<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>direvitalisasi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/direvitalisasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Jan 2026 10:17:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>direvitalisasi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Alun-Alun Merdeka Rampung Direvitalisasi, Pemkot Malang Siapkan Penataan PKL dan Parkir</title>
		<link>https://memontum.com/alun-alun-merdeka-rampung-direvitalisasi-pemkot-malang-siapkan-penataan-pkl-dan-parkir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[direvitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[penataan]]></category>
		<category><![CDATA[rampung,]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229669</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seiring rampungnya revitalisasi Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Pemkot Malang menegaskan komitmennya untuk menata kawasan di sekitar Alun-alun. Kawasan yang dimaksud, salah satunya dalam menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan parkir liar. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk menjaga estetika kota, serta menghindari kemacetan di kawasan pusat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seiring rampungnya revitalisasi Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Pemkot Malang menegaskan komitmennya untuk menata kawasan di sekitar Alun-alun. Kawasan yang dimaksud, salah satunya dalam menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan parkir liar.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk menjaga estetika kota, serta menghindari kemacetan di kawasan pusat kota. Dalam penataan kawasan Alun-Alun Merdeka, menurutnya juga tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi pengelolaan aktivitas di sekitarnya agar lebih tertib dan nyaman.</p>



<p>“Kita akan tata. Kita akan memanfaatkan potensi yang ada agar bisa sekaligus menyelesaikan masalah-masalah yang ada, seperti PKL dan parkir,” ujar Wali Kota Wahyu, Kamis (22/01/2026) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa Pemkot Malang telah menyiapkan skema penataan bagi PKL agar tidak lagi berjualan sembarangan di sekitar Alun-Alun Merdeka. Salah satu opsi yang disiapkan, adalah pemanfaatan lahan di sekitar Pasar Splendid.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Nanti PKL-nya kita tata. Di belakang kawasan Pasar Splendid,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Wali Kota Wahyu juga menegaskan, bahwa penataan tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan kawasan heritage di sekitarnya. Pihaknya memastikan, tidak akan ada pembongkaran bangunan bersejarah, termasuk sekolah peninggalan era Belanda yang berada di kawasan tersebut.</p>



<p>“Kami tidak akan membongkar. Itu kan heritage semua, sekolah itu peninggalan Belanda. Ini justru mau kita rawat karena bagus sekali,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut Wali Kota Wahyu menyampaikan, bahwa penataan kawasan Alun-Alun Merdeka dan sekitarnya akan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Mulai dari perguruan tinggi, masyarakat, hingga pihak-pihak terkait lainnya.</p>



<p>“Kami akan libatkan semua stakeholder. Seperti Alun-Alun ini, kenapa prosesnya agak lama, karena saya ingin ada peran serta masyarakat. Masukan dari berbagai elemen kita kumpulkan sampai akhirnya bisa selesai,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229669</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perpustakaan Umum Kota Malang Diusulkan untuk Direvitalisasi</title>
		<link>https://memontum.com/perpustakaan-umum-kota-malang-diusulkan-untuk-direvitalisasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Aug 2025 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[direvitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[diusulkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225149</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Perpustakaan Umum Kota Malang, yang berada di Jalan Ijen, diusulkan untuk direvitalisasi. Bahkan saat ini, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang tengah mengajukan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2025. Kepala Dispussipda Kota Malang, Yayuk Hermiati, menyampaikan bahwa pengajuan tersebut untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebagai tahap awal perencanaan. &#8220;Yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Perpustakaan Umum Kota Malang, yang berada di Jalan Ijen, diusulkan untuk direvitalisasi. Bahkan saat ini, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang tengah mengajukan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2025.</p>



<p>Kepala Dispussipda Kota Malang, Yayuk Hermiati, menyampaikan bahwa pengajuan tersebut untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebagai tahap awal perencanaan. &#8220;Yang diajukan dalam perubahan anggaran 2025 ini hanya DED-nya. Untuk pembangunan fisik belum, jadi ini baru tahap awal dahulu. Bangunnya kapan, tentu masih belum tahu. Tapi, diawali dengan DED dahulu,” ujarnya, Senin (18/08/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa rencana revitalisasi akan difokuskan pada penataan ruang, agar lebih ramah publik. Sementara, fasad dan konstruksi utama gedung tetap dipertahankan.</p>



<p>&#8220;Pak Wali berprinsip, supaya ruang publik di bawah semua. Fasadnya tetap, hanya ruangannya nanti yang diubah sesuai arahan. Untuk menambah lantai, kayaknya tidak. Lebih pada penataan agar ruang publik lebih luas,” katanya.</p>



<p>Terkait kapasitas penyimpanan koleksi, Yayuk memastikan kondisi saat ini masih memadai. “Kalau untuk koleksi menurut saya cukup. Masih bisa ditampung, apalagi nanti bisa ada tambahan ruang di bawah. Jadi tidak merubah konstruksi keseluruhan, karena masih banyak ruang yang bisa dioptimalkan,” imbuh Yayuk. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225149</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Stasiun Kota Malang Akan Direvitalisasi, Wali Kota Wahyu Minta Perhatikan Cagar Budaya</title>
		<link>https://memontum.com/stasiun-kota-malang-akan-direvitalisasi-wali-kota-wahyu-minta-perhatikan-cagar-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2025 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[direvitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perhatikan]]></category>
		<category><![CDATA[stasiun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224327</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Stasiun Kota Malang melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya, merencanakan pelaksanaan revitalisasi. Rencana itu, telah disampaikan dalam audiensi tertutup bersama Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, di Ruang Rapat Balai Kota Malang, Kamis (24/07/2025) tadi. Wali Kota Wahyu seusai pelaksanaan menyambut baik rencana itu. Dirinya menegaskan, akan pentingnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Stasiun Kota Malang melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya, merencanakan pelaksanaan revitalisasi. Rencana itu, telah disampaikan dalam audiensi tertutup bersama Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, di Ruang Rapat Balai Kota Malang, Kamis (24/07/2025) tadi.</p>



<p>Wali Kota Wahyu seusai pelaksanaan menyambut baik rencana itu. Dirinya menegaskan, akan pentingnya pelestarian bangunan bersejarah serta penataan lalu lintas di sekitar stasiun sebagai bagian dari proses pengembangan.</p>



<p>“Bangunan Stasiun Malang adalah bagian dari sejarah kota yang harus dijaga. Revitalisasi perlu dikawal dengan koordinasi lintas sektor, termasuk melibatkan ahli cagar budaya dan memperhatikan dampak lalu lintas,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tentunya, dalam hal ini Pemkot Malang mendukung penuh terhadap upaya peningkatan layanan publik ini. Dengan catatan, dalam prosesnya melibatkan semua pihak terkait dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.</p>



<p>&#8220;Harapannya proses revitalisasi Stasiun Malang dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta kemajuan transportasi kota,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Sementara itu, Executive Vice President Daop 8 Surabaya, Wisnu Pramudyo, mengatakan bahwa revitalisasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjadikan Stasiun Malang sebagai simpul transportasi yang modern dan representatif. Sementara, Stasiun Malang sendiri termasuk salah satu stasiun dengan volume penumpang tinggi. Sehingga, pengembangan fasilitas menjadi kebutuhan mendesak.</p>



<p>“Revitalisasi ini mencakup penataan fasilitas penumpang, peremajaan layanan, hingga integrasi kawasan stasiun. Kami ingin menghadirkan stasiun yang tak hanya nyaman, tapi juga menjadi ikon kebanggaan kota,” imbuh Wisnu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224327</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Direvitalisasi Rp 200 Miliar, Pasar Banyuwangi Jadi Pusat Belanja dan Kawasan Heritage</title>
		<link>https://memontum.com/direvitalisasi-rp-200-miliar-pasar-banyuwangi-jadi-pusat-belanja-dan-kawasan-heritage</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2024 13:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[belanja]]></category>
		<category><![CDATA[direvitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[miliar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208731</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemerintah pusat berencana akan melakukan revitalisasi Pasar Banyuwangi, menjadi pusat perbelanjaan dan kawasan heritage pada pertengahan tahun 2024 ini. Merespon perencanaan itu, Pemkab Banyuwangi pun segera melakukan relokasi pedagang Pasar Banyuwangi, untuk memperlancar pelaksanaan. Pekerjaan revitalisasi Pasar Banyuwangi sendiri, akan dimulai akhir Mei 2024. Sementara para pedagang, akan mulai direlokasi ke Gedung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemerintah pusat berencana akan melakukan revitalisasi Pasar Banyuwangi, menjadi pusat perbelanjaan dan kawasan heritage pada pertengahan tahun 2024 ini. Merespon perencanaan itu, Pemkab Banyuwangi pun segera melakukan relokasi pedagang Pasar Banyuwangi, untuk memperlancar pelaksanaan.</p>



<p>Pekerjaan revitalisasi Pasar Banyuwangi sendiri, akan dimulai akhir Mei 2024. Sementara para pedagang, akan mulai direlokasi ke Gedung Wanita Paramitha Kencana dan areal sekitarnya, yang lokasinya 200 meter dari Pasar Banyuwangi.</p>



<p>“Proses relokasi akan kita mulai 1 sampai 7 Mei. Pemkab akan menyiapkan armada untuk mobilisasi barang dagangan, termasuk tenaga driver dan BBM. Kendaraan ini akan standby di areal pasar Banyuwangi selama proses relokasi,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi, Mujiono, Kamis (25/04/2024) tadi.</p>



<p>Pasar Banyuwangi, paparnya, akan direvitalisasi menjadi pusat perbelanjaan dan destinasi heritage yang terintegrasi dengan Asrama Inggrisan, eks kantor dagang Inggris. Revitalisasi Pasar Banyuwangi ini, sepenuhnya dibiayai Kementerian PUPR dengan anggaran kurang lebih Rp 200 miliar.</p>



<p>Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, menambahkan sekitar 352 pedagang akan direlokasi. Para pedagang akan ditempatkan sesuai dengan zonasi seperti area pangan basah, pangan kering, siap saji dan non-pangan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Pedagang akan menempati lokasi ini selama proses revitalisasi berlangsung. Diperkirakan pekerjaannya memakan waktu selama satu tahun,” ujar Nanin.</p>



<p>Nanin menjelaskan, berdasar informasi dari Kementerian PUPR, kegiatan revitalisasi pasar Banyuwangi sudah masuk tahap tender. Diperkirakan 20 Mei sudah tanda tangan kontrak.</p>



<p>Nanin menyebut kesiapan areal relokasi saat ini sudah mencapai 90 persen.</p>



<p>“Insyallah sudah siap, tinggal sedikit pembenahan. Musala, toilet, area parkir, hingga instalasi listrik dan air sudah ada. Pedagang tinggal masuk,” ujarnya.</p>



<p>Pasar Banyuwangi didesain memiliki gedung utama yang terdiri dua lantai dengan arsitektur khas Osing, Banyuwangi. Pasar akan dibagi menjadi areal pasar basah, pasar kering, dan area kuliner. Juga dilengkapi dengan gedung parkir.</p>



<p>&#8220;Pemugaran pasar akan dilakukan dengan teliti, mengingat Pasar Banyuwangi ini ada bangunan yang merupakan cagar budaya,&#8221; terang Nanin. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208731</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Beri Kenyamanan Penumpang, Terminal Arjosari Kota Malang Bakal Direvitalisasi</title>
		<link>https://memontum.com/beri-kenyamanan-penumpang-terminal-arjosari-kota-malang-bakal-direvitalisasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Apr 2024 04:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[arjosari,]]></category>
		<category><![CDATA[direvitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[kenyamanan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penumpang]]></category>
		<category><![CDATA[Terminal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208406</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Usai lebaran Idul Fitri 2024 ini, direncanakan Terminal Arjosari, Kota Malang, bakal direvitalisasi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Hal tersebut, dikatakan oleh Kepala Terminal Arjosari Malang, Maria Margareta. Perempuan yang kerap disapa Maria, menyampaikan jika nilai anggaran untuk revitalisasi Terminal Arjosari yaitu sebesar Rp 24 miliar. Sementara sebelumnya, rencana anggaran yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Usai lebaran Idul Fitri 2024 ini, direncanakan Terminal Arjosari, Kota Malang, bakal direvitalisasi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Hal tersebut, dikatakan oleh Kepala Terminal Arjosari Malang, Maria Margareta.</p>



<p>Perempuan yang kerap disapa Maria, menyampaikan jika nilai anggaran untuk revitalisasi Terminal Arjosari yaitu sebesar Rp 24 miliar. Sementara sebelumnya, rencana anggaran yang dibutuhkan dalam Detail Engineering Design (DED) sebesar Rp 56 miliar.</p>



<p>“Insyaallah revitalisasi dilakukan tahun ini. Itu karena, Terminal Arjosari adalah terminal terbesar,” kata Maria, Senin (15/04/2024) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, jika revitalisasi tersebut akan difokuskan pada pembenahan rigid landasan terminal dan perbaikan lantai dua. Direncanakan akan ditambah eskalator, sehingga dapat memudahkan para penumpang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kemungkinan akan merubah konsep. Karena dalam DED (awal, red), itu harusnya kan dirombak total. Tapi karena nilai anggarannya cuma Rp 24 miliar, jadi sementara difokuskan di rigidnya. Kalau ruang tunggu nanti dibikin ber AC dan full kaca,” tambahnya.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya jika dengan dilakukan revitalisasi tersebut, nantinya diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi para penumpang bus. Dalam pelaksanaan revitalisasi akan dilakukan secara bertahap. Sehingga, tidak mengganggu pelayanan yang ada.</p>



<p>“Jadi nanti calon penumpang boleh masuk melalui pintu masuknya bus. Jadi memudahkan mereka yang selama ini mengeluh jalan kakinya terlalu jauh. Setelah direvitalisasi, nanti ada dua jalur di situ, kendaraan pribadi boleh masuk sampai drop off,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208406</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
