<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Disparbud Kabupaten Trenggalek &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/disparbud-kabupaten-trenggalek/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Aug 2020 06:19:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Disparbud Kabupaten Trenggalek &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ada Wacana untuk Pembelajaran Tatap Muka</title>
		<link>https://memontum.com/ada-wacana-untuk-pembelajaran-tatap-muka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2020 06:19:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud Kabupaten Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[luring]]></category>
		<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/121070-ada-wacana-untuk-pembelajaran-tatap-muka</guid>

					<description><![CDATA[Perkembangan Pembelajaran Selama Pandemi Covid-19 Memontum Trenggalek – Di tengah masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, semua sistem pembelajaran masih dilakukan dengan metode daring maupun luring. Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek mengungkapkan hal tersebut sudah sesuai dengan surat edaran yang ada. &#8220;Sesuai dengan surat edaran Kepala Dinas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Perkembangan Pembelajaran Selama Pandemi Covid-19</h2>
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> – Di tengah masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, semua sistem pembelajaran masih dilakukan dengan metode daring maupun luring. Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek mengungkapkan hal tersebut sudah sesuai dengan surat edaran yang ada.</p>
<p>&#8220;Sesuai dengan surat edaran Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Timur per tanggal 6 Juli 2020 menyebutkan bahwa proses pembelajaran di masa pandemi covid-19 masih dilakukan dengan daring maupun luring,&#8221; ucap Zaenab, Senin (10/08/2020) siang.</p>
<p>Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa sekolah akan melakukan pembelajaran dengan tatap muka (luring) dengan tetap dengan menjaga protokol kesehatan yang ada.</p>
<p>&#8220;Dengan metode daring ini, banyak wali murid yang mengeluh karena banyak mengeluarkan paket data untuk pembelajarannya. Dan kami menyadari tidak semua orang tua mempunyai handphone android. Sehingga kami melakukan rapat koordinasi dengan melibatkan koordinator Kepala Sekolah dan pengawas se kabupaten Trenggalek,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dikatakan Zaenab, untuk sistem pembelajaran, banyak usulan yang disampaikan yakni menggunakan sistem luring. Dengan catatan menjaga protokol kesehatan dan jumlah peserta didik juga dibatasi maksimal 5 orang serta mendapat dukungan dari wali murid masing-masing.</p>
<p>&#8220;Misalnya, salah satu lembaga yang ada di Trenggalek karena sebagian besar merupakan daerah dataran tinggi yang tidak terjangkau jaringan internet. Maka para tenaga pendidik memohon kepada Kepala Sekolah dan wali murid untuk dilakukan metode pembelajaran secara tatap muka. Atau bahkan wali murid bersedia membeli sendiri Alat Pelindung Diri (APD) sendiri untuk proses pembelajaran,&#8221; terang Zaenab.</p>
<p>Merujuk dari keadaan di lapangan, walaupun tidak ada surat edaran yang menganjurkan tetap bisa dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan bisa dilaksanakan di salah satu rumah wali murid yang tidak keberatan dengan cara bergiliran.</p>
<p>&#8220;Utamanya untuk pembelajaran kelas satu dan kelas dua, juga harus didampingi penuh untuk pengenalan terhadap mata pelajaran. Mengingat tidak mungkin akan dilakukan dengan metode daring di tingkatan kelas 1,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Dari hasil evaluasi, rata- rata di kecamatan Munjungan, Watulimo dan Gandusari disepakati dalam 1 Minggu akan dilakukan sistem pembelajaran secara luring. Karena didaerah-daerah tersebut akses internet sangat sulit didapat.</p>
<p>Terkait dengan juknis operasional sekolah, memang diamanatkan dalam Permendikbud bahwa dana BOS bisa digunakan untuk pencegahan Covid-19. Seperti membeli hand Sanitizer, masker, face Shield dan lain sebagainya.</p>
<p>&#8220;Kemudian juga ada himbauan untuk pembelian paket data internet yang akan diberikan secara gratis. Tetapi kami mendata para orang tua utamanya siswa yang memiliki handphone android sangatlah terbatas. Jadi karena ini bentuk kepentingan pembelajaran maka paket data yang akan diberikan harus memiliki handphone pribadi,&#8221; kata Zaenab.</p>
<p>Pada dasarnya, sejauh ini banyak siswa yang tidak memiliki handphone pribadi. Oleh karena itu, pihaknya juga akan melakukan identifikasi dan kajian lebih lanjut.</p>
<p>&#8220;Insyaallah himbauan dari Menteri Pendidikan akan segera ditindaklanjuti dengan melihat kondisi yang ada,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Seperti yang diketahui, dari data yang didapatkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek, siswa yang memiliki handphone pribadi juga akan dipilah ulang. Karena pihaknya tidak ingin anggaran BOS yang nantinya digunakan untuk pembelian paket data internet tidak salah sasaran.</p>
<p>Masih terang wanita berhijab ini, sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, pembelajaran secara tatap muka bisa dilakukan di daerah yang masuk zona hijau. Yang mana diketahui, jika di Kabupaten Trenggalek sendiri masuk zona oranye sehingga pembelajaran tidak bisa dilakukan dengan tatap muka tapi sepenuhnya dengan sistem daring.</p>
<p>&#8220;Tatap muka mungkin juga bisa dilakukan, mengingat beberapa kecamatan di Kabupaten Trenggalek mulai masuk zona hijau. Ini mungkin yang bisa menjadi pertimbangan untuk mengijinkan melakukan pembelajaran tatap muka,&#8221; pungkas Zaenab.</p>
<p>Perlu diketahui, jumlah lembaga pendidikan tingkat Sekolah Dasar di Kabupaten Trenggalek ada 442. diantaranya SD Negeri 422 dan SD Swasta 20 lembaga. <strong>(mil/syn)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">121070</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinas Pariwisata Gelar Trenggalek Yak-Jazz</title>
		<link>https://memontum.com/dinas-pariwisata-gelar-trenggalek-yak-jazz</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Dec 2019 05:29:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud Kabupaten Trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/101574-dinas-pariwisata-gelar-trenggalek-yak-jazz</guid>

					<description><![CDATA[Trenggalek, Memontum &#8211; Padukan 2 kesenian yang berbeda yakni tari Turonggo Yakso dan Musik Jazz, Dinas Pariwisata Kabupaten Trenggalek menggelar Trenggalek Yak-Jazz. Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya guna mempromosikan potensi daerah di kota Keripik Tempe. Acara yang digelar di halaman Pendopo Manggala Praja Nugraha tersebut juga bertujuan untuk memasyarakatkan musik jazz kepada masyarakat. Melalui [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Trenggalek, Memontum </strong>&#8211; Padukan 2 kesenian yang berbeda yakni tari Turonggo Yakso dan Musik Jazz, Dinas Pariwisata Kabupaten Trenggalek menggelar Trenggalek Yak-Jazz. Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya guna mempromosikan potensi daerah di kota Keripik Tempe.</p>
<p>Acara yang digelar di halaman Pendopo Manggala Praja Nugraha tersebut juga bertujuan untuk memasyarakatkan musik jazz kepada masyarakat. Melalui pendekatan budaya, diharapkan aliran musik yang sering dianggap terbatas bagi kelompok menengah ke atas tersebut bisa diterima oleh masyarakat di semua kalangan.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-101575" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191209-WA0032-copy.jpg?resize=740%2C444&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="444" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191209-WA0032-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191209-WA0032-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191209-WA0032-copy.jpg?resize=600%2C360&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191209-WA0032-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191209-WA0032-copy.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191209-WA0032-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Selain itu, melalui perpaduan musik jazz pula diharapkan kesenian tradisional khas Trenggalek, Turonggo Yakso, juga lebih dikenal oleh masyarakat luas.</p>
<p>Ketua Dekranasda Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, yang hadir membuka acara tersebut mengatakan bahwa Turonggo Yak-Jazz lahir dari ide kreatif dari masyarakat yang ingin mengkolaborasikan dua kesenian yang berbeda tersebut.</p>
<p>&#8220;Promosi daerah sebaiknya dikemas melalui kegiatan seni budaya, karena budaya sangat mudah diterima dan dikenal oleh masyarakat, &#8221; ucap Novita, Senin (09/12/2019) pagi.</p>
<p>Novita berharap selain sebagai ajang hiburan, melalui pendekatan seni budaya pesan yang ingin dimasukkan dapat cepat ditangkap oleh masyarakat.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Novita juga berbicara tentang perkembangan teknologi informasi melalui revolusi industri 4.0 di mana semua serba cepat dan mudah.</p>
<p>&#8220;Kita tidak lagi melakukan promosi melalui pamflet, media cetak, dan lainnya, melainkan dengan pendekatan teknologi informasi, &#8221; imbuhnya.</p>
<p>Untuk itu dirinya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus dapat berkreasi dan berinovasi, termasuk juga dalam promosi dapat memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang ada.</p>
<p>Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek Sunyoto, mengatakan bahwa kesenian tidak boleh mati dan kreativitas harus tetap terus berjalan seperti mengkolaborasikan musik jazz dengan kesenian Turonggo Yakso. Menurut Sunyoto, hal itu merupakan yang pertama kalinya dan satu satunya, karena Turonggo Yakso adalah milik Trenggalek.</p>
<p>&#8220;Seperti yang disampaikan ibu Ketua Dekranasda Trenggalek tadi, kita ingin mengenalkan Turonggo Yakso kepada khalayak yang lebih luas lagi melalui musik jazz, sebagaimana kita ketahui musik jazz ini sudah mendunia dan ada dimana-mana, &#8221; tuturnya.</p>
<p>Rencananya, lanjut Sunyoto, ke depan Turonggo Yak-Jazz akan menjadi event yang berkelanjutan. Selain mempromosikan budaya, juga ditujukan untuk promosi wisata.</p>
<p>&#8220;Rencana akan kita gelar di Prigi 360, karena kondisi tempat tersebut masih dalam perbaikan sehingga tidak memungkinkan kita gelar di sana, &#8221; pungkas Sunyoto. <strong>(mil/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">101574</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan PAD, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek Akan Naikkan Harga Tiket Masuk Kawasan Wisata</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-pad-dinas-pariwisata-dan-kebudayaan-trenggalek-akan-naikkan-harga-tiket-masuk-kawasan-wisata</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Nov 2018 16:20:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud Kabupaten Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[PAD]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/64084-tingkatkan-pad-dinas-pariwisata-dan-kebudayaan-trenggalek-akan-naikkan-harga-tiket-masuk-kawasan-wisata</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Guna meningkatkan Pendapat Asli Daerah di Kota Keripik Tempe ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek berencana akan menaikkan harga tiket masuk tempat wisata. Dapat dipastikan, harga tiket tempat wisata di Trenggalek akan lebih mahal dibandingkan harga yang dibanderol saat ini. Menanggapi hal tersebut pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Guna meningkatkan Pendapat Asli Daerah di Kota Keripik Tempe ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek berencana akan menaikkan harga tiket masuk tempat wisata. Dapat dipastikan, harga tiket tempat wisata di Trenggalek akan lebih mahal dibandingkan harga yang dibanderol saat ini. </p>
<p>Menanggapi hal tersebut pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek akan mulai menaikkan harga tiket masuk ke tempat &#8211; tempat wisata di awal tahun 2019 mendatang. </p>
<p>&#8220;Kami memang sudah berencana akan menaikkan harga tiket masuk tempat wisata yang dikelola oleh Pemerintah Daerah. Akak tetapi, rencana ini masih akan dikaji dan dilakukan pembahasan lebih lanjut, agar nantinya masyarakat maupun pengunjung tidak merasa terbebani dengan harga tiket yang sedikit lebih mahal dari harga sebelumnya, &#8221; ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Joko Irianto saat dikonfirmasi, Rabu (14/11/2018). </p>
<p>Sektor pariwisata yang ada di Kabupaten Trenggalek memang sangat tinggi. Banyaknya tempat &#8211; tempat wisata seperti pantai, goa dan juga air terjun membuat Kabupaten Trenggalek dikenal masyarakat baik luar daerah bahkan luar negeri akan keindahan alamnya. Tak heran jika, banyak pengunjung liar kota yang melirik keindahan alam di Kabupaten Trenggalek. </p>
<p>Seiring dengan hal tersebut, PAD yang didapatkan dari sektor pariwisata ini justru tak seimbang. Nilai PAD yang didapatkan selama kurun waktu beberapa tahun terakhir belum bisa dikatakan maksimal. Oleh karena itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan berencana meningkatkan tarif tiket masuk tempat wisata ini guna mendongkrak PAD dari sektor Pariwisata. </p>
<p>&#8220;Beberapa tempat wisata yang rencananya akan dinaikkan tiket masuknya yakni Pantai Pasir Putih, Goa Lowo dan Pantai Pelang. Tiket masuk Pantai Pasir Putih yang sebelumnya Rp  10 ribu rupiah, akan dinaikkan menjadi Rp 15 ribu rupiah per orang. Sedangkan untuk tiket masuk Goa Lowo dan Pantai Pelang dari yang sebelumnya Rp 7.500, &#8211; menjadi Rp 10 ribu rupiah per orang, &#8221; imbuhnya. Dikonfirmasi terpisah, salah satu wisatawan lokal Nico Setiawan mengaku keberatan dengan rencana kenaikan tiket masuk tempat wisata di beberapa lokasi tersebut. </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">64084</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
