<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Disparbud Lamongan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/disparbud-lamongan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2021 08:23:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Disparbud Lamongan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Disparbud Lamongan Ajak BPCB Bongkar Sejarah Penemuan Koin Kuno di Sukosongo</title>
		<link>https://memontum.com/disparbud-lamongan-ajak-bpcb-bongkar-sejarah-penemuan-koin-kuno-di-sukosongo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Sep 2021 08:23:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Penemuan Koin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=152833</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Guna mengetahui sejarah koin kuno yang telah di temukan warga Desa Sukosongo. Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Lamongan melakukan kordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB). Hal itu di sampaikan oleh Kasi Sejarah dan Purbakala Disparbud Lamongan, Edy Suprapto, Selasa (07/09).&#160; Dijelaskan Edy Suprapto yang sapaan karibnya Edy, Sementara ini kordinasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Guna mengetahui sejarah koin kuno yang telah di temukan warga Desa Sukosongo. Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Lamongan melakukan kordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB). Hal itu di sampaikan oleh Kasi Sejarah dan Purbakala Disparbud Lamongan, Edy Suprapto, Selasa (07/09).&nbsp;</p>



<p>Dijelaskan Edy Suprapto yang sapaan karibnya Edy, Sementara ini kordinasi yang telah di lakukannya hanyala bersifat pemberian kabar terhadap pihak BPCB melalui telepon seluler bahwa telah di temukannya koin dan bata kuno di Desa Sukosongo, Kecamatan Kembangbahu dan menanyakan perlu atau tidaknya untuk melakukan kajian sejarah terhadap benda tersebut.&nbsp;</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-lamongan-terus-konsisten-tingkatkan-perbaikan-infrastruktur-jalan">Pemkab Lamongan Terus Konsisten Tingkatkan Perbaikan Infrastruktur Jalan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dorong-kemajuan-pendidikan-pemkab-lamongan-sambut-kedatangan-713-mahasiswa-unair">Dorong Kemajuan Pendidikan, Pemkab Lamongan Sambut Kedatangan 713 Mahasiswa Unair</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lamongan-kick-off-sppt-pbb-p2-tahun-2026">Bupati Lamongan Kick Off SPPT PBB P2 Tahun 2026</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Sedangkan, kordinasi yang mengenai kajian agar di ketahui asal usulnya benda pembuatan tahun berapa dan peninggalannya siapa, secara resmi Disparbud masih belum melakukan penyuratan kepada pihak BPCB dan juga masih belum menentukan tanggalnya. Tetapi, kami akan tetap melakukan kajian terhadap benda tersebut,&#8221; ucapnya menegaskan.&nbsp;</p>



<p>Dijelaskannya, Setelah di ketahui asal usulnya benda tersebut, Disparbud Lamongan akan melakukan perawatan dan menaruhnya di musium. Namun, banyak di sayangkan benda tersebut sudah banyak yang di perjualkan oleh warga setempat yang telah terlebih dahulu mendapatkannya.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Terkait benda yang sudah di perjualkan kami tidak akan melakukan tindakan khusus. Tetapi, kami berharap kepada semua masyarakat ketika ada penemuan serupa di harapkan melapor ke Disparbud bukan hanya di viralkan saja,&#8221; harapnya.</p>



<p>Sedangkan, lanjutnya, penemuan benda tersebut di temukan oleh warga setempat di lahan mereka pribadi ketika mendapatkan buangan tanah dari kegiatan pengerukan yang di lakukan di Desa Sukosongo. &#8220;Bahkan ada salah satu warga yang mengatakan bahwa koin tersebut sebenarnya sudah lama di ketahui. Tetapi, tidak ada yang berani mengambilnya kendati tempat tersebut terbilang angker,&#8221; katanya. <strong>(zud/zen/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">152833</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DKL dan Disparbud Lamongan Gelar Workshop Tradisi Lisan dan Sastra Kentrung</title>
		<link>https://memontum.com/dkl-dan-disparbud-lamongan-gelar-workshop-tradisi-lisan-dan-sastra-kentrung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2020 15:10:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Kesenian Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud Lamongan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/108127-dkl-dan-disparbud-lamongan-gelar-workshop-tradisi-lisan-dan-sastra-kentrung</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Kabupaten Lamongan memang dikenal kaya akan seni tradisi. Salah satunya adalah kesenian kentrung yang juga memiliki ciri khas tersendiri. Kentrung di Lamongan menggunakan rebana sebagai ciri khas peristiwa dan tokoh dikendalikan oleh seorang dalang. Sayangnya, seni kentrung yang hidup di daerah utara Lamongan ini hampir punah seiring meninggalnya H. Ahmad Kusairi atau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Kabupaten Lamongan memang dikenal kaya akan seni tradisi. Salah satunya adalah kesenian kentrung yang juga memiliki ciri khas tersendiri. Kentrung di Lamongan menggunakan rebana sebagai ciri khas peristiwa dan tokoh dikendalikan oleh seorang dalang.</p>
<p>Sayangnya, seni kentrung yang hidup di daerah utara Lamongan ini hampir punah seiring meninggalnya H. Ahmad Kusairi atau yang biasa disapa Mbah Kusyairi, dalang kentrung dari Desa/Kecamatan Solokuro.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-108129" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/20200309_174036-copy.jpg?resize=740%2C392&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="392" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/20200309_174036-copy.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/20200309_174036-copy.jpg?resize=300%2C159&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/20200309_174036-copy.jpg?resize=768%2C407&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/20200309_174036-copy.jpg?resize=600%2C318&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/20200309_174036-copy.jpg?resize=200%2C106&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Untuk menjaga dan merawat warisan seni dan budaya itu, Dewan Kesenian Lamongan (DKL) dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lamongan, dengan menggelar Workshop dengan tema &#8220;Tradisi Lisan dan Sastra Kentrung&#8221;</p>
<p>&#8220;Workshop ini adalah salah satu upaya untuk mengangkat kembali Kentrung ke permukaan,&#8221; tutur Mifta Alamuddin, Kabid Kebudayaan Disparbud Lamongan, Minggu (8/3/2020).</p>
<p>Disparbud meyakini, workshop dan memberikan kesempatan anak Mbah Kusairi, Yazid, untuk tampil ke publik ke untuk pertama kalinya ini menjadi formula untuk kembali membangkitkan Kentrung agar bisa tetap eksis dan diterima oleh kaum milenial.</p>
<p>&#8220;Kami mencari formula yang pas agar Kentrung bisa kembali eksis,&#8221; katanya dalam momen tribute to Mbah Kusairi yang bertema &#8220;Membumikan Kentrung sebagai Warisan Budaya&#8221;.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-108128" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/20200309_174159-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/20200309_174159-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/20200309_174159-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/20200309_174159-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/20200309_174159-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Untuk diketahui, Kentrung yang merupakan kesenian teater tradisional asli Lamongan, yang asal istilah penamaan Kentrung, diambil dari suara musiknya yang berbunyi &#8220;tung, tung, tung&#8217; ini.</p>
<p>Kentrung juga bisa diartikan “ngreken perkoro isane jluntrung”, yang penyampaiannya dengan cara bercerita (bertutur) dengan bahasa Jawa.</p>
<p>Selama pertunjukan, Kentrung terkadang dimainkan oleh satu orang pemain, sekaligus berperan sebagai Dalang Kentrung yang bertugas memainkan alat musik dan menuturkan cerita.</p>
<p>Ini biasanya disebut Kentrung ontang-anting. Namun, ada pula yang beranggotakan 10 pemain saat tampil, dengan satu orang berperan sebagai dalang, dua sinden, satu pembaca mocopat dan enam pemusik.</p>
<p>Cerita-cerita dalam penyajian Kentrung biasanya seperti cerita Sunan Drajat, Panji Laras-Liris, Syekh Subakir dan cerita Wali Songo. Namun juga bisa menyesuaikan dengan tema yang diminta penanggap dengan diiringi instrumen musik Kentrung menggunakan rebana.</p>
<p>Penggunaan dua rebana (rebana berukuran besar dan rebana berukuran kecil) yang selalu dimainkan dalam Kentrung, dan pakaian dalang yang menggunakan jubah dan sorban, menjadi ciri khas Kentrung Lamongan.</p>
<p>Upaya pelestarian seni kentrung ini terus dilakukan. Selain rebana, ciri lain yang ada di kentrung Lamongan adalah pakaian sang dalang yang menggunakan jubah dan juga cerita yang disampaikan.</p>
<p>&#8220;Kentrung memang banyak dan berbeda tiap daerah. Di Lamongan, kentrung bernuansa islami baik dari kostum yang memakai jubah dan sorban, maupun dari segi cerita yang biasanya berasal dari kisah Sunan Drajat, Sunan Giri dan Sunan Kalijaga yang kemudian di tengah-tengah ditambahkan tentang cerita-cerita lokal dan juga cerita riwayat para nabi,&#8221; kata Yazid, anak Mbah Kusairi yang kini meneruskan profesi ayahnya.</p>
<p>Selain itu, Yazid mengungkapkan, kentrung dari Lamongan mengandung 3 hal. Budaya, dakwah dan sejarah yang disampaikan ke penonton. Kentrung Lamongan, kata Yazid, biasanya dimainkan saat ada hajatan seperti pernikahan, sunatan atau juga ketika tingkepan.</p>
<p>&#8220;Kentrung ini biasanya juga ditampilkan saat sedekah bumi, haul sunan-sunan, peringatan lahirnya suatu daerah atau desa,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sementara, pemerhati budaya Rodli TL menambahkan, kentrung adalah satu di antara kemasan sastra lisan yang dimainkan seorang dalang tanpa wayang, sekaligus menjadi panjak (penabuh alat musik, red) yang membawakan cerita yang kebanyakan tentang juru dakwah kebaikan dan tantangannya.</p>
<p>Sayangnya, kata Rodli, perkembangan kentrung semakin ditinggalkan generasinya saat satu-satunya dalang yang ada di Lamongan meninggal dan tidak punya penerus.</p>
<p>&#8220;Kentrung sampai sekarang diyakini memiliki spirit yang cukup tinggi untuk merekatkan antar masyarakat dan mendekatkan pada Tuhan,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Sementara, Dosen Jurusan Sendratasik Unesa Welly Suryandoko mengatakan, kentrung Lamongan adalah salah satu seni teater tradisional yang bisa digolongkan dalam kentrung ontang anting karena hanya terdapat satu pemain saja dalam pertunjukannya. Aksi dalang dalam memukul rebana, menurut Welly, adalah bagian dari akting yang memberikan peran sebagai suspend dalam cerita.</p>
<p>&#8220;Dalang yang bercerita tidak melakukan gerakan seperti menari ataupun berdiri sebagai bagian dari pertunjukan, melainkan hanya duduk di tempat dan menuturkan ceritannya,&#8221; jelas Welly.</p>
<p>Disparbud Lamongan pun berusaha mencari formula untuk membangkitkan kentrung agar bisa tetap eksis dan diterima oleh kaum milenial.</p>
<p>Kabid Kebudayaan Disbudpar Lamongan, Mifta Alamuddin menuturkan, sepeninggal Mbah Kusairi kentrung Lamongan seakan tenggelam dan sang anak pun baru kali ini tampil ke publik.</p>
<p>&#8220;Workshop ini adalah salah satu upaya untuk mengangkat kembali kentrung ke permukaan dan mencari formula yang pas agar kentrung bisa kembali eksis,&#8221; jelas Udin. <strong>(Fjr/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">108127</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ketiga Perahu Peninggalan Kolonial Belanda Dijadikan Koleksi Baru di Waduk Gondang</title>
		<link>https://memontum.com/ketiga-perahu-peninggalan-kolonial-belanda-dijadikan-koleksi-baru-di-waduk-gondang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Nov 2019 04:12:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Perahu Kuno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99190-ketiga-perahu-peninggalan-kolonial-belanda-dijadikan-koleksi-baru-di-waduk-gondang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan, saat ini tengah melakukan proses pengangkatan tiga bangkai kapal zaman kolonial Belanda. Penemuan tiga perahu kuno di dasar sungai Bengawan Solo yang ada di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng Lamongan, rencananya akan ditaruh di Wisata Waduk Gondang, Kecamatan Sugio, Lamongan. Kepala Disparbud Lamongan, Ismunawan mengatakan, ketiga perahu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan </strong>&#8211; Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan, saat ini tengah melakukan proses pengangkatan tiga bangkai kapal zaman kolonial Belanda. Penemuan tiga perahu kuno di dasar sungai Bengawan Solo yang ada di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng Lamongan, rencananya akan ditaruh di Wisata Waduk Gondang, Kecamatan Sugio, Lamongan.</p>
<p>Kepala Disparbud Lamongan, Ismunawan mengatakan, ketiga perahu yang diduga sebagai peninggalan masa penjajahan tersebut rencananya akan dijadikan koleksi baru di Waduk Gondang.</p>
<p>“Petunjuk dari Kemendikbud tadi, rencananya akan ditaruh di Kantor Disparbud Lamongan. Tapi ini tadi saya usulkan, kalau diizinkan nanti akan saya taruh di Waduk Gondang,” kata Ismunawan, Senin (4/11/2019).</p>
<p>Ismunawan berharap, keberadaan tiga perahu tersebut nantinya akan mampu membangkitkan kembali gairah masyarakat untuk berkunjung ke objek wisata yang berada di Kecamatan Sugio, Lamongan.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://lamongan.memontum.com/804-kemendikbud-janji-saksikan-pengangkatan-3-perahu-kuno-di-lamongan" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Kemendikbud Janji Saksikan Pengangkatan 3 Perahu Kuno di Lamongan</a></p>
<p>“Kami berharap seluruh masyarakat lamongan nantinya yang ingin melihat wujud perahu zaman kolonial dapat berkunjung langsung di Waduk Gondang dan kita harapkan bisa menambah retribusi daerah,” tandasnya.</p>
<p>Untuk merealisasikan rencana tersebut, tambah Ismunawan, pihaknya akan meminta pertimbangan dari Kemendikbud.</p>
<p>“Tadi informasi dari Kemendikbud akan ada tim kepurbakalaan dari Borobudur yang akan ke sini. Nanti kita minta petunjuknya bagaimana menyimpan benda-benda peninggalan sejarah itu,” ujar Ismunawan menegaskan.<strong> (nov/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99190</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Lamongan Siapkan Pelajar ke PSP Pada Ajang Pekan Propinsi 2019</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-lamongan-siapkan-pelajar-ke-psp-pada-ajang-pekan-propinsi-2019</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Apr 2018 12:26:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pekan Seni Pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Lamongan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/35560-pemkab-lamongan-siapkan-pelajar-ke-psp-pada-ajang-pekan-propinsi-2019</guid>

					<description><![CDATA[MeMontum Lamongan &#8212; Wakil Bupati Lamongan, Hj. Kartika Hidayati membuka Pekan Seni Pelajar (PSP) Lamongan Tahun 2018 di Aula Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Kamis (5/4/2018). PSP tahun ini digelar selama dua hari di empat lokasi. Disampaikan oleh Kepala Disparbud Chairil Anwar, PSP tahun ini digelar pada tanggal 5 dan 6 April 2018 di Disparbud, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MeMontum Lamongan</strong> &#8212; Wakil Bupati Lamongan, Hj. Kartika Hidayati membuka Pekan Seni Pelajar (PSP) Lamongan Tahun 2018 di Aula Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Kamis (5/4/2018). PSP tahun ini digelar selama dua hari di empat lokasi.</p>
<p>Disampaikan oleh Kepala Disparbud Chairil Anwar, PSP tahun ini digelar pada tanggal 5 dan 6 April 2018 di Disparbud, Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan Daerah dan Tribun Alun-Alun Lamongan.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/psp3-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-35562" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/psp3-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/psp3-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/psp3-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/psp3-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Dia mengungkapkan pada hari pertama akan dilaksankan lomba bagi peserta SD/MI dan pada hari kedua untuk SMP/MTs. PSP ini diikuti pelajar perwakilan dari 27 kecamatan di Lamongan.</p>
<p>Sementara bidang seni yang dilombakan yakni seni tari, seni lukis, seni poster, baca puisi dan musikalisasi puisi, seni musik, seni patung, seni samroh serta  paduan suara.</p>
<p>Chairil Anwar mengungkapkan bahwa event tersebut dimaksudkan untuk menggali potensi pelajar Lamongan di bidang kesenian.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/psp5-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-35561" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/psp5-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/psp5-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/psp5-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/psp5-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>“Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk membekali dan menumbuhkembangkan kecintaan pelajar terhadap kesenian serta mempersiapkan bibit seniman guna dibawa pada ajang Pekan Seni Pelajar Propinsi pada tahun 2019 mendatang,&#8221; katanya menambahkan.</p>
<p>Kemudian untuk juri, panitia bekerjasama dengan dalam Dewan Kesenian Propinsi Jawa Timur, Dewan Kesenian Lamongan, serta Paguyuban Seni dan Pembina Kesenian Sekolah.</p>
<p>Sedangkan Kartika Hidayati dalam sambutannya memberikan motivasi pada penyelenggara agar secara rutin melaksanakan PSP. Karena menurut dia jiwa seni juga bisa menjadi media pembentuk karakter generasi muda.</p>
<p>“Negara ini tidak hanya dibangun oleh teknologi dan sains yang tinggi, tetapi juga jiwa seni yang tinggi. Jika tidak disertai dengan jiwa seni maka akan menjadi negara yang kaku dan keras. Sehingga pemimpin dan pengajar juga harus memiliki jiwa seni. Oleh karena itu kegiatan semacam ini patut diapresiasi guna menumbuhkembangkan jiwa seni tersebut,” jelas Kartika Hidayati. <strong>(Ifa/zen/nay)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">35560</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
