<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Disparpora Bondowoso &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/disparpora-bondowoso/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Nov 2021 15:32:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Disparpora Bondowoso &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Antisipasi Bencana Alam di Destinasi Wisata, Disparpora Bondowoso Gandeng BPBD</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-bencana-alam-di-destinasi-wisata-disparpora-bondowoso-gandeng-bpbd</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Nov 2021 15:22:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Disparpora Bondowoso]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=158463</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Pada musim penghujan ini, wisatawan mancanegara dan domestik yang akan berkunjung ke destinasi wisata di Kabupaten Bondowoso, dimiminta lebih waspada. Itu karena, desitinasi wisata di Bondowoso, lebih banyak Destinasi Wisata Alam (DWA). Dari 43 obyek wisata di Bondowoso, 39,53 persen merupakan DWA. Menyusul kemudian, wisata desa 25,58 persen dan wisata buatan 13,85 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8211; Pada musim penghujan ini, wisatawan mancanegara dan domestik yang akan berkunjung ke destinasi wisata di Kabupaten Bondowoso, dimiminta lebih waspada. Itu karena, desitinasi wisata di Bondowoso, lebih banyak Destinasi Wisata Alam (DWA).</p>



<p>Dari 43 obyek wisata di Bondowoso, 39,53 persen merupakan DWA. Menyusul kemudian, wisata desa 25,58 persen dan wisata buatan 13,85 persen. Ada juga wisata minat husus (WMH), wisata religi, dan wisata budaya, yang total hanya 6,98 persen.</p>



<p>Kepala Disparpora Bondowoso, Mulyadi, mengatakan bahwa untuk mengantisipasi sejumlah kejadian karena Intensitas hujan yang tinggi, Disparpora bekerjasama dengan BPBD. Hal itu dilakukan, dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana di area destinasi wisata. Karena, dengan intensitas hujan yang tinggi, maka rentan terjadi bencana alam.</p>



<p>&#8220;DWA yang sudah mengalami bencana alam adalah Tancak Kambar di Desa Kupang Kecamatan Pakem. Kami langsung mengarahkan Tim Reaksi Cepat (TRC),&#8221; katanya, Rabu (17/11/2021).</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Vegetasi di Pegunungan Ijen, lanjutnya, mulai berkurang. Maka, untuk potensi terjadinya bencana alam sangat besar. Apalagi, baru-baru ini terjadi kebakaran hutan di sekitar Obyek Wisata Ijen.</p>



<p>Ditambahkannya, solum tanah di Bondowoso, hususnya di daerah destinasi wisata, masih tebal. Sehingga, sangat berpotensi terjadi longsor. Berbeda, jika struktur tanahnya tidak bersolum atau tanah padas.</p>



<p>Kawasan objek wisata yang rawan bencana adalah Tancak Kembar yang berlokasi di Pegunungan Argopuro dan sekitar Pegunungan Ijen. Di dua tempat tersebut, telah dipasang papan peringatan.</p>



<p>“Saya mengimbau kepada seluruh pengunjung objek wisata, agar meningkatkan kewaspadaan. Disparpora menyiapkan pelatihan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Objek Wisata,” himbaunya. <strong>(sam/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">158463</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disparpora Bondowoso Latih 20 Orang Calon Guide</title>
		<link>https://memontum.com/disparpora-bondowoso-latih-20-orang-calon-guide</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Sep 2021 15:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Disparpora Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Bondowoso]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=153433</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Dibukanya kembali 26 destinasi wisata di Bondowoso, membuat Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso, melakukan pelatihan terhadap 20 calon guide atau pemandu wisata. Dengan pelatihan ini, diharapkan mampu menambah jumlah guide yang ada di Bondowoso, atau sekitar 35 guide. Kepala Disparpora, Mulyadi SP MM, melalui Kepala Bidang Pariwisata, Arif Setyo Raharjo, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8211; Dibukanya kembali 26 destinasi wisata di Bondowoso, membuat Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso, melakukan pelatihan terhadap 20 calon guide atau pemandu wisata. Dengan pelatihan ini, diharapkan mampu menambah jumlah guide yang ada di Bondowoso, atau sekitar 35 guide.</p>



<p>Kepala Disparpora, Mulyadi SP MM, melalui Kepala Bidang Pariwisata, Arif Setyo Raharjo, mengatakan pelatihan ini dimaksudkan untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bidang wisata.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-minta-diskon-hukuman">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta &#8216;Diskon&#8217; Hukuman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
</ul>


<p>“Mereka dilatih untuk menguatkan SDM, hususnya dalam memandu para wisatawan ketika melakukan refereshing ke destinasi wisata di Bondowoso,” kata Arif, sapaannya pada memontum.com, Senin (13/09).</p>



<p>Guide yang belum mempunyai lisensi akan difasilitasi oleh Disparpora setelah mengikuti pelatihan. Yang berwenang mengeluarkan lisensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim).</p>



<p>Ditambahkan, tugas guide itu antara lain, menjelaskan keunggulan destinasi wisata Bondowoso pada tamu dan cara melayani Wisata Mancanegara/Domestik (Wisman/Dom) pada masa pendemi Covid-19 ini.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Disparpora Bondowoso Latih 20 Orang Calon Guide" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/F7R60X3jM18?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Dalam kegiatan ini, Disparpora menggandeng Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Jatim, Dewan Pimpinan Cabang HPI Bondowoso, Polisi Pariwisata, dan Tenaga Ahli Ijen Geopark.</p>



<p>“Diharapkan dengan ilmu yang ditularkan oleh 4 pemateri tersebut, para guide yang dilatih bisa menambah ilmu dan wawasan dalam bidang kepariwisataan. Sehingga Wisman/Dom yang berkunjung ke Bondowoso merasa pusa, karena dilayani secara profesional,” kata Arif.</p>



<p>Seluruh unsur yang terkait dengan kepariwisataan harus dikuatkan. Mulai dari pengelola, pemandu, hingga masyarakat, untuk meningkatkan kwalitas pelayanan pada pengunjung.</p>



<p>Pelatihan ini juga dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan penilaian Ijen Geoprak. Salah satu unsur yang dinilai adalah SDM Pengelola, Pemandu Wisata, dan Masyarakat. <strong>(sam/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">153433</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Respon MoU Perhutani, Disparpora Bondowoso Gelar Koordinasi Pelaku Usaha Pariwisata dan UMKM</title>
		<link>https://memontum.com/respon-mou-perhutani-disparpora-bondowoso-gelar-koordinasi-pelaku-usaha-pariwisata-dan-umkm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2021 12:14:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Disparpora Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Pelaku Usaha Pariwisata dan UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=150627</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Setelah melakukan MoU dengan Perhutani untuk pengembangan destinasi wisata, Disparpora langsung melakukan koordinasi dengan pelaku usaha yang terkait dengan pariwisata. Mereka diajak berembuk agar bangkit kembali dalam masa pandemi Covid-19. Rapat Koordinasi Pelaku Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dihadiri oleh Wabup, Irwan Bahtiar Rahmat, Kadisparpora Mulyadi SP MM, Staf Ahli, Taufan R [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8211; Setelah melakukan MoU dengan Perhutani untuk pengembangan destinasi wisata, Disparpora langsung melakukan koordinasi dengan pelaku usaha yang terkait dengan pariwisata. Mereka diajak berembuk agar bangkit kembali dalam masa pandemi Covid-19.</p>



<p>Rapat Koordinasi Pelaku Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dihadiri oleh Wabup, Irwan Bahtiar Rahmat, Kadisparpora Mulyadi SP MM, Staf Ahli, Taufan R Msi, Asisten, Drs Abdurrahman, dan Komisi III, Kukuh Raharjo ST MMT.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evakuasi-jenazah-korban-jatuh-di-jurang-gunung-saeng-bondowoso-berhasil">Evakuasi Jenazah Korban Jatuh di Jurang Gunung Saeng Bondowoso Berhasil</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/rumah-sakit-tipe-c-dua-lantai-bakal-berdiri-di-bondowoso">Rumah Sakit Tipe C Dua Lantai Bakal Berdiri di Bondowoso</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/webinar-literasi-digital-di-bondowoso-kemenkominfo-bahas-dasar-keamanan-akun-media-sosial">Webinar Literasi Digital di Bondowoso, Kemenkominfo Bahas Dasar Keamanan Akun Media Sosial</a></li>
</ul>


<p>“Saya mengajak para pelaku usaha partiwisata dan ekonomi kreatif untuk bangkit lagi. Mari kita cari solusi agar usaha kita bisa bergerak kembali”, kata Mul, sapaan, Kadisparpora tadi sore.</p>



<p>Ditambahkan, untuk memberikan semangat pada pelaku usaha, pihaknya akan mengibarkan bendera merah putih pada tanggal 17 Agustus di seluruh destinasi wisata Bondowoso.</p>



<p>Sebagai Kadis Pariwisata yang baru, lanjutnya, pihaknya akan mengenalkan diri dan akan berkenalan dengan seluruh pelaku usaha. Kalau sudah saling mengenal, kerjasama akan berjalan dengan lancar.</p>



<p>Dalam kesempatan tersebut, Mul menyampaikan sejumlah program pada pelaku usaha. Diharapkan, setelah program tersampaikan, para pelaku usaha bisa memanfaatkannya sesuai jenis usahanya.</p>



<p>Di tempat yang sama, Wabup Irwan menyambut baik upaya Kadisparpora Mulyadi yang telah berinisiatif mengumpulkan pelaku usaha untuk menggerakkan sektor wisata di Bondowoso.</p>



<p>“Bulan September ini sudah mulai ada pelonggaran, termasuk wisata. Untuk mempersiapkannya, Pak Mul menyerap aspirasi pelaku usaha”, kata Irwan, sapaan Wabup Irwan tadi sore.</p>



<p>Dalam diskusi nanti, lanjutnya, akan membahas pemetaan dari masing-masing usaha kreatif dan mencari solusi. Kita akan mengejar kletertinggalan setelah dihajar Covid-19 selama setahun lebih ini. Irwan juga menyampaikan, Adm Perhutani, Andia, pernah menjanjikan lahan 30 ha di Palduding Ijen pada Pemkab untuk kegiatan usaha. Pihaknya sudah memerintahkan pada Kadisparpora untuk ditindaklanjuti. <strong>(sam/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">150627</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disparpora Gelar Seleksi Tour Guide untuk Optimalkan Wisata Bondowoso</title>
		<link>https://memontum.com/disparpora-gelar-seleksi-tour-guide-untuk-optimalkan-wisata-bondowoso</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 May 2021 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pariwisata Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Disparpora Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Optimalkan Aturan]]></category>
		<category><![CDATA[Seleksi Tour Guide]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=147161</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), menggelar Seleksi Calon Tour Guide, Senin (24/05) tadi. Pelaksanaan itu digelar, dalam upaya untuk mempermudah para wisatawan asing atau mancanegara, agar bisa secara cepat dan mudah mengenal tempat wisata yang ada di Kabupaten Bondowoso. Pelaksanaan seleksi sendiri, diikuti sedikitnya sekitar 60 peserta. Targetnya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), menggelar Seleksi Calon Tour Guide, Senin (24/05) tadi. Pelaksanaan itu digelar, dalam upaya untuk mempermudah para wisatawan asing atau mancanegara, agar bisa secara cepat dan mudah mengenal tempat wisata yang ada di Kabupaten Bondowoso.</p>



<p>Pelaksanaan seleksi sendiri, diikuti sedikitnya sekitar 60 peserta. Targetnya, untuk membidik guide, dalam mempromosikan dan memberikan jalan keluar saat ada wisatawan asing yang berkunjung ke Bondowoso.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evakuasi-jenazah-korban-jatuh-di-jurang-gunung-saeng-bondowoso-berhasil">Evakuasi Jenazah Korban Jatuh di Jurang Gunung Saeng Bondowoso Berhasil</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/rumah-sakit-tipe-c-dua-lantai-bakal-berdiri-di-bondowoso">Rumah Sakit Tipe C Dua Lantai Bakal Berdiri di Bondowoso</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/webinar-literasi-digital-di-bondowoso-kemenkominfo-bahas-dasar-keamanan-akun-media-sosial">Webinar Literasi Digital di Bondowoso, Kemenkominfo Bahas Dasar Keamanan Akun Media Sosial</a></li>
</ul>


<p>“Kebijakan nanti, lisensi dilakukan oleh pemerintah provinsi Jawa timur. Akan tetapi, untuk seleksi dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso,” ungkap Kepala Bidang Pariwisata Bondowoso, Arif Setyo Rahardjo.</p>



<p>Ditambahkan Arif, dari jumlah peserta seleksi tour guide yang telah masuk, nantinya akan di verifikasi ulang. Sehingga, total jumlah 60 peserta seleksi tidak seluruhnya bisa masuk menjadi tour guide.</p>



<p>“Masih kami seleksi lagi. Kemungkinan kita akan ambil 30 peserta. Akan tetapi, itu masih akan kami seleksi lagi. Sehingga, para seleksi itu harus mengambil lisensi bahasa yang mereka pahami,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Disamping itu, lanjut Arif, kriteria tour guide yang masuk kategori harus bisa atau mumpuni di bidang pariwisata. Semisal, dalam mempromosikan tempat atau fasilitas-fasilitas yang ada di tempat wisata tersebut. “Jadi, nanti ada beberapa kriteria yang di syaratkan untuk teman-teman pramu wisata atau calon guide yang mengikuti seleksi ini. Salah satunya, harus memilih bahasa asing yang menjadi materi dasar dan harus bisa memahami profil Wisata yang ada di Kabupaten Bondowoso,&#8221; paparnya. <strong>(dul/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">147161</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disparpora Pasang Stiker Bagi Usaha Wisata yang Layak Kunjung</title>
		<link>https://memontum.com/disparpora-pasang-stiker-bagi-usaha-wisata-yang-layak-kunjung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2020 13:57:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[Disparpora Bondowoso]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/120839-disparpora-pasang-stiker-bagi-usaha-wisata-yang-layak-kunjung</guid>

					<description><![CDATA[Bondowoso, Memontum &#8211; Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bondowoso memasang stiker di tempat usaha wisata sebagai tanda bahwa tempat tersebut sudah layak dikunjungi atau sudah menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Secara simbolis, penempelan stiker dilakukan Wakil Bupati Bondowoso, H. Irwan Bachtiar Rahmat, SE, M.Si. di Hotel Grand Padis Jalan A Yani, Kamis (06/8/2020). Dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bondowoso, Memontum </strong>&#8211; Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bondowoso memasang stiker di tempat usaha wisata sebagai tanda bahwa tempat tersebut sudah layak dikunjungi atau sudah menerapkan protokol kesehatan Covid-19.</p>
<p>Secara simbolis, penempelan stiker dilakukan Wakil Bupati Bondowoso, H. Irwan Bachtiar Rahmat, SE, M.Si. di Hotel Grand Padis Jalan A Yani, Kamis (06/8/2020).</p>
<p>Dari 19 hotel di Bondowoso, sudah 17 hotel yang layak dikunjungi atau telah melakukan penerapan protokol kesehatan dengan baik. Sementara sisanya masih belum memenuhi protokol Covid-19. Untuk resto, sudah ada skitar 30 dan cafe 17 yang diverifikasi, tempat wisata ada 37 titik. Terdiri dari wisata alam dan buatan.</p>
<p>Wakil Bupati Bondowoso, H. Irwan Bachtiar Rahmat, SE, MSi mengatakan, penempelan stiker ini sebagai tanda bahwa tempat dan usaha wisata itu sudah menerapkan aturan new normal.</p>
<p>“Tentunya pengelolanya sudah menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari menyediakan tempat cuci tangan, thermo gun, sudah sesuai dengan SOP,&#8221; kata Irwan, sapannya.</p>
<p>Setelah ditempeli stiker, pihaknya akan melakukan evaluasi dengan melihat langsung ke tempat atau usaha wisata. Agar stiker ini tidak dijadikan oleh pengusaha sebagai pelindung atau lipstik saja.</p>
<p>&#8220;Apabila ada tempat wisata, resto dan hotel yang tidak menerapkan protokol kesehatan, akan dilakukan teguran. Kalau masih tetap tidak patuh, akan kita tutup,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Disamping menempelkan stiker di tempat wisata, Disparpora Bondowoso juga memberikan peralatan penaggulangan Covid-19 ke sejumlah pelaku wisata. Ini sebagai stimulan saja. <strong>(hans/sam/mzm)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">120839</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sebagian Lahan Wisata Pemandangan Arak-Arak Bondowoso Milik Warga Desa</title>
		<link>https://memontum.com/sebagian-lahan-wisata-pemandangan-arak-arak-bondowoso-milik-warga-desa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Aug 2019 02:22:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Arak-Arak Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Disparpora Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[pengaduan warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/90226-sebagian-lahan-wisata-pemandangan-arak-arak-bondowoso-milik-warga-desa</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Obyek wisata alam Pemandangan Arak-Arak di Desa Sumber Canting, Kecamatan Wringin Bondowoso, Jawa Timur (Jatim) yang dikembangkan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) setempat ternyata bermasalah. Sebab, obyek wisata alam yang menjadi salah satu destinasi (tujuan, red) wisata di Kota Tape –julukan Kabupaten Bondowoso-, ini dikembangkan Disparpora di atas sebagian lahan milik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8211; Obyek wisata alam Pemandangan Arak-Arak di Desa Sumber Canting, Kecamatan Wringin Bondowoso, Jawa Timur (Jatim) yang dikembangkan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) setempat ternyata bermasalah. Sebab, obyek wisata alam yang menjadi salah satu destinasi (tujuan, red) wisata di Kota Tape –julukan Kabupaten Bondowoso-, ini dikembangkan Disparpora di atas sebagian lahan milik warga Desa Sumber Canting.</p>
<p>Anggota DPRD Bondowoso, Rusdi Hasan membenarkan Disparpora menggunakan sebagian tanah milik warga Desa Sumber Canting untuk pengembangan kawasan wisata alam Pemandangan Aral-Arak. Bahkan, warga desa pemilik tanah, itu sudah mengadukan persoalan ini ke Komisi 3 DPRD Bondowoso.</p>
<p>”Pengaduan warga desa yang tanahnya dipakai untuk pengembangan kawasan wisata alam Pemandangan Arak-Arak, itu kalau tidak salah dilakukan kepada Komisi 3 saat kunker ke sana beberapa waktu lalu,” kata legislator dari Fraksi PDI Perjuangan (PDI-P) ini.</p>
<p>Warga desa yang mengadu ke DPRD tersebut, menurut Rusdi Hasan, adalah pemilik tanah yang pernah bekerja atau berjualan di kawasan obyek wisata. Namun, tanpa alasan yang jelas, kemudian dia dan keluarganya tidak boleh bekerja atau berjualan di kawasan obyek wisata, itu dan diganti orang lain.</p>
<p>”Padahal, dia dan keluarganya hanya berharap bisa berjualan dan bekerja di tanahnya yang sekarang dijadikan pengembangan kawasan wisata alam Pemandangan Arak-Arak. DPRD sudah menyampaikan masalah ini ke Disparpora, tapi sampai sekarang belum ada kabar tindak lanjutnya,” ujarnya.</p>
<p>Sementara Abdul Waris alias Pak Ayuni, warga Desa Sumber Canting, Kecamatan Wringin pemilik tanah yang dijadikan kawasan destinasi wisata alam Pemandangan Arak-arak meminta Disparpora memperjelas atas hak tanah yang digunakan. Karena, Disparpora hanya mengambil manfaatnya saja, Sedangkan, Abdul dan keluaranya seperti diposisikan tidak memiliki hak atas tanah warisan orangtuanya oleh Disparpora.</p>
<p>”Ini bukti kepemilikan atas hak tanah yang saya pegang. Ada bukti SPPT, Kerawangan dan Leter C. Sampai 2018 saya masih tetap membayar pajak atas tanah saya yang dipakai Disparpora sebagai tempat wisata seluas kurang lebih 7.000 sekian Desiarah dari masjid sampai ke sumber,” katanya.</p>
<p>Karena itu, dia mengaku sudah meminta dukungan Pemerintah Desa dan Komisi 3 DPRD Bondowoso untuk memperjelas Disparpora terkait kepemilikan tanah yang dimilikinya dan komitmen awal penggunaan tanah untuk kawasan wisata.</p>
<p>”Sebenarnya tidak banyak yang saya inginkan dari Disparpora. Saya ingin diperjelas luasan tanah saya di wisata, itu karena saya juga punya hak atas tanah itu. Selama ini, saya dan keluarga tidak pernah mendapatkan manfaat dari tanah yang digunakan Disparpora, sejak almarhumah bapak berhenti bekerja di tempat wisata itu,” kata Abdul.</p>
<p>Selain itu, tambah dia, jika saudaranya mengais rezeki dengan berjualan di kawasan wisata tersebut, dilarang dan diusir oleh pengelola tempat wisata. Padahal, mereka berjualan di luar pagar kawasan wisata alam Pemandangan Arak-Arak. Sedangkan, yang bekerja di tempat wisata, tidak ada dari keluarga Abdul dan warga desa setempat, namun orang luar desa setempat.</p>
<p>Nushasanah, Kades Sumber Canting membenarkan, jika sebagian tanah yang dijadikan tempat wisata alam Pemandangan Arak-arak merupakan milik Abdul Wari. Karena, sampai saat, ini Abdul memenuhi pambayaran wajib pajak atas tanah yang dimilikinya.</p>
<p>”Kalau menerima SPPT, itu kan hak seseorang memiliki hak tanahnya. Dan, Pak Abdul itu sudah menunjukan bukti-bukti kepemilikanya, baik Leter C dan juga bukti di Kerawangan Desa,” katanya. <strong>(ido/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">90226</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disparpora Bondowoso Belum Kelola Bukit Piramid Jadi Destinasi Wisata</title>
		<link>https://memontum.com/disparpora-bondowoso-belum-kelola-bukit-piramid-jadi-destinasi-wisata</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jul 2019 09:53:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Bukit Piramid]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Disparpora Bondowoso]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/87217-disparpora-bondowoso-belum-kelola-bukit-piramid-jadi-destinasi-wisata</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Kawasan Bukit Piramid, Pegunungan Argopuro sisi Timur di Kecamatan Curahdami, Bondowoso Jawa Timur (Jatim) belum menjadi destinasi (tempat tujuan, red) wisata bagi wisatawan yang suka berpetualang. Karena, kawasan Bukit Piramid yang menjadi tempat hilangnya Thoriq Riski Maulidan, siswa lulusan SMPN 4 di Bondowoso pada 23 Juni lalu, belum dikelola dan dipromosikan oleh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8211; Kawasan Bukit Piramid, Pegunungan Argopuro sisi Timur di Kecamatan Curahdami, Bondowoso Jawa Timur (Jatim) belum menjadi destinasi (tempat tujuan, red) wisata bagi wisatawan yang suka berpetualang. Karena, kawasan Bukit Piramid yang menjadi tempat hilangnya Thoriq Riski Maulidan, siswa lulusan SMPN 4 di Bondowoso pada 23 Juni lalu, belum dikelola dan dipromosikan oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) setempat sebagai destinasi wisata di Kota Tape –sebutan Bondowoso-.</p>
<p>Kepala Disparpora Harry Patriantono usai pelapasan kontingen Bondowoso ke Porprov Jatim VI/2019 oleh Bupati Salwa Arifin di Pendapa Bupati, Selasa pagi (2/7/2019) menjelaskan, kawasan Bukit Piramid Pegunungan Argopuro sisi Timur di Kecamatan Curahdami yang dikenal ‘Punggung Naga’, itu sampai sekarang belum masuk destinasi wisata yang dikelola dan dipromosikan Disparpora Bondowoso.</p>
<p>”Tempatnya memang sangat indah, sangat menantang, dan punya daya tarik tersendiri. Tapi, sejauh ini kita belum mengelolanya sebagai destinasi wisata Bondowoso,” jelasnya.</p>
<p>Harry menambahkan, kawasan Bukit Piramid belum dikelola sebagai destinasi wisata, karena Disparpora belum memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu mengelola kawasan itu. ”Untuk mengelola kawasan Bukti Piramid menjadi destinasi wisata butuh SDM bersertifikat. Makanya, kami belum mengelola dan mempromosikan sebagai destinasi wisata di Bondowoso,” tambahnya.</p>
<p>Karena, menurut mantan Kabag Humas Pemkab Bondowoso ini, kawasan Bukit Pirmaid di sebelah Barat Bondowoso tersebut, jika dikelola menjadi destinasi wisata akan masuk kategori wisata alam minat khusus. Mengingat, lokasi sangat menantang dan berbahaya. Sehingga, dalam pengelolaannya menjadi destinasi wisata harus sejak dini mulai dari lokasi, venue, dan SDM pengelola yang bersertifikat.</p>
<p>”Destinasi wisata alam minta khusus di Bondowoso, ini ke depan akan kami kembangkan dengan Perhutani. Tapi, tentunya harus ada kesiapan SDM yang mengelola dulu,” ujarnya.</p>
<p>Di sisi lain, Bupati Salwa Arifin mengatakan, keselamatan serta keamanan wisatawan atau pengunjung sangat penting dalam mengelola destinasi wisata, baik alam maupun buatan.</p>
<p>”Seperti pengelola destinasi wisata alam maupun buatan, memberikan peringatan-peringatan keselamatan dan keamanan bagi wisatawan atau pengunjung. Juga, harus ada imbauan-imbauan atau larangan bagi wisatawan yang berkunjung ke dsetinasi wisata,” katanya usai melepas kontingen Bondowoso ke Porprov Jatim VI/2019, Selasa pagi (2/7/2019).</p>
<p>Seperti pernah diberitakan, Thoriq Riski Maulidan yang hendak berburu sunset (matahari terbenam, red) bersama tiga temannya dinyatakan hilang di kawasan Bukit Piramid Pegunungan Argopuro sisi Timur Kecamatan Curahdami pada 23 Juni lalu. Tiga teman Thoriq yakni, Pungki Pranata, Riski, dan Syafril selamat pulang. Sedangkan, siswa lulusan SMPN 4 Bondowoso, ini hingga memasuki hari kesembilan, Selasa kemarin (2/7/2019), belum ditemukan tim pencarian gabungan Polri, TNI, Basarnas Pos Jember, BPBD Bondowoso, dan sejumlah relawan. <strong>(ido/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">87217</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wabup Bondowoso Pastikan Disparpora Naik Grade Akhir 2019</title>
		<link>https://memontum.com/wabup-bondowoso-pastikan-disparpora-naik-grade-akhir-2019</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Nov 2018 13:43:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Disparpora Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[grade]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab bondowoso]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/64773-wabup-bondowoso-pastikan-disparpora-naik-grade-akhir-2019</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Pemerintah daerah Bondowoso berencana akan meningkatkan grade Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga, dari C ke B. Hal ini tentu akan berdampak terhadap jumlah kepala bidang yang akan bertambah. Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat, ditemui Senin (19/11/2018), mengaku bahwa hal tersebut sebagai bagian upaya dalam mewujudkan Bondowoso menjadi destinasi wisata. Dengan ujungnya yakni [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8211; Pemerintah daerah Bondowoso berencana akan meningkatkan grade Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga, dari C ke B. Hal ini tentu akan berdampak terhadap jumlah kepala bidang yang akan bertambah. Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat, ditemui Senin (19/11/2018), mengaku  bahwa hal tersebut sebagai bagian upaya dalam mewujudkan Bondowoso menjadi destinasi wisata. Dengan ujungnya yakni bisa meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari sektor pariwisata. &#8220;Nanti dengan adanya potensi wisata yang ada di Bondowoso harapan saya mereka (PAD) akan kita naikkan,&#8221; terangnya.</p>
<p>Ia mengaku bahwa target menaikkan grade Disparpora akan dilakukan setelah evaluasi kelembagaan, sekitar 2019 akhir. &#8220;Insyallah, 2019 akhir Bapemperda sudah kita masukkan&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Harry Patriantono, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, menerangkan, selama ini di penanganan terhadap sektor parawisata hanya dilkukan oleh satu kepala bidang dengan  tiga kepala seksi. Padahal, pengembangan pariwisata ini bukan hanya di sarpras, melainkan juga SDM.</p>
<p>Oleh karena itulah, Ia mengatakan diperlukan tiga bidang  dalam pengembangan pariwisata di Bondowoso. Yakni, bidang pariwisata, bidang promosi dan pemasaran, dan bidang peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) dan regulasi.</p>
<p>Alasanya, pengembangan pariwisata di Bondowoso ini baru berjalan tiga tahun. Sehingga SDM yang mengelola di daerah tujuan wisata semuanya masih belum memiliki sertifikasi. Artinya, pihaknya juga harus membangun SDM di bidang pariwisata.  Selain itu, beberapa objek wisata masih banyak yang tidak layak kunjung. Artinya perlu peranan khusus di tingkat bidang untuk menangani pembangunan sarpras destinasi.</p>
<p>&#8220;Ketika ini menjadi OPD unggulan ini bisa menambah PAD. Karena target kami (Disparpora) dalam indikator kinerja, yakni dengan menjadikan Bondowoso sebagai daerah tujuan wisata. Bukan lagi antara. Dengan orang lama tinggal disini orang akan membelanjakan uang-uang mereka di Bondowoso,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sebelumnya, pada pemberitaan Agustus 2018 lalu  disebutkan oleh Harry Patriantono, menerangkan bahwa PAD dari sektor Pariwisata barulah sekitar Rp 165 jutaan yang diperoleh dari beberapa aset. Yakni Pesanggrahan Sumber Wringin, Pemandian Air Panas, Kawah Wurung, Pemandian Tasnan (yang sudah di pihak ketigakan), dan pemandangan arak-arak. <strong>(cw1/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">64773</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
