<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>dipadati &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dipadati/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jan 2026 14:28:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>dipadati &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jelang Peresmian, Alun-Alun Merdeka Kota Malang Dipadati Ribuan Pengunjung</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-peresmian-alun-alun-merdeka-kota-malang-dipadati-ribuan-pengunjung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 11:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[dipadati]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[pengunjung,]]></category>
		<category><![CDATA[peresmian]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229791</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang peresmian, Alun-Alun Merdeka Kota Malang dipadati ribuan pengunjung pada Rabu (28/01/2026) malam. Sejak pukul sekitar 18.00 WIB, warga tampak memadati kawasan pusat kota tersebut meski hujan sempat mengguyur. Antusiasme pengunjung tidak hanya datang dari warga Kota Malang, tetapi juga dari luar daerah. Salah satunya, Paiti, warga Lawang, Kabupaten Malang, yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang peresmian, Alun-Alun Merdeka Kota Malang dipadati ribuan pengunjung pada Rabu (28/01/2026) malam. Sejak pukul sekitar 18.00 WIB, warga tampak memadati kawasan pusat kota tersebut meski hujan sempat mengguyur.</p>



<p>Antusiasme pengunjung tidak hanya datang dari warga Kota Malang, tetapi juga dari luar daerah. Salah satunya, Paiti, warga Lawang, Kabupaten Malang, yang datang bersama suaminya demi menyaksikan keindahan air mancur baru di Alun-Alun Merdeka.</p>



<p>“Dari TikTok lihatnya bagus, jadi penasaran. Makanya ke sini meskipun hujan-hujanan,” ujar Paiti.</p>



<p>Dirinya mengaku, sudah di lokasi sejak pukul 18.00 WIB dan tiba saat hujan turun. Meski sempat kehujanan, hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk melihat langsung air mancur yang tengah viral di media sosial.</p>



<p>“Kayaknya bagus lihatnya di media sosial, jadi pengin lihat langsung,” tambahnya, sambil mengantre untuk masuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain Paiti, pengunjung juga datang dari berbagai wilayah di Kota Malang. Siti, warga Sawojajar, mengaku datang bersama dua anaknya karena ingin kembali menikmati Alun-Alun Merdeka yang sempat ditutup selama proses penataan.</p>



<p>“Anak-anak yang minta ke sini. Sudah lama tidak datang ke alun-alun karena ditutup,” kata Siti.</p>



<p>Menurutnya, keberadaan playground baru menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak. Dia berharap fasilitas bermain seperti ini bisa semakin diperbanyak di Kota Malang.</p>



<p>“Sekarang mainannya lebih banyak, anak-anak jadi senang. Tidak perlu jauh-jauh ke Batu. Harusnya di Kota Malang playground seperti ini diperbanyak,” lanjutnya.</p>



<p>Pantauan di lokasi, pengunjung tampak memadati area sekitar Alun-Alun Merdeka sisi selatan. Sejumlah keluarga datang bersama dengan anak-anaknya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229791</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Malam Pergantian Tahun 2026, Kawasan Kayutangan Heritage Dipadati Pengunjung</title>
		<link>https://memontum.com/malam-pergantian-tahun-2026-kawasan-kayutangan-heritage-dipadati-pengunjung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 16:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dipadati]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[pengunjung,]]></category>
		<category><![CDATA[pergantian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229189</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Malam pergantian tahun baru 2026, Kawasan Kayutangan Heritage terpantau menjadi titik paling padat dan ramai oleh masyarakat. Meski hujan sempat mengguyur, namun kepadatan pengunjung justru terkonsentrasi di kawasan ini. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang melakukan pantauan bersama Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin dan jajaran Forkopimda, mengatakan bahwa pengunjung di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Malam pergantian tahun baru 2026, Kawasan Kayutangan Heritage terpantau menjadi titik paling padat dan ramai oleh masyarakat. Meski hujan sempat mengguyur, namun kepadatan pengunjung justru terkonsentrasi di kawasan ini.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang melakukan pantauan bersama Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin dan jajaran Forkopimda, mengatakan bahwa pengunjung di Kawasan Kayutangan Heritage didominasi wisatawan dari luar kota. “Rata-rata tadi dari luar kota. Tapi alhamdulillah, sampai jam 11 malam tadi, semua masih terkendali,” kata Wali Kota Wahyu, Rabu (31/12/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, tingginya minat masyarakat ke Kayutangan Heritage, menjadi sinyal kuat bahwa kawasan tersebut memiliki daya tarik besar. Ke depan, Pemkot Malang akan mengarahkan pola kunjungan agar tidak hanya terpusat di koridor jalan utama, melainkan masuk ke kawasan dalam Kampung Kayutangan Heritage.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kami berharap, yang menjadi daya tarik Kayutangan itu justru yang di dalam. Tujuannya, supaya warga di dalam juga merasakan manfaatnya, bukan hanya yang di luar jalan,” ujarnya.</p>



<p>Dari peninjauan itu, menurutnya ada sejumlah persoalan yang akan segera dibenahi. Yaitu mulai dari keberadaan musik jalanan, pedagang kaki lima (PKL), hingga parkir yang masih semrawut dan memakan trotoar.</p>



<p>“Tadi itu jadi bahan evaluasi kami. Parkir akan kita tata, sekarang parkir kita gratiskan tujuh hari. Ke depan, sepeda motor harus masuk ke gedung parkir, tidak boleh lagi di pinggir jalan. Pinggir jalan hanya untuk roda empat,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229189</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pembukaan Porprov Jatim 2025 di Stadion Gajayana Diprediksi Bakal Dipadati 10 Ribu Penonton</title>
		<link>https://memontum.com/pembukaan-porprov-jatim-2025-di-stadion-gajayana-diprediksi-bakal-dipadati-10-ribu-penonton</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dipadati]]></category>
		<category><![CDATA[diprediksi]]></category>
		<category><![CDATA[Gajayana]]></category>
		<category><![CDATA[pembukaan]]></category>
		<category><![CDATA[penonton]]></category>
		<category><![CDATA[Porprov]]></category>
		<category><![CDATA[stadion]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223425</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pembukaan Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 di Stadion Gajayana, diprediksi bakal dipadati lebih dari 10 ribu penonton, Sabtu (28/06/2025) nanti malam. Hal ini, seperti yang diprediksi Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi. Diuraikan, bahwa ada sebanyak 3.500 tiket telah terdistribusi kepada masyarakat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pembukaan Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 di Stadion Gajayana, diprediksi bakal dipadati lebih dari 10 ribu penonton, Sabtu (28/06/2025) nanti malam. Hal ini, seperti yang diprediksi Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi.</p>



<p>Diuraikan, bahwa ada sebanyak 3.500 tiket telah terdistribusi kepada masyarakat melalui sistem daring. Secara keseluruhan, kuota tersebut sudah terpenuhi.</p>



<p>&#8220;Beberapa hari lalu, kurang lebih sudah 3.500 tiket yang terlayani lewat link pendaftaran. Tidak ada overload, semua berjalan lancar,” ujar Baihaqi.</p>



<p>Namun, jumlah tersebut menurutnya belum termasuk peserta devile, pengisi acara tari kolosal, undangan VIP dan VVIP. Termasuk, para guru SMP yang akan hadir di tribun khusus, serta para atlet dari seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Timur.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dikatakannya, bahwa kapasitas maksimal stadion sebenarnya mencapai 20 ribu penonton. Namun, yang digunakan dalam pembukaan Porprov IX 2025, nanti hanya setengahnya.</p>



<p>“Kita batasi hanya 10 ribu penonton, karena menyesuaikan dengan kapasitas tribun yang kita gunakan. Tribun bawah sayap kanan dan kiri (warna blue sky), akan diisi terlebih dahulu. Jika penuh, baru akan diarahkan ke tribun atas,” katanya.</p>



<p>Untuk mendukung kelancaran acara tersebut, Disporapar Kota Malang bersama sejumlah perangkat daerah juga telah menggelar rapat koordinasi terkait pengamanan. Personel dari Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, serta unsur TNI dan Polri dipastikan turun langsung mengamankan jalannya acara.</p>



<p>“Siang ini juga akan digelar apel kesiapan untuk pengamanan. Semua unsur sudah kami siapkan agar pembukaan Porprov malam nanti berjalan aman, tertib dan lancar,” imbuh Baihaqi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223425</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hari Terakhir Pengurusan Pindah Pilih, Kantor KPU Kota Malang Dipadati Pemohon</title>
		<link>https://memontum.com/hari-terakhir-pengurusan-pindah-pilih-kantor-kpu-kota-malang-dipadati-pemohon</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Feb 2024 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[dipadati]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemohon]]></category>
		<category><![CDATA[pengurusan]]></category>
		<category><![CDATA[pilih]]></category>
		<category><![CDATA[pindah]]></category>
		<category><![CDATA[terakhir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205762</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sepekan menjelang masa Pemilihan Umum (Pemilu), Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang dipadati oleh masyarakat yang ingin melakukan permohonan pindah pilih, Rabu (07/02/2024) tadi. Salah satunya, seperti yang dilakukan oleh seorang mahasiswa asal Jakarta, Ristiana. “Saya tidak tahu, kalau ternyata mahasiswa hanya bisa mengurus pindah pilih di periode pertama H-30 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sepekan menjelang masa Pemilihan Umum (Pemilu), Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang dipadati oleh masyarakat yang ingin melakukan permohonan pindah pilih, Rabu (07/02/2024) tadi. Salah satunya, seperti yang dilakukan oleh seorang mahasiswa asal Jakarta, Ristiana.</p>



<p>“Saya tidak tahu, kalau ternyata mahasiswa hanya bisa mengurus pindah pilih di periode pertama H-30 Pemilu atau terakhir 15 Januari 2024 lalu. Saat itu, saya tidak sempat mengurus pindah pilih akibat disibukkan oleh pekerjaan,” ujar Ristiana.</p>



<p>Disamping sebagai mahasiswa, Ristiana yang ternyata juga seorang pekerja, meskipun hanya melalui online dengan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah, pun berusaha mencoba pindah pilih. Karenanya, mencoba turut antre untuk menanyakan statusnya apakah bisa pindah pilih.</p>



<p>“Karena saat ini saya juga sebagai pekerja, maka saya mencoba mengurus dari pekerjaan (status, red) dahulu. Karena di awal, itu juga sempat bingung mengurusnya apakah ke KPU atau kelurahan. Akhirnya saya coba ke sini (Kantor KPU, red) sekarang dan baru tahu kalau sekarang hanya untuk yang bekerja. Kalau (nantinya, red) tidak bisa, ya sudah saya tidak milih,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kota Malang, Nur Zaini Wikan Utomo, menjelaskan jika untuk mengurus pindah pilih memang terdapat dua periode. Periode pertama dilaksanakan pada H-30 Pemilu yakni pada 22 Juni 2023 sampai 15 Januari 2024. Sedangkan, di periode kedua ialah H-7 Pemilu hingga 7 Februari 2024.</p>



<p>“Pada periode kedua ini, hanya berlaku untuk masyarakat yang bertugas di Kota Malang. Seperti, menjalani rawat inap, tertimpa bencana alam dan menjadi tahanan di rutan atau Lapas. Kalau mahasiswa, bisa mengurus pindah pilih tapi hanya sampai 15 Januari 2024,&#8221; terang Zaini.</p>



<p>Untuk persyaratan khusus bagi pemohon yang bekerja di Kota Malang, itu sesuai dengan ketentuan. Seperti, pemohon harus menyertakan surat tugas yang ditandatangani langsung oleh pimpinan instansi. Namun, dalam surat tugas tersebut harus menyatakan bahwa pemohon sedang bertugas di Kota Malang pada tanggal 14 Februari 2024.</p>



<p>&#8220;Bagi pekerja yang mengurus pindah pilih saat ini, tetap bisa dengan keterangan pada 14 Februari 2024, sedang melaksanakan tugas di Kota Malang. Kalau tidak ada keterangan, maka tidak bisa dicantumkan karena aturannya bersifat nasional. Pemaknaan bekerja dengan bertugas itu berbeda,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205762</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
