<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>dilanjutkan, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dilanjutkan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Jan 2026 17:08:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>dilanjutkan, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hidupkan Kembali Wisata Gunung Kelud, Mas Dhito Minta Pembangunan Jalan Menuju Kawah Dilanjutkan</title>
		<link>https://memontum.com/hidupkan-kembali-wisata-gunung-kelud-mas-dhito-minta-pembangunan-jalan-menuju-kawah-dilanjutkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 07:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dilanjutkan,]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[hidupkan]]></category>
		<category><![CDATA[kelud,]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[menuju]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229657</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, berkomitmen untuk menghidupkan kembali wisata Gunung Kelud. Mengenai komitmen ini, Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, juga meminta agar pembangunan jalan menuju kawah Gunung Kelud yang sebelumnya telah dikerjakan pada 2025, untuk dilanjutkan dan mendapatkan prioritas. “Wisata Gunung Kelud harus dihidupkan. Karenanya, 2026 saya minta diselesaikan. Bangun jalan sampai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, berkomitmen untuk menghidupkan kembali wisata Gunung Kelud. Mengenai komitmen ini, Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, juga meminta agar pembangunan jalan menuju kawah Gunung Kelud yang sebelumnya telah dikerjakan pada 2025, untuk dilanjutkan dan mendapatkan prioritas.</p>



<p>“Wisata Gunung Kelud harus dihidupkan. Karenanya, 2026 saya minta diselesaikan. Bangun jalan sampai kawah, tapi pastikan juga untuk safetynya,” kata Mas Dhito, Jumat (23/01/2026) tadi.</p>



<p>Instruksi yang disampaikan Bupati, diungkapkan saat pemaparan program kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) maupun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan di awal Januari 2026. Dirinya juga menekankan, tidak hanya pengerjaan jalan, faktor-faktor lain yang bisa mempengaruhi terhadap daya tarik wisatawan, juga diminta untuk diperhatikan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Saya tekankan perbaiki Kelud, aktivasi kembali Kelud seperti sebelum masa pandemi,” tambahnya.</p>



<p>Mas Dhito berharap, Gunung Kelud sebagai salah satu destinasi wisata alam andalan Kabupaten Kediri, dapat kembali kepada masa kejayaan. Selain perbaikan wisata Gunung Kelud, pihaknya juga meminta perbaikan untuk menunjang wisata Ubalan dan juga wisata Gunung Wilis.</p>



<p>Kepala DPUPR Kabupaten Kediri, Irwan Candra Wahyu Purnama, menyebut pembangunan jalan menuju kawah Gunung Kelud sebagaimana atensi bupati telah masuk dalam rencana kerja DPUPR Tahun 2026 ini. “Tahun ini pembangunan jalan menuju kawah Kelud akan kita lanjutkan,” ujarnya.</p>



<p>Tahun 2025, ujarnya, Dinas PUPR Kabupaten Kediri melakukan pekerjaan pembangunan jalan menuju kawah Gunung Kelud sepanjang 241 meter dengan lebar 4 meter. Sebagaimana pekerjaan sebelumnya, akses jalan menuju kawah nantinya dibangun cor beton yang dinilai lebih kuat. <strong>(pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229657</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Etape 2 Tour de Banyuwangi Ijen Dilanjutkan, Pembalap Akan Lintasi Cagar Biosfer Dunia</title>
		<link>https://memontum.com/etape-2-tour-de-banyuwangi-ijen-dilanjutkan-pembalap-akan-lintasi-cagar-biosfer-dunia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jul 2024 05:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[biosfer]]></category>
		<category><![CDATA[dilanjutkan,]]></category>
		<category><![CDATA[lintasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pembalap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212125</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Balap sepeda Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) memasuki Etape 2, Selasa (23/07/2024) tadi. Dalam Start Etape 2 ini, berlokasi di Taman Nasional (TN) Alas Purwo dan akan berakhir di Kantor Pemkab Banyuwangi. Gelaran ini, akan menempuh rute sepanjang 153 kilometer (km) dan para pembalap akan menyusuri cagar biosfer dunia. TN Alas Purwo [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Balap sepeda Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) memasuki Etape 2, Selasa (23/07/2024) tadi. Dalam Start Etape 2 ini, berlokasi di Taman Nasional (TN) Alas Purwo dan akan berakhir di Kantor Pemkab Banyuwangi. Gelaran ini, akan menempuh rute sepanjang 153 kilometer (km) dan para pembalap akan menyusuri cagar biosfer dunia.</p>



<p>TN Alas Purwo yang berada di sisi selatan Banyuwangi, ini merupakan tempat wisata berwawasan lingkungan yang mengutamakan konservasi alam. Taman nasional ini memiliki setidaknya 700 jenis tumbuhan, banteng, macan tutul, monyet ekor panjang, kijang, babi hutan serta 250 aves dan reptil. Kawasan ini juga memiliki banyak destinasi wisata menarik, mulai kawasan savana, pantai, gua kuno, wisata budaya, hingga hutan mangrove. Taman nasional yang menyimpan beragam situs geologi, budaya serta kekayaan hayati tersebut, telah ditetapkan sebagai cagar biosfer dunia oleh UNESCO. Kawasan yang masuk dalam jajaran Geopark Ijen, saat ini telah resmi menjadi bagian dari Unesco Global Geopark.</p>



<p>Taman nasional ini juga merupakan kawasan hutan purba yang terbentuk dari letusan gunung api purba jutaan tahun lalu. TN Alas Purwo terbentuk dari lautan yang terangkat menjadi daratan.</p>



<p>Para pembalap yang berasal dari 13 negara memulai start dari kawasan Pantai Pancur. Pantai ini juga merupakan bagian dari situs Geopark Ijen. Pembalap nantinya juga akan melintasi situs Kawitan yang juga merupakan bagian dari situs yang sama.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain dua situs itu, TN Alas Purwo juga menyimpan banyak kekayaan alam lain. Mulai dari Pantai Plengkung, Pantai Padang Ireng, Teluk Pangpang, Savana Sadengan, Sembulungan dan Gua Istana.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam kesempatan itu mengatakan bahwa para pembalap Tour de Banyuwangi Ijen akan melintasi situs-situs Goepark Ijen yang saat ini telah masuk dalam jaringan geopark dunia UNESCO Global Geopark (UGG). &#8220;Tour de Banyuwangi Ijen kami desain memadukan antara olah raga, alam dan budaya. Di kawasan cagar biosfer ini, pembalap akan menyusuri Hutan Alas Purwo yang masih asri,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Para pembalap, lanjutnya, juga telah menyiapkan berbagai hal untuk menghadapi Etape 2. Pembalap asal New Zealand, Clark Boris dari St George Continental Cycling Team (Australia), mengatakan dirinya sudah mempersiapkan strategi dan tenaga untuk menaklukan King of Mountain Songgon di etape 2. &#8220;Saya sudah berlatih sesuai kondisi yang ada di sini (TdBI), dan saya yakin bisa kembali berada di podium. We&#8217;ll see,&#8221; ujar pembalap yang berhasil menjadi tercepat kedua di Etape 1 TdBI.</p>



<p>Pembalap lain dari Kinan Cycling Team (Jepang), Ryan Cavanagh, mengatakan bahwa dirinya hanya akan berfokus pada ketahanan tubuh dan stamina di etape-etape selanjutnya. Pembalap yang berhasil menyapu bersih kategori di Etape 1 itu, itu optimis dirinya akan kembali meraih kemenangan.</p>



<p>&#8220;Race yang ditempuh menguras tenaga, karena sangat panjang. Fokus saya sekarang adalah recovery. Saya yakin itu kunci ke depannya,&#8221; ujar Ryan. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212125</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
