<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Dinkes Kabupaten Sidoarjo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dinkes-kabupaten-sidoarjo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Oct 2018 17:06:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Dinkes Kabupaten Sidoarjo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ratusan Lansia Sidoarjo Ramaikan Seminar Kesehatan dan Produktivitas</title>
		<link>https://memontum.com/ratusan-lansia-sidoarjo-ramaikan-seminar-kesehatan-dan-produktivitas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2018 17:06:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kabupaten Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/62220-ratusan-lansia-sidoarjo-ramaikan-seminar-kesehatan-dan-produktivitas</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Masalah kesehatan dan penyakit Lanjut Usia (Lansia) dikupas pada Seminar Lansia yang diselenggarakan di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (30/10/2018). Sekitar 200 Lansia diundang dalam seminar yang dibuka Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah itu. Ketiga narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Pemkab Sidoarjo ini, diantaranya Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Direktur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Masalah kesehatan dan penyakit Lanjut Usia  (Lansia) dikupas pada Seminar Lansia yang diselenggarakan di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (30/10/2018). Sekitar 200 Lansia diundang dalam seminar yang dibuka Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah itu.</p>
<p>Ketiga narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Pemkab Sidoarjo ini,  diantaranya Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Direktur Akademi Gizi Surabaya serta Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Sidoarjo. Seminar ini dalam rangka peringatan Hari Lansia dan Hari Kesehatan Nasional yang jatuh tanggal 12 November 2018 besok.</p>
<p>Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah mengatakan untuk membuat Lansia sehat diawali sejak sebelum menjadi Lansia. Oleh karenanya untuk menjadikan Lansia yang sehat, mandiri dan produktif perlu terus memaksimalkan pelayanan Posyandu hingga Puskesmas. </p>
<p>&#8220;Ini dibutuhkan dukungan semua pihak. Untuk membuat Lansia sehat harus diawali dari sebelum menjadi Lansia. Sehingga saat memasuki masa Lansia tetap sehat, bugar, mandiri, produktif dan tidak tergantung pada keluarga,&#8221; terangnya kepada Memo X, Selasa (30/10/2018).</p>
<p>Menurut Abah Ipul, pemeliharan kesehatan Lansia harus lebih mengutamakan promotif dan preventif. Dukungan pelayanan kuratif dan rehabilitatif yang berkualitas difasilitas kesehatan sangat dibutuhkan.</p>
<p>&#8220;Karena penanganan kasus penyakit Lansia tidak mudah. Penyakit Lansia umumnya merupakan penyakit degeneratif, kronis dan multidiagnosis. Penanganannya membutuhkan waktu dan biaya tinggi,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Sidoarjo, dr Ika Harnasti menguraikan ada 168.738 Lansia di Sidoarjo. Usia mereka lebih dari 60 tahun. Data hasil evaluasi pelayanan kesehatan Lansia sampai bulan September 2018 lalu diketahui jumlah Lansia yang diperiksa kesehatannya sebanyak 112.785 orang. Jumlah ini sebesar 49,5 persen.</p>
<p>&#8220;Seluruh Puskesmas di Sidoarjo menjadi Puskesmas Santun Lansia. RSUD Sidoarjo juga mulai merintis pelayanan Giatri dengan tim terpadu. Jadi 100 persen Puskesmas melayani Puskesmas Santun Lansia tingkat Pratama maupun Madya walaupun belum Paripurna,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Selain itu, lanjut Ika Pemkab Sidoarjo selalu memberikan perhatian kepada Lansia. Buktiknya melalui pembinaan kepada organisasi Lansia. Ada 350 Karang werda yang dibina. Selain itu ada sebanyak 687 Posyandu Lansia yang mendapat binaan dari Pemkab Sidoarjo. Saat ini ada sebanyak 9.155 kader Lansia yang aktif di Posyandu.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan laporan penyakit terbanyak Lansia di Indonesia adalah penyakit hipertensi, Rheumatoid Arthritis serta pernafasan. Hal ini berbeda dengan Lansia di Sidoarjo. Penyakit degenerative terbanyak yang diderita Lansia Sidoarjo adalah penyakit sepagia, kelainan mata, dan hipertensi. Penanganan penyakit ini tidak mudah. Kami berharap melalui Seminar Lansia ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang masalah Lansia,&#8221; pungkasnya. <strong>(Wan/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">62220</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jumlah Penderita HIV/Aids Tinggi, Bupati Sidoarjo Merasa Prihatin</title>
		<link>https://memontum.com/jumlah-penderita-hiv-aids-tinggi-bupati-sidoarjo-merasa-prihatin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Sep 2018 13:37:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kabupaten Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[HIV/ AIDS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/56853-jumlah-penderita-hiv-aids-tinggi-bupati-sidoarjo-merasa-prihatin</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah mengaku merasa prihatin. Hal ini lantaran jumlah penderita HIV/Aids masih tergolong tinggi di Sidoarjo. Berdasarkan data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo menyebutkan ada sebanyak 2.825 orang penderita HIV/Aids di Kabupaten Sidoarjo. &#8220;Saya sangat prihatin. Karena jumlah penderita HIV/Aids masih tinggi,&#8221; kata Saiful Ilah dalam acara Grand Final [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo </strong>&#8211; Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah mengaku merasa prihatin. Hal ini lantaran jumlah penderita HIV/Aids masih tergolong tinggi di Sidoarjo.</p>
<p>Berdasarkan data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo menyebutkan ada sebanyak 2.825 orang penderita HIV/Aids di Kabupaten Sidoarjo. </p>
<p>&#8220;Saya sangat prihatin. Karena jumlah penderita HIV/Aids masih tinggi,&#8221; kata Saiful Ilah dalam acara Grand Final Pemilihan Putra Putri Duta Peduli AIDS Sidoarjo di Amphitheater Pazkul, KNV Sidoarjo, Sabtu (22/09/2018) malam.</p>
<p>Saiful menjelaskan penyakit HIV/AIDS hingga kini masih menjadi ancaman. Sejak diketahui pertama kali Tahun 1981, penyakit ini masih belum ditemukan obatnya. Bahkan WHO melabeli penyakit ini sebagai penyakit paling mematikan dalam sejarah kehidupan manusia. Terbukti tahun 2005 ada sekitar 2,4 juta sampai 3,3 juta orang di dunia yang meninggal dunia akibat virus itu. Sebanyak 570.000 diantaranya diderita anak-anak.</p>
<p>&#8220;Kami meminta semua pihak ikut menanggulangi penyebarannya. Semua bersama-sama mencari solusi dalam menyelamatkan generasi penerus bangsa. Dengan kepedulian bersama diharap kasus HIV/AIDS di Sidoarjo tidak akan meningkat,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Bupati berpesan agar masyarakat tidak menjauhi penderita. Baginya yang perlu dijauhi adalah penyakitnya bukan penderitanya. Sedangkan untuk penderita harus selalu memeriksakan diri dan selalu mengkonsumsi obat untuk memperlambat perkembangan virusnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">56853</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinkes Sidoarjo Kampanye Ajak Warga Hidup Sehat</title>
		<link>https://memontum.com/dinkes-sidoarjo-kampanye-ajak-warga-hidup-sehat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Mar 2018 13:53:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kabupaten Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Kampanye]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/33984-dinkes-sidoarjo-kampanye-ajak-warga-hidup-sehat</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8212; Kesadaran masyarakat tentang pola hidup sehat terus ditingkatkan oleh Pemkab Sidoarjo. Salah satunya dengan mendampingi atau mengadvokasi warga untuk menuju Sidoarjo Mandiri, Sehat dan Berkeadilan. Oleh karena itu, Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo mengundang para Camat, Kepala Puskesmas, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dan Kordinator Pendamping Desa (KPD) tingkat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8212; Kesadaran masyarakat tentang pola hidup sehat terus ditingkatkan oleh Pemkab Sidoarjo. Salah satunya dengan mendampingi atau mengadvokasi warga untuk menuju Sidoarjo Mandiri, Sehat dan Berkeadilan. </p>
<p>Oleh karena itu, Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo mengundang para Camat, Kepala Puskesmas, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dan Kordinator Pendamping Desa (KPD) tingkat Kabupaten. </p>
<p>Mereka ini dilibatkan dalam program advokasi pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan dalam acara yang digelar di gedung Delta Graha, Pemkab Sidoarjo. Rencananya, para Camat, Kepala Puskesmas, Kepala KUA dan Koordinator Pendaping Desa bakal diberi pemahaman sebelum terjun ke masayarakat. Yakni mengenai apa saja yang harus dilakukan dalam melalukan advokasi dan pendampingan di bidang kesehatan itu.</p>
<p>&#8220;Kalau pelaksanaan advokasi pemberdayaan msyarakat bidang kesehatan ini bisa dilaksanakan maksimal, maka tingkat kesehatan masyarakat harus meningkat seiring dengan cepatnya pertumbuhan ekonomi di Sidoarjo,&#8221; terang Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah kepada Memo X, Selasa (27/3/2018).</p>
<p>Menurut Saiful, jumlah penduduk Sidoarjo semakin hari semakin bertambah padat. Memurutnya, program integrasi kesehatan lintas sektor memang harus dilakukan agar tetap terjaga pola hidup sehat.</p>
<p>&#8220;Dengan begitu kemandirian masyarakat mudah terwujud,&#8221; imbuhnya. Sementara Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Sidoarjo, dr Ika Harnasti menegaskan kerjasama lintas program dan lintas sektor dalam penanganan bidang kesehatan ini, diantaranya adalah meningkatnya pengetahuan pengambil keputusan, meningkatnya peran serta pengambil keputusan dan meningkatnya pengintegrasian program kesehatan. Harapannya, setelah mengikuti program advokasi pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan ini pemahaman mereka bisa lebih meningkat.</p>
<p>&#8220;Yang lebih penting lagi terwujudnya “</p>
<p>Program Peningkatan Perilaku Hidup Sehat di setiap instansi pemerintah mulai di tingkat kabupaten hingga tingkat desa,&#8221; tegasnya. Selain itu, kata Ika kerjasama lintas sektor dan lintas program ini tujuannya  penintegrasian program kesehatan dalam melakukan advokasi atau pendampingan supaya terjadi peningkatan kesehatan secara merata di wilayah Sidoarjo. Meski secara umum Sidoarjo sudah baik di bidang kesehatan.</p>
<p>&#8220;Program peningkatan harus terus dilakukan. Selain karena amanah undang-undang, Sidoarjo punya taget Tahun 2018 menjadi Kabupaten yang Mandiri, Sehat dan Berkeadilan,&#8221; tandasnya. <strong>(wan/nay)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">33984</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Wabah, Ribuan Siswa SMK Antartika 2 Sidoarjo Disuntik Vaksin Difteri</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-wabah-ribuan-siswa-smk-antartika-2-sidoarjo-disuntik-vaksin-difteri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Feb 2018 15:27:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[difteri]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kabupaten Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/27505-antisipasi-wabah-ribuan-siswa-smk-antartika-2-sidoarjo-disuntik-vaksin-difteri</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8212; Sedikitnya 2.045 siswa dan siswi SMK Antartika 2 Sidoarjo didatangi tim Imunisasi Difteri dari Puskesmas Buduran, Selasa (20/02/2018). Tim Imunisasi Difteri ini memberikan suntikan ke masing-masing siswa kelas 10, 11 dan 12 secara antre dan bergiliran. Tak jarang, para siswi ketakutan karena menahan sakit saat disuntik tim kesehatan itu. Upaya ini dilakukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8212; Sedikitnya 2.045 siswa dan siswi SMK Antartika 2 Sidoarjo didatangi tim Imunisasi Difteri dari Puskesmas Buduran, Selasa (20/02/2018). Tim Imunisasi Difteri ini memberikan suntikan ke masing-masing siswa kelas 10, 11 dan 12 secara antre dan bergiliran.</p>
<p>Tak jarang, para siswi ketakutan karena menahan sakit saat disuntik tim kesehatan itu. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan terhadap wabah difteri yang melanda Jawa Barat.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/20180220_102539-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-27507" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/20180220_102539-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/20180220_102539-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/20180220_102539-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/20180220_102539-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8216;Memang KLB difterinya di Jawa Barat, upaya ini sebagai bentuk antisipasi. Makanya kami menggelar imunisasi difteri massal. Karena untuk usia imunisasi ini antara usia 1 sampai 19 tahun. Ini sebagai upaya antisipasi di Jatim,&#8217; terang Kepala SMK 2 Sidoarjo, Imam Jawahir kepada Memo X, Selasa (20/02/2018).</p>
<p>Rencananya, lanjut Imam imunisasi kali ini merupakan tahap awal. Sedangkan tahap keduanya bakal digelar Juli dan tahap ketiganya bakal digelar Nopember 2018 mendatang.</p>
<p>&#8216;Dari ribuan siswa kami itu ada 250 siswa yang masuk industri. Tapi yang selesai datang ke sekolah untuk disuntik. Kalau tak bisa mengikuti 3 tahapan imunisasi difteri itu maka harus suntik menggunakan biaya sendiri. Karena saat ini gratis kami berkoordinasi dengan tim medis Puskesmas Buduran,&#8217; imbuhnya.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/20180220_103113-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-27506" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/20180220_103113-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/20180220_103113-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/20180220_103113-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/20180220_103113-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Sementara itu, salah sati tim Imunisasi Puskesmas Buduran, Indar Kusumaningayu menegaskan penyuntikan imunisasi difteri ini sebagai salah satu upaya pencegahan wabah difteri. Selain itu, sebagai upaya penanggulangan agar para siswa kebal dengan serangan difteri.</p>
<p>&#8216;Tim imunisasi puskesmas ini bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo. Sebelum di SMK Antartika 2 Sidoarjo, imunisasi difteri juga sudah dilaksanakan di SMP Wakhid Hasyim, SMAN 1 Sidoarjo dan sejumlah sekolah lainnya di Buduran,&#8217; ungkapnya.</p>
<p>Selain mendatangi sekolah tim imunisasi difteri juga menggelar penyuntikan di Posyandu dan sejumlah TK dan RA. Tujuannya tetap untuk memberikan kekebalan di tubuh pelajar. Apalagi imunisasi difteri tidak mengenal tahapan imunisasi.</p>
<p>&#8216;Yang penting kondisi yang disuntik sehat dan suka makan. Prosesnya melalui permintaan dan permohonan sekolah kemudian tim mendatangi sekolah pemohon itu untuk realisasi imunisasi difteri itu,&#8217; pungkasnya. <strong>(wan/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">27505</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
