<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Dinkes Pemkab Sidoarjo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dinkes-pemkab-sidoarjo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Apr 2020 11:06:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Dinkes Pemkab Sidoarjo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dinkes dan Forpimda Sidoarjo Pesan APD ke Beberapa Perusahaan dengan Skala Prioritas</title>
		<link>https://memontum.com/dinkes-dan-forpimda-sidoarjo-pesan-apd-ke-beberapa-perusahaan-dengan-skala-prioritas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2020 11:06:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[APD]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Pemkab Sidoarjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=110765</guid>

					<description><![CDATA[Memomtum Sidoarjo &#8211; Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan stok alat-alat kesehatan (Alkes) dalam pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19) bagi masyarakat dan tenaga medis selama penanganan Covid-19, Forkopimda Sidoarjo bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo mendatangi beberapa perusahaan produsen hand sanitizer, masker dan alat kesehatan lainnya, Kamis (2/4/2020). Berangkat menggunakan satu bus dari Pemkab Sidoarjo, rombongan terdiri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memomtum Sidoarjo</strong> &#8211; Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan stok alat-alat kesehatan (Alkes) dalam pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19) bagi masyarakat dan tenaga medis selama penanganan Covid-19, Forkopimda Sidoarjo bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo mendatangi beberapa perusahaan produsen hand sanitizer, masker dan alat kesehatan lainnya, Kamis (2/4/2020).</p>
<p>Berangkat menggunakan satu bus dari Pemkab Sidoarjo, rombongan terdiri Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji, Dandim 0816 Sidoarjo M Iswan Nusi, Kepala Kejari Sidoarjo Setiawan Budi Cahyono, Kepala Dinas Kesehatan Syaf Satriawarman, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tjarda dan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkab Sidoarjo Fenny Apridawati langsung mendatangi satu per satu perusahaan itu.</p>
<p>Pemesanan alat kesehatan dan Alat Pelindung Diri (APD) ke beberapa perusahaan di Sidoarjo ini tujuan pertama ke PT Sekawan Kosmetik, rombongan memesan hand sanitizer 1.500 pis setiap lima hari. Kemudian rombongan memesan 5.000 masker ke PT Samida Indo Prawara setiap hari kerja. Selain itu terakhir rombongan mendatangi PT Jayamas Medica Industri untuk memesan beberapa APD bagi tenaga medis penanganan virus corona atau kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sidoarjo menyiapkan anggaran sebesar Rp 102 miliar untuk penanganan pencegahan penyebaran virus Corona. Anggaran ini sudah dihitung berdasarkan kebutuhan di lapangan. Kebutuhan itu diantaranya pembelian APD (Alat Pelindung Diri) untuk tenaga medis, masker, hand sanitizer serta pengadaan tempat cuci tangan yang akan dipasang di tempat fasilitas publik dan kebutuhan penunjang percepatan penanganan medis lainnya.</p>
<p>&#8220;Kami berharap beberapa perusahaan itu dapat memprioritaskan pesanan kami. Hal ini untuk memaksimalkan penanganan dan pencegahan penyebaran virus Corona di wilayah Sidoarjo. Dari penjajakan order (pesanan) ini akan kami bahas kembali dan sampaikan kepada tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sidoarjo,&#8221; terang Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Sidoarjo, Syaf Satriawarman, Kamis (2/4/2020).</p>
<p>Sementara Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji menekankan kepada perusahaan alat kesehatan agar memprioritaskan pesanan pembelian dari Pemkab Sidoarjo itu. Baik dari segi ketersediaan jumlah produk hingga target waktu produksinya.</p>
<p>&#8220;Karena pesanan itu untuk kepentingan kemanusiaan dan penanganan virus Corona di wilayah Sidoarjo. Mari saling berupaya maksimal terlibat dalam penanganan Covid-19,&#8221; tandasnya.<strong> Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">110765</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dewan Sidoarjo Sesalkan Minimnya Sosialisasi Penanganan Covid-19, Berdampak Warga Tolak Puskesmas Jadi Tempat Isolasi</title>
		<link>https://memontum.com/dewan-sidoarjo-sesalkan-minimnya-sosialisasi-penanganan-covid-19-berdampak-warga-tolak-puskesmas-jadi-tempat-isolasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2020 11:42:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Pemkab Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas Sidodadi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=110618</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Sejumlah anggota dan pimpinan DPRD Sidoarjo menyesalkan minimnya sosialisasi penanganan virus Corona (Covid-19) yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo. Hal itu berdampak saat Dinkes Pemkab Sidoarjo mengusulkan Puskesmas Sidodadi, Kecamatan Candi, Sidoarjo direncanakan sebagai lokasi perawatan dan isolasi bagi pasien terpapar Covid-19 langsung mendapatkan penolakan warga sekitar, Selasa (31/3/2020) kemarin. Penyelasan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo </strong>&#8211; Sejumlah anggota dan pimpinan DPRD Sidoarjo menyesalkan minimnya sosialisasi penanganan virus Corona (Covid-19) yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo. Hal itu berdampak saat Dinkes Pemkab Sidoarjo mengusulkan Puskesmas Sidodadi, Kecamatan Candi, Sidoarjo direncanakan sebagai lokasi perawatan dan isolasi bagi pasien terpapar Covid-19 langsung mendapatkan penolakan warga sekitar, Selasa (31/3/2020) kemarin.</p>
<p>Penyelasan itu, salah satunya disampaikan Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, M Dhamroni Chudlori. Politisi PKB ini menyayangkan sikap Dinkes Pemkab Sidoarjo saat berencana menjadikan Puskesmas Sidodadi menjadi ruang perawatan isolasi pasien Covid-19 justru ditentang dan ditolak masyarakat sekitarnya dengan membentangkan sejumlah spanduk kekecewaan.</p>
<p>&#8220;Pemerintah Daerah seharusnya mengadakan sosialisasi yang komprehensif kepada masyarakat Desa Sidodadi. Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 seharusnya menjelaskan soal Standar Opersional Prosedur (SOP) penanganan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sampai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) agar masyarakat paham,&#8221; katanya, Rabu (1/4/2020).</p>
<p>Lebih jauh, politisi senior asal Tulangan ini memaklumi reaksi warga Desa Sidodadi terutama yang berdekatan langsung dengan Puskesmas Sidodadi. Apalagi, warga belum memahami sama sekali penanganan pasien Covid-19 itu.</p>
<p>&#8220;Kami memaklumi reaksi warga yang menolak itu. Karena mungkin warga tidak paham SOP penanganan. Ditambah informasi di Medsos yang tidak proporsional hingga warga merasa ketakutan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Bagi pria yang akrab dipanggil Cak Dam ini, untuk menangani wabah virus Corona (Covid-19l ini tidak dapat dilakukan sendiri. Hal ini perlu kerjasama semua pihak untuk meemberikan pencerahan yang baik dan benar terkait dengan penunjukan Puskesmas Sidodadi sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 itu.</p>
<p>&#8220;Kami juga berkeyaninan pemerintah tidak akan sembarangan dalam menangani serta menanggulangi wabah ini. Kami minta pemerintah menggandeng semua pihak yang ada untuk memberikan pemahaman ke masyatakat,&#8221; pintahnya.</p>
<p>Kendati demikian, Cak Dam tetap mengapresiasi kinerja Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dengan segala keterbatasan dan kekurangannya. Menurutnya saat ini persoalan bukan pada anggaran yang tersedia. Akan tetapi lebih pada kelangkaan alat dan bahan yang dibutukan. Termasuk masker N95 dan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para tenaga medis.</p>
<p>&#8220;Kami minta masyarakat untuk mematuhi semua aturan dan himbauan serta saran dari pemerintah. Kinerja Gugus Tugas selama ini dalam penanganan Covid-19 sudah maksimal,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Diberitakan sebelumnya, puluhan Warga Sidodadi, Kecamatan Candi, Sidoarjo menggelar aksi di depan Puskesmas Sidodadi yang akan dijadikan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.</p>
<p>Warga menolak Puskesmas Sidodadi sebagai tempat isolasi pasien Covid 19 lantaran puskesmas sangat dekat dengan pemukiman warga. Warga merasa ketakutan tertular wabah virus Corona itu.</p>
<p><strong>BACA : </strong><a href="https://memontum.com/110509-warga-tolak-puskesmas-sidodadi-dijadikan-tempat-isolasi-pasien-covid-19" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Warga Tolak Puskesmas Sidodadi Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Covid-19</a></p>
<p>Salah seorang warga setempat Muhamad Irjik mengaku warga menolak Puskesmas Sidodadi sebagai tempat isolasi pasien Covid-19. Baginya warga Desa Sidodadi belum mendapat sosialisasi dari pemerintah daerah atau pemerintah desa.</p>
<p>&#8220;Aksi warga ini sepontan karena merasa takut tertular virus Corona. Masyarakat taunya dari media. Setahu saya memang belum ada sosialisasi sama sekali,&#8221; tandasnya. <strong>Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">110618</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
