<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Dispertan Banyuwangi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dispertan-banyuwangi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Oct 2020 08:32:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Dispertan Banyuwangi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dispertan Gelontor Bantuan Benih Tanaman Pangan</title>
		<link>https://memontum.com/dispertan-gelontor-bantuan-benih-tanaman-pangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2020 08:17:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan benih]]></category>
		<category><![CDATA[Dispertan Banyuwangi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=126100</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi – Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertan) Kabupaten Banyuwangi, mendorong warga untuk memenuhi kebutuhan pangan harian dengan memanfaatkan pekarangan rumah (family farming). Untuk merealisasi hal itu, ratusan wanita dari kelompok tani digelontor bantuan benih tanaman pangan dan sayuran guna ditanam di halaman rumah. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Arief Setyawan, mengatakan lewat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> – Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertan) Kabupaten Banyuwangi, mendorong warga untuk memenuhi kebutuhan pangan harian dengan memanfaatkan pekarangan rumah (family farming).</p>
<p>Untuk merealisasi hal itu, ratusan wanita dari kelompok tani digelontor bantuan benih tanaman pangan dan sayuran guna ditanam di halaman rumah.</p>
<p>Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Arief Setyawan, mengatakan lewat program family farming pihaknya telah membagikan bantuan berupa benih padi, jagung, dan sayuran kepada para ibu-ibu kelompok wanita tani. Ada pun penggelontoran bantuan, diberikan kepada 450 ibu rumah tangga pra sejahtera.</p>
<p>&#8220;Setiap penerima mendapatkan 1 kg benih padi, 2,5 ons benih jagung dan 150 kantong polybag. Semua bibit tersebut adalah siap tanam dan di masing-masing bibitnya sudah kami campur dengan pupuk. Mereka kami minta, untuk menanam di area pekarangan rumah,&#8221; kata Arief.</p>
<p>Sejumlah bantuan tersebut, diserahkan secara simbolis oleh Arief di Agro Wisata Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Penyerahan sendiri, bertepatan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia, pada awal pekan kemarin (19/10).</p>
<p>&#8220;Selain benih, kami juga memberikan polibag dan media tanam. Kami juga latih mereka secara berkala tentang bertanam di pekarangan rumah,” kata Arief.</p>
<p>Dispertan sendiri, rencananya juga akan membuat program pembudidayaan tanaman hias dengan melibatkan warga pra sejahtera. Mereka akan dibantu bibit tanaman hias untuk dikembangkan.</p>
<p>&#8220;Tanaman hias ini ada manfaat ekonomisnya. Kami harapkan bibit ini sebagai cikal bakal usaha mereka, sehingga bisa menambah pendapatan mereka,&#8221; ujar Arief.</p>
<p>Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan bahwa pandemi covid-19 tidak hanya menjadi ujian kekuatan ekonomi. Namun, juga menjadi ujian pangan. Karenanya, Pemkab Banyuwangi mendorong peran keluarga dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.</p>
<p>&#8220;Lewat family farming, setiap keluarga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri. Selain itu, kualitas penanamannya juga terjaga. Para ibu kami harap dapat mengikuti langkah semcam ini,” kata Anas. <strong>(kom/sit)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">126100</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Jagung Murah, Petani Wongsorejo Menjerit</title>
		<link>https://memontum.com/harga-jagung-murah-petani-wongsorejo-menjerit</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Apr 2018 12:54:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Dispertan Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan harga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/35589-harga-jagung-murah-petani-wongsorejo-menjerit</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Para petani jagung di Kecamatan Wongsorejo, kini harus “menelan” kerugian hampir puluhan juta, lantaran harga di pasaran tidak sebanding dengan modal yang harus dikeluarkan. Saat ini, harga jagung di pasaran berada di posisi Rp 250 ribu perkuintal. Harga ini tentu jauh lebih rendah dari tahun 2017 yang mencapai angka Rp 360 ribu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Para petani jagung di Kecamatan Wongsorejo,  kini harus “menelan” kerugian hampir puluhan juta, lantaran harga di pasaran tidak sebanding dengan modal yang harus dikeluarkan. Saat ini, harga jagung di pasaran berada di posisi Rp 250 ribu perkuintal. Harga ini tentu jauh lebih rendah dari tahun 2017 yang mencapai angka Rp 360 ribu per kuintal.</p>
<p>Kondisi ini semakin diperparah dengan banyaknya petani jagung yang sengaja meminjam uang bank.</p>
<p>“Kalau kita melihat dari harga yang ada saat ini, bisa dipastikan kami sudah 90 persen dalam kondisi merugi. Apabila sudah seperti ini, bagaimana kami bisa membayar cicilan bank dari uang yang kami pinjam kemarin. Untuk itu, kami meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda), supaya jagung juga memiliki Harga Dasar (HD) sehingga ketika ada gejolak harga bisa diamankan,” ungkap Supardi, H, Nahwe Kamis malam di Forum Yasinan dan Tahlil bersama.</p>
<p>Dikatakannya, di Kecamatan Wongsorejo ada sekitar ratusan hektar lahan jagung yang saat ini sedang panen dengan kondisi harga yang tidak bersahabat. Jika persoalan ini tidak segera disikapi secara serius, maka para petani bisa merugi.</p>
<p>Persoalan ini juga sudah sering disuarakan oleh masyarakat, dengan harapan jagung juga bisa memiliki harga dasar sama seperti halnya beras.</p>
<p>Sehingga ketika harga jagung berada dibawah standar, bisa diamankan oleh pemerintah dan para petani juga tidak terlalu merugi seperti yang ada saat ini. Apalagi modal untuk menanam jagung juga cukup besar baik itu untuk obat-obatan, pembersihan lahan, dan beli bibit.</p>
<p>“Kita sangat berharap supaya jagung ini juga bisa memiliki HD sama seperti beras atau minimal ada regulasi khusus yang mengatur masalah harga inj. Jika tidak maka para petani jagung tetap akan merugi setiap tahunnya,” ujarnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">35589</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
