<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>ekonomi digital &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ekonomi-digital/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2023 12:49:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>ekonomi digital &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kepengurusan DPD KNPI Kabupaten Kediri Dikukuhkan, Mas Dhito Titipkan Pemaksimalan Potensi dan Aksesbilitas Ekonomi Digital.</title>
		<link>https://memontum.com/kepengurusan-dpd-knpi-kabupaten-kediri-dikukuhkan-mas-dhito-titipkan-pemaksimalan-potensi-dan-aksesbilitas-ekonomi-digital</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2023 12:49:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bupati kediri]]></category>
		<category><![CDATA[DPD]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi digital]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[KNPI]]></category>
		<category><![CDATA[Mas Dhito]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=182806</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengukuhkan kepengurusan Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Kediri periode 2022-2025. Dalam kesempatan itu, Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri, berpesan agar kepengurusan KNPI yang baru harus bisa mengakomodir Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) di Kabupaten Kediri. Serta yang terpenting, memiliki tujuan yang jelas. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengukuhkan kepengurusan Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Kediri periode 2022-2025. Dalam kesempatan itu, Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri, berpesan agar kepengurusan KNPI yang baru harus bisa mengakomodir Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) di Kabupaten Kediri. Serta yang terpenting, memiliki tujuan yang jelas.</p>



<p>Pengurus DPD KNPI Kabupaten Kediri, yang dinahkodai Mohammad Ghupron, itu juga diminta untuk membuat program kerja prioritas yang dapat dirasakan manfaatnya secara langsung bagi masyarakat. &#8220;Dari pada banyak program dan tidak jelas, mending prioritaskan satu atau dua program tapi jelas,&#8221; pesan Mas Dhito, pada acara pengukuhan kepengurusan DPD KNPI Kabupaten Kediri di Ruang Jayabaya, Pemkab Kediri Rabu (08/02/2023) tadi.</p>



<p>Masih menurut Mas Dhito, ketika program dibuat terlalu banyak, maka yang biasa terjadi adalah hasilnya tidak akan efisien. Untuk itu, kepengurusan yang baru ini diharapkan dapat fokus pada satu atau dua program.</p>



<p>Dari sekian banyak visi misi KNPI, orang nomor satu di Kabupaten Kediri itu menyoroti salah satu point yakni berperan aktif dalam memaksimalkan potensi dan aksesbilitas ekonomi digital. Berangkat dari visi misi tersebut, Mas Dhito mencontohkan, KNPI bisa membuat program yang manfaatnya dapat dirasakan untuk memajukan pelaku UMKM di Kabupaten Kediri.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Karena pemulihan ekonomi ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, tapi harus berjalan beriringan dengan teman-teman pemuda,&#8221; ungkap Mas Dhito.</p>



<p>Peran pemuda dalam hal ini KNPI, ujar Mas Dhito, dinilai sangat penting bagi masa depan bangsa, khususnya di Kabupaten Kediri. Apalagi, pada Oktober 2023, bandara di Kabupaten Kediri sudah mulai beroperasi.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Disisi lain, pada tahun 2030 mendatang, Indonesia akan mengalami puncak bonus demografi. Dimana, jumlah penduduk produktif lebih banyak dibandingkan usia non produktif.</p>



<p>&#8220;Di tahun 2023 sampai tahun 2030, kita punya waktu tujuh tahun di situlah ada pertumbuhan ekonomi yang saya harapkan eksponensial,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Pada akhir sambutannya, Mas Dhito menegaskan, kepengurusan KNPI yang sudah dikukuhkan harus memiliki program yang dapat langsung dirasakan masyarakat. Dalam membuat program tersebut, dirinya meminta supaya Ketua DPD KNPI Kabupaten Kediri beserta jajarannya, dapat melibatkan OKP yang ada.</p>



<p>Sementara itu, Sekretaris DPD KNPI Jawa Timur, Achmad Nur Aminuddin, yang hadir dan melantik kepengurusan DPD KNPI Kabupaten Kediri yang baru, menyampaikan harapan para pendiri KNPI. Organisasi kepemudaan ini, dapat menjadi bagian yang mendukung program pemerintah.</p>



<p>Dalam hal ini, KNPI harus dapat bersinergi dengan pemerintah dalam rangka membangun integrasi bangsa. Dia pun menilai saat ini pemuda telah menempati di ruang-ruang politik dalam konteks kenegaraan.</p>



<p>Di Jawa Timur, lanjutnya, banyak pemimpin daerah berasal dari kalangan pemuda. Salah satunya, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.</p>



<p>&#8220;Ini adalah kekuatan pemuda diwujudkan dalam kiprah terhadap negara dan bangsa,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Ditegaskan Achmad Nur Aminuddin, organisasi KNPI harus menjadi bagian diantara masyarakat dan negara. KNPI diharapkan menjadi pionir kekuatan kepemudaan yang mendukung program pemerintah. <strong>(pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">182806</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Erick Thohir Minta Startup Kota Malang jadi &#8216;Avengers&#8217; Ekonomi Digital</title>
		<link>https://memontum.com/erick-thohir-minta-startup-kota-malang-jadi-avengers-ekonomi-digital</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Jan 2022 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi digital]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=161851</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dunia baru membawa tantangan baru yang perlu ‘superhero’ baru. Layaknya film-film Marvel yang menghadirkan protagonis dan antagonis, yang terus berevolusi. Hal itu, disampaikan pada dialog langsung antara Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir dengan pelaku industri kreatif startup game dan aplikasi Kota Malang di salah satu Resto Malang, Sabtu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dunia baru membawa tantangan baru yang perlu ‘superhero’ baru. Layaknya film-film Marvel yang menghadirkan protagonis dan antagonis, yang terus berevolusi. Hal itu, disampaikan pada dialog langsung antara Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir dengan pelaku industri kreatif startup game dan aplikasi Kota Malang di salah satu Resto Malang, Sabtu (15/01/2022).</p>



<p>&#8220;Kita harus memastikan ekosistem kita sendiri yang menang. Maka dari itu, perlu superhero yang baru. Superhero-nya bukan saya, tapi kalian. Saya berharap lahir dari Kota Malang,” tegas Erick.</p>



<p>Menteri BUMN menegaskan, bahwa membangun ekosistem startup yang mendunia adalah mimpi besar yang sedang dijalani Indonesia dan membuat ‘ketar-ketir’ negara lain. Dirinya berpandangan, bahwa dalam menghadapi disrupsi ekonomi, Indonesia harus dapat menciptakan ekosistem sendiri.</p>



<p>“Kita harus mempunyai ekosistem sendiri, roadmap sendiri, dunia Indonesia, bukan dunia orang lain. Nah, ini momentum yang luar biasa, ekonomi Indonesia ini akan terus tumbuh sampai 2045. Jadi artinya apa? Potensinya luar biasa,” terang Erick.</p>



<p>Baca juga</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Optimisme tersebut ditopang berbagai fakta dan potensi, seperti makin menguatnya ekonomi kelas menengah dan semakin besarnya jumlah anak muda dalam struktur demografi Indonesia. Menteri BUMN mengatakan, pemerintah akan terus hadir mendukung upaya tumbuh kembang industri kreatif digital. Ia mencontohkan berbagai skema dukungan yang dikembangkan oleh BUMN.</p>



<p>Diantaranya inisiasi Sembrani dan Kiqani Fund sebagai platform pendanaan bagi startup yang bergerak di bidang fesyen, food and beverages dan kecantikan. Selain itu, ada juga skema Indonesia Digital Tribe dari PT Telkom dan Bank Mandiri yang menghadirkan digital mentorship program, hackathon, dan ruang showcase bagi puluhan prototipe terbaik.</p>



<p>“Semuanya dikembangkan dengan harapan mencetak generasi muda yang produktif dan tidak dieksploitasi sebagai pasar semata di mata dunia,” sambungnya.</p>



<p>Ketua Komunitas Startup Singo Edan (Stasion) Malang, Ziaelfikar Albaba, yang didapuk sebagai host kegiatan ramah tamah ini memaparkan, bahwa potensi besar subsektor game dan aplikasi dapat dilihat dari semakin bertambahnya jumlah pelaku usaha, talenta, event, dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dan BUMN.</p>



<p>“Jumlah startup dari data member stasion di Kota Malang sudah mencapai 118 per Januari tahun 2022 dengan tiga segmentasi bidang startup. Product dan project based, product based dan product based (service),” terang pria yang biasa disapa Fikar itu.</p>



<p>Mewakili aspirasi para pelaku industri kreatif startup di Kota Malang, dirinya berharap, bahwa ruang-ruang kerja sama pengembangan dengan BUMN akan semakin terbuka di masa mendatang.</p>



<p>Wali Kota Malang, Sutiaji, mengaku sangat menyambut baik kunjungan dan perhatian yang diberikan Menteri BUMN Erick Thohir terhadap para insan kreatif di Kota Malang. Menurutnya ini adalah langkah maju industri kreatif yang ada di Kota Malang. Oleh karena itu, penyematan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif 2021 terhadap Kota Malang memang sangat wajar jika melihat potensi yang dimiliki.</p>



<p>“Terima kasih atas kunjungan Bapak Menteri ke Kota Malang. Insha Allah, mohon dukungannya, potensi besar Kota Malang siap semakin mendunia dan Pemkot Malang siap terus hadir untuk anak-anak muda kreatif,” ujar Sutiaji saat dihubungi di tengah agenda kedinasan yang sedang diikutinya.</p>



<p>Sutiaji juga mengatakan, Kota Malang merupakan dari kesatuan wilayah yang dikenal dengan Malang Raya. Dengan luas wilayah sebesar 110,06 km2, berdiri 62 perguruan tinggi di Kota Malang yang membuat kota ini juga disebut sebagai kota pendidikan.</p>



<p>“Subsektor aplikasi dan game tumbuh sejak 2002 diawali dengan dibukanya jurusan yang berkaitan dengan teknologi informasi di beberapa perguruan tinggi di Kota Malang,” terang Sutiaji.</p>



<p>Selain itu, tren global yang saat itu mulai mengarah ke industri digital membuat Kota Malang menjadi ladang tumbuhnya ekosistem dalam subsektor aplikasi dan game ini. Di Kota Malang ada 92 perusahaan, studio/startup. Ada yang sudah dalam perusahaan produk maupun dalam usaha jasa (based on service).</p>



<p>“Lebih dari 2.200 serapan tenaga kerja. Freelancer atau pekerja lepas maupun yang sudah termasuk dalam tim/studio/perusahaan. Kemudian lebih dari 4.800 lulusan sarjana per tahun, 10 perguruan tinggi dengan jurusan yang berkaitan dengan aplikasi dan game,” paparnya. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">161851</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Banyak Generasi Z Ingin Jadi Youtuber</title>
		<link>https://memontum.com/banyak-generasi-z-ingin-jadi-youtuber</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2021 12:19:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[East Java Super Corridor]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi digital]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Millenial]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Z]]></category>
		<category><![CDATA[Go Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembang]]></category>
		<category><![CDATA[Pengguna]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136551</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Pamekasan &#8211; Generasi Millenial pelan tapi pasti mengalami pergeseran pola fikir. Bahkan, generasi Z lebih berkeinginan menjadi you tuber ketimbang duduk manis di perkantoran. Hal itu terungkap dalam acara rapat koordinasi Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) Pamekasan, bekerjasama dengan East Java Super Corridor (EJSC) Madura itu fokus diskusi dengan pegiat media [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Pamekasan</strong> &#8211; Generasi Millenial pelan tapi pasti mengalami pergeseran pola fikir. Bahkan, generasi Z lebih berkeinginan menjadi you tuber ketimbang duduk manis di perkantoran.</p>



<p>Hal itu terungkap dalam acara rapat koordinasi Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) Pamekasan, bekerjasama dengan East Java Super Corridor (EJSC) Madura itu fokus diskusi dengan pegiat media sosial milenial Madura, Rabu (10/03) tadi.</p>



<p>Rapat koordinasi yang digelar di ruang rapat Trunojoyo Pamekasan tersebut diisi oleh Kasi Sarana Promosi dan Informasi Pariwisata Jawa Timur, Satria Devi Kurniawan, Kasi Pengembangan Jaringan dan Kerjasama Jawa Timur, Andyka Merry Rustiyanto, dan Digital Consultant, Akhyari Hananto.</p>



<p>Dalam pemaparannya, Kasi Sarana Promosi dan Informasi Pariwisata Jawa Timur Satria Devi mengatakan kalau di era 4.0 ini kegiatan masyarakat serba digital, wajah kegiatan ekonomi kita sudah menerapkan internet dan dunia digital sebagai wahana instraksi dan transaksi.</p>



<p>&#8220;Dan yang terpenting, sosial media telah mampu mengubah wajah kegiatan masyarakat terutama dalam penggenjotan sektor UKM/IKM dan pariwisata, di Bulan Januari tahun ini saja berdasarkan penelitian pengguna aktif sosial media Indonesia menempati posisi ketiga setelah India dan USA, jadi kalau ini dimanfaatkan secara baik untuk pengembangan marketing dan promosi sangat potensial,&#8221; imbuh Satria.</p>



<p>Sementara itu, Digital Consultant, Akhyari Hananto menyampaikan kalau saat ini terutama generasi milenial cenderung bekerja sesuai passion karena banyak peluang kerja baru bermunculan, inilah yang disebut ‘Trend Gig Economy’</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/136529-gmni-lurug-dkpp-sampaikan-empat-tuntutan-terkait-permasalahan-pupuk-bersubsidi#ixzz6oi7St1mU" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : GMNI Lurug DKPP, Sampaikan Empat Tuntutan Terkait Permasalahan Pupuk Bersubsidi</a></strong></p>



<p>&#8220;Saat ini kita liat generasi Z di bawah kita yang ingin jadi Youtuber, ingin jadi selebgram, ingin jadi Gamer dan ingin jadi internet marketer, pekerjaan ini kan tidak pernah ada sebelumnya dan saat ini menjadi booming banyak digandrungi anak-anak milenial, alasannya apa ya karena mereka tidak terikat dengan jam kantor formil, bisa bekerja di manapun yang penting terkoneksi internet, inilah yang saya sebutkan Trend Gig Economy,&#8221; imbuh founder GNFI itu.</p>



<p>Sementara itu, Plt Kabid Pembangunan Bakorwil Pamekasan saat ditemui mengatakan, untuk keberlanjutan kerjasama dengan influencer, media partner, pegiat media sosial di Madura pasti terus berlanjut, di sini ada EJSC ada Bakorwil yang siap mengawal pariwisata dan UKM dan IKM bisa go digital.</p>



<p>&#8220;Kami kedepannya bakal jalin kerjasama dengan media partner di Madura, ya kita saling dukung lah,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>&#8220;Karena kami ini lebih pengembangan anak-anak milenial di sektor ekonomi kreatif dan ekonomi digital, peningkatan talenta dan peran milenial disitu sangat dibutuhkan, karena peningkatan upskill,&#8221; kelakarnya.</p>



<p>&#8220;Kegiatan ini tidak yang pertama lho, sebelumnya ada kegiatan Madura Milenial Festival, dan kesempatan berikutnya bakal ada kegiatan serupa,&#8221; jelasnya. <strong>(fid/adi/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136551</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menparekraf Dukung Kembangkan Desa Wisata di Kabupaten Ngawi Jawa Timur</title>
		<link>https://memontum.com/menparekraf-dukung-kembangkan-desa-wisata-di-kabupaten-ngawi-jawa-timur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2021 18:00:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Agrowisata]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi digital]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[ekowisata]]></category>
		<category><![CDATA[industri pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Infrastruktur]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenparekraf]]></category>
		<category><![CDATA[Kesejahteraan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135865</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf)/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraft), Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong pengembangan potensi desa wisata di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Sandiaga mengatakan, Ngawi memiliki banyak potensi produk kreatif yang berkearifan lokal di antaranya batik, teh, dan bonggol akar jati. Sehingga, hal ini cocok dipadukan dengan pengembangan ekowisata [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf)/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraft), Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong pengembangan potensi desa wisata di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.</p>



<p>Sandiaga mengatakan, Ngawi memiliki banyak potensi produk kreatif yang berkearifan lokal di antaranya batik, teh, dan bonggol akar jati. Sehingga, hal ini cocok dipadukan dengan pengembangan ekowisata yang berkaitan erat dengan desa wisata. Disampaikan dalam webinar ‘Mas Menteri Kangen Ngawi’, senin malam (01/30).</p>



<p>“Di Indonesia, wujud dari ekowisata ya desa wisata. Apalagi ada sekitar 200 desa di Ngawi jadi untuk mengembangkan potensi desa wisata ini. Perlu dukungan penuh dari Mas Bupati dan Pemerintah Kabupaten Ngawi,” kata Sandiaga.</p>



<p>Selain itu, Sandiaga juga menyebutkan Ngawi memiliki potensi di bidang agrowisata. Hal ini, mengingat Kabupaten yang berada di sisi paling barat Provinsi Jawa Timur ini memiliki banyak industri pangan.</p>



<p>“Ngawi ini juga lumbung padi kita. Saya lihat banyak sekali industri pangan yang tumbuh di Ngawi dan bisa dijadikan agrowisata,” ujarnya.</p>



<p>Menparekraf/Baparekraf saat ini, tengah menggencarkan program pendampingan dan pengembangan wirausaha di desa wisata. Program ini, lanjut Sandiaga, juga dapat dilaksanakan di desa-desa wisata yang ada di Ngawi, salah satunya Desa Ngubalan yang merupakan desa wisata industri.</p>



<p>“Program-program ini gratis, bagi semua yang punya ilmu dan kemampuan. Selain itu, kami sedang merancang pendampingan untuk 244 desa wisata dan desa-desa yang ada di Kabupaten Ngawi ini juga akan menjadi prioritas kita,” ucap Sandiaga.</p>



<p>Hal ini mendapat respons positif dari Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono. Ia berharap, ke depannya akan ada kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Ngawi dan Kemenparekraf/Baparekraf sebagai upaya membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta membuka lapangan kerja seluas-luasnya.</p>



<p>“Kita tunggu kehadiran Mas Menteri dan jajaran di Kabupaten Ngawi untuk melihat langsung, bagaimana kita berproses meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat pariwisata dan ekonomi kreatif. Tentu saja, saya juga akan terus berkolaborasi dan bersinergi dengan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Ngawi,” ungkap Ony. Webinar ini juga dihadiri oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Hari Santosa Sungkari dan Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Muhammad Neil El Himam. <strong>(kbk/kpe/aye/ed2).</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135865</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Ekonomi Digital Berdampak Pada Sebagian Kalangan Tenaga Kerja</title>
		<link>https://memontum.com/perkembangan-ekonomi-digital-berdampak-pada-sebagian-kalangan-tenaga-kerja</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2020 03:29:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[efek digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi digital]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=109984</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Perkembangan Ekonomi digital rupanya menjadi tantangan tersendiri bagi kalangan tenaga kerja. Bahkan, juga dapat berdampak pada berkurangnya porsi tenaga kerja untuk golongan tertentu. Beberapa kelompok tenaga kerja yang diprediksi rentan terkena efek digitalisasi adalah tenaga tata usaha, pekerja pengolahan dan kerajinan, operator dan perakit mesin hingga pekerja kasar. Berdasarkan analisa yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Perkembangan Ekonomi digital rupanya menjadi tantangan tersendiri bagi kalangan tenaga kerja. Bahkan, juga dapat berdampak pada berkurangnya porsi tenaga kerja untuk golongan tertentu. Beberapa kelompok tenaga kerja yang diprediksi rentan terkena efek digitalisasi adalah tenaga tata usaha, pekerja pengolahan dan kerajinan, operator dan perakit mesin hingga pekerja kasar.</p>
<p>Berdasarkan analisa yang dilakukan East Ventures, dalam tiga tahun terakhir, porsi pekerja pada golongan tersebut tercatat mengalami penurunan hampir di semua sektor. Sejalan dengan perkembangan digitalisasi yang ada, penurunan porsi paling tinggu berada pada sektor Informasi dan Komunikasi, yakni dengan penurunan sebesar 15,8%. Setelah itu diikuti oleh Jasa Keuangan dan Asuransi dengan penurunan yang mencapai 14,1%.</p>
<p>Sektor industri lain yang turut terdampak yaitu industri transportasi, khususnya angkutan umum darat yang juga menghadapi disrupsi dengan hadirnya jasa penyedia transportasi darat menggunakan sistem online.</p>
<p>&#8220;Kehadiran penyedia jasa aplikasi transportasi online ini memang menimbulkan persaingan yang lebih ketat. Mereka bertindak layaknya perusahaan taksi pada umumnya. Akibatnya, sejumlah perusahaan taksi terkena imbas persaingan usaha dengan mengurangi armada, bahkan juga ada yang gulung tikar,&#8221; ujar Partner East Ventures, Melisa Irene.</p>
<p>Masih berdasarkan analisa yang sama, Melisa mengatakan, salah satu perusahaan transportasi darat yang turut merasakan dampak tersebut adalah Blue Bird. Bahkan, dampak dari persaingan ketat dengan taksi online, membuat perusahaan taksi terbesar di Indonesia ini terus memangkas jumlah armadanya.</p>
<p>Dalam tempo empat tahun, jumlah armada taksi reguler yang dipangkas mencapai 4.619 unit. Dimana dari jumlah awal sebanyak 26.719 unit taksi reguler pada tahun 2015, menjadi 22.110 unit pada tahun 2018. Terang saja hal itu juga berdampak pada pendapatan operasional yang merosot drastis dari Rp 4,7 triliun pada tahun 2015 menjadi 3,4 triliun pada tahun 2018.</p>
<p>&#8220;Blue Bird melakukan transformasi yang dimulai dari 2017 hingga 2022 guna menghadapi persaingan ketat di era digital. Di antaranya adalah kolaborasi dengan Gojek dan Traveloka, serta membuat aplikasi My Bluebird,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Melisa menjelaskan, dalam laporan tahunan 2018, Direktur Utama (Dirut) Blue Bird, Purnomo Prawiro mengatakan bahwa di tengah disrupsi ini, pihak Blue Bird terus memperbaiki pelayanan dengan pengembangan teknologi IT, kolaborasi dan pengembangan layanan baru bagi customer. Sehingga Blue Bird busa bertahan dan menemukan titiik balik untuk kembali tumbuh pada 2018.</p>
<p>Berkaitan dengan hal tersebut, penurunan porsi kerja rentan digitalisasi terjadi pada daerah-daerah yang memiliki tingkat daya saing digital yang tinggi. DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Banten yang termasuk dalam 5 besar dengan daya saing digital tertinggi, mengalami penurusan porsi pekerja rentan yang tertinggi. Dengan kata lain, semakin tinggi Indeks Daya Saing Digital, pekerja rentan digitalisasi cenderung mengalami penurunan.</p>
<p>&#8220;Dengan kondisi ini, persaingan di dunia kerja diperkirakan semakin kompetitif. Daerah yang mengalami perkembangan digital yang pesat akan banyak membutuhkan tenaga terampil yang mempunyai keterampilan khusus di bidang digital. Sebaliknya, tenaga kerja yang rentan terhadap digitalisasi diprediksi akan semakin menurun dan mungkin akan digantikan oleh teknologi yang semakin berkembang,&#8221; pungkasnya. <strong>(kik/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">109984</post-id>	</item>
		<item>
		<title>JNE Bawa UMKM Malang ke Era Ekonomi Digital, Tingkatkan Perekonomian Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/jne-bawa-umkm-malang-ke-era-ekonomi-digital-tingkatkan-perekonomian-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Sep 2019 01:57:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[dinkop kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi digital]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/92462-jne-bawa-umkm-malang-ke-era-ekonomi-digital-tingkatkan-perekonomian-masyarakat</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Penggiat UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di Kota Malang cukup besar. Dari data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang, tercatat ada 90 ribu UMKM di Kota Malang. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang Dra Tri Widyani Pangestu MSi, dalam acara Kopiwriting JNE dengan tema [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Penggiat UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di Kota Malang cukup besar. Dari data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang, tercatat ada 90 ribu UMKM di Kota Malang.</p>
<p>Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang Dra Tri Widyani Pangestu MSi, dalam acara Kopiwriting JNE dengan tema &#8220;Membawa UMKM Lokal Ke Era Ekonomi Digital” pada Rabu (11/9/2019) sore di Vargo Kitchen Jl. Borobudur, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.</p>
<p>Menurut Tri Widyani, Kota Malang memiliki peluang yang besar dalam pengembangan UMKM. &#8220;Kota Malang adalah kota pendidikan, kota wisata, sangat menunjang kalau Kota Malang menjadi bumi nya UMKM. Pasarnya luar biasa. Hal ini seperti misi Walikota Malang, menempatkan perekonomian kerakyatan yang dikembangkan ke arah ekonomi kreatif,&#8221; ujar Tri Widyani.</p>
<p>Namun para pejuang UKM tetap memerlukan pendampingan terkait persoalan pengembangan. &#8221; UKM ternyata perlu pendampingan. Oleh karena itu Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang memiliki klinik bisnis yang menangani persoalan dan pengembangan UKM.</p>
<p>Ada 4 permasalahan yang dihadipi oleh para pejuang UKM yakni masalah kualitas produk, standarisasi, pembiayaan dan pemasaran. Kendala di Packaging, branding dan pemasaran lemah. Oleh karena itu penggiat UKM perlu adanya pendampingan.&#8221; ujar Tri Widyani.</p>
<p>UMKM di Kota Malang yang saat ini terus berkembang diantaranya bisnis kuliner, fashion, kerajinan dan bidang digital seperti game dan animasi. &#8221; Kami terus berdayakan bagaimana market UKM pemasarannya juga handal hingga keluar negeri,&#8221; ujar Tri Widyani.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Cabang JNE Malang, Windhu Abiworo mengatakan bahwa JNE Malang telah memiliki inovasi yang dihadirkan untuk membantu pelaku UKM agar semakin terus berkembang. Melalui program rumah UMKM, JNE akan semaksimal mungkin membantu pelaku UKM agar semakin berkembang hingga bisa memasarkan produknya hingga ke luar negeri.</p>
<p>&#8220;JNE Malang saat ini memiliki program ”Rumah UMKM” yang bekerja sama dengan beberapa dinas pemerintahan untuk pemberian materi, pelatihan, coaching clinic berupa branding, packaging, dan digital marketing. Ini untuk mendukung pelaku UMKM agar semakin berkembang di era ekonomi digital,&#8221; ungkap Windhu.</p>
<p>Diantaranya menghadirkan Warehousing Management System yang mampu menangani proses pickup, racking, packing, labeling AWB, ready to shipper, sehingga memudahkan berbagai proses distribusi. Selain itu, para pelaku UMKM juga diajak untuk berani go international dengan program ”Ekspor Lebih Mudah&#8221; ke seluruh dunia.</p>
<p>Ditambahkan oleh Whindiarto Yudhistiro, head of sales marketing JNE Malang, bahwa pihaknya akan memberikan potensi positif dengan hadirnya rumah UMKM.</p>
<p>&#8220;Kita bahkan akan masuk ke tingkat kelurahan. Bisa dengan bekerja sama dengan Karang taruna, komunitas-komunitas untuk memberikan pelatihan-pelatihan kepada pelaku UKM. Kita akan membuka kelas-kelas pelatihan. Kita upayakan pelaku UKM bisa terua berkembang dari 1.0 sampai 4.0. Pengajarannya mulai nol hingga mereka bisa ekspor,&#8221; ujar Whindiarto Yudhistiro.</p>
<p>Pengajarannya sampai hal-hal terkecil bagaimana suatu produk bisa menarik konsumen hingga laku di pasaran. &#8221; Mengambil foto untuk ditampilkan di IG juga sangat penting menarik perhatian pembeli. Pelaku UKM juga kita ajarkan pengambilan foto termasuk efek pencahayaan nya sehingga bisa menarik saat ditampilkan di IG. Pelatihan-pelatihan juga kami hadirkan pera pelaku usaha yang sudah sukses, karena yang kita bicarakan adalah realitas di lapangan. Akan kita branding bagaimana produk UKM bisa laku di pasaran. Bagaimana produk dikemas sehingga sangat menarik. JNE akan memfasilitasinya. Untuk kelas internasional akan kita mulai akhir 2019 supaya produk pelaku UKM bisa dipasarkan juga ke luar negeri,&#8221; Whindiarto.</p>
<p>Dalam kopiwriting ini juga hadir Dias Satria Pemilik Kopi Jago &amp; Jagoan Indonesia , sebagai pembicara. Pengusaha muda ini memberikan pengalaman dan motivasi kepada para pelaku UKM untuk terus mengembangkan usaha sekreatif mungkin untuk bisa diterima di pasaran.<strong> (gie/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">92462</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
