<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Ditemukan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ditemukan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 May 2026 13:49:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Ditemukan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sempat Hilang Dua Hari, Nelayan di Sampang Ditemukan Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/sempat-hilang-dua-hari-nelayan-di-sampang-ditemukan-meninggal</link>
					<comments>https://memontum.com/sempat-hilang-dua-hari-nelayan-di-sampang-ditemukan-meninggal#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Sampang]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hilang]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[sempat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232479</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sampang &#8211; Setelah sempat dilakukan pencarian, Jumail (57), nelayan asal Dusun Tengah, Desa Mandangin, Kabupaten Sampang, akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal di area Muara Sreseh, Kabupaten Sampang, Senin (18/05/2026) tadi. Diketahui, sebelumnya Jumali diduga jatuh dari kapalnya saat mencari ikan di Perairan Utara Pulau Mandangin, pada Sabtu (16/05/2026) lalu. Jenazah korban sendiri, ditemukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sampang</strong> &#8211; Setelah sempat dilakukan pencarian, Jumail (57), nelayan asal Dusun Tengah, Desa Mandangin, Kabupaten Sampang, akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal di area Muara Sreseh, Kabupaten Sampang, Senin (18/05/2026) tadi. Diketahui, sebelumnya Jumali diduga jatuh dari kapalnya saat mencari ikan di Perairan Utara Pulau Mandangin, pada Sabtu (16/05/2026) lalu.</p>



<p>Jenazah korban sendiri, ditemukan oleh pemancing kemudian melaporkan penemuan ini kepada tim SAR gabungan yang telah melakukan pencarian korban selama dua hari.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Surabaya selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR ini, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa setelah korban ditemukan, Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi dan membawa jenazah korban ke RSUD Kabupaten Sampang untuk penanganan lebih lanjut. Sebelumnya, Kantor SAR Surabaya mengerahkan 1 Tim Rescue Pos SAR Sumenep, setelah mendapatkan laporan penemuan kapal tanpa awak di Utara Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang, Sabtu (16/05) sekitar pukul 19.00.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kapal milik korban ditemukan sekitar 300 meter dari bibir Pantai Pulau Mandangin,” kata Nanang.</p>



<p>Tim SAR gabungan yang terdiri dari rescuer Pos SAR Sumenep, BPBD Kabipaten Sampang, Polairud Sampang, Kamladu Camplong, Syahbandar Mandangin, PMI Kabupaten Sampang, Polres Kabupaten Sampang, Polsek Pangarengan, Dinkes Sampang dan nelayan setempat melakukan upaya pencarian dengan membagi tim menjadi 4 Search and Rescue Unit (SRU) dengan melakukan penyisiran pada masing &#8211; masing area pencarian yang telah ditentukan.</p>



<p>Dengan telah ditemukannya korban, maka operasi SAR dihentikan. Nanang menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, yang terlibat dalam proses pencarian maupun evakuasi korban.</p>



<p>&#8220;Kami imbau agar seluruh warga dan nelayan tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan saat beraktivitas di perairan,&#8221; tambahnya. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/sempat-hilang-dua-hari-nelayan-di-sampang-ditemukan-meninggal/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232479</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jatuh dari Kapal, ABK LCT Kinta Perjaya Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal di Perairan Timur Suramadu</title>
		<link>https://memontum.com/jatuh-dari-kapal-abk-lct-kinta-perjaya-ditemukan-dalam-kondisi-meninggal-di-perairan-timur-suramadu</link>
					<comments>https://memontum.com/jatuh-dari-kapal-abk-lct-kinta-perjaya-ditemukan-dalam-kondisi-meninggal-di-perairan-timur-suramadu#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2026 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[kondisi]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[perairan]]></category>
		<category><![CDATA[perjaya]]></category>
		<category><![CDATA[suramadu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232332</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan Sri Samto (57), seorang ABK LCT Kinta Perjaya, dalam kondisi meninggal dunia perairan sisi timur Jembatan Suramadu, Senin (11/05/2026) sekitar pukul 14.13. Jenazahnya ditemukan oleh Tim Ditpolairud Polda Jatim dalam kondisi mengapung di perairan yang berjarak sekitar 5,89 mil laut dari titik awal korban dilaporkan hilang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan Sri Samto (57), seorang ABK LCT Kinta Perjaya, dalam kondisi meninggal dunia perairan sisi timur Jembatan Suramadu, Senin (11/05/2026) sekitar pukul 14.13. Jenazahnya ditemukan oleh Tim Ditpolairud Polda Jatim dalam kondisi mengapung di perairan yang berjarak sekitar 5,89 mil laut dari titik awal korban dilaporkan hilang.</p>



<p>Informasinya, insiden bermula saat Kapal LCT Kinta Perjaya berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak menuju Pelabuhan Wanam, Merauke, pada Minggu (10/05/2026). Saat melintasi alur pelayaran timur Surabaya atau kawasan timur Jembatan Suramadu, korban yang bertugas sebagai Mualim I diketahui tidak berada di atas kapal.</p>



<p>Mengetahui hal tersebut, nahkoda kapal langsung memutar haluan untuk melakukan pencarian. Semula pencarian dilakukan secara mandiri hingga petang. Karena korban tak juga ditemukan, kejadian ini kemudian dilaporkan kepada otoritas terkait.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit, mengatakan bahwa dalam operasi SAR ini, Kantor SAR Kelas A Surabaya mengerahkan tim rescue beserta armada KN SAR dan Rigid Inflatable Boat (RIB). &#8220;Pada hari pertama operasi SAR, pencarian difokuskan di sekitar lokasi kejadian menggunakan RIB untuk menyisir area perairan tempat korban diduga jatuh,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pada hari kedua operasi SAR, area pencarian diperluas dengan mengerahkan KN SAR 406 Srikandi beserta tim rescue dan awak kapal guna meningkatkan efektivitas penyisiran. “Pada hari kedua operasi SAR, pencarian diperluas agar jangkauan penyisiran lebih optimal,” kata Nanang.</p>



<p>Operasi SAR juga melibatkan sejumlah unsur gabungan dari berbagai instansi. KPLP Tanjung Perak mengerahkan KN.P 329, sementara itu Ditpolairud Polda Jawa Timur menggunakan KP X-1008. Dukungan turut diberikan oleh VTS, SROP Surabaya, serta nelayan di sekitar lokasi pencarian.</p>



<p>&#8220;Pada hari kedua pencarian, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Setelah dievakuasi dari lokasi penemuan, jenazah korban dibawa menuju RSUD Bangkalan untuk proses penanganan oleh petugas yang berwenang,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Komandan Tim Rescue Kantor SAR Kelas A Surabaya, Gani Wiratama, yang bertindak sebagai On Scene Coordinator (OSC), menambahkan bahwa kondisi cuaca selama operasi pencarian relatif mendukung. &#8220;Berdasarkan data BMKG, cuaca di lokasi pencarian terpantau cerah dengan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1,5 meter,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Selain melakukan penyisiran laut, Tim SAR gabungan juga menyampaikan informasi kejadian kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar area pencarian. Langkah tersebut dilakukan agar awak kapal dapat segera melapor apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/jatuh-dari-kapal-abk-lct-kinta-perjaya-ditemukan-dalam-kondisi-meninggal-di-perairan-timur-suramadu/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232332</post-id>	</item>
		<item>
		<title>TNBTS Kini Miliki 309 Spesies Anggrek, Dua Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru</title>
		<link>https://memontum.com/tnbts-kini-miliki-309-spesies-anggrek-dua-jenis-baru-ditemukan-di-lereng-semeru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Anggrek]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[lereng]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[spesies]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231317</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Kekayaan flora di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus bertambah. Hingga awal 2026, tercatat terdapat 309 spesies anggrek yang hidup di kawasan konservasi tersebut, setelah ditemukannya dua spesies baru di lereng selatan Gunung Semeru. Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan Balai Besar TNBTS, Toni Artaka, menjelaskan bahwa tambahan jumlah spesies tersebut berasal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Kekayaan flora di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus bertambah. Hingga awal 2026, tercatat terdapat 309 spesies anggrek yang hidup di kawasan konservasi tersebut, setelah ditemukannya dua spesies baru di lereng selatan Gunung Semeru.</p>



<p>Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan Balai Besar TNBTS, Toni Artaka, menjelaskan bahwa tambahan jumlah spesies tersebut berasal dari hasil patroli kawasan yang dilakukan petugas pada awal Januari 2026 lalu. “Dua anggrek yang ditemukan merupakan catatan baru di TNBTS karena sebelumnya belum pernah terdata,” ujar Toni, Sabtu (28/03/2026) tadi.</p>



<p>Dua spesies yang berhasil diidentifikasi itu, yakni Gastrodia selabintanensis dan Gastrodia biruensis. Keduanya, ditemukan tumbuh pada habitat hutan yang teduh, memiliki lapisan humus tebal, serta kondisi tanah lembap pada ketinggian 1.000–1.200 meter di atas permukaan laut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Berdasarkan rangkuman yang diterima dari Pengendali Ekosistem Hutan, menyebutkan bahwa dua spesies anggrek tersebut memiliki ciri khas yang berbeda. Spesies Gastrodia selabintanensis memiliki perbungaan sepanjang 15–25 sentimeter, dengan dua hingga empat kuntum bunga. Kelopaknya berwarna coklat kehijauan dengan tekstur kasar, sedangkan mahkotanya berwarna putih semu kekuningan.</p>



<p>Sedangkan Gastrodia biruensis, memiliki perbungaan lebih panjang, yakni 18–32 sentimeter dengan tiga sampai lima kuntum bunga. Kelopak bunga berwarna coklat kekuningan bertekstur halus, dengan mahkota berwarna putih dan oranye.</p>



<p>&#8220;Hingga kini, kedua spesies tersebut belum memiliki nama lokal resmi,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya bahwa kedua anggrek tersebut termasuk tanaman mycoheterotrophic, yakni jenis tumbuhan yang pertumbuhannya sangat bergantung pada kondisi habitat alami serta hubungan dengan jamur tanah. Karena sulit dibudidayakan di luar habitat aslinya, Balai Besar TNBTS terus melakukan pemetaan populasi serta pemantauan lokasi lain saat musim berbunga.</p>



<p>“Upaya konservasi habitat menjadi langkah utama agar keberlanjutan spesies anggrek di TNBTS tetap terjaga,” imbuh Toni. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231317</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Nelayan di Perairan Gapurana Talango Sumenep Ditemukan Tim SAR Gabungan Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/nelayan-di-perairan-gapurana-talango-sumenep-ditemukan-tim-sar-gabungan-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[gabungan]]></category>
		<category><![CDATA[gapurana]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[perairan]]></category>
		<category><![CDATA[talango]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231228</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seorang nelayan, Mohammad Jaenal Arifin (32), warga Desa Pangloros, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (24/03/2026) sekitar pukul 11.11. Diketahui, bahwa sebelumnya Jaenal dilaporkan hilang setelah nelayan setempat menemukan sebuah perahu dengan kondisi mesin masih menyala bergerak menuju arah darat tanpa awak. Kondisi peralatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sumenep</strong> – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seorang nelayan, Mohammad Jaenal Arifin (32), warga Desa Pangloros, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (24/03/2026) sekitar pukul 11.11. Diketahui, bahwa sebelumnya Jaenal dilaporkan hilang setelah nelayan setempat menemukan sebuah perahu dengan kondisi mesin masih menyala bergerak menuju arah darat tanpa awak.</p>



<p>Kondisi peralatan pancing sendiri, diketahui masih lengkap berada di atas perahu. Sementara berdasarkan laporan tersebut, Tim SAR gabungan segera melaksanakan operasi pencarian di sekitar lokasi kejadian.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Surabaya selaku SAR Mission Coordinator (SMC) pada operasi SAR ini, Nanang Sigit, mengatakan bahwa dalam pencarian itu, Tim SAR Gabungan mendekati koordinat 7° 3&#8242; 59,892&#8243; LS dan 114° 1&#8242; 59,124&#8243; BT atas informasi penemuan jenazah oleh nelayan sekitar. Lokasi penemuan tersebut, berjarak kurang lebih 1,15 Nautical Mile (NM) dari lokasi ditemukannya kapal milik korban.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selanjutnya, korban dievakuasi menuju Dermaga Talango dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. &#8220;Setelah tiba di Dermaga Talango, jenazah korban kemudian diserahterimakan kepada pihak keluarga melalui ambulans untuk dibawa ke rumah duka guna penanganan lebih lanjut,&#8221; ujar Nanang Sigit.</p>



<p>Setelah proses evakuasi selesai, pada pukul 12.30, dilaksanakan debriefing oleh seluruh unsur SAR yang terlibat. Dengan telah ditemukannya korban dalam kondisi meninggal dunia, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi diusulkan untuk ditutup.</p>



<p>Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas sinergi dan kerja sama yang telah terjalin. Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini antara lain Pos SAR Sumenep, Polairud Sumenep, Polsek Kalianget, Koramil Kalianget, Polsek Talango, serta nelayan setempat.</p>



<p>Basarnas mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para nelayan, untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan saat melaut, termasuk penggunaan alat keselamatan diri serta memastikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di perairan. &#8220;Dengan ketidakpastian cuaca saat ini, lebih baik bila nelayan mengecek dulu prakiraan cuaca, angin dan tinggi gelombang sebelum melaut,&#8221; imbuh Nanang. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231228</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hari Kedua Pencarian, Jenazah Bocah Hanyut di Sungai Kasin Berhasil Ditemukan</title>
		<link>https://memontum.com/hari-kedua-pencarian-jenazah-bocah-hanyut-di-sungai-kasin-berhasil-ditemukan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hanyut]]></category>
		<category><![CDATA[jenazah]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230632</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan RAF (6), warga Jalan Brigjen Katamso, Gang VII, Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang, di Sungai Kasin, Kota Malang, Senin (02/03/2026) sekitar pukul 16.14. Saat ditemukan, RAF sudah dalam kondisi meninggal dunia. Komandan Tim (Dantim) Operasi Pencarian, Miftakul Karim, saat dikonfirmasi membenarkan penemuan jenazah korban [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan RAF (6), warga Jalan Brigjen Katamso, Gang VII, Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang, di Sungai Kasin, Kota Malang, Senin (02/03/2026) sekitar pukul 16.14. Saat ditemukan, RAF sudah dalam kondisi meninggal dunia.</p>



<p>Komandan Tim (Dantim) Operasi Pencarian, Miftakul Karim, saat dikonfirmasi membenarkan penemuan jenazah korban RAF. Disampaikannya, bahwa jenazah korban ditemukan tidak jauh dari titik lokasi kejadian atau sekitar 100 meter dari korban terpeleset dan hanyut. Kondisi korban sendiri, saat ditemukan masih bisa dikenali, sehingga jenazah langsung dibawa oleh pihak keluarga.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka oleh pihak keluarga untuk segera dimakamkan. Dengan telah ditemukannya korban, maka operasi pencarian resmi kami tutup,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Seperti diberitakan sebelumnya, RAF hanyut terbawa arus Sungai Kasin yang berada di wilayah Kecamatan Klojen, Kota Malang, Minggu (01/03/2026) sekitar pukul 12.00. Korban yang saat itu bermain di pinggir sungai, diduga terpeleset hingga jatuh ke sungai. Kejadian ini, kemudian dilaporkan ke Polsek Klojen hingga segera mendatangi lokasi. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230632</post-id>	</item>
		<item>
		<title>17 Kasus Campak Ditemukan, Dinkes Kota Malang Gelar ORI untuk 32 Ribu Anak</title>
		<link>https://memontum.com/17-kasus-campak-ditemukan-dinkes-kota-malang-gelar-ori-untuk-32-ribu-anak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2026 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Campak]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229939</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menggelar imunisasi Outbreak Response Immunization (ORI) campak setelah ditemukan 17 kasus campak sepanjang tahun 2025 yang dilaporkan pada awal 2026. Langkah itu dilakukan, sebagai upaya memutus rantai penularan dan mencegah meluasnya kasus di wilayah Kota Malang. Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa dari sekitar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menggelar imunisasi Outbreak Response Immunization (ORI) campak setelah ditemukan 17 kasus campak sepanjang tahun 2025 yang dilaporkan pada awal 2026. Langkah itu dilakukan, sebagai upaya memutus rantai penularan dan mencegah meluasnya kasus di wilayah Kota Malang.</p>



<p>Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa dari sekitar 300 kasus suspect campak yang ditemukan di lima kecamatan, hasil pemeriksaan laboratorium mengonfirmasi 17 kasus positif. Itu tersebar di Kecamatan Kedungkandang, Sukun dan Lowokwaru.</p>



<p>“Kasus terkonfirmasi ini hasil pemeriksaan sampel darah. Dari data 2025, ditemukan 10 kasus di Kedungkandang, 3 kasus di Sukun dan 4 kasus di Lowokwaru,” ujar Husnul, saat dihubungi melalui sambungan seluler, Selasa (03/02/2026) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa usia anak yang terpapar campak tersebut bervariasi, mulai dari usia satu tahun hingga usia sekolah dasar. Namun, kasus paling dominan ditemukan pada anak usia 5 hingga 11 tahun.</p>



<p>“Memang ada beberapa anak yang belum mendapatkan imunisasi rutin lengkap. Rentang usia 5 sampai 11 tahun menjadi kelompok yang paling banyak terkonfirmasi,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sehingga, berdasarkan rekomendasi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, wilayah dengan temuan kasus campak ditetapkan sebagai sasaran pelaksanaan ORI. Imunisasi dilakukan secara massal pada anak usia 9 bulan hingga 13 tahun, tanpa melihat status imunisasi sebelumnya.</p>



<p>“Sasaran ORI di Kota Malang sekitar 32 ribu anak, tersebar di Kecamatan Kedungkandang dan Kecamatan Sukun,” ucapnya.</p>



<p>Pelaksanaan ORI dijadwalkan berlangsung mulai 2 hingga 6 Februari 2026, dengan melibatkan puskesmas, sekolah, serta lintas sektor terkait. Dinkes Kota Malang berharap imunisasi ini mampu menekan risiko penularan dan memberikan perlindungan maksimal bagi anak-anak.</p>



<p>Sebagai informasi, untuk gejala awal campak umumnya ditandai dengan demam, disusul ruam berupa bintik-bintik merah yang muncul dari belakang telinga, kemudian menyebar ke wajah dan bagian tubuh lain, terutama dada dan punggung. Pada kondisi yang lebih berat, campak dapat disertai gangguan saluran pernapasan, seperti sakit tenggorokan, batuk, serta mata memerah.</p>



<p>&#8220;Nah, itu gejala-gejala campak. Sehingga perlu diwaspadai dan dilakukan imunisasi pada usia-usia dasar di usia sembilan bulan,&#8221; imbuh Husnul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229939</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Korban Insiden Kapal Pasific 88 Ditemukan Tim SAR Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/korban-insiden-kapal-pasific-88-ditemukan-tim-sar-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2026 09:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[insiden]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[pasific]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229921</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Kasbi (68), korban tenggelam di perairan Dermaga Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (02/02/2026) sekitar pukul 15.00. Sekedar diketahui, bahwa Kasbi adalah korban insiden dari Kapal Pacific 88, yang sebelumnya mengalami kemiringan saat proses bongkar muat di Dermaga Jamrud Selatan Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (02/02/2026) sekitar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Kasbi (68), korban tenggelam di perairan Dermaga Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (02/02/2026) sekitar pukul 15.00. Sekedar diketahui, bahwa Kasbi adalah korban insiden dari Kapal Pacific 88, yang sebelumnya mengalami kemiringan saat proses bongkar muat di Dermaga Jamrud Selatan Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (02/02/2026) sekitar pukul 04.00.</p>



<p>Dalam kejadian itu, juga menyebabkan peti kemas jatuh ke laut. Saat peristiwa itu terjadi, Kasbi sedang bekerja sebagai Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dan dilaporkan hilang.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, selaku SMC menjelaskan, Tim SAR gabungan menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal di lokasi yang berjarak sekitar 1 mil laut dari lokasi kejadian. &#8220;Proses evakuasi jenazah berlangsung lancar. Setelah dievakuasi ke darat, jenazah korban dibawa ke RS PHC untuk penanganan lebih lanjut oleh petugas berwenang,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam merespon laporan kejadian tersebut, SMC mengerahkan satu tim penyelam dari Kantor SAR dan 1 tim dari KN SAR yang melakukan pencarian permukaan air di sekitar lokasi kejadian dengan menggunakan rigid inflatable boat (RIB). Selain penyisiran permukaan, Kantor SAR Kelas A Surabaya juga menurunkan tiga orang penyelam dibantu satu orang personel penyelam dari BPBD Kota Surabaya untuk melakukan pencarian bawah air di sekitar titik awal korban diduga tenggelam.</p>



<p>“Pencarian bawah air menghadapi kendala jarak pandang yang terbatas. Meski demikian, Tim SAR tetap berupaya maksimal dengan mengombinasikan penyelaman dan penyisiran permukaan,” ujar Nanang.</p>



<p>Keberhasilan operasi SAR ini, ujarnya, berkat kerja sama yang baik dari berbagai unsur. Antara lain, Tim Rescue Kantor SAR Kelas A Surabaya, TKBM Tanjung Perak, KSOP Utama Tanjung Perak, Pelindo III Tanjung Perak, KPLP Tanjung Perak, unsur TNI AL, Polairud Mabes Polri, Ditpolairud Polda Jawa Timur, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, BPBD Kota Surabaya, Satpol PP Kota Surabaya, RS PHC, serta unsur SAR terkait lainnya. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229921</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Parkir Gedung Kayutangan Heritage Dievaluasi, Ditemukan Genangan dan Akses Curam</title>
		<link>https://memontum.com/parkir-gedung-kayutangan-heritage-dievaluasi-ditemukan-genangan-dan-akses-curam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dievaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[gedung,]]></category>
		<category><![CDATA[genangan]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229219</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menilai bahwa fasilitas Gedung Parkir Kayutangan Heritage masih memiliki sejumlah kekurangan yang harus segera dibenahi. Temuan tersebut didapat, setelah dilakukan peninjauan dan uji coba operasional saat libur Tahun Baru. Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu mengatakan jika kekurangan yang ditemukan di antaranya ada genangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menilai bahwa fasilitas Gedung Parkir Kayutangan Heritage masih memiliki sejumlah kekurangan yang harus segera dibenahi. Temuan tersebut didapat, setelah dilakukan peninjauan dan uji coba operasional saat libur Tahun Baru.</p>



<p>Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu mengatakan jika kekurangan yang ditemukan di antaranya ada genangan air di beberapa lantai parkir serta kebocoran di sejumlah titik bangunan. Kondisi itu, dinilai mengganggu kenyamanan pengguna parkir, khususnya pengendara sepeda motor.</p>



<p>“Waktu malam Tahun Baru kami cek, masih ada beberapa kekurangan. Ada yang lantainya tergenang, pengendara jadi agak keceh dan juga ditemukan beberapa titik yang bocor. Karena masih masa perbaikan, saya minta pihak ketiga segera menyelesaikan,” ujar Wali Kota Wahyu, Jumat (02/01/2026) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa sebelum kebijakan parkir gratis diberlakukan, seluruh kekurangan tersebut harus diselesaikan terlebih dahulu. Rencananya, setelah perbaikan rampung pada 7 Januari 2026 gedung parkir akan digratiskan selama satu minggu.</p>



<p>&#8220;Harapannya seluruh kendaraan roda dua semua bisa masuk. Beberapa pengendara motor yang saya tanyai justru senang karena lebih aman dan tertata. Lokasinya juga tidak terlalu jauh dari pusat keramaian Kayutangan,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Bidang Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Rahmat Hidayat, menyampaikan bahwa ada sejumlah aspek teknis yang masih perlu perbaikan. “Evaluasi pertama soal rambu dan tanda panah arah yang masih kurang jelas. Lalu ada pengendara motor yang kesulitan saat keluar karena tanjakannya terlalu tinggi, terutama di akses keluar menuju Jalan Majapahit,” jelas Rahmat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, Dishub juga mencatat tikungan di beberapa titik masih terlalu tajam. Kemudian, belum adanya gundukan pembatas ban untuk kendaraan roda empat, serta genangan air yang muncul saat hujan.</p>



<p>“Yang paling krusial itu rambu-rambu karena menyangkut keselamatan. Lalu genangan air dan tanjakan keluar motor yang cukup menyulitkan, terutama bagi pengendara lanjut usia,” tuturnya.</p>



<p>Rahmat menegaskan, seluruh kekurangan tersebut akan ditangani dalam masa perawatan oleh pihak vendor yang berlangsung selama satu tahun. Perbaikan akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.</p>



<p>“Tanjakan akan dikurangi ketinggiannya, genangan air ditangani dan rambu-rambu diperjelas. Ini bagian dari perawatan karena bangunan kemarin selesai mepet tenggat waktu,” lanjutnya.</p>



<p>Untuk mendukung proses perbaikan, Dishub Kota Malang menutup sementara operasional Gedung Parkir Kayutangan Heritage mulai 1 hingga 6 Januari 2026. Gedung parkir dijadwalkan kembali dibuka pada 7 Januari hingga 13 Januari dengan status parkir gratis.</p>



<p>“Uji coba tanggal 31 Desember itu untuk mengetahui kendalanya. Secara umum mampu menampung volume kendaraan, meski saat malam Tahun Baru penuh hingga dini hari,” imbuh Rahmat. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229219</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hanyut di Waduk Panguripan Lamongan, Seorang Pemuda Ditemukan dalam Kondisi Tewas</title>
		<link>https://memontum.com/hanyut-di-waduk-panguripan-lamongan-seorang-pemuda-ditemukan-dalam-kondisi-tewas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 07:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hanyut]]></category>
		<category><![CDATA[kondisi]]></category>
		<category><![CDATA[panguripan]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228643</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Tim SAR gabungan berhasil menemukan Achmad Sauqi (19), warga Surabaya, dalam kondisi tidak bernyawa di Waduk Penguripan, Dusun Petiyin, Desa Takerharjo, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Kamis (11/12/2025) sekitar pukul 12.30. Diketahui, bahwa sebelumnya, Sauqi bersama 10 temannya berenang di Waduk Pangguripan, Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 10.00. Namun saat mencoba berenang menyebrangi waduk, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Tim SAR gabungan berhasil menemukan Achmad Sauqi (19), warga Surabaya, dalam kondisi tidak bernyawa di Waduk Penguripan, Dusun Petiyin, Desa Takerharjo, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Kamis (11/12/2025) sekitar pukul 12.30.</p>



<p>Diketahui, bahwa sebelumnya, Sauqi bersama 10 temannya berenang di Waduk Pangguripan, Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 10.00. Namun saat mencoba berenang menyebrangi waduk, diduga Sauqi kehilangan tenaga hingga membuatnya tenggelam. Sempat dilakukan pencarian oleh teman-temannya dan warga sekitar, namun tubuh Sauqi tidak ditemukan. Kejadian ini, kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian dan SAR.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya, Nanang Sigit P, selaku SAR Mission Coordinator, mengatakan bahwa usai adanya laporan korban tenggelam, Kantor SAR Surabaya mengerahkan satu Tim Unit Siaga SAR Bojonegoro untuk melakukan pencarian terhadap korban bersama unsur SAR yang lain yaitu BPBD Lamongan, SatPolair Lamongan, Polsek Solokuro, Koramil Solokuro, Damkar, Satpol PP, PMI, SAR MTA, Senkom Lamongan dan warga sekitar. &#8220;Korban Sauqi ditemukan tidak jauh dari titik lokasi kejadian tenggelamnya pada Rabu (10/12/2025) kemarin. Jenazah korban kemudian dievakuasi Tim SAR gabungan dan dibawa ke Puskesmas Karanggeneng, untuk penanganan lebih lanjut,&#8221; ujarnya, Kamis (11/12/2025) tadi.</p>



<p>Nanang memberikan apresiasi terhadap seluruh unsur, yang terlibat dalam pencarian ini. Sehingga pada pencarian hari kedua ini, korban berhasil ditemukan.</p>



<p>“Kami turut berduka cita dan berbela sungkawa untuk keluarga korban yang mengalami peristiwa ini,” imbuhnya. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228643</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
