<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Dirjen Patdono Suwignjo: Kita Perlu Buat Politeknik Menjadi Pilihan Menarik &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dirjen-patdono-suwignjo-kita-perlu-buat-politeknik-menjadi-pilihan-menarik/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Jul 2021 08:24:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Dirjen Patdono Suwignjo: Kita Perlu Buat Politeknik Menjadi Pilihan Menarik &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Manfaatkan Lahan Kosong, Tanaman Strawberry bisa jadi Pilihan</title>
		<link>https://memontum.com/manfaatkan-lahan-kosong-tanaman-strawberry-bisa-jadi-pilihan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2021 08:23:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Dirjen Patdono Suwignjo: Kita Perlu Buat Politeknik Menjadi Pilihan Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Lahan Kosong]]></category>
		<category><![CDATA[Tanaman Strawberry]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=148317</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Umumnya, masyarakat menanam strawberry di dataran tinggi seperti di pegunungan. Namun, hal itu tidak berlaku bagi warga Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Fathur. Berbekal lahan kosong miliknya, pria ini malah nekad mengembangkan tanaman strawberry di dataran rendah. Berprinsip semua tanaman strawberry akan tumbuh dan berbuah meski tidak maksimal, Fathur yakin dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Umumnya, masyarakat menanam strawberry di dataran tinggi seperti di pegunungan. Namun, hal itu tidak berlaku bagi warga Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Fathur. Berbekal lahan kosong miliknya, pria ini malah nekad mengembangkan tanaman strawberry di dataran rendah.</p>



<p>Berprinsip semua tanaman strawberry akan tumbuh dan berbuah meski tidak maksimal, Fathur yakin dengan kesibukan bercocok tanamnya. Alhasil, meski finalnya tidak selebat dan sebagus jika ditanam di kawasan pegunungan, namun dirinya tetap puas.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-probolinggo-dorong-penerapan-dashboard-monitoring-di-rsud-dr-mohammad-saleh">Wali Kota Probolinggo Dorong Penerapan Dashboard Monitoring di RSUD dr Mohammad Saleh</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jaga-ekosistem-perairan-wali-kota-probolinggo-4-tebar-bibit-ikan-di-ranu-sentong">Jaga Ekosistem Perairan, Wali Kota Probolinggo 4 Tebar Bibit Ikan di Ranu Sentong</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/deteksi-dini-ptm-pemkot-probolinggo-gelar-cek-kesehatan-gratis-bagi-seluruh-asn">Deteksi Dini PTM, Pemkot Probolinggo Gelar Cek Kesehatan Gratis Bagi Seluruh ASN</a></li>
</ul>


<p>“Mulanya saya iseng memanfaatkan lahan kosong dengan menanam beberapa pohon strawberry. Saat itu, ada lima tanaman yang sudah ada di polybag. Karena memang awalnya saya mempunyai hobi bercocok tanam untuk mengisi waktu luang, maka itu saya lakukan,” kata Fathur, Minggu (18/07) tadi.</p>



<p>Dari berkali-kali bertanam strawberry, dirinya mengaku, mendapatkan pengetahuan mengenai cara perawatan tanaman tersebut. Dirinya pun, berhasil mengembangkan strawberry hingga mencapai 500 pohon.</p>



<p>Ditanya soal pangsa pasar, Fathur mengaku, tidak perlu khawatir. Karena, buah strawberry banyak digemari masyarakat. Apalagi, dengan kandungan manfaat yang ada di buah tersebut. Sehingga, dengan didukung media sosial yang bisa dimaksimalkan, maka menjadi salah satu alternatif untuk dijadikan sarana bisnis online bagi usahanya.</p>



<p>&#8220;Tetap optimis walaupun di tengah pandemi Covid-19 hingga saat ini,” terangnya.</p>



<p>Sementara itu, sang istri, Handini, menambahkan dirinya sangat mendukung bisnis suami yang saat ini tengah dikembangkan, meskipun awalnya saya kurang mendukung.</p>



<p>“Dulu itu saya lebih cenderung fokus saja terhadap bisnis jual tanaman seledri dan lainnya di Pasar Minggu di Alun-Alun. Namun, karena suami tetap ngotot, ya akhirnya saya mendukungnya. Apalagi saat ini saya sendiri mengelola kelompok PKK di sini. Mungkin ini bisa menjadi langkah konkret menuju wanita maju,” ucap Handini. <strong>(geo/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">148317</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dirjen Patdono Suwignjo: Kita Perlu Buat Politeknik Menjadi Pilihan Menarik</title>
		<link>https://memontum.com/dirjen-patdono-suwignjo-kita-perlu-buat-politeknik-menjadi-pilihan-menarik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Dec 2018 00:40:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Dirjen Patdono Suwignjo: Kita Perlu Buat Politeknik Menjadi Pilihan Menarik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=70547</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya&#8212;-Pendidikan vokasi merupakan salah satu tulang punggung dalam mencetak sumber daya manusia terampil dan berkualitas yang sangat dibutuhkan dunia industri. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tengah gencar merancang berbagai kebijakan revitalisasi pendidikan vokasi untuk menyelaraskan kurikulum pendidikan vokasi agar sesuai dengan kebutuhan industri dan tantangan Revolusi Industri 4.0. Pendidikan Vokasi diharapkan mampu menghasilkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya&#8212;-</strong>Pendidikan vokasi merupakan salah satu tulang punggung dalam mencetak sumber daya manusia terampil dan berkualitas yang sangat dibutuhkan dunia industri. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tengah gencar merancang berbagai kebijakan revitalisasi pendidikan vokasi untuk menyelaraskan kurikulum pendidikan vokasi agar sesuai dengan kebutuhan industri dan tantangan Revolusi Industri 4.0. Pendidikan Vokasi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki berbagai sertifikat kompetensi.</p>
<p>Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti, Patdono Suwignjo mengatakan bahwa pendidikan vokasi di Indonesia memiliki tiga tantangan yang harus diselesaikan.</p>
<p>Pertama yaitu ‘Mindset’ masyarakat yang belum menempatkan pendidikan vokasi sebagai prioritas utama dalam melanjutkan pendidikan. Kedua yaitu belum optimalnya keterlibatan dunia industri dalam pengembangan pendidikan vokasi. Ketiga, perguruan tinggi swasta belum mau membuat politeknik, sehingga jumlah pendidikan vokasi masih terbatas dan didominasi dari perguruan tinggi negeri.</p>
<p>&#8220;Selama ini para orang tua lebih memilih menyekolahkan anaknya ke universitas dibanding politeknik. Kita perlu menyadarkan masyarakat agar mau sekolah vokasi. Kita perlu buat politeknik menjadi pilihan yang menarik&#8221;, ujar Patdono Suwignjo dalam kegiatan ruang diskusi yang diselenggarakan oleh salah satu media cetak di Surabaha. Diskusi bertajuk &#8220;Menyiapkan Perguruan Tinggi untuk Melihat Tantangan dan Peluang di Era Disruption&#8221; digelar di Longue PT Jawa Pos Koran, Gedung Graha Pena, Surabaya (20/12/2018).</p>
<p>&#8220;Saat ini, politeknik hanya ada 5,4% dari perguruan tinggi di Indonesia. Sementara data BPS menyebutkan bahwa lulusan universitas yang menganggur bertambah 10%, sedangkan lulusan pendidikan vokasi berkurang 30%,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Patdono juga menekankan perlunya mengubah kurikulum pada pendidikan vokasi yang lebih mengacu pada industri. Kurikulum tersebut, menurutnya perlu mengacu pada kurikulum vokasi di Jerman yang mengaplikasikan dual system, yakni 50% pembelajaran di perguruan tinggi dan 50% praktik di industri.</p>
<p>Pendidikan vokasi diyakini dapat meningkatkan daya saing masyarakat Indonesia di dunia kerja. Jika pendidikan di universitas melahirkan akademisi berijazah, maka pendidikan vokasi melahirkan tenaga terampil bersertifikat yang sudah tentu juga memiliki ijazah. Hal inilah yang menjadi nilai tambah yang dibutuhkan oleh industri.</p>
<p>&#8220;Pendidikan vokasi seperti politeknik tidak hanya memberikan ijazah karena ijazah kurang laku untuk digunakan melamar pekerjaan di industri, (sedangkan) yang laku adalah sertifikat kompetensi yang dikeluarkan dari lembaga kredibel,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Pada acara tersebut Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti berdiskusi santai bersama Badri Munir Sukoco Ketua Badan Perencana dan Pengembangan Unair, Djwantoro Hardjito Rektor Universitas Kristen Petra dan Akhyari Hananto Founder GNFI &amp; SEASIA, dengan moderator Suko Widodo dari Universitas Airlangga.</p>
<p>Senada dengan Patdono, Badri Munir Sukoco juga menyampaikan mengenai pentingnya membangun daya saing generasi muda Indonesia. Menurutnya, nilai IPK saja tidak cukup untuk bersaing mendapatkan pekerjaan, melainkan perlu adanya kreativitas untuk menciptakan ekonomi baru.</p>
<p>Rektor Universitas Kristen Petra Djwantoro Hardjito juga menjelaskan siasatnya dalam menyiapkan perguruan tinggi dalam menjalani era disrupsi. Caranya dengan mengembangkan program baru di perguruan tingginya.</p>
<p>&#8220;Sekarang industrinya sudah beda, kita perlu ubah kurikulumnya. Misalkan, dulu pendidikan sastra hanya jadi penikmat sastra saja, sekarang kita dorong sastra untuk meng-create sesuatu sehingga masuk ke industri kreatif&#8221;, terangnya.</p>
<p>Sementara itu, Akhyari Hananto menyampaikan data World Economic Forum bahwa di tahun 2022 akan ada 75 juta pekerjaan yang hilang dan terganti oleh 135 juta pekerjaan baru. Oleh karena itu generasi muda perlu menyiapkan diri dengan era disruptif ini.</p>
<p>&#8220;Selalu ada tantangan dan ada pula kesempatan (opportunity), yang juga kita harus manfaatkan&#8221;, pungkasnya. (ano/yan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">70547</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
