<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>diterima &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/diterima/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Jan 2025 12:52:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>diterima &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>7 Ribu Vaksin Diterima dari Kementerian, Kecamatan di Pasuruan dengan Kasus PMK Tinggi Jadi Sasaran</title>
		<link>https://memontum.com/7-ribu-vaksin-diterima-dari-kementerian-kecamatan-di-pasuruan-dengan-kasus-pmk-tinggi-jadi-sasaran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jan 2025 07:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[diterima]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian]]></category>
		<category><![CDATA[sasaran]]></category>
		<category><![CDATA[tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218647</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Sebanyak 7 ribu dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari Kementerian Pertanian untuk Kabupaten Pasuruan, sudah datang. Ribuan vaksin tersebut, sudah diambil dari Dinas Peternakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sekitar seminggu lalu. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, drh Ainur Alfiah, mengatakan bahwa begitu vaksin selesai diambil, maka vaksin-vaksin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Sebanyak 7 ribu dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari Kementerian Pertanian untuk Kabupaten Pasuruan, sudah datang. Ribuan vaksin tersebut, sudah diambil dari Dinas Peternakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sekitar seminggu lalu.</p>



<p>Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, drh Ainur Alfiah, mengatakan bahwa begitu vaksin selesai diambil, maka vaksin-vaksin tersebut langsung disebar ke seluruh kecamatan. Khususnya, kecamatan dengan kasus PMK yang tinggi, seperti di Kecamatan Prigen, Lekok, Grati, Winongan dan Kecamatan Gempol.</p>



<p>&#8220;Kita sebar ke seluruh kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Tapi memang, kita prioritaskan ke wilayah yang kasus PMKnya banyak. Seperti Prigen, Winongan, Grati dan lainnya,&#8221; kata Alfiah, di sela monitoring Pasar hewan Gondangwetan, Jumat (24/01/2025) tadi.</p>



<p>Dari 7 ribu vaksin yang diambil, ujarnya, jumlah dosis yang sudah disuntikkan ke ternak sekitar 2 ribuan dosis. Dirinya juga menegaskan, bahwa ternak yang disuntikan, seluruhnya adalah sapi potong. Sebab untuk sapi perah, vaksinasi sudah tuntas dilakukan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Ternak yang kita vaksin ya sapi potong. Kalau sapi perah, semuanya sudah selesai,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Lebih lanjut Alfiah menegaskan, bahwa vaksinasi lebih banyak dilakukan pada sapi yang sehat. Sedangkan untuk sapi yang sakit, pihaknya berfokus pada penyembuhan terlebih dahulu.</p>



<p>&#8220;Tapi ada juga peternak yang awalnya punya sapi yang kena PMK kemudian sembuh dan ingin divaksin, ya kami lakukan,&#8221; terangnya.</p>



<p>Hanya saja, meski vaksin sudah datang, Alfiah menegaskan bahwa masih ada peternak yang menolak ternak miliknya divaksin. Alasannya pun beragam, salah satunya khawatir sapi-sapinya justru semakin sakit jikalau divaksin.</p>



<p>Oleh sebab itu, dengan datangnya vaksin dari Pusat, dirinya berharap para peternak untuk merelakan ternak miliknya divaksin. &#8220;Kemarin kita laksanakan vaksinasi, tapi kami temui ada yang masih menolaknya. Ini sangat disayangkan, karena demi kesehatan ternak sapi juga,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Diketahui, hingga Kamis (23/01/2025) kemarin, kasus PMK di Kabupaten Pasuruan berjumlah 251 kasus. Dari jumlah tersebut, 17 ekor diantaranya mati, 140 ekor sembuh dan 104 ekor masih dalam proses penyembuhan. <strong>(kom/pas/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218647</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pataka Jatim Jer Basuki Mawa Beya Diterima di Pendopo Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/pataka-jatim-jer-basuki-mawa-beya-diterima-di-pendopo-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Oct 2024 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[basuki]]></category>
		<category><![CDATA[diterima]]></category>
		<category><![CDATA[pataka]]></category>
		<category><![CDATA[Pendopo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214996</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Setelah singgah di beberapa kabupaten dan kota, iring-iringan Kirab Pataka Jer Basuki Mawa Beya, akhirnya tiba di Trenggalek. Datang dari Kabupaten Tulungagung, prosesi penyambutan Kirab Pataka dilakukan dengan menggelar apel serah terima yang berlangsung di halaman Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek. Rencananya, kirab lambang Provinsi Jawa Timur itu akan singgah sehari di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Setelah singgah di beberapa kabupaten dan kota, iring-iringan Kirab Pataka Jer Basuki Mawa Beya, akhirnya tiba di Trenggalek. Datang dari Kabupaten Tulungagung, prosesi penyambutan Kirab Pataka dilakukan dengan menggelar apel serah terima yang berlangsung di halaman Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek.</p>



<p>Rencananya, kirab lambang Provinsi Jawa Timur itu akan singgah sehari di Pendopo Manggala Praja Trenggalek, sebelum kemudian diberangkatkan ke Kabupaten Pacitan. Trenggalek sendiri, menerima tongkat estafet Pataka ini dari Kabupaten Tulungagung. Dijadwalkan, Pataka Jer Basuki Mawa Beya dikirab di 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur dan akan kembali pada puncak peringatan Hari Jadi Provinsi Jatim 12 Oktober nanti.</p>



<p>Pataka sendiri, diterima langsung oleh Pjs Bupati Trenggalek, Dyah Wahyu Ermawati, dari Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tulungagung. Kemudian, diserahkan kembali kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran Kabupaten Trenggalek, Habib Solehudin, guna dikirab kembali ke Pacitan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam amanatnya, Pjs Bupati Trenggalek menyebutkan bahwasannya Kirab Pataka ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Jadi ke-79 Provinsi Jawa Timur. &#8220;Dengan kirab ini, masyarakat sekaligus bisa mengenal Jer Basuki Mawa Beya yang merupakan lambang kebanggaan Provinsi Jawa Timur,&#8221; kata Dyah, Kamis (03/10/2024) tadi.</p>



<p>Selaras dengan tema &#8216;Sigap Pilkada Damai Jawa Timur Tahun 2024&#8217; yang diusung pada peringatan HUT Jawa Timur tahun ini, Pjs Bupati Dyah melanjutkan bahwa Kirab Pataka semakin istimewa karena digelar bertepatan dengan rangkaian Pilkada. Sehingga, momentum ini bisa menjadi sarana pemerintah dalam menyerukan Pilkada damai.</p>



<p>Dengan Kirab Pataka ini, diharapkan jajaran terkait bisa bersinergi untuk menciptakan Pilkada yang aman, damai, sukses dan tidak ada halangan apa pun di Jawa Timur umumnya dan khususnya di Kabupaten Trenggalek. &#8220;Semoga Kirab Pataka ini mampu mengobarkan semangat Jatim bersatu. Sesuai dengan tema hari jadi kali ini, semoga Kirab Pataka ini mampu mengobarkan semangat Jatim Bersatu Untuk Maju,&#8221; ujar Pjs Bupati Trenggalek. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214996</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Surat Pengunduran Diri Belum Diterima, Pj Wali Kota Wahyu Masih Komitmen Jalankan Program Prioritas</title>
		<link>https://memontum.com/surat-pengunduran-diri-belum-diterima-pj-wali-kota-wahyu-masih-komitmen-jalankan-program-prioritas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jul 2024 05:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[diterima]]></category>
		<category><![CDATA[jalankan]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[pengunduran]]></category>
		<category><![CDATA[Prioritas]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212085</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, masih terus berkomitmen untuk menjalankan program prioritas, selama belum menerima surat persetujuan pengunduran diri dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Program prioritas itu, terutama mengenai program 4 sehat 5 sempurna. Kemudian, juga beberapa hal yang menjadi keinginan masyarakat dan penyelesaian persoalan tiga pasar serta banjir di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, masih terus berkomitmen untuk menjalankan program prioritas, selama belum menerima surat persetujuan pengunduran diri dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Program prioritas itu, terutama mengenai program 4 sehat 5 sempurna. Kemudian, juga beberapa hal yang menjadi keinginan masyarakat dan penyelesaian persoalan tiga pasar serta banjir di Kota Malang.</p>



<p>“Program 4 sehat 5 sempurna, itu tetap kami lakukan sampai saya menerima persetujuan (pengunduran diri, red) nanti. Termasuk sampai saat ini, saya juga masih mengintensifkan program Ngombe untuk mewadahi apa yang diinginkan masyarakat, kemudian langsung ditindaklanjuti,” kata Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Senin (22/07/2024) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa upaya penyelesaian persoalan tiga pasar yang menjadi target di awal masa kepemimpinannya, saat ini juga sedang proses dilakukan. Namun, masih membutuhkan waktu yang lebih panjang.</p>



<p>“Itu sudah kami lakukan upaya tahapan untuk penyelesaiannya. Hanya saja, kuota (masa jabatan) saya kan cuma satu tahun, jadi kan tidak mungkin bisa selesai langsung,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Termasuk juga penyelesaian masalah banjir yang memerlukan pendekatan secara bertahap dan menyeluruh. Karena dalam prosesnya tidak bisa langsung diselesaikan dalam waktu sekejap.</p>



<p>“Beberapa titik yang banjir itu sudah selesai. Tapi dalam proses penyelesaian banjir ini kan tidak harus tuntas tidak ada banjir sama sekali, kan tidak. Tapi dari yang awalnya durasi atau frekuensi menyurutnya genangan itu lama, sekarang sudah sebentar. Misalnya, sebelumnya itu butuh waktu 3 jam, sekarang 2 jam an saja air sudah surut,” jelasnya.</p>



<p>Dalam penyelesaiannya, Pj Wali Kota Wahyu berharap agar masterplan drainase dapat dirampungkan pada tahun 2028 mendatang. Sehingga, diharapkan tidak ada banjir di Kota Malang.</p>



<p>“Karena menuntaskan banjir itu tidak bisa satu-satu, harus semuanya menjadi satu kesatuan. Di sini selesai, nanti di wilayah lain banjirnya masih tinggi, jadi tidak bisa begitu. Saya kemarin sudah menyampaikan bahwa masterplan drainase di tahun 2028 itu selesai, tidak akan lagi ada banjir,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212085</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pataka Jer Basuki Mawa Beya Diterima Pemkot Batu setelah Dikirab dari Jombang</title>
		<link>https://memontum.com/pataka-jer-basuki-mawa-beya-diterima-pemkot-batu-setelah-dikirab-dari-jombang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Oct 2023 07:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[basuki]]></category>
		<category><![CDATA[dikirab]]></category>
		<category><![CDATA[diterima]]></category>
		<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[pataka]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[setelah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199221</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Pemkot Batu melalui Satpol PP menerima Pataka Jer Basuki Mawa Beya usai perjalanan kirab dari Kabupaten Jombang. Kota Batu sendiri, merupakan daerah ke 14 dari 38 kota atau kabupaten di seluruh Jawa Timur, yang dilalui dalam kirab Pataka Jer Basuki Mawa Beya. Kepala Satpol PP Kota Batu, Bambang Kuncoro, menyampaikan kirab [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Pemkot Batu melalui Satpol PP menerima Pataka Jer Basuki Mawa Beya usai perjalanan kirab dari Kabupaten Jombang. Kota Batu sendiri, merupakan daerah ke 14 dari 38 kota atau kabupaten di seluruh Jawa Timur, yang dilalui dalam kirab Pataka Jer Basuki Mawa Beya.</p>



<p>Kepala Satpol PP Kota Batu, Bambang Kuncoro, menyampaikan kirab Pataka Jer Basuki Mawa Beya dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi Jawa Timur Ke-78 tahun. &#8220;Setelah Pataka dikirab dari Kabupaten Jombang, hari ini Pataka diserahterimakan ke Kota Batu. Dan, yang membawanya adalah Satpol PP Kabupaten Jombang,&#8221; terangnya seusai penerimaan Pataka Jer Basuki Mawa Beya Provinsi Jawa Timur, di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Rabu (03/10/2023) tadi.</p>



<p>Pataka itu, tambahnya, setelah dari Kota Batu rencananya akan diserahkan ke Kota Malang, dengan dikirab kembali menyusuri jalan dalam kota. Antara lain, dari Jalan Panglima Sudirman, menuju Jalan Hasanuddin, Suropati naik ke Abdul Gani.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, belok ke Jalan Sultan Agung, lurus ke Imam Bonjol. Lalu, belok kanan ke Jalan Patimura dan Ir Sukarno dilanjutkan menuju Kota Malang. &#8220;Kota Batu adalah daerah ke 14 dari 38 kota/kabupaten yang dilewati dalam kirab Pataka Jer Basuki Mawa Beya. Dan, kirab ini sudah dimulai 24 September 2023 berakhir di gedung Grahadi Surabaya pada 11 Oktober 2023. Yang, kemudian dilanjutkan upacara hari jadi Provinsi Jawa Timur ke 78 tahun,&#8221; paparnya.</p>



<p>Bambang menegaskan, dengan berlangsungnya kirab Pataka keliling 38 kota dan kabupaten di Jawa Timur tersebut dapat mengingatkan kepada masyarakat adanya kesatuan setiap daerah dalam pembangunan. &#8220;Tentunya, kirab ini mengingatkan kepada masyarakat. Bahwa 38 kota atau kabupaten di Jawa Timur sudah menjadi satu kesatuan dalam pembangunannya,&#8221; terangnya.</p>



<p>Diketahui, kirab Pataka Jer Basuki Mawa Beya tersebut setelah dari Kota Batu yang diserahterimakan ke Kota Malang. Akan dilanjutkan ke Kabupaten Malang. Kemudian, melanjutkan ke Kabupaten Lumajang menuju arah timur. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199221</post-id>	</item>
		<item>
		<title>New Normal Masih Sulit Diterima Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/new-normal-masih-sulit-diterima-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2020 09:23:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[diterima]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[masih]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[normal]]></category>
		<category><![CDATA[sulit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/115505-new-normal-masih-sulit-diterima-masyarakat</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia hingga kini masih terus menjadi perhatian pemerintah. Mengingat jumlah penderitanya masih menunjukan adanya peningkatan di beberapa daerah. Salah satunya yang terbaru adalah penerapan &#8216;New Normal&#8217;. &#8216;New Normal&#8217; dikatakan sebagai cara hidup baru di tengah pandemi virus corona yang angka kesembuhannya makin meningkat. Beberapa daerah pun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia hingga kini masih terus menjadi perhatian pemerintah. Mengingat jumlah penderitanya masih menunjukan adanya peningkatan di beberapa daerah. Salah satunya yang terbaru adalah penerapan &#8216;New Normal&#8217;. &#8216;New Normal&#8217; dikatakan sebagai cara hidup baru di tengah pandemi virus corona yang angka kesembuhannya makin meningkat.</p>
<p>Beberapa daerah pun juga telah membuat aturan terkait penerapan New Normal, tentunya hal itu juga diimbangi dengan upaya pencegahan Covid-19. Untuk itu, masyarakat nantinya juga diharapkan dapat mengikuti aturan tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan seperti yang sudah dianjurkan oleh Pemerintah, baik pusat maupun daerah.</p>
<p>Di Kabupaten Malang, penerapan New Normal sendiri dimulai sejak Senin (1/5/2020) lalu. Penerapan transisinya dilakukan setelah wilayah Malang Raya yang juga termasuk di Kabupaten Malang melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dimana hal ini juga dimaksudkan sebagai percepatan penanangan Covid-19 dalam bidang kesehatan, sosial dan ekonomi.</p>
<p>Dosen Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Mahatva Yoga berpendapat, melihat kenyataan yang ada, keberadaan &#8216;New Normal&#8217; sendiri dirasa masih sulit diterima oleh masyarakat Indonesia. Menurutnya, hal itu dikarenakan masyarakat Indonesia yang memiliki culture budaya yang sudah melekat lama, sehingga tidak mudah untuk menerima perubahan.</p>
<p>&#8220;Mengapa demikian?, Karena sebagian masyarakat kita masih komunal, nilai-nilai yang ada berasal dari unsur kebersamaan atau cenderung berdekatan secara fisik. Contoh kecilnya, dalam perhelatan sebuah tradisi, selametan dan bahkan nongkrong di cafe yang sukanya berkerumun,&#8221; ujar dia melalui pesan singkat.</p>
<p>Lebih lanjut ia mengatakan, cepat lambatnya masyarakat bisa beradaptasi dengan New Normal ini tergantung dari sebarapa besar dan kuat upaya yang dilakukan pemerintah pusat melalui berbagai kebijakan yang akan dibuat serta diterapkan. Menurutnya, dalam hal ini pemerintah harus benar-benar tegas dalam menerapkan aturan new normal ini.</p>
<p>&#8220;Karena kita tidak tahu sampai kapan corona ini akan berakhir, hal itu sama seperti kita yang dulu pernah hidup berdampingan dengan virus Flu Burung dan SARS. Selain itu, jika dilihat dari aspek yang lain, masyarakat masih merasa terbebani dikarenakan kenormalan baru itu juga masih memberikan dampak ekonomi, diantaranya mereka harus membeli perlengkapan kebersihan diri,&#8221; imbuh dia.</p>
<p>Terlebih lagi menurutnya dirasa cukup sulit bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah, dimana saat ini juga banyak masyarakat yang melanggar aturan yang sudah ditetapkan pemerintah untuk menanggulangi Covid-19.</p>
<p>&#8220;Bagi sebagian besar masyarakat perkotaan sangat mudah, namun bagi masyarakat kelas menengah ke bawah ini cukup sulit, bahwa sebagian besar masyarakat saat ini melanggar aturan yang sudah ditetapkan pemerintah dalam penanggulangan Covid-19. Alasannya karena tuntutan ekonomi, berdiam tinggal di rumah akan mati, keluar rumah juga akan mati. Ya lebih baik keluar mencari rezeki. Itu yang pernah dikatakan salah satu masyarakat menengah ke bawah,&#8221; urainya.</p>
<p>Maka dari itu, dalam hal ini baik pemerintah pusat maupun daierah harus bisa saling bahu-membahu untuk menciptakan new normal ini sebagai normalitas yang akan dilaksanakan oleh masyarakat nantinya.</p>
<p>&#8220;Semoga masyarakat paham dan mengerti akan pentingnya menjaga kesehatan sekecil mungkin dengan mengubah pola hidup mereka menjadi higienis,&#8221; pungkasnya.<strong> (iki/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">115505</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
