<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>dongeng &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dongeng/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Sep 2019 15:21:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>dongeng &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tarik Minat Baca Anak Lewat Edukasi Dongeng</title>
		<link>https://memontum.com/tarik-minat-baca-anak-lewat-edukasi-dongeng</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Feb 2019 12:09:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Minat Baca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/76547-tarik-minat-baca-anak-lewat-edukasi-dongeng</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Tingkat minat baca anak terancam terus tergerus seiring perkembangan teknologi. Ini disikapi Sekolah Dasar (SD) Kristen Dharma Mulya Surabaya. Untuk menanamkan minat baca ke siswa, sekolahan tersebut menghadirkan pendongeng. Siswa dilibatkan langsung dalam baca buku dan dongeng. Tim Pendongeng dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya adalah pihak yang mengisi materi. Tim [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Tingkat minat baca anak terancam terus tergerus seiring perkembangan teknologi. Ini disikapi Sekolah Dasar (SD) Kristen Dharma Mulya Surabaya. Untuk menanamkan minat baca ke siswa, sekolahan tersebut menghadirkan pendongeng. Siswa dilibatkan langsung dalam baca buku dan dongeng.</p>
<p>Tim Pendongeng dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya adalah pihak yang mengisi materi. Tim itu membawakan dongeng tentang persahabatan dengan mengajak siswa kelas satu dan dua berinteraksi secara langsung. Ini karena setiap anak-anak banyak memiliki sosok sahabat.</p>
<p>Handoko, akrab disapa Kak Han adalah salah satu pendongeng. Dia memilih tema lingkungan untuk anak-anak. Seperti pentingnya merawat pohon yang ada di lingkungan masing-masing, juga dampaknya jika pohon-pohon ditebang.</p>
<p>Dengan mengajak siswa kelas tiga dan empat untuk menjadi pohon, hal ini dilakukan agar anak-anak penerus bangsa tertanam di jiwanya akan pentingnya merawat pohon.</p>
<p>Menurut Handoko, sebenarnya jika mendongeng tidak boleh langsung memberi tahu soal pesan moralnya. Tetapi dengan berinteraksi secara langsung terlebih dahulu, maka anak-anak secara tidak langsung mendapatkan pesan moral tanpa diutarakan.</p>
<p>“Tujuannya mentreatment mereka (anak-anak) agar mencintai lingkungan, cinta pada tanaman dan pohon-pohon yang ada di sekitar. Karena tumbuhan sangat penting untuk menjaga kondisi bumi,” urainya.</p>
<p>Sementara itu, Etty Yuliani Direktur Yayasan Pendidikan Dharma Mulya Surabaya mengatakan jika tujuannya mengundang tim pendongeng untuk memberikan edukasi terhadap murid agar gemar membaca buku. Karena setiap orang yang mendongeng pasti membaca buku.</p>
<p>“Dengan mendongeng membuat anak berani berkomunikasi dengan orang lain. Dan pasti dari dongeng diharapkan banyak pesan-pesan moral yang bisa d tangkap anak-anak dan bisa dilakukan dalam kehidupannya,” ucapnya.</p>
<p>Kegiatan ini merupakan bagian dari salah satu kegiatan yang dilakukan perpustakaan SD Kristen Dharma Mulya, supaya anak-anak tidak memiliki pemikiran bahwa perpustakaan itu tempat untuk membaca harus diam, tidak. Tapi Etty berharap agar perpustakaan bisa menjadi tempat berekspresi, tempat mereka membuat puisi, bercerita, melakukan dialog, diskusi.</p>
<p>“Jadi perpustakaan yang dulunya membosankan, sekarang bisa menjadi tempat bermain, sumber belajar yang menyenangkan. Tanpa disadari melalui dongeng mereka menangkap pesan-pesan tertentu yang bisa mereka terapkan di kehidupan sehari-hari. Berani berpendapat, menjadi seorang yang berani berbicara juga meningkatkan minat baca,” tutupnya. <strong>(est/ano/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">76547</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menarik Minat Pembaca Anak, Diawali dengan Dongeng</title>
		<link>https://memontum.com/menarik-minat-pembaca-anak-diawali-dengan-dongeng</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Dec 2017 07:32:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gresik]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[taman baca masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/14450-menarik-minat-pembaca-anak-diawali-dengan-dongeng</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Gresik &#8212; Menumbuhkan kecintaan literasi kepada anak-anak, taman baca masyarakat (TBM) Dadali Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik, Jawa Timur menggelar berbagai kegiatan. Salah satunya anak-anak diajak untuk mendengarkan dongeng. Riuh gemuruh terdengar dari bangunan sederhana ukuran 6 x 3 meter, sudah berkumpul 20 anak sekitar TBM Dadali dan karang taruna Desa Suci. Keriuhan tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Gresik</strong> &#8212; Menumbuhkan kecintaan literasi kepada anak-anak, taman baca masyarakat (TBM) Dadali Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik, Jawa Timur menggelar berbagai kegiatan. Salah satunya anak-anak diajak untuk mendengarkan dongeng.</p>
<p>Riuh gemuruh terdengar dari bangunan sederhana ukuran 6 x 3 meter, sudah berkumpul 20 anak sekitar TBM Dadali dan karang taruna Desa Suci.</p>
<p>Keriuhan tersebut semakin meriah dengan kedatangan Nur Qomari atau yang akrab disapa kak Ari dengan menggunakan sorban hijau dikalungkan di lehernya.</p>
<p>Kak Ari yang juga Kepala SD Muhammadiyah 2 GKB, Gresik sengaja datang untuk mendongeng dengan judul &#8220;Si Kecil Mungil&#8221;.</p>
<p>Dongeng tersebut berkisah tentang kehidupan seorang perempuan usia 35 tahun yang bertubuh kecil nan mungil.</p>
<p>Saat si kecil mungil berjalan-jalan di hutan hingga malam hari, dia menemukan sebuah benda putih dan mengambilnya.</p>
<p>Sesampainya di rumah, si kecil mungil istirahat namun tengah malam muncul suara yang meminta si kecil untuk mengembalikan benda putih tersebut ke tempat semula.</p>
<p>Nur Qomari menjelaskan mendongeng merupakan salah satu upaya untuk memberikan pesan moral positif bagi anak-anak. Ari menjelaskan, dari dongeng &#8216;Si Kecil Mungil&#8217; yang ia bawakan, dirinya berharap anak-anak bisa berperilaku jujur.</p>
<p>&#8220;Pesan yang diharapkan adalah anak-anak agar berlaku jujur dan tidak mengambil barang milik orang lain,&#8221; katanya, Kamis (21/12/2017).</p>
<p>Ari menambahkan, hadirnya untuk mengisi kegiatan di taman baca ini untuk menyemangati pengelola TBM Dadali.</p>
<p>Semantara itu, Bu Singgah yang juga pengelola TBM Desa Suci mengatakan taman baca ini bebas untuk kegiatan masyarakat berbagai kalangan. Mereka bisa belajar, membaca buku hingga berkegiatan positif.</p>
<p>Seperti mendongeng ini, Singgah menyatakan, kegiatan ini bisa mendorong literasi anak-anak. Setidaknya dari mendengarkan dongeng di taman baca, anak-anak bisa lebih mengenal perpustakaan sebagai cakrawala dunia.</p>
<p>&#8220;Memberikan sedikit wawasan dengan kuis yang terkait dengan bacaan di perpus kami, menumbuhkan rasa berani bicara akan pendapatnya, melatih mengeluarkan ide-ide, memberikan wacana baru tentang manfaat perpus serta menyampaikan pesan moral melalui dongeng,&#8221; tambah dia.</p>
<p>Sampai saat ini mempunyai TBM Dadali mempunyai 600 buku koleksi, dana perawatan dan penambahan buku berasal dari donatur pribadi, donatur luar serta barang bekas. <strong>(gbr/sgg/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">14450</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menarik Minat Pembaca Anak, Diawali dengan Dongeng</title>
		<link>https://memontum.com/menarik-minat-pembaca-anak-diawali-dengan-dongeng-2</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Dec 2017 07:32:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gresik]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[taman baca masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://memontum.com/94991-menarik-minat-pembaca-anak-diawali-dengan-dongeng-2</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Gresik &#8212; Menumbuhkan kecintaan literasi kepada anak-anak, taman baca masyarakat (TBM) Dadali Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik, Jawa Timur menggelar berbagai kegiatan. Salah satunya anak-anak diajak untuk mendengarkan dongeng. Riuh gemuruh terdengar dari bangunan sederhana ukuran 6 x 3 meter, sudah berkumpul 20 anak sekitar TBM Dadali dan karang taruna Desa Suci. Keriuhan tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Gresik</strong> &#8212; Menumbuhkan kecintaan literasi kepada anak-anak, taman baca masyarakat (TBM) Dadali Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik, Jawa Timur menggelar berbagai kegiatan. Salah satunya anak-anak diajak untuk mendengarkan dongeng.</p>
<p>Riuh gemuruh terdengar dari bangunan sederhana ukuran 6 x 3 meter, sudah berkumpul 20 anak sekitar TBM Dadali dan karang taruna Desa Suci.</p>
<p>Keriuhan tersebut semakin meriah dengan kedatangan Nur Qomari atau yang akrab disapa kak Ari dengan menggunakan sorban hijau dikalungkan di lehernya.</p>
<p>Kak Ari yang juga Kepala SD Muhammadiyah 2 GKB, Gresik sengaja datang untuk mendongeng dengan judul &#8220;Si Kecil Mungil&#8221;.</p>
<p>Dongeng tersebut berkisah tentang kehidupan seorang perempuan usia 35 tahun yang bertubuh kecil nan mungil.</p>
<p>Saat si kecil mungil berjalan-jalan di hutan hingga malam hari, dia menemukan sebuah benda putih dan mengambilnya.</p>
<p>Sesampainya di rumah, si kecil mungil istirahat namun tengah malam muncul suara yang meminta si kecil untuk mengembalikan benda putih tersebut ke tempat semula.</p>
<p>Nur Qomari menjelaskan mendongeng merupakan salah satu upaya untuk memberikan pesan moral positif bagi anak-anak. Ari menjelaskan, dari dongeng &#8216;Si Kecil Mungil&#8217; yang ia bawakan, dirinya berharap anak-anak bisa berperilaku jujur.</p>
<p>&#8220;Pesan yang diharapkan adalah anak-anak agar berlaku jujur dan tidak mengambil barang milik orang lain,&#8221; katanya, Kamis (21/12/2017).</p>
<p>Ari menambahkan, hadirnya untuk mengisi kegiatan di taman baca ini untuk menyemangati pengelola TBM Dadali.</p>
<p>Semantara itu, Bu Singgah yang juga pengelola TBM Desa Suci mengatakan taman baca ini bebas untuk kegiatan masyarakat berbagai kalangan. Mereka bisa belajar, membaca buku hingga berkegiatan positif.</p>
<p>Seperti mendongeng ini, Singgah menyatakan, kegiatan ini bisa mendorong literasi anak-anak. Setidaknya dari mendengarkan dongeng di taman baca, anak-anak bisa lebih mengenal perpustakaan sebagai cakrawala dunia.</p>
<p>&#8220;Memberikan sedikit wawasan dengan kuis yang terkait dengan bacaan di perpus kami, menumbuhkan rasa berani bicara akan pendapatnya, melatih mengeluarkan ide-ide, memberikan wacana baru tentang manfaat perpus serta menyampaikan pesan moral melalui dongeng,&#8221; tambah dia.</p>
<p>Sampai saat ini mempunyai TBM Dadali mempunyai 600 buku koleksi, dana perawatan dan penambahan buku berasal dari donatur pribadi, donatur luar serta barang bekas. <strong>(gbr/sgg/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">94991</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
