<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Dokter Umar &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dokter-umar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 11 Nov 2019 09:30:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Dokter Umar &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dr Umar Usman Optimis RSUD Kota Malang Mampu Pertahankan Akreditasi</title>
		<link>https://memontum.com/dr-umar-usman-optimis-rsud-kota-malang-mampu-pertahankan-akreditasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Nov 2019 09:30:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Akreditasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter Umar]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99540-dr-umar-usman-optimis-rsud-kota-malang-mampu-pertahankan-akreditasi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang tengah melakukan berbagai persiapan untuk melengkapi persyaratan yang diperlukan untuk mempertahankan akreditasi. Persiapan yang perlu dilakukan yakni kesiapan pihak RSUD Kota Malang yang terbagi ke dalam 16 kelompok kerja (Pokja) yang telah ditentukan oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Ke 16 pokja tersebut antara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang tengah melakukan berbagai persiapan untuk melengkapi persyaratan yang diperlukan untuk mempertahankan akreditasi. Persiapan yang perlu dilakukan yakni kesiapan pihak RSUD Kota Malang yang terbagi ke dalam 16 kelompok kerja (Pokja) yang telah ditentukan oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS).</p>
<p>Ke 16 pokja tersebut antara lain Akses ke Rumah Sakit dan Kontinuitas (ARK), Asesmen Pasien (AP), Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP), Pelayanan Anastesi dan Bedah (PAB), Hak Pasien dan Keluarga (HPK), Manajemen Komunikasi dan Edukasi (MKE), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Manajemen Informasi dan Rekam Medis (MIRM), Sasaran Keselamatan Pasien (SKP), Pelayanan Kefarmasian dan Pelayanan Obat (PKPO), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Tata Kelola Rumah Sakit (TKRS), Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK), Kompetensi dan Kewenangan Staf (KKS) dan Program Nasional (Prognas).</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-99541" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191111-WA0048-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Dr Umar Usman Optimis RSUD Kota Malang Mampu Pertahankan Akreditasi" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191111-WA0048-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191111-WA0048-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191111-WA0048-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191111-WA0048-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Pada survey tahun 2017 untuk mendapatkan akreditasi perdana, kami sudah lulus dan mendapat bintang 1. Dalam survey yang pertama tersebut, ada 4 pokja yang harus disiapkan, yakni HPK, PPI, SKP dan KPS. Nah pada survey tahun ini ada 6 pokja yang harus disiapkan. Yaitu MFK, TKRS, PMKP, IPKP, MIRM, Prognas, PKPO,&#8221; ujar Kepala RSUD Kota Malang dr Umar Usman melalui dr Siti Juhariyah l, Sp. P selaku surveyor internal di RSUD Kota Malang saat ditemui pada Kamis (7/11/2019) siang.</p>
<p>Selain itu, sebagai persyaratan, RSUD Kota Malang juga menggelar beberapa pelatihan pada beberapa bidang. Yang juga dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi seluruh staf dan tenaga medis RSUD Kota Malang.</p>
<p>&#8220;Pelatihannya dalam Inhouse Training (IHT). Ada 6 IHT yang kita gelar, yakni IHT PMKP, IHT PONEK, IHT code red dan simulasi bencana, IHT code blue, IHT TB dan sosialisasi rekam medis. Itu juga digelar untuk meningkatak keterampilan tenaga medis dan staf kami (RSUD Kota Malang),&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Tim Akreditasi RSUD Kota Malang mengatakan, pihaknya juga tengah menyiapkan beberapa dokumen pendukung, yang nantinya akan digunakan sebagai poin penilaian. Seperti dokumen kerjasama, dokumen ijin rumah sakit, dokumen kendaraan ambulan, dokumen kelistrikan dan lainnya.</p>
<p>&#8220;Ada sebanyak 1.800 poin yang terbagi dalam 16 pokja, yang nantinya akan dinilai. Dan itu satu per satu kita berusaha memenuhi dokumennya. Misalnya kerjasama dengan rumah sakit lain untuk rujukan, itu kan dokumennya harus benar. Lalu seperti dokumen listrik itu daya yang digunakan berapa watt, pembayarannya rutin apa tidak,&#8221; jelas Hesti kepada Memontum.com.</p>
<p>Dalam reakriditasi ini, Hesti menjelaskan, ada beberapa hal utama yang menjadi penilaian dari seluruh poin yang nantinya akan dinilai. Yakni Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien.</p>
<p>&#8220;Karena kita RSUD, kita juga tergantung pada pengadaan. Di sisi lain kita juga membutuhkan support dari Pemkot untuk meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD Kota Malang, sesuai dengan visi kami yang merujuk pada masyarakat Kota Malang,&#8221; tambah Hesti.</p>
<p>Hingga kini, Hesti menyebut, secara umum jika diporesentase, kesiapan RSUD Kota Malang untuk menghadapi reakreditasi ini sudah mencapai 80 persen. Namun begitu, pihaknya tetap berusaha untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan agar tujuan yang dimaksud untuk mempertahankan areditasi ini bisa maksimal.</p>
<p>Dirinya menargetkan agar RSUD Kota Malang bisa lulus dalam reakreditasi yang akan dijalani pada 18 November mendatang. Terlebih nantinya, ia juga berharap, dengan hal itu, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bisa memberikan support yang lebih intensif dalam segala hal, baik dari segi kebijakan maupun anggaran. <strong>(iki/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99540</post-id>	</item>
		<item>
		<title>RSUD Kota Malang Gelar Penyuluhan Materi Deteksi Dini Kusta, Dr Umar: Jangan Sampai Terlambat</title>
		<link>https://memontum.com/rsud-kota-malang-gelar-penyuluhan-materi-deteksi-dini-kusta-dr-umar-jangan-sampai-terlambat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Nov 2019 09:24:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter Umar]]></category>
		<category><![CDATA[Kusta]]></category>
		<category><![CDATA[Penyuluhan]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99534-rsud-kota-malang-gelar-penyuluhan-materi-deteksi-dini-kusta-dr-umar-jangan-sampai-terlambat</guid>

					<description><![CDATA[Memomtum Kota Malang &#8211; Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang, menggelar penyuluhan materi kusta pada Jumat (8/11/2019). Penyuluhan tersebut diikuti oleh seluruh kader kesehatan di Kota Malang, baik dari kelurahan maupun Puskesmas. Setidaknya ada sekitar 80 orang kader yang mengikuti kegiatan penyuluhan tersebut. Dalam penyuluhan tersebut, dengan tagline &#8216;Temukan Dini, Tidak ada cacat, Tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memomtum Kota Malang </strong>&#8211; Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang, menggelar penyuluhan materi kusta pada Jumat (8/11/2019). Penyuluhan tersebut diikuti oleh seluruh kader kesehatan di Kota Malang, baik dari kelurahan maupun Puskesmas. Setidaknya ada sekitar 80 orang kader yang mengikuti kegiatan penyuluhan tersebut.</p>
<p>Dalam penyuluhan tersebut, dengan tagline &#8216;Temukan Dini, Tidak ada cacat, Tidak ada stigma&#8217;, pihak RSUD Kota Malang berusaha untuk memberi pemahaman kepada kader tentang deteksi dini dan penanganan pertama pada orang yang terindikasi terserang kusta.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-99535" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191111-WA0046-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191111-WA0046-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191111-WA0046-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191111-WA0046-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191111-WA0046-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Kami juga memiliki dokter spesialis ahli kulit dan kelamin, untuk itu dalam hal ini kami ingin berbagi ilmu dengan masyarakat, dan sementara ini kita undang kader kesehatan di lingkungan Puskesmas Arjowinangun,&#8221; ujar Direktur RSUD Kota Malang, Dr. Umar Usman.</p>
<p>Umar menyebut, dalam penyuluhan tersebut pihaknya ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya penanganan kusta lebih dini. Dimana, jika penanganannya terlambat, dikhawatirkan kusta dapat menimbulkan kecacatan.</p>
<p>&#8220;Jangan sampai terlambat menemukan, yang dapat mengakibatkan kecacatan, bahkan kecacatan permanen. Pencegahan agar tidak sampai terjadi kecacatan ini lah yang menjadi penting. Sehingga, kami berupaya membagi ilmu kepada masyarakat tentang kusta, terutama terkait penemuan dini,&#8221; jelas dia.</p>
<p>Di Kota Malang sendiri, kasus penderita kusta, menurut Umar sudah tertangani dengan cukup bagus. Meskipun di lapangan masih ditemukan penderita kusta yang hingga mengalami kecacatan.</p>
<p>&#8220;Dan masih ada miss diagnosa terkait kusta. Dimana munculnya tanda-tanda kusta yang letaknya di badan dan cenderung tertutupi oleh baju, sehingga tidak terdeteksi,&#8221; imbuh dia.</p>
<p>Untuk itu ia menyebut, dalam hal ini, masyarakat perlu dilakukan edukasi, salah satunya dengan kader kesehatan, sebagai kepanjang tanganan lembaga kesehatan pemerintah.</p>
<p>Untuk diketahui, cara paling sederhana untuk mendeteksi dini penyakit kusta yaitu dengan memeriksa bagian badan yang muncul tanda-tanda penyakit kusta. Dimana, tanda kusta adalah timbul kepucatan pada satu area badan yang menyerupai panu.</p>
<p>Cara mendeteksinya, yaitu dengan menggunakan kapan yang diruncingkan pada ujungnya, kemudian disentuhkan kepada area badan yang muncul kepucatan seperti panu tersebut. Jika pada area tersebut terasa disentuh oleh kapas, berarti itu bukan merupakan tanda-tanda kusta.</p>
<p>&#8220;Tanda-tandanya itu ada kepucatan mirip panu pada bagian tubuh, dan mati rasa. Cara deteksinya dengan kapas yang diruncingkan ujungnya lalu disentuhkan, jika mati rasa, segera periksakan,&#8221; terang Umar.</p>
<p>Untuk itu ia berharap, agar para kader tersebut bisa meneruskan ilmu tentang deteksi dini penyakit kusta tersebut kepada masyarakat yang lebih luas.</p>
<p>&#8220;Kader ini sebagai kepanjang tanganan petugas kesehatan, dan mereka (kader) punya akses lebih dekat kepada masyarakat. Jadi sejak di masyarakat, agar lebih mudah mendeteksi, sehingga masyarakat bisa terhindar dari penyakit kusta,&#8221; pungkas dia. <strong>(iki/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99534</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dokter Umar Usman, Stunting di Kabupaten Malang Harus Ditangani Secara Holistik</title>
		<link>https://memontum.com/dokter-umar-usman-stunting-di-kabupaten-malang-harus-ditangani-secara-holistik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Nov 2019 02:57:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter Umar]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99333-dokter-umar-usman-stunting-di-kabupaten-malang-harus-ditangani-secara-holistik</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Stunting merupakan masalah gizi yang saat ini tengah ramai dibicarakan. Stunting sendiri merupakan masalah yang diakibatkan karena seseorang tidak cukup mendapat asupan gizi yang berimbang sejak kecil atau bahkan sejak berada dalam kandungan. Salah satu dokter yang mempunyai kepedulian terhadap kasus stunting atau kurang gizi di Kabupaten Malang, adalah dr Umar Usman. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Stunting merupakan masalah gizi yang saat ini tengah ramai dibicarakan. Stunting sendiri merupakan masalah yang diakibatkan karena seseorang tidak cukup mendapat asupan gizi yang berimbang sejak kecil atau bahkan sejak berada dalam kandungan.</p>
<p>Salah satu dokter yang mempunyai kepedulian terhadap kasus stunting atau kurang gizi di Kabupaten Malang, adalah dr Umar Usman. Wajar dia memperhatikan perkembangan masyarakat Kabupaten Malang, karena saat ini, dr Umar Usman mendapat amanah sebagai Ketua Tanfidziah NU Kabupaten Malang. Maka persoalan stunting ini juga menjadi persoalan umat di Kabupaten Malang.</p>
<p>Sebagai dokter, Umar Usman sudah pasti paham soal stunting dari sisi medis Bagaimana asal muasalnya, apa pula dampaknya. Perlu diketahui, stunting adalah salah satu permasalahan gizi tidak langsung yang dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang.</p>
<p>“Stunting itu penyebabnya masa lalu. Dalam artian, kekurangan gizi yang dialami seseorang saat masa pertumbuhan, atau juga bisa saat seorang anak masih berada dalam kandungan,” ujarnya.</p>
<p>Hingga saat ini masih banyak bayi yang terdeteksi menderita stunting di Kabupaten Malang. Ini harus segera disikapi. Karena bayi adalah bibit generasi bangsa yang kelak meneruskan kemajuan negara. Bagaimana bisa kompetitif jika bibitnya kurang gizi? Jelas tak bisa jadi bibit unggul.</p>
<p>Pertumbuhan fisik bayi atau anak bisa terhambat. Stunting bisa sebabkan daya tahan tubuh rentan, mudah sakit dan mudah infeksi. Jika berlangsung lama dan berkelanjutan, akan berdampak pada kemampuan motoris, mudah lelah dan kemampuan memori otak menjadi lemah. Jelas sulit menjadi generasi unggul jika, masih terdapat jejak kurang gizi pada diri seorang anak.</p>
<p>Data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang menyebutkan, jumlah penderita stunting di Kabupaten Malang hingga akhir 2018 lalu mencapai 25.587 bayi. Angka tersebut diambil dari 140.637 bayi yang menjadi sampel atau 18,19 persen dari seluruh bayi yang ada di Kabupaten Malang.</p>
<p>Bahkan, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menetapkan Kabupaten Malang termasuk 12 kabupaten dan kota yang mendapat perhatian khusus dalam hal penanganan stunting. Bagaimana dr Umar Usman melihat ini?</p>
<p>&#8220;Pertama jangan salahkan pemerintah, karena stunting adalah persoalan bersama. Kita harus melihatnya menyeluruh,&#8221; ujar dr Usman. Perlu kajian lintas sektoral, karena kurangnya asupan gizi itu banyak faktor penyebabnya. Jangan dibebankan pada satu atau dua dinas saja.</p>
<p>Selain itu, jika penanganan tidak holistik, pasti menyebabkan pemborosan anggaran. Karena setiap dinas akan mengeluarkan anggaran masing-masing. Jalan sendiri-sendiri, jelas tidak efektif.</p>
<p>Perlu dibentuk satgas khusus. Satgas Penanggulangan Gizi Buruk, atau apalah namanya. Di dalamnya terdapat ahli medis seperti dokter, ahli gizi, bidang pangan, lingkungan hidup, pertanian, pengairan dan dinas terkait lainnya.</p>
<p>Satgas khusus ini, komandonya langsung kepala daerah. Ini agar lebih efektif dan tepat sasaran. Karena stunting bisa juga disebabkan kurangnya kebutuhan air bersih dalam.jangka waktu lama. Penanganannya, tidak bisa hanya diserahkan Dinkes, tapi harus melibatkan dinas terkait termasuk PDAM. Karena kurangnya pasokan air bersih bukan hanya disebabkan ketersediaan air. Tapi bisa juga karena lingkungan yang tercemar dan gaya hidup yang tidak sehat.</p>
<p>Penanganan urgent harus dilakukan tim medis. Penanggulangan bisa dilakukan dengan terapi asupan gizi oleh Dinas Ketahanan Pangan. Intervensi Dinas Pendidikan juga perlu, karena stunting juga akan berpengaruh ketika masuk usia sekolah anak. Jajanan yang kandungan gizinya gak jelas, yang sehari-hari dikonsumsi juga harus diperhatikan.</p>
<p>Penanganan juga harus memetakan usia anak, geografis, sosial budaya dan ekonomi. Melihat faktor-faktor tersebut, dr Umar Usman mempunyai gagasan inovatif dan visioner, bahwa pemerintah daerah wajib membentuk satgas khusus. Lalu sejauh mana peran dr Umar sejauh ini?</p>
<p>&#8220;Sebagai Ketua Tanfidziah NU Kabupaten Malang, saya bisa menyampakan ke Bupati Malang atau ke Komisi Dewan yang membidangi kesehatan masyarakat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sebagai dokter dan warga Kabupaten Malang, diam-diam dr Umar Usman ternyata sering melakukan kegiatan peduli kesehatan yang dikemas dalam baksos dan pemeriksaan serta pengobatan bagi warga pra sejahtera.</p>
<p>&#8220;Ya gak sering juga. Karena saya juga harus menjalankan tugas pelayanan di RSUD.Tapi saya sempatkan karena saya.merasa terpanggil sebagai warga Kabupaten Malang,&#8221; kata Umar.<strong> (penulis: yanuar triwahyudi)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99333</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
