<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>disuguhi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/disuguhi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Jul 2024 11:24:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>disuguhi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Masuki Etape 3 TdBI, Rute Pembalap Sepeda Dunia Disuguhi Keindahan Doesoen Kakao Glenmore</title>
		<link>https://memontum.com/masuki-etape-3-tdbi-rute-pembalap-sepeda-dunia-disuguhi-keindahan-doesoen-kakao-glenmore</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jul 2024 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[disuguhi]]></category>
		<category><![CDATA[doesoen]]></category>
		<category><![CDATA[glenmore]]></category>
		<category><![CDATA[keindahan]]></category>
		<category><![CDATA[masuki]]></category>
		<category><![CDATA[Pembalap]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212188</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) memasuki Etape 3, Rabu (24/07/2024) tadi. Etape ini, merupakan rute terpanjang dengan total lintasan 175,3 kilometer (km). Etape 3 ini mengambil start di Doesoen Kakao Glenmore dan finish di Kantor Pemda Banyuwangi. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan bahwa sengaja start Etape 3 di Doesoen Kakao, tidak lain [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) memasuki Etape 3, Rabu (24/07/2024) tadi. Etape ini, merupakan rute terpanjang dengan total lintasan 175,3 kilometer (km). Etape 3 ini mengambil start di Doesoen Kakao Glenmore dan finish di Kantor Pemda Banyuwangi.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan bahwa sengaja start Etape 3 di Doesoen Kakao, tidak lain adalah untuk memperkenalkan potensi cokelat kepada para pembalap dunia. &#8220;Selain itu, jalan di kawasan perkebunan coklat ini adalah jalur lintas selatan yang segera menghubungkan Banyuwangi dengan Jember,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Doesoen Kakao sendiri merupakan destinasi wisata edukasi potensi cokelat Banyuwangi seluas 4 hektare (ha) yang mulai beroperasi sejak 2016 dan berada di wilayah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII. Perkebunan ini menghasilkan Kakao Edel atau biasa disebut Kakao Mulia yang memiliki kualitas unggul hingga diekspor ke berbagai negara seperti Swiss, Jerman, Perancis, Amerika, Italia, Malaysia, Inggris dan berbagai negara lain.</p>



<p>Kakao Edel itu memiliki biji berwarna putih dan kadar lemaknya rendah serta teksturnya mudah meleleh. Selain itu, rasa cokelat yang dihasilkan dari Kakao Edel juga memiliki rasa asam-manis madu. Tidak heran, apabila Cokelat Edel digemari oleh warga mancanegara. Sementara Kecamatan Glenmore sendiri memiliki luas kebun Kakao sekitar 1.500 hektare.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Di etape 3 ini, berbeda dengan rute etape 1 dan 2 yang mayoritas jalurnya flat. Untuk track ini akan ada tanjakan yang cukup menantang bagi para pembalap. Rute etape 3 memiliki tiga titik sprit dan satu titik King of Mountain (KoM). Titik sprint berada berada di km 52,2 Seneporejo, km 68,8 Benculuk dan km 122,4 Rogojampi.</p>



<p>Lepas dari km 125, jalan tanjakan akan mulai dirasakan oleh para pembalap. Tanjakan akan dimulai dari Desa Macan Putih menuju Pakel. Sementara titik KoM berada di km 141,3 Pakel. Daerah Pakel memiliki tingkat elevasi 700 mdpl dengan gradien (kemiringan) 21 derajat.</p>



<p>Peraih Rebound Jersey (Polkadot Jersey) pembalap CCACHE X PAR KUP, Bentley Niquet Olden, mengatakan akan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan Rebound Jersey. &#8220;Saya akan berusaha untuk kembali mendapat KoM karena ini memang spesialisasi saya,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara pemegang Ijen Sulfur Jersey (Yellow Jersey) pembalap asal Australia, Ryan Cavanagh, juga akan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankannya. &#8220;Kita lihat bagaimana breakway nanti, jika kita ingin mengejar karena tanjakan sangat berat bagi saya. Kita lihat bersama nanti,&#8221; kata Cavanagh. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212188</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungi Posyandu Jiwa, Bupati Banyuwangi Disuguhi Keahlian Pasien Pemulihan Jiwa Lakukan Seni Jaranan</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungi-posyandu-jiwa-bupati-banyuwangi-disuguhi-keahlian-pasien-pemulihan-jiwa-lakukan-seni-jaranan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jun 2024 10:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[disuguhi]]></category>
		<category><![CDATA[jaranan]]></category>
		<category><![CDATA[keahlian]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[pasien]]></category>
		<category><![CDATA[pemulihan]]></category>
		<category><![CDATA[Posyandu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211201</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, berkesempatan melihat langsung keahlian para pasien dengan gangguan mental atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) saat menampilkan seni jaranan, di Balai Dusun Karangrejo, Desa Cluring, Kecamatan Cluring, Kamis (27/06/2024) tadi. Kesempatan itu diperolehnya, saat di sela kegiatan Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) dan karena di Banyuwangi sendiri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, berkesempatan melihat langsung keahlian para pasien dengan gangguan mental atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) saat menampilkan seni jaranan, di Balai Dusun Karangrejo, Desa Cluring, Kecamatan Cluring, Kamis (27/06/2024) tadi. Kesempatan itu diperolehnya, saat di sela kegiatan Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) dan karena di Banyuwangi sendiri terdapat Posyandu Jiwa yang khusus menangani pasien dengan gangguan mental atau ODGJ.</p>



<p>Di Posyandu itu, pasien selain mendapat pelayanan pemulihan kesehatan mental, juga dilatih dan diberdayakan sesuai dengan kemampuan. Caranya, yaitu dengan melibatkan relawan dari masyarakat sekitar serta pendampingan dan pengawasan tim kesehatan jiwa dari Puskesmas. Sementara pasien, ada yang diarahkan sebagai pelaku seni, penjahit hingga usaha kuliner.</p>



<p>“Ini program yang sangat baik. Selain kesehatan mentalnya dipulihkan, para pasien ODGJ juga diberdayakan. Sehingga, lebih mudah bagi mereka untuk diterima masyarakat. Lewat program ini, para pasien ODGJ mendapat dukungan warga sekitar dan harapannya bisa segera pulih,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Program Posyandu kesehatan jiwa ini, digagas oleh Puskesmas Benculuk, Kecamatan Cluring. Program ini, melibatkan masyarakat sekitar yang tergabung dalam relawan &#8216;Kader Jiwa&#8217; yang bertugas membantu tim kesehatan jiwa Puskesmas.</p>



<p>Sekedar diketahui, saat ini total ada 10 kader jiwa yang terlibat. Para kader ini akan menyampaikan informasi terkait keberadaan dan perkembangan kondisi pasien, lalu menginformasikan kepada tim Puskesmas ketika ada suspek ODGJ baru di masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Setelah mendapatkan informasi, tim kami akan meninjau langsung di lapangan. Kami akan melakukan skrining untuk memastikan apakah memang mengalami gangguan mental atau tidak. Skrining juga diperlukan untuk menentukan jenis penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien,” kata Kepala Puskesmas Benculuk, Tatiek Setyaningsih.</p>



<p>Warga yang memang dinyatakan mengalami gangguan mental, ujarnya, akan dilakukan penanganan lanjutan. Seperti pemberian obat dan terapi mental oleh tenaga perawat jiwa.</p>



<p>“Dalam terapi kami, selain ada obat yang harus diminum secara rutin, mereka juga kita beri kesibukan sesuai dengan bakat dan minatnya,” tambahnya.</p>



<p>Saat ini, ada 14 pasien ODGJ yang aktif memeriksakan diri ke Posyandu Jiwa di Puskesmas Bencukuk. Tim juga siaga 24 jam jika sewaktu-waktu ada laporan dari warga.</p>



<p>&#8220;Selain tim Puskesmas, juga melibatkan unsur Forpimka dalam penanganan ini,&#8221; jelasnya. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211201</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
