<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Dinkes Kota Pasuruan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dinkes-kota-pasuruan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Apr 2020 13:55:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Dinkes Kota Pasuruan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Awas Hoax, Pemilik Apotik di Paskot Terjangkit Covid-19</title>
		<link>https://memontum.com/awas-hoax-pemilik-apotik-di-paskot-terjangkit-covid-19</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2020 13:55:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kota Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[Hoax]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/113189-awas-hoax-pemilik-apotik-di-paskot-terjangkit-covid-19</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Santernya kabar satu keluarga pemilik salah satu apotek di Kota Pasuruan positif Covid-19,dibantah Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pasuruan, dr.Shierly Marlena. Dia menyayangkan kabar tidak benar tersebut. Apalagi menyebut identitas seseorang dan keluarganya. Menurutnya, Tim Gugus tugas tidak pernah merilis informasi seperti itu. Kalaupun merilis orang yang positif corona, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Santernya kabar satu keluarga pemilik salah satu apotek di Kota Pasuruan positif Covid-19,dibantah Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pasuruan, dr.Shierly Marlena.</p>
<p>Dia menyayangkan kabar tidak benar tersebut. Apalagi menyebut identitas seseorang dan keluarganya. Menurutnya, Tim Gugus tugas tidak pernah merilis informasi seperti itu. Kalaupun merilis orang yang positif corona, pihaknya tidak menyebut identitas. Sebab, yang punya kewenangan membuka identitas korban corona itu hanya Mentri Kesehatan.</p>
<p>&#8220;Yang boleh membuka identitas orang yang positif corona itu pusat. Pemerintah daerah tidak boleh. Itu sudah aturan yang harus dipatuhi demi kebaikan bersama, &#8221; terangnya melalui sambungan ponsel, Selasa ( 27/4/2020) siang.</p>
<p>Shierly juga membenarkan seorang warga Perumahan Gading Permai, Kelurahan Petahunan, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, positif Covid-19. Dia menuturkan, orang yang positif itu seorang laki-laki, usia 59 tahun. Diketahui positif Corona setelah di tes swabnya di salah satu rumah sakit di Surabaya.</p>
<p>&#8220;Orang itu baru ketahuan positif corona di sebuah rumah sakit di Surabaya saat menjalani pemeriksaan kesehatan dirinya. Jadi bukan Tim Gugus Tugas yang memeriksanya apalagi yang menjemput dan mengirimnya ke rumah sakit di Surabaya, &#8220;tegasnya.</p>
<p>Lanjut Shierly, kalau ada orang positif corona, langkah yang dilakukan Tim Gugus Tugas selain melakukan penanganan medis kepada pasien sesuai protap corona, juga melakukan stressing kepada orang-orang yang pernah kontak dengan korban dan melakukan penyemprotan disinfectant di kediamannya serta pemberlakuan isolasi mandiri selama waktu terrtenru.</p>
<p>Orang yang pernah kontak dengan korban corona selama belum menunjukan gejala corona statusnya ODP (Orang Dalam Pantauan). Dan dipantau berkala oleh tim gugus tugas.</p>
<p>&#8220;Hal seperti ini juga diberlakukan pada orang yang pernah kontak dengan pasien yang baru terdeteksi positif corona itu. Bisa keluarga dekat, teman dekat bahkan orang lain yang pernah kontak dengan penderita. Jadi, kabar satu keluarga positif Corona itu tidak benar, &#8220;papar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan ini.</p>
<p>Data terkini yang dirilis Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, terkait orang terduga maupun positif corona, Senin (27/03), 4 orang positif Corona, 5 orang PDP dan 87 orang ODP. <strong>( bw /arf/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">113189</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tukang Becak Tewas di Jalan Raya, Petugas Evakuasi Pakai APD Covid-19</title>
		<link>https://memontum.com/tukang-becak-tewas-di-jalan-raya-petugas-evakuasi-pakai-apd-covid-19</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2020 12:20:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kota Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal mendadak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/112153-tukang-becak-tewas-di-jalan-raya-petugas-evakuasi-pakai-apd-covid-19</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Ketenangan warga Jalan Pucangan, Kelurahan Purworejo, Kota Pasuruan, Rabu (15/4/2020) tengah malam dibuat panik, ini lantaran adanya seorang pengayuh becak diketahui meninggal dunia di jalan tersebut. Seperti yang disampaikan Rasiyo salah satu warga setempat, tukang becak sedang mengantar penumpangnya, tiba-tiba ia terjatuh. Warga dan penumpangnya yang mengetahui hal tersebut langsung memberikan pertolongan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Pasuruan </strong>&#8211; Ketenangan warga Jalan Pucangan, Kelurahan Purworejo, Kota Pasuruan, Rabu (15/4/2020) tengah malam dibuat panik, ini lantaran adanya seorang pengayuh becak diketahui meninggal dunia di jalan tersebut.</p>
<p>Seperti yang disampaikan Rasiyo salah satu warga setempat, tukang becak sedang mengantar penumpangnya, tiba-tiba ia terjatuh. Warga dan penumpangnya yang mengetahui hal tersebut langsung memberikan pertolongan.</p>
<p>&#8220;Keadaannya megap-megap dan kemudian tak bergerak lagi. Warga yang tadinya sempat menolong, takut kalau tukang becak tersebut kena corona, tak berani lagi mendekat dan menelpon petugas,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Sementara itu saat hal ini dikonfirmasikan pada Plt Dinas Kesehatan Pemkot Pasuruan dr Sherly melalui selulernya, telah diketahui identitas korban. Korban bernama Ardimo (63) asal Jalan Halmahera, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.</p>
<p>Korban dilaporkan warga, saat petugas dari Dinkes bersama Satgas Corona serta Kepolisian mendatangi lokasi kejadian. Korban didapati telah meninggal dunia, petugas yang mengevakuasi korban menjalankan protap kesehatan. Hal ini disesuai dengan keadaan saat ini (pandemi corona). Saat ini jenazahnya telah kami evakuasi di kamar mayat RSUD R Soedarsono Kota Pasuruan.</p>
<p>Ditambahkan, petugas medis belum berani menyatakan bahwa korban terpapar covid-19. Hal ini lantaran masih dilakukan observasi terhadapnya. Apalagi di alamat yang bersangkutan tidak ada ODP atau PDP, artinya di tempat tinggal korban masih zero covid-19.</p>
<p>&#8220;Namun demikian untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, kami saat mengevakuasi korban yang tergeletak dipinggir jalan raya menggunakan APD Covid-19,&#8221; pungkas Plt Dinkes Kota Pasuruan ini.</p>
<p>Sementara itu dari pantuan Memontum.com di lapangan, tampak warga melihat dari jauh saat petugas mengevakuasi korban.<strong>(bw/arf/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">112153</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinkes Kota Pasuruan, Belum Terima SK Kemenkes</title>
		<link>https://memontum.com/dinkes-kota-pasuruan-belum-terima-sk-kemenkes</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2020 13:16:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kota Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SK Kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/107910-dinkes-kota-pasuruan-belum-terima-sk-kemenkes</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan dr Shierly Marlina mengaku belum tahu bahwa pemerintah pusat telah menetapkan pembiayaan pelayanan kesehatan akibat virus Covid -19 atau virus Corona. Dikutip dari rilis Humas BPJS Kesehatan pusat, Kamis (5/3/2020) siang, ketetapan dimaksud tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ MENKES/104/2020 tentang Penetapan Infeksi Corona, Virus sebagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan dr Shierly Marlina mengaku belum tahu bahwa pemerintah pusat telah menetapkan pembiayaan pelayanan kesehatan akibat virus Covid -19 atau virus Corona.</p>
<p>Dikutip dari rilis Humas BPJS Kesehatan pusat, Kamis (5/3/2020) siang, ketetapan dimaksud tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ MENKES/104/2020 tentang Penetapan Infeksi Corona, Virus sebagai Penyakit Dapat Menimbulkan Wabah dan Penanggulangannya, yang diteken Menteri Kesehatan pada 4 Februari 2020.</p>
<p>Shierly mengatakan, dirinya belum menerima surat edaran dari Kementerian Kesehatan terkait pembiayaan pelayanan kesehatan akibat virus corona oleh BPJS Kesehatan. Namun disatu sisi pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipasi dengan menyiapkan ruangan khusus di RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan.</p>
<p>&#8220;Ada 23 kamar yang telah disiapkan khusus untuk pasien yang teridentifikasi virus corona, &#8220;ucap Shierly di kantornya, Rabu (04/03/2020) siang.</p>
<p>Dinas Kesehatan lanjut Shierly, juga melakukan langkah pencegahan dini dengan sosialisasi kepada masyarakat terkait ciri gejala infeksi virus corona. Sosialisasi dilakukan masif hingga ke sekolah-sekolah, kelurahan dan panggung terbuka di momen car free day yang berlangsung setiap hari Minggu.</p>
<p>&#8220;Saya menghimbau kepada masyarakat khususnya warga Kota Pasuruan, agar menjalani hidup sehat dengan mencuci tangan memakai sabun anti septick setiap habis beraktifitas,&#8221; urai Shierly.</p>
<p>Ia juga menyarankan agar memakan makanan yang telah dimasak matang dan hindari bepergian ke daerah yang terpapar virus corona.</p>
<p>Terpisah, Kepala Humas BPJS Pasuruan, Azam, membenarkan Keputusan Kementerian Kesehatan tersebut. Menurutnya hal itu adalah pengecualian dari Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Dalam Pasal 52 Ayat (1) Poin (o) terkait Manfaat Yang Tidak Dijamin oleh BPJS Kesehatan, diantaranya adalah pelayanan kesehatan akibat bencana<br />
pada masa tanggap darurat, kejadian luar biasa atau wabah. Namun yang terakhir yaitu wabah ada pengecualian.</p>
<p>&#8220;Untuk kasus virus corona pemerintah melakukan pengecualian. Jadi BPJS Kesehatan akan menjamin pembiayaan pelayanan kesehatan akibat virus corona. Untuk itu Peserta jangan ragu mengontak Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) apabila memerlukan pelayanan kesehatan, jika ada gejala yang mengarah pada infeksi virus corona, &#8220;tutup Azam. <strong>(bw/arf/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107910</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
