<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>dispangtan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dispangtan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 May 2026 12:07:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>dispangtan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dispangtan Kota Malang Sebut Hewan Kurban Tahun Ini Lebih Termitigasi</title>
		<link>https://memontum.com/dispangtan-kota-malang-sebut-hewan-kurban-tahun-ini-lebih-termitigasi</link>
					<comments>https://memontum.com/dispangtan-kota-malang-sebut-hewan-kurban-tahun-ini-lebih-termitigasi#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2026 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dispangtan]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[termitigasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232727</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang memastikan kondisi hewan kurban pada Idul Adha 2026 lebih termitigasi. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan sejak 22 hingga 26 Mei 2026, tidak ditemukan hewan kurban yang mengalami penyakit maupun cacat fisik. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispangtan Kota Malang, Anton Pramujiono, mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang memastikan kondisi hewan kurban pada Idul Adha 2026 lebih termitigasi. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan sejak 22 hingga 26 Mei 2026, tidak ditemukan hewan kurban yang mengalami penyakit maupun cacat fisik.</p>



<p>Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispangtan Kota Malang, Anton Pramujiono, mengatakan bahwa pemeriksaan tersebut dilakukan di 107 lapak penjualan hewan kurban yang tersebar di Kota Malang. “Alhamdulillah, dari hasil pemeriksaan semuanya rata-rata sehat. Jadi kemarin sudah kami berikan stiker sehat, sehingga masyarakat merasa aman untuk membeli hewan kurban,” ujar Anton, saat ditemui di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang, Rabu (27/05/2026) tadi.</p>



<p>Anton menjelaskan, jumlah lapak tahun ini tidak jauh berbeda dibanding tahun lalu yang mencapai 110 lapak. Namun, terjadi peningkatan signifikan pada jumlah sapi yang dijual. “Tahun ini ada peningkatan jumlah sapi hampir dua kali lipat. Kalau kambing justru turun, jadi trennya sekarang lebih banyak ke sapi,” katanya.</p>



<p>Berdasarkan data Dispangtan, jumlah sapi tahun ini mencapai 227 ekor, meningkat dibanding tahun lalu yang hanya 145 ekor. Sementara jumlah kambing turun dari 4.341 ekor menjadi 3.296 ekor. Untuk domba tercatat ada sebanyak 128 ekor.</p>



<p>&#8220;Kalau dari total jumlah, kambing kan berubah ke sapi. Lebih banyak sapinya di tahun ini. Kalau domba masih rata-rata sama,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Anton memastikan tidak ada hewan kurban yang ditemukan sakit ataupun cacat selama pemeriksaan berlangsung. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya kesadaran para pedagang setelah pengalaman tahun sebelumnya.</p>



<p>“Kalau ada yang sakit biasanya langsung dibawa balik ke asalnya. Jadi sekarang pedagang juga lebih sadar bahwa yang dijual harus benar-benar sehat,” jelasnya.</p>



<p>Selain pemeriksaan langsung di lapak, pengawasan lalu lintas hewan kurban kini juga diperkuat melalui aplikasi milik Kementerian Pertanian. Sistem tersebut digunakan untuk memantau hewan ternak yang masuk ke Kota Malang dari berbagai daerah.</p>



<p>“Mereka mengajukan izin lewat aplikasi. Setelah syarat vaksin dan kesehatan hewan terpenuhi, baru bisa masuk ke Kota Malang,” tuturnya.</p>



<p>Anton berharap, kesadaran pedagang dan pengawasan kesehatan hewan terus meningkat setiap tahun agar kualitas hewan kurban semakin baik. “Harapannya ke depan penjual dan pemerintah sama-sama lebih peduli, sehingga hewan yang dijual benar-benar sehat dan aman untuk masyarakat,” imbuh Anton. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/dispangtan-kota-malang-sebut-hewan-kurban-tahun-ini-lebih-termitigasi/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232727</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dispangtan Pastikan Hewan Kurban di Kota Malang Bebas PMK dan Penyakit Menular</title>
		<link>https://memontum.com/dispangtan-pastikan-hewan-kurban-di-kota-malang-bebas-pmk-dan-penyakit-menular</link>
					<comments>https://memontum.com/dispangtan-pastikan-hewan-kurban-di-kota-malang-bebas-pmk-dan-penyakit-menular#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dispangtan]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menular,]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232649</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang memastikan bahwa hewan kurban yang dijual menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H dalam kondisi sehat dan aman dari penyakit menular. Sebab, upaya pencegahan terus dilakukan melalui vaksinasi hingga pemeriksaan ketat di lapak penjualan hewan kurban. Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang memastikan bahwa hewan kurban yang dijual menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H dalam kondisi sehat dan aman dari penyakit menular. Sebab, upaya pencegahan terus dilakukan melalui vaksinasi hingga pemeriksaan ketat di lapak penjualan hewan kurban.</p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispangtan Kota Malang, Anton Pramujiono, mengatakan bahwa ratusan hewan ternak yang ada telah divaksinasi sejak awal tahun 2026. Tentunya itu untuk mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).</p>



<p>“Alhamdulillah, Kota Malang juga mendapatkan jatah vaksinasi. Pencegahan sudah kami lakukan sejak Januari. Kurang lebih sudah 800-an hewan tervaksinasi,” ujar Anton, Senin (25/05/2026) tadi.</p>



<p>Anton memastikan, hingga saat ini hewan ternak di Kota Malang terbebas dari penyakit antraks maupun Lumpy Skin Disease (LSD). Sementara untuk PMK, menurutnya masih ditemukan di beberapa daerah, namun kondisi di Kota Malang masih terkendali.</p>



<p>“Kalau di Jawa Timur maupun Kota Malang ini bebas antraks dan LSD. Untuk PMK memang masih ada, tapi insyaallah semuanya bisa tertangani,” katanya.</p>



<p>Selain sapi, Dispangtan juga melakukan pengawasan terhadap kesehatan kambing yang dijual sebagai hewan kurban. Beberapa penyakit yang biasanya ditemukan pada kambing antara lain pink eye, orf atau luka pada mulut, serta scabies.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Alhamdulillah mulai pemeriksaan hari Kamis lalu, sudah tidak ditemukan lagi penyakit-penyakit itu. Kemungkinan dari daerah asal sudah dilakukan pengobatan,” tuturnya.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa hanya hewan sehat yang diperbolehkan masuk dan dijual di Kota Malang. Jika ditemukan hewan sakit, petugas akan meminta pedagang mengembalikannya. Tak hanya itu, pihaknya juga mengimbau apabila hewan yang dijual belum memenuhi syarat umur untuk kurban.</p>



<p>&#8220;Kita infokan ke penjual kalau belum cukup umur, kami imbau jangan dijual sebagai hewan kurban. Itu lebih tepat untuk sedekah,” tegasnya.</p>



<p>Lebih lanjut Anton juga meminta masyarakat, untuk tidak khawatir terhadap ancaman penyakit hewan. Menurutnya, pengawasan terus dilakukan secara berkala melalui surveilans penyakit hewan menular maupun zoonosis.</p>



<p>“Kami terus melakukan surveilans penyakit, baik antarhewan maupun zoonosis. Jadi kalau ada penyakit bisa segera tertangani,” tambahnya.</p>



<p>Tidak hanya itu, Anton juga membagikan ciri-ciri sederhana hewan kurban sehat yang bisa dikenali masyarakat. Di antaranya bulu terlihat mengkilat, mata berbinar, serta kondisi berdiri dan berjalan normal tanpa cacat.</p>



<p>“Kalau bulunya mengkilat, matanya berbinar, cara berjalan dan berdirinya normal, biasanya itu sehat,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/dispangtan-pastikan-hewan-kurban-di-kota-malang-bebas-pmk-dan-penyakit-menular/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232649</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dispangtan Kota Malang Pastikan Pertanian Aman Hadapi Musim Kemarau 2026</title>
		<link>https://memontum.com/dispangtan-kota-malang-pastikan-pertanian-aman-hadapi-musim-kemarau-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dispangtan]]></category>
		<category><![CDATA[hadapi]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231595</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang memastikan sektor pertanian di Kota Malang tetap aman menghadapi musim kemarau tahun 2026. Ketersediaan air untuk lahan pertanian sendiri, dinilai masih mencukupi sepanjang tahun. Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, mengatakan bahwa selama satu tahun terakhir pasokan air bagi pertanian di Kota Malang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang memastikan sektor pertanian di Kota Malang tetap aman menghadapi musim kemarau tahun 2026. Ketersediaan air untuk lahan pertanian sendiri, dinilai masih mencukupi sepanjang tahun.</p>



<p>Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, mengatakan bahwa selama satu tahun terakhir pasokan air bagi pertanian di Kota Malang berjalan lancar dan baik saat musim hujan maupun kemarau. “Alhamdulillah selama satu tahun penuh ini ketersediaan air di Kota Malang cukup lancar, sehingga kebutuhan air pertanian tetap terpenuhi,” ujar Slamet, Jumat (10/04/2026) tadi.</p>



<p>Slamet menjelaskan, berdasarkan informasi dari BMKG, musim kemarau di wilayah Jawa Timur tahun ini diperkirakan masuk kategori sedang. Bahkan, hingga akhir April potensi hujan masih terjadi di wilayah Kota Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kondisi tersebut, turut menjaga ketersediaan debit air di lima aliran sungai yang menjadi penopang utama suplai air pertanian, khususnya untuk komoditas padi. “Pertanian di Kota Malang terbantu dengan keberadaan lima sungai. Selain itu, seluruh jaringan irigasi yang ada merupakan irigasi teknis, sehingga distribusi air relatif stabil,” jelasnya.</p>



<p>Terkait potensi fenomena El Nino, Slamet menilai dampaknya terhadap pertanian Kota Malang tidak akan terlalu signifikan. “Dengan kategori musim kemarau sedang, pengaruh El Nino tidak terlalu besar. Ketersediaan air masih aman, sehingga petani, khususnya penanam padi, tetap mendapatkan suplai air yang cukup,” imbuh Slamet. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231595</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Konsumsi Beras Naik 25 Persen, Dispangtan Kota Malang Pastikan Stok Aman hingga 10 Bulan</title>
		<link>https://memontum.com/konsumsi-beras-naik-25-persen-dispangtan-kota-malang-pastikan-stok-aman-hingga-10-bulan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dispangtan]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[konsumsi,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230534</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang memastikan bahwa kebutuhan beras di Kota Malang meningkat 25 persen, saat Ramadan hingga H+7 Idul Fitri. Meski demikian, untuk stok dipastikan dalam kondisi aman. Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dispangtan Kota Malang, Elfiatur Roikhah, menyampaikan bahwa tren kenaikan konsumsi pangan memang rutin terjadi setiap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang memastikan bahwa kebutuhan beras di Kota Malang meningkat 25 persen, saat Ramadan hingga H+7 Idul Fitri. Meski demikian, untuk stok dipastikan dalam kondisi aman.</p>



<p>Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dispangtan Kota Malang, Elfiatur Roikhah, menyampaikan bahwa tren kenaikan konsumsi pangan memang rutin terjadi setiap Ramadan. Tidak hanya beras, tetapi juga hampir seluruh komoditas bahan pokok.</p>



<p>“Kalau melihat tren beberapa tahun terakhir, konsumsi semua komoditas naik saat Ramadan. Untuk beras kenaikannya sekitar 25 persen. Tahun lalu bahkan sempat lebih tinggi, tapi rata-rata di angka itu,” ujar Elfi-sapaannya, Jumat (27/02/2026) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa di tingkat Jawa Timur memang terdapat gangguan produksi akibat serangan hama wereng di sejumlah sentra, seperti Banyuwangi. Kondisi tersebut, pun sempat memengaruhi pasokan. Namun, cadangan beras pemerintah di gudang Perum Bulog dipastikan mencukupi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saat ini, stok beras yang tersedia mencapai lebih dari 500 ton dan diperkirakan cukup untuk kebutuhan lebih dari 10 bulan ke depan,&#8221; katanya.</p>



<p>Selain memastikan ketersediaan, Dispangtan juga mengawal stabilitas harga agar tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Koordinasi dilakukan bersama Satgas Pangan kepolisian untuk meminta komitmen pelaku usaha menjual beras sesuai ketentuan.</p>



<p>“Tidak hanya stok yang kami pastikan aman, tapi harga juga harus patuh HET,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakannya, bahwa permintaan daging ayam serta telur ayam juga meningkat. Kenaikannya diperkirakan sekitar 10 hingga 15 persen. Namun, harga kedua komoditas tersebut masih berada dalam rentang Harga Acuan Pemerintah (HAP).</p>



<p>&#8220;Sebagai langkah antisipasi, Dispangtan Kota Malang juga telah menggelar Gerakan Pangan Murah sejak 23 Januari dan akan mengintensifkannya setiap hari selama Ramadan agar masyarakat tetap bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230534</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Cabai Naik, Dispangtan Pastikan Ketersediaan Panen di Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/harga-cabai-naik-dispangtan-pastikan-ketersediaan-panen-di-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dispangtan]]></category>
		<category><![CDATA[ketersediaan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230059</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Di balik harga cabai yang melambung tinggi di pasaran, Dinas Pertanian dam Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang memastikan komoditas cabai saat ini mulai memasuki masa panen. Volume produksi sendiri, diproyeksikan terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan seiring mendekati puncak panen pada Maret 2026. Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Di balik harga cabai yang melambung tinggi di pasaran, Dinas Pertanian dam Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang memastikan komoditas cabai saat ini mulai memasuki masa panen. Volume produksi sendiri, diproyeksikan terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan seiring mendekati puncak panen pada Maret 2026.</p>



<p>Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, menyampaikan bahwa kenaikan harga cabai dipicu belum optimalnya masa panen, sementara permintaan masyarakat relatif stabil bahkan cenderung meningkat. “Panen cabai itu dimulai akhir Januari dan masuk Februari. Semakin lama volumenya, maka akan semakin meningkat,” ujar Slamet, Sabtu (07/02/2026) tadi.</p>



<p>Slamet menyebut, wilayah sentra cabai di Kota Malang terbagi menjadi dua kawasan utama, yakni Kedungkandang bagian atas dan Merjosari. Kedua wilayah tersebut, mayoritas merupakan lahan tadah hujan, sehingga pola tanam sangat bergantung pada curah hujan.</p>



<p>“Biasanya petani menanam cabai di akhir tahun saat hujan mulai meningkat, lalu panen di Februari, Maret, sampai April,” ucapnya.</p>



<p>Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, Dispangtan Kota Malang terus berkoordinasi dengan daerah penghasil cabai lain seperti Lumajang dan Jember. Koordinasi tersebut dilakukan, melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan skema kerja sama antar daerah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Biasanya transaksi jual beli dari daerah lain dilaksanakan oleh Diskopindag, termasuk melalui operasi pasar di sejumlah pasar di Kota Malang,” tambahnya.</p>



<p>Terkait pengaruh cuaca ekstrem, Slamet menyebut tanaman cabai di lahan tadah hujan memang sangat bergantung pada curah hujan. Namun hujan berlebihan, khususnya hujan malam dengan intensitas tinggi, justru berpotensi merusak tanaman.</p>



<p>“Hujan malam yang cukup lebat bisa menyebabkan tanaman cabai menguning dan memicu jamur yang merusak buah. Namun, potensi kerusakan tanaman cabai di Kota Malang relatif kecil. Pasalnya, mayoritas lahan cabai dan tomat berada di kawasan tadah hujan yang tidak menimbulkan genangan air,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Slamet juga menambahkan, bahwa satu kali masa tanam cabai memungkinkan panen hingga 10–12 kali. Volume panen pada fase awal relatif kecil, kemudian meningkat pada panen ke-8 hingga ke-10, sebelum menurun kembali di panen terakhir.</p>



<p>“Puncak panen cabai diperkirakan terjadi sekitar bulan Maret, baik di Kota Malang maupun daerah-daerah penyangga,” imbuh Slamet. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230059</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cegah PMK Hewan Ternak, Dispangtan Kota Malang Lakukan Vaksinasi 1.000 Dosis</title>
		<link>https://memontum.com/cegah-pmk-hewan-ternak-dispangtan-kota-malang-lakukan-vaksinasi-1-000-dosis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2026 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dispangtan]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[ternak]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229936</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ditemukannya dua kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi di Kecamatan Lowokwaru pada Januari 2026 lalu, membuat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan langsung bergerak melakukan langkah pencegahan. Salah satunya, seperti yang dilakukan, Selasa (03/02/2026) tadi. Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Ditemukannya dua kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi di Kecamatan Lowokwaru pada Januari 2026 lalu, membuat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan langsung bergerak melakukan langkah pencegahan. Salah satunya, seperti yang dilakukan, Selasa (03/02/2026) tadi.</p>



<p>Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, mengatakan bahwa dua kasus PMK yang sempat ditemukan tersebut telah tertangani dan dinyatakan sembuh. Meski begitu, upaya pencegahan tetap dilakukan melalui vaksinasi massal terhadap ternak sapi.</p>



<p>“Di Januari, itu ada dua kasus PMK di Lowokwaru dan alhamdulillah sudah sembuh. Untuk pencegahan, kami melaksanakan vaksinasi 1.000 dosis untuk populasi sekitar 2.500 sapi yang ada di Kota Malang,” ujar Slamet.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa vaksinasi tahap pertama ini menyasar sejumlah wilayah, dimulai dari Kecamatan Kedungkandang, kemudian dilanjutkan ke Lowokwaru dan Sukun. Setelah seluruh dosis tahap pertama tersalurkan, Dispangtan akan kembali mengajukan tambahan vaksin ke Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.</p>



<p>“Setelah 1.000 dosis ini habis, kami akan mengajukan vaksinasi tahap kedua ke provinsi,” katanya.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa dengan adanya dua sapi yang sempat terdeteksi, penanganan dilakukan langsung di kandang dengan pengobatan intensif. “Ciri PMK itu ada luka di mulut dan kuku kaki sapi. Penanganannya berupa pengobatan, pemberian vitamin, serta penyemprotan disinfektan di kandang,” tuturnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Hingga saat ini, Dispangtan memastikan tidak ditemukan kasus PMK baru di Kota Malang. Selain vaksinasi, upaya pencegahan juga dilakukan melalui pembagian vitamin serta disinfektan untuk kandang ternak. Slamet juga mengimbau para peternak agar segera melapor jika menemukan gejala PMK pada ternaknya.</p>



<p>“Jika ada sapi dengan luka di mulut atau kaki, keluar lendir berlebihan, dan jalannya pincang, mohon segera melapor ke Dispangtan Kota Malang, khususnya Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan,” tegasnya.</p>



<p>Terkait lalu lintas hewan ternak, Slamet menegaskan bahwa setiap pergerakan sapi antarwilayah wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Koordinasi dengan pemerintah provinsi juga terus dilakukan untuk memantau daerah-daerah dengan tingkat kasus PMK tinggi.</p>



<p>Sementara itu, Peternak Sapi di RW 06 Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Paito, menyambut baik program vaksinasi tersebut. Dirinya mengaku penyuluhan dan vaksinasi membuat peternak lebih tenang.</p>



<p>“Alhamdulillah sapi saya sudah divaksin. Sekarang jarang yang kena PMK. Dulu sebelum divaksin, banyak yang sakit bahkan ada yang mati,” ujarnya.</p>



<p>Menurut Paito, vaksinasi membuat peternak tidak lagi diliputi kekhawatiran berlebihan terhadap PMK. “Kalau dulu belum divaksin, kena PMK itu susah diobati, sapi tidak mau makan dan harganya jatuh. Sekarang alhamdulillah lebih tenang,” imbuh Paito. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229936</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dispangtan Kota Malang Gencarkan Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadan</title>
		<link>https://memontum.com/dispangtan-kota-malang-gencarkan-gerakan-pangan-murah-jelang-ramadan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 05:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dispangtan]]></category>
		<category><![CDATA[gencarkan]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229867</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Halaman Kantor Dispangtan Kota Malang, Jalan Jenderal Ahmad Yani Utara No 202, Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Jumat (30/01/2026) tadi. Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Halaman Kantor Dispangtan Kota Malang, Jalan Jenderal Ahmad Yani Utara No 202, Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Jumat (30/01/2026) tadi.</p>



<p>Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan tersebut, merupakan pelaksanaan ketiga yang secara konsisten dilakukan setiap hari Jumat.</p>



<p>&#8220;Program tersebut juga menjadi langkah antisipatif pemerintah daerah menghadapi potensi kenaikan harga dan meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat. Ini juga sudah tiga kali kami melaksanakan GPM di hari Jumat. Ini bagian dari persiapan menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Slamet.</p>



<p>Beragam komoditas kebutuhan pokok, tambahnya, disediakan dalam GPM tersebut. Mulai dari beras, gula, telur, cabai besar dan cabai kecil, tomat, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, tepung, hingga kebutuhan pangan harian lainnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Tidak ada syarat khusus bagi masyarakat yang ingin berbelanja di GPM. Namun, memang diperuntukkan bagi warga Kota. Hanya ada pembatasan dalam pembelian beras SPHP yang dibatasi maksimal dua sak berukuran 5 kilogram per orang,&#8221; katanya.</p>



<p>Dalam GPM tersebut, penjualan dilakukan per komoditas tanpa sistem paket. Namun, pemerintah memberikan subsidi pada biaya distribusi agar harga jual ke masyarakat bisa lebih murah dibanding harga pasar.</p>



<p>“Selisih harganya bervariasi, ada yang Rp 500, Rp 1.000, bahkan sampai Rp 3.000–Rp 4.000. Ini cukup membantu masyarakat,” tambahnya.</p>



<p>Ke depan, intensitas pelaksanaan GPM akan ditingkatkan saat memasuki bulan Ramadan. Direncanakan, akan digelar setiap hari di seluruh 57 kelurahan di Kota Malang hingga Idul Fitri. Dalam pelaksanaannya, nantinya akan berkolaborasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari Bulog, Bank Indonesia, Diskopindag, Bagian Perekonomian dan SDA (Pisda), hingga organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.</p>



<p>“Tujuan utamanya adalah menjaga ketersediaan dan keterjangkauan. Ketersediaan bahan pangan harus aman, sementara keterjangkauan dari sisi harga dan aksesnya harus mudah bagi masyarakat,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229867</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Percepat Penurunan Stunting, Dispangtan Kota Malang Dorong Urban Farming Terintegrasi</title>
		<link>https://memontum.com/percepat-penurunan-stunting-dispangtan-kota-malang-dorong-urban-farming-terintegrasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 11:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dispangtan]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[farming]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan]]></category>
		<category><![CDATA[percepat]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[terintegrasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228661</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Upaya penurunan angka stunting di Kota Malang tidak hanya bertumpu pada satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun, dari berbagai OPD yang ada, salah satunya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan). Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, menyampaikan bahwa Dispangtan memiliki peran penting melalui penguatan ketahanan pangan keluarga berbasis urban farming. Strategi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Upaya penurunan angka stunting di Kota Malang tidak hanya bertumpu pada satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun, dari berbagai OPD yang ada, salah satunya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan).</p>



<p>Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, menyampaikan bahwa Dispangtan memiliki peran penting melalui penguatan ketahanan pangan keluarga berbasis urban farming. Strategi tersebut, menurutnya sejalan dengan arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk menjalankan program crosscutting lintas dinas.</p>



<p>&#8220;Fokus utamanya adalah menghadirkan sumber pangan bergizi di tingkat rumah tangga hingga lingkungan RT/RW. Program kami mengarah pada pembangunan pertanian kota atau urban farming yang terintegrasi, antara budidaya tanaman, budidaya ikan dan peternakan skala perkotaan. Dari situ kita bisa mendapatkan sumber protein dan sayur mayur untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” jelas Slamet, Kamis (11/12/2025) tadi.</p>



<p>Menurut Slamet, intervensi diarahkan berdasarkan SK Wali Kota terkait daftar keluarga prioritas dan super prioritas penanganan stunting. Dalam SK tersebut tercatat alamat, nama, hingga kebutuhan spesifik setiap keluarga.</p>



<p>“Dengan SK itu, kami bisa tahu wilayah mana yang menjadi prioritas dan apa saja kebutuhannya. Sehingga intervensi bisa kami sesuaikan,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Saat ini, urban farming di Kota Malang berkembang pesat. Dispangtan mencatat ada 115 kelompok urban farming dan jumlahnya terus bertambah seiring dinamika kota.</p>



<p>“Insyaallah untuk kelompok budidaya ikan nila dan lele sudah ada di seluruh 57 kelurahan. Data pastinya saya tidak hafal, tapi setiap tahun selalu ada tambahan kelompok baru,” tambahnya.</p>



<p>Intervensi perikanan diprioritaskan pada ikan nila dan lele, karena kandungan gizinya dinilai tepat untuk mendukung pemenuhan protein keluarga berisiko stunting. Sementara, skala peternakan perkotaan diarahkan pada produksi telur sebagai sumber protein hewani.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya Dispangtan Kota Malang juga rutin memberikan pelatihan, pendampingan dan monitoring kepada seluruh kelompok. Selain itu, mereka memfasilitasi kelompok dengan berbagai pihak, seperti CSR dan pelaku perhotelan.</p>



<p>“Sekarang juga ada Ngalam Farmer Market, tempat berkumpulnya petani, peternak milenial dan pembudidaya ikan. Hasil urban farming bisa dihimpun dan dipasarkan di sana. Termasuk kemungkinan kerja sama dengan hotel melalui PHRI,” lanjutnya.</p>



<p>Meski perkembangan urban farming cukup pesat, tantangan terbesar justru terletak pada kekonsistenan pengelola. &#8220;Kendalanya itu keberlanjutan. Hasil budidaya itu bisa dikonsumsi dan bisa dijual, tapi kelompoknya harus aktif. Itu yang terus kami dorong,” imbuh Slamet. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228661</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Nataru, Dispangtan Kota Malang Pastikan Pertanian Terkendali dan Stok Pangan Aman</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-nataru-dispangtan-kota-malang-pastikan-pertanian-terkendali-dan-stok-pangan-aman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dispangtan]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[terkendali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228404</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) memastikan bahwa kondisi pertanian dan ketersediaan pangan di Kota Malang masih aman, menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hal itu, disampaikan Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan. Pria yang akrab disapa Slamet, itu mengatakan bahwa sektor pertanian Kota Malang, baik lahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) memastikan bahwa kondisi pertanian dan ketersediaan pangan di Kota Malang masih aman, menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hal itu, disampaikan Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Slamet, itu mengatakan bahwa sektor pertanian Kota Malang, baik lahan irigasi teknis maupun lahan tadah hujan, hingga kini masih terkendali dan tidak terdampak signifikan oleh cuaca ekstrem. Bahkan, beberapa wilayah justru memanfaatkan tingginya curah hujan untuk memperluas produksi.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah di Kota Malang, lahan pertanian baik yang irigasi teknis maupun tadah hujan tidak terganggu oleh cuaca ekstrem. Di Merjosari dan wilayah timur Kedungkandang, petani memanfaatkan lahan tadah hujan untuk menanam cabai dan tomat,&#8221; ujar Slamet, Kamis (04/12/2025) tadi.</p>



<p>Menurutnya, hasil tanam cabai dan tomat tersebut diperkirakan mulai panen pada akhir Januari hingga Februari 2026. Untuk produksinya diprediksi akan terus meningkat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Terus meningkat hingga panen ke-7 dan ke-8, sebelum perlahan menurun pada panen ke-10 sampai ke-12 dalam satu masa tanam,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, terkait dengan ketersediaan pangan, Slamet memastikan stok di Kota Malang masih aman hingga minggu pertama Desember. Meskipun sejumlah daerah mengalami bencana yang berpotensi mengganggu distribusi, suplai pangan di 26 pasar rakyat serta distributor masih relatif stabil.</p>



<p>“Ketersediaan bahan pangan sampai minggu pertama Desember masih relatif aman. Kerja sama antar daerah tetap berjalan, seperti dari Lumajang, Probolinggo, Kota Batu dan lainnya,” tuturnya.</p>



<p>Apabila nantinya terjadi keterbatasan pasokan, menurutnya, Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang yang akan memperkuat kerja sama dengan daerah penghasil untuk mendatangkan komoditas yang dibutuhkan masyarakat. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228404</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
