<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>domisili &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/domisili/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Jun 2025 07:59:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>domisili &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>SPMB Sekolah Negeri di Kota Malang Resmi Dibuka, Jalur Domisili Masih Jadi Fokus Utama</title>
		<link>https://memontum.com/spmb-sekolah-negeri-di-kota-malang-resmi-dibuka-jalur-domisili-masih-jadi-fokus-utama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dibuka]]></category>
		<category><![CDATA[domisili]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222880</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sekolah negeri di Kota Malang resmi dimulai Selasa (10/06/2025) hingga Rabu (18/06/2025) mendatang, dengan menawarkan beberapa jalur pendaftaran. Mulai dari jalur domisili, jalur afirmasi, jalur mutasi, jalur prestasi akademik dan jalur mutasi non akademik. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan bahwa untuk saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sekolah negeri di Kota Malang resmi dimulai Selasa (10/06/2025) hingga Rabu (18/06/2025) mendatang, dengan menawarkan beberapa jalur pendaftaran. Mulai dari jalur domisili, jalur afirmasi, jalur mutasi, jalur prestasi akademik dan jalur mutasi non akademik.</p>



<p>Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan bahwa untuk saat ini masih dibuka pada jalur domisili. Dalam prosesnya juga telah berjalan dengan baik dan lancar. Meski ada keluhan, itu masih bisa teratasi.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah proses SPMB yang dimulai pada hari Selasa, mulai TK, SD, SMP negeri, khususnya jalur domisili, berjalan dengan baik dan lancar. Sampai detik ini tidak ada keluhan masyarakat yang berarti,” kata Suwarjana, Kamis (12/06/2025) tadi.</p>



<p>Untuk mengantisipasi permasalahan teknis, ujarnya, posko pengaduan SPMB juga telah dibuka. Baik itu di setiap sekolah negeri serta di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang. Untuk pengaduan yang paling banyak, menurutnya masih berkaitan dengan penentuan titik domisili.</p>



<p>“Misalnya ada warga yang merasa rumahnya lebih dekat, tetapi sistem menunjukkan tetangganya lebih dekat. Setelah kami cek dan perbaiki, biasanya bisa langsung diselesaikan, baik di sekolah maupun di dinas,” jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Salah satu persoalan lain, adalah Kartu Keluarga (KK) yang belum berusia satu tahun. Suwarjana menyebut, sistem secara otomatis akan menolak KK yang belum memenuhi syarat tersebut.</p>



<p>&#8220;Tapi bisa diatasi dengan melampirkan KK lama sebagai bukti dan itu bisa diterima untuk proses selanjutnya,” ujarnya.</p>



<p>Kemudian berkaitan dengan usia penerimaan siswa SD, Suwarjana menekankan bahwa usia minimal yang diutamakan adalah 6,5 tahun, terutama jika calon peserta didik berada dalam radius 250 meter dari sekolah. Namun, anak berusia 6 tahun masih bisa diterima, asal menyertakan surat keterangan dari psikolog atau sekolah asal.</p>



<p>“Kalau kuota di radius 250 meter tidak terpenuhi, maka sisa kuota akan diperebutkan oleh pendaftar dengan usia paling tua, tanpa memperhatikan jarak. Tapi tetap, radius 250 meter kami prioritaskan dulu,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut terkait dengan daya tampung sekolah, Suwarjana mengakui masih ada yang kekurangan siswa, terutama di sekolah dasar. Meski demikian, pihaknya belum mengambil langkah merger kelas secara gegabah.</p>



<p>“Kami tidak serta-merta merger. Kalau memang sampai tiga atau empat tahun ke depan tidak ada siswa baru, baru kami pertimbangkan untuk merger. Definisi kekurangan siswa adalah jika rombelnya kurang dari 10,” imbuh Suwarjana. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222880</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
