<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Dinsos P3A Trenggalek &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dinsos-p3a-trenggalek/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 29 Feb 2020 09:14:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Dinsos P3A Trenggalek &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kasus Pembunuhan ODGJ, Begini Tanggapan Kadinsos Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/kasus-pembunuhan-odgj-begini-tanggapan-kadinsos-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Feb 2020 09:14:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinsos P3A Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[ODGJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/107296-kasus-pembunuhan-odgj-begini-tanggapan-kadinsos-trenggalek</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Tak tinggal diam melihat adanya kasus penganiyaan antar Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi&#8217;in Gunung Kebo hingga mengakibatkan korban meninggal dunia, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Trenggalek angkat bicara. &#8220;Saya tadi pagi mendapatkan informasi dari Kepala Seksi yang menangani masalah orang terlantar, salah satunya ODGJ di Pondok Pesantren [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Tak tinggal diam melihat adanya kasus penganiyaan antar Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi&#8217;in Gunung Kebo hingga mengakibatkan korban meninggal dunia, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Trenggalek angkat bicara.</p>
<p>&#8220;Saya tadi pagi mendapatkan informasi dari Kepala Seksi yang menangani masalah orang terlantar, salah satunya ODGJ di Pondok Pesantren Gunung Kebo terdapat pasien yang berkelahi hingga mengakibatkan 1 orang meninggal,&#8221; ucap Kadinsos Trenggalek, Dr Ratna Sulistyowati saat dikonfirmasi, Sabtu (29/02/2020) siang.</p>
<p>Menurut keterangan yang didapat, korban atas nama Samsuri ini diketahui sudah berulang kali keluar masuk pondok pesantren. Diketahui, korban tinggal di pondok sekitar 3 minggu terakhir.</p>
<p>Jika dilihat dari tingkah laku korban, kondisinya bagus dan pengawasan saat minum obat juga rutin dilakukan. Hanya saja kebiasaan korban ini tidurnya tidak di dalam, melainkan di luar pondok seperti di masjid.</p>
<p>&#8220;Kenapa begitu, karena korban ini merasa bahwa dirinya sudah sehat. Dan tidak perlu berada di kamar &#8211; kamar yang disediakan dalam pondok,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Kadinsos Trenggalek juga mengungkapkan latar belakang pelaku atas nama Matal. Ia diketahui sudah lama menjadi penghuni di Pondok Pesantren Gunung Kebo, kurang lebih 3 tahun.</p>
<p>&#8220;Selama ini, dia juga dikenal kondusif. Bahkan yang mengingatkan ODGJ lain untuk mandi, beribadah dan masak pun juga pelaku,&#8221; kata Ratna.</p>
<p>Pihaknya juga masih mendalami terkait peristiwa naas ini terjadi. Hanya saja informasi yang diterima pagi sebelumnya, pelaku dijenguk 2 kerabatnya. Dan tanpa tahu lebih jelasnya, kedua kerabatnya ini bertengkar di hadapan pelaku.</p>
<p>&#8220;Apakah hal ini yang menjadi pemicu, ya ini yang harus didalami,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Lebih lanjut Ratna menjelaskan, untuk korban, sebelumnya juga sempat mengalami naik turun tingkat emosionalnya. Dan sempat dirawat di Puskesmas Karanganyar hingga selanjutnya dibawa ke Pondok Pesantren Gunung Kebo.</p>
<p>Dalam hal ini, pihaknya juga menegaskan bahwa penanganan ODGJ memang tidak bisa dilakukan sepihak saja. Perlu adanya penanganan yang lebih intens lagi serta dukungan dari berbagai pihak.</p>
<p>&#8220;Tugas kami selanjutnya untuk lebih menekankan keamanan di Pondok itu sendiri. Dan saya yakin pihak pondok pun juga sudah melakukan keamanan yang maksimal. Makanya untuk tindak lanjut dari kasus ini akan kita serahkan ke pihak kepolisian,&#8221; jelas Ratna.</p>
<p>Untuk proses pengawasan terhadap ODGJ yang ada di Pondok Pesantren Gunung Kebo, Dinas Sosial P3A Kabupaten Trenggalek juga akan lebih ditingkatkan ke depannya. <strong>(mil/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107296</post-id>	</item>
		<item>
		<title>21 Keluarga di Trenggalek Menobatkan Diri Keluar Dari Kemiskinan</title>
		<link>https://memontum.com/21-keluarga-di-trenggalek-menobatkan-diri-keluar-dari-kemiskinan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Dec 2019 06:50:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinsos P3A Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Program Keluarga Harapan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/100864-21-keluarga-di-trenggalek-menobatkan-diri-keluar-dari-kemiskinan</guid>

					<description><![CDATA[Trenggalek &#8211; Tercatat sebanyak 21 keluarga di Kota Keripik Tempe , keluar dari dari Program Keluarga Harapan (PKH). Mengetahui hal tersebut, Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin merasa tersanjung mendapati warganya bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Dari jumlah kelurahan tersebut menyatakan graduasi mandiri atau keluar dari Program Keluarga Harapan (PKH). Yang berarti, 21 keluarga yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Trenggalek</strong> &#8211; Tercatat sebanyak 21 keluarga di Kota Keripik Tempe , keluar dari dari Program Keluarga Harapan (PKH). Mengetahui hal tersebut, Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin merasa tersanjung mendapati warganya bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak.</p>
<p>Dari jumlah kelurahan tersebut menyatakan graduasi mandiri atau keluar dari Program Keluarga Harapan (PKH). Yang berarti, 21 keluarga yang dulunya masuk dalam kategori miskin sudah menganggap dirinya mampu atau tidak layak lagi menerima manfaat dari PKH.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-100865" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191201-WA0036-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191201-WA0036-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191201-WA0036-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191201-WA0036-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191201-WA0036-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, turit merasa senang karena hal itu menunjukan intervensi program kemiskinan terhadap penerima manfaat selama ini tidak hanya bersifat pasif. Tetapi juga ada upaya aktif untuk mengajak masyarakat keluar dari belenggu kemiskinan.</p>
<p>&#8220;Saya merasa terharu dan tersanjung mereka bisa bermental optimis ke depan, bahwa saya sudah tidak layak lagi menjadi penerima manfaat PKH,&#8221; ungkap Bupati Nur Arifin saat menghadiri Gebyar Program Keluarga Harapan di Kecamatan Karangan, &#8221; Minggu (01/12/2019) pagi.</p>
<p>Dikatakan Arifin, beberapa dari mereka sudah punya usaha dan mendeklarasikan diri sebagai wisudawan yang menyatakan dirinya lolos dari kategori miskin.</p>
<p>Suami Novita Hardini ini berharap program tersebut dapat disinkronkan dengan Rumah Perempuan sehingga dapat menciptakan lapangan kerja melalui wirausaha. Ia Arifin juga berharap program tersebut dapat disinkronkan dengan Rumah Perempuan sehingga dapat menciptakan lapangan kerja melalui wirausaha baru.</p>
<p>&#8220;Kita pengennya bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan wirausahawan, yang salah satunya dari perempuan, dan kita punya program tersebut yang disinkronisasi dalam Rumah Perempuan, &#8221; imbuhnya.</p>
<p>Kedepannya, Bupati meminta kepada para pendamping agar bisa melakukan koordinasi terhadap hal ini.</p>
<p>Terpisah, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Trenggalek, dr Ratna Sulistyowati, menambahkan bahwa saat ini masyarakat kategori miskin yang mendapatkan program PKH di Trenggalek berjumlah 32.683 jiwa.</p>
<p>&#8220;Angka ini sudah jauh menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 34.634 jiwa. Kami juga berharap angka tersebut bisa terus turun dan masyarakat semakin sejahtera, &#8221; kata Ratna. <strong>(mil/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100864</post-id>	</item>
		<item>
		<title>30 Nama Peserta yang Lolos Rekruitmen Mentor SEPEDA KEREN Dicabut, DPRD Trenggalek Penuhi Aspirasi ARPT</title>
		<link>https://memontum.com/30-nama-peserta-yang-lolos-rekruitmen-mentor-sepeda-keren-dicabut-dprd-trenggalek-penuhi-aspirasi-arpt</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Sep 2019 09:25:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Dinsos P3A Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[SEPEDA KEREN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/92385-30-nama-peserta-yang-lolos-rekruitmen-mentor-sepeda-keren-dicabut-dprd-trenggalek-penuhi-aspirasi-arpt</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Trenggalek terima aspirasi Aliansi Rakyat Peduli Trenggalek (ARPT). Kedatangan sejumlah pemuda pemudi ke kantor dewan ini adalah untuk mencari solusi atas permasalahan yang tengah ramai diperbincangkan beberapa hari terakhir di media sosial. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Trenggalek membuka [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Trenggalek terima aspirasi Aliansi Rakyat Peduli Trenggalek (ARPT). Kedatangan sejumlah pemuda pemudi ke kantor dewan ini adalah untuk mencari solusi atas permasalahan yang tengah ramai diperbincangkan beberapa hari terakhir di media sosial.</p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Trenggalek membuka rekruitmen calon Mentor Sekolah Perempuan Disabilitas Anak dan Kelompok Rentan lainnya (SEPEDA KEREN). Pasca dibuka pendaftaran, ada 216 pendaftar yang masuk. Rencananya, proses seleksi akan dilaksanakan tanggal 9 September 2019 kemarin.</p>
<p>Hal tersebut, sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan Dinas Sosial dan P3A Kabupaten Trenggalek. Akan tetapi, tanggal 5 September 2019 justru muncul surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Sosial P3A Kabupaten Trenggalek yang telah menunjuk 30 calon yang lolos.</p>
<p>Salah satu anggota DPRD Kabupaten Trenggalek, Mugiyanto mengatakan jika kedatangan ARPT ke kantor dewan ini adalah untuk menyampaikan aspirasinya. &#8220;Ya memang hari ini kita menerima aspirasi dari ARPT yang bisa dikatakan mereka ini sangat jeli menyikapi proses rekruitmen dari Dinas Sosial dan P3A Kabupaten Trenggalek, &#8221; ucapnya saat dikonfirmasi usai hearing, Rabu (11/09/2019).</p>
<p>Dari hasil hearing kali ini, pihak Dinas Sosial dan P3A Kabupaten Trenggalek akan mencabut surat edaran yang dimaksud dan akan kembali memanggil 216 pendaftar untuk selanjutnya mengikuti tes wawancara yang akan dilakukan tanggal 16-19 September 2019 besok.</p>
<p>Ditemui terpisah, Kepala Dinas Sosial dan P3A Kabupaten Trenggalek, Ratna Sulistyawati menuturkan jika memang dalam proses rekruitmen tersebut ada yang terlewatkan. &#8220;Jadi dari apa yang dilakukan kemarin memang ada yang terlewatkan terkait seleksi. Dan kami menganggap jamak, jika memang ada pelamar itu pasti akan melalui seleksi administrasi, &#8221; tutur Ratna.</p>
<p>Pihaknya menjelaskan dari 2016 pelamar, yang diketahui memiliki syarat yakni berperspektif Genre dan anak ada 30 saja.</p>
<p>&#8220;Saya pun tidak tau satu persatu dari 30 yang ditentukan itu siapa. Tapi apapun itu, kami tetap mengapresiasi dan mengakomodir masukan dari masyarakat. Toh, tujuannya pun untuk masyarakat nantinya, &#8221; imbuhnya.</p>
<p><strong>Baca : </strong><a href="https://pemerintahan.memontum.com/22832-rekruitmen-mentor-sepeda-keren-di-trenggalek-disoal" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Rekruitmen Mentor SEPEDA KEREN di Trenggalek Disoal</a></p>
<p>Ratna menegaskan, pihaknya tidak akan mengulang proses pendaftaran sejak awal, hanya saja akan mengulang proses pengumuman akan diperbaiki. Jadi nanti dari 216 pelamar akan dilakukan tes wawancara.</p>
<p>Sedangkan untuk 30 nama yang lolos dan disebutkan dalam surat edaran kemarin akan dicabut.</p>
<p>Perlu diketahui, dari jumlah pelamar yang masuk nantinya akan diambil 18 calon Mentor SEPEDA KEREN yang akan ditempatkan di 4 Kecamatan yang ada di Kabupaten Trenggalek. 4 Kecamatan tersebut adalah Dongko, Panggul, Pule dan Bendungan.<strong> (mil/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">92385</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rekruitmen Mentor SEPEDA KEREN di Trenggalek Disoal</title>
		<link>https://memontum.com/rekruitmen-mentor-sepeda-keren-di-trenggalek-disoal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Sep 2019 06:34:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Dinsos P3A Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[SEPEDA KEREN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/92376-rekruitmen-mentor-sepeda-keren-di-trenggalek-disoal</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Dinilai seleksi calon mentor Sekolah Perempuan, Disabilitas, Anak, dan Kelompok Rentan lainnya (Sepeda Keren) tidak fair, sekelompok orang yang menyebut dirinya dari Aliansi Rakyat Peduli Trenggalek (ARPT) datangi kantor DPRD Kabupaten Trenggalek. Kedatangan perwakilan ARPT ke kantor dewan ini tak lain adalah untuk menyampaikan aspirasinya terkait proses seleksi calon Mentor SEPEDA KEREN [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Dinilai seleksi calon mentor Sekolah Perempuan, Disabilitas, Anak, dan Kelompok Rentan lainnya (Sepeda Keren) tidak fair, sekelompok orang yang menyebut dirinya dari Aliansi Rakyat Peduli Trenggalek (ARPT) datangi kantor DPRD Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>Kedatangan perwakilan ARPT ke kantor dewan ini tak lain adalah untuk menyampaikan aspirasinya terkait proses seleksi calon Mentor SEPEDA KEREN oleh Dinas Sosial P3A yang tidak sesuai aturan.</p>
<p>Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Koordinator dari ARPT, Firin mengungkapkan jika pihaknya meminta jika proses seleksi diulang. &#8220;Seperti yang telah diketahui bersama, jika Dinas Sosial dan P3A Kabupaten Trenggalek mengadakan seleksi calon Mentor SEPEDA KEREN tahun 2019. Berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Sosial dan P3A Kabupaten Trenggalek yang menyebutkan bahwa hanya dilakukan tes wawancara tanggal (09/09/2019) kemarin, &#8221; jelasnya saat ditemui di halaman kantor DPRD Kabupaten Trenggalek, Rabu (11/9/2019).</p>
<p>Dikatakan Firin, namun kemudian Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Trenggalek menerbitkan surat keputusan hasil seleksi administrasi No 463/3352/406014/2019 yang menyebutkan bahwa calon peserta tidak dilakukan seleksi administrasi dan hanya melalui seleksi wawancara saja.</p>
<p>Perlu diketahui, jika Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) menginisiasi Sepeda Keren sebagian suatu usaha sadar yang dilakukan secara terencana, terstruktur dan sistematis dalam mewujudkan keberdayaan dan kemandirian melalui pendekatan partisipatif.</p>
<p>Sehingga mampu mengakses, berpartisipasi penuh dan aktif menerima dan mengelola manfaat serta dapat mengisi posisi kontrol dalam pembangunan utamanya di Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>&#8220;Jika sudah diketahui bahwa seleksi akan dilakukan tanggal 9 September 2019, dan justru tanggal 5 September 2019 sudah terbit surat edaran peserta yang lolos seleksi, tentu hasil ini didapatkan dari mana, &#8221; tutur Firin.</p>
<p>Terpisah, Kepala Dinas Sosial dan P3A Kabupaten Trenggalek, Ratna Sulityowati mengatakan bahwa Sepeda Keren adalah salah satu inovasi yang diusung oleh Dinas Sosial P3A. &#8221; Sepeda Keren ini leading sektornya ada di Dinas Sosial dan P3A yang merupakan sekolah informal yang akan digelar di masing &#8211; masing desa di Kabupaten Trenggalek, &#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dijelaskan Ratna, terkait rekruitmen Mentor Sepeda Keren ini diharapkan benar &#8211; benar bisa membantu Dinas Sosial dan P3A untuk memberdayakan kaum perempuan, anak, Disabilitas di tingkat desa.</p>
<p>Pendaftaran ditutup tanggal 4 September 2019. Ada dari 210 pelamar ada yang tidak melampirkan daftar riwayat hidup. Melihat kondisi tersebut, pihaknya memerintahkan kepada panitia untuk menutup proses rekruitmen.</p>
<p>&#8220;Saya mau semuanya transparan. Untuk 30 calon terpilih itu tidak semuanya diterima. Dan hanya direkrut 18 saja, &#8221; tegas Ratna.</p>
<p>Masih terang Ratna, pihaknya nya juga menyampaikan untuk 30 calon Mentor yang diterima dan harus menjalani proses wawancara dimulai tanggal 16 September 2019 mendatang. <strong>(mil/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">92376</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
