<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>diperbaiki, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/diperbaiki/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Oct 2025 08:27:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>diperbaiki, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tak Kunjung Diperbaiki DPUPRPKP, Warga Pandanwangi Inisiatif Bangun Jembatan Sonokembang dari Bambu</title>
		<link>https://memontum.com/tak-kunjung-diperbaiki-dpuprpkp-warga-pandanwangi-inisiatif-bangun-jembatan-sonokembang-dari-bambu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bangun]]></category>
		<category><![CDATA[diperbaiki,]]></category>
		<category><![CDATA[DPUPRPKP]]></category>
		<category><![CDATA[inisiatif]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[kunjung]]></category>
		<category><![CDATA[Pandanwangi]]></category>
		<category><![CDATA[sonokembang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227139</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Keberadaan Jembatan Sonokembang, di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, yang ambrol sejak Jumat (10/10/2025) lalu, hingga kini belum dibenahi oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang. Akibat kondisi itu, warga berinisiatif membangun jembatan darurat agar akses masyarakat bisa tetap terbuka. Ketua RT 04, Khotib [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Keberadaan Jembatan Sonokembang, di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, yang ambrol sejak Jumat (10/10/2025) lalu, hingga kini belum dibenahi oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang. Akibat kondisi itu, warga berinisiatif membangun jembatan darurat agar akses masyarakat bisa tetap terbuka.</p>



<p>Ketua RT 04, Khotib Hambali, mengatakan bahwa langkah itu dilakukan karena warga sudah mulai resah akibat terputusnya jalur penghubung utama. “Jembatan ini satu-satunya akses lewat sini. Karena itu, warga bergotong royong membuat jembatan sementara dari bambu pada Minggu (26/10/2025) kemarin. Langsung jadi dan semua warga senang karena bisa dilewati lagi,” ujar Khotib, Senin (27/10/2025) tadi.</p>



<p>Diakui Khotib, bahwa pembangunan jembatan bambu tersebut sebenarnya tidak diizinkan oleh pihak Pemkot Malang. Namun, dirinya sudah menyiapkan langkah antisipasi dan pengawasan.</p>



<p>“Sebetulnya tidak diizinkan sama Pak Wali Kota, Pak Kepala Dinas PUPR-PKP, Pak Lurah dan Pak Camat. Tapi tetap kami lakukan, karena aksesnya warga. Namun, kami siapkan antisipasi dan pengawasan ketat supaya tidak menimbulkan korban,” jelasnya.</p>



<p>Untuk memastikan keamanan, warga menerapkan sistem penjagaan selama 24 jam dengan tiga shift. Jembatan sementara tersebut dibangun menggunakan bambu hasil swadaya warga.</p>



<p>“Kami saling kontrol, jeli terus, agar aman. Bahan bambu dari warga sendiri, sementara kami hanya sediakan konsumsi,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, dikatakannya bahwa apabila Pemkot Malang jadi menyewakan jembatan Bailey, maka jembatan sementara akan dibongkar. Dalam hal ini, menurutnya Pemkot Malang telah menjanjikan pengadaan tersebut di akhir Desember 2025.</p>



<p>&#8220;Kalau jadi disewakan Bailey, nanti itu akan kami bongkar. Dijanjikan akhir Desember, tapi nunggu dikasih cor-coran pondasi,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menjelaskan bahwa rencana pembangunan jembatan baru sebenarnya sudah disiapkan. Namun, anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang tersedia tidak mencukupi.</p>



<p>“Anggaran BTT hanya Rp 2 miliar, sedangkan kebutuhan sesuai RAB mencapai Rp 5,3 miliar. Karena itu, sementara kita akan sewa jembatan bailey agar akses masyarakat bisa segera dibuka,” ucap Dandung.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakan, bahwa Pemkot Malang telah berkoordinasi dengan Balai Jalan dan Jembatan Provinsi untuk pengadaan jembatan bailey tersebut. “Untuk sewanya direncanakan selama delapan bulan. Setelah itu, jembatan akan dibongkar untuk dibangun baru, termasuk pembersihan area agar tidak terjadi sumbatan,” katanya.</p>



<p>Dandung menegaskan, meski memahami keresahan warga, pihaknya tidak merekomendasikan penggunaan jembatan bambu karena berisiko. “Kami tidak bisa melarang, tapi juga tidak merekomendasikan. Itu berbahaya, karena ada gerongan dan bagian yang jebol. Keselamatan tetap yang utama,” imbuh Dandung. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227139</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Usai Ditinjau Bupati, Keluhan Warga di Kanal Wadul Gus&#8217;e Terkait Perlintasan Pecoro Langsung Diperbaiki</title>
		<link>https://memontum.com/usai-ditinjau-bupati-keluhan-warga-di-kanal-wadul-guse-terkait-perlintasan-pecoro-langsung-diperbaiki</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2025 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[diperbaiki,]]></category>
		<category><![CDATA[ditinjau]]></category>
		<category><![CDATA[gus’e]]></category>
		<category><![CDATA[keluhan]]></category>
		<category><![CDATA[langsung]]></category>
		<category><![CDATA[pecoro]]></category>
		<category><![CDATA[perlintasan]]></category>
		<category><![CDATA[terkait]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223821</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Kanal Wadul Gus&#8217; e yang diinisiasi Bupati Jember, Muhammad Fawait, tidak hanya direspon cepat. Lebih dari itu, kanal ini juga memberikan dampak positif untuk masyarakat Kabupaten Jember. Melalui Kanal Wadul Gus&#8217;e, keluhan masyarakat dapat tersampaikan dengan baik hingga langsung menuai tindak lanjut. Salah satunya, terkait keluhan perlintasan rel kereta api yang dianggap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Kanal Wadul Gus&#8217; e yang diinisiasi Bupati Jember, Muhammad Fawait, tidak hanya direspon cepat. Lebih dari itu, kanal ini juga memberikan dampak positif untuk masyarakat Kabupaten Jember.</p>



<p>Melalui Kanal Wadul Gus&#8217;e, keluhan masyarakat dapat tersampaikan dengan baik hingga langsung menuai tindak lanjut. Salah satunya, terkait keluhan perlintasan rel kereta api yang dianggap membahayakan pengguna jalan, yang tidak hanya langsung dilakukan peninjauan oleh Bupati Fawait, namun juga menuai respon dari PT KAI.</p>



<p>Bahkan, Pemkab Jember bersama PT KAI Daop 9 Jember, Dinas Perhubungan Kabupaten Jember dan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), langsung melaksanakan perbaikan perlintasan sebidang atau Pecoro di Desa Garahan, Kecamatan Silo, Rabu (09/07/2025) tadi. Perbaikan ini, menjadi respons atas berbagai keluhan masyarakat terkait kondisi perlintasan di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 30 yang rusak dan membahayakan pengguna jalan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Vice President PT KAI Daop 9 Jember, Hengky Prasetyo, menyampaikan bahwa perbaikan ini merupakan bentuk nyata sinergi antar lembaga untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan transportasi. &#8220;Kami siap berkolaborasi untuk pendampingan teknis perbaikan dan berkoordinasi penuh memastikan transportasi yang lebih sinergis ke depan untuk Jember Baru Jember Maju,&#8221; kata Hengky.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jember, Gatot Triyono, turut menyampaikan apresiasi atas keterlibatan semua pihak dalam percepatan penanganan ini. “Alhamdulillah, ini kolaborasi yang luar biasa. Dishub bersama PT KAI, BPJN dan bahkan TNI-Polri turut membantu. Ini bentuk tanggung jawab kita terhadap masyarakat. Baik keluhan langsung maupun dari kanal Wadul Gus’e, kita tindaklanjuti,” ungkapnya.</p>



<p>Perlintasan yang diperbaiki merupakan jalur strategis di JPL 30 arah Banyuwangi–Jember dengan panjang jalan yang diaspal sekitar 8 meter. Sebelumnya, kondisi aspal sangat rusak dan mengganggu arus lalu lintas. Proses pengaspalan ditargetkan rampung sore ini dan arus lalu lintas di lokasi diharapkan kembali normal dalam waktu singkat. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223821</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tiga Jalan Dusun Rampung Diperbaiki dengan Gotong Royong dan Swadaya, Bupati Lumajang Beri Apresiasi</title>
		<link>https://memontum.com/tiga-jalan-dusun-rampung-diperbaiki-dengan-gotong-royong-dan-swadaya-bupati-lumajang-beri-apresiasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2025 07:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[diperbaiki,]]></category>
		<category><![CDATA[gotong]]></category>
		<category><![CDATA[rampung,]]></category>
		<category><![CDATA[royong,]]></category>
		<category><![CDATA[Swadaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222961</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengapresiasi perbaikan tiga ruas jalan desa di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Sabtu (14/06/2025) tadi. Tiga ruas jalan ini, telah berhasil diperbaiki berkat kolaborasi luar biasa antara masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Lumajang. Dengan semangat swadaya, warga Desa Sumbermujur, bergotong royong memperbaiki jalan di Dusun Umbulsari, Dusun Leker, Dusun Umbulrejo [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengapresiasi perbaikan tiga ruas jalan desa di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Sabtu (14/06/2025) tadi. Tiga ruas jalan ini, telah berhasil diperbaiki berkat kolaborasi luar biasa antara masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Lumajang.</p>



<p>Dengan semangat swadaya, warga Desa Sumbermujur, bergotong royong memperbaiki jalan di Dusun Umbulsari, Dusun Leker, Dusun Umbulrejo dan Dusun Sidorejo, yang total panjangnya mencapai lebih dari dua kilometer. Bupati Indah-sapaan Bupati Lumajang, menegaskan bahwa sinergi seperti inilah yang menjadi kunci utama dalam membangun daerah secara berkelanjutan dan berkeadilan.</p>



<p>“Saya sangat mengapresiasi inisiatif masyarakat dengan penuh kesadaran dan kekompakan ikut memperbaiki infrastruktur desa. Ini menjadi contoh, bahwa pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Tetapi, perlu kebersamaan dan gotong royong,” ujar Bunda Indah.</p>



<p>Perbaikan jalan ini, lanjutnya, dilakukan secara mandiri oleh warga, tanpa menunggu penuh intervensi pemerintah. Karenanya, Pemkab Lumajang memberikan dukungan material berupa 100 sak semen untuk Dusun Umbulsari, 300 sak untuk Dusun Umbulrejo serta 200 sak yang telah lebih dahulu diberikan untuk Dusun Sidorejo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kehadiran bupati bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR), Endah Mardiana dan Kabid Bina Marga, Heri Kurniawan, mempertegas komitmen pemerintah untuk tetap dekat dengan warganya. Tidak hanya dalam perencanaan, tetapi juga dalam proses dan hasil pembangunan.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bunda Indah juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai kerukunan dan kekompakan. Baginya, pembangunan sejati bukan hanya soal aspal dan semen, tetapi bagaimana masyarakat tumbuh sebagai satu komunitas yang saling peduli dan saling membantu. “Saya titip agar semangat gotong royong ini terus dijaga. Kerukunan adalah fondasi lingkungan yang aman, nyaman, dan kuat,” tambahnya.</p>



<p>Dengan infrastruktur desa yang lebih baik, paparnya, diharapkan akses ekonomi wargapun semakin terbuka. Mobilitas hasil pertanian dan aktivitas harian menjadi lebih lancar, sehingga membuka peluang pertumbuhan ekonomi mikro di wilayah-wilayah terpencil.</p>



<p>&#8220;Ini adalah bukti nyata bahwa pembangunan berbasis partisipasi rakyat bukan sekadar idealisme, melainkan solusi konkret dalam mendorong kemajuan daerah.</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Lumajang menyadari masih banyak wilayah lain yang menantikan perbaikan serupa. Namun satu hal yang pasti, Pemkab akan terus hadir, menyapa dan bergerak bersama rakyat,&#8221; ungkapnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222961</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jalan 3 Dekade Bakal Diperbaiki, Warga Desa Sepakat Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi</title>
		<link>https://memontum.com/jalan-3-dekade-bakal-diperbaiki-warga-desa-sepakat-tingkatkan-pertumbuhan-ekonomi-dan-investasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Apr 2025 07:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[dekade]]></category>
		<category><![CDATA[diperbaiki,]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan]]></category>
		<category><![CDATA[sepakat]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221096</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Warga Dusun Bulukubung, Desa Kalisemut, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, akhirnya bisa bernafas lega, setelah mengetahui bahwa jalan dusun yang rusak parah akan segera diperbaiki. Jalan yang telah rusak selama 30 tahun dan menjadi momok karena sering menyebabkan kecelakaan dan kesulitan mobilitas warga itu, akan direalisasikan oleh Bupati dan Wabup Lumajang. &#8220;Saya sangat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Warga Dusun Bulukubung, Desa Kalisemut, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, akhirnya bisa bernafas lega, setelah mengetahui bahwa jalan dusun yang rusak parah akan segera diperbaiki. Jalan yang telah rusak selama 30 tahun dan menjadi momok karena sering menyebabkan kecelakaan dan kesulitan mobilitas warga itu, akan direalisasikan oleh Bupati dan Wabup Lumajang.</p>



<p>&#8220;Saya sangat senang mendengar kabar baik ini. Jalan yang rusak ini, itu sudah sangat mengganggu kami selama bertahun-tahun,&#8221; kata salah satu warga Dusun Bulukumbung, Siti, Minggu, (13/04/2025) tadi.</p>



<p>Bahkan, perasaan serupa juga disampaikan warga yang lain, Santo. Dirinya berharap, perbaikan jalan ini dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan bagi mereka yang melintas di jalan tersebut. Termasuk, dengan adanya perbaikan jalan ini juga dapat meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat. Sehingga, dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi di desa tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Dengan perbaikan jalan ini, kami berharap dapat meningkatkan kualitas hidup kami dan mendukung pertumbuhan ekonomi di desa kami,&#8221; kata Santo.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan, Pemkab Lumajang telah berjanji untuk memperbaiki Jalan Dusun Bulukubung, dengan menggunakan beton. Rencana pengerjaan ini, juga telah disiapkan dengan anggaran sekitar Rp 1 miliar. Adapun volume yang akan dikerjakan, sekitar 1,4 kilometer.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan bahwa proyek pembangunan jalan beton ini sudah masuk dalam tahap konsultan perencana. Sehingga, ditargetkan pada semester akhir ini sudah bisa dikerjakan.</p>



<p>Mengenai perencanaan ini, tentunya sebagai langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, yang berkomitmen untuk melakukan perencanaan yang matang dan penganggaran yang tepat untuk memastikan bahwa pembangunan jalan beton dapat dilakukan dengan efektif dan efisien. &#8220;Insyaallah, akhir Juni akan dibangun beton. Saat ini masih dalam tahap perencanaan (konsultan perencana, red). Untuk anggarannya Rp 1 miliar lebih,&#8221; paparnya. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221096</post-id>	</item>
		<item>
		<title>58 Sekolah Rusak Berat di Kota Malang Bakal Diperbaiki di Tahun 2024</title>
		<link>https://memontum.com/58-sekolah-rusak-berat-di-kota-malang-bakal-diperbaiki-di-tahun-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Sep 2024 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[diperbaiki,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213766</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang tengah fokus melakukan upaya perbaikan di sejumlah sekolah yang mengalami kerusakan. Perbaikan yang dimaksud, yakni baik itu untuk sekolah di tingkat Sekolah Dasar Negeri (SDN) maupun Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN). Berdasarkan data yang dipetakan oleh Disdikbud Kota Malang, ada sebanyak 1.121 ruang SDN [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang tengah fokus melakukan upaya perbaikan di sejumlah sekolah yang mengalami kerusakan. Perbaikan yang dimaksud, yakni baik itu untuk sekolah di tingkat Sekolah Dasar Negeri (SDN) maupun Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN).</p>



<p>Berdasarkan data yang dipetakan oleh Disdikbud Kota Malang, ada sebanyak 1.121 ruang SDN yang mengalami kerusakan. Kerusakan ini, terbagi mulai dari rusak ringan, sedang atau pun berat. Sementara di SMPN, ada 699 ruang yang mengalami kerusakan ringan, sedang dan berat.</p>



<p>Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan bahwa perbaikan itu akan dibagi menjadi dua tahapan. Yakni jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, akan dilakukan di tahun 2024 ini dan jangka panjang dilakukan di tahun 2025 mendatang.</p>



<p>“Di tahun 2024 ini, kita akan menggandeng CSR sesuai arahan Bapak Pj Wali Kota Malang. Kita upayakan, minimal 10 sekolah yang bisa diperbaiki. Tapi, itu juga tergantung dari kekuatan CSR,” kata Suwarjana, Rabu (04/09/2024) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa kerusakan itu terjadi pada 58 sekolah SD maupun SMP yang tersebar di lima kecamatan Kota Malang. Untuk kerusakan yang dimaksud sebagian besar meliputi atap, struktur bangunan, serta kusen yang keropos. Beberapa yang mengalami kerusakan berat akan menjadi prioritas utama.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Saat ini kami masih melakukan rekapitulasi untuk menentukan skala prioritas, agar saat presentasi di hadapan CSR fokus perbaikan bisa lebih jelas,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Untuk jangka panjang, lanjutnya, pada tahun 2025, perbaikan sekolah akan dilakukan melalui sumber anggaran yang lebih beragam. Termasuk dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun CSR. Diharapkan, bahwa seluruh kebutuhan perbaikan, baik yang ringan, sedang, maupun berat, dapat tercover sepenuhnya.</p>



<p>&#8220;Kami berharap nantinya bisa tercover semua, baik dari CSR, DAK, atau APBD. Mengingat kerusakan yang ada cukup signifikan, total estimasi anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 32 miliar, dengan rincian Rp 25 miliar untuk SD dan Rp 7 miliar untuk SMP,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Selain perbaikan bangunan, menurutnya juga akan ditambah fasilitas sekolah seperti toilet. Itu karena jumlah murid saat ini tidak sebanding dengan jumlah toilet yang ada. Langkah ini diambil untuk memastikan lingkungan sekolah tetap mendukung proses belajar mengajar dengan baik.</p>



<p>“Kami berusaha agar perbaikan bisa segera dilakukan, sesuai dengan aturan dan prioritas yang ada,” imbuh Suwarjana. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213766</post-id>	</item>
		<item>
		<title>38 Ruas Jalan di Lamongan Diperbaiki Via Program Jamula, Bupati Yuhronur Minta Percepatan</title>
		<link>https://memontum.com/38-ruas-jalan-di-lamongan-diperbaiki-via-program-jamula-bupati-yuhronur-minta-percepatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Mar 2024 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[diperbaiki,]]></category>
		<category><![CDATA[jamula,]]></category>
		<category><![CDATA[percepatan]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[yuhronur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206613</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Pemerintah Kabupaten Lamongan optimis meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan, melalui Program Jalan Mantap dan Alus Lamongan (Jamula). Program Jamula sendiri, rencananya dilaksanakan secara bertahap dan khusus di tahun 2024, ditargetkan akan ada perbaikan 38 ruas jalan. &#8220;Pada tahap pertama ini, dibangun enam ruas jalan yaitu ruas jalan di Dadapan &#8211; Solokuro, Kedungpring &#8211; [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lamongan optimis meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan, melalui Program Jalan Mantap dan Alus Lamongan (Jamula). Program Jamula sendiri, rencananya dilaksanakan secara bertahap dan khusus di tahun 2024, ditargetkan akan ada perbaikan 38 ruas jalan.</p>



<p>&#8220;Pada tahap pertama ini, dibangun enam ruas jalan yaitu ruas jalan di Dadapan &#8211; Solokuro, Kedungpring &#8211; Sokobendu, Sugio &#8211; Tlanak, Sukodadi &#8211; Plembon, Sumberwudi &#8211; Maduran dan Pucuk &#8211; Sekaran,&#8221; kata Plt Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Lamongan, Sujarwo, dalam rapat koordinasi (Rakor) yang dipimpin langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, di Gedung Gajah Mada Pemkab Lamongan, Senin (18/03/2024) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, 32 ruas jalan lain akan dikerjakan secara bertahap. Ruas jalan itu, seperti ruas Cangkring &#8211; Talunrejo, Kalen &#8211; Jatipayak, Mojorejo &#8211; Jegreg, ruas Mojorejo &#8211; Medalem, Baturono &#8211; Kembangbahu dan lainnya.</p>



<p>Sujarwo menyebut, dari 665,47 km jalan di Kabupaten Lamongan, 78,94 persen jalan dalam kondisi mantap. Khusus menghadapi Hari Raya Idul Fitri, guna kelancaran lalu lintas mudik, Dinas PU Bina Marga melakukan pekerjaan rutin pemeliharaan jalan.</p>



<p>&#8220;Ada delapan ruas jalan yang telah rampung dikerjaan yakni antara lain ruas Made &#8211; Plembon, Tunjungmekar &#8211; Sambopinggir, Mantup &#8211; Ayamalas, Mantup &#8211; Sambeng serta Bluluk &#8211; Sukorame,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menanggapi hal itu meminta untuk segera dilakukan percepatan maupun penambahan jumlah pemeliharaan rutin di jalan kabupaten sebelum hari Raya Idul Fitri. “Terima kasih Pak Jarwo, sudah 78 persen jalan dalam keadaan baik. Mhusus pemeliharaan di Lebaran (Hari Raya Idul Fitri), 20 ruas jalan kalau bisa dilakukan penambahan. Karena nanti, akan menjadi akses masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” kata Bupati Yuhronur.</p>



<p>Pada kesempatan sama, Bupati juga mengapresiasi kesiapan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabuapten Lamongan, dalam menyiapkan peningkatan kelancaran dan keselamatan wilayah di Kabupaten Lamongan. Baik itu mulai dari pemasangan pos peneduh pada perlintasan sebidang di lima titik, pemasangan banner peringatan pada perlintasan sebidang, pengecekan palang pintu, mengcover keselamatan petugas palang pintu dalam BPJS Ketenagakerjaan, pemasangan petunjuk jalur alternatif, sosialisasi uji kir gratis.</p>



<p>Di samping itu, lanjutnya, terkait cuaca ekstrim akhir-akhir ini, agar memaksimalkan program-program PU SDA dalam mengantisipasi luapan air hujan yang terjadi di daerah rawan banjir. Yakni, seperti di daerah banjir Muara Kali Asinan, banjir Bengawan Jero, banjir perkotaan, serta banjir Das Semarmendem.</p>



<p>Bupati Lamongan juga menekankan untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok di Bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Lamongan agar gencar melakukan kontrol terhadap harga bahan pangan dan pasokan bahan pangan. Berdasarkan data dari Bulog stok persediaan di Gudang Karangkembang Lamongan per tanggal 17 Maret 2024 terdapat stok beras sebanyak 2,4 ribu ton. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206613</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rampung Diperbaiki, Jembatan Kaca Penghubung Warna Warni Jodipan dan Kampung Tridi Masih Ditutup</title>
		<link>https://memontum.com/rampung-diperbaiki-jembatan-kaca-penghubung-warna-warni-jodipan-dan-kampung-tridi-masih-ditutup</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Nov 2023 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diperbaiki,]]></category>
		<category><![CDATA[Ditutup]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[Jodipan]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[penghubung]]></category>
		<category><![CDATA[rampung,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201088</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Jembatan Kaca penghubung antara Kampung Warna Warni Jodipan dan Kampung Tridi, Kota Malang, yang sempat mengalami retak, akhirnya sudah dilakukan perbaikan oleh Pemerintah Kota Malang. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyampaikan jika perbaikan tersebut telah selesai dilakukan pada Senin (06/11/2023) kemarin. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Jembatan Kaca penghubung antara Kampung Warna Warni Jodipan dan Kampung Tridi, Kota Malang, yang sempat mengalami retak, akhirnya sudah dilakukan perbaikan oleh Pemerintah Kota Malang.</p>



<p>Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyampaikan jika perbaikan tersebut telah selesai dilakukan pada Senin (06/11/2023) kemarin. &#8220;Sudah selesai dilakukan perbaikan kemarin,” ujar Dandung-sapaannya, Selasa (07/11/2023) tadi.</p>



<p>Dalam perbaikan keretakan itu, menurutnya dilakukan mulai dari pengisian material pada jembatan yang retak, perbaikan sealent kaca dan juga perbaikan pada besi jembatan yang sudah mulai berkarat. Untuk perbaikan jembatan kaca tersebut, tidak memerlukan banyak anggaran.</p>



<p>“Untuk anggaranya tidak banyak, tetapi saat ini saya masih menunggu laporan dari teman-teman,” ucapnya.</p>



<p>Sementara itu, Kabid Bina Marga DPUPRPKP Kota Malang, Bagus Irawan, menyampaikan jika dalam perbaikan jembatan tersebut telah dilakukan sejak hari Jumat (03/11/2023) lalu hingga kemarin, Senin (06/11/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Perbaikannya sudah selesai, tetapi saya masih belum menerima laporan hasil pekerjaannya. Perbaikan itu dikerjakan mulai hari Jumat lalu,” kata Bagus.</p>



<p>Dalam pantauan Memontum.com, jembatan kaca tersebut memang sudah dilakukan perbaikan. Namun, hingga saat ini akses jalan masuk menuju Jembatan Kaca masih dilakukan penutupan, dengan pagar yang digembok dan bertuliskan &#8216;Closed, Bridge under Repair&#8217;. Sehingga para pengunjung tidak diperbolehkan untuk masuk.</p>



<p>Selain itu, sebagai salah satu pengunjung Kampung Tridi, Fitri Fatmawati, mengaku sedikit kecewa dengan adanya penutupan jembatan kaca tersebut. Apalagi, dirinya juga baru pertama kalinya mengunjungi Kampung Tridi dan Kampung Warna Warni Jodipan.</p>



<p>“Sedikit kecewa, tadi cuma bisa lihat Jembatan Kaca dari atas rumah warga. Padahal ingin sekali berfoto-foto di atas Jembatan Kaca tersebut,” imbuh Fitri. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201088</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jembatan Penghubung Kelurahan Diperbaiki, Warga Manfaatkan Getek untuk Sebrangi Sungai</title>
		<link>https://memontum.com/jembatan-penghubung-kelurahan-diperbaiki-warga-manfaatkan-getek-untuk-sebrangi-sungai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Oct 2023 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diperbaiki,]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan]]></category>
		<category><![CDATA[manfaatkan]]></category>
		<category><![CDATA[penghubung]]></category>
		<category><![CDATA[sebrangi]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199189</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Jembatan penghubung antara wilayah RT11 RW05 Kelurahan Mergosono dengan wilayah RT11 RW02 Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, kini tengah dilakukan perbaikan. Imbasnya, warga memanfaatkan getek atau perahu rakit, untuk membantu pejalan kaki menyebrang di Daerah Aliran Sungai Brantas tersebut. Ketua Paguyuban Karamba Ikan, Hadi Prasetyo, menyampaikan jika jembatan tersebut sudah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Jembatan penghubung antara wilayah RT11 RW05 Kelurahan Mergosono dengan wilayah RT11 RW02 Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, kini tengah dilakukan perbaikan. Imbasnya, warga memanfaatkan getek atau perahu rakit, untuk membantu pejalan kaki menyebrang di Daerah Aliran Sungai Brantas tersebut.</p>



<p>Ketua Paguyuban Karamba Ikan, Hadi Prasetyo, menyampaikan jika jembatan tersebut sudah tidak bisa dilalui sejak pekan lalu, tepatnya Jumat (29/09/2023). Sudah dilakukan penutupan total dan tidak ada ruang bagi pejalan kaki, karena telah dilakukan perbaikan.</p>



<p>“Sebenarnya bisa melewati jembatan yang lain, di wilayah Gadang Gang 9, wilayah Mergosono Gang 5. Namun, jarak tempuhnya jauh untuk pejalan kaki, misal wilayah kami Mergosono Gang 3 B RT 11 ke Bumiayu, memutarnya Gang 5 atau 9, itu butuh waktu 15 menit untuk pejalan kaki,” kata Hadi, Selasa (03/10/2023) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, jika perahu tersebut dibuat secara swadaya oleh Paguyuban Keramba Ikan. Terlebih, anak dari anggota paguyuban tersebut banyak yang bersekolah di SMPN 7 Kota Malang, yang terletak di Bumiayu dan SDN 4 Mergosono.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Karena kalau siang banyak yang tidak bisa mengantar anaknya karena kerja, kami juga melakukan aktivitas lain pemeliharaan ikan, sehingga ada usul atau ide. Pertama awalnya hanya untuk anak-anak dari paguyuban kami, awal 2 &#8211; 4 anak, kemudian diikuti masyarakat umum lainnya,” tambahnya.</p>



<p>Selain pelajar, pejalan kaki lainnya atau masyarakat umum juga memanfaatkan fasilitas getek tersebut. Mereka hanya cukup membayar dengan seikhlasnya. Untuk waktu pengoperasiannya juga belum ada batasan. Namun, fasilitas penyeberangan tersebut libur pada hari Sabtu dan Minggu.</p>



<p>&#8220;Jadi anak-anak kecil itu, sehari yang naik bisa ratusan orang, anak SMPN 7 Malang hampir 100, kemarin aja sampai jam setengah 10 (malam), belum yang pagi-pagi kerja di Pabrik Rokok Upet, jualan di Pasar Kota Lama,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut, fasilitas penyeberangan menggunakan getek tersebut juga telah diketahui oleh Pemerintah Kota Malang. Apalagi, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, juga telah meminjami beberapa rompi pelampung untuk keselamatan para penyeberang. Ke depan, pihaknya berharap fasilitas getek tersebut nantinya bisa menjadi tempat wisata, ketika jembatan sudah selesai diperbaiki dan bisa digunakan kembali. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199189</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
