<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Direkontruksi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/direkontruksi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Jun 2024 11:09:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Direkontruksi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pembunuh Mahasiswi UM Asal Ngawi Direkontruksi, Tersangka Peragakan 18 Adegan</title>
		<link>https://memontum.com/pembunuh-mahasiswi-um-asal-ngawi-direkontruksi-tersangka-peragakan-18-adegan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Jun 2024 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[adegan]]></category>
		<category><![CDATA[Direkontruksi]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuh]]></category>
		<category><![CDATA[peragakan]]></category>
		<category><![CDATA[tersangka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210330</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kasus pembunuhan mahasiswi UM direkontruksi, Kamis (06/06/2024) tadi. Tersangka Hisyam Akbar Pahlvi alias Zombie (19), warga Jalan Bendungan Sutami Gang I, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, didatangkan oleh petugas Reskrim Polresta Malang Kota ke lokasi kejadian. Yakni, di rumah kos perempuan milik Sri Bibit, neneknya. Pelaksanaan rekontruksi ini cukup mengundang perhatian warga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kasus pembunuhan mahasiswi UM direkontruksi, Kamis (06/06/2024) tadi. Tersangka Hisyam Akbar Pahlvi alias Zombie (19), warga Jalan Bendungan Sutami Gang I, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, didatangkan oleh petugas Reskrim Polresta Malang Kota ke lokasi kejadian. Yakni, di rumah kos perempuan milik Sri Bibit, neneknya.</p>



<p>Pelaksanaan rekontruksi ini cukup mengundang perhatian warga sekitar, hingga banyak yang menonton di sekitar lokasi kejadian. Hisyam tampak ditemani kuasa hukumnya, Guntur Putra Abdi Wijaya, dan memperagakan satu persatu adegan pembunuhan tersebut.</p>



<p>Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto, mengatakan bahwa rekontruksi ini untuk melihat lebih jelas dan nyata bagaimana jalannya tindak pidana. &#8220;Dalam rekontruksi kasus pencurian dengan kekerasan dan atau pembunuhan berencana ini ada 18 adegan,&#8221; ujar Kompol Danang.</p>



<p>Diantaranya, mulai dari tersangka minum Miras di rumah temannya yang berada tidak jauh dari TKP. Kemudian, tersangka pamit beli rokok, masuk ke TKP, mengambil pisau di Lantai 2, kemudian masuk ke kamar korban. &#8220;Dalam adegan ke 10, tersangka menusuk dada dan dekat leher korban sehingga meninggal dunia,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Adegan demi adegan satu persatu diperagakan, seperti merusak kamera CCTV yang ada di sekitar lokasi dan membuangnya. Adegan yang berada di luar kos ini disaksikan banyak warga sekitar yang memadati area sekitar TKP. Adegan terakhir yakni tersangka membuang kamera CCTV hingga&nbsp; menjual HP milik korban ke Comboran.&nbsp; &#8220;Tidak ada temuan baru. Semuanya sudah sesuai,&#8221; ujar Kompol Danang.</p>



<p>Sementara itu, kuasa hukum Hisyam, Guntur Putra, mengatakan bahwa saat kejadian, tersangka masih di bawah umur. &#8220;Tersangka dikenakan Pasal 340 KUHP atau Pasal 365 Ayat 3 KUHP atau Pasal 76C Jo Pasal 80 Ayat 3 UU RI No 35 tahun 2024. Karena saat kejadian, tersangka masih di bawah umur, maka pasal yang harusnya dikenakan hanya Pasal 80 Ayat 3 UU RI No 35 tahun 2024,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Seperti diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswi Universitas Negeri Malang (UM) berinisial DIL (18), warga Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi yang kos di Jalan Sumbersari Gang V C, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, ditemukan tewas dibunuh di kamar kosnya pada Kamis (22/12/2022) lalu.</p>



<p>Pelakunya adalah Hisyam Akbar Pahlvi alias Zombie (19), warga Jalan Bendungan Sutami Gang I, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru. Perlu diketahui bahwa Hisyam adalah cucu keponakan dari pemilik kos yang dihuni oleh korban. Korban sendiri meninggal setelah ditikam sebanyak 2 kali oleh Hisyam dengan menggunakan pisau dapur. Aksi pembunuhan ini baru terungkap pada Mei 2024 setelah petugas menemukan bukti-bukti baru keterangan saksi dan rekaman CCTV. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210330</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pembunuhan di Jembatan Araya Kota Malang Direkontruksi, Usai Tikam Disusul Tendang Kepala</title>
		<link>https://memontum.com/pembunuhan-di-jembatan-araya-kota-malang-direkontruksi-usai-tikam-disusul-tendang-kepala</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jul 2023 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[araya]]></category>
		<category><![CDATA[Direkontruksi]]></category>
		<category><![CDATA[disusul]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kepala]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[tendang]]></category>
		<category><![CDATA[tikam]]></category>
		<category><![CDATA[usai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192403</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Peristiwa pembunuhan terhadap Aji Wahyu Nurcahyono (24), warga Jalan LA Sucipto RT03 RW10, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, direka ulang, Selasa (04/07/2023) tadi. Hanya saja, demi keamanan jalannya rekontruksi aksi pembunuhan, reka ulang tidak dilaksanakan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yakni Jembatan Perum Araya, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Melainkan, digelar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Peristiwa pembunuhan terhadap Aji Wahyu Nurcahyono (24), warga Jalan LA Sucipto RT03 RW10, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, direka ulang, Selasa (04/07/2023) tadi. Hanya saja, demi keamanan jalannya rekontruksi aksi pembunuhan, reka ulang tidak dilaksanakan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yakni Jembatan Perum Araya, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Melainkan, digelar di Halaman belakang Mapolresta Malang Kota.</p>



<p>Dalam rekonstruksi itu, tersangka Riki Febrianca (24) warga Mendit Timur, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, memperagakan adegan demi adegan aksi pembunuhan yang diawali dengan penikaman. Dari rangkaian aksi, fakta mengejutkan terungkap bahwa usai menikam korban, Riki juga masih menendang kepala korban yang sudah tersungkur.</p>



<p>Sementara itu, reka ulang sendiri terbagi dalam 9 adegan. Yakni, dimulai sejak kedatangan tersangka bersama teman-temannya. Lalu, terlibat cekcok sampai penusukan.</p>



<p>Rekonstruksi sendiri, menghadirkan dihadirkan sekitar delapan orang saksi. Diantaranya, lima orang dari saksi tersangka dan tiga orang dari saksi korban.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kuasa hukum Riki, Guntur Adi Wijaya, mengatakan bahwa dalam rekontruksi tersebut kliennya sangat kooperatif. &#8220;Klien saya kooperatif dan sudah mengakui pembuatannya. Tersangka juga ingin minta maaf. Namun, pihak pengacara keluarga korban menyampaikan bahwa keluarga korban masih trauma. Sehingga, masih belum ada titik temu,&#8221; ujar Guntur.</p>



<p>Sementara itu, kuasa hukum korban, Ronaldo Lega Laot, menjelaskan bahwa ibu korban masih trauma dan bersedih atas peristiwa ini. Sehingga, belum bisa menerima permintaan maaf. Apalagi, korban anak satu-satunya yang dibesarkan tanpa figur seorang ayah.</p>



<p>&#8220;Ia menyampaikan ke kami, agar bisa mengawal kasus ini. Sehingga, pelaku ini bisa dihukum seberat-beratnya dan seadil-adilnya. Selain itu, belum bisa menerima permintaan maaf,&#8221; jelas kuasa hukum keluarga korban yang hadir dalam rekontruksi.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan, Riki Febrianca (24) warga Mendit Timur, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, ditangkap karena diduga telah menikam Aji Wahyu Nurcahyono (24), warga Jalan LA Sucipto RT03 RW10, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Kejadian sendiri, berlangsung di Jembatan Perum Araya, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Kamis (01/06/2023) sekitar pukul 23.00. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192403</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Petugas Kebersihan Tewas Mengenaskan, Direkontruksi, Murni Kegencet Truk</title>
		<link>https://memontum.com/petugas-kebersihan-tewas-mengenaskan-direkontruksi-murni-kegencet-truk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Aug 2018 08:34:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Direkontruksi]]></category>
		<category><![CDATA[Murni Kegencet Truk]]></category>
		<category><![CDATA[Petugas Kebersihan Tewas Mengenaskan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=52913</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang&#8212;-Petugas Polsekra Sukun akhirnya melakukan rekontruksi terkait tewasnya Sugito (43) penarik gerobak sampah, warga Jl Janti Selatan Gang VII, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Rekontruksi itu untuk memastikan penyebab tewasnya Sugito. Apakah karena tergencet truk sampah ataukah tidak. Sebab dari keterangan sebelumnya, Sugito jatuh hingga kepalanya membentur tembok. Selain itu, juga ada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang&#8212;-</strong>Petugas Polsekra Sukun akhirnya melakukan rekontruksi terkait tewasnya Sugito (43) penarik gerobak sampah, warga Jl Janti Selatan Gang VII, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Rekontruksi itu untuk memastikan penyebab tewasnya Sugito. Apakah karena tergencet truk sampah ataukah tidak. Sebab dari keterangan sebelumnya, Sugito jatuh hingga kepalanya membentur tembok. Selain itu, juga ada keterangan yang menyebutkan bahwa Sugito melompat hingga kepalanya membentuk pintu bak truk sampah.</p>
<p>Rekintruksi itu dilakukan oleh Polsekta Sukun pada Jumat (25/8/2018) siang di lokasi kejadian. Kapolsekta Sukun Kompol Anang Tri Hananta SH mengatakan bahwa hasil rekontruksi akhirnya diketahui bahwa Sugito tewas akibat tergencet pintu bak truk. &#8221; Hasil rekontruksi korban terjepit dump truk dan tembok bak sampak. Kunduran truk,&#8221; ujar Kompol Anang.</p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya Sugito pada Rabu (22/8/2018) sekitar pukul 10.00, tewas mengenaskan. Saat ditemukan, dia sudah dalam kondisi tewas dengan kepala luka parah di tempat kerjanya Jl Keben, Kelurahan Bandungrejosari.</p>
<p>Ada 2 versi yang menyebutkan tewasnya Sugito. Versi pertama dia melompat dari bak truk hingga kepalanya membentur tembok. Ada juga yang menyebut kalau saat itu dia melompat dari tembok hingga kepalanya terbentur pintu bak truk sampah yangndikemudikam Sutrisno, PNS warga Jl Gedangan, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.</p>
<p><div id="attachment_52893" style="width: 510px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://memontum.com/52882-kapolres-batu-ikut-karnaval-spirit-desaku-membangun-kenakan-baju-adat-jambi/img-20180825-wa0049" rel="attachment wp-att-52893"><img aria-describedby="caption-attachment-52893" decoding="async" class="size-full wp-image-52893" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG-20180825-WA0049-e1535185611877.jpg?resize=500%2C375&#038;ssl=1" alt="Jenazah Sugito saat masih di lokasi. (Ist)" width="500" height="375" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-52893" class="wp-caption-text">Jenazah Sugito saat masih di lokasi. (Ist)</p></div></p>
<p>Menurut Mulyati (52) , pemulung, bahwa sebelum kejadian Sugito bekerja di TPS Jl Keben. Saat kejadian, ada truk sampah berjalan mundur berencana mengantinbak truk yang kosong dengan bak truk yang penuh sampah. Mulyati sempat melihat Sugito sendiri berada di bak truk yang penuh sampah. Saat bak sampah hendak dipindah, Sugito terluhat aepertu hendak berpindag tempat. &#8220;Sepertunya ria berencana melompat ke bawah,&#8221; ujar Mulyati.</p>
<p>Diduga saat melompat, Sugito kehilangan keseimbangam karena tidak kuat akibat cidera pada kaki kanannya. Tidak ada yang melihat pasti kejadian persisnya karena pandangan para saksi terhalang bak truk. Apakahnkepala Sugito menghantam tembok ataukah menghantam bak truk hingga jatuh membentur lantai.</p>
<p>Saat hendak ditolong, kondisi Sugito sudah tergeletak di atas lantai. Bahkan informasi awal di lapangan, sempat terkabar Sugito tergencet bak truk. Namun setelah petugas kepolisian melakukan penyelidikan, tidak ada tanda-tanda Sugito tergencet bak truk. Melainkan luka dikepalanya akibat luka benturan. Jenazah Sugito kemudian dibawa ke kamar mayat RSSA Malang. Petugas masih terus melakukan penyelidikan. Ada sebuah rambut yang menempel ddi tembok. Namun belum diketahui pasti apakah itu rambut Sugito atau tidak.</p>
<p>Perlu diketahui bahwa Sugito mengalami cidera kaki kanannya karena beberapa waktu lalu terjatuh di lokasi yang sama. &#8221; Sugito pernah jatuh di lokasi yang sama hingga kaki kanannya cidera. Hal itu membuat jalanny pincang. ,&#8221; ujar Aksim, warga sekitar.</p>
<p>Kapolsekta Sukun Kompol Anang Tri Hananta SH mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan. &#8221; Dari keterangan saksi, korban sempat terlihat di atas tembok setinggi 2 meter. Saat itu dia melompat hingga kepalanya terkena pintu bak truk. Korban meninggal di lokasi. Kami masih melakukan penyelidikan,&#8221; ujar Kompol Anang. (gie/yan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">52913</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
