<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>diterjang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/diterjang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Mar 2026 16:15:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>diterjang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kapolsek Gedangan Beri Dukungan Moril untuk Korban Rumah Rusak Diterjang Angin</title>
		<link>https://memontum.com/kapolsek-gedangan-beri-dukungan-moril-untuk-korban-rumah-rusak-diterjang-angin</link>
					<comments>https://memontum.com/kapolsek-gedangan-beri-dukungan-moril-untuk-korban-rumah-rusak-diterjang-angin#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 12:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[diterjang]]></category>
		<category><![CDATA[Dukungan]]></category>
		<category><![CDATA[Gedangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolsek]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231090</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Kawasan Perumahan Surya Regency, RT 01/RW 08, Desa Karangbong, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, diterjang angin kencang dan hujan deras, Senin (16/03/2026) tadi. Bahkan akibat kejadian itu, atap salah satu rumah warga roboh tersapu angin. Kapolsek Gedangan Polresta Sidoarjo, Kompol Anak Agung GPW, bersama Bhabinkamtinmas, Babinsa Desa Karangbong, Kepala Desa Karangbong, H Bambang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Kawasan Perumahan Surya Regency, RT 01/RW 08, Desa Karangbong, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, diterjang angin kencang dan hujan deras, Senin (16/03/2026) tadi. Bahkan akibat kejadian itu, atap salah satu rumah warga roboh tersapu angin.</p>



<p>Kapolsek Gedangan Polresta Sidoarjo, Kompol Anak Agung GPW, bersama Bhabinkamtinmas, Babinsa Desa Karangbong, Kepala Desa Karangbong, H Bambang Asmuni, serta Tim BPBD Kabupaten Sidoarjo, pun langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat dan membantu warga terdampak. Tidak hanya memastikan evakuasi dan perbaikan berjalan lancar, tetapi juga memberikan dukungan moril kepada pemilik rumah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kapolsek bersama tim juga menurunkan dan memberikan trauma healing, agar korban tetap tabah dan kuat menghadapi musibah di Bulan Suci Ramadan. Selain pendampingan psikologis, pihaknya juga menyalurkan bantuan sosial untuk meringankan beban korban.</p>



<p>“Musibah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu bersyukur dan tetap semangat. Alhamdulillah dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, hanya satu rumah yang mengalami kerusakan pada bagian atap,” ujar Kompol Anak Agung GPW.</p>



<p>Menyikapi kejadian ini, Kompol Anak Agung GPW mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Hujan deras disertai angin kencang belakangan ini, kerap terjadi di wilayah Sidoarjo, meski saat ini tengah berlangsung Bulan Suci Ramadan. <strong>(hms/puj/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/kapolsek-gedangan-beri-dukungan-moril-untuk-korban-rumah-rusak-diterjang-angin/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231090</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hujan Lebat Guyur Kota Malang, 16 Titik Dilaporkan Banjir dan Satu Lokasi Diterjang Longsor</title>
		<link>https://memontum.com/hujan-lebat-guyur-kota-malang-16-titik-dilaporkan-banjir-dan-satu-lokasi-diterjang-longsor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 11:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[dilaporkan]]></category>
		<category><![CDATA[diterjang]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227879</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hujan dengan intensitas lebat, memicu peningkatan debit air pada sejumlah drainase dan sungai di Kota Malang, Rabu (19/11/2025) tadi. Hal itu, dikatakan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Prayitno. Akibat kondisi tersebut, menyebabkan luapan hingga menggenangi jalan maupun pemukiman warga. Berdasarkan pantauan Pusdalops, terdapat 16 titik mengalami [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hujan dengan intensitas lebat, memicu peningkatan debit air pada sejumlah drainase dan sungai di Kota Malang, Rabu (19/11/2025) tadi. Hal itu, dikatakan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Prayitno.</p>



<p>Akibat kondisi tersebut, menyebabkan luapan hingga menggenangi jalan maupun pemukiman warga. Berdasarkan pantauan Pusdalops, terdapat 16 titik mengalami banjir dan terjadi di tiga Kecamatan Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Banjir berdampak pada beberapa rumah dan jalan yang tergenang air,” ujar Prayitno.</p>



<p>Beberapa titik itu, tambahnya, diantaranya ada di Kecamatan Blimbing, yakni di Jalan Ahmad Yani, Purwodadi, Jalan Candi Kalasan, Jalan Letjend S Parman RW.05, Purwantoro dan Jalan Ciliwung II, Kelurahan Purwantoro. Kemudian, di Kecamatan Lowokwaru, Jalan Bantaran Gg VC, Tulusrejo, Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Mojolangu, Jalan Bunga Tj, Kelurahan Jatimulyo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Lalu juga di Jalan Kalpataru, Kelurahan Tulusrejo, Jalan Kedawung, Jalan Letjend S. Parman, Jalan Bantaran Terusan II, Jalan Soekarno Hatta, Jalan Cengger Ayam, Kelurahan Tulusrejo, Jalan Cengger Ayam Dalam,&#8221; katanya.</p>



<p>Lebih lanjut ditambahkan, bahwa peristiwa serupa juga terjadi di Kecamatan Klojen, yakni di Jalan Galunggung, Kelurahan Gading Kasri, Jalan Raya Langsep, Kelurahan Bareng. Selain banjir, BPBD juga mencatat satu kejadian tanah longsor yang menimpa permukiman warga di Jalan Tapaksiring Gang 4, RT 03 RW 08, Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen.</p>



<p>&#8220;Untuk kejadian longsor, sudah ada asesment sederhana dari kelurahan tangguh setempat,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dalam hal ini, Prayitno mengimbau masyarakat tetap waspada, selalu mitigasi dan koordinasi dengan semua potensi. &#8220;Amankan keluarga , kelompok rentan, dokumen dan aset. Kami juga akan terus memantau kondisi cuaca dan potensi bencana hidrometeorologi di Kota Malang,” imbuh Prayitno. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227879</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ratusan Rumah di Kabupaten Pasuruan Diterjang Banjir saat Momen Lebaran</title>
		<link>https://memontum.com/ratusan-rumah-di-kabupaten-pasuruan-diterjang-banjir-saat-momen-lebaran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[diterjang]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220783</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Musibah banjir kembali menerjang beberapa wilayah di Kabupaten Pasuruan, Selasa (01/04/2025) tadi. Beberapa wilayah itu, diantaranya Dusun Gambiran dan Dusun Karangtanjung, Desa Bandaran, Kecamatan Winongan serta Dusun Kebrukan, Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati, yang menjadi sasaran musibah banjir. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan bahwa musibah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Musibah banjir kembali menerjang beberapa wilayah di Kabupaten Pasuruan, Selasa (01/04/2025) tadi. Beberapa wilayah itu, diantaranya Dusun Gambiran dan Dusun Karangtanjung, Desa Bandaran, Kecamatan Winongan serta Dusun Kebrukan, Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati, yang menjadi sasaran musibah banjir.</p>



<p>Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan bahwa musibah banjir mulai masuk ke permukiman warga sekitar pukul 15.00, dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter. Penyebab utamanya, diduga karena merupakan air kiriman dari Sungai Lawean dan Sungai Rejoso, yang meluap setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu.</p>



<p>&#8220;Karena hujan deras mulai siang terjadi di wilayah hulu. Akibatnya, Sungai Lawean dan Sungai Rejoso tidak bisa menampung debit air hingga meluap dan meluber ke rumah warga,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Ditambahkan Sugeng, ada ratusan rumah warga yang terendam banjir di momen Lebaran tahun ini. Paling banyak, adalah di Dusun Karangtanjung dan Dusun Kebrukan. Beruntung, dalam kejadian itu tak ada korban jiwa.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Seluruh warga yang terdampak selamat,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Salah satu warga Bandaran, Satuhar, mengaku tidak bisa merasakan momen Lebaran yang istimewa. Sebab selama dua hari berturut-turut, dirinya harus membersihkan rumah dari sisa genangan sebelumnya dan sekarang masih menunggu banjir surut.</p>



<p>&#8220;Banjir kemarin baru surut pukul 00.00, namun sore ini datang lagi. Air mulai masuk ke rumah saya sekitar pukul 15.30,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Saat ini, menurut Satuhar, ketinggian air di dalam rumah mencapai 10 hingga 20 sentimeter. Sedangkan di luar rumah, sekitar 40 hingga 50 sentimeter.</p>



<p>&#8220;Air datang sangat cepat dan kami baru saja membersihkan rumah dari sisa genangan kemarin,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Hingga saat ini, warga masih bersiaga menghadapi kemungkinan naiknya debit air. Mereka berharap cuaca segera membaik agar banjir tidak semakin parah. <strong>(kom/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220783</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Rumah di Pesisir Besuki Situbondo Rusak Diterjang Banjir Rob, BPBD Ingatkan Cuaca Ekstrem</title>
		<link>https://memontum.com/dua-rumah-di-pesisir-besuki-situbondo-rusak-diterjang-banjir-rob-bpbd-ingatkan-cuaca-ekstrem</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Jan 2025 07:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Besuki]]></category>
		<category><![CDATA[diterjang]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218835</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur, khususnya Kabupaten Situbondo, memicu terjadinya fenomena gelombang pasang tinggi bahkan hingga banjir rob di Desa Pesisir, Kecamatan Besuki, Rabu (29/01/2025) malam. Akibat banjir rob itu, dua rumah warga yang berada di bibir pantai desa rusak berat. Hal ini, seperti yang disampaikan Koordinator Pusat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur, khususnya Kabupaten Situbondo, memicu terjadinya fenomena gelombang pasang tinggi bahkan hingga banjir rob di Desa Pesisir, Kecamatan Besuki, Rabu (29/01/2025) malam. Akibat banjir rob itu, dua rumah warga yang berada di bibir pantai desa rusak berat. Hal ini, seperti yang disampaikan Koordinator Pusat Pengendalian Operasi dan Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Situbondo, Puriyono, saat meninjau lokasi kejadian, Jumat (31/01/2025) tadi.</p>



<p>&#8220;Dua rumah itu masing-masing milik Matrawi (57) dan Muh Zaini (44), yang mengalami kerusakan pada bagian dapur. Untungnya, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian tersebut,&#8221; ujar pria yang akrab disapa Ipung.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meskipun tidak ada korban jiwa maupun luka, lanjut Ipung, kerugian yang diakibatkan banjir rob tersebut ditafsir mencapai total Rp 5 juta. &#8220;Ke semua bangunan yang rusak berbahan kayu dan bambu atau semi permanen. Untuk mengantisipasi banjir rob susulan, warga membuat tanggul dari karung berisi pasir yang disusun,&#8221; imbuh Ipung.</p>



<p>Ipung menjelaskan, bahwa berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Juanda, bahwa beberapa hari ke depan, Kabupaten Situbondo akan dilanda hujan deras disertai angin. Begitu juga dengan ketinggian gelombang atau laut yang dimungkinkan masih tinggi.</p>



<p>&#8220;Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, utamanya masyarakat pesisir untuk berhati-hati. Usahakan tidak berangkat melaut saat gelombang tinggi,&#8221; tambahnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218835</post-id>	</item>
		<item>
		<title>39 Rumah di Kecamatan Bangil Pasuruan Rusak Diterjang Puting Beliung</title>
		<link>https://memontum.com/39-rumah-di-kecamatan-bangil-pasuruan-rusak-diterjang-puting-beliung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jan 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Bangil]]></category>
		<category><![CDATA[beliung]]></category>
		<category><![CDATA[diterjang]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[puting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218784</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Puluhan rumah warga Desa Tambakan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung, Selasa (28/01/2025) sore kemarin. Dari catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, total ada sedikitnya 39 rumah warga yang dilaporkan rusak. Dengan rincian, sebanyak 11 rumah warga di RT 11/RW 06, Dusun Kalikunting. Kemudian 15 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Puluhan rumah warga Desa Tambakan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung, Selasa (28/01/2025) sore kemarin. Dari catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, total ada sedikitnya 39 rumah warga yang dilaporkan rusak. Dengan rincian, sebanyak 11 rumah warga di RT 11/RW 06, Dusun Kalikunting. Kemudian 15 rumah warga RT 14/RW 06 serta 3 rumah di Dusun Keputran.</p>



<p>Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa ancaman angin puting beliung memang harus diwaspadai. Sebab saat ini, sudah memasuki puncak musim penghujan dengan intensitas ringan sampai tinggi di setiap harinya.</p>



<p>&#8220;Karena ini puncak musim penghujan, BMKG pun sudah memprakirakan sekaligus mengimbau agar masyarakat semakin waspada dengan ancaman bencana seperti banjir, tanah longsor dan angin puting beliung,&#8221; kata Sugeng di sela-sela kesibukannya, Rabu (29/01/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari puluhan rumah warga terdampak, rata-rata tingkat kerusakannya mulai ringan sampai sedang. Kerusakan ringan sampai sedang, dapat dilihat dari kondisi genteng yang ambrol maupun plafon yang jebol. Banyak warga swadaya memperbaiki rumahnya yang rusak untuk dikembalikan seperti sedia kala.</p>



<p>&#8220;Rata-rata rusak ringan. Ya genteng yang ambrol atau atap rumah yang jebol. Kami berterima kasih karena banyak warga yang dengan kesadarannya sendiri memperbaiki genteng atau plafon,&#8221; terangnya.</p>



<p>Dengan kejadian tersebut, Sugeng mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatiaan akan potensi terjadinya bencana sewaktu-waktu. &#8220;Saya yakin masyarakat sudah cerdas dan tahu apa yang harus dilakukan ketika mengetahui ada tanda-tanda akan terjadinya bencana. Semoga kita semuanya dalam lindungan Allah SWT,&#8221; harapnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218784</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lima Kecamatan di Pasuruan Kembali Diterjang Banjir</title>
		<link>https://memontum.com/lima-kecamatan-di-pasuruan-kembali-diterjang-banjir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jan 2025 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[diterjang]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218550</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Bencana banjir kembali menggenangi sejumlah desa di wilayah Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, banjir mulai memasuki permukiman warga di Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek, sejak Senin (20/01/2025) malam. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan bahwa banjir kali ini terjadi di wilayah Kecamatan Kraton, Pohjentrek, Bangil, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Bencana banjir kembali menggenangi sejumlah desa di wilayah Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, banjir mulai memasuki permukiman warga di Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek, sejak Senin (20/01/2025) malam.</p>



<p>Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan bahwa banjir kali ini terjadi di wilayah Kecamatan Kraton, Pohjentrek, Bangil, Gempol dan Kecamatan Beji. Di Wilayah Kecamatan Kraton, banjir terjadi di Desa Tambakrejo dan memiliki ketinggian mencapai 70 centimeter. Dampaknya, Jalur pantura, tepatnya di Jalan Raya Kraton &#8211; Tambakrejo, menjadi tergenang air.</p>



<p>&#8220;Untuk kali ini, banjir paling besar terjadi di Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton. Bahkan, Jalan Raya Tambakrejo sempat macet karena genangan air sampai 30 centimeter,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain di Kraton, banjir juga terjadi di Kecamatan Bangil, tepatnya di Desa Tambak&#8217;an, Kalianyar dan Manaruwi. Kemudian, banjir juga terjadi di Desa Kedungringin dan Kedungboto, Kecamatan Beji serta Dusun Tanjung, Desa Gempol.</p>



<p>Masih menurut Sugeng, tidak ada korban jiwa dalam banjir ini. Hanya saja, pihaknya telah mengevakuasi Balita, ibu hamil dan Lansia di wilayah Desa Tambakrejo. Mereka dipindahkan ke tempat yang lebih aman.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Kami sempat mengevakuasi Balita dan ibu hamil maupun Lansia di Wilayah Desa Tambakrejo. Kami pindahkan ke tempat yang lebih aman,&#8221; terangnya.</p>



<p>Lebih lanjut Sugeng menegaskan, bahwa bantuan kedaruratan tetap disalurkan kepada warga terdampak, khususnya makanan siap saji. &#8220;Meskipun kami tidak membangun dapur umum, tetapi bantuan kami salurkan seperti makanan siap saji dan lainnya,&#8221; terangnya. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218550</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ribuan Rumah di Dua Kecamatan Kabupaten Pasuruan Diterjang Banjir</title>
		<link>https://memontum.com/ribuan-rumah-di-dua-kecamatan-kabupaten-pasuruan-diterjang-banjir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jan 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[diterjang]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218428</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Ribuan rumah warga di wilayah Kecamatan Gempol dan Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, diterjang banjir. Banjir kali ini, disebabkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Wrati, yang tidak mampu menampung debit air dari wilayah atas sejak Rabu (15/01/2025) malam. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa di wilayah Kecamatan Gempol, banjir menerjang lebih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Ribuan rumah warga di wilayah Kecamatan Gempol dan Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, diterjang banjir. Banjir kali ini, disebabkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Wrati, yang tidak mampu menampung debit air dari wilayah atas sejak Rabu (15/01/2025) malam.</p>



<p>Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa di wilayah Kecamatan Gempol, banjir menerjang lebih dari 100 rumah warga Dusun Kebonsari, Desa Legok. Di Desa Legok, banjir mulai masuk ke permukiman warga sejak Kamis (16/01/2024) sekitar pukul 01.00. sementara ketinggian air, rata-rata antara 40 hingga 70 centimeter dan paling parah terjadi di Dusun Kebonsari.</p>



<p>Sedangkan dua dusun lain, yakni Dusun Legok dan Dusun Panderejo, dengan ketinggian air banjir masih di bawahnya. &#8220;Kalau di Kecamatan Gempol, ada tiga dusun. Sementara di Desa Legok, yang tergenang yakni Dusun Kebonsari, Legok dan Panderejo. Terparah ada di Kebonsari. Ketinggian air banjir sampai 70 sentimeter,&#8221; kata Sugeng, saat mendampingi Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, meninjau dampak banjir, Kamis (16/01/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk wilayah Kecamatan Beji, tambahnya, tercatat ada enam desa terdampak. Yakni Desa Cangkringmalang, Gununggangsir, Gajahbendo, Beji, Kedungringin dan Desa Wonokoyo. Dari enam desa tersebut, banjir terbesar terjadi di Desa Cangkringmalang, dengan ketinggian air sampai 90 sentimeter, tepatnya di Dusun Nyangkring.</p>



<p>Karena kejadian ini, pemerintah desa pun langsung mendirikan dapur umum mandiri untuk keperluan seluruh warga, plus bantuan dari BPBD, Dinas Sosial dan PMI. &#8220;Karena Cangkringmalang termasuk Desa Tangguh Bencana. Jadi warga sudah siap untuk menghadapi banjir, termasuk pemerintah desa dan lapisan masyarakat di sana yang juga kompak,&#8221; terangnya.</p>



<p>Atas kejadian banjir di Gempol dan Beji, Pemkab Pasuruan telah mendistribusikan bantuan kedaruratan. Mulai nasi bungkus, obat-obatan, mie instant, family kits dan lainnya. &#8220;Kita pastikan semua warga dalam keadaan baik, sembari kami salurkan bantuan kedaruratan untuk yang masih berjibaku dengan banjir di Gempol dan Beji,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218428</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Desa Tambakrejo Malang Kembali Diterjang Banjir, 119 KK Terdampak dan Mengungsi</title>
		<link>https://memontum.com/desa-tambakrejo-malang-kembali-diterjang-banjir-119-kk-terdampak-dan-mengungsi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Nov 2024 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[diterjang]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mengungsi]]></category>
		<category><![CDATA[tambakrejo]]></category>
		<category><![CDATA[terdampak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217131</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Kawasan Dusun Sendang Biru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, dikepung banjir, dengan ketinggian 100 cm hingga 150 cm, Jumat (29/11/2024) tadi. Diantara wilayah yang terendam banjir, seperti di kawasan RT 6, 9, 10, dan RT 27/RW 02, juga terjadi di RT 2 dan RT 6/ RW 02 serta di RT [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Kawasan Dusun Sendang Biru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, dikepung banjir, dengan ketinggian 100 cm hingga 150 cm, Jumat (29/11/2024) tadi. Diantara wilayah yang terendam banjir, seperti di kawasan RT 6, 9, 10, dan RT 27/RW 02, juga terjadi di RT 2 dan RT 6/ RW 02 serta di RT 21/RW 04, Dusun Sendang Biru.</p>



<p>Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Ichwanul Muslimin, mengatakan bahwa berdasarkan data yang diperoleh, jumlah warga terdampak sampai saat ini ada 119 KK dengan unit rumah terdampak sebanyak 111 rumah. &#8220;Jumlah warga yang mengungsi sejumlah 50 KK, karena rumahnya tergenang banjir dan warga mengungsi ke tempat kerabat di dekat lokasi kejadian yang tidak tergenang air. Saat ini warga mendirikan dapur umum yang berlokasi 200 m dari lokasi kejadian, operasional dapur umum menggunakan bantuan logistik dari pihak desa, kelompok nelayan dan warga,&#8221; jelasnya, Jumat (29/11/2024) malam.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Diketahui, bahwa dapur umum sampai saat ini sudah dibangun dan melayani kebutuhan untuk 250-300 jiwa. &#8220;Untuk pencukupan kebutuhan air bersih, saat ini air bersih dilaksanakan swadaya oleh warga. Bagi warga terdampak, juga dilaksanakan pemeriksaan kesehatan oleh Puskesmas Sitiarjo,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sedangkan rekomendasi kebutuhan untuk saat ini, diantaranya Alkon, Sembako untuk dapur umum, distribusi air bersih dan paket sandang. &#8220;Posko untuk penerimaan distribusi bantuan dipusatkan di Musala Nurul Falah di RT 21/RW 4 Dusun Sendang Biru,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Untuk saat ini, lanjutnya, Muspika Sumbermanjing Wetan sedang mempersiapkan tempat pengungsian di Penginapan Al Baqor milik Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur yang berkapasitas 40 orang. Dengan penghuni diprioritaskan untuk pengungsi Lansia dan anak-anak. Lokasi tempat pengungsian berjarak 500 m dari lokasi terdampak. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217131</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perahu Karam Diterjang Ombak, Tiga Nelayan Situbondo Berhasil Selamat</title>
		<link>https://memontum.com/perahu-karam-diterjang-ombak-tiga-nelayan-situbondo-berhasil-selamat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Mar 2024 21:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[diterjang]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[ombak]]></category>
		<category><![CDATA[perahu]]></category>
		<category><![CDATA[selamat]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207542</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Perahu nelayan di Perairan Kalbut, Kabupaten Situbondo, dilaporkan diterjang ombak hingga terbalik dan karam, Sabtu (09/03/2024) malam. Lokasi kejadian itu, berlangsung di titik koordinat 07° 37&#8242; 25&#8221; LS &#8211; 114° 0&#8242; 51&#8221; BT. Informasi Memontum.com, bahwa perahu nelayan itu dinahkodai oleh Busali (55), dengan dua penumpang Asmojo (60) dan Sadun (55). Ketiganya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Perahu nelayan di Perairan Kalbut, Kabupaten Situbondo, dilaporkan diterjang ombak hingga terbalik dan karam, Sabtu (09/03/2024) malam. Lokasi kejadian itu, berlangsung di titik koordinat 07° 37&#8242; 25&#8221; LS &#8211; 114° 0&#8242; 51&#8221; BT.</p>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa perahu nelayan itu dinahkodai oleh Busali (55), dengan dua penumpang Asmojo (60) dan Sadun (55). Ketiganya, merupakan nelayan asal Dusun Kaliasin, Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo.</p>



<p>Dijelaskan Kasat Polairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa, bahwa ketiganya berangkat melaut pukul 05.00. Ketiga korban itu, berangkat melaut di Perairan Situbondo menggunakan perahu kayu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Saat akan kembali pulang, perahu yang berjarak sekitar 700 meter dari bibir pantai, dihantam ombak dari sisi kanan. Kejadian itu, mengakibatkan perahu tersebut terbalik dan karam. Pada saat kejadian, kondisi cuaca di lokasi hujan disertai angin kencang dan ombak tinggi,” jelasnya.</p>



<p>Mendengar kabar ada perahu nelayan karam akibat di hantam ombak, paparnya, petugas Satpolairud Polres Situbondo langsung mendatangi lokasi. Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan evakuasi yang dibantu oleh masyarakat Pesisir Dusun Kaliasin, Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo.</p>



<p>“Ketiga nelayan itu dapat dievakuasi dan dibawa menuju rumahnya masing-masing, dalam keadaan selamat dan sehat. Sedangkan, nelayan atas nama Sadun, dibawa ke Puskesmas Mangaran untuk dilakukan penanganan medis. Itu karena, korban sempat muntah-muntah karena diduga banyak minum air laut,” ujar AKP Gede Sukarmadiyasa. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207542</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
