasi Alun-Alun Merdeka Kota Malang yang didanai melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jatim, mulai dikerjakan. Pantauan di lokasi, area Alun-alun kini mulai ditutup dengan pagar pembatas untuk proses pengerjaan.</p>



<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, menjelaskan bahwa perencanaan proyek tersebut sudah dimulai sejak Februari 2024. “Progres pelaksanaan sudah dimulai sejak penandatanganan pada Kamis (09/10/2025) lalu. Setelah itu, langsung dilakukan penutupan area Alun-Alun Merdeka,” ucap Raymond, Rabu (15/10/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkan Raymond, masa pengerjaan ditargetkan selama 105 hari. Namun, karena proyek ini bukan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), penyelesaiannya tidak harus selesai pada akhir tahun anggaran.</p>



<p>&#8220;Diperkirakan rampung pada awal Januari 2026,” tambahnya.</p>



<p>Fokus revitalisasi, menurutnya, diarahkan pada perbaikan area permainan anak yang kini kondisinya banyak yang rusak dan berkarat. Selain itu, air mancur yang semula berupa kolam, akan diubah menjadi desain menyerupai pohon beringin, yang bisa menjadi area interaktif untuk anak-anak.</p>



<p>&#8220;Perbaikan lain, mencakup paving yang bergelombang, toilet serta penambahan ruang laktasi bagi ibu menyusui. Tujuannya, agar ibu-ibu yang menunggu anak bermain tetap bisa beraktivitas dengan nyaman,” ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk menjaga keamanan, area Alun-Alun ditutup total selama pengerjaan. Hanya satu akses yang dibuka, yakni pintu selatan yang menghadap ke Kantor Pos, guna mempermudah mobilisasi pekerjaan.</p>



<p>“Penutupan dilakukan demi keamanan dan ketertiban proses revitalisasi,” katanya.</p>



<p>Meski dilakukan pembaruan, sejumlah elemen lama tetap dipertahankan. Seperti, empat bangunan yang sebelumnya digunakan untuk perpustakaan atau kios buku, serta lampu-lampu taman khas Alun-Alun.</p>



<p>“Hanya dilakukan pengecatan ulang dan perbaikan minor. Termasuk kandang dara juga diperbaiki agar lebih bersih,” tambahnya.</p>



<p>Dalam proses revitalisasi ini, DLH tentunya juga berkoordinasi dengan petugas parkir di sekitar lokasi, agar tidak mengganggu jamaah Masjid Jami maupun pengunjung kawasan sekitar. Sementara untuk PKL, Raymond menyebut masih akan dibahas lebih lanjut bersama stakeholder terkait. Sementara kepada masyarakat, diharapkan bisa memahami kondisi selama proses revitalisasi berlangsung.</p>



<p>“Untuk sementara ini, masyarakat bisa berkunjung ke taman yang lain. Seperti, Taman Slamet atau Taman Merbabu yang juga ramai dikunjungi,” imbuh Raymond. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226765</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DPUPRPKP Kota Malang Pastikan Pembangunan Saluran Drainase dari Bank Dunia Dikerjakan Tahun 2026</title>
		<link>https://memontum.com/dpuprpkp-kota-malang-pastikan-pembangunan-saluran-drainase-dari-bank-dunia-dikerjakan-tahun-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2025 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dikerjakan]]></category>
		<category><![CDATA[DPUPRPKP]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[saluran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226608</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, memastikan bahwa bantuan dari Bank Dunia melalui Program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP), akan segera direalisasikan tahun depan. Proyek tersebut, mencakup pembangunan saluran drainase dan long storage di kawasan Jalan Bondowoso–Tidar, serta Taman Kediri. Kepala DPUPRPKP Kota Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, memastikan bahwa bantuan dari Bank Dunia melalui Program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP), akan segera direalisasikan tahun depan. Proyek tersebut, mencakup pembangunan saluran drainase dan long storage di kawasan Jalan Bondowoso–Tidar, serta Taman Kediri.</p>



<p>Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyampaikan bahwa pelaksanaan pembangunan direncanakan mulai Februari 2026. Proyek senilai Rp 143 miliar tersebut, saat ini masih dalam proses Rapat Persiapan Pengadaan (RPB) di tingkat pusat.</p>



<p>“Sekarang masih proses RPB di pusat. Kalau lancar, pelaksanaan antara Februari hingga Maret tahun depan,” ujar Dandung, Jumat (10/10/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, dikatakannya bahwa pengerjaan meliputi pembangunan saluran dan long storage di dua titik utama. Masing-masing sepanjang sekitar 1,3 kilometer. Selain itu, juga akan dilakukan pembangunan saluran dari Jalan Letjen Sutoyo hingga ke Sungai Brantas.</p>



<p>“Pemkot Malang memastikan kesiapan lokasi dan koordinasi dengan instansi terkait, terutama yang berkaitan dengan utilitas. Supaya saat pelaksanaan bisa dilakukan pemindahan utilitas, seperti di kawasan Suhat,” ucapnya.</p>



<p>Lebih lanjut diubgkapkan, menurutnya seluruh pengerjaan nantinya dilakukan oleh pemerintah pusat. Sementara, untuk anggaran masih menunggu pencairan setelah proses lelang selesai.</p>



<p>&#8220;Karena ini kan didanai oleh Bank Dunia, maka pengerjaan ya dari pusat semua. Saat ini di pusat masih proses lelang, masih Rapat Persiapan Pengadaan,&#8221; imbuh Dandung. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226608</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Proyek Sudetan Drainase di Kawasan Jalan Candi Panggung Mulai Dikerjakan DPUPRPKP Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/proyek-sudetan-drainase-di-kawasan-jalan-candi-panggung-mulai-dikerjakan-dpuprpkp-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Feb 2025 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dikerjakan]]></category>
		<category><![CDATA[DPUPRPKP]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[panggung]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[Sudetan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219176</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahaan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, mulai mengerjakan proyek sudetan drainase yang ada di Jalan Candi Panggung. Proyek pengerjaan tersebut, dimaksudkan untuk mengantisipasi banjir dari wilayah Sengkaling yang berpotensi meluber ke daerah Tunggulwulung, Akordion hingga Tulusrejo. Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahaan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, mulai mengerjakan proyek sudetan drainase yang ada di Jalan Candi Panggung. Proyek pengerjaan tersebut, dimaksudkan untuk mengantisipasi banjir dari wilayah Sengkaling yang berpotensi meluber ke daerah Tunggulwulung, Akordion hingga Tulusrejo.</p>



<p>Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyampaikan bahwa proyek sudetan drainase nantinya sepanjang 700 meter. Adapun alokasi anggaran yang disiapkan, sekitar Rp 1,5 miliar dan dikerjakan oleh kontraktor lokal.</p>



<p>&#8220;Untuk drainase ini saya tidak mau asal-asalan. Kami pastikan, untuk pengawasannya ketat. Karena, dampak ekonomi dan sosial harus diantisipasi,” kata Dandung, Selasa (11/02/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa proyek tersebut dijadwalkan berlangsung selama empat bulan. Yakni, di mulai Februari hingga Juni 2025. Namun, pelaksanaan yang seharusnya dapat dimulai saat ini, tertunda karena adanya pipa induk PDAM Kota Malang yang berada di tengah jalan.</p>



<p>&#8220;Kami sudah bersurat dengan PDAM karena pengerjaan harus melalui proses crossing dan leveling. Kolaborasi ini penting agar tidak terjadi gangguan distribusi air bagi masyarakat,” tambahnya.</p>



<p>Proyek sudetan drainase ini juga akan terhubung dengan proyek drainase yang ada di Kawasan Soekarno Hatta dengan mendapatkan bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Yakni sebesar Rp 32 miliar yang akan dilakukan mulai April hingga Oktober dengan panjang 1.300 meter.</p>



<p>&#8220;Harapannya dengan kami melakukan sudetan dan ditambah perbaikan drainase, permasalahan genangan air dapat teratasi. Termasuk juga dengan aliran air hujan bisa lebih terkendali demi kenyamanan warga Kota Malang,&#8221; imbuh Dandung. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219176</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Program PSD 2023 Mulus Dikerjakan DPUPR, Pj Wali Kota Batu Optimis 25 Program Lain Rampung</title>
		<link>https://memontum.com/dua-program-psd-2023-mulus-dikerjakan-dpupr-pj-wali-kota-batu-optimis-25-program-lain-rampung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Nov 2023 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[dikerjakan]]></category>
		<category><![CDATA[DPUPR]]></category>
		<category><![CDATA[optimis]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[rampung,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201047</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu berhasil menuntaskan dua program prioritas tahun 2023. Dua program tersebut, yakni pelebaran Jalan Bromo-Semeru (Brosem) Section I dan pembangunan trotoar ruas Jalan Panglima Sudirman Kota Batu. Sesuai dengan Program Strategis Daerah (PSD) tahun 2023, Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, mengaku [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu berhasil menuntaskan dua program prioritas tahun 2023. Dua program tersebut, yakni pelebaran Jalan Bromo-Semeru (Brosem) Section I dan pembangunan trotoar ruas Jalan Panglima Sudirman Kota Batu.</p>



<p>Sesuai dengan Program Strategis Daerah (PSD) tahun 2023, Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, mengaku optimis akan mampu menyelesaikan 25 program prioritas yang tersisa. Baik itu program di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan program-program sosial.</p>



<p>Khusus untuk infrastuktur, terang Pj Wali Kota Aries, yaitu memprioritaskan peningkatan fasilitas umum (Fasum) yang dirasakan langsung dan bermanfaat pada pertumbuhan perekonomian masyarakat. Diantaranya, seperti pelebaran Fasum jalan di pusat kota, pemeliharaan jalan berlubang, penambahan PJU dan PJL serta pembangunan trotoar di jalan-jalan protokol.</p>



<p>&#8220;Untuk peningkatan pembangunan infrastruktur atau fisik, diharapkan bisa mencapai target kinerja pembangunan. Khususnya, indikator makro yang telah ditetapkan tahun 2024. Salah satunya, yaitu bisa mencapai angka pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan tumbuh positif sebesar 5,45 hingga 7,34 persen,&#8221; terangnya, Senin (06/11/2023) tadi.</p>



<p>Dijelaskan Pj Wali Kota Aries, dengan adanya pembangunan Fasum seperti pelebaran jalan Jalan Bromo-Semeru Section I, diharapkan mampu memecahkan kemacetan di pusat kota. Begitu juga dengan pembangunan trotoar di Jalan Panglima Sudirman, akan kian mempercantik tata Kota Batu.</p>



<p>&#8220;Dengan adanya pembangunan dua PSD 2023 ini, tentunya akan membuat wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu, bisa semakin meningkat. Dan, berdampak pada peningkatkan perekonomian masyarakat,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala DPUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat, mengatakan bahwa pelebaran Jalan Brosem Kota Batu penting untuk dilakukan. Ini dikarenakan, selama ini jalur yang berada di pusat kota menuju Alun-alun Kota Batu, jadi salah satu pusat kemacetan.</p>



<p>“Pelebaran Jalan Brosem ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tampung jalan utama menuju pusat Kota Batu. Tujuannya, agar mobilitas warga masyarakat dan wisatawan terlayani dengan baik. Sehingga, akan berdampak pada produktifitas masyarakat,” ujarnya.</p>



<p>Secara teknis, ujarnya, ruas Jalan Brosem dilebarkan dari eksisting 6 sampai 7 meter menjadi 10 hingga 12 meter dengan panjang 650 meter. Pelebaran ruas jalan nantinya, dengan cara menutup saluran irigasi dengan box culvert. Sampai saat ini, proses pengerjaan telah lebih dari 62 persen schedule yang seharusnya masih berjalan 28 persen.</p>



<p>Karenanya, Alfi mengaku, pengerjaan Jalan Brosem akan selesai akhir tahun 2023 ini. Percepatan ini, dilakukan untuk mengantisipasi tingginya kunjungan wisatawan saat tahun baru. &#8220;Selain itu, percepatan pengerjaan Jalan Brosem, untuk antisipasi banjir memasuki musim penghujan. Mengingat, jalur tersebut menjadi salah satu titik rawan banjir,” ungkapnya.</p>



<p>Sama halnya dengan pembangunan trotoar Jalan Panglima Sudirman, ujarnya, perlu dilakukan karena setiap musim penghujan di titik tersebut air selalu menggenang dan berpotensi banjir. Untuk itu, DPUPR merevitalisasi trotoar sekaligus saluran irigasi dibawahnya. Pengerjaan revitalisasi trotoar sendiri sepanjang 600 meter mulai dari Balai Kota Among Tani hingga depan SPBU Lahor. Pembangunan yang dimulai awal Oktober 2023 itu, telah mencapai 22 persen dan sesuai dengan schedule.</p>



<p>“Selain itu, kami juga melaksanakan beberapa program lainnya. Seperti pemeliharaan dan peningkatan jalan, normalisasi sungai Paron di Desa Bumiaji untuk antisipasi banjir, pembangunan plengsengan rawan longsor di Jurang Susuh Desa Giripurno. Serta mengerjakan usulan atau pokir dari DPRD Kota Batu dengan penambahan PJU di 132 titik senilai Rp 1,5 miliar dan PJL di 57 titik senilai Rp 622 juta,” urainya.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa dalam pembangunan dibutuhkan partisipasi masyarakat. Di mana masyarakat turut memberikan informasi, usulan, saran hingga kritik atas pembangunan yang dilakukan DPUPR. &#8220;Yang jelas, kami ingin semua sektor bisa kembali bergairah. Dan, dengan pelebaran atau peningkatan jalan hingga pembukaan jalan baru bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat untuk pemerataan pembangunan,&#8221; jelasnya. <strong>(put/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201047</post-id>	</item>
		<item>
		<title>SD Negeri 2 Ngadas juga Terima Proyek Rehabilitasi APBD-P 2022 Tapi Dikerjakan 2023</title>
		<link>https://memontum.com/sd-negeri-2-ngadas-juga-terima-proyek-rehabilitasi-apbd-p-2022-tapi-dikerjakan-2023</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Oct 2023 13:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[apbd-p]]></category>
		<category><![CDATA[dikerjakan]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Ngadas]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[rehabilitasi]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200805</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Selain menerima nama paket &#8216;Rehabilitasi Gedung SD Negeri 2 Ngadas, Kecamatan Poncokusumo&#8217; yang dalam pengerjaannya berubah menjadi pembangunan pagar, ternyata sekolah yang juga terkenal dengan sebutan sekolah di atas awan itu, juga mendapatkan proyek pembangunan plengsengan (dinding penahan, red) sekolah dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang. Proyek [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Malang</strong> &#8211; Selain menerima nama paket &#8216;Rehabilitasi Gedung SD Negeri 2 Ngadas, Kecamatan Poncokusumo&#8217; yang dalam pengerjaannya berubah menjadi pembangunan pagar, ternyata sekolah yang juga terkenal dengan sebutan sekolah di atas awan itu, juga mendapatkan proyek pembangunan plengsengan (dinding penahan, red) sekolah dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang.</p>



<p>Proyek pembangunan itu, diberikan paska peninjauan yang dilakukan oleh Bupati Malang. Bahkan, dari sekitar Januari hingga Februari 2023, proyek berjalan dan selesai.</p>



<p>&#8220;Kapan waktu mulai persisnya pengerjaan plengsengannya, itu saya lupa. Pastinya, sekitar Februari 2023, proyek sudah berjalan dan mungkin mendekati selesai. Namun sebelum itu, Pak Bupati meninjau dan memerintahkan dinas Cipta Karya (melakukan pembangunan,&#8221; kata Plt Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 2 Ngadas, Nardi, saat dikonfirmasi Memontum.com, Selasa (31/10/223) tadi.</p>



<p>Mengenai bantuan plengsengan, tambahnya, memang sedikit banyak melekat di pikirannya. Karena saat itu, posisi plengsengan di belakang sekolah tengah rusak. Bahkan, tahun 2021 sudah mengajukan, namun belum mendapat bantuan. Sampai akhirnya, ada peninjauan dari bupati.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Makanya saya ingat, kapan waktu pengerjaan plengsengannya, meskipun tidak persis untuk tanggalnya. Karena di saat bersamaan itu, juga muncul ide untuk mengajukan bantuan pembangunan pagar belakang sekolah,&#8221; ujarnya saat di Kantor Korwil Disdik Poncokusumo.</p>



<p>Memontum.com yang mencoba menelusuri nama paket dan bantuan itu, diperoleh data di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Malang, bahwa nama paket itu adalah &#8216;Rehabilitasi sarana prasarana SDN 2 Jarak Ijo Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo&#8217;. Hanya saja, dari tanggal pembuatan yaitu 1 Desember 2022 dan tahun anggaran tertulis dari APBD-P 2022, maka diduga kuat pengerjaan rehabilitasi ini molor dari jadwal atau sebelum akhir Desember 2022.</p>



<p>&#8220;Saat pembangunan plengsengan, itu pelaksana (kontraktor) nya sempat memperlihatkan RAB (rencana anggaran biaya). Bahkan, saya sempat mengecek beberapa kali dan bagus. Untuk pengerjaannya, memang sekitar Februari 2023,&#8221; jawab Plt Kepsek SD Negeri 2 Ngadas, saat ditanya ulang soal pengerjaan plengsengan.</p>



<p>Sementara itu, Korwil Disdikcam Poncokusumo, Tasemin, saat dikonfirmasi mengenai rehabilitasi di SD Negeri 2 Ngadas, mengaku jika pihaknya tidak mendapat tembusan dari pelaksana. Sehingga, seperti kapan proyek berlangsung atau selesai, juga tidak tahu.</p>



<p>&#8220;Saya kebetulan juga baru di sini (Poncokusumo). Karenanya, seperti rehabilitasi Ngadas 2, juga baru paham. Makanya, saya konfirmasi ulang kepada Kepseknya,&#8221; ujarnya. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200805</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dianggarkan Rp 4,5 Miliar, Jalan Brosem Kota Batu Mulai Dikerjakan Agustus</title>
		<link>https://memontum.com/dianggarkan-rp-45-miliar-jalan-brosem-kota-batu-mulai-dikerjakan-agustus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jun 2023 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[agustus]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[brosem]]></category>
		<category><![CDATA[dianggarkan]]></category>
		<category><![CDATA[dikerjakan]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[miliar]]></category>
		<category><![CDATA[mulai]]></category>
		<category><![CDATA[rp]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191560</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Pelebaran Jalan Bromo-Semeru (Brosem) Kota Batu, yang bertujuan untuk memecah kemacetan tengah kota, segera dikerjakan di Agustus ini. Rencana peningkatan jalan tersebut, dialokasikan Rp 4,5 miliar. Sedangkan, pekerjaan tersebut merupakan tahap pertama dengan panjang 150 meter dari panjang keseluruhan 650 meter. Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Dinas Pekerjaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Pelebaran Jalan Bromo-Semeru (Brosem) Kota Batu, yang bertujuan untuk memecah kemacetan tengah kota, segera dikerjakan di Agustus ini. Rencana peningkatan jalan tersebut, dialokasikan Rp 4,5 miliar. Sedangkan, pekerjaan tersebut merupakan tahap pertama dengan panjang 150 meter dari panjang keseluruhan 650 meter.</p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu, Eko Setiawan, mengatakan bahwa saat ini review Brosem sudah masuk di Inspektorat. Ini sedang proses pengecekan review di Inspektorat, sehingga DPUPR saat ini masih menunggu sampai keluar. Dari sini, akan melangkah ke pelaksanaan pengadaan selama 35 hari atau hingga Juli 2023. Sehingga, Agustus 2023 pekerjaan pelebaran sudah mulai bisa dilaksanakan.</p>



<p>&#8220;Saat ini, kita masih menunggu review Brosem yang sudah masuk Inspektorat. Setelah keluar, Bagian Layanan Pengadaan (BLP) melaksanakan pengadaan. Dari 35 hari kerja sampai bulan Juli 2023, maka Agustus 2023 sudah bisa dilaksanakan pekerjaannya dengan nilai pagu Rp 4,5 miliar,&#8221; terangnya, di Balaikota Among Tani, Kota Batu, Kamis (22/06/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk teknik pengerjaan, ujarnya, di tahap pertama ini yang dikerjakan sepanjang 150 meter. Untuk pelebaran jalan, sungai atau saluran drainase ditutup box culvert ukuran besar dari eksisting 6 hingga 7 meter menjadi 11 hingga 12 meter.</p>



<p>&#8220;Pekerjaan tahap pertama ini nanti akan berlangsung selama empat bulan. Dimana dengan anggaran sebesar Rp 4,5 miliar, nantinya akan mengerjakan sepanjang 150 meter. Kalau total panjang jalan secara keseluruhan, itu ada 650 meter. Jadi, sisanya tahap kedua,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Mengenai total anggaran pelebaran jalan nantinya atau sepanjang 650 meter, tambah Eko, sudah diestimasi anggarannya sekitar Rp 10,2 miliar. Ini nantinya akan dikerjakan tahun depan.</p>



<p>&#8220;Jadi, kami berharap ini bisa rampung sesuai dengan yang direncanakan,&#8221; ujarnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191560</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
