<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>diserang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/diserang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Oct 2025 00:15:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>diserang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Diserang Cuaca Ekstrem, Pohon Beringin Tumbang Timpa Truk di Ngajum</title>
		<link>https://memontum.com/diserang-cuaca-ekstrem-pohon-beringin-tumbang-timpa-truk-di-ngajum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[beringin]]></category>
		<category><![CDATA[diserang]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Ngajum]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226972</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang, sebabkan satu Pohon Beringin tumbang di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Selasa, (21/10/2025) tadi. Adalah pohon berdiameter 1 meter dan tinggi 25 meter, yang mengalami tumbang di depan Kompleks Punden Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum. Akibat musibah itu, satu unit truk milik Hermanto, warga Dusun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang, sebabkan satu Pohon Beringin tumbang di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Selasa, (21/10/2025) tadi. Adalah pohon berdiameter 1 meter dan tinggi 25 meter, yang mengalami tumbang di depan Kompleks Punden Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum.</p>



<p>Akibat musibah itu, satu unit truk milik Hermanto, warga Dusun Krajan RT 8 RW 1, Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, yang saat itu sedang terparkir di lokasi, menjadi korban musibah itu. Beruntung, sang pemilik yang sedang beristirahat di dalam truk, tidak mengalami luka serius.</p>



<p>Kejadian itu, selain merusak truk, juga merusak sarana lain. Seperti, rusaknya instalasi kabel milik PLN dan PT Telkom.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Informasi kejadian itu, diterima oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Malang, sekitar pukul 16.10 WIB. Menindaklanjuti laporan, Pusdalops PB segera berkoordinasi dengan pihak terkait dan TRC PB melakukan assessment serta penanganan di lapangan. Proses pemotongan dan pembersihan material pohon tumbang telah dilakukan, dan penanganan dinyatakan selesai.</p>



<p>&#8220;Kami langsung bergerak cepat begitu menerima laporan. Tim kami bersama unsur terkait melakukan pemotongan pohon dan pembersihan material di lokasi kejadian. Saat ini kami juga terus memantau kondisi cuaca agar bisa mengambil langkah antisipatif jika terjadi kejadian serupa,&#8221; kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan.</p>



<p>Tidak ada korban jiwa maupun kebutuhan mendesak, dalam kejadian itu. Namun, BPBD Kabupaten Malang mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika cuaca menunjukkan potensi hujan lebat disertai angin kencang. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226972</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diserang Kabar Miring, Dukungan Masyarakat untuk Abah Anton Makin Menguat</title>
		<link>https://memontum.com/diserang-kabar-miring-dukungan-masyarakat-untuk-abah-anton-makin-menguat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Oct 2024 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[diserang]]></category>
		<category><![CDATA[Dukungan]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[menguat]]></category>
		<category><![CDATA[miring,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215606</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Diserang kabar miring, nyatanya dukungan pemenangan untuk Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Malang dan Wakil Wali Kota Malang, nomor urut 3, Abah Anton-Dimyati Ayatullah, semakin solid. Hal ini terlihat, saat Abah Anton, berkunjung ke Pasar Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Sabtu (19/10/2024) tadi. Salah satu pedagang yang juga warga Mergosono, Aisyah, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Diserang kabar miring, nyatanya dukungan pemenangan untuk Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Malang dan Wakil Wali Kota Malang, nomor urut 3, Abah Anton-Dimyati Ayatullah, semakin solid. Hal ini terlihat, saat Abah Anton, berkunjung ke Pasar Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Sabtu (19/10/2024) tadi.</p>



<p>Salah satu pedagang yang juga warga Mergosono, Aisyah, menyampaikan bahwa tidak percaya dengan isu yang beredar tentang Abah Anton. Dirinya yakin sepenuhnya kepada Abah Anton, bahwa orangnya amanah.</p>



<p>&#8220;Informasi yang saya dengar hanyalah fitnah. Saya yakin Abah Anton bukan orang seperti itu. Kami semua di sini tahu, bahwa Abah adalah orang baik,&#8221; kata Aisyah.</p>



<p>Hal senada juga dikatakan pedagang lainnya, Umrotussolichah. Menurutnya, di antara tiga Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, yang ada, Abah Anton tetap yang terbaik. Dirinya menilai bahwa isu yang menimpa Abah Anton hanyalah bagian dari permainan politik yang tidak akan mempengaruhi pilihan masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saya tidak percaya fitnah tersebut dan itu murni politik. Bagi kami dan warga lainnya, hanya Abah Anton yang kami percaya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Apalagi, menurutnya Abah Anton selalu peduli dengan rakyat kecil dan itu justru semakin menimbulkan banyak difitnah. Namun, cinta masyarakat kepada Abah Anton semakin kuat.</p>



<p>&#8220;Apapun yang orang katakan, tidak akan mengubah pilihan kami. Kami yakin Abah Anton tidak seperti yang difitnahkan,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Sementara, pedagang lainnya, Wiji, juga turut menyuarakan hal yang sama. Menurutnya, tuduhan yang dilayangkan kepada Abah Anton sama sekali tidak terbukti dan justru semakin memperkuat keputusannya untuk mendukung Paslon Nomor Urut 3 ini. “Saya dan keluarga justru semakin mantap memilih Abah Anton,&#8221; katanya.</p>



<p>Dengan dukungan yang diberikan oleh masyarakat tersebut, diharapkan nantinya dapat semakin memperkuat posisi Abah Anton sebagai sosok yang membawa perubahan, khususnya bagi warga Kota Malang. &#8220;Terutama nantinya dapat memperjuangkan pembangunan infrastruktur serta kesejahteraan rakyat jika terpilih kembali,&#8221; imbuh Wiji. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215606</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Desa Rawan Probolinggo &#8216;Diserang&#8217; Dedaunan Pohon Bambu yang Terbakar</title>
		<link>https://memontum.com/warga-desa-rawan-probolinggo-diserang-dedaunan-pohon-bambu-yang-terbakar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Sep 2023 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[dedaunan]]></category>
		<category><![CDATA[diserang]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Terbakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197577</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Pohon bambu di Desa Rawan, Kecamatan Krejengan, ludes terbakar, Selasa (05/09/2023) tadi. Akibat kebakaran itu, sejumlah daun pohon bambu yang terbakar tersebut beterbangan ke udara hingga ke pemukiman warga setempat. Informasi Memontum.com, kejadian tersebut sekitar pukul 11.00. Lokasi pohon bambu yang tersebut berada jauh dari pemukiman warga. Hanya saja akibat dedaunan yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Pohon bambu di Desa Rawan, Kecamatan Krejengan, ludes terbakar, Selasa (05/09/2023) tadi. Akibat kebakaran itu, sejumlah daun pohon bambu yang terbakar tersebut beterbangan ke udara hingga ke pemukiman warga setempat.</p>



<p>Informasi Memontum.com, kejadian tersebut sekitar pukul 11.00. Lokasi pohon bambu yang tersebut berada jauh dari pemukiman warga. Hanya saja akibat dedaunan yang terbakar beterbangan, membuat beberapa pemukiman menjadi sasaran daun yang terbakar tersebut.</p>



<p>Humas Damkar Kabupaten Probolinggo, Sholehuddin, mengatakan bahwa pihaknya sedikit mengalami kesulitan melakukan pemadaman, dikarenakan saat menuju lokasi, mobil Damkar sempat terperosok ke dalam lubang. Sehingga, pihaknya baru bisa mencapai lokasi dan mealakukan pemadaman, sekitar pukul 13.00.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Tadi waktu menuju ke lokasi, ban mobil Damkar kami terperosok, makanya sekitar pukul 13.00, api baru bisa dipadamkan,&#8221; terangnya.</p>



<p>Lebih lanjut Solehuddin mengatakan, pihaknya menduga kebakaran tersebut terjadi akibat buntung rokok yang dibuang warga setempat ke rumpun pohon bambu tersebut. &#8220;Dugaan sementara, puntung rokok yang dibuang tepat pada ranting pohon bambu yang kering, sehingga muncul percikan api dan terjadi kebakaran,&#8221; katanya.</p>



<p>Beruntungnya, kebakaran itu tidak sampai meluas. Sebaliknya, hanya tanaman milik warga setempat yang berdekatan dengan pohon bambu yang ikut terbakar.</p>



<p>&#8220;Tadi warga juga gotong royong dengan menggunakan mesin pompa air untuk memadamkan. Karena ada beberapa pohon pisang di halaman warga yang ikut terbakar. Beruntungnya tidak sampai merembet ke rumah-rumah,&#8221; tambahnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197577</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Puncak Musim Panas di Mekah, 204 Jamaah Haji Kota Batu Diserang Batuk Pilek</title>
		<link>https://memontum.com/puncak-musim-panas-di-mekah-204-jamaah-haji-kota-batu-diserang-batuk-pilek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jun 2023 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[batuk]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[diserang]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[mekah,]]></category>
		<category><![CDATA[musim]]></category>
		<category><![CDATA[panas]]></category>
		<category><![CDATA[pilek]]></category>
		<category><![CDATA[puncak]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191428</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Sebanyak 204 jamaah haji kloter 51 asal Kota Batu, yang melaksanakan ibadah di Tanah Suci, saat ini rata-rata diserang batuk dan pilek. Dimungkinkan, sakit tersebut akibat pengaruh cuaca terik di Mekah, yang mencapai sekitar 41 hingga 45 derajat celsius. Dokter Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), Emi Ross, saat dihubungi menjelaskan semua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Sebanyak 204 jamaah haji kloter 51 asal Kota Batu, yang melaksanakan ibadah di Tanah Suci, saat ini rata-rata diserang batuk dan pilek. Dimungkinkan, sakit tersebut akibat pengaruh cuaca terik di Mekah, yang mencapai sekitar 41 hingga 45 derajat celsius.</p>



<p>Dokter Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), Emi Ross, saat dihubungi menjelaskan semua jamaah menginap di satu hotel yaitu Hotel Manar Al Taqwa Sektor 6 Rawdah nomor 604. Dan, sebenarnya secara fisik semua jamaah haji kloter 51 asal Kota Batu kondisinya sehat.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, semua jamaah sehat. Tetapi, di sini rata-rata diserang sakit batuk dan pilek. Dan, tidak sampai rawat inap di RS Saudi,&#8221; terangnya via ponsel, Selasa (20/06/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sedangkan, menurut Emi, saat ini kondisi cuaca di Mekah terik. Dimana, suhu panasnya mencapai sekitar 41-45 derajat celsius. Artinya, kondisi cuaca tersebut merupakan puncak musim panas.</p>



<p>&#8220;Dimungkinkan, serangan batuk pilek ini pengaruh cuaca. Di sisi lain, para jamaah juga jarang yang mau memakai masker,&#8221; ujar salah satu dokter di Puskesmas Batu ini.</p>



<p>Diketahui, 204 jamaah haji yang merupakan kloter 51 tersebut diberangkatkan menuju tanah suci pada hari, Senin (12/06/2023) yang lalu dari halaman masjid Sultan Agung, Kota Batu. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191428</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
