<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>diperkuat, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/diperkuat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 Apr 2026 13:06:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>diperkuat, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dinkes Kota Malang Catat Prevalensi Stunting 8,1 Persen, Intervensi Terus Diperkuat</title>
		<link>https://memontum.com/dinkes-kota-malang-catat-prevalensi-stunting-81-persen-intervensi-terus-diperkuat</link>
					<comments>https://memontum.com/dinkes-kota-malang-catat-prevalensi-stunting-81-persen-intervensi-terus-diperkuat#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[diperkuat,]]></category>
		<category><![CDATA[intervensi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[prevalensi]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231971</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat prevalensi stunting di Kota Malang saat ini berada di angka 8,1 persen, berdasarkan hasil bulan timbang terbaru. Angka tersebut diperoleh, dari hasil pemantauan rutin yang dilakukan melalui ratusan Posyandu di Kota Malang. Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menjelaskan bahwa pemantauan stunting dilakukan secara berkala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat prevalensi stunting di Kota Malang saat ini berada di angka 8,1 persen, berdasarkan hasil bulan timbang terbaru. Angka tersebut diperoleh, dari hasil pemantauan rutin yang dilakukan melalui ratusan Posyandu di Kota Malang.</p>



<p>Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menjelaskan bahwa pemantauan stunting dilakukan secara berkala setiap bulan melalui kegiatan pengukuran dan penimbangan balita di Posyandu. “Stunting itu kita lakukan pemeriksaan pengukuran di masing-masing Posyandu setiap bulan. Setelah itu dilaporkan melalui aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM),” jelas Husnul, Sabtu (25/04/2026) tadi.</p>



<p>Aplikasi e-PPGBM sendiri, menjadi sistem utama pelaporan data gizi Balita. Setiap Posyandu, menginput hasil pengukuran Balita, kemudian data tersebut dilaporkan berjenjang dari Dinkes Kota Malang hingga pemerintah pusat.</p>



<p>Dikatakan Husnul, intervensi stunting di Kota Malang difokuskan pada kelompok usia prioritas, yakni anak di bawah dua tahun (baduta). Pada kelompok usia tersebut, intervensi dinilai paling efektif untuk mencegah stunting jangka panjang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Prioritas kita memang usia dua tahun ke bawah. Kalau di usia itu dilakukan intervensi spesifik maupun sensitif, dampaknya sangat besar,” katanya.</p>



<p>Berbagai program intervensi terus dijalankan secara terpadu. Selain Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu, pemerintah juga menjalankan dukungan melalui Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang dikelola Puskesmas. Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga disebut turut memperkuat upaya percepatan penurunan stunting, meskipun dampaknya tidak dihitung secara terpisah.</p>



<p>“Kita tidak membedakan intervensinya dari MBG atau program lain. Semua menjadi satu kesatuan upaya untuk meminimalkan stunting di Kota Malang,” tambahnya.</p>



<p>Di tahun 2026, Dinkes Kota Malang menargetkan penurunan stunting dilakukan secara bertahap melalui peningkatan kualitas pendataan dan konsistensi intervensi di lapangan. “Targetnya setiap bulan timbang cakupannya lengkap dan datanya valid, sehingga penurunan stunting bisa terus terlihat,” imbuh Husnul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/dinkes-kota-malang-catat-prevalensi-stunting-81-persen-intervensi-terus-diperkuat/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231971</post-id>	</item>
		<item>
		<title>KAI Daop 8 Surabaya Siagakan 111 Ribu Kursi untuk Nataru dan Layanan di Stasiun Malang Diperkuat</title>
		<link>https://memontum.com/kai-daop-8-surabaya-siagakan-111-ribu-kursi-untuk-nataru-dan-layanan-di-stasiun-malang-diperkuat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diperkuat,]]></category>
		<category><![CDATA[layanan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[siagakan]]></category>
		<category><![CDATA[stasiun]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228537</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menetapkan kesiapan penuh menghadapi Masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Masa angkutan berlangsung selama 18 hari, mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, dengan fokus penguatan layanan di Stasiun Malang yang menjadi salah satu titik padat penumpang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menetapkan kesiapan penuh menghadapi Masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Masa angkutan berlangsung selama 18 hari, mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, dengan fokus penguatan layanan di Stasiun Malang yang menjadi salah satu titik padat penumpang.</p>



<p>Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, mengatakan bahwa seluruh unsur operasional telah disiagakan secara menyeluruh demi memastikan perjalanan masyarakat berjalan aman dan nyaman. “Masa libur panjang Nataru selalu menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk berkumpul dengan keluarga maupun berwisata. Keandalan transportasi publik menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran perjalanan,” ujar Luqman, Senin (08/12/2025) tadi.</p>



<p>Tahun ini, tambahnya, KAI Daop 8 menyediakan 6.184 tempat duduk per hari, atau 111.312 kursi selama masa Nataru untuk KA keberangkatan dari Stasiun Malang. Total, terdapat 13 kereta api, terdiri dari 12 KA reguler dan 1 KA tambahan yang akan melayani lonjakan mobilitas masyarakat.</p>



<p>&#8220;Guna memastikan kesiapan teknis, KAI bersama DJKA juga telah melakukan ramp check di Stasiun Malang, termasuk pemeriksaan Standar Pelayanan Minimum (SPM) pada sarana dan stasiun. Pengecekan jalur secara menyeluruh juga dilakukan oleh manajemen Daop 8 untuk memastikan prasarana siap menghadapi masa puncak perjalanan,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selama periode Nataru, KAI Daop 8 juga menambah 7 Customer Service Mobile (CSM) dan 15 Relawan Railfans. Selain itu, Stasiun Malang akan menghadirkan berbagai aktivitas tematik bertema akhir tahun, mulai dari Merchandise for Kids, Fun Activity for Kids, hingga dekorasi khusus di area stasiun dan sejumlah rangkaian kereta.</p>



<p>Selain itu, untuk menjaga situasi tetap kondusif, KAI menambah 10 petugas pengamanan eksternal, yang terdiri dari, 6 personel garnisun, 2 personel TNI dan 2 personel Polri. Termasuk juga dilakukan patroli rutin, kolaborasi dengan kewilayahan setempat</p>



<p>&#8220;Bahkan juga dilakukan sidak serentak, serta pemantauan CCTV 24 jam dan disiagakan untuk memastikan keamanan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, KAI Daop 8 mengerahkan 5 petugas pemantauan di daerah khusus dan 4 petugas pemeriksa jalur yang berdinas di antara Stasiun Sengon hingga Stasiun Kesamben. Hal ini, untuk memastikan potensi gangguan perjalanan dapat terdeteksi dan ditangani sejak dini.</p>



<p>Luqman menekankan, bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Dirinya juga mengimbau calon penumpang untuk memesan tiket sejak awal. &#8220;Kami memastikan layanan KAI Daop 8 siap mendukung masyarakat menikmati perjalanan akhir tahun dengan aman dan lancar. Untuk ketersediaan tiket dapat dipantau melalui aplikasi Access by KAI yang menyajikan informasi secara real time,” imbuh Luqman. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228537</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Revitalisasi TPS Merjosari, Pj Wali Kota Malang Harapkan Sinergi Pelaku Usaha Semakin Diperkuat</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-revitalisasi-tps-merjosari-pj-wali-kota-malang-harapkan-sinergi-pelaku-usaha-semakin-diperkuat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Feb 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[diperkuat,]]></category>
		<category><![CDATA[harapkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merjosari]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[Revitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[semakin]]></category>
		<category><![CDATA[Sinergi]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219288</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, mengunjungi progres revitalisasi Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang ada di Jalan Terusan Sulfat dan Jalan Merjosari Kota Malang, Jumat (14/02/2025) tadi. Revitalisasi yang dilakukan tersebut, merupakan bantuan dari forum Tanggungjawab Sosial Perusahaan (TSP). Pria yang kerap disapa Iwan, itu menyampaikan bahwa peran pelaku usaha dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, mengunjungi progres revitalisasi Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang ada di Jalan Terusan Sulfat dan Jalan Merjosari Kota Malang, Jumat (14/02/2025) tadi. Revitalisasi yang dilakukan tersebut, merupakan bantuan dari forum Tanggungjawab Sosial Perusahaan (TSP).</p>



<p>Pria yang kerap disapa Iwan, itu menyampaikan bahwa peran pelaku usaha dalam pembangunan daerah sangat penting. Apalagi, pelaku usaha di Kota Malang saat ini hampir 2 ribu dan baru 150 yang sudah terlibat dalam forum TSP.</p>



<p>&#8220;Tanggapannya mereka luar biasa dan harapannya ke depan nanti lebih banyak lagi perusahaan yang bergabung untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” kata Pj Wali Kota Iwan.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan bahwa ada enam TPS di Kota Malang yang mendapatkan bantuan revitalisasi dari forum TSP, yakni TPS Muharto, Sulfat, Merjosari, Jalan Ikan Tombro, Jalan Kartini dan Jalan Wilis. Untuk di TPS Sulfat sudah berhasil rampung diselesaikan 100 persen, sementara TPS Merjosari 95 persen.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Hari ini secara simbolis, Pak Pj Wali Kota menerima bantuan dari forum TSP untuk revitalisasi TPS. Ada tiga TPS yang sudah hampir selesai, yakni TPS Merjosari, Sulfat dan Muharto, sementara tiga lainnya masih dalam tahap pengerjaan,&#8221; kata Rahman.</p>



<p>Dirinya juga menegaskan, bahwa revitalisasi ini lebih mengutamakan manfaat bagi masyarakat dibandingkan besaran anggaran yang diberikan pelaku usaha. “Kami melihat ini sebagai bentuk kepedulian pelaku usaha terhadap lingkungan. APBD belum bisa mencakup revitalisasi semua TPS, sehingga kolaborasi ini menjadi solusi,” jelasnya.</p>



<p>Revitalisasi TPS itu mencakup peninggian tembok, perbaikan rangka atap, pemasangan pagar, pembuatan landasan untuk kendaraan pengangkut sampah, serta pengecatan ulang. Ke depan, Rahman berharap nantinya dapat melakukan revitalisasi di 77 TPS yang ada di Kota Malang, dengan enam TPS sebagai pilot project.</p>



<p>“Sekarang masih dalam tahap kajian, tapi harapannya bisa terus berkembang agar pengelolaan sampah di Kota Malang semakin baik,” imbuh Rahman. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219288</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harapkan Potensi Zakat Diperkuat, Wali Kota Sutiaji Kukuhkan Lima Pimpinan Baznas Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/harapkan-potensi-zakat-diperkuat-wali-kota-sutiaji-kukuhkan-lima-pimpinan-baznas-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Sep 2023 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Baznas]]></category>
		<category><![CDATA[diperkuat,]]></category>
		<category><![CDATA[harapkan]]></category>
		<category><![CDATA[kukuhkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197608</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, mengukuhkan lima pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang Periode 2023-2028, Rabu (06/09/2023) tadi. Diantara mereka yang dikukuhkan, yaitu Sutomo, Kasuwi Syaiban, Muhammad Wahid, Edy Hayatullah dan Sulaiman. Disampaikan Wali Kota Sutiaji, bahwa dengan adanya lima pimpinan baru tersebut diharapkan nantinya potensi zakat di Kota Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, mengukuhkan lima pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang Periode 2023-2028, Rabu (06/09/2023) tadi. Diantara mereka yang dikukuhkan, yaitu Sutomo, Kasuwi Syaiban, Muhammad Wahid, Edy Hayatullah dan Sulaiman.</p>



<p>Disampaikan Wali Kota Sutiaji, bahwa dengan adanya lima pimpinan baru tersebut diharapkan nantinya potensi zakat di Kota Malang, bisa terus dikuatkan. Mulai dari segi perencanaan, operasional hingga manajerial, bisa ditata dengan baik.</p>



<p>“Kami berharap, nanti kedepannya bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan zakat. Harapan kami baik dari segi perencanaan, operasional, maupun manajerialnya, itu bisa ditata dengan baik. Manajerial bisa ditingkatkan dengan menata program-programnya,” kata Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Selain itu, pihaknya juga berharap bahwa ke lima pimpinan Baznas yang baru bisa lebih amanah dan terus memiliki komitmen yang tinggi. Kemudian, juga terus berkolaborasi dan bekerjasama dengan berbagai stakeholder untuk terus menyadarkan zakat.</p>



<p>“Tunjukkan bahwa pimpinan Baznas yang baru ini memiliki komitmen yang tinggi dan tolong jangan jalan di tempat agar mustahik bisa menjadi muzakki, jadi tolong dibina terus. Berkaitan dengan masalah muzakkinya teman-teman ASN, itu harus dikuatkan zakatnya. Karena nanti akan memberikan pemberdayaan yang luar biasa,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Ketua Baznas Kota Malang periode 2023-2028, Kasuwi Syaiban, menyampaikan jika usai pelantikan tersebut akan menjalankan sesuai dengan visi Baznas, sebagai lembaga yang mensejahterakan umat melalui zakat. &#8220;Kami akan menggali potensi yang selama ini mungkin belum optimal. Misalnya Unit Pengelola Zakat (UPZ) di tempat-tempat yang mestinya itu harus optimal perolehan zakatnya, itu akan kami optimalkan. Kemudian, lembaga zakat di swasta juga akan kami optimalkan termasuk para pegawai negeri sipil (PNS). Kami akan masuk ke lembaga terkait, sehingga harapannya mereka berzakat bukan dengan paksaan, tapi secara sadar menyalurkan infaq sodaqohnya kepada Baznas Kota Malang,” jelasnya.</p>



<p>Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang, menyampaikan jika kehadiran Baznas ini tentunya juga untuk membantu persoalan kemiskinan yang ada di Kota Malang, agar bisa teratasi.</p>



<p>“Kami tadi juga sudah rapat sebentar untuk membuat rancangan rencana ke depan, selama 5 tahun nanti apa capaian yang ingin dilakukan. Kemudian satu tahun ini apa yang ingin kita capai. Program prioritas dalam waktu dekat ini akan membentuk UPZ terutama di masjid-masjid yang selama ini belum optimal. Apalagi di Kota Malang ini ada sekitar 1000 masjid,” tuturnya.</p>



<p>Terpisah, Kabag Kesra Kota Malang, Ahmad Mabrur, menambahkan jika sebelum proses pelantikan tersebut ada beberapa proses tahapan seleksi yang dilakukan oleh lima pimpinan tersebut. Mulai dari administratif, wawancara, hingga seleksi di Baznas tingkat Provinsi dan Pusat.</p>



<p>“Waktu yang digunakan dari proses pengumuman sampai selesai itu enam bulan. Karena pengumumannya saja itu waktunya 40 hari sendiri. Jadi mereka melewati proses panitia seleksi yang diuji oleh Baznas provinsi dan akhirnya terpilih 5 orang ini. Tidak ada yang disetting tapi alhamdulillah pas,” imbuh Mabrur. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197608</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
