<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Disdik Sumenep &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/disdik-sumenep/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Jun 2021 15:08:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Disdik Sumenep &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Guru ASN Kepulauan Sering &#8216;Bolos&#8217; Disdik Sumenep Lalai Lakukan Pengawasan</title>
		<link>https://memontum.com/guru-asn-kepulauan-sering-bolos-disdik-sumenep-lalai-lakukan-pengawasan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2021 15:08:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Disdik Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Guru ASN]]></category>
		<category><![CDATA[pengawasan]]></category>
		<category><![CDATA[warga kepulauan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=146174</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Geger, Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep di kepung oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Peduli Masyarakat Sumenep (GPMS). Aksi tersebut dilakukan karena Disdik Sumenep dinilai kurang maksimal dalam melakukan evaluasi terkait tenaga pengajar atau Guru Aperatur Sipil Negara (ASN) di wilayah kepulauan. Koordinator Lapangan (Korlap) Andi Holis, mengatakan guru ASN di Kepulauan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sumenep</strong> &#8211; Geger, Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep di kepung oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Peduli Masyarakat Sumenep (GPMS). Aksi tersebut dilakukan karena Disdik Sumenep dinilai kurang maksimal dalam melakukan evaluasi terkait tenaga pengajar atau Guru Aperatur Sipil Negara (ASN) di wilayah kepulauan.</p>



<p>Koordinator Lapangan (Korlap) Andi Holis, mengatakan guru ASN di Kepulauan belum maksimal melakukan tugasnya sebagai tenaga pendidik. Pasalnya, ASN tersebut tidak menetap seutuhnya atau sering bolos.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/puluhan-pelukis-nusantara-meriahkan-festival-seni-lukis-madura">Puluhan Pelukis Nusantara Meriahkan Festival Seni Lukis Madura</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-sumenep-kemas-pameran-pembangunan-dalam-madura-night-vaganza">Pemkab Sumenep Kemas Pameran Pembangunan Dalam Madura Night Vaganza</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/gunakan-energi-bersih-rec-pemkab-sumenep-nota-kesepahaman-dengan-pln">Gunakan Energi Bersih REC, Pemkab Sumenep Nota Kesepahaman dengan PLN</a></li>
</ul>


<p>“Ketika kami monitoring ke salah satu lembaga pendidikan di Kecamatan Raas, kami menemukan guru yang ditugaskan jarang masuk kelas. Artinya monitoring Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)&nbsp; di sekolah oleh Dinas Pendidikam Kabupaten Sumenep itu tidak serius,” katanya kepada sejumlah media, Kamis (24/06).</p>



<p>Bahkan, kata Holis, guru ASN tersebut sering bolak-balik ke daratan, pulang ke rumahnya. Alasannya karena jaringan dan lingkungan tidak sama dengan daerah daratan lantaran kebutuhan mudah didapatkan.</p>



<p>Hal tersebut, lanjut Holis, dinilai tidak ada tindakan secara khusus dari instansi terkait yakni Disdik Sumenep. &#8220;Hal ini tidak ada tindakan khusus dari Kepala Dinas (Kadis) Disdik Sumenep. Sehingga kemudian keluh kesah ini perlu disampaikan ke publik, bahwa Disdik perlu mengkontrol pendidikan yang ada di Kabupaten Sumenep,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Kepala Dinas Pendidikan, Moh Iksan, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan tindakan tegas kepada guru yang tidak melaksanakan tugas dengan baik. “Kami akan menerapkanPeraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin pegawai,” katanya saat dikonfirmasi di kantornya. Meski demikian, lanjut iksan, pihaknya tetap memaklumi hal tersebut. Sebab di masa pandemi sekolah melaksanakan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). “Ya kita harus maklum. Saya sebagai pimpinan juga harus maklum. Ini pandemi. Selain itu, kita ketahui bersama bagaimana susahnya sinyal di kepulauan,” ujar Moh Iksan. <strong>(dan/edo/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146174</post-id>	</item>
		<item>
		<title>KBM Jarak Jauh Kurang Efektif</title>
		<link>https://memontum.com/kbm-jarak-jauh-kurang-efektif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2020 15:16:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Disdik Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran daring]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=120651</guid>

					<description><![CDATA[Penilaian Disdik Sumenep Memontum, Sumenep &#8211; Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) jarak jauh di Kabupaten Sumenep dinilai kurang efektif. Menurutnya, selama perjalanan proses belajar mengajar di masa pandemi covid 19 ini, membuat sejumlah murid banyak tidak memahami tentang materi yang disampaikan oleh gurunya. Sebab, pada masa pandemi covid-19 ini, proses belajar mengajar dilakukan dengan cara online, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Penilaian Disdik Sumenep</h2>
<p><strong>Memontum, Sumenep </strong>&#8211; Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) jarak jauh di Kabupaten Sumenep dinilai kurang efektif. Menurutnya, selama perjalanan proses belajar mengajar di masa pandemi covid 19 ini, membuat sejumlah murid banyak tidak memahami tentang materi yang disampaikan oleh gurunya.</p>
<p>Sebab, pada masa pandemi covid-19 ini, proses belajar mengajar dilakukan dengan cara online, Senin 03/08/2020. Kepala Dinas Pendidikan, Kabupaten Sumenep Carto menambahkan, alasan menilai proses belajar mengajar tidak efektif itu yakni tidak semua murid punya HP android.</p>
<p>Lalu dalam pelaksanaan proses belajar mengajar secara online ini masih banyak siswa yang bergantung kepada orang tuanya. Seperti halnya anak yang masih di bawah naungan pendidikan TK.</p>
<p>“Sekarang ada TK, itu pasti bergantung ke orang tuanya. Bukan hanya itu, Sekolah Dasar (SD) saja juga masih banyak yang bergantung ke orang tuanya mas. Iya kalau orang tuanya ngerti tentang materinya, terkadang banyak orang tua yang tidak mengerti dengan materi yang disampaikan gurunya lewat online itu,” ujarnya</p>
<p>Carto mengatakan diberlakukannya proses belajar mengajar online lantaran adanya regulasi dari pusat. Demi menjaga kesehatan dan ancaman dari virus Covid-19. “Ini sudah aturan dari pusat mas, jadi kami harus mengikutinya,” jelasnya</p>
<p>Dipandang dari sisi lain, banyak wali murid yang mengeluh atas adanya pelaksanaan belajar mengajar secara online. Sebab, dengan adanya pelaksanaan belajar mengajar secara online ini menyebabkan minimnya moralitas. Demikian kata Tohari yang berdomisili Lenteng ini.</p>
<p>“Saya rasa anak saya belakangan ini tidak terdidik mas, buktinya. Belajar saja masih lewat online. Terus kalau ada apa-apa tentang minimnya moralitas anak saya bagamana ? Apakah google bisa tanggung jawab?” Jelasnya dengan nada becanda. <strong>(dan/edo/man)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">120651</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
