<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Edukasi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/edukasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 May 2026 10:49:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Edukasi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Waspada Hantavirus, Dinkes Kota Malang Gencarkan Edukasi di 16 Puskesmas</title>
		<link>https://memontum.com/waspada-hantavirus-dinkes-kota-malang-gencarkan-edukasi-di-16-puskesmas</link>
					<comments>https://memontum.com/waspada-hantavirus-dinkes-kota-malang-gencarkan-edukasi-di-16-puskesmas#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 May 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[gencarkan]]></category>
		<category><![CDATA[hantavirus]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232348</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengimbau masyarakat untuk mewaspadai adanya Virus Hanta atau Hantavirus. Selain memberikan himbauan, dinas juga akan memaksimalkan sejumlah Puskesmas dengan melakukan edukasi, walaupun di satu sisi untuk Kota Malang masih belum ditemukan adanya kasus tersebut. Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa saat ini tengah menggerakkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengimbau masyarakat untuk mewaspadai adanya Virus Hanta atau Hantavirus. Selain memberikan himbauan, dinas juga akan memaksimalkan sejumlah Puskesmas dengan melakukan edukasi, walaupun di satu sisi untuk Kota Malang masih belum ditemukan adanya kasus tersebut.</p>



<p>Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa saat ini tengah menggerakkan 16 Puskesmas yang ada di Kota Malang untuk melakukan edukasi kepada masyarakat. Baik itu edukasi secara langsung maupun melalui media elektronik.</p>



<p>&#8220;Kami dari Dinkes Kota Malang melalui 16 Puskesmas, itu memberikan edukasi kepada masyarakat mulai dari pemahaman tentang Hantavirus, cara penularan, risiko kesehatan, hingga langkah pencegahan yang perlu dilakukan masyarakat,&#8221; kata Husnul, Selasa (12/05/2026) tadi.</p>



<p>Dijelaskan Husnul, bahwa Hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus. Penularan dapat terjadi melalui air liur, urin, maupun kotoran hewan. Disebutkan ada tiga jalur utama penularan Hantavirus, yakni melalui udara (airborne), kontaminasi tangan dan luka terbuka.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Tapi pintu masuk paling banyak memang melalui saluran pernapasan,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Untuk gejala awal Hantavirus, lanjutnya, disebut mirip infeksi virus pada umumnya, seperti demam tinggi, nyeri tubuh, pegal linu, sakit tenggorokan dan sakit kepala. Namun, penyakit ini berpotensi menjadi fatal karena dapat menyerang organ ginjal sebagai target utama infeksi.</p>



<p>“Keluhan bisa mengarah ke gangguan ginjal, seperti perubahan warna urin atau jumlah urin yang berkurang,” tambahnya.</p>



<p>Dalam hal ini, Husnul mendorong masyarakat kembali menerapkan kebiasaan protokol kesehatan dasar, terutama penggunaan masker. Selain itu, masyarakat diminta berhati-hati saat membersihkan area berisiko seperti selokan, gorong-gorong, maupun tempat yang berpotensi menjadi sarang tikus.</p>



<p>“Yang paling sederhana adalah memakai masker, menjaga kebersihan tangan dan meningkatkan daya tahan tubuh,” imbuh Husnul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/waspada-hantavirus-dinkes-kota-malang-gencarkan-edukasi-di-16-puskesmas/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232348</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cegah Praktik KKN di Lingkungan Pendidikan, Disdik Kabupaten Malang Gencarkan Edukasi DOR</title>
		<link>https://memontum.com/cegah-praktik-kkn-di-lingkungan-pendidikan-disdik-kabupaten-malang-gencarkan-edukasi-dor</link>
					<comments>https://memontum.com/cegah-praktik-kkn-di-lingkungan-pendidikan-disdik-kabupaten-malang-gencarkan-edukasi-dor#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Disdik]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[gencarkan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[praktik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232127</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang terus menggencarkan penguatan integritas dan tata kelola pendidikan lewat kegiatan Peningkatan Layanan Dispendik On The Road (DOR) 2026, yang digelar di Gedung Eks Korwil Sumbermanjing Wetan (Sumawe), di Kecamatan Suwame, Kabupaten Malang, Rabu (29/04/2026) tadi. Pelaksanaan kegiatan yang diikuti Kepala Sekolah (Kepsek) SD, SMP Negeri, serta Bendahara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang terus menggencarkan penguatan integritas dan tata kelola pendidikan lewat kegiatan Peningkatan Layanan Dispendik On The Road (DOR) 2026, yang digelar di Gedung Eks Korwil Sumbermanjing Wetan (Sumawe), di Kecamatan Suwame, Kabupaten Malang, Rabu (29/04/2026) tadi. Pelaksanaan kegiatan yang diikuti Kepala Sekolah (Kepsek) SD, SMP Negeri, serta Bendahara BOS/Dapodik se-Kecamatan Sumbermanjing Wetan itu, sebagai benteng mencegah praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di lingkungan pendidikan.</p>



<p>Sekretaris Dinas (Sekdin) Pendidikan Kabupaten Malang, Rosyta Dewi, dalam kesempatan itu hadir sebagai nara sumber pertama dengan materi integritas dan disiplin ASN. Dirinya menegaskan, bahwa integritas harus tercermin dari keselarasan antara pikiran, ucapan dan tindakan.</p>



<p>“Integritas adalah kualitas yang tercermin dari keselarasan antara apa yang dipikirkan, diucapkan dan dilakukan. Jika kita sudah mempunyai nilai integritas yang tinggi, insyaallah enak dalam menjalankan tugas apa pun,” katanya.</p>



<p>Dalam kesempatan ini, Sekdin Rosyta juga menekankan integritas menjadi benteng utama dalam mencegah praktik KKN. Dirinya mengingatkan, bahwa ASN berintegritas akan tetap bekerja maksimal baik saat diawasi maupun tidak.</p>



<p>Dalam arahannya, dirinya juga menyoroti akan pentingnya etika bermedia sosial bagi ASN di era digital. Jika dahulu berlaku istilah ‘mulutmu harimaumu’, maka sekarang menjadi ‘jempolmu harimaumu’.</p>



<p>Karena itu, Sekdin Rosyta meminta para ASN, agar bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak asal membagikan informasi. &#8220;Kami mengimbau, agar isi konten dibaca terlebih dahulu secara jelas. Sehingga, tidak membahayakan profesi jika ternyata mengandung hoaks,&#8221; paparnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sekdin Rosyta dalam momen itu juga turut memperkenalkan Aplikasi Lentera, untuk mendorong transparansi layanan kepegawaian dan mencegah pungutan liar. Dirinya menyatakan, agar seluruh layanan Dispendik gratis. Sehingga, tidak perlu menggunakan map, amplop, maupun transfer. Bahkan, Sekdin pun juga meminta doa, agar pihaknya sehat dan dapat terus meningkatkan layanan dengan baik.</p>



<p>Sementara dalam nara sumber kedua, Auditor Inspektorat Daerah Kabupaten Malang, Sukarto, mensosialisasikan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dan Standar Harga Satuan (SHS) Tahun 2026 guna mencegah penyimpangan anggaran di sekolah. Dirinya menekankan, mengenai kepatuhan pada Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026 dan Perbup Nomor 10 Tahun 2025.</p>



<p>Dirinya menyebut, lima prinsip dalam pengelolaan dana BOSP. Diantaranya, seperti fleksibel, efektif, efisien, akuntabel dan transparan.</p>



<p>Sukarto menegaskan, bahwa dana BOS hanya boleh masuk ke rekening resmi sekolah dan bukan rekening individu. &#8220;Dilarang transfer ke rekening pribadi, meminjamkan dana dan membangun gedung baru permanen. Pemeliharaan ringan dibatasi maksimal 20 persen dan seluruh pengadaan wajib mengacu SHS,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Inspektorat berharap kepala sekolah, bendahara dan operator, agar lebih akuntabel dan profesional. Karenanya dirinya berharap, materi yang disampaikan dapat dipahami dan menjadi pedoman dalam menjalankan tugas sebagai ASN.</p>



<p>Melalui kegiatan ini, diharapkan menjadi momentum penegakan integritas, disiplin dan tata kelola keuangan yang transparan. Sehingga, seluruh ASN pendidikan dapat bekerja profesional dan menjunjung tinggi nilai Ber-Akhlak dalam melayani masyarakat. <strong>(had/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/cegah-praktik-kkn-di-lingkungan-pendidikan-disdik-kabupaten-malang-gencarkan-edukasi-dor/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232127</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Komunitas 21 Hari Vegan Edukasi Kader Posyandu Rampal Celaket Terapkan Pola Makan Nabati</title>
		<link>https://memontum.com/komunitas-21-hari-vegan-edukasi-kader-posyandu-rampal-celaket-terapkan-pola-makan-nabati</link>
					<comments>https://memontum.com/komunitas-21-hari-vegan-edukasi-kader-posyandu-rampal-celaket-terapkan-pola-makan-nabati#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 04:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[celaket]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[nabati]]></category>
		<category><![CDATA[Posyandu]]></category>
		<category><![CDATA[rampal]]></category>
		<category><![CDATA[terapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232026</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Komunitas 21 Hari Vegan menggelar Lokakarya Pola Makan Sehat Berbasis Nabati bagi kader Posyandu di Kelurahan Rampal Celaket, Kota Malang, Selasa (28/04/2026) tadi. Kegiatan tersebut, menjadi langkah awal edukasi pola konsumsi sehat sekaligus kampanye gaya hidup ramah lingkungan di tingkat masyarakat. Outreach Coordinator 21 Hari Vegan, Oktariani, mengatakan bahwa kegiatan tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Komunitas 21 Hari Vegan menggelar Lokakarya Pola Makan Sehat Berbasis Nabati bagi kader Posyandu di Kelurahan Rampal Celaket, Kota Malang, Selasa (28/04/2026) tadi. Kegiatan tersebut, menjadi langkah awal edukasi pola konsumsi sehat sekaligus kampanye gaya hidup ramah lingkungan di tingkat masyarakat.</p>



<p>Outreach Coordinator 21 Hari Vegan, Oktariani, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan pilot project di Kota Malang, sebelum nantinya akan diperluas ke sekolah-sekolah dan berbagai komunitas lainnya. Karena menurutnya, kampanye pola makan nabati dilatarbelakangi kekhawatiran terhadap perubahan iklim dan meningkatnya dampak lingkungan dari industri peternakan.</p>



<p>“Kami ingin masyarakat memahami bahwa pilihan makanan juga berpengaruh pada keberlanjutan bumi,” kata Okta-sapaannya.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa komunitas 21 Hari Vegan memiliki dua fokus utama, yakni edukasi publik melalui pendampingan daring dan kolaborasi dengan institusi. Salah satunya melalui pembukaan grup WhatsApp selama tujuh hari untuk peserta yang ingin mencoba pola makan berbasis nabati.</p>



<p>&#8220;Dalam grup tersebut peserta mendapatkan materi harian berupa resep makanan lokal, panduan praktis menjalani pola makan vegan, hingga sesi berbagi pengalaman bersama mentor yang telah menjalani gaya hidup vegan. Harapannya perubahan kecil pola makan bisa berdampak besar bagi kesehatan dan lingkungan,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Dokter umum bersertifikasi gizi nabati, Rochelle Vernique Siem, menilai pola makan berbasis nabati sebenarnya memiliki dasar penelitian ilmiah yang kuat dalam pencegahan penyakit kronis. Menurutnya pola makan berbasis nabati tidak harus diterapkan secara ekstrem menjadi vegan penuh, melainkan dapat dimulai dengan konsep plant forward, yakni pola makan yang didominasi sumber pangan nabati namun tetap memperhatikan keseimbangan gizi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Bisa diterapkan sejak bayi hingga lansia, tetapi harus disertai edukasi agar kebutuhan zat besi, kalsium, protein, dan vitamin B12 tetap terpenuhi,” jelas Rochelle.</p>



<p>Menurutnya, tren penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, hingga kanker meningkat seiring konsumsi makanan ultra proses yang tinggi. Karena itu masyarakat didorong bertransisi menuju makanan utuh (whole food) secara bertahap.</p>



<p>&#8220;Kalau konsumsi hewani berlebihan, risiko penyakit tidak menular meningkat. Sekarang anak-anak juga banyak terpapar makanan ultra proses yang memicu obesitas,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Untuk anak-anak, kebutuhan protein nabati dapat dipenuhi bahan pangan lokal seperti kacang merah, kacang hijau, serta berbagai jenis polong-polongan yang mudah ditemukan di Indonesia. &#8220;Kebutuhan protein anak memang besar saat masa tumbuh kembang. Tetapi jumlah konsumsinya tetap menyesuaikan berat badan anak,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Di sisi lain, Chef Nova Swandara Putra menilai tantangan terbesar orang tua adalah keterbatasan waktu dalam menyiapkan menu sehat. Menurutnya, makanan nabati tidak terbatas pada tahu dan tempe saja. Beragam menu praktis dapat dibuat dari sayuran, jamur, hingga kacang-kacangan.</p>



<p>“Menu sederhana seperti sandwich sayur, sup, atau minuman jus kombinasi buah dan sayur bisa menjadi pilihan cepat bagi keluarga,” imbuh Nova.</p>



<p>Nova juga menyarankan orang tua mengenalkan makanan sehat secara bertahap, terutama bagi anak yang terbiasa mengonsumsi makanan ultra proses. Salah satunya dengan memodifikasi menu favorit anak, seperti nugget berbahan tempe atau tahu yang dipadukan dengan kacang merah. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/komunitas-21-hari-vegan-edukasi-kader-posyandu-rampal-celaket-terapkan-pola-makan-nabati/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232026</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Malang Tinjau Pelaksanaan CUC Campak di Bunulrejo, Edukasi Door to Door Digencarkan</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-tinjau-pelaksanaan-cuc-campak-di-bunulrejo-edukasi-door-to-door-digencarkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Bunulrejo]]></category>
		<category><![CDATA[Campak]]></category>
		<category><![CDATA[Digencarkan]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231479</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, meninjau secara langsung pelaksanaan program Catch-Up Campaign (CUC) Campak, di RW 03 Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (06/04/2026) tadi. Pria yang akrab disapa Wahyu, itu mengatakan bahwa tinjauan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, meninjau secara langsung pelaksanaan program Catch-Up Campaign (CUC) Campak, di RW 03 Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (06/04/2026) tadi.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Wahyu, itu mengatakan bahwa tinjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan imunisasi berjalan optimal, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya vaksinasi campak. Menurutnya, sebagian besar anak yang menjadi sasaran telah mengikuti imunisasi campak sesuai tahapan usia, mulai 9 bulan hingga 59 bulan.</p>



<p>“Beberapa sasaran sudah mengikuti semua tahapan imunisasi. Namun, memang masih ada sebagian kecil warga yang perlu pendekatan khusus karena masih beranggapan imunisasi campak tidak berdampak,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam hal ini, menurutnya Pemkot Malang terus melakukan berbagai upaya edukasi. Termasuk, juga pendekatan door to door kepada masyarakat yang belum bersedia mengikuti imunisasi.</p>



<p>Selain itu, tambahnya, Pemkot Malang tidak akan menyerah dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi campak. “Kita tidak putus asa. Pendekatan terus dilakukan bersama tokoh agama, tokoh pendidikan, dan tokoh masyarakat agar warga memahami pentingnya imunisasi ini,” tegasnya.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakan, bahwa penyakit campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi. Bahkan, satu penderita dapat menularkan kepada hingga 18 orang lainnya apabila tidak dilakukan pencegahan melalui imunisasi.</p>



<p>“Dampaknya bisa sangat fatal, bahkan sampai menyebabkan kematian. Karena itu kampanye ini terus kita gencarkan agar masyarakat sadar akan bahayanya,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231479</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak, Dinkes Kota Malang Perkuat Skrining dan Edukasi Pranikah</title>
		<link>https://memontum.com/tekan-angka-kematian-ibu-dan-anak-dinkes-kota-malang-perkuat-skrining-dan-edukasi-pranikah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perkuat]]></category>
		<category><![CDATA[pranikah]]></category>
		<category><![CDATA[skrining]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230233</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Angka kematian ibu dan anak di Kota Malang masih menjadi perhatian serius bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Karena itu, sejumlah langkah intervensi disiapkan untuk menekan kasus tersebut, mulai dari fase remaja hingga persalinan. Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa upaya penurunan angka kematian ibu tidak hanya dilakukan saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Angka kematian ibu dan anak di Kota Malang masih menjadi perhatian serius bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Karena itu, sejumlah langkah intervensi disiapkan untuk menekan kasus tersebut, mulai dari fase remaja hingga persalinan.</p>



<p>Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa upaya penurunan angka kematian ibu tidak hanya dilakukan saat masa kehamilan saja. Namun, juga melalui pendekatan siklus kehidupan.</p>



<p>“Intervensinya dari siklus kehidupan. Mulai remaja putri, pranikah, kehamilan, sampai persalinan,” ujar Husnul, Sabtu (14/02/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Husnul juga menjelaskan, bahwa salah satu langkah utama adalah memperkuat skrining ibu hamil guna mendeteksi risiko tinggi sejak dini. Selain itu, ibu hamil diwajibkan menjalani pemeriksaan minimal enam kali selama masa kehamilan.</p>



<p>“Persalinan juga harus dilakukan di fasilitas kesehatan untuk memastikan keselamatan ibu dan bayi,” katanya.</p>



<p>Menurutnya, edukasi kesehatan reproduksi sudah berjalan, termasuk pemeriksaan kesehatan pranikah yang menjadi bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM). Setiap calon pengantin diwajibkan melampirkan surat keterangan kesehatan sebagai salah satu syarat administrasi pernikahan.</p>



<p>“Untuk pranikah sudah ada persyaratan surat keterangan kesehatan dari kedua calon mempelai,” imbuh Husnul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230233</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Siapkan Generasi Emas, 46 Ahli Gizi dan Dietisien Beri Edukasi Gizi Serentak di 10 Satuan Pendidikan Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/siapkan-generasi-emas-46-ahli-gizi-dan-dietisien-beri-edukasi-gizi-serentak-di-10-satuan-pendidikan-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 07:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dietisien]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[satuan]]></category>
		<category><![CDATA[serentak]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229630</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Sebanyak sekitar 46 ahli gizi dan dietisien turun langsung ke sekolah-sekolah melaksanakan edukasi gizi serentak seluruh Indonesia dalam Peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 tahun 2026 di Kabupaten Lumajang, Rabu (21/01/2026) tadi. Langkah strategis yang dilakukan ini, sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui intervensi gizi sejak usia dini. Pelaksanaan edukasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Sebanyak sekitar 46 ahli gizi dan dietisien turun langsung ke sekolah-sekolah melaksanakan edukasi gizi serentak seluruh Indonesia dalam Peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 tahun 2026 di Kabupaten Lumajang, Rabu (21/01/2026) tadi. Langkah strategis yang dilakukan ini, sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui intervensi gizi sejak usia dini.</p>



<p>Pelaksanaan edukasi sendiri, dilaksanakan serentak di 10 satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD hingga SMA/SMK di Kabupaten Lumajang. Diantaranya, mulai SMPN 1 Kedungjajang, SMP IT Yahtadi, SMPN 1 Yosowilangun, SMAN 1 Tempeh, SMPN 2 Pasirian, SMK Muhammadiyah Lumajang, SMA PGRI Lumajang, SMPN 4 Lumajang, SDN Tompokersan 02 Lumajang, serta SMPN 2 Sukodono. Dalam momen itu, ratusan pelajar menjadi sasaran utama penguatan literasi gizi sebagai fondasi pembentukan generasi sehat dan produktif.</p>



<p>Ketua Panitia HGN Lumajang, Aidah Aulia, menegaskan bila edukasi gizi pada anak usia sekolah merupakan bagian penting dari strategi nasional pencegahan masalah gizi dan peningkatan kualitas kesehatan jangka panjang. “Edukasi ini bukan sekadar penyuluhan, tetapi upaya sistematis menanamkan perilaku makan sehat sejak dini. Anak-anak yang memahami gizi seimbang akan tumbuh lebih sehat, lebih cerdas dan lebih siap menghadapi tantangan masa depan,” kata Aidah.</p>



<p>Dirinya menjelaskan, materi edukasi mencakup konsep gizi seimbang, pentingnya sarapan sehat, konsumsi protein, sayur dan buah, pembatasan gula, garam dan lemak, hingga pencegahan anemia remaja dan stunting. Seluruh materi, dirancang untuk membangun kesadaran bahwa kualitas gizi berbanding lurus dengan kemampuan belajar, daya tahan tubuh, dan perkembangan kecerdasan.</p>



<p>Dalam konteks pembangunan nasional, ujarnya, kegiatan ini memiliki nilai strategis. Indonesia tengah menyiapkan Generasi Emas 2045, yang ditopang oleh sumber daya manusia unggul. Namun, tantangan masalah gizi seperti stunting, kekurangan zat besi, serta pola konsumsi tidak sehat masih menjadi ancaman serius.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Intervensi paling efektif adalah edukasi sejak usia sekolah. Dari sinilah kita memutus rantai masalah gizi dan menyiapkan generasi yang sehat secara fisik, kuat secara mental, dan unggul secara intelektual,” tegas Aidah.</p>



<p>Edukasi gizi serentak juga menjadi bagian dari gerakan nasional dengan target pemecahan Rekor MURI. Meski demikian, para penyelenggara menekankan bahwa nilai utama kegiatan terletak pada dampak perubahan perilaku, bukan pada pencapaian rekor semata.</p>



<p>Lebih lanjut Aidah menekankan, akan pentingnya sinergi antara tenaga kesehatan, satuan pendidikan, orang tua dan pemerintah daerah. Sekolah dinilai sebagai ruang strategis pembentukan kebiasaan hidup sehat karena anak menghabiskan sebagian besar waktunya di lingkungan pendidikan.</p>



<p>“Kami berharap anak-anak tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi menjadi agen perubahan di keluarga dan lingkungannya. Pengetahuan gizi yang baik akan melahirkan keluarga yang lebih sehat dan masyarakat yang lebih kuat,” ujarnya.</p>



<p>Melalui kegiatan ini, Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya dalam membangun kualitas sumber daya manusia dari hulu. Edukasi gizi diposisikan sebagai investasi pembangunan jangka panjang, yang hasilnya akan terlihat pada lahirnya generasi yang sehat, cerdas, berdaya saing dan mampu membawa Indonesia menuju visi besar Generasi Emas 2045. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229630</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Hakordia, Pemkab Lumajang Soroti Pentingnya Edukasi Sejak Dini</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hakordia-pemkab-lumajang-soroti-pentingnya-edukasi-sejak-dini</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 10:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[hakordia]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[Pentingnya]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[soroti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228944</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2025 di Kabupaten Lumajang, tidak hanya menekankan penguatan sistem pengawasan, tetapi juga menyoroti pentingnya penanaman budaya integritas melalui edukasi antikorupsi sejak dini. Pemerintah daerah memandang, pembentukan karakter sebagai investasi jangka panjang dalam upaya pencegahan korupsi. Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa regulasi dan pengawasan saja tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2025 di Kabupaten Lumajang, tidak hanya menekankan penguatan sistem pengawasan, tetapi juga menyoroti pentingnya penanaman budaya integritas melalui edukasi antikorupsi sejak dini. Pemerintah daerah memandang, pembentukan karakter sebagai investasi jangka panjang dalam upaya pencegahan korupsi.</p>



<p>Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa regulasi dan pengawasan saja tidak cukup untuk memberantas korupsi. Pencegahan harus dimulai dari kesadaran moral dan nilai-nilai integritas yang ditanamkan sejak usia dini, khususnya kepada generasi pelajar.</p>



<p>“Anak-anak sekolah perlu dilibatkan dalam kegiatan seperti ini. Pendidikan antikorupsi sejak dini penting agar nilai kejujuran dan tanggung jawab tertanam kuat dalam diri mereka,” kata Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, saat peringatan Hakordia 2025 di GOR Wira Bhakti Lumajang, Senin (22/12/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Diuraikannya, keterlibatan pelajar dalam agenda Hakordia, bukan sekadar simbolis. Akan tetapi, menjadi sarana pembelajaran sosial. Anak-anak diharapkan tumbuh dengan keberanian bersikap jujur, menolak praktik tidak benar, serta menjadi pengingat moral di lingkungan keluarga dan masyarakat.</p>



<p>Edukasi antikorupsi sejak dini, diarahkan untuk membangun karakter yang berlandaskan kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap kepentingan bersama. Dengan nilai-nilai tersebut, generasi muda dipersiapkan menjadi agen perubahan yang mampu menjaga integritas dalam berbagai peran sosial di masa depan.</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Lumajang menilai bahwa kesadaran moral generasi muda akan membentuk kontrol sosial yang kuat dan berkelanjutan. Ketika integritas menjadi norma bersama, praktik koruptif tidak hanya ditolak secara hukum, tetapi juga secara sosial dan budaya.</p>



<p>Melalui momentum Hakordia 2025, Pemkab Lumajang menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pendidikan antikorupsi sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa. Dengan menanamkan nilai integritas sejak dini, pemerintah berharap tercipta masyarakat Lumajang yang beretika, berani berkata tidak pada korupsi, serta menjunjung tinggi kejujuran dalam kehidupan pemerintahan dan sosial. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228944</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perkuat Edukasi Perkembangan Digitalisasi, BI Malang Ingatkan Perempuan Waspada Penipuan Online</title>
		<link>https://memontum.com/perkuat-edukasi-perkembangan-digitalisasi-bi-malang-ingatkan-perempuan-waspada-penipuan-online</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 04:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan]]></category>
		<category><![CDATA[perkuat]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228673</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, terus memperkuat edukasi pelindungan konsumen di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi. Melalui kegiatan bertema &#8216;KosmoniTalk x Bank Indonesia PeKA: Perempuan Mandiri Siap Upgrade Diri&#8217;, kegiatan ini menyasar sekitar 200 perempuan sebagai kelompok strategis dalam pengelolaan keuangan keluarga dan transaksi digital sehari-hari, Jumat (12/12/2025) tadi. Deputi Kepala Kantor [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, terus memperkuat edukasi pelindungan konsumen di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi. Melalui kegiatan bertema &#8216;KosmoniTalk x Bank Indonesia PeKA: Perempuan Mandiri Siap Upgrade Diri&#8217;, kegiatan ini menyasar sekitar 200 perempuan sebagai kelompok strategis dalam pengelolaan keuangan keluarga dan transaksi digital sehari-hari, Jumat (12/12/2025) tadi.</p>



<p>Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Malang, Siti Nurfalinda, menyampaikan bahwa kemajuan digitalisasi membawa kemudahan sekaligus risiko yang harus diwaspadai. &#8220;Kita ingin masyarakat lebih aware. Digitalisasi berkembang pesat, banyak manfaatnya, tapi penipuan juga semakin banyak caranya,&#8221; ujar Linda, sapaannya.</p>



<p>Menurutnya, berbagai modus penipuan kini bermunculan dengan variatif. Mulai dari pesan WhatsApp, situs palsu, hingga rekayasa artificial intelligence (AI).</p>



<p>&#8220;Makanya kami ingin menginformasikan kembali, digitalisasi itu bagus, tapi tetap waspada. Kalau BI melakukan sendiri jangkauannya terbatas. Dengan kerja sama seperti acara hari ini, masyarakat yang mendapat edukasi bisa lebih luas,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Linda juga menjelaskan alasan BI memilih perempuan sebagai target utama. Karena dalam banyak keluarga, perempuan masih menjadi pengelola keuangan rumah tangga sekaligus pelaku transaksi digital terbanyak, terutama belanja daring.</p>



<p>&#8220;Siapa yang dominan memegang keuangan rumah? Perempuan. Mayoritas transaksi, khususnya pembelian online, itu dilakukan wanita. Bukan mendiskreditkan bapak-bapak, tapi faktanya begitu,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Karena itu BI memperkuat edukasi melalui program PeKA (Peduli, Kenali, Adukan). Melalui PeKA, masyarakat diajak lebih teliti saat bertransaksi. Dengan Peduli dapat memahami manfaat dan risiko sebelum melakukan transaksi digital. Kemudian, Kenali dapat memastikan platform atau situs resmi, memeriksa identitas pengirim pesan, hingga mengecek keaslian QRIS dan Adukan yakni melapor jika menemukan indikasi penipuan atau transaksi mencurigakan.</p>



<p>Dengan kegiatan tersebut ditegaskan bahwa kegiatan itu bukan menghambat penggunaan teknologi, tetapi memastikan masyarakat mendapatkan pengalaman digital yang aman.</p>



<p>&#8220;Kami ingin digitalisasi meluas, tetapi juga tetap menciptakan rasa percaya. Harapannya yaitu digitalisasi jalan, tapi kewaspadaan juga terus meningkat,&#8221; imbuh Linda. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228673</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Malang Resmikan Destinasi Wisata Petik Anggur dan Edukasi Budidaya Anggur</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-resmikan-destinasi-wisata-petik-anggur-dan-edukasi-budidaya-anggur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[anggur]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Resmikan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228525</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kota Malang akhirnya resmi memiliki destinasi agrowisata berbasis edukasi terbaru, yakni Duta Pengangguran yang merupakan wisata petik anggur dan edukasi budidaya anggur. Bahkan, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meresmikan tempat wisata edukasi yang berada di area Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, Sabtu (06/12/2025) tadi. Wali Kota Wahyu dalam momen itu menyambut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kota Malang akhirnya resmi memiliki destinasi agrowisata berbasis edukasi terbaru, yakni Duta Pengangguran yang merupakan wisata petik anggur dan edukasi budidaya anggur. Bahkan, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meresmikan tempat wisata edukasi yang berada di area Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, Sabtu (06/12/2025) tadi.</p>



<p>Wali Kota Wahyu dalam momen itu menyambut baik pembukaan Duta Pengangguran yang menurutnya melengkapi destinasi wisata kota dengan konsep agrowisata dan edukasi budidaya anggur. “Ini melengkapi destinasi wisata yang ada di Kota Malang. Selain dari wisata-wisata yang ada saat ini, mulai tematik, kemudian heritage dan sekarang ada kawasan agrowisata, yaitu anggur,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Hal ini, tambahnya, selaras dengan branding Kota Malang sebagai Kota Pendidikan dan Kota Pariwisata. Wali Kota Wahyu pun berharap, tempat ini menjadi role model pembangunan wisata yang dapat mencakup beberapa fungsi sekaligus.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Ini sejalan dengan Dasa Bakti Unggulan Ngalam Pinter, Ngalam Asyik, Ngalam Laris, dan Ngalam Tahes. Karena ada pengembangan wisatanya, ada edukasinya, juga menggandeng UMKM sekitar,” tambahnya.</p>



<p>Pada kesempatan sama, Direktur Duta Pengangguran, Reni Widjayati, menjelaskan bahwa tempat ini berfungsi sebagai ruang inovasi, rekreasi, pemberdayaan masyarakat, serta merupakan bentuk pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) yang efektif dan edukatif. “Kami menawarkan beragam fasilitas. Mulai dari Petik Anggur, Greenhouse Edukasi, Kelas Budidaya Singkat, dan Sentra UMKM lokal,” jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, Wakil Direktur Polbangtan Malang, Hamyana, menambahkan bahwa kolaborasi ini memiliki makna positif bagi lembaga pendidikan. Pihaknya memastikan sinergi ini memberikan dampak ekonomi dan mendukung tugas pokok Polbangtan, sekaligus bermanfaat bagi masyarakat dan mewujudkan Malang Mbois dan Berkelas.</p>



<p>“Tempat ini akan menjadi klinik dan laboratorium bagi mahasiswa kami untuk belajar dan praktik,” paparnya optimis. <strong>(kom/mlg/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228525</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
