<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>durian &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/durian/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Nov 2025 07:12:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>durian &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Peringatan Hari Pahlawan, Wali Kota Malang Tanam 1.000 Pohon Durian</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hari-pahlawan-wali-kota-malang-tanam-1-000-pohon-durian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2025 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[durian]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227580</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menanam 1.000 Pohon Durian di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Senin (10/11/2025) tadi. Kegiatan tersebut, diinisiasi oleh Malang Peduli Demokrasi (MPD) yang berkolaborasi dengan salah satu perguruan tinggi Fakultas Pertanian dan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu menyampaikan apresiasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menanam 1.000 Pohon Durian di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Senin (10/11/2025) tadi. Kegiatan tersebut, diinisiasi oleh Malang Peduli Demokrasi (MPD) yang berkolaborasi dengan salah satu perguruan tinggi Fakultas Pertanian dan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.</p>



<p>Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kolaborasi tersebut. Menurutnya, momentum penanaman 1.000 Pohon Durian yang bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan memiliki makna yang sangat mendalam.</p>



<p>“Kalau para pahlawan dahulu berjuang untuk memerdekakan bangsa, maka hari ini perjuangan itu diteruskan oleh MPD, Fakultas Pertanian dan Pemkot Malang dengan menanam pohon. Ini adalah perjuangan untuk anak cucu kita,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, dikatakannya bahwa program tersebut sejalan dengan Dasa Bakti Ngalam Seger yang mengedepankan peningkatan ruang terbuka hijau dan kualitas lingkungan hidup di Kota Malang. “Dengan 1.000 pohon ini, selain menjadi investasi bagi anak cucu kita, juga menambah ruang terbuka hijau yang menjadikan Kota Malang tetap sejuk dan segar,” lanjutnya.</p>



<p>Dipilihnya Kelurahan Wonokoyo sebagai lokasi penanaman, menurut Wali Kota Wahyu, bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut memiliki lahan terbuka yang luas dan kondisi tanah yang cocok untuk budidaya durian. Selain itu, Wonokoyo juga memiliki nilai historis dan potensi wisata yang menarik.</p>



<p>“Di sini juga ada nilai sejarah, karena kita berada di tempat gugurnya Pahlawan Hamid Rusdi. Selain itu, banyak potensi wisata di Wonokoyo yang bisa dikembangkan,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, dari total 1.000 bibit durian yang disediakan menurutnya sebagian juga dibagikan kepada warga untuk ditanam di halaman rumah masing-masing. “Kami berharap, ini bisa menjadi langkah nyata dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus menambah daya tarik wisata di kawasan sempadan sungai,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227580</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sejahterakan Masyarakat Desa Sumbersari, Bupati Lumajang Beri 4.504 Bibit Durian Musangking</title>
		<link>https://memontum.com/sejahterakan-masyarakat-desa-sumbersari-bupati-lumajang-beri-4-504-bibit-durian-musangking</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2025 10:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[durian]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[musangking]]></category>
		<category><![CDATA[sejahterakan]]></category>
		<category><![CDATA[sumbersari,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222141</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Penyerahan 4.504 bibit Durian Musangking varietas MK Hortimart bersertifikat label biru oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, kepada Gabungan Kelompok Tani Desa (Gapoktandes) Sumbertani, Desa Sumbersari, tidak hanya sekadar distribusi bibit unggulan. Pemerintah Kabupaten Lumajang secara serius mengedepankan edukasi dan pendampingan intensif dalam budidaya durian, agar bantuan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Penyerahan 4.504 bibit Durian Musangking varietas MK Hortimart bersertifikat label biru oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, kepada Gabungan Kelompok Tani Desa (Gapoktandes) Sumbertani, Desa Sumbersari, tidak hanya sekadar distribusi bibit unggulan. Pemerintah Kabupaten Lumajang secara serius mengedepankan edukasi dan pendampingan intensif dalam budidaya durian, agar bantuan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi petani dan perekonomian lokal.</p>



<p>Bupati Lumajang yang akrab disapa Bunda Indah, ini menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola bibit. “Kami tidak hanya menyerahkan bibit berkualitas, tapi juga menghadirkan penyuluh dan pendamping yang akan membimbing para petani mulai dari tata cara penanaman, jarak tanam, pemupukan, hingga perawatan pasca tanam,” ujarnya, di Balai Desa Sumbersari, Jumat (16/05/2025) tadi.</p>



<p>Pendampingan ini, ujarnya, dirancang untuk memastikan setiap bibit durian dapat tumbuh optimal dan menghasilkan buah berkualitas tinggi. “Dengan dukungan teknis yang tepat, bibit ini diharapkan menjadi awal dari peningkatan produktivitas dan kesejahteraan nyata bagi masyarakat Desa Sumbersari,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebagai simbol komitmen penuh, Bunda Indah turut menanam bibit durian perdana di Desa Sumbersari, menandai langkah nyata Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam mengembangkan sektor pertanian unggulan yang berkelanjutan. &#8220;Program ini bukan hanya meningkatkan kapasitas petani, tetapi juga menjadi strategi pemerintah dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah melalui agribisnis yang inovatif dan bertanggung jawab,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Dengan edukasi dan pendampingan yang menyeluruh, pemerintah memastikan bahwa bibit unggulan ini akan membawa manfaat luas, tidak hanya dari sisi hasil pertanian, tapi juga dari peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.</p>



<p>Kegiatan ini juga mendapat pengawasan dari pihak Kejaksaan Negeri Lumajang, yang memberikan arahan agar bantuan bibit dikelola dengan penuh tanggung jawab. Hal ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan dan integritas program. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222141</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Lumajang Serahkan Bantuan 4.095 Bibit Durian Montong untuk Gapoktandes Sumber Usaha</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-lumajang-serahkan-bantuan-4-095-bibit-durian-montong-untuk-gapoktandes-sumber-usaha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 May 2025 07:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[durian]]></category>
		<category><![CDATA[gapoktandes]]></category>
		<category><![CDATA[montong]]></category>
		<category><![CDATA[serahkan]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222075</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Retno Wulan Andari, menyerahkan bantuan bibit tanaman hortikultura unggulan berupa Durian Montong kepada Gabungan Kelompok Tani dan Ternak Desa (Gapoktandes) Sumber Usaha di Balai Desa Alun-Alun, Kecamatan Ranuyoso, Kamis (15/05/2025) tadi. Tidak kurang sebanyak 4.095 bibit Durian Montong, diserahkan secara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Retno Wulan Andari, menyerahkan bantuan bibit tanaman hortikultura unggulan berupa Durian Montong kepada Gabungan Kelompok Tani dan Ternak Desa (Gapoktandes) Sumber Usaha di Balai Desa Alun-Alun, Kecamatan Ranuyoso, Kamis (15/05/2025) tadi.</p>



<p>Tidak kurang sebanyak 4.095 bibit Durian Montong, diserahkan secara simbolis kepada Kepala Desa Alun-Alun dan perwakilan Gapoktandes. Bantuan ini, merupakan salah satu komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam mengembangkan sektor pertanian yang berpotensi mendongkrak perekonomian masyarakat. Tentunya, ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah daerah terhadap potensi pertanian di wilayah pegunungan yang sulit untuk ditanami padi, tetapi sangat cocok untuk tanaman buah-buahan seperti durian, alpukat dan sengon.</p>



<p>Dalam sambutannya, Bupati Indah mengapresiasi semangat masyarakat dan pemerintah desa yang terus berinovasi untuk meningkatkan perekonomian lokal. Bupati Lumajang yang akrab disapa Bunda Indah, ini mengungkapkan bahwa antusias Kepala Desa Alun-Alun dalam mengajukan bantuan bibit sejak awal menjadi motivasi besar bagi pemerintah kabupaten untuk mendukung pertanian buah-buahan di desa tersebut.</p>



<p>“Semangat ini harus dijaga dan ditingkatkan, terutama untuk daerah yang geografisnya tidak memungkinkan untuk bercocok tanam padi. Durian Montong sebagai salah satu buah unggulan diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi warga desa,” kata Bunda Indah.</p>



<p>Durian Montong sendiri, ujarnya, dikenal sebagai varietas durian yang memiliki kualitas unggulan dengan nilai jual yang tinggi. Bibit yang bersertifikat dan berlabel ini diharapkan mampu tumbuh subur dan menghasilkan buah berkualitas yang bisa bersaing di pasaran lokal maupun nasional.</p>



<p>Setelah penyerahan secara simbolis, Bupati Indah bersama jajaran Forkopimca Ranuyoso melanjutkan kegiatan dengan penanaman bibit Durian Montong di tanah kas desa Dusun Darungan. Penanaman ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendorong sektor hortikultura sebagai prioritas pembangunan.</p>



<p>“Kabupaten Lumajang adalah kabupaten agraris dengan sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani. Oleh karena itu, pengembangan sektor pertanian menjadi prioritas utama kami,” ujar Bunda Indah.</p>



<p>Bunda Indah memaparkan, data potensi durian di Lumajang yang cukup besar, dengan total luas tanaman durian mencapai 837,54 hektare dan produksi mencapai 5.610 kuintal. Data ini menjadi dasar kuat untuk mengoptimalkan pengembangan durian montong di wilayah pegunungan.</p>



<p>“Pengembangan varietas unggulan dan bibit berkualitas seperti Durian Montong dan Musang King menjadi kunci untuk mempromosikan dan memasarkan produk pertanian kita lebih luas,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga menegaskan, bahwa budidaya durian membutuhkan perawatan intensif, mulai dari pemupukan hingga pengendalian hama, agar tanaman dapat tumbuh optimal dan hasil panen maksimal. Oleh karena itu, pemerintah berupaya mendukung petani melalui pelatihan dan penyediaan sarana pertanian yang memadai.</p>



<p>Selain itu, pengembangan perbenihan hortikultura yang baik juga diharapkan dapat memperkuat rantai produksi, dari pengelolaan bibit hingga pemasaran hasil pertanian. Hal ini penting, untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar regional dan nasional.</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Lumajang juga mencatat adanya penurunan PDRB pada subsektor hortikultura dibandingkan tahun sebelumnya. Oleh karena itu, kegiatan penanaman bibit Durian Montong ini diharapkan menjadi titik balik yang mampu menggerakkan kembali sektor pertanian dan mengangkat ekonomi masyarakat.</p>



<p>Bupati Indah juga mengajak seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat, untuk berperan aktif dalam peningkatan mutu dan kualitas produk pertanian. Kolaborasi ini penting agar produk hasil pertanian Lumajang bisa bersaing dan membawa manfaat luas bagi kesejahteraan warga.</p>



<p>Penanaman bibit Durian Montong secara simbolis di Dusun Darungan ini juga mendapat dukungan penuh dari jajaran Forkopimca Ranuyoso. Sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten menjadi kunci keberhasilan program ini.</p>



<p>Bupati Indah menegaskan bahwa pengembangan sektor pertanian tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada pengelolaan hasil dan pemasaran agar memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar.</p>



<p>Ke depan, Pemerintah Kabupaten Lumajang berencana terus meningkatkan dukungan bagi pengembangan hortikultura dan memperluas program bantuan bibit unggul ke desa-desa lain yang memiliki potensi serupa. “Mari kita jaga bersama dan kembangkan potensi yang ada demi kemajuan Lumajang,” tambahnya.</p>



<p>Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lumajang, Retno Wulan Andari, menjelaskan bahwa bantuan bibit Durian Montong ini diberikan sebagai dukungan strategis terhadap pengembangan hortikultura yang sesuai dengan karakteristik wilayah pegunungan. Desa Alun-Alun yang minim lahan persawahan memang sudah lama fokus pada pertanian buah-buahan dan tanaman palawija.</p>



<p>“Ini adalah langkah konkret untuk mengangkat perekonomian masyarakat desa yang memang tidak bisa mengandalkan tanaman padi. Potensi durian dan buah-buahan lainnya harus dimaksimalkan, terutama dengan bibit unggul yang berkualitas,” jelas Retno.</p>



<p>Para petani yang tergabung dalam Gapoktandes Sumber Usaha menyambut baik bantuan ini. Mereka optimis bahwa dengan bibit berkualitas dan pendampingan dari pemerintah, hasil panen durian montong akan meningkat dan membuka peluang usaha baru.</p>



<p>Kepala Desa Alun-Alun juga menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah daerah, yang memberikan bantuan bibit serta fasilitasi penanaman. Dirinya berharap, program ini bisa mempercepat pemulihan ekonomi desa dan meningkatkan pendapatan petani.</p>



<p>Selain durian, Desa Alun-Alun memang dikenal memiliki potensi tanaman buah lain seperti pisang, alpukat, dan degan. Dengan diversifikasi tanaman buah-buahan ini, masyarakat diharapkan dapat lebih tahan menghadapi fluktuasi pasar. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222075</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kenduren Wonosalam Jombang Hadirkan Tumpeng Berisi 2.025 Durian Gratis untuk Pengunjung</title>
		<link>https://memontum.com/kenduren-wonosalam-jombang-hadirkan-tumpeng-berisi-2-025-durian-gratis-untuk-pengunjung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Feb 2025 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[berisi]]></category>
		<category><![CDATA[durian]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[kenduren]]></category>
		<category><![CDATA[pengunjung,]]></category>
		<category><![CDATA[tumpeng]]></category>
		<category><![CDATA[Wonosalam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219547</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, membuka gelaran Puncak Kenduren Wonosalam Jombang 2025 di Lapangan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Minggu (23/02/2025) tadi. Acara yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata, ini menyuguhkan gunungan tumpeng yang berisikan 2.025 Buah Durian yang dibagikan secara gratis untuk warga. Hadir dalam pelaksanaan itu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, membuka gelaran Puncak Kenduren Wonosalam Jombang 2025 di Lapangan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Minggu (23/02/2025) tadi. Acara yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata, ini menyuguhkan gunungan tumpeng yang berisikan 2.025 Buah Durian yang dibagikan secara gratis untuk warga. Hadir dalam pelaksanaan itu, Forkopimda seperti Ketua DPRD Jombang, Hadi Admaji, Sekdakab Jombang, Agus Purnomo, Kepala OPD, Muspika Wonosalam hingga Kades se-Kecamatan Wonosalam.</p>



<p>Wakil Bupati Salmanudin Yazid dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kenduren Wonosalam merupakan tradisi turun menurun yang diwariskan oleh leluhur. Kenduren Wonosalam bukan sekedar perayaan, tetapi juga wujud rasa syukur kepada Tuhan YME atas limpahan hasil bumi yang telah diberikan.</p>



<p>“Puncak dari Kenduren Wonosalam adalah gunungan tumpeng besar yang berisi 2.025 buah durian, yang dibagikan secara gratis kepada para pengunjung,” katanya.</p>



<p>Wabup Salmanudin juga menambahkan, bahwa selain gunungan tumpeng besar juga terdapat kirab tumpeng yang berisi hasil bumi dari sembilan desa di Wonosalam. Termasuk, bazar durian, pameran UMKM serta beragam hiburan seni dan budaya.</p>



<p>“Berdasarkan data statistik, potensi durian di Kabupaten Jombang pada 2025 sangat luar biasa. Yaitu, tercatat ada 159.624 pohon durian. Di mana 89 persen atau sekitar 143.060 pohon durian, berada di Kecamatan Wonosalam. Jumlah tersebut, memberikan potensi panen durian di Kabupaten Jombang mencapai 80.994 pohon, dengan total produksi sekitar 54.377 kuintal pada 2025,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain sektor perkebunan, ujarnya, Wonosalam juga memiliki potensi besar dalam bidang pariwisata. Menawarkan keindahan alam yang masih asri, wilayah ini memiliki berbagai destinasi wisata berbasis alam, perkebunan dan peternakan yang menjadi unggulan daerah Kabupaten Jombang, khususnya Kecamatan Wonosalam.</p>



<p>“Kami berharap, dengan semakin berkembangnya sektor pariwisata dan pertanian di Kabupaten Jombang, akan semakin banyak investor dan wisatawan yang tertarik datang ke Wonosalam sehingga dapat berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.</p>



<p>Sementara itu, Camat Wonosalam, Haris Aminuddin, menyampaikan Kenduren Wonosalam merupakan tradisi dari leluhur yang sudah ada sejak tahun 2012 silam. “Kenduren Wonosalam merupakan ungkapan rasa syukur dari masyarakat atas hasil bumi yang melimpah. Selain itu juga untuk menggerakkan perekonomian masyarakat Kecamatan Wonosalam,” jelasnya.</p>



<p>Haris mengungkapkan, panen durian pada awal tahun 2025 kali ini mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penurunan hasil panen kali ini disebabkan oleh iklim cuaca yang cukup extreme.</p>



<p>“Kami berharap, Kenduren Wonosalam yang akan datang dapat berjalan dengan lancar dan lebih meriah lagi. Sehingga, dapat berdampak positif bagi masyarakat khususnya masyarakat Kecamatan Wonosalam,” tambahnya. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219547</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri Gadeso Petung di Musim Buah Durian, Pj Bupati Pasuruan Minta Dipertahankan dan Ditingkatkan</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-gadeso-petung-di-musim-buah-durian-pj-bupati-pasuruan-minta-dipertahankan-dan-ditingkatkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Feb 2025 09:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dipertahankan]]></category>
		<category><![CDATA[ditingkatkan]]></category>
		<category><![CDATA[durian]]></category>
		<category><![CDATA[gadeso]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[petung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219291</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Pemerintah Desa Petung, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, menggelar Gadeso (Gawe Deso) alias Selamatan Desa, di saat musim Buah Durian di Kantor Balai Desa Petung, Jumat (14/02/2025) tadi. Pelaksanaan ini, dihadiri langsung Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Diano Vella Fery dan beberapa Kepala OPD terkait seperti Kadis Pariwisata, Kadispendikbud, Kadiskominfo, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Pemerintah Desa Petung, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, menggelar Gadeso (Gawe Deso) alias Selamatan Desa, di saat musim Buah Durian di Kantor Balai Desa Petung, Jumat (14/02/2025) tadi. Pelaksanaan ini, dihadiri langsung Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Diano Vella Fery dan beberapa Kepala OPD terkait seperti Kadis Pariwisata, Kadispendikbud, Kadiskominfo, Kadishub dan Kepala DPMD.</p>



<p>Pj Bupati Nurkholis dalam momen itu berharap agar pelaksanaan Gadeso atau semua istilah selamatan desa di Desa Petung dan desa-desa lainnya di Kabupaten Pasuruan, terus dipertahankan sebagai warisan budaya yang dapat dinikmati oleh generasi berikutnya. &#8220;Gadeso, Selamatan Desa dan apapun yang dilakukan oleh desa, jangan pernah sampai diputus. Tapi, tetap dipertahankan sebagai ciri khas desa, sebuah warisan budaya yang mempunyai nilai sosio kultural yang baik,&#8221; kata Pj Bupati Pasuruan.</p>



<p>Saat ditanya seputar Durian di Desa Petung, Pj Bupati Nurkholis juga meminta agar warga terus merawat pohon-pohon yang sudah menjadi indukan. Sekaligus, juga melakukan banyak inovasi agar pohon durian tidak lagi tinggi menjulang, melainkan dapat dijangkau dengan mudah namun dengan jumlah buah yang banyak dan rasa yang legit.</p>



<p>&#8220;Di Desa Petung ini hampir semua pohonnya indukan. Tinggi sekali dan jumlah buahnya banyak. Tapi kalau bisa diinovasi dengan teknologi, saya yakin bisa ditanam dengan jumlah banyak, pohonnya pendek tapi buahnya banyak,&#8221; terangnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Desa Petung, Mursidi, menjelaskan bahwa digelarnya Gadeso tidak lain sebagai rasa tasyakkur alias bersyukur kepada Allah SWT. Sebab, Desa Petung terus dilimpahkan hasil bumi yang menjadi penopang perekonomian warga, yakni buah durian.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa rata-rata hampir setiap rumah memiliki 1 hingga 2 pohon, yang usianya bahkan mencapai puluhan tahun dan bulan pebruari ini masih masuk panen buah durian. &#8220;Pohon durian ini jadi berkah bagi warga, karena semua rumah rata-rata punya satu atau dua pohon dan usianya bisa lebih dari 50 tahun. Bulan ini masih panen,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Untuk tahun ini, lanjutnya, Gadeso diramaikan dengan ancak hasil bumi yang dibuat swadaya oleh warga Desa Petung. Total ada 15 ancak yang diarak keliling desa dan nantinya akan diperebutkan apabila sudah sampai di Balai Desa.</p>



<p>&#8220;Setelah diarak keliling desa, nanti akan kita acarakan resepsi Gadeso di depan Balai Desa. Baru kalau sudah selesai, boleh diperebutkan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Lebih lanjut Mursidi menegaskan, bahwa dalam Gadeso tahun ini, pihaknya juga membuat gunungan durian yang dibuat khusus di samping Balai Desa. Tingginya 5 meter dan berisikan sekitar 100-200 buah durian yang disusun seperti sebuah gunungan.</p>



<p>&#8220;Gunungan durian juga diperebutkan warga, tapi lebih tepatnya kita bagikan karena khawatir kalau rebutan bisa melukai seseorang karena durinya yang tajam,&#8221; imbuhnya. <strong>(kom/pas/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219291</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Angkat Kualitas Durian Lokal, Pemkab Jombang Gelar Kontes Durian Unggul Wonosalam</title>
		<link>https://memontum.com/angkat-kualitas-durian-lokal-pemkab-jombang-gelar-kontes-durian-unggul-wonosalam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Feb 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[durian]]></category>
		<category><![CDATA[kontes]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[unggul]]></category>
		<category><![CDATA[Wonosalam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219123</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Pj Bupati Jombang, Teguh Narutomo, membuka pelaksanaan Kontes Durian Unggul Wonosalam di Lapangan Wonosalam, Minggu (09/02/2025) tadi. Kontes yang digelar Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pertanian itu, bertujuan agar keunggulan durian lokal Wonosalam lebih dikenal luas. Pj Bupati Teguh Narutomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa kontes durian merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten terhadap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Pj Bupati Jombang, Teguh Narutomo, membuka pelaksanaan Kontes Durian Unggul Wonosalam di Lapangan Wonosalam, Minggu (09/02/2025) tadi. Kontes yang digelar Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pertanian itu, bertujuan agar keunggulan durian lokal Wonosalam lebih dikenal luas.</p>



<p>Pj Bupati Teguh Narutomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa kontes durian merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten terhadap para petani yang telah membudidayakan durian unggulan. “Diharapkan melalui kontes ini, durian asli Wonosalam semakin dikenal luas dan mampu menjadi komoditas unggulan bertaraf internasional,” katanya.</p>



<p>Ditambahkan Pj Bupati, bahwa Kecamatan Wonosalam selama ini dikenal sebagai daerah penghasil durian berkualitas dengan rasa dan aroma khas serta tidak kalah dibandingkan durian varietas lain yang sudah mendunia. “Berdasarkan data statistik 2025, potensi durian di Kabupaten Jombang mencapai 159.624 pohon dan 89 persen diantaranya atau sebanyak 143.060 pohon berada di Wonosalam. Secara keseluruhan, potensi panen durian di Kabupaten Jombang menghasilkan sebanyak 54.377 pertahun,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pj Bupati Teguh menjelaskan, durian lokal Wonosalam memiliki beragam varietas unggulan seperti Bido, Mentega, Manalagi, Elang, Mrico, serta Jae, yang saat ini semakin terkenal dan banyak dibudidayakan oleh masyarakat dalam skala usaha yang lebih luas. “Saya berharap budidaya durian dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Selain itu, ajang ini juga menunjukkan betapa beragamnya varietas durian yang dimiliki Kabupaten Jombang, khususnya Kecamatan Wonosalam,” ungkapnya.</p>



<p>Di tempat sama, Ketua Panitia Kontes Durian, Ketut Suseno Putro, menjelaskan bahwa tujuan dari kontes durian ini untuk mencari varietas baru dan untuk menilai kualitas durian lokal unggul Wonosalam. “Kriteria dalam kontes kali ini yakni meliputi bentuk buah, isi buah dan rasa buah. Karenanya, peserta yang mendapatkan nilai mencapai 800, maka itulah pemenang dari kontes durian unggul Wonosalam,” jelasnya.</p>



<p>Ketut menambahkan, bahwa buah durian yang diikutkan dalam kontes diperkirakan ada 100 buah. Karenanya, pelaksanaan digelar lebih sehari.</p>



<p>&#8220;Melalui gelaran ini, semoga pemerintah daerah ada bimbingan untuk para petani durian di Kecamatan Wonosalam, agar budidaya durian lebih baik lagi dan kualitasnya lebih meningkat lagi,” imbuhnya. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219123</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Selamatan Desa Kronto Pasuruan dengan Hadirkan Tumpeng Durian Berisi 2025 Buah Durian Ludes</title>
		<link>https://memontum.com/selamatan-desa-kronto-pasuruan-dengan-hadirkan-tumpeng-durian-berisi-2025-buah-durian-ludes</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jan 2025 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[berisi]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[durian]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[kronto]]></category>
		<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[selamatan]]></category>
		<category><![CDATA[tumpeng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218757</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Pemerintah Desa Kronto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, sukses menggelar Selamatan Desa, Selasa (28/01/2025) tadi. Kesuksesan itu, tidak lain karena adanya pelaksanaan Tumpeng Durian yang dipasang di Simpang Empat Desa Kronto. Tumpeng tersebut, selain memiliki tinggi 15 meter, juga diisi dengan 2025 buah durian lokal. Sebelum dibagikan ke warga, Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Pemerintah Desa Kronto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, sukses menggelar Selamatan Desa, Selasa (28/01/2025) tadi. Kesuksesan itu, tidak lain karena adanya pelaksanaan Tumpeng Durian yang dipasang di Simpang Empat Desa Kronto. Tumpeng tersebut, selain memiliki tinggi 15 meter, juga diisi dengan 2025 buah durian lokal.</p>



<p>Sebelum dibagikan ke warga, Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, bersama Wakil Bupati Pasuruan terpilih, Shobih Asrori, Sekda Yudha Triwidya Sasongko, Camat Lumbang hingga Kepala Desa Kronto, Sodin, memukul gong tepat di depan Tumpeng Durian. Begitu gong selesai ditabuh, ribuan pengunjung yang datang dari berbagai wilayah di Pasuruan, Probolinggo, Pasuruan dan Mojokerto, langsung menyerbu durian tersebut hingga habis dalam hitungan beberapa menit. Peserta atau warga, rela berdesak-desakan untuk dapat membawa pulang durian, meski beberapa orang mengalami luka di tangan.</p>



<p>&#8220;Karena durian sekarang masih cukup mahal. Jadi pas dibagikan, ya ikut berdesakan dengan warga lain. Seneng sih karena dapat dua buah,&#8221; ungkap Winarno (46), salah satu warga Kecamatan Rembang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kades Kronto, Sodin, mengaku lega lantaran pembagian Tumpeng Duren bisa berjalan lancar meski harus ada yang kesakitan karena menangkap durian tanpa memakai sarung tangan. &#8220;Namanya juga durian. Ada duri tajamnya. Kalau gak memakai sarung tangan bisa luka atau berdarah. Tapi Alhamdulillah secara keseluruhan semuanya berjalan lancar, sebentar saja durian langsung habis,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Diakui Sodin, panen durian di Kronto pada tahun ini tak sebanyak tahun lalu. Salah satu faktor penyebabnya tak lain karena curah hujan yang begitu tinggi, terutama pada malam hari. &#8220;Hujannya sering malam hari jadi kata orang di sini jadi sumber penyakit yang merusak durian. Kalau dari luar tidak kelihatan, tapi begitu dibuka busuk buahnya,&#8221; terangnya.</p>



<p>Di tempat yang sama, Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, berharap kepada warga Kronto untuk menjaga konsistensi kebun durian dengan tidak mengalih fungsikan dengan yang lain. &#8220;Karena Kronto ini surganya durian, jadi sayang sekali kalau tiba-tiba dalam beberapa tahun ke depan ada alih fungsi lahan. Jadi pertahankan kebun durian ini sebagai warisan yang akan diturunkan sampai ke generasi mendatang,&#8221; harapnya.</p>



<p>Tidak lupa, Nurkholis juga berharap kepada pemerintahan baru yang dinahkodai oleh Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan terpilih untuk dapat mempercantik akses jalan menuju Desa Kronto. &#8220;Mumpung di sini ada Gus Shobih, jadi langsung kami sampaikan untuk mempercantik kondisi ruas jalan menuju Desa Kronto ini. Eman-eman karena ini Desa Wisata,&#8221; ucapnya. <strong>(kom/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218757</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Internasional Durio Festival 2024, Bupati Trenggalek Ikuti Ritual Metri Durian</title>
		<link>https://memontum.com/internasional-durio-festival-2024-bupati-trenggalek-ikuti-ritual-metri-durian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Apr 2024 06:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[durian]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ritual]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208583</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, mengikuti ritual Metri Durian dalam rangkaian kegiatan Internasional Durio Festival tahun 2024. Metri atau sedekah selamatan durian sendiri, dilakukan dalam rangka mengembalikan kembali adat istiadat yang dilakukan para pendahulu. Bersedekah hasil bumi, dalam hal ini buah durian. Di balik sedekah itu, ada pesan yang dititipkan oleh pemimpin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, mengikuti ritual Metri Durian dalam rangkaian kegiatan Internasional Durio Festival tahun 2024. Metri atau sedekah selamatan durian sendiri, dilakukan dalam rangka mengembalikan kembali adat istiadat yang dilakukan para pendahulu. Bersedekah hasil bumi, dalam hal ini buah durian.</p>



<p>Di balik sedekah itu, ada pesan yang dititipkan oleh pemimpin muda Kabupaten Trenggalek ini. Diantaranya ketika menjaga alam dan lingkungan, maka alam dan lingkungan akan memberikan kembali keberkahan, hasil panen yang melimpah.</p>



<p>&#8220;Terima kasih sekali bisa terselenggara. Harusnya Ramadan kemarin. Tapi karena panen raya bertepatan Ramadan, akhirnya agak mundur,&#8221; kata Bupati Arifin, Senin (22/04/2024) tadi.</p>



<p>Menurutnya, konsep kegiatan ini sebenarnya lebih kepada mengembalikan kebiasaan adat berupa bersedekah akan produk-produk atau hasil panen durian. Termasuk, dengan upacara metri memulai sesuatu dengan menanamnya kembali.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, semua rangkaian kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar. Dan support dari pemerintah provinsi, kemudian dari PT Astra dan kemudian beberapa sponsor, masyarakat, LMDH dan petani-petani yang bersedekah durian. Saya ucapkan terima kasih,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dijelaskannya, bahwa konsep sebenarnya lebih kepada mengembalikan lagi adat istiadat, bersedekah akan produk-produk atau hasil panen berupa durian. Termasuk dengan Upacara Metri memulai sesuatu menanamnya kembali. &#8220;Pesannya, ketika kita menjaga alam, lingkungan, maka alam dan lingkungan akan memberikan kembali berupa buah atau semuanya yang kita tanam,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dikatakan suami Novita Hardiny ini, panen raya durian tahun ini cukup melimpah. Namun, karena momentnya bertepatan Ramadan, maka orang-orang yang berwisata sedikit berkurang. Alasan kedua, buah berkulit tajam dan beraroma khas ini tidak cocok dinikmati saat berbuka atau sahur.</p>



<p>&#8220;Maka ke depannya, kita atur semoga panennya nanti bisa lebih terjadwal. Karena sekarang masyarakat tanamnya juga mulai berjenjang. Tahun dan bulannya tidak sama, sehingga harapannya panen tidak sama,&#8221; tutur Mas Ipin-sapaan akrabnya.</p>



<p>Bahkan saat ini, lanjutnya, sudah banyak permintaan untuk membuat pasta durian sendiri. &#8220;Semoga yang kualitas bagus, bisa kita kirim ke luar kota dan lain sebagainya. Sedangkan di sini, yang kualitasnya kurang bisa kita bikin untuk flavour,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Diketahui, bahwa Kabupaten Trenggalek sendiri merupakan salah satu kabupaten penghasil buah durian. Apalagi di Trenggalek, terdapat hutan durian luas lahan mencapai 650 hektar yang ada di Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208583</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buka Event Skala Nasional Kenduri Durian 2024, Pj Bupati Jombang Ingatkan Budaya dan Wisata</title>
		<link>https://memontum.com/buka-event-skala-nasional-kenduri-durian-2024-pj-bupati-jombang-ingatkan-budaya-dan-wisata</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Mar 2024 07:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[durian]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[kenduri]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206637</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Jombang, menggelar event rutin tahunan berskala nasional &#8216;Kenduri Durian 2024&#8217; di Lapangan Wonosalam, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Minggu (03/03/2024) tadi. Kegiatan sendiri, dibuka Pj Bupati Jombang, Sugiat dan dihadiri Forkopimda, staf ahli, asisten, Kepala OPD, Forkopimcam, camat se-Kabupaten Jombang, kepala desa, tokoh masyarakat serta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Jombang, menggelar event rutin tahunan berskala nasional &#8216;Kenduri Durian 2024&#8217; di Lapangan Wonosalam, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Minggu (03/03/2024) tadi. Kegiatan sendiri, dibuka Pj Bupati Jombang, Sugiat dan dihadiri Forkopimda, staf ahli, asisten, Kepala OPD, Forkopimcam, camat se-Kabupaten Jombang, kepala desa, tokoh masyarakat serta tokoh agama se-Kecamatan Wonosalam.</p>



<p>Pj Bupati Sugiat dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen durian khas Wonosalam, yang mempunyai cita rasa istimewa. Sekaligus, sebagai upaya untuk menggali budaya yang menjadi identitas secara turun temurun di Wonosalam.</p>



<p>&#8220;Kenduri Durian merupakan event tahunan yang sudah dilaksanakan sebanyak 10 kali atau sejak 2012. Setiap tahunnya, pelaksanaan dievaluasi kekurangannya dan diperbaiki pada tahun depan. Sehingga, Kenduri Durian bukan hanya agenda wisata tahunan Kabupaten Jombang, tetapi sudah menjadi agenda wisata nasional dan harus terus kita perbaiki pelaksanaan setiap tahunnya,&#8221; kata Pj Bupati.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, melalui even Kenduri Durian, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat lokal yang mempunyai usaha di sektor wisata. Sehingga, bisa mendongkrak roda perekonomian di Wonosalam.</p>



<p>&#8220;Kenduri Durian harus bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun internasional, untuk berkunjung ke Wonosalam. Maka dari itu, perlu dikembangkan lagi durian Wonosalam yang berkualitas. Hal tersebut akan menjadi ciri khas dan daya tarik tersendiri dari sektor pertanian, perkebunan dan pariwisata di Kabupaten Jombang,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Diuraikannya, bahwa Wonosalam memiliki berbagai keindahan alam dan potensi sumber daya seperti wisata alam, perkebunan hingga peternakan. Ini menjadi titik strategis, yang perlu dikembangkan agar menjadi destinasi wisata nasional, bahkan menjadi destinasi wisata internasional.</p>



<p>&#8220;Saya mengajak investor, calon investor, penanaman modal asing maupun dalam negeri untuk berinvestasi di Wonosalam. Sebab Wonosalam berpotensi besar menjadi destinasi wisata menarik yang menguntungkan untuk investasi agro industri maupun agro wisata,&#8221; tambahnya. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206637</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
