<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>ditikam &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ditikam/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Jul 2025 14:50:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>ditikam &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Berawal Cekcok, Satu Peserta Konvoi Perguruan Silat Tewas Ditikam</title>
		<link>https://memontum.com/berawal-cekcok-satu-peserta-konvoi-perguruan-silat-tewas-ditikam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[berawal]]></category>
		<category><![CDATA[cekcok]]></category>
		<category><![CDATA[ditikam]]></category>
		<category><![CDATA[Konvoi]]></category>
		<category><![CDATA[perguruan]]></category>
		<category><![CDATA[Peserta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223655</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Peserta konvoi salah satu perguruan silat di Jalan Raya Panji Suroso, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, tewas ditikam, Jumat (04/07/2025) sekitar pukul 01.30. Korban diketahui berinisial MAS (18), warga Dusun Krajan, Desa Kunir, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar. Diketahui, MAS terkena tikam di bagian dada kirinya hingga tembus ke paru-paru dan meninggal di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Peserta konvoi salah satu perguruan silat di Jalan Raya Panji Suroso, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, tewas ditikam, Jumat (04/07/2025) sekitar pukul 01.30. Korban diketahui berinisial MAS (18), warga Dusun Krajan, Desa Kunir, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar.</p>



<p>Diketahui, MAS terkena tikam di bagian dada kirinya hingga tembus ke paru-paru dan meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan dua orang pesilat lainnya, berinisial DA, terkena sabetan pisau di lengan kirinya dan sedangkan RPS, warga Jalam Imam Bonjol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, mengalami luka tikam di dada kiri dan paha kiri hingga sampai saat ini masih dalam perawatan di RSSA Malang.</p>



<p>Atas peristiwa ini, pelaku berinisal FR alias Fatur (25), warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang, dengan cepat berhasil diringkus petugas Polresta Malang Kota. Saat ditangkap petugas, FR diketahui dalam kondisi mabuk. Sementara tersangka menikam para korban dengan menggunakan pisau lipat dan sudah diamankan petugas sebagai barang bukti.</p>



<p>Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono, mengatakan bahwa saat adanya rombongan konvoi, pelaku dan dua temannya sedang makan nasi goreng di Jalan Panji Suroso. &#8220;Awalnya ada rombongan konvoi salah satu perguruan silat kurang lebih 200 orang. Saat itu, tersangka FR sedang makan nasi goreng bersama dua temannya. Karena adanya blayer-blayer, baik pihak peserta konvoi dengan tersangka, mulai terpancing,&#8221; ujarnya dalam pers rilis, Jumat siang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Setelah saling teriak, tambahnya, kemudian terjadi kericuhan. Tersangka yang dipengaruhi minuman keras, seketika itu menggunakan pisau lipatnya untuk menikam korban. &#8220;Terjadi keributan dan saling pukul hingga terjadi penusukan. Sebelum penusukan itu, tersangka sempat dilerai oleh teman-temannya. Namun karena pengaruh minuman keras, hingga melakukan penusukan. Korban MAS meninggal di lokasi kejadian,&#8221; urainya.</p>



<p>Setelah adanya kejadian ini, Tim Jatantras Polresta Malang Kota bergerak cepat melakukan pencarian terhadap pelaku. Tidak kurang dari 4 jam, tersangka berhasil ditangkap. &#8220;Tersangka kepalanya juga mengalami luka terkena lemparan batu. Untuk pisau milik tersangka, sempat dibuang. Namun, saat ini pisau tersebut sudah kami amankan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Kombes Pol Nanang menegaskan, bahwa tersangka adalah murni masyarakat yang terganggu dengan suara motor konvoi. Atas perbuatannya tersebut, tersangka dijerat dengan Pasal 351 Ayat (3) subsider Pasal 351 Ayat (2) juncto Pasal 64 KUHP.</p>



<p>&#8220;Tersangka bekerja di sebuah finance. Dia mengaku merasa terganggu dengan suara konvoi motor. Selain itu tersangka juga dipengaruhi minuman keras. Untuk pisau lipat itu, sejak semula memang dibawa oleh tersangka dan disimpan di dalam tasnya,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223655</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pulang Kegiatan Keagamaan, Seorang Tetangga di Probolinggo Ditikam hingga Meregang Nyawa</title>
		<link>https://memontum.com/pulang-kegiatan-keagamaan-seorang-tetangga-di-probolinggo-ditikam-hingga-meregang-nyawa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Oct 2023 16:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[ditikam]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[Keagamaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[meregang]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[pulang]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<category><![CDATA[tetangga,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199515</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Tosari (59) warga Dusun Pendo, Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, menjadi sasaran penusukan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia, Senin (09/10/2023) malam. Tragisnya, kejadian tragis itu dialami korban seusai pulang dari kegiatan keagamaan dan diduga dilakukan oleh tetangga sendiri, yakni Holili Abdianto (23). Akibat peristiwa itu, korban sempat dievakuasi menggunakan mobil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Tosari (59) warga Dusun Pendo, Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, menjadi sasaran penusukan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia, Senin (09/10/2023) malam. Tragisnya, kejadian tragis itu dialami korban seusai pulang dari kegiatan keagamaan dan diduga dilakukan oleh tetangga sendiri, yakni Holili Abdianto (23).</p>



<p>Akibat peristiwa itu, korban sempat dievakuasi menggunakan mobil patroli Polsek Banyuanyar ke RSUD Waluyojati Kraksaan. Hanya saja, akibat luka serius membuat nyawa korban tidak berhasil ditolong.</p>



<p>Kepala Dusun Pendo, Desa Liprak Kidul, Nur Hasan, mengatakan bahwa kejadian berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB. Korban saat itu baru pulang dan tiba-tiba ditikam oleh pelaku.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-4-3 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Pulang Kegiatan Keagamaan, Seorang Tetangga di Probolinggo Ditikam hingga Meregang Nyawa" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/R4jKYiRKWqA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>&#8220;Awalnya korban dicegat. Lalu, pelaku langsung menusuk korban di bagian belakang. Meski sudah ditusuk pakai pisau, korban memang sempat melarikan diri. Tetapi karena mungkin banyak kehilangan darah, ketika sampai di puskesmas Banyuanyar, korban sudah meninggal dunia,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara itu, keponakan korban, Zainal Abidin, mengatakan bahwa saat itu korban dan pelaku seorang diri. Saat kejadian, sebenarnya korban hendak sampai di rumahnya.</p>



<p>&#8220;Korban sebenarnya hendak sampai di rumah. Namun, terjadi peristiwa itu. Korban sempat mencoba kabur, namun jatuh akibat luka tikaman. Akibatnya, korban ditikam lagi,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu ipar korban, Sarupi (52), mengatakan bahwa dirinya sempat melerai keduanya setelah korban sempat tersungkur. Hanya saja, usahanya tidak bisa menyelamatkan nyawa korban.</p>



<p>&#8220;Saya sempat berusaha melerai. Namun, korban sudah dalam kondisi luka,&#8221; paparnya.</p>



<p>Akibat peristiwa itu, petugas kepolisian dari Polsek Banyuanyar dan Satreskrim Polsek Probolinggo, turun ke lokasi kejadian. Sementara pelaku, diamankan warga dan diserahkan ke Polsek.&nbsp;<strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199515</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Sukun Ditikam Orang Tidak Dikenal hingga Meninggal di SDN Bakalan Krajan</title>
		<link>https://memontum.com/warga-sukun-ditikam-orang-tidak-dikenal-hingga-meninggal-di-sdn-bakalan-krajan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Jun 2023 10:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[bakalan]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[dikenal]]></category>
		<category><![CDATA[ditikam]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[krajan]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[sdn]]></category>
		<category><![CDATA[sukun]]></category>
		<category><![CDATA[tidak]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191838</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang pria teridentifikasi bernama Arifin (42), warga Jalan Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, menjadi sasaran aksi penikaman di depan SDN Bakalan Krajan, Jalan Pelabuhan Bakahuni, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Minggu (25/06/2023) sore. Sebelum ditikam, korban sempat diserang beberapa orang tidak dikenal hingga berujung penikaman di bagian bahu. Akibat luka yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seorang pria teridentifikasi bernama Arifin (42), warga Jalan Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, menjadi sasaran aksi penikaman di depan SDN Bakalan Krajan, Jalan Pelabuhan Bakahuni, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Minggu (25/06/2023) sore. Sebelum ditikam, korban sempat diserang beberapa orang tidak dikenal hingga berujung penikaman di bagian bahu.</p>



<p>Akibat luka yang dialami korban sangat parah, korban dilaporkan meninggal dalam perawatan di RST Soepraoen. Jenazah korban, kini telah dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang, untuk dilakukan visum.</p>



<p>Kapolsek Sukun, Kompol Nyoto Gelar, saat dikonfirmasi Memontum.com mengatakan bahwa korban sebelum kejadian sempat diserang oleh beberapa orang. Dari aksi itu, korban kemudian ditusuk.</p>



<p>&#8220;Ada luka tusuk di tubuh korban,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Usai melakukan penusukan, tambahnya, sejumlah pelaku langsung kabur. Sementara korban yang bersimbah darah, ditinggalkan di lokasi kejadian. Warga sendiri yang mengetahui kejadian itu, segera melakukan pertolongan dan melarikannya ke RST Soepraoen. Namun saat dalam perawatan, korban akhirnya meninggal dunia.</p>



<p>&#8220;Iya, korban meninggal dunia,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Belum diketahui pasti, apa motif dari penikaman itu. Saat ini, petugas Polsek Sukun masih terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku.</p>



<p>&#8220;Permasalahannya apa antara korban dan pelaku, belum diketahui. Masih dalam penyelidikan. Informasi awal, korban diseret beberapa orang dan kemudian ditikam,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191838</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
