<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Disporapar &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/disporapar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Apr 2026 06:04:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Disporapar &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Disporapar Kota Malang Siapkan Paket Wisata dengan Becak Listrik</title>
		<link>https://memontum.com/disporapar-kota-malang-siapkan-paket-wisata-dengan-becak-listrik</link>
					<comments>https://memontum.com/disporapar-kota-malang-siapkan-paket-wisata-dengan-becak-listrik#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Disporapar]]></category>
		<category><![CDATA[Listrik]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231618</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tengah menyiapkan konsep paket wisata khusus dengan menggunakan becak listrik. Hal itu dilakukan, sebagai bagian dari penguatan layanan pariwisata di Kota Malang. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, mengatakan bahwa saat ini pemerintah masih menyusun regulasi operasional becak listrik bersama sejumlah perangkat daerah. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tengah menyiapkan konsep paket wisata khusus dengan menggunakan becak listrik. Hal itu dilakukan, sebagai bagian dari penguatan layanan pariwisata di Kota Malang.</p>



<p>Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, mengatakan bahwa saat ini pemerintah masih menyusun regulasi operasional becak listrik bersama sejumlah perangkat daerah. Menurutnya, Dinas Perhubungan (Dishub) menjadi leading sector karena pengaturan jalur berkaitan langsung dengan penggunaan ruas jalan.</p>



<p>“Regulasinya masih kami siapkan bersama. Leading sector-nya di Dishub karena becak listrik nanti melintasi beberapa ruas jalan,” ujar Baihaqi, Sabtu (11/04/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Baihaqi menjelaskan, kehadiran becak listrik tidak hanya sebagai moda transportasi alternatif, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pengembangan wisata kota. Disporapar Kota Malang merancang sejumlah paket perjalanan wisata yang akan dilalui becak listrik, menghubungkan titik-titik destinasi unggulan di Kota Malang.</p>



<p>“Nanti akan ada paket-paket jalur wisata. Misalnya dari kawasan Alun-Alun menuju sentra tempe Sanan, kemudian ke sentra keramik dan destinasi lainnya,” jelas Baihaqi.</p>



<p>Dalam konsep tersebut, nantinya sekitar 30 unit becak listrik akan difokuskan sebagai layanan wisata. Sementara, sekitar 170 unit lainnya tetap dimanfaatkan para pengayuh becak untuk melayani transportasi masyarakat sehari-hari.</p>



<p>&#8220;Harapannya keberadaan becak listrik tidak hanya meningkatkan kenyamanan wisatawan, tetapi juga tetap memberikan manfaat ekonomi bagi para pengayuh becak,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/disporapar-kota-malang-siapkan-paket-wisata-dengan-becak-listrik/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231618</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Alun-Alun Merdeka Jadi Magnet Wisata Lebaran, Disporapar Catat Kunjungan Wisatawan Meningkat</title>
		<link>https://memontum.com/alun-alun-merdeka-jadi-magnet-wisata-lebaran-disporapar-catat-kunjungan-wisatawan-meningkat</link>
					<comments>https://memontum.com/alun-alun-merdeka-jadi-magnet-wisata-lebaran-disporapar-catat-kunjungan-wisatawan-meningkat#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[Disporapar]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[magnet]]></category>
		<category><![CDATA[Meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231389</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Alun-Alun Merdeka Kota Malang kembali menjadi pusat keramaian wisata selama libur Lebaran 2026. Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, mencatat adanya peningkatan kunjungan wisatawan yang berdampak langsung pada ramainya destinasi wisata serta naiknya okupansi perhotelan. Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengatakan pergerakan wisatawan menuju Kota Malang selama momen [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Alun-Alun Merdeka Kota Malang kembali menjadi pusat keramaian wisata selama libur Lebaran 2026. Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, mencatat adanya peningkatan kunjungan wisatawan yang berdampak langsung pada ramainya destinasi wisata serta naiknya okupansi perhotelan.</p>



<p>Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengatakan pergerakan wisatawan menuju Kota Malang selama momen Lebaran terlihat cukup signifikan berdasarkan pemantauan di lapangan. Meski begitu, data pasti jumlah kunjungan wisatawan masih dalam proses rekapitulasi dan akan diumumkan pada awal April 2026.</p>



<p>“Kita lihat nanti angka pastinya di bulan April. Yang jelas, ada peningkatan kunjungan dan terlihat keramaian di beberapa titik destinasi wisata,” kata Baihaqi, Selasa (31/03/2026) tadi.</p>



<p>Menurutnya, Alun-Alun Merdeka menjadi salah satu lokasi yang paling dipadati pengunjung selama libur Lebaran. Ruang terbuka publik di pusat Kota Malang tersebut kembali menjadi magnet wisata keluarga, baik warga lokal maupun wisatawan luar daerah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Alun-Alun Merdeka kembali menjadi magnet wisata keluarga. Hampir setiap hari terlihat ramai pengunjung yang datang untuk berwisata dan berkumpul bersama keluarga,” jelasnya.</p>



<p>Selain Alun-Alun Merdeka, sejumlah destinasi wisata tematik dan kawasan heritage juga mengalami lonjakan kunjungan, di antaranya Hawai Waterpark serta kawasan Kayutangan Heritage yang tetap menjadi tujuan favorit wisatawan.</p>



<p>Lebih lanjut, lonjakan wisatawan tersebut turut berdampak pada sektor perhotelan. Berdasarkan laporan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), tingkat okupansi hotel di Kota Malang selama libur Lebaran mengalami peningkatan signifikan. Kondisi itu dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, terutama pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p>



<p>“Okupansi penginapan meningkat. Ini tentu berdampak pada realisasi PAD Kota Malang, khususnya dari pajak hotel dan restoran,” imbuh Baihaqi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/alun-alun-merdeka-jadi-magnet-wisata-lebaran-disporapar-catat-kunjungan-wisatawan-meningkat/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231389</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disporapar Kota Malang Targetkan 3,4 Juta Kunjungan Wisatawan di 2026</title>
		<link>https://memontum.com/disporapar-kota-malang-targetkan-34-juta-kunjungan-wisatawan-di-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 08:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Disporapar]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[targetkan]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229387</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, menargetkan di tahun 2026 ini jumlah kunjungan wisata mencapai 3,4 juta. Target tersebut, dinilai realistis karena disusun berdasarkan capaian kunjungan pada tahun sebelumnya. Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengatakan bahwa di tahun 2026 Pemkot Malang tidak menargetkan penambahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, menargetkan di tahun 2026 ini jumlah kunjungan wisata mencapai 3,4 juta. Target tersebut, dinilai realistis karena disusun berdasarkan capaian kunjungan pada tahun sebelumnya.</p>



<p>Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengatakan bahwa di tahun 2026 Pemkot Malang tidak menargetkan penambahan destinasi wisata baru. Namun, fokus utama diarahkan pada optimalisasi dan perawatan destinasi yang sudah ada, agar tetap menarik dan nyaman dikunjungi.</p>



<p>“Destinasi wisata tidak bertambah. Kami fokus mengoptimalkan yang ada, dilakukan perawatan supaya tetap optimal. Karena target ditentukan berdasarkan realisasi tahun sebelumnya, maka angka 3,4 juta dinilai realistis,” ujar Baihaqi, Sabtu (10/01/2026) tadi.</p>



<p>Berdasarkan data Disporapar, total kunjungan wisata Kota Malang sepanjang 2025 tercatat 3.440.427 orang, terdiri dari 3.362.133 Wisatawan Nusantara (Wisnus) dan 78.298 Wisatawan Mancanegara (Wisman). Jumlah tersebut melampaui dari target kunjungan wisata sebesar 3,3 juta.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Alhamdulillah, target kunjungan wisata 2025 bisa tercapai bahkan melampaui. Dari target 3,3 juta, realisasinya mencapai 3,4 juta wisatawan atau sekitar 103 persen,” tambahnya.</p>



<p>Sepanjang 2025, Kampung Kayutangan Heritage menjadi destinasi paling ramai dikunjungi wisatawan. Bahkan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), jumlah pengunjung mencapai 5.000 hingga 6.000 orang perhari.</p>



<p>“Kayutangan kontribusinya besar terhadap kunjungan wisata. Selain itu, destinasi seperti Hawai Waterpark dan Kampung Warna-Warni juga masih menjadi favorit wisatawan,” ujarnya.</p>



<p>Menghadapi momen libur panjang di awal 2026 dan libur Lebaran, Disporapar mengaku telah menyiapkan langkah antisipasi dengan memperkuat koordinasi bersama pengelola destinasi wisata serta pelaku industri pariwisata. “Kami belajar dari pengalaman libur panjang tahun-tahun sebelumnya. Fokus kami di 2026 adalah pelayanan. Wisatawan harus mendapatkan kesan yang menyenangkan agar mau kembali berkunjung ke Kota Malang,” imbuh Baihaqi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229387</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Libur Nataru, Disporapar Kota Malang sebut Hunian Hotel Tembus 70 Persen</title>
		<link>https://memontum.com/libur-nataru-disporapar-kota-malang-sebut-hunian-hotel-tembus-70-persen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Disporapar]]></category>
		<category><![CDATA[hunian]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228938</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tingkat hunian hotel di Kota Malang menunjukkan tren positif menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mencatat keterisian kamar hotel berada di kisaran 60 hingga 70 persen pada hari biasa dan meningkat signifikan saat akhir pekan. Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tingkat hunian hotel di Kota Malang menunjukkan tren positif menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mencatat keterisian kamar hotel berada di kisaran 60 hingga 70 persen pada hari biasa dan meningkat signifikan saat akhir pekan.</p>



<p>Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengatakan berdasarkan laporan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), lonjakan hunian terutama terjadi pada hotel-hotel yang berada di pusat kota. “Kalau di luar weekend rata-rata 60 sampai 70 persen. Kalau sudah weekend, bisa overload, terutama hotel-hotel di tengah kota,” kata Baihaqi, Senin (22/12/2025) tadi.</p>



<p>Menjelang puncak libur Nataru, tepatnya pada 25 Desember hingga pergantian tahun, sejumlah hotel dilaporkan hampir penuh. Namun, Baihaqi menegaskan tidak semua hotel mengalami kondisi full booked.</p>



<p>“Laporan dari PHRI memang seperti itu, mendekati penuh. Tapi tidak semua hotel 100 persen terisi, kemungkinan banyak yang di tengah kota. Nanti tetap kami konfirmasi lagi,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain hunian hotel, Disporapar Kota Malang juga memprediksi adanya lonjakan kunjungan wisata selama libur panjang akhir tahun. Destinasi wisata yang paling ramai masih didominasi Kawasan Kayutangan Heritage, disusul kampung-kampung tematik seperti Kampung Warna-Warni.</p>



<p>“Kalau lonjakan, saya pastikan ada. Karena ini libur panjang, biasanya di akhir tahun memang terjadi peningkatan,” ujarnya.</p>



<p>Meski begitu, Baihaqi menyebut lonjakan kunjungan wisata tahun ini diperkirakan tidak terlalu signifikan dibanding tahun sebelumnya. Pihaknya menargetkan capaian kunjungan wisata di angka 3,3 juta orang pada 2025 dan optimis target tersebut dapat tercapai.</p>



<p>“Lonjakannya tidak sampai 35 atau 40 persen. Target kami 3,3 juta, insyaallah bisa tercapai,” imbuh Baihaqi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228938</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disporapar Kota Malang Imbau Pelaku Wisata Waspada Cuaca Ekstrem</title>
		<link>https://memontum.com/disporapar-kota-malang-imbau-pelaku-wisata-waspada-cuaca-ekstrem</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 06:38:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Disporapar]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228830</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mengimbau seluruh pelaku industri pariwisata untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam di tengah cuaca ekstrem yang sulit diprediksi. Imbauan itu dikeluarkan menyusul adanya Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan surat dari Kementerian Pariwisata. Kepala Disporapar Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mengimbau seluruh pelaku industri pariwisata untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam di tengah cuaca ekstrem yang sulit diprediksi. Imbauan itu dikeluarkan menyusul adanya Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan surat dari Kementerian Pariwisata.</p>



<p>Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa surat edaran tersebut telah disampaikan kepada pengelola industri pariwisata, mulai dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), hingga pelaku usaha pariwisata lainnya. “Melalui surat edaran Kemendagri dan Kementerian Pariwisata, kami sudah menyampaikan kepada seluruh stakeholder pariwisata di Kota Malang agar mengantisipasi potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem. Kita tetap harus waspada dan terus berkoordinasi dengan OPD terkait,” ujar Baihaqi, Kamis (18/12/2025) tadi.</p>



<p>Meski dihadapkan pada kondisi cuaca yang tidak menentu, Baihaqi menyebut capaian kunjungan wisatawan ke Kota Malang masih menunjukkan tren positif. Dari target 3,3 juta kunjungan wisatawan pada tahun ini, realisasinya telah mencapai sekitar 90 persen.</p>



<p>“Kami optimis hingga akhir tahun target tersebut bisa tercapai. Indikasinya sudah terlihat dari hasil pemantauan di beberapa titik wisata yang menunjukkan peningkatan kunjungan, apalagi menjelang libur sekolah,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Namun demikian, Baihaqi mengingatkan agar aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama, baik bagi pengelola wisata maupun wisatawan. Menurutnya, kehati-hatian perlu ditingkatkan mengingat bencana dapat terjadi kapan saja.</p>



<p>“Kewaspadaan tetap harus dilakukan. Jika terjadi cuaca ekstrem seperti hujan deras atau angin kencang, sebaiknya aktivitas wisata bisa dihindari sementara. Wisatawan juga kami imbau untuk selalu memantau perkiraan cuaca,” jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut, sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi kebencanaan di sejumlah daerah, menurutnya Disporapar Kota Malang tidak menggelar agenda kegiatan pariwisata besar di akhir tahun ini.</p>



<p>“Kita juga harus prihatin terhadap saudara-saudara kita di Sumatera yang sedang menghadapi bencana. Karena itu, akhir tahun ini tidak ada event yang kami laksanakan,” imbuh Baihaqi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228830</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Nataru, Disporapar Kota Malang Siapkan Kampung Tematik Jadi Jujugan Wisatawan</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-nataru-disporapar-kota-malang-siapkan-kampung-tematik-jadi-jujugan-wisatawan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Disporapar]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[jujugan]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[tematik]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228221</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) Pemkot Malang, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, menyiapkan sejumlah destinasi wisata jujugan. Salah satunya, yakni kampung-kampung tematik yang masih menjadi primadona wisatawan. Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengatakan bahwa sebagian besar destinasi wisata di Kota Malang dikelola [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) Pemkot Malang, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, menyiapkan sejumlah destinasi wisata jujugan. Salah satunya, yakni kampung-kampung tematik yang masih menjadi primadona wisatawan.</p>



<p>Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengatakan bahwa sebagian besar destinasi wisata di Kota Malang dikelola masyarakat dan swasta. Meski begitu, kampung tematik tetap menjadi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.</p>



<p>&#8220;Destinasi unggulan yang selalu jadi tujuan wisatawan antara lain koridor Kayutangan, kampung-kampung tematik seperti Kampung Warna-warni dan Kampung Tridi. Sementara yang dikelola swasta, ada Hawaii Waterpark, Transmart dan lainnya,” ujar Baihaqi, Sabtu (29/11/2025) tadi.</p>



<p>Untuk memastikan layanan wisata tetap optimal, Disporapar Kota Malang terus melakukan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata. Termasuk, pembinaan rutin kepada para Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di masing-masing kampung tematik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Sementara untuk infrastruktur dilakukan kolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain sesuai tupoksinya. Infrastruktur jalan yang semakin baik, lingkungan yang tertata oleh DLH hingga pengaturan lalu lintas oleh Dishub, semuanya mendukung kenyamanan wisatawan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Hingga akhir November, capaian kunjungan wisata Kota Malang telah mencapai 80 persen dari target. Baihaqi menyebut, peningkatan kunjungan biasanya mulai terlihat pertengahan Desember seiring libur akhir tahun.</p>



<p>&#8220;Kenaikan kunjungan ditandai dari hunian hotel. Selain wisatawan umum, banyak kegiatan MICE dari provinsi maupun kementerian yang digelar di Kota Malang. Mereka juga sekaligus menikmati destinasi di sini,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Baihaqi juga menegaskan, bahwa Disporapar Kota Malang rutin menggelar pertemuan bulanan dengan PHRI. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan di sektor pariwisata.</p>



<p>&#8220;Pokdarwis selalu kami libatkan untuk pembinaan. Fokusnya pada peningkatan layanan, keselamatan dan kenyamanan sehingga wisatawan membawa kenangan indah saat berkunjung ke Kota Malang,&#8221; imbuh Baihaqi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228221</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Event Berkuda Bakal Masuk Kalender Tahunan Disporapar Kota Malang Mulai Tahun 2026</title>
		<link>https://memontum.com/event-berkuda-bakal-masuk-kalender-tahunan-disporapar-kota-malang-mulai-tahun-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2025 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berkuda]]></category>
		<category><![CDATA[Disporapar]]></category>
		<category><![CDATA[kalender]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[tahunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225895</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang memastikan event berkuda akan dimasukkan dalam kalender tahunan mulai tahun depan, 2026. Kepastian itu, disampaikan Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, usai menyaksikan kejuaraan berkuda yang ketiga kalinya digelar di Kota Malang, Kamis (11/09/2025) tadi. Pria yang akrab disapa Baihaqi, itu menyampaikan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang memastikan event berkuda akan dimasukkan dalam kalender tahunan mulai tahun depan, 2026. Kepastian itu, disampaikan Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, usai menyaksikan kejuaraan berkuda yang ketiga kalinya digelar di Kota Malang, Kamis (11/09/2025) tadi.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Baihaqi, itu menyampaikan bahwa keberlanjutan event tersebut menjadi bukti konsistensi penyelenggara dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah. &#8220;Event-event yang berkelanjutan dan setiap tahun diadakan akan berdampak semakin dikenal masyarakat, baik skala regional maupun nasional. Dampaknya luar biasa, tidak hanya untuk olahraga berkuda, tapi juga pertumbuhan ekonomi di Kota Malang,&#8221; ucap Baihaqi.</p>



<p>Menurutnya, olah raga berkuda di Kota Malang terus menunjukkan perkembangan positif. Hal itu terbukti dari capaian prestasi Cabang Olahraga (Cabor) berkuda yang berhasil meraih hasil terbaik dalam Porprov IX Jawa Timur.</p>



<p>&#8220;Cabor ini adalah salah satu cabor unggulan di Kota Malang. Maka, kejuaraan berkuda ini akan kami masukkan sebagai kalender event tetap mulai tahun depan,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Baihaqi juga membuka peluang agar event berkuda ke depan dapat naik kelas ke level lebih tinggi. Hal itu dinilai dari sisi profesionalitas penyelenggaraan, venue, serta konsistensi pelaksanaan yang sudah dikenal di tingkat nasional.</p>



<p>&#8220;Ini sudah dinilai oleh tingkat nasional, sudah dikenal di puncak Joyogrand, ada venue untuk equestrian berkuda yang ada di Kota Malang,&#8221; katanya.</p>



<p>Lebih lanjut saat disinggung mengenai pembangunan arena pacuan khusus milik Pemkot Malang, Baihaqi mengakui masih belum ada rencana. Karena menurutnya, butuh lahan yang luas serta biaya pembangunan yang tinggi masih menjadi kendala.</p>



<p>&#8220;Kalau kemungkinan bisa saja, karena lahan di Kota Malang masih ada. Tapi untuk pacuan butuh lahan beberapa hektar dan biaya besar, sehingga kami belum mengarah ke situ,&#8221; imbuh Baihaqi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225895</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tahun Ini Disporapar Kota Malang Prioritaskan Pengembangan Dua Kampung Tematik</title>
		<link>https://memontum.com/tahun-ini-disporapar-kota-malang-prioritaskan-pengembangan-dua-kampung-tematik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2025 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Disporapar]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[prioritaskan]]></category>
		<category><![CDATA[tematik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225423</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, tahun ini akan memprioritaskan pengembangan dua kampung tematik. Dari sekitar 23 kampung tematik yang ada, dua yang menjadi fokus utama, yakni Kampung Tempe di Kelurahan Polowijen dan Kawasan Sungai Rolak, Kelurahan Wonokoyo. Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa hal itu dilakukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, tahun ini akan memprioritaskan pengembangan dua kampung tematik. Dari sekitar 23 kampung tematik yang ada, dua yang menjadi fokus utama, yakni Kampung Tempe di Kelurahan Polowijen dan Kawasan Sungai Rolak, Kelurahan Wonokoyo.</p>



<p>Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa hal itu dilakukan untuk mendorong sebaran wisatawan agar tidak hanya terpusat di pusat kota seperti pada Kayutangan Heritage. &#8220;Memang untuk tahun ini ada prioritas yang kami optimalkan, supaya benar-benar ada kemajuan signifikan. Kami akan berikan pembinaan kepada Pokdarwis, harapannya destinasi wisata di Kota Malang semakin menggeliat,&#8221; ujar Baihaqi, Selasa (26/08/2025) tadi.</p>



<p>Menurutnya, kunci pengembangan kampung tematik terletak pada komitmen masyarakat dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat. Pemerintah hanya berperan mendampingi, membina dan memperkuat promosi.</p>



<p>&#8220;Semua destinasi wisata kampung tematik ini miliknya masyarakat. Jadi, komitmen masyarakat dan Pokdarwis sangat penting. Kami dari Pemkot akan terus melakukan pembinaan agar masyarakat sadar wisata dan lebih ramah pada wisatawan,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk mendukung pengembangan, Disporapar juga menggencarkan promosi baik secara online maupun offline. Selain itu, pihaknya bekerja sama dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah dan memanfaatkan website resmi Pemkot Malang sebagai sarana publikasi.</p>



<p>&#8220;Itu terus kami promosikan dan di website Pemkot ini kami kuatkan, sebagai tempat promosi destinasi wisata Indonesia,&#8221; katanya.</p>



<p>Selain itu, menurutnya juga perlu dilakukan inovasi agar kampung tematik tidak mengalami kejenuhan, khususnya bagi wisatawan domestik yang sudah sering berkunjung.</p>



<p>&#8220;Wisata itu harus ada pembaruan. Kalau tidak, wisatawan bisa bosan. Karena itu, kami mendorong Pokdarwis membuat inovasi, misalnya melalui event atau kerja sama dengan paket wisata. Harapannya, wisatawan selalu menemukan hal baru saat berkunjung,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225423</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disporapar Kota Malang Catat Capaian Retribusi Sarpras Olah Raga Tahun 2025 Tembus Rp 600 Juta</title>
		<link>https://memontum.com/disporapar-kota-malang-catat-capaian-retribusi-sarpras-olah-raga-tahun-2025-tembus-rp-600-juta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2025 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[capaian]]></category>
		<category><![CDATA[Disporapar]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Retribusi]]></category>
		<category><![CDATA[Sarpras]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224926</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dam Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mencatat bahwa pendapatan retribusi Sarana Prasarana (Sarpras) olah raga hingga Juli 2025 telah mencapai lebih dari Rp 600 juta dari target Rp 1 miliar. Capaian tersebut, sudah melampaui 50 persen dari target tahunan. Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dam Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mencatat bahwa pendapatan retribusi Sarana Prasarana (Sarpras) olah raga hingga Juli 2025 telah mencapai lebih dari Rp 600 juta dari target Rp 1 miliar. Capaian tersebut, sudah melampaui 50 persen dari target tahunan.</p>



<p>Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa tingginya capaian tersebut dipengaruhi pemanfaatan Sarpras pada ajang Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Jawa Timur beberapa waktu lalu. &#8220;Stadion Gajayana sempat lama digunakan untuk keperluan Porprov, sehingga tidak melayani masyarakat umum. Meski begitu, pendapatan hingga Juli tetap tinggi,&#8221; ucap Baihaqi, Rabu (13/08/2025) tadi.</p>



<p>Disebutkannya, ada dua Sarpras yang paling banyak menyumbang retribusi. Yakni, Stadion Gajayana dan GOR Ken Arok. Saat ini, disusul dengan lapangan tenis yang peminatnya semakin meningkat.</p>



<p>&#8220;Di delapan lapangan tenis kita, kontribusinya mulai naik,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, dikatakannya bahwa untuk mempermudah masyarakat dalam memanfaatkan Sarpras milik Pemkot Malang, Disporapar menyediakan layanan pemesanan melalui aplikasi Simba.</p>



<p>&#8220;Harapan kami semua transaksi online, tapi bagi masyarakat yang masih membayar tunai tetap kami layani,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Di tahun 2024 lalu, pendapatan retribusi Sarpras olah raga Kota Malang mencapai Rp 1,3 miliar, melampaui target Rp 850 juta. Baihaqi optimis potensi pendapatan di tahun ini masih besar, apalagi dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) baru yang menaikkan tarif sewa.</p>



<p>&#8220;Contohnya GOR Ken Arok, tarif sewa untuk kegiatan hiburan naik dari Rp 6 juta menjadi Rp 10 juta per hari dan itu masih lebih rendah dibanding milik swasta,&#8221; imbuh Baihaqi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224926</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
