<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Dispar &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dispar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 Feb 2025 07:26:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Dispar &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dorong Kesadaran Pelaku Usaha Urus Izin Usaha, Dispar Lumajang Gelar Pendampingan</title>
		<link>https://memontum.com/dorong-kesadaran-pelaku-usaha-urus-izin-usaha-dispar-lumajang-gelar-pendampingan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Feb 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dispar]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[kesadaran]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[Pendampingan]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219108</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemkab Lumajang melalui Dinas Pariwisata (Dispar) melakukan pendampingan kepada para pelaku usaha wisata. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berupa sosialisasi, tetapi juga bimbingan teknis agar proses perizinan dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Perlu diketahui, bahwa pertumbuhan sektor wisata di Kabupaten Lumajang menunjukkan tren positif dengan semakin banyaknya destinasi wisata baru yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemkab Lumajang melalui Dinas Pariwisata (Dispar) melakukan pendampingan kepada para pelaku usaha wisata. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berupa sosialisasi, tetapi juga bimbingan teknis agar proses perizinan dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.</p>



<p>Perlu diketahui, bahwa pertumbuhan sektor wisata di Kabupaten Lumajang menunjukkan tren positif dengan semakin banyaknya destinasi wisata baru yang bermunculan. Baik yang dikelola oleh perorangan maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Namun, masih ada tantangan yang perlu diatasi, salah satunya adalah rendahnya kesadaran pelaku usaha dalam mengurus izin usaha wisata.</p>



<p>Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata (Dispar) Lumajang, Ricko Dharma Putra, mengungkapkan bahwa kebanyakan pengelola wisata lebih memilih untuk menjalankan usahanya terlebih dahulu sebelum mengurus legalitas. &#8220;Fenomenanya memang seperti ini. Masih ada pelaku usaha yang kurang paham alur pendirian wisata. Kebanyakan mereka membuka wisata dulu, izinnya belakangan,&#8221; katanya, Sabtu (08/02/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Padahal, kepemilikan izin usaha wisata sangat penting untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung serta memberikan perlindungan hukum bagi pengelola. Data menunjukkan bahwa tahun lalu hanya dua destinasi wisata yang secara resmi mengurus izin usaha.</p>



<p>&#8220;Fokus kami saat ini adalah mendorong perizinan usaha untuk menjamin keamanan dan mengurangi risiko. Kita juga memahami bahwa pelaku usaha membutuhkan waktu untuk mengenalkan wisata mereka, sehingga pendekatan yang kita lakukan lebih ke arah fasilitasi dan pendampingan,&#8221; tambah Ricko.</p>



<p>Diharapkan, dengan adanya upaya ini, semakin banyak destinasi wisata di Lumajang yang memiliki izin resmi. Selain menciptakan ekosistem wisata yang lebih aman dan nyaman bagi wisatawan, legalitas usaha juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan serta keberlanjutan sektor pariwisata di daerah.</p>



<p>Dengan pertumbuhan wisata yang terus meningkat, Pemkab Lumajang optimistis bahwa sektor pariwisata akan menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Untuk itu, kesadaran akan pentingnya legalitas usaha wisata perlu terus ditingkatkan agar potensi wisata yang besar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan daerah. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219108</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Optimalkan Pengelolaan Wisata, Dispar Lumajang Pentingnya Inovasi dan Peningkatan Kompetensi</title>
		<link>https://memontum.com/optimalkan-pengelolaan-wisata-dispar-lumajang-pentingnya-inovasi-dan-peningkatan-kompetensi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Feb 2025 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dispar]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kompetensi]]></category>
		<category><![CDATA[optimalkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan]]></category>
		<category><![CDATA[peningkatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pentingnya]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218966</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus berupaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), dalam pengelolaan objek wisata. Bahkan dari total 105 objek wisata yang tercatat, sebanyak 35 diantaranya masih belum beroperasi secara optimal, akibat kurangnya kesiapan dalam pengelolaan. Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lumajang, Devy Valiandra, menegaskan akan pentingnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus berupaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), dalam pengelolaan objek wisata. Bahkan dari total 105 objek wisata yang tercatat, sebanyak 35 diantaranya masih belum beroperasi secara optimal, akibat kurangnya kesiapan dalam pengelolaan.</p>



<p>Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lumajang, Devy Valiandra, menegaskan akan pentingnya inovasi dan peningkatan kompetensi pengelola objek wisata. Menurutnya, SDM yang unggul dan kreatif menjadi kunci utama dalam mempertahankan daya tarik wisata di Kabupaten Lumajang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kami sangat mengutamakan pengelola yang tidak hanya kompeten, tetapi juga inovatif dalam menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan wisata. Inovasi yang berkelanjutan akan membuat destinasi wisata tetap menarik bagi wisatawan,&#8221; katanya, Selasa (04/02/2025) tadi.</p>



<p>Selain pelatihan SDM, ujarnya, pemerintah juga memprioritaskan perbaikan akses jalan menuju destinasi wisata. Hal ini, bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan bagi para wisatawan yang akan mengunjungi objek wisata.</p>



<p>&#8220;Dengan pendekatan tersebut, diharapkan objek wisata yang kurang aktif dapat kembali menarik perhatian pengunjung, serta memberi dampak positif terhadap perekonomian daerah. Sementara melalui program peningkatan SDM ini, diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi sektor pariwisata di Lumajang, sekaligus memperkuat posisi daerah ini sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Jawa Timur,&#8221; ujarnya. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218966</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dispar Jember Berharap Pelaku Pariwisata Buat Terobosan Baru</title>
		<link>https://memontum.com/disparjember-berharap-pelaku-pariwisata-buat-terobosan-baru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2020 14:29:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dispar]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten jember]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif dan Inovatif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=128370</guid>

					<description><![CDATA[Selain Harus Kreatif dan Inovatif Memontum Jember &#8211; Selama masih Covid 19, pelaku pariwisata atau pengelola destinasi wisata di Kabupaten Jember, diharapkan bisa lebih kreatif dan inovatif, dalam menggeliatkan sektor tersebut. Masalahnya, masa pandemi ini tidak dapat diprediksi, kapan bakal rampung atau tuntasnya. Sehingga, perlu terobosan baru yang harus dan perlu dilakukan pelaku usaha. Demikian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Selain Harus Kreatif dan Inovatif</strong></p>
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Selama masih Covid 19, pelaku pariwisata atau pengelola destinasi wisata di Kabupaten Jember, diharapkan bisa lebih kreatif dan inovatif, dalam menggeliatkan sektor tersebut.</p>
<p>Masalahnya, masa pandemi ini tidak dapat diprediksi, kapan bakal rampung atau tuntasnya. Sehingga, perlu terobosan baru yang harus dan perlu dilakukan pelaku usaha.</p>
<p>Demikian yang diharapkan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jember, Arif Cahyono. Hal itu disampaikan, seiring tidak adanya kewenangan dinas, dalam mengatur atau melarang pelaku usaha, untuk menghentikan atau meneruskan sejumlah tempat wisata, untuk membuka atau tutup selama pandemi. Sebaliknya, hanya bersifat pembinaan dengan tetap mewanti-wanti penerapan protokol kesehatan secara bagus.</p>
<p>&#8220;Dinas Pariwisata tidak memiliki kewenangan melakukan pelarangan. Apalagi, sampai meminta pelaku wisata. Justru yang bisa dilakukan kini, adalah menghimbau agar mereka membuat terobosan-terobosan baru,&#8221; katanya.</p>
<p>Domain yang lebih maksimal, tambahnya, mendata dan melakukan pembinaan. Sekaligus, membantu promosi tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Jember.</p>
<p>&#8220;Dinas Pariwisata sifatnya lebih kepada promosi atau mengenalkan tempat wisata kepada pengunjung atau masyarakat secara luas. Itupun, setelah kami mendapat tembusan surat ijin dari Dinas PTSP,&#8221; paparnya.</p>
<p>Diterangkan, sejumlah tempat wisata di Kabupaten Jember, sesuai data di Dinas Pariwisata yang memiliki Obyek Daya Tarik Wisata (OTDW) berjumlah sekitar 80. Sedangkan untuk hotel, berjumlah sekitar 55 dengan kapasitas kamar berjumlah sekitar 2000.</p>
<p>Sementara itu, selama masa pandemi Covid 19, pengelola pariwisata di Kecamatan Ambulu, Suto Wijaya (50), mengakui bahwa kondisi pariwisata tengah lesu. Seperti kunjungan wisatawan ke Teluk Love, pun terdampak dan sepi.</p>
<p>&#8220;Kondisi seperti sekarang, semua harus paham. Kita pun, harus melakukan inovasi dengan menawarkan menu-menu yang lebih variatif kepada pengunjung. Disamping, memberikan pemahaman kepada mitra kerja hingga karyawan,&#8221; katanya seraya sambil ikut sosialisasi kepada pengunjung dan menyediakan standart protokol kesehatan<strong>. (bud/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">128370</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
