<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Disbudpar Jatim &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/disbudpar-jatim/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Sep 2021 15:53:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Disbudpar Jatim &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Masuk Peringkat Enam Besar, Disbudpar Jatim Tinjau Wisata Kampung Blekok Situbondo</title>
		<link>https://memontum.com/masuk-peringkat-enam-besar-disbudpar-jatim-tinjau-wisata-kampung-blekok-situbondo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2021 15:53:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Disbudpar Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Blekok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=152661</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Masyarakat Situbondo patut berbangga memiliki Ekowisata Kampung Blekok. Pasalnya Kampung Blekok masuk nominasi 50 besar tingkat Nasional dari 1.800 kota/Kabupaten se Indonesia dan Kampung Blekok masuk 6 desa wisata di Jawa Timur Adapun enam&#160;desa wisata&#160;di&#160;Jatim&#160;yang terpilih tersebut di antaranya&#160;Desa Wisata&#160;Kampung Blekok Kabupaten Situbondo,&#160;Desa Wisata&#160;Sanankerto Kabupaten Malang,&#160;Desa Wisata&#160;Kampung Majapahit Bejijong, Kabupaten Mojokerto,&#160;Desa Wisata&#160;Tamansari, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Masyarakat Situbondo patut berbangga memiliki Ekowisata Kampung Blekok. Pasalnya Kampung Blekok masuk nominasi 50 besar tingkat Nasional dari 1.800 kota/Kabupaten se Indonesia dan Kampung Blekok masuk 6 desa wisata di Jawa Timur</p>



<p>Adapun enam&nbsp;desa wisata&nbsp;di&nbsp;Jatim&nbsp;yang terpilih tersebut di antaranya&nbsp;Desa Wisata&nbsp;Kampung Blekok Kabupaten Situbondo,&nbsp;Desa Wisata&nbsp;Sanankerto Kabupaten Malang,&nbsp;Desa Wisata&nbsp;Kampung Majapahit Bejijong, Kabupaten Mojokerto,&nbsp;Desa Wisata&nbsp;Tamansari, Banyuwangi,&nbsp;Desa Wisata&nbsp;Ranupani Lumajang, dan&nbsp;Desa Wisata&nbsp;Serang, Kabupaten Blitar.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dprd-situbondo-ikuti-gelaran-bimtek-penguatan-perda-dan-reformasi-birokrasi-di-surabaya">DPRD Situbondo Ikuti Gelaran Bimtek Penguatan Perda dan Reformasi Birokrasi di Surabaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dprd-situbondo-rapat-paripurna-penandatanganan-berita-acara-persetujuan-empat-raperda">DPRD Situbondo Rapat Paripurna Penandatanganan Berita Acara Persetujuan Empat Raperda</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
</ul>


<p>Sehingga Desa Wisata Kampung Blekok dapat perhatian khusus oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur (Jatim), bersama Dinas Pariwisata Situbondo mengunjungi Wisata Kampung Blekok di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Sabtu (04/09).</p>



<p>Dalam kunjungannya hari ini Kadis Disbudpar Jatim, Sinarto S Kar MM,&nbsp; dalam rangka meninjau kesiapan wisata Blekok untuk mengikuti penilaian menuju Anugerah Desa Wisata 2021</p>



<p>Meski saat ini badai Pandemi belum sepenuhnya berlalu, Kadis Disbudpar menyebut bahwa wisata di berbagai desa sudah menggeliat kembali.</p>



<p>Seiring Penanganan Covid yang lebih baik, Kasus positif Covid-19 juga menurun. Dengan kondisi yang sudah baik, maka ke depan jika kondisi pandemi Covid-19 di Kabupaten Situbondo sudah pulih, maka penanganan wisata perlu di tingkatkan juga agar perekonomian kembali pulih. “Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, sektor pariwisata berarti mulai bergerak dan desa wisata menjadi salah satu simbol kebangkitan itu,” ujar Sinarto.</p>



<p>Lebih lanjut Sinarto menambahkan kunjungan ke desa wisata Kampung Blekok ini guna memastikan persiapan kunjungan Menparekraf Sandiaga Uno ke desa wisata Kampung Blekok.</p>



<p>Di tempat yang sama Kadis Budpar Situbondo, Dra Tutik Margiyanti STMSi, menuturkan wisata Kampung Blekok ini masuk peringkat 6 besar tempat wisata di Jawa Timur. “Jadi Wisata Kampung Blekok ini akan mengikuti penilaian selanjutnya dan berhasil masuk dalam 50 besar tingkat nasional,” kata Tutik.</p>



<p>Tak hanya itu yang disampaikan Tutik Margianti, Ia menambahkan kita patut berbangga Kampung Blekok masuk 6 besar desa wisata se Jawa Timur, oleh karenanya Disbudpar Situbondo mempersiapkan segala hal dalam menyambut Kunjungan Menparekraf RI bersama dewan juri yang akan menilai desa wisata Kampung Blekok. Kunjungan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Jatim di sambut tari Blekok dari sanggar Kembang Mulja dari Desa Bugeman, Kecamatan Kendit. <strong>(her/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">152661</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Resep Disbudpar Jatim Dongkrak Wisata Jatim</title>
		<link>https://memontum.com/resep-disbudpar-jatim-dongkrak-wisata-jatim</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2020 14:34:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Disbudpar Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[video klip]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=119576</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Kasi Usaha Jasa Pariwisata Disbudpar Jatim, Luky Nuraini Rosyidah mengatakan kunci memajukan wisata bisa dijalankan dengan 3 point&#8217; meliputi edukasi, promosi dan fasilitasi. &#8220;Pada akhirnya memang perlu campur tangan dari pemerintah untuk pengembangan sektor pariwisata. Baik pusat ataupun daerah. Yaitu 3 Point berupa edukasi, promosi dan fasilitasi,&#8221; jelas Luky. Sekilas informasi Disbudpar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Kasi Usaha Jasa Pariwisata Disbudpar Jatim, Luky Nuraini Rosyidah mengatakan kunci memajukan wisata bisa dijalankan dengan 3 point&#8217; meliputi edukasi, promosi dan fasilitasi.</p>
<p>&#8220;Pada akhirnya memang perlu campur tangan dari pemerintah untuk pengembangan sektor pariwisata. Baik pusat ataupun daerah. Yaitu 3 Point berupa edukasi, promosi dan fasilitasi,&#8221; jelas Luky.</p>
<p>Sekilas informasi Disbudpar Jatim menjalankan pembuatan klip video new normal pariwisata di Banyu Anjlok Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang beberapa waktu lalu.</p>
<p>Dalam kunjungan dan pelaksanaan pembuatan klip new normal pariwisata di Banyu Anjlok, Luky memberikan sejumlah catatan penting. Diantaranya adalah saat weekend, destinasi wisata instagrammable tersebut dikunjungi sekitar 2000 wisnus (wisatawan Nusantara) dan 30 wisatawan mancanegara.</p>
<p>&#8220;Sayangnya ada kekurangan yaitu untuk sarpras. Akses jalan kurang. Sarana prasarana seperti toilet, tempat sampah, papan penunjuk jalan dan promosi wisata,&#8221; tegas Luky.</p>
<p>Untuk weekday dikunjungi rata-rata 100 wisnus dan 50 wisman. Fasilitas yang disediakan ada sebanyak 21 homestay dan 31 perahu wisata/ nelayan.</p>
<p>&#8220;Dari laporan diketahui jika untuk high season adalah Bulan Januari sampai saat Idul fitri. Pemberian nama pantai<br />
Bowele adalah gabungan pantai : bolu-bolu, wedi awu dan Lenggoksono,&#8221; imbuh Luky.</p>
<p>Luky menjelaskan, jika saat ini wisata di pantai bowele butuh promosi lebih intensif dan masif.</p>
<p>&#8220;Untuk saat ini saja sudah sebegitu banyak menyedot wisnus dan wisman. Apalagi dibarengi dengan promosi yang tepat dan mengena,&#8221; urai Luky.</p>
<p>Dikatakannya, sewaktu ngobrol dengan Pokdarwis dan beberapa warga sebenarnya sudah ada beberapa turis yang datang menikmati keindahan pantai.</p>
<p>&#8220;Jika promosi wisata di daerah sana lebih ditingkatkan lagi, tentu akan menjadi magnet yang luar biasa, bisa menjadi salah satu sumber PAD yang besar, &#8221; ujar Luky.</p>
<p>Secara khusus ia berterima kasih terhadap kerjasama dan kehangatan warga setempat.</p>
<p>&#8220;Teman-teman perangkat di daerah, Pokdarwis dan warga sangat welcome terhadap Kami. Jadi benar-benar sangat terbantu dalam proses pengambilan video klip,&#8221; lanjut Luky.</p>
<p>Ia menjelaskan modal sosial dan SDM setempat sangat kondusif untuk pengembangan pariwisata.</p>
<p>&#8221; Masyarakatnya ramah dan sangat bersahabat. Saya yakin pengunjung akan nyaman dan betah dengan destinasi wisata yang apik juga budaya masyarakatnya yang santun dan beretika. Luar biasa kemarin ada salah satu warga juga bercerita tentang budaya semacam memberikan sesaji untuk di lautan,&#8221; ungkap Luky.<strong> (yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">119576</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disbudpar Jatim Shooting Klip Wisata di Banyu Anjlok</title>
		<link>https://memontum.com/disbudpar-jatim-shooting-klip-wisata-di-banyu-anjlok</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2020 14:30:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Banyu Anjlok]]></category>
		<category><![CDATA[Disbudpar Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[video klip]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/119574-disbudpar-jatim-shooting-klip-wisata-di-banyu-anjlok</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Adanya pembuatan klip wisata oleh Disbudpar Jatim di Banyu Anjlok Tirtoyudo diapresiasi oleh Ketua Pokdarwis Desa Purwodadi Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang Mukhlis. Ketua Pokdarwis Desa Purwodadi Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang Mukhlis berharap industri pariwisata bisa maju meski masih mengalami pandemi seperti saat ini. &#8220;Alhamdulillah, Kami gembira tempat Kami jadi lokasi pembuatan klip [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Adanya pembuatan klip wisata oleh Disbudpar Jatim di Banyu Anjlok Tirtoyudo diapresiasi oleh Ketua Pokdarwis Desa Purwodadi Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang Mukhlis. Ketua Pokdarwis Desa Purwodadi Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang Mukhlis berharap industri pariwisata bisa maju meski masih mengalami pandemi seperti saat ini.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, Kami gembira tempat Kami jadi lokasi pembuatan klip wisata oleh Disbudpar Jatim Kami mengapresiasi dan bangga,&#8221; tutur Mukhlis, Kamis (16/7/2020).</p>
<p>Pria yang sehari-harinya harus berjibaku mengajar siswanya di pelosok tersebut menceritakan beberapa hari lalu Pokdarwis Desa Purwodadi turut mendampingi proses pembuatan video klip wisata new normal oleh Disbudpar Provinsi Jawa Timur.</p>
<p>Mukhlis menuturkan pembuatan video klip new normal wisata Banyuanjlok yang dilakukan oleh Disbudpar Provinsi Jatim melibatkan Talent Roro Gloria yang juga Raki Jatim 2019 dan Roro Calvina.</p>
<p>Acara dimulai dengan pengambilan gambar di pantai Lenggoksono, talent menaiki perahu.</p>
<p>Saat pengambilan gambar dan scene ini, tetap dilakukan dengan mentaati protokol kesehatan.</p>
<p>Termasuk juga adanya pengambilan adegan kedatangan wisatawan berkunjung ke Banyuanjlok menaiki ojek, maka tukang ojek juga menjalankan standar protokol kesehatan anti Covid&#8211;19.</p>
<p>&#8220;Saya senang dan bersemangat. Selain mengutamakan sisi artistik dan seni, selama proses pembuatan video yang kami dampingi, menerapkan aturan protokol kesehatan. Semoga Corona cepat pergi dan industri pariwisata marak kembali,&#8221; pungkas Mukhlis.<strong> (yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">119574</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disbudpar Jatim Usut Hilangnya Batu Nisan Minak Sopal di Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/disbudpar-jatim-usut-hilangnya-batu-nisan-minak-sopal-di-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Feb 2019 13:22:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Disbudpar Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Minak Sopal]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/77331-disbudpar-jatim-usut-hilangnya-batu-nisan-minak-sopal-di-trenggalek</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Menghilangnya 2 batu nisan milik Ki Ageng Minak Sopal dan ibunya beberapa waktu lalu, mendapat tindak lanjut dari tim Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur. Seperti yang diketahui, Ki Ageng Minak Sopal merupakan salah satu leluhur yang memiliki peran penting dalam sektor pertanian di Kota Keripik Tempe. Kepala Bidang Kebudayaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Menghilangnya 2 batu nisan milik Ki Ageng Minak Sopal dan ibunya beberapa waktu lalu, mendapat tindak lanjut dari tim Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur. Seperti yang diketahui, Ki Ageng Minak Sopal merupakan salah satu leluhur yang memiliki peran penting dalam sektor pertanian di Kota Keripik Tempe.</p>
<p>Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek, Surjono mengatakan setelah pihaknya melaporkan terkait hilangnya salah satu cagar budaya tersebut ke Provinsi, hal tersebut sudah mendapatkan respon untuk selanjutnya dilakukan penelitian.</p>
<p>“Hal ini sudah mendapat respon dari pihak Provinsi. Tinggal selanjutnya akan menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian sektor Trenggalek,&#8221; ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (7/2/2019).</p>
<p>Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Cagar Budaya Dan Sejarah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, Endang Prasanti menjelaskan, bahwa pihaknya telah menerima laporan dari Disparbud Kabupaten Trenggalek terkait laporan hilangnya pohon jenar dan maesan makam Ki Ageng Minak Sopal.</p>
<p><strong>Baca : </strong><a href="https://memontum.com/76052-disparbud-trenggalek-kumpulkan-bukti-hilangnya-batu-nisan-minak-sopal" rel="noopener" target="_blank">Disparbud Trenggalek Kumpulkan Bukti Hilangnya Batu Nisan Minak Sopal</a></p>
<p>“Setelah mendapatkan perintah dari Kepala Dinas Provinsi, maka kami bersama tim melakukan koordinasi dengan Disparbud Kabupaten Trenggalek dan melihat di lokasi secara langsung. Dan ternyata hal tersebut memang benar adanya, 2 maesan (batu nisan) milik Ki Ageng Minak Sopal dan makam ibunya yang berada disebelahnya hilang di bagian kakinya, &#8221; imbuhnya.</p>
<p>Dikatakannya, saat ini pihak kepolisian telah menindaklanjuti laporan tersebut. Namun yang menjadi poin sebenarnya bukan hanya tentang pencurian saja, tapi juga harus adanya pemahaman masyarakat untuk menjaga peninggalan bersejarah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">77331</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
