<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Disperta Bondowoso &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/disperta-bondowoso/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Dec 2021 10:17:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Disperta Bondowoso &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Disperta Bondowoso Gagas Kampung Flory Culture</title>
		<link>https://memontum.com/disperta-bondowoso-gagas-kampung-flory-culture</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Dec 2021 10:17:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Disperta Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Flory Culture]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=160624</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Dinas Pertanian (Disperta) Bondowoso sedang mengembangkan tanaman obat di tiga wilayah di Bondowoso. Nantinya, tiga titik itu akan diberi nama Kampung Buah (KB) dan Kampung Tanaman Obat (KTO). Rencananya, salah satu buah yang akan dikembangkan, adalah alpukat jenis kendil. Dipilihnya buah ini, karena pasarnya bagus dan jika dikonsumsi bisa membuat tubuh kian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8211; Dinas Pertanian (Disperta) Bondowoso sedang mengembangkan tanaman obat di tiga wilayah di Bondowoso. Nantinya, tiga titik itu akan diberi nama Kampung Buah (KB) dan Kampung Tanaman Obat (KTO).</p>



<p>Rencananya, salah satu buah yang akan dikembangkan, adalah alpukat jenis kendil. Dipilihnya buah ini, karena pasarnya bagus dan jika dikonsumsi bisa membuat tubuh kian sehat. Sehingga, diharapkan baik dari sisi ekonomi maupun dari segi kesehatan sangat menguntungkan, untuk petani Bondowoso.</p>



<p>Kabid Tanaman Pangan Disperta, Ir Winarto, mengatakan bahwa pembentukan KB dan Kampung Flory Culture (KFC) atau KTO, digagas mulai tahun ini. Dengan harapan, petani bisa terbantukan dalam masa pandemi Covid-19.</p>



<p>“Ada tiga desa yang dijadikan uji coba KB dan KTO. Yaitu Desa Tanah Wulan, Kecamatan Maesan, Desa Rejoagung, Kecamatan Sumberwringin dan Desa Lanas, Kecamatan Botolinggo,” terang Winarto, Rabu (22/12/2021).</p>



<p>Mantan Kabid Sarpras Disperta ini menambahkan, penanaman dijadwalkan akan dimulai sejak November 2021. Tahun ini, pohon yang ditanam berjumlah 12 ribu bibit di lahan seluas 30 hektar.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sasar-224-pemudik-dishub-kota-malang-tambah-kuota-mudik-gratis-jadi-enam-bus">Sasar 224 Pemudik, Dishub Kota Malang Tambah Kuota Mudik Gratis Jadi Enam Bus</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/musrenbang-rkpd-2027-bupati-ipuk-sebut-fokus-penguatan-sdm-ekonomi-berbasis-hirilisasi-dan-pariwisata">Musrenbang RKPD 2027, Bupati Ipuk Sebut Fokus Penguatan SDM, Ekonomi Berbasis Hirilisasi dan Pariwisata</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-sanksi-tegas-untuk-sppg-yang-langgar-sop">Wali Kota Malang Pastikan Sanksi Tegas untuk SPPG yang Langgar SOP</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/diduga-korupsi-pengadaan-jasa-outsourcing-kpk-tetapkan-bupati-pekalongan-sebagai-tersangka">Diduga Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing, KPK Tetapkan Bupati Pekalongan sebagai Tersangka</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-minta-diskon-hukuman">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta &#8216;Diskon&#8217; Hukuman</a></li>
</ul>


<p>Masing-masing desa, paparnya, akan diberi jatah 4 ribu pohon dengan luas lahan 10 ha. Pemerintah, dalam hal ini Disperta, akan membantu bibit, pupuk organik dan kimia. Untuk selanjutnya, dibiayai petani.</p>



<p>Penanaman komuditas ini, ujarnya, sengaja dilakukan secara terpusat di satu tempat. Dengan tujuan, agar hasilnya maksimal dan menghemat cost atau istilah Presiden Joko Widodo adalah economic skill. Sehingga, setelah panen hasilnya melimpah dan bisa dijual ke luar kota.</p>



<p>“Belajar pada tahun sebelumnya yang gagal, dengan menggunakan konsep pemerataan, maka tahun ini tidak boleh gagal lagi. Maka kita ubah konsepnya, terpusat,” katanya.</p>



<p>Masih menurut Winarto, ketika menggunakan konsep pemerataan, maka sangat sulit menghitung hasilnya. Untuk diketahui, tanaman alpukat dapat tumbuh dengan baik di dataran menengah atau maksimal 1500 mdpl. Sehingga, lanjutnya, jika di atas atau di bawah 1500 mdpl, hasilnya kurang bagus. Tiga desa yang dijadikan pilot projec, sudah memenuhi syarat. Buah alpukat jenis Kendil memiliki kualitas tinggi, dibanding jenis alpukat lainnya. <strong>(zen/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">160624</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disperta Bondowoso Seriusi Tanaman Porang</title>
		<link>https://memontum.com/disperta-bondowoso-seriusi-tanaman-porang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2021 13:28:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Disperta Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Tanaman Porang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=152593</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Dinas Pertanian (Disperta) Bondowoso serius mengelola tanaman Porang. Keseruan ini dibuktikan dengan digelarnya FGD (Forum Group Discusion). &#8220;Ini artinya Pemerintah hadir dalam mengembangkan pertanian Porang di Bondowoso yang menjadi atensi Presiden Jokowi&#8221;, kata Kepala Disperta, Hendri Widitono, usai mengikuti FGD pada memontum.com Jumat (03/09). Baca Juga: FGD kali ini, lanjut Hendri, sapaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8211; Dinas Pertanian (Disperta) Bondowoso serius mengelola tanaman Porang. Keseruan ini dibuktikan dengan digelarnya FGD (Forum Group Discusion).</p>



<p>&#8220;Ini artinya Pemerintah hadir dalam mengembangkan pertanian Porang di Bondowoso yang menjadi atensi Presiden Jokowi&#8221;, kata Kepala Disperta, Hendri Widitono, usai mengikuti FGD pada memontum.com Jumat (03/09).</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evakuasi-jenazah-korban-jatuh-di-jurang-gunung-saeng-bondowoso-berhasil">Evakuasi Jenazah Korban Jatuh di Jurang Gunung Saeng Bondowoso Berhasil</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/rumah-sakit-tipe-c-dua-lantai-bakal-berdiri-di-bondowoso">Rumah Sakit Tipe C Dua Lantai Bakal Berdiri di Bondowoso</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/webinar-literasi-digital-di-bondowoso-kemenkominfo-bahas-dasar-keamanan-akun-media-sosial">Webinar Literasi Digital di Bondowoso, Kemenkominfo Bahas Dasar Keamanan Akun Media Sosial</a></li>
</ul>


<p>FGD kali ini, lanjut Hendri, sapaan Kepala Disperta, masih yang pertama. Dengan mengundang stakeholder terkait. Yaitu Kelompok Tani Porang, BNI dan Perhutani.</p>



<p>Ditambahkan, kerjasama ini nanti akan diresmikan melalui MoU di Pendopo Bupati. Yang akan melakukan nota kesepahaman adalah lembaga yang melakukan FGD kali ini yang disaksikan oleh Bupati.</p>



<p>Hasil dari FGD, petani Porang akan dibantu modal oleh BNI, Perhutani menyiapkan lahan, tehnis penanaman hingga pemasaran. Petani tidak usah bingung memasarkan hasil panen, karena pasar sudah disiapkan.</p>



<p>&#8220;Disperta serius membina petani Porang hingga sukses. Karena prospeknya sangat bagus&#8221;, jelas mantan Sekretaris Disperta ini.</p>



<p>Bahkan, lanjutnya, dari informasi dalam FGD tadi, kalau kita punya 1000 hektar tanaman Porang, bisa menghasilkan tidak sedikit. Dikatakan, pertanian Porang jangan dibandingkan dengan padi. Pertanian Porang ditanam di lahan non irigasi, tanah kering yang termarjinalkan. Sedangkan padi, tumbuh di lahan irigasi. <strong>(sam/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">152593</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Petrokimia Gresik Dan Disperta Lakukan Penyemprotan Massal</title>
		<link>https://memontum.com/petrokimia-gresik-dan-disperta-lakukan-penyemprotan-massal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2020 01:31:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Disperta Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Petrokimia Gresik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/120280-petrokimia-gresik-dan-disperta-lakukan-penyemprotan-massal</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; PT Petrokimia Gresik bersama Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso Jawa Timur Selasa (28/7/2020) melakukan penyemprotan masal.lahan budidaya padi seluas 17 hektar di Desa Tenggarang, Kecamatan Tenggarang, disemprot pupuk NPK dan organik cair Phonska Oca. Direktur Utama PT.Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi melalui Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) Wilayah Bondowoso, Banyuwangi, Situbondo, Farhan Mustofa, menjelaskan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8211; PT Petrokimia Gresik bersama Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso Jawa Timur Selasa (28/7/2020) melakukan penyemprotan masal.lahan budidaya padi seluas 17 hektar di Desa Tenggarang, Kecamatan Tenggarang, disemprot pupuk NPK dan organik cair Phonska Oca.</p>
<p>Direktur Utama PT.Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi melalui Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) Wilayah Bondowoso, Banyuwangi, Situbondo, Farhan Mustofa, menjelaskan, di tengah pandemi Covid-19 pihaknya terus melakukan upaya untuk memperkuat sektor produksi pertanian dalam negeri. Salah satunya dengan melakukan penyemprotan massal.</p>
<p>Di sisi lain, kegiatan ini dinilainya menjadi penting. Karena, jika merunut data Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) tahun 2018, setidaknya 70 persen dari 8 juta hektare lahan sawah di Indonesia kurang sehat.</p>
<p>“Artinya, sekitar 5 juta hektare lahan sawah memiliki kandungan bahan organik yang rendah,”jelasnya.</p>
<p>Penyebab kondisi ini terjadi, karena beberapa faktor. Salah satunya adalah penggunaan pupuk anorganik dan pestisida yang berlebihan dalam jangka panjang yang menyebabkan kandungan bahan organik dalam tanah terdekomposisi dan semakin sedikit.</p>
<p>“Untuk itu melalui kegiatan ini, kami juga ingin meningkatkan kesadaran petani tentang pentingnya penggunaan pupuk organik, dalam hal ini adalah Phonska Oca” tambahnya.</p>
<p>Ia menerangkan bahwa kegiatan serupa jug dilaksanakan secara beruntun di enam kabupaten di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dan tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan sosialisai dan edukasi serupa di berbagai daerah lainnya.</p>
<p>Sementara itu, Plt. Kepala Disperta Bondowoso, Moh. Khalil menjelaskan, penyemprotan ini merupakan inovasi untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk bersubsidi. Ujungnya diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian Bondowoso.</p>
<p>“Peran utama meningkatkan pendapatan para petani yakni harus ada inovasi pertanian,”</p>
<p>Informasi dihimpun, Phonska Oca merupakan pupuk organik cair yang merupakan gabungan antara pupuk majemuk NPK dan pupuk organik dalam bentuk cair <strong>(Dul/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">120280</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dandim 0822 dan Kadisperta Bondowoso Panen Padi Bersama Petani</title>
		<link>https://memontum.com/dandim-0822-dan-kadisperta-bondowoso-panen-padi-bersama-petani</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Sep 2019 12:35:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Disperta Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[kodim 0822]]></category>
		<category><![CDATA[Panen Raya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/93040-dandim-0822-dan-kadisperta-bondowoso-panen-padi-bersama-petani</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Komandan Distrik Militer (Dandim) 0822 Bondowoso, Letkol Inf. Jadi bersama Kepala Dinas Pertanian (Kadisperta) Dwi Wardhana dan kelompk tani Safi Bumi 2 melakukan panen raya padi di Desa Cindogo, Kecamatan Tapen, Senin pagi (16/9/2019). Dalam panen raya yang dihadiri Camat Tapen, Yoyok Jalu Santoso dan Muspika setempat, ini juga diperkenalkan varietas padi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso </strong>&#8211; Komandan Distrik Militer (Dandim) 0822 Bondowoso, Letkol Inf. Jadi bersama Kepala Dinas Pertanian (Kadisperta) Dwi Wardhana dan kelompk tani Safi Bumi 2 melakukan panen raya padi di Desa Cindogo, Kecamatan Tapen, Senin pagi (16/9/2019). Dalam panen raya yang dihadiri Camat Tapen, Yoyok Jalu Santoso dan Muspika setempat, ini juga diperkenalkan varietas padi unggul Jelita.</p>
<p>Dandim Jadi mengatakan, varietas padi Jelita yang diperkenalkan Disperta Bondowoso dalam panen raya di Desa Cindogo, Kecamatan Tapen merupakan varietas padi unggul yang berpotensi menghasilkan gabah hingga 15 ton per hektar. Selain itu, memiliki umur padi kisaran 110 hingga 115 hari.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-23282" src="https://i0.wp.com/pemerintahan.memontum.com/wp-content/uploads/sites/5/2019/09/2-Dandim-0822-Letkol-Inf-Jadi-Panen-Raya-Padi-di-Kecamatan-Tapen-Bondowoso-2019-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>”Hasil panen dari varietas padi Jelita antara 12 hingga 15 ton per hektar. Ini karena, rata-rata permalai atau perbatang berisi 300 hingga 700 bulir padi,” katanya.</p>
<p>Keunggulan lain varietas padi Jelita, tambah Damdim Jadi, batang padi kokoh dan tahan rebah serta tahan tehadap kerontokan, meski tanaman sudah berumur tua. Selain itu, jumlah produksi anakan mencapai 30 hingga 60 per rumpun.</p>
<p>”Ciri lain varietas padi Jelita, ini adalah memiliki daun bendera 30 hingga 40 cm. Sehingga, aman terhadap serangan burung dan mampu bertahan terhadap PH tanah (tingkat keasaman atau kebasaan tanah, red),” jelas perwira menengah dengan dua melati kuning di dua pundak ini.</p>
<p>Karena itu, Dandim Jadi yang didampingi Kadisperta Dwi Wardhana, Camat Yoyok, dan Muspika Tapen menawarkan pada kelompok tani dan masyarakat untuk mencoba menanama padi Jelita. Lulusan Akmil 2000, ini juga mengimbau antar kelompok tani untuk bersinergi mengembangkan bibit padi jelita di Kota Tape –julukan Bondowoso-.</p>
<p>”Karena dengan menanam varitesa padi Jelita, bisa menambah hasil panen per hektar dan meningkatkan pendapatan petani,” ujarnya.</p>
<p>Camat Tapen Yoyok Jalu Santoso menyatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan petani di Kecamatan Tapen. Bahkan, Yoyok mengajak kelompok tani bersinergi dengan kelompok tani lain untuk menanam dan mengembangkan padi Jelita di Kecamatan Tapen khususnya dan Bondowoso pada umumnya.</p>
<p>”Kalau semua kelompok tani bersinergi mengembangkan varietas padi Jelita, saya yakin hasil panen padi melimpah. Ini tentu saja menambah penghasilan petani,” kata Yoyok.<strong> (ido/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">93040</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
