<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Dukuh Baran &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dukuh-baran/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Jan 2020 12:25:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Dukuh Baran &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pemkot Malang Akan Bedah 18 Rumah Kurang Layak Huni di Buring</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-akan-bedah-18-rumah-kurang-layak-huni-di-buring</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jan 2020 12:24:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Bedah Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Dukuh Baran]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/104065-pemkot-malang-akan-bedah-18-rumah-kurang-layak-huni-di-buring</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan melakukan bedah rumah pada sejumlah rumah di Kelurahan Buring Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Dalam program bedah rumah tersebut, Pemkot Malang juga akan menggandeng beberapa stakeholder. Walikota Malang, Sutiaji mengatakan, setidaknya akan ada 18 rumah kurang layak huni yang nantinya akan diikutkan dalam program bedah rumah. Hal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan melakukan bedah rumah pada sejumlah rumah di Kelurahan Buring Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Dalam program bedah rumah tersebut, Pemkot Malang juga akan menggandeng beberapa stakeholder. Walikota Malang, Sutiaji mengatakan, setidaknya akan ada 18 rumah kurang layak huni yang nantinya akan diikutkan dalam program bedah rumah.</p>
<p>Hal itu dikatakan oleh Sutiaji saat ditemui di sela kegiatannya di Dukuh Baran, Kelurahan Buring Kecamatan Kedungkandang Kota Malang belum lama ini. Ia mengatakan, program bedah rumah adalah salah satu program Pemkot Malang yang telah dijalankan sejak beberapa tahun terakhir. Dimana hal tersebut dimaksudkan untuk membantu warga kurang mampu.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-104066" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200113-WA0160-copy.jpg?resize=740%2C493&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="493" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200113-WA0160-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200113-WA0160-copy.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200113-WA0160-copy.jpg?resize=600%2C400&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200113-WA0160-copy.jpg?resize=200%2C133&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Ya nanti akan segera kita daftarkan ke dinas terkait. Ada kerjasama dari Dinsos, DPUPR Perkim, dan perangkat daerah lainnya,&#8221; ujar Sutiaji.</p>
<p>Salah satunya adalah, rumah milik Nenek Atuh yabg terletak di RT 02 RW 07 Dukuh Baran Kelurahan Buring Kecamatan Kedungkandang. Dari pantauan di lapangan, rumah Nenek Atun masih terbuat dari bambu dengan beralaskan tanah.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Sutiaji juga menyempatkan diri untuk sedikit berbincang pada Nenek yang sehari harinya hanya tinggal sendirian di rumah miliknya tersebut. Yang pada saat itu, Nenek Atun didampingi oleh salah satu Pekerja Sosia (Peksos) Dinsos Kota Malang.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://kotamalang.memontum.com/2968-dukuh-baran-buring-akan-diusung-jadi-wisata-bernuansa-desa-di-kota-malang" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Dukuh Baran Buring, akan Diusung Jadi Wisata Bernuansa Desa di Kota Malang</a></p>
<p>Sutiaji menjelaskan, ada beberapa syarat sebuah rumah untuk diikutsertakan dalam program bedag rumah. Beberapa diantaranya adalah rumah dibangun di atas tanah milik pribadi, rumah dalam kondisi yang tidak layak huni, dan pemilik rumah dalam kondisi yang kurang mampu.</p>
<p>&#8220;Nantiny, rumah yang terdaftar dalam program bedah rumah akan dibangun sesuai dengan standar rumah layak huni,&#8221; pungkas Sutiaji. <strong>(iki/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">104065</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Walikota Malang Dukung Komunal Branding &#8220;Eduwisata Kampung Buah Bercahaya&#8221;</title>
		<link>https://memontum.com/walikota-malang-dukung-komunal-branding-eduwisata-kampung-buah-bercahaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jan 2020 14:22:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dukuh Baran]]></category>
		<category><![CDATA[Eduwisata]]></category>
		<category><![CDATA[walikota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/103956-walikota-malang-dukung-komunal-branding-eduwisata-kampung-buah-bercahaya</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebanyak 10 ribu bibit pohon pepaya ditanam di wilayah Dukuh Baran Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Minggu (12/1/2020). Walikota Malang, H Sutiaji yang berkesempatan hadir menyampaikan bahwa kawasan Dukuh Baran memiliki pemandangan yang indah dan sangat asri. Sehingga sangat tepat jika ditata sebagai kawasan wisata ala pedesaan. Terlebih, wisata yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebanyak 10 ribu bibit pohon pepaya ditanam di wilayah Dukuh Baran Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Minggu (12/1/2020). Walikota Malang, H Sutiaji yang berkesempatan hadir menyampaikan bahwa kawasan Dukuh Baran memiliki pemandangan yang indah dan sangat asri. Sehingga sangat tepat jika ditata sebagai kawasan wisata ala pedesaan. Terlebih, wisata yang mengusung konsep pedesaan saat ini makin banyak diminati.</p>
<p>Dengan mengusung konsep pedesaan, Kota Malang akan memiliki Eduwisata Kampung Buah Bercahaya. Bukan hanya buah pepaya; di sana juga akan ditanam sederet buah-buahan lainnya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-103957" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200112-WA0132-copy.jpg?resize=740%2C493&#038;ssl=1" alt="Walikota Malang Dukung Komunal Branding Eduwisata Kampung Buah Bercahaya" width="740" height="493" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200112-WA0132-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200112-WA0132-copy.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200112-WA0132-copy.jpg?resize=600%2C400&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200112-WA0132-copy.jpg?resize=200%2C133&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Pemandangannya di sini bagus, masih dingin dan asri. Nanti tinggal ditata sedikit, kan sekarang wisatawan cenderung ingin menikmati suasana di desa,&#8221; kata Walikota Sutiaji.</p>
<p>Dia menyampaikan, Dukuh Baran telah memiliki kelompok sadar wisata (pokdarwis). Nantinya, dinas terkait akan memberikan pendampingan terhadap Pokdarwis yang ada dalam mengelola kawasan yang ada sebagai tempat wisata. Karena nantinya, Dukuh Baran ditargetkan menjadi lokasi eduwisata berkaitan dengan sederet pohon dan buah-buahan yang ada di Kota Pendidikan ini.</p>
<p>Lebih jauh ia menyampaikan, upaya menghidupkan Dukuh Baran sebagai kawasan wisata merupakan pilihan yang tepat. Selain meningkatkan pemberdayaan dan meningkatkan perekonomian, wisata berbasis pedesaan dan tanaman tersebut dia yakini mampu membantu upaya Pemkot Malang dalam melakukan penghijauan.</p>
<p>&#8220;Selain itu, goal yang ingin kami capai salah satunya adalah menekan angka stunting. Setelah sebelumnya ada urban farming, sekarang ada upaya menanam puluhan ribu pohon pepaya. Ini akan bersinergi pada lingkungan hingga kualitas SDM,&#8221; papar Sutiaji.</p>
<p>Dia pun berharap agar masyarakat mulai memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk penghijauan. Diantaranya turut serta meningkatkan program urban farming melalui penanaman beberapa tanaman dan sayuran, minimal untuk kebutuhan rumah tangga. Jika memiliki hasil besar, maka produk bisa dipasarkan lebih luas lagi.</p>
<p>&#8220;Dan Dukuh Baran ini akan jadi pilot project untuk bisa diterapkan di daerah lain di Kota Malang,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sutiaji pun menyampaikan apresiasi terhadap stakeholder yang berperan dalam proses peningkatan perekonimian serta penghijauan tersebut. Karena program yang diinisiasi oleh Pondok Pesentren Manajer Tholabie itu telah didukung penuh masyarakat setempat, perguruan tinggi, dan stakeholder terkait.</p>
<p>Pohon pepaya dipilih untuk mengawali ragam tanaman buah di wilayah tersebut karena selain dinilai tanaman pepaya lebih mudah tumbuh dan tahan hama; tanaman pepaya juga cenderung dapat berbuah di setiap musim.<strong> (*yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">103956</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dukuh Baran Buring, akan Diusung Jadi Wisata Bernuansa Desa di Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/dukuh-baran-buring-akan-diusung-jadi-wisata-bernuansa-desa-di-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jan 2020 13:16:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dukuh Baran]]></category>
		<category><![CDATA[kampung tematik]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/103903-dukuh-baran-buring-akan-diusung-jadi-wisata-bernuansa-desa-di-kota-malang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Keberadaan kampung tematik di Kota Malang telah menjadi ikon tersendiri bagi Kota Malang. Bahkan, tak sedikit pula, wisatawan yang berkunjung di Kota Malang, karena ketertarikannya terhadap beberapa kampung tematik yang ada di Kota Malang. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sendiri juga serius untuk membangun Kampung Tematik, agar bisa menjadi salah satu destinasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Keberadaan kampung tematik di Kota Malang telah menjadi ikon tersendiri bagi Kota Malang. Bahkan, tak sedikit pula, wisatawan yang berkunjung di Kota Malang, karena ketertarikannya terhadap beberapa kampung tematik yang ada di Kota Malang. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sendiri juga serius untuk membangun Kampung Tematik, agar bisa menjadi salah satu destinasi pilihan bagi wisatawan yang berkunjung.</p>
<p>Terbaru, Pemerintah Kota Malang bakal memiliki wisata buah pepaya. Dengan mengusung konsep pedesaan, nantinya konsep wisata ini, akan ditempatkan di Dukuh Baran Kelurahan Buring Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Selain buah pepaya, nantinya di Dukuh Baran juga akan ditanami sederet buah-buahan lainnya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-103905" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200112-WA0116-copy.jpg?resize=740%2C493&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="493" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200112-WA0116-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200112-WA0116-copy.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200112-WA0116-copy.jpg?resize=600%2C400&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200112-WA0116-copy.jpg?resize=200%2C133&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Ditambah lagi, kondisi geografis Dusun Baran yang masih asri dengan pemandangan yang masih bernuansa pedesaan, akan sangat tepat jika ditata menjadi wisata bernuansa desa. Hal itu juga mengingat, ketertarikan wisatawan terhadap wisata bernuansa desa yang juga tinggi.</p>
<p>&#8220;Di Dukuh Baran ini punya pemandangan yang bagus, suasana masih asri dan dingin. Nanti mungkin hanya tinggal ditata sedikit. Mengingat sekarang juga banyak wisatawan yang cenderung ingin menikmati suasana ala pedesaan dalam berwisata,&#8221; ujar Sutiaji usai mengikuti kegiatan penanaman 10 ribu bibit pohon di Dukuh Baran, Kelurahan Buring Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, Minggu (12/1/2020) siang.</p>
<p>Saat ini, Dukuh Baran juga telah memiliki kelompok sadar wisata (pokdarwis), sehingga sebagai tindak lanjut, nantinya dinas terkait akan melakukan pendampingan terhadap pokdarwis. Pendampingan yang diberikan tentunya agar bisa fokus dalam mengelola Dukuh Baran menjadi salah satu destinasi wisata.</p>
<p>Menurut Sutiaji, langkah yang diambil untuk membangun Dukuh Baran sebagai salah satu kawasan wisata di Kota Malang merupakah upaya yang tepat. Pasalnya, selain dapat menggerakan ekonomi kerakyatan di tengah masyarakat, wisata berbasis pedesaan dan tanaman, selaras dengan upaya Pemkot Malang dalam melakukan penghijauan.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-103904" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200112-WA0120-copy.jpg?resize=740%2C444&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="444" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200112-WA0120-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200112-WA0120-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200112-WA0120-copy.jpg?resize=600%2C360&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200112-WA0120-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200112-WA0120-copy.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200112-WA0120-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Setelah sebelumnya ada urban farming, sekarang ada menanam puluhan ribu pohon pepaya. Ini akan bersinergi dalam pelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas SDM,&#8221; imbuh dia.</p>
<p>Dirinya pun juga berharap kepada masyarakat, agar bisa memulai memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk penghijauan. Diantaranya turut serta meningkatkan program urban farming melalui penanaman beberapa tanaman dan sayuran. Harapannya, bisa untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, namun jika hasilnya meningkat, bisa dipasarkan lebih meluas.</p>
<p>&#8220;Dukuh Baran ini akan menjadi pilot project agar nantinya bisa diterapkan di beberapa daerah lain di Kota Malang,&#8221; pungkasnya.<strong>(iki/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">103903</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
