<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Disnakkan Kabupaten Blitar &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/disnakkan-kabupaten-blitar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Apr 2018 11:31:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Disnakkan Kabupaten Blitar &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>7 Sapi Mati Mendadak, Dinas Peternakan Intensifkan Pemeriksaan</title>
		<link>https://memontum.com/7-sapi-mati-mendadak-dinas-peternakan-intensifkan-pemeriksaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Apr 2018 11:31:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Disnakkan Kabupaten Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal mendadak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/36378-7-sapi-mati-mendadak-dinas-peternakan-intensifkan-pemeriksaan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Menyusul kejadian tujuh ekor sapi mati mendadak di Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat, Senin (9/4/2018) lalu. Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar langsung melakukan pemeriksaan hewan ternak sapi. Pemeriksaan dilakukan di Desa Serang Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar, Rabu (11/4/2018). Pemeriksaan ternak tersebut dilakukan sebagai upaya agar penyakit yang menyebabkan 7 hewan ternak mati [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Menyusul kejadian tujuh ekor sapi mati mendadak di Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat, Senin (9/4/2018) lalu. Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar langsung melakukan pemeriksaan hewan ternak sapi. Pemeriksaan dilakukan di Desa Serang Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar, Rabu (11/4/2018).</p>
<p>Pemeriksaan ternak tersebut  dilakukan sebagai upaya agar penyakit yang menyebabkan 7 hewan ternak mati mendadak tak terulang kembali. Utamanya di wilayah dengan populasi ternak sapinya cukup tinggi seperti di Kecamatan Pangungrejo, yang merupakan kecamatan dengan pupulasi ternak sapi paling tinggi di Kabupaten Blitar.</p>
<p>Kasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Nanang Miftahudin mengatakan, sebenarnya pelayanan kesehatan hewan terpadu ini adalah agenda rutin. Namun dengan ditemukannya kasus sapi mati mendadak di Kecamatan Srengat, pemeriksaan akan semakin diintensifkan. </p>
<p>&#8220;Pemeriksaan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan  penyakit  hewan&#8221;, kata Nanang Miftahudin, Rabu (11/4/2018).</p>
<p>Nanang Miftahudin mengaku, pasca kematian secara mendadak tujuh ternak sapi tersebut pihaknya tidak menerima laporan adanya sapi yang mengalami gelaja serupa di wilayah lain. Namun sebagai upaya pencegahan, pemeriksaan perlu dilakukan.</p>
<p>Selain memeriksa kesehatan sapi, petugas Dinas Peternakan Kabupaten Blitar yang bekerjasama dengan balai besar veteriner Jogyakarta memberikan vitamin dan suntikan anti cacing serta mengambil sampel feses hewan. Terlebih pergantian cuaca juga biasanya menyebabkan berkembangnya bakteri yang membuat hewan rentan terserang penyakit.</p>
<p>&#8220;Sampai saat ini tidak ada laporan di wilayah lain. Meski begitu kami tetap melakukan langkah antisipasi. Untuk di Desa Purwokerto sendiri kami akan lakukan pemeriksaan serupa. Namun secara dor to dor tidak dikumpulkan di satu tempat karena rawan tertular,&#8221; jelas Nanang.</p>
<p>Diberitakan sebelumnya, tujuh hewan ternak sapi milik warga Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, dilaporkan mati mendadak. Sapi-sapi tersebut mati  dalam kurun waktu sebulan terakhir. Diduga hewan ternak itu mati karena terserang penyakit ngorok (Septeicaemia efizooticae). Sebelum mati sapi milik warga mengalami gejala sakit seperti demam tinggi diatas 39 derajat celcius  sampai 42 derajat celcius, gangguan pernafasan, serta nafsu makan berkurang. <strong>(jar/nay)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">36378</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jaga Kualitas Produk Pangan asal Hewan, Tingkatkan Pengawasan</title>
		<link>https://memontum.com/jaga-kualitas-produk-pangan-asal-hewan-tingkatkan-pengawasan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Mar 2018 09:32:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[bahan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Disnakkan Kabupaten Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[pengawasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/32111-jaga-kualitas-produk-pangan-asal-hewan-tingkatkan-pengawasan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8212; Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar memperketat pengawasan terhadap peredaran bahan pangan yang berasal dari hewan, seperti daging sapi, ayam, telur, dan ikan. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan jaminan kemananan kepada masyarakat, bahwa bahan makanan asal hewan yang beredar di pasaran layak konsumsi. Kasi Kesmavet, Dinas Perernakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Drh.M.Immadudin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar </strong>&#8212; Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar memperketat pengawasan terhadap peredaran bahan pangan yang berasal dari hewan, seperti daging sapi, ayam, telur, dan ikan. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan jaminan kemananan kepada masyarakat, bahwa bahan makanan asal hewan yang beredar di pasaran layak konsumsi.</p>
<p>Kasi Kesmavet, Dinas Perernakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Drh.M.Immadudin mengatakan, pengawasan peredaran bahan pangan berbahan baku asal hewan yang dilakukan di pasar Talun, Rabu (14/03/2018), untuk melakukan pemantauan produk asal hewan dan Rumah Pemotongan Hewan (RPH).</p>
<p>”Pengawasan tidak dilakukan saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri saja. Pada hari-hari biasa kami juga melakukan pengawasan hanya saja selama Ramadan pengawasan kami tingkatkan karena momen tersebut sering dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk mencari keuntungan,” kata Immadudin.</p>
<p>Selain meningkatkan pengawasan, pihaknya berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional yang menjual produk pangan yang berasal dari hewan. diakui Husnani, biasanya marak beredar sejumlah bahan pangan yang tak layak konsumsi. Untuk bahan pangan yang berasal dari hewan diantaranya daging sapi gelonggongan, telur, ikan serta jeroan busuk serta ayam tiren. Terkait sidak, pihaknya akan bekerjasama dengan tim penertiban Pemkab serta aparat kepolisian.</p>
<p>”Hasil pemantauan kami sejauh ini, kondisi daging dan ikan yang dijual di pasaran layak konsumsi dan halal. Meski demikian, masyarakat harus tetap waspada dan teliti saat membeli daging atau ikan agar yang dibeli benar-benar layak konsumsi,” kata Immadudin.</p>
<p>Ketelitian juga diharapkan terhadap bahan pangan yang kemungkinan menggunakan bahan pengawet seperti formalin. <strong>(fzi/nay)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">32111</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinas Peternakan Kabupaten Blitar Sosialisasi Cegah Pemotongan Betina Produktif</title>
		<link>https://memontum.com/dinas-peternakan-kabupaten-blitar-sosialisasi-cegah-pemotongan-betina-produktif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Oct 2017 07:10:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Disnakkan Kabupaten Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/994-dinas-peternakan-kabupaten-blitar-sosialisasi-cegah-pemotongan-betina-produktif</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8212; Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar menggelar sosialisasi tentang pencegahan pemotongan betina produktif dan imbauan pemotongan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) kepada para jagal yang ada di Kabupaten Blitar. Hal ini untuk mengantisipasi adanya pemotongan hewan yang tidak sesuai aturan. Kegiatan ini kebetulan bersamaan dengan program Kementerian Pertanian dalam mengakselerasi percepatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8212; Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar menggelar sosialisasi tentang pencegahan pemotongan betina produktif dan imbauan pemotongan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) kepada para jagal yang ada di Kabupaten Blitar. Hal ini untuk mengantisipasi adanya pemotongan hewan yang tidak sesuai aturan. </p>
<p>Kegiatan ini kebetulan bersamaan dengan program Kementerian Pertanian dalam mengakselerasi percepatan target pemenuhan populasi sapi potong dalam negeri, yaitu pencanangan Upaya Khusus sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab). </p>
<p>Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan Kabupaten Blitar, Yudha Satya Wardana mengatakan, kegiatan pembinaan dan sosialisasi pemotongan ternak ini merupakan kegiatan biasa, tetapi kebetulan dilakukan bersamaan dengan program nasional yaitu Upsus Siwab, yang meliputi kegiatan kawin suntik, penanggulangan ganngguan reproduksi, dan sosialisasi pemotongan.</p>
<p>&#8220;Meski kondisi hewan sudah baik, pemotongan harus sesuai. Jadi mereka akan dibina, bagaimana cara memotong hewan yang benar dan hewan yang bagaimana yang boleh dipotong,&#8221; kata Yudha Satya Wardana, Kamis (19/10/2017).</p>
<p>Lebih lanjut Yudha menjelaskan,  larangan pemotongan hewan usia produktif dimulai dari usia dara hingga 8 tahun. Namun meskipun sudah berusia 8 tahun, jika ingin dipotong harus tetap diperiksa. </p>
<p>&#8220;Kecuali yang majer boleh dipotong, namun harus ada legalisasi dari petugas ATR atau Asisten Teknik Produksi&#8221;, tandas Yudha Satya Wardana.</p>
<p>Yudha Satya Wardana menambahkan, tujuan sosialisasi ini, agar para jagal mengetahui tentang aturan pemotongan. Untuk itu pihaknya menyiapkan 2 narasumber, yakni dari pihak Disnakkan dan Kasat Bimas Polres Blitar, AKP Eny Mayasari. </p>
<p>&#8220;Kami tidak menyalahlan kegiatan jagal tetapi menunjukkan cara pemotongan yang tepat&#8221;, imbuhnya.</p>
<p>Dikatakan Yudha, sosialisasi ini diikuti sekitar 40 jagal yang ada di Kabupaten Blitar. Sementara sosialisasi seperti ini baru dilakukan tahun ini, dan untuk tahun sebelumnya masih sebatas koordinasi. </p>
<p>&#8220;Tidak menutup kemungkinan ke depan jika hasilnya positif akan kegiatan ini akan dilakukan lagi. Ini kan anggarannya masih dari pusat, semoga tahun depan bisa dianggarkan didaerah&#8221;, pungkas  Yudha Satya Wardana. <strong>(fjr/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">994</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
