<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Diskomindag Trenggalek &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/diskomindag-trenggalek/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Aug 2020 08:54:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Diskomindag Trenggalek &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Komisi 2 DPRD Trenggalek Tambah Nilai Pagu Bagi Usaha Mikro</title>
		<link>https://memontum.com/komisi-2-dprd-trenggalek-tambah-nilai-pagu-bagi-usaha-mikro</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2020 08:54:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Diskomindag Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/120773-komisi-2-dprd-trenggalek-tambah-nilai-pagu-bagi-usaha-mikro</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Komisi 2 DPRD Kabupaten Trenggalek menggelar rapat kerja bersama Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) dan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomindag) Kabupaten Trenggalek. Bertempat di ruang Banmus lantai 2 kantor DPRD Trenggalek, rapat tersebut membahas soal penanganan Covid-19 utamanya pemberian bantuan sosial bagi masyarakat terdampak pandemi. Ketua Komisi 2 DPRD Trenggalek, Pranoto [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek </strong>&#8211; Komisi 2 DPRD Kabupaten Trenggalek menggelar rapat kerja bersama Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) dan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomindag) Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>Bertempat di ruang Banmus lantai 2 kantor DPRD Trenggalek, rapat tersebut membahas soal penanganan Covid-19 utamanya pemberian bantuan sosial bagi masyarakat terdampak pandemi.</p>
<p>Ketua Komisi 2 DPRD Trenggalek, Pranoto mengatakan, rapat dengan agenda pembahasan tindaklanjut dana Belanja Tak Terduga (BTT) penanganan Covid-19. Jika dilihat sebelumnya dari anggaran Rp 6 miliar diimplementasi kepada setiap orang Rp 500ribu dengan jumlah sasaran 12ribu. Namun sampai hari ini jumlah tersebut melebihi dari yang dianggarkan yakni mencapai 13.886.</p>
<p>&#8220;Sehingga potensi yang dimungkinkan adalah penambahan. Karena sampai batas waktu 15 Agustus besok masih ada 10 hari dari sekarang. Dan kemungkinan masih banyak Usaha Mikro (UM) belum diusulkan oleh desa masing-masing,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Adanya penambahan jumlah UM ini tentunya akan menambah pagu anggaran Rp 6 miliar menjadi Rp 8 miliar. Atau bisa juga penerima bantuan nilainya dikurangi dari Rp 500ribu menjadi Rp 400ribu.</p>
<p>Mengingat total anggaran Penanganan Covid-19 di Kabupaten Trenggalek ini Rp 96 miliar, dan itu harus dibagi dengan pos &#8211; pos yang lain makanya untuk bantuan kepada UM ini akan bergeser ke Rp 8 miliar.</p>
<p>&#8220;Kalau melihat sasaran atau yang menerima anggaran itu, nilai Rp 400ribu sudah sangat bermanfaat. Karena UM ini tergolong pedagang kecil seperti halnya pedagang es cendol, pentol, cenil dan lain sebagainya,&#8221; jelas Pranoto.</p>
<p>Dengan nilai bantuan yang diberikan ini tentunya bisa menjadi stimulus permodalan para pengusaha mikro di Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>&#8220;Kira-kira penyaluran bantuan ini akan diluncurkan pada tanggal 25-30 Agustus. Karena pembatasan pengajuan jumlah penerima manfaat ditutup pada 15 Agustus besok untuk proses verifikasinya,&#8221; pungkasnya.<strong> (mil/syn)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">120773</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelar Raker, Komisi II DPRD Trenggalek Panggil Dispertan dan Diskomindag</title>
		<link>https://memontum.com/gelar-raker-komisi-ii-dprd-trenggalek-panggil-dispertan-dan-diskomindag</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2020 10:07:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Diskomindag Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Dispertapan Kabupaten Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[raker]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/120343-gelar-raker-komisi-ii-dprd-trenggalek-panggil-dispertan-dan-diskomindag</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Panggil Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan), Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Komindag), Komisi II DPRD Trenggalek menggelar rapat kerja. Bertempat diruang Banmus kantor DPRD Trenggalek, rapat kerja kali ini membahas soal pemanfaatan belanja tidak terduga serta pengelolaan pasar daerah. Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Pranoto mengungkapkan untuk penanganan Virus Corona [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek </strong>&#8211; Panggil Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan), Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Komindag), Komisi II DPRD Trenggalek menggelar rapat kerja. Bertempat diruang Banmus kantor DPRD Trenggalek, rapat kerja kali ini membahas soal pemanfaatan belanja tidak terduga serta pengelolaan pasar daerah.</p>
<p>Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Pranoto mengungkapkan untuk penanganan Virus Corona atau Covid-19 di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan ada penambahan anggaran sekitar Rp 1,3 miliar.</p>
<p>&#8220;Dari 2 OPD yang dipanggil hari ini perlu disampaikan adanya tambahan anggaran untuk Dinas Komindag sebesar Rp 6 miliar terkait dana BTT dan Dispertan sebesar Rp 1,3 miliar yang digunakan untuk penanganan Covid-19 sampai bulan Desember,&#8221; ucap Pranoto, Rabu (29/07/2020) siang.</p>
<p>Dikatakan Pranoto, telah disepakati bersama di Badan Anggaran (Banggar) yang selanjutnya ditindaklanjuti oleh Komisi. Dari anggaran di Dinas Komindag senilai Rp 6 miliar ini adalah untuk stimulus bantuan kepada UMKM. Sesuai persetujuan bantuan tersebut berupa modal kepada 12 ribu UMKM, dengan akumulasi nominal Rp 500 ribu.</p>
<p>&#8220;Tapi sesuai masukan dari teman-teman tadi, bahwa yang disampaikan Dinas Komindag terkait data 12.000 UMKM itu belum semua tercover. Sehingga rencana kami adalah memberi masukan karena masih ada indikasi tambahan data, akhirnya disepakati jika nominal bantuan yang akan diberikan senilai Rp 400 ribu dengan jumlah UMKM sekitar 15.000,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Selanjutnya, hasil kesepakatan kali ini akan disampaikan ke Bupati Trenggalek dan segera ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati (Perbup).</p>
<p>Masih terang Pranoto, hasil rapat kerja yang kedua adalah Dispertan memangku 11 OPD barang dan jasa. Sedangkan kegiatannya sendiri terkait honor petugas dan 10 OPD melingkupi penyediaan barang serta jasa untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>&#8220;Selain pembahasan terkait penanganan Covid-19 juga ada hal-hal yang disampaikan, seperti temuan di lapangan dan pemberlakuan New Normal saat ini. Pundi &#8211; pundi ekonomi misal di pasar sesuai hasil sidak di lapangan diketahui jika banyak pedagang yang belum menempati los yang ada di bagian belakang,&#8221; kata Pranoto.</p>
<p>Meski begitu, tidak semua pedagang pasar yang hanya mau menempati los di bagian depan. Seperti di Pasar Karangan, dengan jumlah pedagang lebih dari 300 dan jumlah los 100 dan kios 70 sehingga pedagang yang lain harus menempati tempat lokasi yang ada di samping Pasar.</p>
<p>&#8220;Saya kira itu tidak masalah, karena memang yang didalam sudah penuh. Toh nantinya akan kembali dibangun los dan kios yang baru menggunakan dana APBD kita,&#8221; pungkasnya. <strong>(mil/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">120343</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
