<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Dispendik Jember &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dispendik-jember/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Nov 2021 14:47:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Dispendik Jember &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Anggaran Program Indonesia Pintar Dinilai Bermasalah, DPRD Jember Panggil Dispendik dan BRI</title>
		<link>https://memontum.com/anggaran-program-indonesia-pintar-dinilai-bermasalah-dprd-jember-panggil-dispendik-dan-bri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Nov 2021 14:47:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Dispendik Jember]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten jember]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=158288</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) dinilai wakil rakyat di DPRD Jember, bermasalah. Mengurai keruwetan pencairan PIP tersebut, Komisi D DPRD Jember, pun memanggil Dinas Pendidikan (Dispendik) setempat untuk dimintai klarifikasi. Pertemuan itu, dilakukan dengan giat Rapat dengar Pendapat (RDP) di Ruang Komisi D DPRD Gedung Dewan, Senin (15/11/2021). Dalam rapat tersebut, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) dinilai wakil rakyat di DPRD Jember, bermasalah. Mengurai keruwetan pencairan PIP tersebut, Komisi D DPRD Jember, pun memanggil Dinas Pendidikan (Dispendik) setempat untuk dimintai klarifikasi.</p>



<p>Pertemuan itu, dilakukan dengan giat Rapat dengar Pendapat (RDP) di Ruang Komisi D DPRD Gedung Dewan, Senin (15/11/2021). Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi D DPRD Jember, Hafidi, mengatakan pihaknya menerima pengaduan soal banyaknya wali murid yang kesulitan tidak bisa mencairkan dana PIP.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dalami-laporan-pelayanan-mbg-dprd-kota-malang-akan-panggil-sppg">Dalami Laporan Pelayanan MBG, DPRD Kota Malang Akan Panggil SPPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-sampaikan-lkpj-2025-dprd-akan-dalami-sumber-surplus-anggaran">Wali Kota Malang Sampaikan LKPJ 2025, DPRD Akan Dalami Sumber Surplus Anggaran</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antrean-pasar-murah-membludak-meski-munculkan-kecewa-diskopindag-kota-malang-bakal-lakukan-evaluasi">Antrean Pasar Murah Membludak Meski Munculkan Kecewa, Diskopindag Kota Malang Bakal Lakukan Evaluasi</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Informasi yang kami terima, wali murid tidak bisa mencairkan dana PIP dengan alasan pihak perbankan meminta dilakukan pencairan secara kolektif,&#8221; kata Hafidi saat RDP.</p>



<p>Menurutnya, dana PIP tersebut tidak bisa dicairkan hingga empat bulan dan orang tua yang datang ke pihak perbankan, tidak bisa mencairkan dengan alasan sistem. Hal itu, kata Hafidi, dinilai sangat merugikan dunia pendidikan.</p>



<p>&#8220;Pemerintah benar-benar serius memperhatikan masalah pendidikan dengan menggulirkan dana PIP. Apalagi, saat ini masih pandemi Covid-19. Namun, kenyataan di lapangan dana PIP tidak bisa dicairkan,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Terkait sistem yang dimaksud, dirinya menilai, untuk mencairkan dana PIP dianggap berbelit. Pasalnya, dari perbankan dalam pencairan dana PIP, siswa bersama orang tua harus didampingi guru dalam mencairkan. Padahal, pihak guru memiliki tugas untuk menyiapkan pembelajaran daring maupun luring.</p>



<p>&#8220;Kami sudah mengirim surat undangan untuk memanggil pihak BRI Cabang Jember. Namun, tidak datang dan hanya mengirim pihak BRI Unit Kecamatan Mayang. Sehingga, kami menilai pihak BRI tidak menghargai lembaga dewan,&#8221; tegas legislator dari PKB ini.</p>



<p>Karena dianggap kurang etikat yang baik, berikutnya Komisi D DPRD Jember, akan melibatkan aparat penegak hukum (APH). &#8220;Karena ini persoalan serius, terlebih undangan kami untuk BRI Cabang Jember. Sehingga, rapat dihentikan dan selanjutnya kita libatkan APH,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Dari informasi yang dihimpun wartawan, data dari Dinas Pendidikan Jember, tingkat sekolah dasar (SD) tercatat jumlah siswa penerima PIP tahun 2021 sebanyak 1.495 siswa dengan total dana sebesar Rp 612.225.000. Dengan rincian, sebanyak 1.311 siswa sudah mencairkan dengan total nominal Rp 529.425.000 dan 184 siswa belum mencairkan dengan nominal Rp 82.800.000.</p>



<p>Terpisah, Kepala BRI Unit Kecamatan Mayang, Hendy Haqul, menilai pencairan anggaran PIP ada kesalahpahaman. Karena, seperti BRI Mayang mencairkan dana PIP sesuai jadwal.</p>



<p>&#8220;Pencairan dana PIP di Mayang berjalan lancar dan kami selalu mencairkan sesuai prosedur karena selama pandemi ini biasanya pencairan dilakukan secara kolektif dengan pihak sekolah. Pencairan dana PIP, dilakukan di wilayah tempat tinggalnya untuk mempermudah. Yang dilakukan pendampingan oleh guru dari sekolah,&#8221; imbuhnya. <strong>(ark/rio)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">158288</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dispendik Jember Lakukan &#8220;Trauma Healing&#8221; Siswa Korban Bangunan Sekolah Ambruk, SD 02 Keting</title>
		<link>https://memontum.com/dispendik-jember-lakukan-trauma-healing-siswa-korban-bangunan-sekolah-ambruk-sd-02-keting</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Dec 2019 12:27:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dispendik Jember]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah ambruk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/102525-dispendik-jember-lakukan-trauma-healing-siswa-korban-bangunan-sekolah-ambruk-sd-02-keting</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Pasca runtuhnya bangunan gedung atap sekolah di SD Negeri 02 Keting Kecamatan Jombang Kabupaten Jember, Sabtu (14/12/19) lalu, Kamis (19/12/19) pagi, Dispendik Kabupaten Jember bekersama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3KAB) serta Himpunan Psikologi (Himsi) Cabang Jember, melakukan Trauma Healing (menghilangkan gangguan psikologi akibat syock / trauma ) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Pasca runtuhnya bangunan gedung atap sekolah di SD Negeri 02 Keting Kecamatan Jombang Kabupaten Jember, Sabtu (14/12/19) lalu, Kamis (19/12/19) pagi, Dispendik Kabupaten Jember bekersama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3KAB) serta Himpunan Psikologi (Himsi) Cabang Jember, melakukan Trauma Healing (menghilangkan gangguan psikologi akibat syock / trauma ) kepada para siswa-siswi yang menjadi korban psikologis.</p>
<p>Kepala Bidang SD Dispendik Kabupaten Jember Sri Kantono mengatakan, kegiatan Trauma Healing ini merupakan suatu kegiatan sinergi antara DP3KAB dan Hismi dengan maksud agar hak-hak psikologis anak korban bencana ini tidak hilang sehingga bisa terlayani dengan baik.</p>
<p>&#8220;Yang penting Diknas itu ada kepastian bahwa proses pembelajaran di SD 02 Keting ini tidak terganggu, sehingga hak-hak anak untuk menerima pembelajaran tetap berlangsung, sekalipun dengan kondisi habis terkena musibah,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Kepala DP3KAB Nur Cahyoha menyampaikan, tujuan utama di lakukan Trauma Healing ini, bagaimana anak-anak di SD 02 Keting ini lambat laun nantinya bisa melupakan kejadian musibah yang terjadi di SD ini.</p>
<p>&#8220;Dan hari ini teman-teman psikolog dari Hismi akan mengajak anak-anak untuk masuk ke ranah psikologi mereka,supaya kondisi keluhan yang di rasakan selama ini tentang trauma dan segala macam bisa di kurangi,&#8221; sebut Cahyo.</p>
<p>Tentunya lanjut Cahyo, kegiatan ini bisa saja selesai saat ini,atau bisa juga masih akan bisa berlanjut, tergantung nanti hasil perolehan data yang di kumpulkan oleh teman-teman psikolog.</p>
<p>Lebih lanjut Cahyo menjelaskan, Bilamana hasil penemuan atau profiling anak-anak ternyata kondisinya sama semua, yakni tidak terlalu berat, tidak menutup kemungkin kegiatan ini bisa dilanjutkan para guru.</p>
<p>&#8220;Tentunya dengan pola-pola pengajaran dan pendidikan yang bisa lebih membuat anak-anak nyaman selama mengikuti kegiatan Proses belajar mengajar,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Waktu anak itu sambung Cahyo, hampir sepertiga hari waktu di habiskan di sekolah, sehingga waktu yang cukup lama harapanya bisa membuat kondisi yang nyaman ,aman dan membuat anak-anak bisa mengikuti kegiatan yang sebaik-baiknya.</p>
<p>&#8220;Saya berharap usai kegiatan ini anak-anak bisa mengikuti kegiatan Proses belajar mengajar dan mereka tidak lagi teringat kondisi sebelumnya, yang mungkin membuat traumatis atau tidak nyaman hingga mereka nanti merasa nyaman kembali seperti sediakala,&#8221; harapnya.</p>
<p>Sementara Mike Prasetyo salah satu anggota Himsi cabang Jember di lokasi kegiatan menjelaskan, kegiatan Himsi kali ini, fokusnya adalah anak-anak korban psikologi terkait peristiwa runtuhnya atap gedung kelas yang mereka tempati, program ini, Dia sebut, trauma healing, tujuanya untuk mengatasi trauma pada anak-anak terkait musibah tersebut.</p>
<p>&#8220;Pertama kami melakukan Asesmen atau penelusuran dahulu sejauh mana dampak dari bencana yang terjadi pada kemarin dan yang di rasakan dan bagaimana tingkatan beban trauma pada anak -anak korban psikologi ini,&#8221; terangnya.</p>
<p>Kata Mike, pihaknya akan melakukan asesmen ini dengan cara melakukan beberapa permainan dan wawancara serta mengumpulkan informasi dari guru-guru.</p>
<p>&#8220;Ini merupakan asesmen awal jika trauma parah kami akan lakukan terapi dengan cara seperti ini,jika ringan kmi harus bagaimana, sedang juga sama,&#8221; katanya.<strong> (rir/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">102525</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kadispendik Jember Tinjau Pelaksanaan USBN SMP</title>
		<link>https://memontum.com/kadispendik-jember-tinjau-pelaksanaan-usbn-smp</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Apr 2019 12:52:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Dispendik Jember]]></category>
		<category><![CDATA[USBN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/82326-kadispendik-jember-tinjau-pelaksanaan-usbn-smp</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember Dr H Edy Budi Susilo, M.Si, Senin, (1/4/2019) siang, meninjau pelaksanaan USBN 2019 di sejumlah Sekolah Menengah Pertama. Sejumlah sekolah yang dikunjungi masing-masing yang dikunjungi yaitu, SMP 1 Arjasa, SMPN 13 Jember, SMPN 6 Jember, dan SMPN 3 Jember. &#8220;Dari yang saya lihat, semua sudah melaksanakan SOP [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember </strong>&#8211; Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember Dr H Edy Budi Susilo, M.Si, Senin, (1/4/2019) siang, meninjau pelaksanaan USBN 2019 di sejumlah Sekolah Menengah Pertama.</p>
<p>Sejumlah sekolah yang dikunjungi masing-masing yang dikunjungi yaitu, SMP 1 Arjasa, SMPN 13 Jember, SMPN 6 Jember, dan SMPN 3 Jember.</p>
<p>&#8220;Dari yang saya lihat, semua sudah melaksanakan SOP yang diberikan,&#8221; kata Edy, usai memantau langsung pelaksanaan USBN.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-82328" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190403-WA0043-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190403-WA0043-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190403-WA0043-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190403-WA0043-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190403-WA0043-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG-20190403-WA0043-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Menurutnya kesesuaian dengan standard operasional prosedur (SOP) itu dari sisi kepesertaan, kehadiran peserta, dan pengawasan secara silang yang dilaksanakan di sub rayon.</p>
<p>Dari mekanisme pengambilan, pendistribusian soal dari Diknas, ke sub rayon hingga ke sekolah juga berjalan sesuai prosedur.</p>
<p>Terdapat pelajar dari SMP 1 Arjasa yang sakit dan harus menjalani ujian di ruang UKS yang dijaga oleh satu guru. Ada juga satu pelajar SMPN 3 Jember yang opname.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">82326</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polisi Geledah Ruang Bidang PAUD dan IPI di Dispendik Jember</title>
		<link>https://memontum.com/polisi-geledah-ruang-bidang-paud-dan-ipi-di-dispendik-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Sep 2018 12:03:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Dispendik Jember]]></category>
		<category><![CDATA[OTT]]></category>
		<category><![CDATA[polres jember]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/55416-polisi-geledah-ruang-bidang-paud-dan-ipi-di-dispendik-jember</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Puluhan polisi dipimpin langsung Kasatreskrim Polres Jember AKP Erick Pradana melakukan penggeledehan di ruang Bidang PAUD dan ruang sekretariat Ikatan Penilik Indonesia (IPI) yang ada di gedung belakang kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Kasat Reskrim Erick Pradana yang memimpin penggeledahan menjelaskan penggeledahan tersebut kelanjutan dari Operasi Tangkap tangan (OTT) Penilik PAUD, Abdul [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Puluhan polisi dipimpin langsung Kasatreskrim Polres Jember AKP Erick Pradana melakukan penggeledehan di ruang Bidang PAUD dan ruang sekretariat Ikatan Penilik Indonesia (IPI) yang ada di gedung belakang kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Kasat Reskrim Erick Pradana yang memimpin penggeledahan menjelaskan penggeledahan tersebut kelanjutan dari Operasi Tangkap tangan (OTT) Penilik PAUD, Abdul Rohim dan Suwidi yang meminta Fee kepada Sejumlah PAUD di Sukowono pada Kamis (6/9/2018) lalu.</p>
<p>Rombongan pertama masuk ke ruang Sekretaris Dinas Pendidikan dilanjutkan ke ruang Kadispendik, disini Kasatreskrim ditemui Drs. M Ghozali Sekretaris Dispendik dan Kadispendik Isman Sutomo, pertemuan yang tidak lebih dari 5 menit ini, Kasatreskrim menuju ruang Bidang PAUD dan TK yang ada di lantai 2.</p>
<p>Tidak banyak yang diketahui wartawan saat polisi bersama dengan tim Inafis memasuki ruang Bidang PAUD tersebut karena penjagaan petugas sangat ketat dan bersenjata lengkap.</p>
<p>Kemudian Kasatreskrim bersama dengan salah satu Perempuan pegawai Dispendik menuju ruang sekretariat IPI (Ikatan Paud Indonesia) yang ada di Gedung belakang Dispendik tempat Suwidi (salah satu penilik yang terjaring OTT) melayani ratusan pemohon bantuan proyek dari Lembaga PAUD.</p>
<p>“Ini tempat kerja pak Suwidi, hanya saja di kunci, kalau kunci pintu utama ada di penjaga gedung, kalau pintu ruang tidak ada, ada di pak Suwidi,” ujar pegawai Dinas Pendidikan sambil menunjuk ruang sekretariat IPI yang ada di tengah.</p>
<p>Dari dalam ruang tersebut memeriksa dan menyita beberapa lembar dokumen, Saat ditanya wartawan apakah ada tambahan tersangka dengan adanya beberapa dokumen yang disita? Kasatreskrim menyatakan masih belum  ada.</p>
<p>“Untuk tambahan tersangka masih belum, hari ini kita Cuma melakukan pemeriksaan dan penyitaan dokumen yang terkait dengan PAUD, dimana penggeledahan ini juga sudah sesuai SOP,” ujarnya Kasatreskrim sambil kembali ke ruang Bidang PAUD dan TK.</p>
<p>Hingga berita ini ditulis, Polisi terus melakukan pemeriksaan terhadap beberapa dokumen, “Kita masih melakukan pemeriksaan dokumen-dokumen hingga nanti sekitar pukul 3 sore, dan ada beberapa yang kita mintai keterangan, sejauh ini sudah ada 9 saksi yang kami periksa,” tambah Kasatreskrim. <strong>(yud/yan) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">55416</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
