<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>ekowisata &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ekowisata/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Mar 2021 15:46:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>ekowisata &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Menparekraf Dukung Kembangkan Desa Wisata di Kabupaten Ngawi Jawa Timur</title>
		<link>https://memontum.com/menparekraf-dukung-kembangkan-desa-wisata-di-kabupaten-ngawi-jawa-timur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2021 18:00:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Agrowisata]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi digital]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[ekowisata]]></category>
		<category><![CDATA[industri pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Infrastruktur]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenparekraf]]></category>
		<category><![CDATA[Kesejahteraan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135865</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf)/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraft), Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong pengembangan potensi desa wisata di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Sandiaga mengatakan, Ngawi memiliki banyak potensi produk kreatif yang berkearifan lokal di antaranya batik, teh, dan bonggol akar jati. Sehingga, hal ini cocok dipadukan dengan pengembangan ekowisata [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf)/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraft), Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong pengembangan potensi desa wisata di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.</p>



<p>Sandiaga mengatakan, Ngawi memiliki banyak potensi produk kreatif yang berkearifan lokal di antaranya batik, teh, dan bonggol akar jati. Sehingga, hal ini cocok dipadukan dengan pengembangan ekowisata yang berkaitan erat dengan desa wisata. Disampaikan dalam webinar ‘Mas Menteri Kangen Ngawi’, senin malam (01/30).</p>



<p>“Di Indonesia, wujud dari ekowisata ya desa wisata. Apalagi ada sekitar 200 desa di Ngawi jadi untuk mengembangkan potensi desa wisata ini. Perlu dukungan penuh dari Mas Bupati dan Pemerintah Kabupaten Ngawi,” kata Sandiaga.</p>



<p>Selain itu, Sandiaga juga menyebutkan Ngawi memiliki potensi di bidang agrowisata. Hal ini, mengingat Kabupaten yang berada di sisi paling barat Provinsi Jawa Timur ini memiliki banyak industri pangan.</p>



<p>“Ngawi ini juga lumbung padi kita. Saya lihat banyak sekali industri pangan yang tumbuh di Ngawi dan bisa dijadikan agrowisata,” ujarnya.</p>



<p>Menparekraf/Baparekraf saat ini, tengah menggencarkan program pendampingan dan pengembangan wirausaha di desa wisata. Program ini, lanjut Sandiaga, juga dapat dilaksanakan di desa-desa wisata yang ada di Ngawi, salah satunya Desa Ngubalan yang merupakan desa wisata industri.</p>



<p>“Program-program ini gratis, bagi semua yang punya ilmu dan kemampuan. Selain itu, kami sedang merancang pendampingan untuk 244 desa wisata dan desa-desa yang ada di Kabupaten Ngawi ini juga akan menjadi prioritas kita,” ucap Sandiaga.</p>



<p>Hal ini mendapat respons positif dari Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono. Ia berharap, ke depannya akan ada kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Ngawi dan Kemenparekraf/Baparekraf sebagai upaya membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta membuka lapangan kerja seluas-luasnya.</p>



<p>“Kita tunggu kehadiran Mas Menteri dan jajaran di Kabupaten Ngawi untuk melihat langsung, bagaimana kita berproses meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat pariwisata dan ekonomi kreatif. Tentu saja, saya juga akan terus berkolaborasi dan bersinergi dengan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Ngawi,” ungkap Ony. Webinar ini juga dihadiri oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Hari Santosa Sungkari dan Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Muhammad Neil El Himam. <strong>(kbk/kpe/aye/ed2).</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135865</post-id>	</item>
		<item>
		<title>TJE di Lumajang, Saling Berbagi Kisah Sukses Pengelolaan Wisata</title>
		<link>https://memontum.com/tje-di-lumajang-saling-berbagi-kisah-sukses-pengelolaan-wisata</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jan 2020 14:02:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[ekowisata]]></category>
		<category><![CDATA[TJE Jatim Camp]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/104382-tje-di-lumajang-saling-berbagi-kisah-sukses-pengelolaan-wisata</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Temu Jaringan Ekowisata (TJE) Jatim Camp 2020 diselenggarakan di Wisata Hutan Bambu, Sumbermujur Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, Jum&#8217;at (17/01/2020). Kegiatan ini diadakan selama 3 hari mulai 17-19 Januari 2020 dan diikuti oleh para penggiat ekowisata di Jawa Timur. Dalam kesempatan itu, Bupati Lumajang, H Thoriqul Haq M.ML menceritakan keindahan alam Lumajang. Salah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang </strong>&#8211; Temu Jaringan Ekowisata (TJE) Jatim Camp 2020 diselenggarakan di Wisata Hutan Bambu, Sumbermujur Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, Jum&#8217;at (17/01/2020). Kegiatan ini diadakan selama 3 hari mulai 17-19 Januari 2020 dan diikuti oleh para penggiat ekowisata di Jawa Timur.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Lumajang, H Thoriqul Haq M.ML menceritakan keindahan alam Lumajang. Salah satu potensi alam yang akan didongkrak sebagai pariwisata unggulan adalah Ranu Pani dan Ranu Regulo. Ia menerangkan bahwa pihaknya akan terus berupaya memaksimalkan potensi alam tersebut menjadi pariwisata yang menarik.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-104384" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200119-WA0056-copy.jpg?resize=740%2C444&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="444" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200119-WA0056-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200119-WA0056-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200119-WA0056-copy.jpg?resize=600%2C360&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200119-WA0056-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200119-WA0056-copy.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200119-WA0056-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Saya bersyukur ditakdirkan memimpin sebuah Kabupaten yang dianugerahi potensi alam yang luar biasa, tahun ini kita pastikan telah tertanam bunga-bunga yang bagus, tertata rapi, seluruh potensi alam yang ada di Ranu Regulo menjadi pariwisata yang segmentasinya untuk orang-orang yang suka dengan keindahan alam,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dijelaskan, mulai tahun ini, kawasan Ranu Pani akan disulap menjadi pariwisata yang lebih tertata dan lebih eksotik. Pembangunan yang berwawasan lingkungan tanpa merusak alam.</p>
<p>&#8220;Meskipun dilakukan pengembangan pariwisata di Ranu Pani dan Ranu Regulo, Kita tidak akan merusak alamnya, tapi kita isi supaya potensi alamnya semakin tumbuh dan berkembang dan dengan berwawasan lingkungan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Panitia, Tri Sulihanto Putra menjelaskan bahwa acara ini digelar oleh East Java Ecotourism Forum (EJEF) yang pendanaannya secara swadaya dari peserta dan disupport oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang. Acara ini diikuti oleh 120 peserta.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-104383" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200119-WA0057-copy.jpg?resize=740%2C444&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="444" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200119-WA0057-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200119-WA0057-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200119-WA0057-copy.jpg?resize=600%2C360&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200119-WA0057-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200119-WA0057-copy.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200119-WA0057-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Tri Sulihanto mengatakan bahwa selama 3 hari kedepan ada beberapa agenda kegiatan yang dilakukan peserta juga harus berbagi kisah sukses dalam pengembangan desa wisata.</p>
<p>&#8220;Diantaranya Panel Diskusi tentang kebijakan strategis dan isu wisata terkini dan sharing best practice, saling berbagi kisah sukses pengelolaan wisata agar dapat menginspirasi daerah lainnya,&#8221; ungkap Tri Sulihanto.<strong> (adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">104382</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pompa dan Jembatan Bambu Mangrove Wonorejo, Dipatok Rampung Akhir Tahun</title>
		<link>https://memontum.com/pompa-dan-jembatan-bambu-mangrove-wonorejo-dipatok-rampung-akhir-tahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Mar 2019 16:43:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[ekowisata]]></category>
		<category><![CDATA[Mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/81077-pompa-dan-jembatan-bambu-mangrove-wonorejo-dipatok-rampung-akhir-tahun</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tahun 2019 ini juga fokus dibidang pematusan. Tahun ini, pemkot pasang target menuntaskan pembangunan pompa air baru dan jembatan bambu di kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo. Keberadaan pompa baru untuk menggantikan pompa lama yang dinilai kurang lagi efektif saat musim hujan seperti sekarang ini. Sedangkan jembatan bamboo mendukung wisata. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya </strong>&#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tahun 2019 ini juga fokus dibidang pematusan. Tahun ini, pemkot pasang target menuntaskan pembangunan pompa air baru dan jembatan bambu di kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo.</p>
<p>Keberadaan pompa baru untuk menggantikan pompa lama yang dinilai kurang lagi efektif saat musim hujan seperti sekarang ini. Sedangkan jembatan bamboo mendukung wisata. Untuk memastikan pengerjaan dua proyek tersebut, Walikota Tri Rismaharini inspeksi mendadak (Sidak), Kamis (14/3/2019).</p>
<p>“Kita akan tambah (pompa) 5 meter kubik (m3) disini (mangrove). Ini (pompa) kawasannya mencakup Penjaringansari, Rungkut sisi timur, Penjaringansari Pandugo, kemudian Pondok Nirwana Eksekutif. Saluran ini impeknya sampai disana. Kali ini (Wonorejo) merupakan terusan dari dari Rungkut sampai Universitas Surabaya (Ubaya),” kata Risma saat sidak di Mangrove Wonorejo.</p>
<p>Selain itu, beberapa yang wilayah yang ditambah pompa, meliputi; Kalisari ditambah 5 m3, Kalidami 4,5 m3, Morokrembangan ditambah bozem 8 m3. Dan kurang lebih 4 m3 untuk di pompa Jalan Ikan Mungsing untuk mengakomodir sekitar Jalan Rajawali, SMPN 5, dan Pesapen Perak yang masuk kawasan Jalan Ikan Mungsing.</p>
<p>“Karena daerah itu areanya luas, mulai Kedungdoro sampai pusat, semua larinya ke bozem Morokrembangan,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Risma, pemasangan pompa ini untuk mencegah rob (air laut masuk) melalui sungai Kalimas. Ia mengatakan, jika Surabaya sudah jarang hujan, namun daerah Kalisosok sering banjir yang dipicu masuknya air laut melalui saluran.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">81077</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dosen UB Kembangkan Ekowisata Rajegwesi Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/dosen-ub-kembangkan-ekowisata-rajegwesi-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Aug 2018 13:50:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[agroindustri]]></category>
		<category><![CDATA[ekowisata]]></category>
		<category><![CDATA[Rajegwesi]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=49963</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ekowisata agroindustri merupakan salah satu bentuk integrasi dalam pengembangan sistem ekowisata dan agroindustri yang mengoptimalkan pemanfaatan komoditas lokal menjadi produk-produk unggulan daerah yang berdaya saing. Ekowisata berbasis masyarakat dapat menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat serta mengurangi kemiskinan. Sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, dosen jurusan Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Ekowisata agroindustri merupakan salah satu bentuk integrasi dalam pengembangan sistem ekowisata dan agroindustri yang mengoptimalkan pemanfaatan komoditas lokal menjadi produk-produk unggulan daerah yang berdaya saing. Ekowisata berbasis masyarakat dapat menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat serta mengurangi kemiskinan.</p>
<p>Sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, dosen jurusan Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB), Dr. Siti Asmaul Mustaniroh, STP. MP. mengembangkan ekowisata agroindustri di dusun Rajegwesi, desa Sarongan Banyuwangi dalam Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM). </p>
<p><div id="attachment_49966" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://memontum.com/49963-dosen-ub-kembangkan-ekowisata-rajegwesi-banyuwangi/img-20180802-wa0031-copy" rel="attachment wp-att-49966"><img aria-describedby="caption-attachment-49966" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG-20180802-WA0031-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="Aneka produk olahan wisata Rajegwesi" width="650" height="333" class="size-full wp-image-49966" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG-20180802-WA0031-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG-20180802-WA0031-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-49966" class="wp-caption-text"><em><strong>Aneka produk olahan wisata Rajegwesi</strong></em></p></div></p>
<p>Desa Sarongan di Banyuwangi Selatan yang menjadi target pengembangan ekowisata berbasis masyarakat ini, secara geografis merupakan salah satu dari keempat daerah penyangga kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) Banyuwangi. Balai TNMB sendiri telah menginisiasi kegiatan pemberdayaan masyarakat sejak 2010 dengan membentuk pamswakarsa dan kader konservasi di kecamatan Pesanggaran, salah satunya di dusun Rajegwesi, desa Sarongan.</p>
<p>Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Balai TNMB dan Desa Sarongan yang memiliki potensi prospektif dalam pengembangan Desa Ekowisata Agroindustri, hingga terbentuklah kelompok pemberdayaan masyarakat produktif untuk mendukung kegiatan tersebut, yaitu Karang Taruna Masyarakat Ekowisata Rajegwesi (KaTaMER), Kelompok Usaha Gendis Osing dan SPKP Sarongan.</p>
<p>Dalam program PPDM untuk pengembangan ekowisata agroindustri ini, Dr. Siti Asmaul Mustaniroh, STP,MP. dari FTP UB yang dibantu Luchman Hakim, S.Si.M.Agr.Sc,Ph.D – FMIPA UB; Nur Azizah, SP,MP- FP UB serta Jaya Mahar Maligan,STP,MP – FTP UB telah melakukan kegiatan pelatihan, pendampingan serta pembinaan desa Ekowisata Rajegwesi ini dengan sumber pendanaan DIKTI. </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">49963</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
