<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>dompet &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dompet/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Nov 2023 14:17:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>dompet &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gondol Dompet Pemilik Toko Pakan Burung, Pria Asal Paiton Probolinggo Dibekuk Petugas</title>
		<link>https://memontum.com/gondol-dompet-pemilik-toko-pakan-burung-pria-asal-paiton-probolinggo-dibekuk-petugas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Nov 2023 13:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[burung,]]></category>
		<category><![CDATA[dibekuk]]></category>
		<category><![CDATA[dompet]]></category>
		<category><![CDATA[gondol]]></category>
		<category><![CDATA[paiton,]]></category>
		<category><![CDATA[pemilik]]></category>
		<category><![CDATA[petugas]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201059</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Jamaluddin (43) warga Desa Kalikajar Wetan, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, harus berurusan dengan polisi. Terduga tersangka ini, diduga hendak membawa kabur dompet milik toko Pakan Burung, yakni Aminah, di Desa Karanggeger, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Senin (06/11/2023) tadi. Kapolsek Pajarakan, Iptu Eko Purwadi, mengatakan bahwa kejadian tersebut bermula saat pemilik toko atau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Jamaluddin (43) warga Desa Kalikajar Wetan, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, harus berurusan dengan polisi. Terduga tersangka ini, diduga hendak membawa kabur dompet milik toko Pakan Burung, yakni Aminah, di Desa Karanggeger, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Senin (06/11/2023) tadi.</p>



<p>Kapolsek Pajarakan, Iptu Eko Purwadi, mengatakan bahwa kejadian tersebut bermula saat pemilik toko atau korban, sedang menyapu di halaman rumahnya yang berdampingan dengan toko miliknya. Saat tengah menyapu itu, korban melihat seorang pria yang masuk ke dalam tokonya. Karena gerak-geriknya mencurigakan dan masuk ke toko yang saat itu dalam kondisi kosong, seketika itu korban pun berusaha mendekati.</p>



<p>Namun sayangnya, ujar Kapolsek, saat korban hendak mendekati tokonya, pria yang tidak dikenalinya itu menyadari tujuan korban. Akibatnya, pria inipun buru-buru hendak meninggalkan lokasi, sehingga membuat korban kian curiga.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Ketika dihampiri korban, tiba-tiba pelaku itu dengan terburu-buru keluar dari toko dan menuju ke sepeda motor yang digunakan sebagai sarana. Tak ayal, korban pun menarik jaket tersangka dan ternyata diketahui dompet korban sudah berpindah tangan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Menyadari hal itu, lanjutnya, kontan korban berteriak minta tolong. Sementara tersangka yang kepergok, pun tidak bisa berbuat banyak. Apalagi, warga berdatangan dan sempat melakukan pemukulan, sebelum akhirnya diamankan petugas.</p>



<p>&#8220;Dari kejadian ini, terhadap tersangka masih dilakukan pemeriksaan. Adapun barang bukti, kendaraan yang digunakan sebagai sarana, dompet dan uang,&#8221; imbuhnya. <strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201059</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gubernur Jatim Hadiri Grand Launching Rumah Sakit Hasyim Asy&#8217;ari Dompet Dhuafa Tebuireng</title>
		<link>https://memontum.com/gubernur-jatim-hadiri-grand-launching-rumah-sakit-hasyim-asyari-dompet-dhuafa-tebuireng</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Aug 2023 12:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[asy’ari]]></category>
		<category><![CDATA[dhuafa]]></category>
		<category><![CDATA[dompet]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[hasyim]]></category>
		<category><![CDATA[launching]]></category>
		<category><![CDATA[tebuireng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195328</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri grand launching Rumah Sakit Hasyim Asy&#8217;ari (RSHA) Dompet Dhuafa Tebuireng, Kabupaten Jombang, Selasa (08/08/2023) tadi. Dengan mengusung tema &#8216;Berkhidmat Melayani Kesehatan Masyarakat&#8217;, RSHA diharapkan bisa bermanfaat untuk masyarakat. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam sambutannya mengatakan bahwa RS Hasyim Asy&#8217;ari ini adalah rumah sakit [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Jombang</strong> &#8211; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri grand launching Rumah Sakit Hasyim Asy&#8217;ari (RSHA) Dompet Dhuafa Tebuireng, Kabupaten Jombang, Selasa (08/08/2023) tadi. Dengan mengusung tema &#8216;Berkhidmat Melayani Kesehatan Masyarakat&#8217;, RSHA diharapkan bisa bermanfaat untuk masyarakat.</p>



<p>Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam sambutannya mengatakan bahwa RS Hasyim Asy&#8217;ari ini adalah rumah sakit kolaborasi yang luar biasa. Yakni, memiliki ide besar yang diinisiasi oleh almarhum Sholahudin Wahid bersama donatur dan para eksportis, karena dibutuhkan pemikiran strategis sehingga sampai bisa terwujudnya rumah sakit ini.</p>



<p>&#8220;Sesungguhnya kunci satu kolaborasi ide besar yang diinisiasi oleh almarhum Sholahudin Wahid bertemu dengan banyak donatur dan para eksportis. Karena di sini, butuh banyak pemikiran strategis dan akhirnya hari ini, bersama-sama kita hadir memberikan doa khidmat pada peresmian Rumah Sakit Hasyim Asy&#8217;ari. Di sini saya hadir bersama Direktur Utama RS Dr Soetomo serta RS Jiwa Menur,&#8221; ujar Gubernur Khofifah.</p>



<p>Pihaknya menjelaskan, semakin banyak rumah sakit, diharapkan bisa semakin membantu masyarakat. &#8220;Makin bisa mendekatkan pelayanan, mempercepat, mempermudah sehingga bisa menyapa masyarakat terutama masyarakat kurang mampu yang belum bisa di cover BPJS,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi, menyampaikan semua pihak berperan penting dalam mewujudkan RSHA menjadi kenyataan. Mewujudkan fasilitas kesehatan bagi masyarakat umum, khususnya kaum dhuafa. Sebab, setiap individu, keluarga dan masyarakat berhak mendapatkan perlindungan terhadap kesehatan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Tetapi, tidak semua bisa menikmati akses pelayanan kesehatan. Khususnya kaum Dhuafa, yang terkadang menemui berbagai kendala untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan secara paripurna. Mari kita wujudkan pelayanan yang nyaman dan menyehatkan masyarakat,” ungkapnya.</p>



<p>Ditambahkannya, banyak pihak yang ingin bekerja sama dengan Dompet Dhuafa. Namun, Dompet Dhuafa memilih bekerjasama dengan Pondok Pesantren Tebuireng. Kerja sama ini, menyangkut kerja sama sosial, kerja sama intelektual, kultural dan spriritual.</p>



<p>“Saya ingin sehat jasmani, sehat rohani dan sehat kantong. Banyak orang sakit yang setelah melakukan perawatan di rumah sakit, menjadi miskin. Kita berdayakan pasien untuk bisa mandiri dengan memberikan peralatan dan fasilitas yang memadai. Dompet Dhuafa juga memiliki dapur sehat, sehingga RSHA ini bisa melayani kepentingan masyarakat,” paparnya</p>



<p>Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz, juga menyampaikan bahwa RSHA merupakan salah satu bentuk kerja sama antara Pondok Pesantren Tebuireng dengan Dompet Dhuafa yang ahli di bidang rumah sakit. Terlebih lagi, Dompet Dhuafa sudah memiliki tujuh rumah sakit, salah satunya Rumah Sakit Hasyim Asy&#8217;ari.</p>



<p>&#8220;Awal tahun 2023 pembangunan rumah sakit ini sudah selesai dan dilanjut dengan melengkapi peralatan medis lainnya. Semoga melalui Rumah Sakit Hasyim Asy&#8217;ari ini, bisa berkhidmat pada masyarakat dalam bidang kesehatan. Saya yakin rumah sakit ini siap beroperasi dengan tenaga kerja medis yang profesional. Sehingga, bisa menjadi rujukan rumah sakit di berbagai daerah dan bermanfaat bagi masyarakat,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Hadir pula dalam kegiatan ini, Staf Ahli Gubenur Jawa Timur,  Akhmad Jazuli , Inisiator RSHA, Farida Salahuddin Wahid, Bupati Jombang diwakili Asisten 1, Purwanto, Kapolres Jombang diwakili Wakapolres Jombang, Kompol Hari Kurniawan, Forkopimcam Diwek, kepala desa se-Kecamatan Diwek serta segenap donatur. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195328</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kejujuran Driver Ojol Kediri Tuai Apresiasi Mas Dhito, Usai Kembalikan Dompet Berisi Uang Jutaan</title>
		<link>https://memontum.com/kejujuran-driver-ojol-kediri-tuai-apresiasi-mas-dhito-usai-kembalikan-dompet-berisi-uang-jutaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Jul 2023 13:14:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[berisi]]></category>
		<category><![CDATA[Dhito]]></category>
		<category><![CDATA[dompet]]></category>
		<category><![CDATA[driver]]></category>
		<category><![CDATA[jutaan]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kejujuran]]></category>
		<category><![CDATA[Kembalikan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[Ojol]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[tuai]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<category><![CDATA[usai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193500</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Pengemudi ojek online (Ojol) bernama Anggit Setiawan (35), yang menemukan dompet berisi uang dengan nilai lebih dari Rp 5 juta di jalan dan dikembalikan kepada pemiliknya, melalui stasiun radio di Kediri, menuai perhatian. Sikap jujur pengemudi Ojol asal Desa Wonojoyo, Gurah, itu berbuah manis dengan diundang oleh Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Pengemudi ojek online (Ojol) bernama Anggit Setiawan (35), yang menemukan dompet berisi uang dengan nilai lebih dari Rp 5 juta di jalan dan dikembalikan kepada pemiliknya, melalui stasiun radio di Kediri, menuai perhatian. Sikap jujur pengemudi Ojol asal Desa Wonojoyo, Gurah, itu berbuah manis dengan diundang oleh Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana di Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Senin (17/07/2023) tadi.</p>



<p>Atas kejujurannya, Anggit menerima ganti apresiasi dari Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri. Tidak hanya ucapan terima kasih, bapak dua anak itu pun mendapatkan bantuan yang menjadi kebutuhannya.</p>



<p>Cerita inspirasi pengemudi ojek online ini, bermula pada Jumat (14/07/2023) sekira pukul 15.00 WIB, Anggit seperti biasa mencari orderan berkeliling melewati Kota Kediri. &#8220;Waktu melintas Jalan Kilisuci di dekat pot depan warung makan, saya lihat dompet. Kebetulan, saat itu tidak ada orang dan tidak ada juga kendaraan parkir,&#8221; cerita Anggit kepada Mas Dhito.</p>



<p>Dompet itu, pun kemudian diambilnya. Untuk memastikan pemiliknya, Anggit membuka dompet tersebut. Diketahui, pemilik dompet merupakan warga Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Saat itu, dirinya terpikir untuk mengembalikan dompet yang ditemukan.</p>



<p>&#8220;Saya mau kembalikan saat itu. Tetapi saya berfikir, iya kalau yang bersangkutan ada di rumah, tapi kalau tidak bagaimana,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Diakui Anggit, mengetahui nominal uang yang besar itu, tidak dipungkiri ada bisikan untuk tidak mengembalikan. Apalagi, pendapatan yang didapat dari pekerjaannya ojek online tidak menentu. Sedangkan, tiap bulan harus membayar angsuran pinjaman ke bank.</p>



<p>&#8220;Saat itu pula, saya berfikir kasihan kalau seandainya uang ini mau dibuat biaya ke rumah sakit atau menyekolahkan anak. Kalau saya ambil, jahat banget aku,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Dirinya lantas melanjutkan perjalanan untuk menemui istrinya yang bekerja di warung makan sekitar Simpang Lima Gumul. Kepada istrinya, Anggit menceritakan penemuan dompet berisi uang jutaan rupiah itu.</p>



<p>Fitriya Rahayu, istri Anggit, saat itu menyarankan kepada suaminya untuk mengembalikan uang itu. Masukan dari sang istri, pun semakin memantapkan niat Anggit.</p>



<p>Di rumah atau sekitar pukul 20.00 WIB, ketika tengah mengisi baterai ponsel, Anggit mendengarkan berita radio. Secara kebetulan, tersiar berita kehilangan dompet sebagaimana ciri-ciri yang ditemukan.</p>



<p>Mendengar berita itu, Anggit lantas menghubungi pihak radio. Setelah dikonfirmasi, malam itu pula pengemudi ojek online itu menyerahkan dompet berisi uang itu kepada pemiliknya di tempat radio yang menyiarkan.</p>



<p>Mendengar cerita Anggit, Mas Dhito seketika langsung memuji sikap kejujuran yang ada pada diri warganya tersebut. Dirinya merasa bangga, dengan sikap Anggit yang tidak mau mengambil sesuatu yang bukan miliknya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kalau sampeyan punya uang segitu, untuk apa mas?,&#8221; tanya Mas Dhito.</p>



<p>Seketika itu, Anggit pun menjawab untuk melunasi hutang. &#8220;Saya pingin lunasi hutang,&#8221; jawab Anggit.</p>



<p>Kepada orang nomor satu di Kabupaten Kediri itu, Anggit menceritakan kondisi rumah yang ditempati bersama istri dan kedua anaknya. Rumahnya sederhana, bahkan tanah yang ditempati merupakan pemberian saudaranya.</p>



<p>Untuk membangun rumah, Anggit meminjam uang dari bank. Setidaknya, sudah setahunan, Anggit setiap bulannya menyisihkan penghasilannya mengojek untuk membayar angsuran.</p>



<p>&#8220;Kalau saya ingin bantu kira-kira apa mas?,&#8221; ujar Mas Dhito bertanya kepada Anggit.</p>



<p>Mendengar pertanyaan itu, Anggit tidak langsung menjawab. Setelah berfikir sesaat, dirinya meminta izin kepada Mas Dhito, untuk diberikan pekerjaan.</p>



<p>&#8220;Kalau bisa, pekerjaan pak,&#8221; jawab Anggit.</p>



<p>Mendengar jawaban Anggit, Mas Dhito merasa senang. Dirinya lantas mengaku akan mencarikan pekerjaan yang diharapkan bisa memberikan penghasilan tetap dan mengangkat kesejahteraan keluarga warganya tersebut.</p>



<p>Menurut Mas Dhito, dalam setiap pekerjaan kejujuran dan loyalitas itu sesuatu yang utama. Selain pekerjaan, bupati muda itu mengaku akan membantu membangunkan rumah Anggit supaya dapat lebih layak.</p>



<p>Tidak hanya itu, dengan uang pribadinya, Mas Dhito juga membayarkan sisa angsuran hutang Anggit ke bank. Bagi Mas Dhito, orang yang berani jujur dan berani mengatakan tidak yang bukan haknya itu harus kita apresiasi.</p>



<p>Dirinya berpesan kepada warganya itu, ketika nantinya telah mendapatkan pekerjaan supaya memberinya kabar. Kepada kedua anak dan istri yang ikut menemui, Mas Dhito pun menyampaikan bahwa mereka harus bangga memiliki sosok suami dan bapak yang jujur.</p>



<p>&#8220;Mas tidak usah terima kasih pada saya. Karena jenengan mengembalikan uang itu, Allah menggunakan tangan saya bantu jenengan. Terimakasihnya kepada Gusti Allah. Saya hanya perantara saja,&#8221; ucap Mas Dhito.</p>



<p>Dari kisah Anggit, Mas Dhito mengajak supaya budaya kejujuran tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari. Tidak lupa, Mas Dhito menyampaikan terima kasih kepada Radio Andika, sebagai media yang selama ini aktif menjembatani informasi di tengah masyarakat. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193500</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
