<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>dominasi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dominasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 31 Dec 2025 13:07:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>dominasi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jatimulyo Dominasi Penghargaan Jogo Kampung Berkelas, Pemkot Malang Apresiasi Aktivasi Siskamling</title>
		<link>https://memontum.com/jatimulyo-dominasi-penghargaan-jogo-kampung-berkelas-pemkot-malang-apresiasi-aktivasi-siskamling</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[aktivasi]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[berkelas]]></category>
		<category><![CDATA[dominasi]]></category>
		<category><![CDATA[jatimulyo]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[Siskamling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229177</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang terus memperkuat peran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Hal itu ditunjukkan, melalui kegiatan Aktivasi Siskamling, sekaligus penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba Siskamling, yang digelar di Grha Purva Praja, Selasa (30/12/2025) tadi. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa aktivasi Siskamling menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang terus memperkuat peran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Hal itu ditunjukkan, melalui kegiatan Aktivasi Siskamling, sekaligus penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba Siskamling, yang digelar di Grha Purva Praja, Selasa (30/12/2025) tadi.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa aktivasi Siskamling menjadi langkah strategis dalam menciptakan suasana kota yang aman, tertib dan kondusif. Menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan wilayah tidak lepas dari sinergi kuat antara pemerintah dan masyarakat.</p>



<p>“Ini adalah bentuk kolaborasi nyata antara warga dan pemerintah. Siskamling bukan hanya rutinitas, tetapi garda terdepan dalam menjaga keamanan lingkungan, terutama pada momentum-momentum penting seperti akhir tahun,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada Satpol PP Kota Malang, yang dinilai konsisten melakukan pembinaan serta penilaian Siskamling secara berkelanjutan. Upaya tersebut dinilai mampu menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian warga terhadap lingkungannya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kegiatan yang diinisiasi Satpol PP Kota Malang ini turut dihadiri Ketua DPRD Kota Malang, perwakilan Polresta Malang Kota, Kodim 0833, kepala perangkat daerah, Forkopimcam, lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta unsur Linmas se-Kota Malang.</p>



<p>Pada puncak acara, dilakukan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba Siskamling dalam rangka program &#8216;Jogo Kampung Berkelas&#8217;. Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, tampil dominan dengan menyabet juara di kategori pembina maupun pelaksana Siskamling.</p>



<p>Untuk kategori Pembina Siskamling Terbaik, diantaranya diraih oleh Bripka Mohamad Rheza Firmansyah (Bhabinkamtibmas Kelurahan Jatimulyo), Peltu Fatkur Arif (Babinsa Kelurahan Jatimulyo), Sertu Agus Sutriyono (Babinsa Kelurahan Jatimulyo) dan Lurah Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru.</p>



<p>Sementara, pada kategori Pelaksana Siskamling Terbaik, diantaranya untuk terbaik pertama diraih RT 02/RW 02, Kelurahan Jatimulyo, terbaik kedua yakni RT 07/RW 05, Kelurahan Arjowinangun, terbaik ketiga yakni RT 04/RW 04, Kelurahan Bandulan dan harapan satu yakni RT 03/RW 04, Kelurahan Madyopuro, serta harapan dua yakni RT 02/RW 02, Kelurahan Kasin.</p>



<p>Wali Kota Wahyu berharap, prestasi tersebut tidak berhenti pada penilaian semata, namun dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Dirinya juga menekankan bahwa Siskamling harus menjadi ruang komunikasi warga, sarana deteksi dini persoalan lingkungan, sekaligus penguat nilai gotong royong.</p>



<p>“Jadikan Siskamling sebagai bagian dari budaya warga. Dengan kebersamaan dan kepedulian, stabilitas keamanan, terutama menjelang tahun baru dapat terus terjaga,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229177</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diabetes Dominasi Kasus Penyakit Tidak Menular di Kota Malang sepanjang Tahun 2024</title>
		<link>https://memontum.com/diabetes-dominasi-kasus-penyakit-tidak-menular-di-kota-malang-sepanjang-tahun-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jan 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[dominasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menular,]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[sepanjang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218230</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Penyakit Tidak Menular (PTM) yang paling banyak ditemukan di Kota Malang sepanjang tahun 2024 yakni Diabetes Militus (DM), dengan jumlah penderita mencapai 21.222 orang. Berdasarkan laporan surveilans, kasus terbanyak ditemukan pada penderita diabetes tipe II, khususnya pada kelompok usia 60 hingga 69 tahun. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Penyakit Tidak Menular (PTM) yang paling banyak ditemukan di Kota Malang sepanjang tahun 2024 yakni Diabetes Militus (DM), dengan jumlah penderita mencapai 21.222 orang. Berdasarkan laporan surveilans, kasus terbanyak ditemukan pada penderita diabetes tipe II, khususnya pada kelompok usia 60 hingga 69 tahun.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa penyebab utama DM tipe II itu yakni karena gaya hidup tidak sehat dan terjadi penurunan fungsi metabolik seiring dengan bertambahnya usia. &#8220;Kasus diabetes ini memang cukup banyak. Trennya di tahun 2024, itu ada peningkatan tapi tidak terlalu signifikan,&#8221; kata Husnul, Kamis (09/01/2025) tadi.</p>



<p>Selain diabetes, hipertensi juga menjadi salah satu PTM yang mendominasi kasus kesehatan di Kota Malang. Apalagi, tren kebiasaan nongkrong di kafe semakin marak dinilai menjadi salah satu faktor yang pemicu peningkatan kasus.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kalau pengaruhnya, iya ada. Yang jelas, diabetes dan hipertensi sudah masuk 10 besar penyakit terbanyak di Kota Malang,” ujarnya.</p>



<p>Di sisi lain, penyakit yang sering menyerang anak muda di Kota Malang lebih banyak terkait dengan sistem pernapasan, seperti batuk, pilek, flu dan rasa tidak nyaman di tenggorokan. “Penyakit ini biasanya dipicu oleh cuaca, kebiasaan yang kurang baik, dan pola makan yang tidak sehat,” tambahnya.</p>



<p>Di akhir, Husnul juga mengimbau masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat guna mencegah PTM tersebut. Termasuk, pemberian edukasi serta program pencegahan akan terus digencarkan untuk menekan angka kasus di kemudian hari. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218230</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Musrenbang Tematik RKPD 2026, Pemuda dan Perempuan Dominasi Usulan Pembangunan Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/musrenbang-tematik-rkpd-2026-pemuda-dan-perempuan-dominasi-usulan-pembangunan-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Dec 2024 07:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dominasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Musrenbang]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[tematik]]></category>
		<category><![CDATA[usulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217603</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026, Senin (16/12/2024) tadi. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Pemerintah Kota Malang, Muhammad Sailendra, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilakukan untuk mengakomodir usulan program kegiatan mulai dari Lansia, anak, perempuan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026, Senin (16/12/2024) tadi.</p>



<p>Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Pemerintah Kota Malang, Muhammad Sailendra, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilakukan untuk mengakomodir usulan program kegiatan mulai dari Lansia, anak, perempuan, pemuda dan disabilitas. Sehingga, dapat menjadi referensi dan masukan untuk pembangunan berkelanjutan kedepan.</p>



<p>&#8220;Tentu harapannya semua unsur masyarakat, seperti Lansia, perempuan, anak dan disabilitas bisa terwadahi. Apakah itu mengenai Sarana Prasarana (Sarprasnya) atau pun peningkatan Sumber Daya Manusianya (SDM),&#8221; kata Sailendra.</p>



<p>Tentunya berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Malang, menurutnya juga turut andil dalam mendukung pelaksanaan tersebut. Sehingga bukan hanya Bappeda saja, namun juga ada dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar).</p>



<p>&#8220;Untuk di Dinsos P3AP2KB Kota Malang bisa sebagai layanan konseling untuk perempuan korban kekerasan dan pembinaan karang taruna. Kemudian DLH mengenai pembangunan taman ramah lansia dan anak, Disdikbud juga sebagai fasilitas konsultasi untuk anak terkait perundungan,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih lanjut, menurutnya Musrenbang Tematik ini juga sejalan dengan visi Kota Malang yang inklusif, berdaya saing dan berakhlak sebagaimana tertuang dalam RPJMD. &#8220;Kami berharap semua kebutuhan masyarakat dapat terwadahi dan mereka ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Malang,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Malang, Dwi Rahayu, menyampaikan bahwa Musrenbang Tematik ini merupakan puncak dari serangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak awal Desember. “Pra Musrenbang sudah kami lakukan pada 9 hingga 10 Desember, dilanjutkan verifikasi dan rekapitulasi usulan pada 11 hingga 13 Desember. Hari ini, kami memfinalisasi usulan untuk kemudian diinput ke Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sebagai dasar perencanaan RKPD 2026,” jelas Dwi.</p>



<p>Dari hasil rekapitulasi, usulan yang diteruskan meliputi, Musrenbang Anak ada 151 dari 157 usulan, Musrenbang Lansia ada 82 dari 123 usulan, Musrenbang Disabilitas ada 183 dari 218 usulan, Musrenbang Perempuan ada 320 dari 336 usulan dan terbanyak usulan Musrenbang Pemuda ada 732 dari 773 usulan. Untuk mayoritas usulan tematik tersebut berfokus pada pemberdayaan, seperti sosialisasi terkait narkoba untuk pemuda dan layanan konsultasi tentang bullying bagi anak.</p>



<p>&#8220;Ini belum diakomodir, karena masih akan dilanjutkan ke SIPD. Nanti kita masukkan ke perangkat daerahnya itu, kemudian kita lihat. Kami terus mendorong agar masyarakat memahami bahwa usulan harus sesuai kebutuhan dan terkait dengan program perangkat daerah,” ucapnya.</p>



<p>Namun, Dwi juga mengakui bahwa pengakomodasian usulan bergantung pada kemampuan anggaran daerah. “Semoga pendapatan daerah meningkat, sehingga lebih banyak usulan yang bisa direalisasikan,” imbuh Dwi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217603</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kasus ISPA Dominasi Penyakit Warga Kota Malang di Musim Kemarau</title>
		<link>https://memontum.com/kasus-ispa-dominasi-penyakit-warga-kota-malang-di-musim-kemarau</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Sep 2024 08:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dominasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214451</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mendominasi penyakit yang diderita masyarakat Kota Malang, selama musim kemarau seperti saat ini. Hal itu, dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif. Dari data yang masuk di Dinas Kesehatan Kota Malang, bahwa per Puskesmas jumlah kasus tersebut berbeda-beda. Salah satunya, seperti di Puskesmas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mendominasi penyakit yang diderita masyarakat Kota Malang, selama musim kemarau seperti saat ini. Hal itu, dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif.</p>



<p>Dari data yang masuk di Dinas Kesehatan Kota Malang, bahwa per Puskesmas jumlah kasus tersebut berbeda-beda. Salah satunya, seperti di Puskesmas Janti, dalam seharinya kasus tersebut bisa sampai dengan 39 kasus.</p>



<p>“Per puskesmas itu jumlah kasusnya tidak sama,” kata Husnul, Sabtu (21/09/2024) tadi.</p>



<p>Menurutnya, penyebab penyakit ISPA tersebut dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan cuaca. Selain itu, imunitas tubuh juga mempengaruhi.</p>



<p>“Faktor eksternal seperti cuaca, lingkungan, dan aktivitas sehari-hari, termasuk lingkungan rumah dan tempat kerja, sangat berpengaruh. Namun, daya tahan tubuh juga menentukan bagaimana seseorang menghadapi risiko ISPA,” jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk pengobatan ISPA sendiri, menurutnya di puskesmas rata-rata memerlukan waktu antara dua sampai tiga hari. Namun, untuk kasus yang lebih parah atau disertai komplikasi lain, pengobatan bisa memakan waktu hingga satu minggu.</p>



<p>“Tergantung dari penyebabnya, kalau hanya gangguan pernapasan ringan, biasanya tidak butuh antibiotik. Tapi kalau ada infeksi yang lebih berat, antibiotik akan diberikan sesuai kondisi,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut Husnul menjelaskan, bahwa ISPA menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga tenggorokan. Rentang usia yang paling rentan terkena penyakit ISPA, adalah balita, lansia hingga anak-anak usia sekolah.</p>



<p>Karena itu, Dinas Kesehatan Kota Malang terus mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan. Terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan imunitas dan menghindari aktivitas yang memperburuk risiko ISPA selama musim kemarau. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214451</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Etape 1 International Tour de Banyuwangi Ijen Dimulai, Lintasan Flat Jadi Dominasi</title>
		<link>https://memontum.com/etape-1-international-tour-de-banyuwangi-ijen-dimulai-lintasan-flat-jadi-dominasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jul 2024 04:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dimulai]]></category>
		<category><![CDATA[dominasi]]></category>
		<category><![CDATA[international]]></category>
		<category><![CDATA[lintasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212082</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) resmi dimulai, Senin (22/07/2024) tadi. Di Etape 1 ini, para pembalap akan melintasi rute sejauh 136,2 kilometer, dengan start di SMKN 2 Tegalsari dan finish di Kantor Pemkab Banyuwangi. SMKN 2 Tegalsari sendiri dipilih sebagai titik start, karena merupakan sekolah vokasi yang berada di kawasan pondok [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) resmi dimulai, Senin (22/07/2024) tadi. Di Etape 1 ini, para pembalap akan melintasi rute sejauh 136,2 kilometer, dengan start di SMKN 2 Tegalsari dan finish di Kantor Pemkab Banyuwangi.</p>



<p>SMKN 2 Tegalsari sendiri dipilih sebagai titik start, karena merupakan sekolah vokasi yang berada di kawasan pondok pesantren. Tujuannya, untuk mengenalkan tradisi pesantren kepada ratusan pembalap dari berbagai negara.</p>



<p>“Ini salah satu upaya mengkampanyekan nilai-nilai toleransi. Tradisi pesantren merupakan ikon pendidikan asli nusantara, yang mempunyai sejarah panjang dalam menyemaikan nilai-nilai Islam yang penuh damai. Inilah yang ingin kami sampaikan kepada pembalap dan khalayak luas,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Senin (22/07/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Ipuk juga menyebut saat sesi sign-on di lokasi start, bahwa para rider juga akan dikenalkan budaya sarung di Indonesia. “Tour de Ijen kita manfaatkan juga untuk mengenalkan tradisi dan budaya-budaya nusantara, khususnya Banyuwangi. Harapannya, ini bisa memberikan kesan berbeda yang tidak mereka temukan saat mengikuti kompetisi serupa di negara lain,” terang Bupati Ipuk.</p>



<p>Sementara itu, Chairman TdBI, Guntur Priambodo, menjelaskan bawa Etape 1 akan menjadi ajang pembuktian bagi para sprinter karena didominasi lintasan-lintasan flat. “Etape 1 ini akan didominasi lintasan flat. Ada tiga titik sprint yang bisa dimanfaatkan para sprinter untuk memburu poin,” kata Guntur.</p>



<p>Tiga titik sprint itu, ujarnya, berada di KM 42,4 Kalipahit, KM 66,8 Kantor Camat Srono dan KM 97,2 Karangsari. “Pada Etape 1, kemungkinan besar juaranya adalah pembalap sprinter. Tapi semua pembalap masih memiliki peluang yang sama,” tambah Guntur. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212082</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Generasi Kaum Millenial Dominasi Pelantikan 4.277 Anggota KPPS Kota Batu</title>
		<link>https://memontum.com/generasi-kaum-millenial-dominasi-pelantikan-4-277-anggota-kpps-kota-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jan 2024 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[anggota]]></category>
		<category><![CDATA[dominasi]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[millenial]]></category>
		<category><![CDATA[pelantikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205188</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Panitia Pemungutan Suara (PPS) desa dan kelurahan se-Kota Batu secara resmi melantik sebanyak 4277 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2024, Kamis (25/1/2024) tadi. Prosesi pelantikan itu, dilaksanakan di 24 titik lokasi di Kota Batu, secara serentak. Ketua KPU Kota Batu, Heru Joko Purwanto, yang hadir dalam momen pelantikan KPPS se-Desa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Panitia Pemungutan Suara (PPS) desa dan kelurahan se-Kota Batu secara resmi melantik sebanyak 4277 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2024, Kamis (25/1/2024) tadi. Prosesi pelantikan itu, dilaksanakan di 24 titik lokasi di Kota Batu, secara serentak.</p>



<p>Ketua KPU Kota Batu, Heru Joko Purwanto, yang hadir dalam momen pelantikan KPPS se-Desa Pendem menjelaskan bahwa salah satu modal penting sebagai anggota KPPS ialah integritas. Sikap ini, akan berpengaruh terhadap pelaksanaan tugas dan hasil kerja KPPS.&nbsp;</p>



<p>“Kata kuncinya, KPPS adalah ujung tombak suksesnya Pemilu 2024,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Heru juga menyampaikan, jika komposisi anggota KPPS pada Pemilu kali ini, didominasi oleh generasi muda atau kaum millenial. Itu karena, dalam Pemilu 2024 mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi demi tercapainya efisiensi dan efektivitas.</p>



<p>“Tentu, generasi muda adalah yang dinilai mampu menggunakan sarana teknologi informasi dengan baik,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sebagai informasi, selain pelantikan seluruh anggota KPPS, juga akan dibekali materi tentang tata kerja KPPS, pelaksanaan pendirian tempat pemungutan suara (TPS) hinggga pemahaman tahapan pemungutan dan penghitungan suara pada 14 Februari 2024 mendatang. Adapun agenda pelantikan KPPS pada 25 Januari 2024, ini dilakukan di seluruh Indonesia. Selain itu, pelaksanaan juga disertai dengan penanaman sebanyak 5.709.898 bibit secara serentak. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205188</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Kayutangan Heritage Terus Meningkat, Akhir Pekan Wisatawan Dominasi Bidik Spot Foto Instagramable</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungan-kayutangan-heritage-terus-meningkat-akhir-pekan-wisatawan-dominasi-bidik-spot-foto-instagramable</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Sep 2023 11:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dominasi]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[Instagramable]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[Meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198679</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kawasan Kampung Kayutangan Heritage Kota Malang, yang telah menjadi legacy dari Wali Kota Malang, Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, kini tidak pernah sepi dikunjungi para wisatawan. Salah satu sasarannya, adalah seperti spot-spot foto yang menarik dan instagramable untuk diabadikan selama berkunjung ke kawasan tersebut. Seperti yang terlihat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Kawasan Kampung Kayutangan Heritage Kota Malang, yang telah menjadi legacy dari Wali Kota Malang, Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, kini tidak pernah sepi dikunjungi para wisatawan. Salah satu sasarannya, adalah seperti spot-spot foto yang menarik dan instagramable untuk diabadikan selama berkunjung ke kawasan tersebut.</p>



<p>Seperti yang terlihat pada Sabtu (20/09/2023) tadi, sejumlah pengunjung atau wisatawan, banyak terlihat di kawasan tepi sungai di dalam Kampung Kayutangan Heritage. Di lokasi itu, salah satunya terdapat spot foto dinding dengan gambar bernuansa De Javasche Bank atau Bank bergaya kolonial Belanda. Spot ini, salah satu spot favorit pengunjung untuk mengabadikan momen ketika di Kayutangan Heritage.</p>



<p>Salah satu pengunjung, Paulina Arum (23), dalam keterangannya menyampaikan bahwa mengunjungi Kampung Kayutangan Heritage, seolah wisatawan dibuat flashback kembali ke zaman dahulu. Karenanya, dirinya merasa senang dan betah, jika berjalan-jalan sore dengan menikmati apa yang ada di dalam kawasan.&nbsp;</p>



<p>“Sangat senang kalau berkunjung ke sini. Apalagi, juga ada spot-spot foto yang bagus. Saya sendiri, itu sudah dua kali mengunjungi Kampung Kayutangan Heritage,” kata Arum saat di Kampung Kayutangan Heritage, Sabtu (23/09/2023) sore.</p>



<p>Selain mengaku sangat kerasan dan betah berlama-lama di sekitar kawasan, dirinya pun berharap agar spot-spot foto menarik dengan gaya serupa, pun bisa diperbanyak. Karena selain dirasa kurang, wisatawanpun saat hendak mengabadikan momen di dalam kawaaan, juga harus mengantri karena banyaknya yang ingin berfoto di spot yang sama. Apalagi, jika di hari libur seperti Sabtu, Minggu atau hari libur, wisatawan yang datang semakin banyak.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Tadi mau foto, tapi masih banyak orang. Jadinya, ya harus menunggu untuk gantian. Kalau bisa, nanti ke depan spot foto di kawasan ini bisa ditambah lagi,” katanya.</p>



<p>Selain itu, tambahnya, spot foto lain yang menarik untuk diabadikan, yaitu dengan adanya Bunga Bougenville dengan suasana ala-ala negeri ginseng, ditambah hiasan dinding bak kolonial. “Salah satu spot foto yang digemari masyarakat, karena viral juga di sosial media, itu paling banyak foto di tangga yang terletak di bawah rindangnya pohon Bunga Bougenville. Itu bagus dan bisa dibuat lagi,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Natanael Abel (23), seorang wisatawan lain juga menyampaikan agar apa yang sudah tertata di dalam kampung bisa terus dipertahankan. Karena, banyak wisatawan yang setelah berkunjung, itu merasa puas.</p>



<p>“Dari pada pergi sampai keluar kota untuk berwisata, kalau saya mending ke Kayutangan Heritage,&#8221; ucap Abel, sapaannya.</p>



<p>Apalagi, di sini juga terdapat beberapa spot foto lain. Seperti di rumah antik, dengan terdapat barang-barang kuno atau lawas yang terpajang di halaman depan rumah. Sehingga, para pengunjung bisa berfoto ria dengan barang-barang yang ada tersebut.</p>



<p>Dari pantauan Memontum.com saat mengunjungi Kampung Kayutangan Heritage di hari wekeend, pengunjung yang datang pun terus bertambah. Semakin malam, suasana semakin ramai. Aktivitas rumah-rumah lawas yang juga disulap menjadi tempat nongkrong, pun juga bisa dinikmati. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198679</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Laporan Awal Gempa Bantul, Bangunan Ambruk hingga Genteng Berjatuhan Dominasi Kerusakan</title>
		<link>https://memontum.com/laporan-awal-gempa-bantul-bangunan-ambruk-hingga-genteng-berjatuhan-dominasi-kerusakan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jun 2023 14:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[ambruk]]></category>
		<category><![CDATA[awal]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[bantul,]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[berjatuhan]]></category>
		<category><![CDATA[dominasi]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[Genteng]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[kerusakan]]></category>
		<category><![CDATA[laporan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192219</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bantul &#8211; Gempa Magnitudo 6,6 mengguncang wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (30/06/2023) sekitar pukul 19:57. Akibat gempa itu, sejumlah rumah warga di wilayah Gunung Kidul, dilaporkan mengalami kerusakan. Seperti di Kelurahan Pacarejo, Semanu, beberapa atap-atap rumah warga dilaporkan rusak hingga ambruk. Tidak terkecuali, beberapa bangunan di Pasar Argosari Wonosari. Bahkan, kerusakan juga terjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Bantul</strong> &#8211; Gempa Magnitudo 6,6 mengguncang wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (30/06/2023) sekitar pukul 19:57. Akibat gempa itu, sejumlah rumah warga di wilayah Gunung Kidul, dilaporkan mengalami kerusakan.</p>



<p>Seperti di Kelurahan Pacarejo, Semanu, beberapa atap-atap rumah warga dilaporkan rusak hingga ambruk. Tidak terkecuali, beberapa bangunan di Pasar Argosari Wonosari. Bahkan, kerusakan juga terjadi di Kantor Bank Daerah Gunungkidul Kota Wonosari.</p>



<p>&#8220;Banyak rumah yang rusak. Terutama, seperti pada atap hingga genteng,&#8221; ujar warga Gunung Kidul, Hendro.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kepala Bidang Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan bahwa gempa yang memiliki parameter update dengan magnitudo serta memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, maka itu merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. &#8220;Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dari informasi Memontum.com, di beberapa titik seperti kawasan Serpeng Pacarejo, Semanu, banyak atap rumah warga yang rusak atau gendengnya berjatuhan. Selain merusak rumah, fasilitas atau bangunan umum, pun terdampak terutama pada genteng.</p>



<p>Hal tidak jauh berbeda, juga di kawasan Kalangbangi Semanu, Karangasem, Mulo, Wonosari. Bahkan di Ponjong, plafon masjid runtuh, sementara Balai Padukuhan Sawit Kidul Gombang, juga gentengnya rontok. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192219</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wilayah Kecamatan Batu Dominasi Kasus Penyebaran DBD Kota Batu</title>
		<link>https://memontum.com/wilayah-kecamatan-batu-dominasi-kasus-penyebaran-dbd-kota-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jun 2023 05:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[dominasi]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[penyebaran]]></category>
		<category><![CDATA[wilayah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191864</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Selama kurun waktu Januari hingga Mei 2023, sebanyak 56 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terdata di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu. Dari data itu, wilayah Kecamatan Kota menjadi kecamatan yang mendominasi kasus sebaran DBD. Koordinator Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penanganan Bencana, Dinas Kesehatan Kota Batu, dr Susana Indahwati, mengatakan selama ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Selama kurun waktu Januari hingga Mei 2023, sebanyak 56 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terdata di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu. Dari data itu, wilayah Kecamatan Kota menjadi kecamatan yang mendominasi kasus sebaran DBD.</p>



<p>Koordinator Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penanganan Bencana, Dinas Kesehatan Kota Batu, dr Susana Indahwati, mengatakan selama ini untuk meminimalisir kasus DBD, dinas senantiasa meningkatkan koordinasi dengan rumah sakit di Kota Batu. Sehingga, dari data kasus DBD maupun Demam Dengue (DD), itu dapat segera dilakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) oleh dinas.</p>



<p>&#8220;Jadi, selama kurun waktu lima bulan terakhir atau hingga Mei 2023, kasus DBD yang tersebar di Kota Batu mencapai 56 kasus,&#8221; terangnya di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Senin (26/06/2023) tadi.</p>



<p>Dari total kasus, tambahnya, semua tersebar di tiga kecamatan di wilayah Kota Batu. Dengan uraian, Kecamatan Batu ada 28 kasus, disusul Kecamatan Junrejo ada 20 kasus dan Kecamatan Bumiaji ada 8 kasus.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Sebaran kasus DBD di Kecamatan Batu tertinggi yaitu 28 kasus,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sebaran DBD ini, tambahnya, diikuti kasus Dengue Shock Syndrome (DSS) dan DD. Dimana, kasus DSS hanya satu orang dan DD ada 41 orang.</p>



<p>&#8220;Kasus DSS terjadi di Kecamatan Junrejo ada satu orang. Kemudian, untuk sebaran DD tertinggi di Kecamatan Batu 20 kasus, disusul Kecamatan Junrejo 13 orang dan 8 orang di Kecamatan Bumiaji,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Untuk langkah antisipasi, paparnya, dinas melakukan PE dengan tujuan untuk memutus mata rantai penyebaran DBD. Termasuk, sosialisasi ke masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan untuk selalu membersihkan sarang nyamuk.</p>



<p>&#8220;Tentunya, dengan pembersihan sarang nyamuk, ini menjadi upaya pencegahan serangan wabah DBD. Puskesmas juga kita minta rutin secara berkala melakukan pemantauan jentik bersama kader jumantik di tiap desa dan kelurahan se Kota Batu,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191864</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
