<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Doktor Mengabdi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/doktor-mengabdi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Apr 2019 02:17:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Doktor Mengabdi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>LPPM UB Tingkatkan Program Pengabdian Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/lppm-ub-tingkatkan-program-pengabdian-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Apr 2019 02:17:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Doktor Mengabdi]]></category>
		<category><![CDATA[KKN Tematik]]></category>
		<category><![CDATA[LPPM UB]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/26487-penyangga-jembatan-sungai-dinoyo-ambrol-bina-marga-segera-bangun-tahun-ini</guid>

					<description><![CDATA[Melalui Doktor Mengabdi, KKN Tematik UB, Institusi Mengabdi dan lainnya Memontum Kota Malang &#8211; Dalam Sosialisasi Program Pengabdian kepada Masyarakat dalam rangka percepatan Desa Mandiri di era industri 4.0, Rektor UB Nuhfil Hanani menyampaikan, sepanjang tahun 2018 ini, program Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya (UB) Malang telah menjangkau kurang lebih 70 wilayah dengan kategori 3T, yakni [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Melalui Doktor Mengabdi, KKN Tematik UB, Institusi Mengabdi dan lainnya</strong></h2>
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dalam Sosialisasi Program Pengabdian kepada Masyarakat dalam rangka percepatan Desa Mandiri di era industri 4.0, Rektor UB Nuhfil Hanani menyampaikan, sepanjang tahun 2018 ini, program Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya (UB) Malang telah menjangkau kurang lebih 70 wilayah dengan kategori 3T, yakni Tertinggal, Terdepan, dan Terluar.</p>
<p>&#8220;Program Doktor Mengabdi, Institusi Mengabdi, Brawijaya Mengabdi, dan bentuk lain program pengabdian masyarakat itu bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi,&#8221; kata Nuhfil Hanani, kepada awak media di sela acara yang berlangsung di Gedung Rektorat UB Malang, Kamis (4/4/2019).</p>
<p>Angka 70 wilayah yang telah dijangkau tersebut merupakan akumulasi tempat pengabdian masyarakat dalam Doktor Mengabdi dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Brawijaya (LPPM UB) yang dilakukan sepanjang tahun 2018.</p>
<p>Selama ini, UB Malang telah melakukan sejumlah upaya pengadian masyarakat, seperti Doktor Mengabdi, KKN Tematik UB, Pusat Layanan Pembangunan Desa UB, Institusi Mengabdi, dan lainnya. Salah satu yang paling menonjol adalah program Doktor Mengabdi. &#8220;Tahun 2019 ini juga sudah dimulai lagi, jumlahnya berapa nanti dipetakan lagi,&#8221; ungkap Nuhfil.</p>
<p>Doktor Mengabdi merupakan kegiatan bentuk pengabdian para dosen UB yang telah bergelar Doktor, dengan menggandeng minimal 5 mahasiswa tingkat akhir dalam menyelesaikan tugas akhirnya atau KKN Tematik UB, kepada masyarakat.</p>
<p>Doktor Mengabdi diluncurkan sejak tahun 2017, dengan pembagian 5 ring wilayah, diantaranya Ring 1 meliputi wilayah Malang Raya, Pasuruan, Blitar, Lumajang, Kediri, Mojokerto, Probolinggo; Ring 2 meliputi wilayah Tulungagung, Trenggalek, Nganjuk, Jombang, Gresik, Tuban, Bojonegoro. Ring 3 meliputi wilayah Jawa Timur selain Ring 1 dan 2. Ring 4 meliputi wilayah Kepulauan Jawa Timur. Ring 5 Luar Jawa.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">26487</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Angkat Buah Naga dan Jeruk Siam Sebagai Produk Ikonik Desa Agrowisata Temurejo</title>
		<link>https://memontum.com/angkat-buah-naga-dan-jeruk-siam-sebagai-produk-ikonik-desa-agrowisata-temurejo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Oct 2018 12:35:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Agrowisata]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Temurejo]]></category>
		<category><![CDATA[Doktor Mengabdi]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=61160</guid>

					<description><![CDATA[* Diolah jadi Dodol dan Sari Buah &#160; Memontum Banyuwangi &#8211; Desa Temurejo dikenal sebagai sentra penghasil buah jeruk siam dan buah naga di Kabupaten Banyuwangi. Namun harga jual buah naga maupun jeruk siam menurun drastis ketika panen raya tiba, belum lagi adanya tengkulak yang membeli jauh di bawah harga pasar. Tentu kondisi ini sangat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>* Diolah jadi Dodol dan Sari Buah</strong></h2>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Desa Temurejo dikenal sebagai sentra penghasil buah jeruk siam dan buah naga di Kabupaten Banyuwangi. Namun harga jual buah naga maupun jeruk siam menurun drastis ketika panen raya tiba, belum lagi adanya tengkulak yang membeli jauh di bawah harga pasar. Tentu kondisi ini sangat merugikan petani. </p>
<p>Menyadari kondisi tersebut, tim Doktor Mengabdi (DM) Universitas Brawijaya (UB) Malang mencoba memberikan solusi untuk menyiasati peningkatan kesejahteraan petani dengan konsep Desa Agrowisata. Tim dipandegani oleh Irnia Nurika, STP, MP, Ph.D (TIP FTP UB), Suprayogi, STP, MP, PhD (TIP FTP UB), Dr.techn. Christia Meidiana, ST.,MEng. (PWK FT UB), dan Retno Damayanti, STP, MP (TEP FTP UB), dengan dibantu 6 mahasiswa TIP FTP UB, di antaranya Satyarani Galuh S., Linda Apriliany, Amilatun Mardiyah, Yola Achmad Zidanta, Robby Habibi Hidayat, dan Afrizal Auliya Ansori, dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT).</p>
<div id="attachment_61163" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://memontum.com/61160-angkat-buah-naga-dan-jeruk-siam-sebagai-produk-ikonik-desa-agrowisata-temurejo/img-20181023-wa0146-copy" rel="attachment wp-att-61163"><img aria-describedby="caption-attachment-61163" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181023-WA0146-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="Penggunaan teknologi dalam proses pengolahan dodol dari buah naga dan jeruk siam (ist)" width="650" height="333" class="size-full wp-image-61163" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181023-WA0146-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181023-WA0146-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-61163" class="wp-caption-text"><em><strong>Penggunaan teknologi dalam proses pengolahan dodol dari buah naga dan jeruk siam (ist)</strong></em></p></div>
<p>Dalam kegiatan PKM DM bertajuk “Penguatan Agroindustri Terpadu Produk Unggulan Daerah (Buah Naga dan Jeruk Siam) dalam Upaya Pengembangan “Desa Agrowisata” di Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi (Tahun kedua)”, tim DM UB menggandeng tim PKK Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi, yang dilaksanakan sejak bulan Juni 2018.</p>
<p>Tujuan dari adanya kegiatan ini, antara lain untuk mengembangkan dan meningkatkan nilai manfaat seluruh sumber daya dan potensi yang ada, baik berupa sumber daya manusia ataupun wilayah di Desa Temurejo, khususnya dalam mendukung tumbuh kembangnya industri yang berbasis pada keunggulan lokal, serta teknologi produksi yang berkelanjutan di wilayah pedesaan, dalam hal ini olahan buah naga dan jeruk siam, seperti produk olahan dodol dan sari buah dengan resep dan tahapan proses sesuai komposisi pada rancangan buku resep yang dibuat oleh tim.</p>
<div id="attachment_61164" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://memontum.com/61160-angkat-buah-naga-dan-jeruk-siam-sebagai-produk-ikonik-desa-agrowisata-temurejo/img-20181023-wa0145-copy" rel="attachment wp-att-61164"><img aria-describedby="caption-attachment-61164" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181023-WA0145-copy.jpg?resize=650%2C450&#038;ssl=1" alt="Olahan sari buah dari jeruk siam dan buah naga, siap dikemas. (ist)" width="650" height="450" class="size-full wp-image-61164" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181023-WA0145-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181023-WA0145-copy.jpg?resize=300%2C208&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-61164" class="wp-caption-text"><em><strong>Olahan sari buah dari jeruk siam dan buah naga, siap dikemas. (ist)</strong></em></p></div>
<p>“Kegiatan Doktor Mengabdi ini merupakan tahun kedua bagi saya. Namun anggota tim dan mahasiswanya berubah, tergantung kebutuhan dalam pengembangannya. Diharapkan dari kegiatan ini dapat merancang model yang mengintegrasikan sejumlah komponen yang dapat meningkatkan nilai jual dan nilai ekonomi produk olahan buah jeruk siam dan buah naga, baik pangan maupun non pangan untuk meningkatkan daya saing, dan mendukung tumbuh kembangnya industri yang berbasis pada keunggulan lokal, serta tercapainya pengembangan desa berbasis agrowisata di Kabupaten Banyuwangi,” jelas Irnia Nurika, STP, MP, Ph.D, Ketua Tim Doktor Mengabdi UB di Desa Temurejo ini.</p>
<p>Permasalahan dan solusi yang ditawarkan kepada mitra, di antaranya pemanfaatan buah naga dan jeruk siam hanya sebatas dijual segar, solusinya mengintroduksi teknologi pengolahan buah naga dan jeruk Siam; Perbaikan standard/standarisasi produk yang akan dipasarkan, solusinya pelatihan pembuatan SOP proses produksi dan identifikasi bahaya pada proses produksi (standarisasi produk); Kualitas produk yang dihasilkan masih bervariasi, solusinya implementasi pengendalian mutu produk serta pembuatan pengemas produk yang berdaya saing; Belum mendapatkan ijin PIRT, solusinya pengajuan perijinan (P-IRT); dan produk belum banyak dikenal oleh masyarakat, solusinya penguatan promosi/pemasaran dan sistem penjualan baik on-site ataupun online.</p>
<div id="attachment_61165" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://memontum.com/61160-angkat-buah-naga-dan-jeruk-siam-sebagai-produk-ikonik-desa-agrowisata-temurejo/img-20181023-wa0144-copy" rel="attachment wp-att-61165"><img aria-describedby="caption-attachment-61165" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181023-WA0144-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="Bercengkrama dengan petani desa Temurejo. (ist)" width="650" height="333" class="size-full wp-image-61165" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181023-WA0144-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181023-WA0144-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-61165" class="wp-caption-text"><em><strong>Bercengkrama dengan petani desa Temurejo. (ist)</strong></em></p></div>
<p>Tujuan dan manfaat lain yang diharapkan, antara lain : memberdayakan ekonomi kerakyatan berbasis potensi unggulan daerah dan berwawasan lingkungan hidup secara sinergis dan berkelanjutan; Melanjutkan diseminasi teknologi pengolahan yang sudah dilakukan dengan membentuk UKM dan atau memperkuat UKM yang sudah ada, sehingga diharapkan dapat menjadi wadah untuk melakukan kegiatan produksi produk olahan buah naga dan jeruk siam; Meningkatkan pendapatan petani atau masyarakat dengan pemanfaatan komoditi agroindustri menjadi produk olahan, dan juga pemanfaatan limbah sehingga tidak ada limbah yang dihasilkan atau zero waste; Menciptakan icon unggulan daerah berdasarkan OVOP (One Village One Product) dengan menjadikan Desa Temurejo sebagai Agrowisata Buah Naga dan Jeruk Siam. Sehingga diharapkan terbentuk Desa Agrowisata dan menjadi destinasi wisata berbasis agro di Kabupaten Banyuwangi. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">61160</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Edukasi Energi Mandiri di Dusun Tanah Merah Desa Batur, Perbaiki PLTMH dan Bangun Digester Biogas</title>
		<link>https://memontum.com/edukasi-energi-mandiri-di-dusun-tanah-merah-desa-batur-perbaiki-pltmh-dan-bangun-digester-biogas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Sep 2018 11:54:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Doktor Mengabdi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[PLTMH]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=56193</guid>

					<description><![CDATA[# Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya Memontum Probolinggo &#8211; Sebagai insan akademisi, para dosen Universitas Brawijaya (UB) Malang ini mengabdikan dirinya kepada masyarakat melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat Doktor Mengabdi (PKM DM) 2018. Adalah Dr. Runi Asmaranto, ST. MT. (Ketua Pelaksana), DR. Eng. Denny Widhiyanuriyawan, ST. MT., Sugiarto, ST. MT., ketiganya dari Fakultas Teknik (FT), yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong># Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya</strong></h2>
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Sebagai insan akademisi, para dosen Universitas Brawijaya (UB) Malang ini mengabdikan dirinya kepada masyarakat melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat Doktor Mengabdi (PKM DM) 2018. Adalah Dr. Runi Asmaranto, ST. MT. (Ketua Pelaksana), DR. Eng. Denny Widhiyanuriyawan, ST. MT., Sugiarto, ST. MT., ketiganya dari Fakultas Teknik (FT), yang berkolaborasi dengan dosen Fakultas Pertanian Mangku Purnomo, SP., MSi. PhD. </p>
<p>Pengabdian Kepada Masyarakat Doktor Mengabdi (PKM DM) merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan para dosen yang telah bergelar doktor, setara, atau lebih, dengan kolaborasi berbagai disiplin keilmuan sesuai kebutuhan. Dalam kegiatan pengabdiannya menggunakan sumber dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Universitas Brawijaya pada tahun anggaran kegiatan. </p>
<div id="attachment_56197" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://memontum.com/56193-edukasi-energi-mandiri-di-dusun-tanah-merah-desa-batur-perbaiki-pltmh-dan-bangun-digester-biogas/whatsapp-image-2018-09-18-at-6-45c" rel="attachment wp-att-56197"><img aria-describedby="caption-attachment-56197" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/09/WhatsApp-Image-2018-09-18-at-6.45c.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="Edukasi pembuatan digester biogas. (rhd)" width="650" height="333" class="size-full wp-image-56197" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/09/WhatsApp-Image-2018-09-18-at-6.45c.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/09/WhatsApp-Image-2018-09-18-at-6.45c.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-56197" class="wp-caption-text"><strong><strong>Edukasi pembuatan digester biogas. (rhd)</strong></strong></p></div>
<p>Dengan judul PKM DM &#8220;Menuju Masyarakat Sejahtera Melalui Penyediaan Energi Mandiri di Daerah Terpencil&#8221;, tim ini memilih dusun Tanah Merah, desa Batur, kecamatan Gading, kabupaten Probolinggo, karena belum terjangkau listrik PLN. Untuk mencapai dusun yang berada di lereng gunung Argopuro ini, tim harus jalan kaki atau naik kendaraan roda dua sejauh 5 kilometer dari pusat pemerintahan desa Batur. Dusun Tanah Merah berpenghuni sekitar 500 KK dan sebagian besar belum menikmati energi listrik dari PLN. Ironinya, dusun ini hanya terpaut beberapa puluh kilometer dari PLTU Paiton. </p>
<p>Sebelumnya, desa Batur ini telah menjadi desa binaan UB dalam beberapa program pengabdian masyarakat, seperti BPPM, DM, CSR, dan lainnya. Tak hanya di desa Batur, namun juga desa sekitarnya yang dilakukan secara bertahap dan bergantian. Harapannya, mereka mampu bertukar pengalaman dan saling mengedukasi tentang keilmuan tersebut. </p>
<div id="attachment_56198" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://memontum.com/56193-edukasi-energi-mandiri-di-dusun-tanah-merah-desa-batur-perbaiki-pltmh-dan-bangun-digester-biogas/whatsapp-image-2018-09-18-at-6-45-07-pm-1a" rel="attachment wp-att-56198"><img aria-describedby="caption-attachment-56198" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/09/WhatsApp-Image-2018-09-18-at-6.45.07-PM-1a.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="Pemberian bantuan PLTMH dan Digester Biogas. (rhd)" width="650" height="333" class="size-full wp-image-56198" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/09/WhatsApp-Image-2018-09-18-at-6.45.07-PM-1a.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/09/WhatsApp-Image-2018-09-18-at-6.45.07-PM-1a.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-56198" class="wp-caption-text"><em><strong>Pemberian bantuan PLTMH dan Digester Biogas. (rhd)</strong></em></p></div>
<p>&#8220;Kali ini, tim kami memilih dusun Tanah Merah. Nantinya, setelah mandiri energi, UB akan memberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pada hasil buminya, seperti kopi, pisang, lombok, kubis, kentang, dan lainnya,&#8221; jelas Ketua Pelaksana, Dr. Runi Asmaranto, ST. MT, kepada Memo X saat meninjau lokasi, Minggu (16/9/2018).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">56193</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Melalui DM UB, Memanen Mata Air Kampung Konservasi</title>
		<link>https://memontum.com/melalui-dm-ub-memanen-mata-air-kampung-konservasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jul 2018 12:43:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Doktor Mengabdi]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[Mata Air]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/48462-melalui-dm-ub-memanen-mata-air-kampung-konservasi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam era kekinian, drainase bawah permukaan (subsurface drainage) dibuat sebagai solusi untuk mengatasi debit limpasan permukaan, atau terjadi genangan akibat banjir sementara saat turun hujan. Selain itu, teknologi drainase bawah permukaan ini bisa dikembangkan sebagai model konservasi air. Dimana inovasi melalui teknologi ini digunakan untuk menampung mata air yang berlimpah dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Dalam era kekinian, drainase bawah permukaan (subsurface drainage) dibuat sebagai solusi untuk mengatasi debit limpasan permukaan, atau terjadi genangan akibat banjir sementara saat turun hujan. Selain itu, teknologi drainase bawah permukaan ini bisa dikembangkan sebagai model konservasi air. Dimana inovasi melalui teknologi ini digunakan untuk menampung mata air yang berlimpah dan dimanfaatkan sebagai budidaya ikan yang berdampak ekonomi.</p>
<p>Melalui program Doktor Mengabdi (DM) sejak tahun 2017, kegiatan Doktor Mengabdi berjudul &#8220;IbM Drainase Bawah Permukaan untuk Mengatasi Aliran Rembesan di RW 23 dan RW 5 Kelurahan Purwantoro-Blimbing Kota Malang,&#8221; yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS sebagai ahli bidang konservasi, telah memberikan hasil signifikan yang bisa dirasakan saat ini.  </p>
<div id="attachment_48463" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-48463" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180723-WA0006-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="Sinergitas UB, RW 23 dan RW 5 Purwantoro. (ist)" width="650" height="333" class="size-full wp-image-48463" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180723-WA0006-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180723-WA0006-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-48463" class="wp-caption-text"><em>Sinergitas UB, RW 23 dan RW 5 Purwantoro. (ist)</em></p></div>
<p>Pada kegiatan DM ini, telah dilakukan pekerjaan fisik drainase bawah permukaan menggunakan kombinasi pipa PVC dan box culvert yang menampung aliran air dari beberapa titik spring (mata air) di wilayah tersebut. Pipa PVC berdiameter 12 inch dan box culvert berukuran lebar 0,5 meter dipasang total sepanjang sekitar 200 meter menuju outlet sungai utama. Saluran box culvert bawah tanah ini dimodifikasi, sehingga bisa digunakan untuk budidaya ikan Gurami dan sejenisnya yang bermanfaat bagi warga sekitar. </p>
<p>Selain itu, kegiatan Doktor Mengabdi memberikan bantuan Pompa Centrifugal sejumlah 1 unit yang digunakan sebagai pompa darurat pengoperasian kondisi banjir, jika permukaan air di sungai utama lebih tinggi. &#8220;Kegiatan konservasi air sangat penting untuk dilakukan. Keberadaan air bersih dengan kualitas baik sangat terbatas. Dengan melakukan konservasi, akan memperlambat aliran air menjadi limpasan permukaan yang akan hilang begitu saja menuju ke outlet sungai dan waduk,” terang Prof Bisri.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">48462</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
