<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>edukatif &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/edukatif/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Jun 2025 12:05:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>edukatif &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Targetkan 2030 Tereliminasi HIV/AIDS, Dinkes Kota Malang Gencarkan Kampanye Edukatif</title>
		<link>https://memontum.com/targetkan-2030-tereliminasi-hiv-aids-dinkes-kota-malang-gencarkan-kampanye-edukatif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2025 10:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[edukatif]]></category>
		<category><![CDATA[gencarkan]]></category>
		<category><![CDATA[HIV/ AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[Kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[targetkan]]></category>
		<category><![CDATA[tereliminasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222838</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan Kota Malang terus menggiatkan kampanye edukatif mengenai HIV/AIDS melalui media sosial dan kegiatan lapangan. Meski data kasus HIV/AIDS periode Januari hingga Mei 2025 tercatat menurun dibanding tahun sebelumnya, stigma dan kurangnya pemahaman di kalangan masyarakat masih menjadi tantangan besar dalam upaya penanggulangan penyakit ini. Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan Kota Malang terus menggiatkan kampanye edukatif mengenai HIV/AIDS melalui media sosial dan kegiatan lapangan. Meski data kasus HIV/AIDS periode Januari hingga Mei 2025 tercatat menurun dibanding tahun sebelumnya, stigma dan kurangnya pemahaman di kalangan masyarakat masih menjadi tantangan besar dalam upaya penanggulangan penyakit ini.</p>



<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Malang, Meifta Eti Winindar, menyampaikan bahwa kampanye tersebut bukan semata-mata karena adanya lonjakan kasus. Namun, menjadi bagian dari program Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan target eliminasi HIV secara nasional pada tahun 2030.</p>



<p>“Program HIV ini memang nasional. Jadi kami wajib melakukan promosi, edukasi, dan advokasi secara berkala, baik melalui media sosial, musrenbang tematik, maupun sosialisasi di tingkat kelurahan,” ujar Meifta, Selasa (10/06/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meifta menyebut, bahwa pada periode Januari hingga Mei 2025 terdapat 190 kasus baru, sedikit menurun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 211 kasus. Salah satu fokus dari kampanye yang dilakukan tersebut, adalah kelompok remaja dan mahasiswa yang dinilai rentan tertular karena minim informasi dan berada di usia eksploratif.</p>



<p>“Mereka datang dari berbagai daerah, belum tentu mendapat edukasi tentang HIV/AIDS secara memadai. Sering kali mereka mencoba hubungan seksual tanpa perlindungan atau penggunaan narkoba suntik, yang berisiko tinggi menularkan HIV,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya Dinkes Kota Malang juga menyuarakan pentingnya pemeriksaan HIV bagi calon pengantin, yang kini sudah difasilitasi melalui layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah penularan dari pasangan, termasuk dalam rencana membangun keluarga dan memiliki keturunan. &#8220;Di Kota Malang saat ini hampir 30 Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes), termasuk seluruh puskesmas, rumah sakit dan klinik tertentu, telah menyediakan layanan tes dan pengobatan HIV/AIDS secara komprehensif,&#8221; imbuh Meifta. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222838</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Program Interkoneksi Wisata Religi Edukatif 2024 Masuki Hari Terakhir, Ini Sasarannya</title>
		<link>https://memontum.com/program-interkoneksi-wisata-religi-edukatif-2024-masuki-hari-terakhir-ini-sasarannya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Dec 2024 06:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[edukatif]]></category>
		<category><![CDATA[interkoneksi]]></category>
		<category><![CDATA[masuki]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[religi]]></category>
		<category><![CDATA[sasarannya]]></category>
		<category><![CDATA[terakhir]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217600</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Program Interkoneksi Wisata Religi Edukatif 2024, yang diinisiasi Disporapar Kabupaten Jombang, telah menginjak hari terakhir, Senin (16/12/2024) tadi. Di hari terakhir ini, pelaksanaan kegiatan diikuti Muspika, OPD terkait hingga akademisi serta Koordinator BPD, Tokoh Agama, Ketua TP PKK Kecamatan, Ketua Bhayangkari Ranting dan Ketua Persit Chandra Kirana Ranting Jogoroto. Kepala Disporapar Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Program Interkoneksi Wisata Religi Edukatif 2024, yang diinisiasi Disporapar Kabupaten Jombang, telah menginjak hari terakhir, Senin (16/12/2024) tadi. Di hari terakhir ini, pelaksanaan kegiatan diikuti Muspika, OPD terkait hingga akademisi serta Koordinator BPD, Tokoh Agama, Ketua TP PKK Kecamatan, Ketua Bhayangkari Ranting dan Ketua Persit Chandra Kirana Ranting Jogoroto.</p>



<p>Kepala Disporapar Kabupaten Jombang, Bambang Nurwijanto, menyampaikan bahwa program interkoneksi ini salah satunya mengajak wisatawan untuk mengunjungi Destinasi Wisata Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif di Desa Denanyar, Kecamatan Jombang dan Pondok Pesantren Tebuireng di desa Cukir Kecamatan Diwek. &#8220;Perjalanan menggunakan kendaraan bus menuju Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif. Selain berziarah ke makam Mbah Bisri Syansuri, wisatawan juga diajak untuk melihat asrama putri yang lokasinya tidak jauh dari masjid induk,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam kegiatan kali ini, ujarnya, ada satu nasihat bijak yang diberikan oleh Pengasuh Ponpes, Nyai Hj Noor Khodijah Khasbullah, tentang tirakat seorang istri yakni ‘Tirakatmu menentukan masa depan suamimu’. &#8220;Nasihat bijak tersebut yang menjadi salah satu motivasi pembelajaran bagi santri Ponpes Mamba’ul Ma’arif, untuk mempersiapkan tirakat sejak dini, khususnya bagi para santri putri,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Ditambahkannya, untuk di destinasi kedua yakni Ponpes Tebuireng, wisatawan diajak untuk mengunjungi beberapa obyek seperti pada paket hari sebelumnya. Diantaranya asrama awal, masjid induk, berziarah di makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), berbelanja di lorong UMKM dan berakhir dengan foto bersama di Monumen Tauhid KWRG.</p>



<p>&#8220;Ke depan di tahun 2025, Program Interkoneksi Wisata Religi Edukatif akan dikembangkan menjadi paket wisata yang bisa dikelola bersama dengan pihak swasta guna memajukan pariwisata di Kabupaten Jombang,&#8221; imbuhnya. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217600</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
