<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>dingin, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dingin/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Dec 2025 04:12:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>dingin, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ketua DPRD Lumajang bersama Bupati dan Forkopimda Datangi Lokasi Terdampak Lahar Dingin Semeru</title>
		<link>https://memontum.com/ketua-dprd-lumajang-bersama-bupati-dan-forkopimda-datangi-lokasi-terdampak-lahar-dingin-semeru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[datangi]]></category>
		<category><![CDATA[dingin,]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[terdampak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228522</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Hj Oktafiyani, bersama Bupati dan Wakil Bupati serta Forkopimda, bergerak cepat melakukan evakuasi warga di Desa Jugosari, khususnya Dusun Sumberlangsep, Kecamatan Candipuro, yang terdampak banjir lahar dingin Gunung Semeru. Langkah ini dilakukan, selain untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, juga agar masyarakat senantiasa terhindar dari bencana Semeru. &#8220;Kehadiran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Hj Oktafiyani, bersama Bupati dan Wakil Bupati serta Forkopimda, bergerak cepat melakukan evakuasi warga di Desa Jugosari, khususnya Dusun Sumberlangsep, Kecamatan Candipuro, yang terdampak banjir lahar dingin Gunung Semeru. Langkah ini dilakukan, selain untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, juga agar masyarakat senantiasa terhindar dari bencana Semeru.</p>



<p>&#8220;Kehadiran pimpinan daerah ini menjadi wujud nyata perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap keselamatan masyarakat,&#8221; kata Ketua DPRD Okta, Minggu (07/12/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam pemantauan itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, juga menegaskan bahwa dengan koordinasi yang solid dan respons sigap, pemerintah memastikan proses evakuasi berjalan aman serta memprioritaskan perlindungan warga. &#8220;Langkah cepat ini dilakukan untuk memberikan rasa aman, sekaligus mencari solusi terbaik bagi warga di tengah ancaman bencana,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Lebih lanjut ditegaskan, Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan terus memantau situasi di lapangan dan memberikan dukungan penuh bagi masyarakat terdampak. &#8220;Semoga Lumajang senantiasa dalam lindungan-Nya. Doa terbaik untuk kita semua, &#8221; paparnya. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228522</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pastikan Penanganan Cepat Usai Lahar Dingin Semeru, Bupati Lumajang Sebut Evaluasi Penataan Ulang dan Relokasi</title>
		<link>https://memontum.com/pastikan-penanganan-cepat-usai-lahar-dingin-semeru-bupati-lumajang-sebut-evaluasi-penataan-ulang-dan-relokasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dingin,]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[penataan]]></category>
		<category><![CDATA[relokasi]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228507</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Banjir lahar dingin Gunung Semeru, kembali menutup akses utama menuju Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Sabtu (06/12/2025) kemarin. Material pasir, batu dan lumpur, menimbun jembatan penghubung dan membuat sekitar 138 kepala keluarga (KK) terisolasi. Sejumlah warga, pun mengamankan diri menuju area perbukitan dan titik aman terdekat. Menanggapi kejadian susulan itu, Bupati [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Banjir lahar dingin Gunung Semeru, kembali menutup akses utama menuju Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Sabtu (06/12/2025) kemarin. Material pasir, batu dan lumpur, menimbun jembatan penghubung dan membuat sekitar 138 kepala keluarga (KK) terisolasi. Sejumlah warga, pun mengamankan diri menuju area perbukitan dan titik aman terdekat.</p>



<p>Menanggapi kejadian susulan itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma, turun langsung ke lokasi, Minggu (07/12/2025) tadi. Peninjauan itu dilakukan, untuk memastikan langkah penanganan berjalan cepat, tepat dan terkoordinasi.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Indah menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan langkah terbaik selama masa darurat hingga memasuki tahap pemulihan. Evaluasi mencakup aspek infrastruktur, kebutuhan warga terdampak, serta penguatan sistem mitigasi bencana di wilayah aliran Semeru.</p>



<p>“Evaluasi ini penting, agar penanganan darurat dan pemulihan dapat dilakukan dengan terarah, sekaligus memastikan keamanan masyarakat dalam jangka panjang,” kata Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang.</p>



<p>Dirinya juga menyoroti, kembali pentingnya penataan ruang dan relokasi sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko. Mengingat, Sumberlangsep berada di kawasan yang telah lama tercatat sebagai zona rawan bencana.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Penataan ini dilakukan, dengan mempertimbangkan keselamatan warga, keberlanjutan hunian, dan kondisi lingkungan setempat. Pemerintah Kabupaten Lumajang telah berkoordinasi intensif dengan BNPB untuk pembukaan akses darurat. Pembangunan jembatan gantung sepanjang sekitar 270 meter, menjadi salah satu langkah cepat yang segera direalisasikan agar mobilitas warga dapat kembali terbuka.</p>



<p>Selain itu, upaya pengendalian aliran lahar juga terus dikerjakan untuk mencegah material melebar dan menimbulkan risiko baru. Kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan intens di sekitar Semeru turut menjadi perhatian dalam penyusunan langkah mitigasi lanjutan.</p>



<p>Sementara itu, Wakil Bupati, Yudha Adji Kusuma, menyampaikan bahwa pemerintah akan memastikan kebutuhan warga terpenuhi, terutama yang berada di titik-titik terisolasi. Dirinya mengajak masyarakat, untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.</p>



<p>“Kami bersama seluruh pihak bekerja maksimal. Mitigasi akan lebih kuat jika pemerintah dan masyarakat berjalan berdampingan,” ungkapnya.</p>



<p>Melalui evaluasi komprehensif, penguatan mitigasi dan penataan kawasan rawan, pemerintah berharap proses pemulihan ke depan tidak hanya mengembalikan kondisi akses. Namun, juga memperkuat ketahanan warga dalam menghadapi potensi aktivitas Semeru selanjutnya. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228507</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Fenomena Bediding Landa Kota Malang, BMKG Sebut Suhu Dingin Masih dalam Batas Normal</title>
		<link>https://memontum.com/fenomena-bediding-landa-kota-malang-bmkg-sebut-suhu-dingin-masih-dalam-batas-normal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2025 06:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Bediding]]></category>
		<category><![CDATA[dingin,]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[normal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223883</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Beberapa hari terakhir ini suhu udara di Kota Malang lebih dingin dari biasanya. Fenomena itu, dikenal dengan istilah bediding, yang menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), merupakan hal yang wajar terjadi setiap tahun pada periode musim kemarau. Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi (Stalkim) Jawa Timur, Linda Fitrotul Muzayanah, menyampaikan bahwa suhu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Beberapa hari terakhir ini suhu udara di Kota Malang lebih dingin dari biasanya. Fenomena itu, dikenal dengan istilah bediding, yang menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), merupakan hal yang wajar terjadi setiap tahun pada periode musim kemarau.</p>



<p>Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi (Stalkim) Jawa Timur, Linda Fitrotul Muzayanah, menyampaikan bahwa suhu dingin ini disebabkan oleh dominasi angin timuran yang bersifat kering dan dingin. Kemudian, ditambah dengan kondisi langit cerah pada malam hari.</p>



<p>&#8220;Langit cerah mempercepat pelepasan panas dari permukaan bumi ke atmosfer saat malam. Inilah yang menyebabkan suhu terasa lebih dingin atau istilahnya mbediding,&#8221; kata Linda, Sabtu (12/07/2025) tadi.</p>



<p>Kondisi ini, menurutnya, merupakan fenomena musiman yang umum terjadi pada bulan Juli hingga September. Terutama di wilayah yang pola hujannya bersifat monsunal seperti Jawa Timur.</p>



<p>&#8220;Jadi ini bukan hal ekstrem. Suhunya masih normal, bahkan pernah lebih dingin dari ini di tahun-tahun sebelumnya,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk saat ini, suhu terendah di wilayah Kota Malang masih belum mencatatkan rekor tertinggi. Linda memperkirakan suhu di bulan Agustus berpotensi turun hingga 14-15 derajat Celsius, terutama di dataran tinggi. Namun fenomena ini tidak terjadi merata di seluruh wilayah Indonesia.</p>



<p>&#8220;Tergantung topografi dan letak geografisnya. Daerah dengan pola hujan monsunal seperti Jatim lebih cenderung mengalaminya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain faktor angin dan langit cerah, hujan lokal yang masih terjadi di beberapa wilayah juga turut memperkuat rasa dingin. “Hujan membawa massa udara dingin dari awan ke permukaan dan menghalangi pemanasan dari sinar matahari,” ucapnya.</p>



<p>Diakhir, Linda juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan mewaspadai dampaknya terhadap sektor pertanian dan peternakan. Selain itu, juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi tidak valid atau hoaks terkait cuaca ekstrem.</p>



<p>“Jaga daya tahan tubuh dengan cukup minum air putih dan vitamin. Waspadai juga embun es di dataran tinggi yang bisa berdampak pada tanaman. Sektor peternakan, khususnya unggas, juga rentan terhadap kematian akibat suhu dingin,” imbuh Linda. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223883</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Pos Pantau Lahar Dingin Semeru, Pj Bupati Lumajang Bakal Optimalkan EWS</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-pos-pantau-lahar-dingin-semeru-pj-bupati-lumajang-bakal-optimalkan-ews</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Oct 2023 04:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dingin,]]></category>
		<category><![CDATA[optimalkan]]></category>
		<category><![CDATA[pantau]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200214</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, meninjau pos pantau lahar dingin Semeru yang berada di Dusun Curah Kobokan, Desa Sumberwuluh, Jumat (20/10/2023) pagi. Dalam kesempatan itu turut disampaikan, bahwa letak geografis Kabupaten Lumajang yang dikelilingi perbukitan dan keberadaan tiga gunung yakni Gunung Semeru, Gunung Bromo dan Gunung Lemongan, membuat beberapa wilayah rawan terjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Lumajang</strong> &#8211; Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, meninjau pos pantau lahar dingin Semeru yang berada di Dusun Curah Kobokan, Desa Sumberwuluh, Jumat (20/10/2023) pagi. Dalam kesempatan itu turut disampaikan, bahwa letak geografis Kabupaten Lumajang yang dikelilingi perbukitan dan keberadaan tiga gunung yakni Gunung Semeru, Gunung Bromo dan Gunung Lemongan, membuat beberapa wilayah rawan terjadi bencana alam.</p>



<p>&#8220;Keadaan geografis di Lumajang dikelilingi oleh tiga gunung, yakni gunung Semeru, Gunung Bromo dan Gunung Lemongan. Sehingga, kita harus bisa berdamai dengan bencana,&#8221; kata Pj Bupati Lumajang yang akrab disapa Bunda Yuyun.</p>



<p>Dirinya juga menyampaikan, bahwa antisipasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang, salah satunya dengan melakukan mitigasi resiko terjadinya bencana. Yakni, dengan mempunyai sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) dalam kebencanaan di pos pantau.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kita sudah melakukan antisipasi penanggulan di beberapa titik untuk bisa melakukan mitigasi. EWS setelah saya tadi melihat masih bisa optimal kerjanya. Jadi, ini yang kita lakukan untuk bisa melihat situasi dan kondisi yang ada,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain itu, disampaikan Bunda Yuyun, bahwa pihaknya akan terus melakukan edukasi ke masyarakat melalui simulasi. Terutama, untuk masyarakat yang paling dekat dengan aliran lahar Gunung Semeru.</p>



<p>&#8220;Kita tidak mengharapkan adanya bencana. Tetapi, apabila bencana terjadi, masyarakat sudah paham apa yang harus dilakukan. Dan, instansi terkait telah bersiap siaga menangani bencana,&#8221; harapnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200214</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Kesiapsiagaan, Pemkab Lumajang Pasang EWS di Jalur Aliran Lahar Dingin Semeru</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-kesiapsiagaan-pemkab-lumajang-pasang-ews-di-jalur-aliran-lahar-dingin-semeru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Oct 2023 10:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aliran]]></category>
		<category><![CDATA[dingin,]]></category>
		<category><![CDATA[kesiapsiagaan,]]></category>
		<category><![CDATA[pasang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199244</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Sebagai wilayah yang memiliki sejumlah potensi bencana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus melakukan upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana. Salah satunya, dengan melakukan pemasangan Sistem Peringatan Dini atau Early Warning System (EWS) di sekitar jalur aliran lahar dingin Gunung Semeru. Diketahui, bahwa EWS berbentuk sirine tersebut merupakan pemberian bantuan dari BNPB. Hal itu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Lumajang</strong> &#8211; Sebagai wilayah yang memiliki sejumlah potensi bencana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus melakukan upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana. Salah satunya, dengan melakukan pemasangan Sistem Peringatan Dini atau Early Warning System (EWS) di sekitar jalur aliran lahar dingin Gunung Semeru.</p>



<p>Diketahui, bahwa EWS berbentuk sirine tersebut merupakan pemberian bantuan dari BNPB. Hal itu, disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Lumajang, Paiman, dalam acara Sosialisasi Sistem Peringatan Dini Bencana Masyarakat Kabupaten Lumajang di Ruang Panti PKK Lumajang, Selasa (03/10/2023) tadi.</p>



<p>Disampaikannya, bahwa sistem peringatan dini memiliki unsur penting di dalamnya. Yaitu, informasi dan komunikasi. Sirine yang dipasang sebagai alat sistem peringatan dini bencana, hanyalah sebuah alat bantu. Terpenting, adalah masyarakat menerima manfaat dari adanya alat tersebut dan mengerti fungsi serta keberadaannya.</p>



<p>&#8220;Terima kasih kepada jajaran BNPB yang telah hadir di Lumajang dan memberikan bantuan peralatan peringatan dini. Ini akan kita jaga bersama, ini sebuah amanah yang diberikan,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Lumajang, Patria Dwi Hastiadi, menerangkan bahwa Kabupaten Lumajang memiliki 11 ancaman bencana dari 13 jenis ancaman bencana yang ada di wilayah Jawa Timur. &#8220;Sebuah kabupaten yang ancaman bencananya luar biasa dan dari 13 jenis ancaman bencana yang ada di Jawa Timur, Lumajang punya 11 ancaman itu. Kalau dihitung juga berarti punya 12, makanya kita harus konsen terhadap kebencanaan ini,&#8221; terangnya.</p>



<p>Selain itu, diterangkan Patria, bahwa salah satu upaya dan keseriusan pemerintah adalah pemasangan EWS mengingat setiap tahun terjadi banjir lahar dingin Gunung Semeru. Tahapan penanggulangan bencana, termasuk peningkatan kapasitas masyarakat yang juga harus mengerti terkait EWS, rambu evakuasi dan tempat evakuasi.</p>



<p>&#8220;Ada bantuan alat yaitu pemasangan sirine dan towernya yang terpasang di DAS Lahar Semeru, semoga ini bermanfaat. Saya titip ini dijaga, ini untuk kepentingan masyarakat,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Sementara itu, Analis Kebencanaan BPNB, Setiawan Cahya Purna, menyampaikan bahwa pemasangan EWS tidak akan berdampak apapun jika masyarakat tidak mengerti kegunaannya. Di beberapa wilayah di Indonesia, EWS hanya menjadi pajangan. Bahkan, ada yang dijarah kemudian dijual dan ada juga yang digunakan tidak sebagaimana fungsinya.</p>



<p>Dirinya bersama tim, akan melakukan sosialisasi dan mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga serta memfungsikan alat EWS untuk kegiatan mitigasi bencana. &#8220;Partisipasi masyarakat menjadi yang paling utama. Kami ingin masyarakat juga memahami sistem alat tersebut, kami akan melakukan workshop di wilayah. Kami akan coba pantau dan gabungkan dengan lokal wisdom yang ada di masyarakat,&#8221; tuturnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199244</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mahameru Akustik di Kawasan Pegunungan Ranupani dengan Suhu Dingin 11 Derajat Dibidik Even Tahunan</title>
		<link>https://memontum.com/mahameru-akustik-di-kawasan-pegunungan-ranupani-dengan-suhu-dingin-11-derajat-dibidik-even-tahunan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Sep 2023 15:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[akustik]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[derajat]]></category>
		<category><![CDATA[dibidik]]></category>
		<category><![CDATA[dingin,]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[mahameru]]></category>
		<category><![CDATA[pegunungan]]></category>
		<category><![CDATA[ranupani]]></category>
		<category><![CDATA[tahunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197421</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, tampak menikmati suguhan musik akustik dalam acara di Amphiteater Ranupani, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Sabtu (02/09/2023) malam. Pentas musik bertajuk &#8216;Mahameru Akustik&#8217; itu, merupakan acara perdana atau pertama kali yang digelar oleh pemerintah daerah dengan menggunakan konsep musik akustik. &#8220;Konsepnya adalah akustik, karena ini fokus soal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, tampak menikmati suguhan musik akustik dalam acara di Amphiteater Ranupani, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Sabtu (02/09/2023) malam. Pentas musik bertajuk &#8216;Mahameru Akustik&#8217; itu, merupakan acara perdana atau pertama kali yang digelar oleh pemerintah daerah dengan menggunakan konsep musik akustik.</p>



<p>&#8220;Konsepnya adalah akustik, karena ini fokus soal kembali ke alam. Jadi musiknya adalah genre musik yang natural,&#8221; kata Bupati Lumajang.</p>



<p>Event yang mengusung tema &#8216;Senandung Rindu Mahameru&#8217; tersebut, dibintangi oleh grup musik serta musisi populer Indonesia, yaitu Pusakata serta Andy/rif (rhythm in freedom).</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Cak Thoriq mengharapkan, agar ke depannya Mahameru Akustik direncanakan bisa menjadi event tahunan di Kabupaten Lumajang. &#8220;Saya berkeinginan, ini (Mahameru Akustik, red) akan menjadi event tahunan di Kabupaten Lumajang,&#8221; papar Cak Thoriq.</p>



<p>Disampaikan Cak Thoriq, bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan event tersebut. Itu karena, untuk gelaran acara berlokasi di area pegunungan, sehingga kondisi udara juga tergolong dingin.</p>



<p>&#8220;Nanti akan kita evaluasi. Karena ini pertama, tentu harus kita sampaikan kepada teman-teman yang akan mengisi acara di sini. Supaya prepare, terutama pakaiannya. Ini sekarang 11 derajat, dan tentu semakin malam semakin dingin,&#8221; terangnya.</p>



<p>Meski gelaran ini kali pertama, namun animo penonton terlihat sangat bagus. Bahkan, penonton sangat menikmati perform para musisi. Baik lagu yang dibawakan oleh Restu Triandy maupun Mohammad Istiqamah Djamad atau Is. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197421</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berkunjung ke Kota Dingin Batu, Coba Tiga Spot Menarik dengan Nuansa Beda Ini</title>
		<link>https://memontum.com/berkunjung-ke-kota-dingin-batu-coba-tiga-spot-menarik-dengan-nuansa-beda-ini</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Aug 2023 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[berkunjung]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[dingin,]]></category>
		<category><![CDATA[menarik]]></category>
		<category><![CDATA[nuansa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196780</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Berbagai destinasi wisata mulai dari wahana bermain hingga wisata alam yang indah, bisa dijumpai di Kota Dingin Batu. Karenanya, tidak salah jika banyak wisatawan yang membanjiri Kota Apel ini, saat weekend maupun saat musim liburan. Apa saja lokasi rekomendasi yang baru dan layak dikunjungi, berikut ulasannya saat berkunjung ke Kota Batu. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Berbagai destinasi wisata mulai dari wahana bermain hingga wisata alam yang indah, bisa dijumpai di Kota Dingin Batu. Karenanya, tidak salah jika banyak wisatawan yang membanjiri Kota Apel ini, saat weekend maupun saat musim liburan.</p>



<p>Apa saja lokasi rekomendasi yang baru dan layak dikunjungi, berikut ulasannya saat berkunjung ke Kota Batu.</p>



<p>1. Batu Flower Garden.</p>



<p>Batu Flower Garden adalah tempat rekreasi berupa taman bunga dengan pemandangan indah dan berbagai spot menarik untuk berfoto. Lokasi tempat ini, berada di Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu.</p>



<p>Letaknya yang sangat strategis, karena dekat dengan kawasan Taman Wisata Coban Rais dan Batu Night Spectacular (BNS), menjadikan lokasi ini layak dikunjungi. Selain Batu Flower Garden, pemandangan sekitar dari lokasi ini yaitu kawasan lereng Gunung Panderman yang berada di ketinggian 1.000 sampai 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl). Karenanya, sangat cocok dijujug bersama keluarga.</p>



<p>2. Awang-awang Sky Lounge.</p>



<p>Di kafe ini wisatawan akan disuguhkan dengan pemandangan lanskap Kota Batu, lengkap berikut perbukitan maupun pegunungan secara 360 derajat. Awang-Awang Sky Lounge menjadi salah satu tempat hangout seru di Kota Batu, yang rekomended untuk nongkrong dan bersantai bersama keluarga atau teman-teman.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menikmati liburan ke Batu, jangan sampai tidak singgah di Awang-awang Sky Lounge. Karena, di lokasi ini cocok untuk menemani hangout siang dan malam saat melancong bersama keluarga.</p>



<p>Cafe &amp; Resto unik dengan konsep anti mainstream satu ini, berada di atas rooftop salah satu hotel di Batu Malang. Tidak heran bila tempat ini selalu ramai akan pengunjung yang ingin nongkrong ditemani dengan menu terbaik dan view panorama menakjubkan.</p>



<p>3. Paralayang Batu.</p>



<p>Salah satu tempat wisata yang sedang hits adalah Paralayang Kota Batu di Gunung Banyak-Kota Batu. Objek wisata yang memicu adrenalin ini, sangat cocok bagi wisatawan yang suka tantangan dan ketinggian.</p>



<p>Pemandangan pegunungan dan perkotaan Kota Batu, pastinya bisa dilihat dari ketinggian saat melakukan tandem paralayang. Tentunya, pengalaman melayang di udara sambil melihat beberapa sisi Kota Batu, layak untuk dilakukan. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196780</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perubahan Cuaca yang Cenderung Dingin, Dinkes Kabupaten Malang Ingatkan Kurangi Konsumsi Es</title>
		<link>https://memontum.com/perubahan-cuaca-yang-cenderung-dingin-dinkes-kabupaten-malang-ingatkan-kurangi-konsumsi-es</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Aug 2023 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[cenderung]]></category>
		<category><![CDATA[dingin,]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[konsumsi,]]></category>
		<category><![CDATA[kurangi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196590</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Perubahan kondisi cuaca yang cenderung lebih dingin saat malam hari, mendapat perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Merespon situasi itu, pihaknya mengingatkan masyarakat agar bisa mengurangi konsumsi es. Kepala Dinkes Kabupaten Malang, drg Wijanto Wijoyo, mengatakan bahwa untuk mengimbangi kondisi cuaca yang dingin, salah satunya adalah tidak memperbanyak konsumsi es. Sehingga, kestabilan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Malang</strong> &#8211; Perubahan kondisi cuaca yang cenderung lebih dingin saat malam hari, mendapat perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Merespon situasi itu, pihaknya mengingatkan masyarakat agar bisa mengurangi konsumsi es.</p>



<p>Kepala Dinkes Kabupaten Malang, drg Wijanto Wijoyo, mengatakan bahwa untuk mengimbangi kondisi cuaca yang dingin, salah satunya adalah tidak memperbanyak konsumsi es. Sehingga, kestabilan kondisi tubuh atau kesehatan tubuh tetap bisa terjaga.</p>



<p>&#8220;Jadi, untuk mengimbangi kondisi cuaca yang dingin, tentunya tidak mengkonsumsi es. Karena, bisa saja nanti dampaknya pada batuk atau demam. Meskipun, cuaca dingin sebenarnya lebih kepada bentol-bentol dan gatal,&#8221; kata Kadinkes, Selasa (22/08/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, kalaupun masyarakat mengalami gejala gentol dan gatal, maka solusi yang baik adalah dengan menjemur tubuh di pagi hari. Karena, cuaca yang terjadi sekarang adalah faktor alam.</p>



<p>&#8220;Multivitamin juga perlu. Meskipun, sebenarnya dengan sinar matahari setiap pagi, itu sudah bagus,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Masih menurut Wiyanto, bahwa perubahan cuaca yang berlangsung selama beberapa bulan, adalah hal yang wajar. Karena, cuaca dingin diakibatkan karena posisi matahari yang menjauh dari garis khatulistiwa. Sehingga, membuat cuaca lebih dingin dari biasanya.</p>



<p>&#8220;Itulah mengapa, sinar matahari di pagi hari sangat penting. Termasuk, mengurangi konsumsi es bagi tubuh,&#8221; lanjutnya. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196590</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
