<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>ekskavasi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ekskavasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 19 Sep 2023 11:22:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>ekskavasi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ekskavasi Situs Pendem Bakal Berlanjut, Tim Appraisal Putuskan Harga Rp 1,790 Juta Permeter</title>
		<link>https://memontum.com/ekskavasi-situs-pendem-bakal-berlanjut-tim-appraisal-putuskan-harga-rp-1790-juta-permeter</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Sep 2023 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[appraisal]]></category>
		<category><![CDATA[berlanjut,]]></category>
		<category><![CDATA[ekskavasi]]></category>
		<category><![CDATA[pendem]]></category>
		<category><![CDATA[permeter]]></category>
		<category><![CDATA[putuskan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198469</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Rencana ekskavasi Situs Pendem di Desa Pendem, Kecamatan Pendem, Kota Batu, bakal berlanjut. Itu karena, tim appraisal telah menentukan harga senilai Rp 1,790 juta, untuk permeter persegi di lokasi itu. Sehingga, dengan luasan lahan total sekitar 100 meter persegi, maka Pemkot Batu akan mengganti lahan itu senilai Rp 179 juta. Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Rencana ekskavasi Situs Pendem di Desa Pendem, Kecamatan Pendem, Kota Batu, bakal berlanjut. Itu karena, tim appraisal telah menentukan harga senilai Rp 1,790 juta, untuk permeter persegi di lokasi itu. Sehingga, dengan luasan lahan total sekitar 100 meter persegi, maka Pemkot Batu akan mengganti lahan itu senilai Rp 179 juta.</p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disparta Kota Batu, Sintiche Agustina Pamungkas, mengatakan kesepakatan harga untuk pembebasan lahan di Situs Pendem, berdasarkan perhitungan dari tim appraisal. Dimana, lahan seluas 100 meter persegi, dihitung harga permeter persegi Rp 1,79 juta.</p>



<p>&#8220;Pembebasan lahan Situs Pendem, sudah diputuskan harganya. Hasilnya, dari luas lahan 100 meter persegi, Pemkot Batu akan membelinya Rp 179 juta,&#8221; terangnya, Selasa (19/09/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, keputusan harga dari pembebasan lahan itu, juga didampingi inspektorat, kejaksaan, Bagian Hukum, Kasun dan RT/RW, juga sudah bertemu dengan beberapa ahli waris lahan. &#8220;Saat ini, kami melakukan proses administrasi sesuai dengan prosedur pelepasan lahan. Setelah proses administrasi atau akte jual beli selesai, maka uang pembebasan lahan akan ditransfer langsung ke rekening ahli waris yang dikuasakan atas nama Bapak Sutrisno,” jelasnya.</p>



<p>Iche menambahkan, setelah lahan Situs Pendem resmi dimiliki oleh Pemkot Batu, maka akan ditata ulang dan kembali dilakukan ekskavasi. Nantinya, ekskavasi dilakukan oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Batu, yang berjumlah lima orang dengan bantuan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur.</p>



<p>&#8220;Setelah lahan sudah resmi menjadi milik Pemkot Batu, ekskavasi Situs Pendem segera dilanjutkan,&#8221; jelasnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198469</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ekskavasi Temuan Situs Candi Manunjung, Desa Pendem Lakukan Pembebasan Lahan 100 Meter Persegi</title>
		<link>https://memontum.com/ekskavasi-temuan-situs-candi-manunjung-desa-pendem-lakukan-pembebasan-lahan-100-meter-persegi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2023 14:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Pendem]]></category>
		<category><![CDATA[ekskavasi]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[pembebasan lahan]]></category>
		<category><![CDATA[Situs]]></category>
		<category><![CDATA[situs sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=183787</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Kepala Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Tri Wahyuwono Effendi, mengatakan bahwa kini sedang melakukan proses pengadaan lahan seluas 100 meter persegi. Kondisi itu, mensikapi penemuan situs di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, sejak tahun 2020 dan dilakukan ekskavasi oleh Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, dengan sebutan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Kepala Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Tri Wahyuwono Effendi, mengatakan bahwa kini sedang melakukan proses pengadaan lahan seluas 100 meter persegi. Kondisi itu, mensikapi penemuan situs di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, sejak tahun 2020 dan dilakukan ekskavasi oleh Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, dengan sebutan nama Candi Manunjung.</p>



<p>&#8220;Saat ini, kewenangan diberikan ke Dinas Pariwisata Kota Batu. Intervensi kebijakannya tahun ini. Sesuai apa yang sudah dilakukan komunikasi dari pemilik lahan, bahwa sudah dilakukan untuk pengadaan lahan seluas 100 meter persegi,&#8221; jelas Effendi, Rabu (22/02/2023) tadi.</p>



<p>Dengan ganti untung terhadap pemilik lahan sebanyak enam ahli waris, tambahnya, bahwa proses tersebut sudah berada di tangan pemerintah daerah. Dimana, proses itu juga menjadi kewenangan Dinas Pariwisata.</p>



<p>Dibutuhkannya lahan 100 meter persegi, itu karena seluruh lahan penemuan situs yang jumlahnya lebih kurang 10 situs itu. Dari hasil ekskavasi, luasnya mencapai 100 meter persegi. Hingga dari temuan itu disebut Candi Manunjung peninggalan Mataram Kuno.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Jadi, untuk tindaklanjutnya memang harus ada keterlibatan Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan terkait cagar budaya,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Mengenai pembebasan lahan itu, menurut Effendi, saat ini sudah dilakukan juga pemetaan dan pengukuran oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batu dan tentunya bersama Pemkot Batu lewat Dinas Pariwisata. &#8220;Saat ini masih proses. Tahun ini pembebasan lahan yang kemarin sudah dipetakan sesuai proses dari sekitar pemilik. Sesuai dengan anggaran, tahun ini akan dilakukan ganti untung. Dan, ahli waris sebagai pemilik lahan sebanyak 6 orang,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sekedar diketahui, Situs Pendem yang akhirnya disebut Candi Manunjung, terletak di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Dari tahun 2020 awal, penemuannya di daerah itu sudah dilakukan ekskavasi sebanyak lebih kurang empat kali. Hasil ekskavasi, menguatkan bahwa Situs Pendem merupakan bangunan candi, yang berkaitan dengan prasasti Sangguran. Karena dalam prasasti tersebut, disampaikan adanya candi. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183787</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Malang Tinjau Situs Gumuk Srigading Usai Tiga Kali Ekskavasi</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-malang-tinjau-situs-gumuk-srigading-usai-tiga-kali-ekskavasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Mar 2022 09:25:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Malang]]></category>
		<category><![CDATA[ekskavasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=165662</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, meninjau proses ekskavasi Situs Gumuk Srigading di Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Selasa (15/03/2022). Turut hadir mendampingi, Wakapolres Malang, Kompol Rizky Tri Putra, Dandim 0818 Malang-Batu, Letkol Inf Taufik Hidayat, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, meninjau proses ekskavasi Situs Gumuk Srigading di Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Selasa (15/03/2022).</p>



<p>Turut hadir mendampingi, Wakapolres Malang, Kompol Rizky Tri Putra, Dandim 0818 Malang-Batu, Letkol Inf Taufik Hidayat, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara serta pejabat terkait.</p>



<p>Proses ekskavasi Situs Srigading, sudah dilakukan sebanyak tiga kali. Dari hasil eksvakasi situs yang berada di Desa Srigading, itu telah ditemukan beberapa peninggalan sejarah. Ekskavasi menghasilkan berbagai temuan seperti halnya, Arca Agastya, Arca Nandiswara dan Arca Mahakala yang merupakan komponen Pantheon Siwa.</p>



<p>Bupati Malang mengatakan, pihaknya akan memfasilitasi proses pemetaan hingga semakin lebih baik. &#8220;Bentuknya sudah ketemu, nanti tinggal cari reliefnya. Kita tata kembali dan saya berharap nantinya bisa menjadi wisata purbakala yang ada di Malang. Dikelola BUMDes dan nanti Pemkab akan bantu fasilitasi,&#8221; kata Sanusi.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Dirinya juga menjelaskan, bahwa mulai Rabu (16/03/2022), sudah akan memulai pemasangan lampu penerangan. &#8220;Mulai besok, akan kita pasang lampu penerangan di 4 titik yang memakai solarcell supaya bisa terus terjaga dan terpelihara aman agar bisa menjadi candi yang sempurna,&#8221; tambah Sanusi.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Tim Ekskavasi Situs Srigading, Wicaksono, menuturkan bahwa butuh koordinasi lanjutan guna mematangkan rencana ekskavasi lanjutan. Bukan hanya terkait penggalian situs, tapi juga kejelasan status lahan. Sebab, struktur tersisa itu berada di lahan milik masyarakat setempat.</p>



<p>&#8220;Tadi kita sudah melaporkan kepada bupati, apa saja yang sudah kita kerjakan terkait dengan ekskavasi arkeologis yang sudah dilakukan di Srigading selama tiga tahap. Dan pasca itu, kita melaporkan kebutuhan teknis yaitu terkait dengan status lahan yang masih milik masyarakat. Lalu kebutuhan pengatapan dan pemagaran pasca ekskavasi, karena kondisi batu bata yang sudah lapuk dan tindakan mencari pola halaman,&#8221; tutur Wicaksono. <strong>(cw1/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">165662</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ekskavasi Situs (Desa) Pendem Kembali Dilanjutkan</title>
		<link>https://memontum.com/ekskavasi-situs-desa-pendem-kembali-dilanjutkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2020 05:03:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[BPCB Trowulan]]></category>
		<category><![CDATA[Disparta]]></category>
		<category><![CDATA[ekskavasi]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Pendem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=127577</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Penggalian situs Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, yang sempat berhenti karena keterbatasan biaya serta adanya Covid-19, akhirnya mulai dilanjutkan. Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu melalui PAPBD 2020, menggelontorkan anggaran sekitar Rp 150 juta, untuk meneruskan pengungkapan &#8216;cerita&#8217; penemuan situs Pendem. Bahkan, sejak Selasa (10/11) aktifitas sudah mulai dilanjutkan. “Penggalian nanti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Penggalian situs Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, yang sempat berhenti karena keterbatasan biaya serta adanya Covid-19, akhirnya mulai dilanjutkan. Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu melalui PAPBD 2020, menggelontorkan anggaran sekitar Rp 150 juta, untuk meneruskan pengungkapan &#8216;cerita&#8217; penemuan situs Pendem. Bahkan, sejak Selasa (10/11) aktifitas sudah mulai dilanjutkan.</p>
<p>“Penggalian nanti rencananya sampai 18 November. Kami menurunkan delapan orang dengan rincian empat orang dari BPCB Trowulan dan empat orang dari Disparta,” ungkap Arkeolog BPCB Trowulan, Wicaksono Dwi Nugraha, Rabu (11/11) siang.</p>
<p>Ditambahkannya, dalam ekskavasi yang telah dilakukan, saat ini sudah menemukan koin berdiameter satu centimeter yang terpatinasi setelah sebelumnya candi berukuran 7,5 meter x 7,5 meter dan terdapat sumuran berukuran 2,1 meter x 2,1 meter di tengahnya.</p>
<p>Lebih lanjut Dwi-sapaannya menerangkan, targetnya membuka singkapan lebih luas hingga diketahui bentuk secara lebih utuh. Dirinya juga menekankan, penggalian akan dilanjutkan ke arah timur, karena diperkirakan sebagai arah hadap candi.</p>
<p>“Penggalian ini dilakukan untuk menemukan bangunan pendukung lainnya. Biasanya, di sekitar candi induk terdapat candi perwara atau candi pelengkap,” imbuhnya.</p>
<p>Dwi juga menerangkan, situs Candi Pendem diperkirakan memiliki kaitan erat dengan Prasasti Sanguran di masa Mpu Sindok sebagai Raja pertama Medang Kamulan pada tahun 929 Masehi. Beberapa prasasti itu, kini berpindah ke Skotlandia. Konon, prasasti ini berada di Ngandat yang kini menjadi nama sebuah dusun di Desa Mojorejo. Atau, berjarak satu kilometer dari lokasi penemuan situs Pendem.</p>
<p>“Dalam catatan Verbeek, prasasti itu menuliskan tanah siman sebagai tempat pendharmaan bagi I Sang Hyang Prasada Kabhaktyan ing Sima Kajurugusalyan i Mananjung. Nanti akan kita ketahui lebih lanjut kedepannya, setelah penelitan dan eskavasi ini rampung,” tandasnya. <strong>(bir/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">127577</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perahu Baja Kuno Diekskavasi, Arkeolog Temukan Peluru Aktif dan Koin Kuno</title>
		<link>https://memontum.com/perahu-baja-kuno-diekskavasi-arkeolog-temukan-peluru-aktif-dan-koin-kuno</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Nov 2019 16:35:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[BPCB Trowulan]]></category>
		<category><![CDATA[ekskavasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perahu Kuno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99307-perahu-baja-kuno-diekskavasi-arkeolog-temukan-peluru-aktif-dan-koin-kuno</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Beberapa Tim arkeolog dari BPCB menemukan peluru aktif dan koin kuno yang terkubur bersama perahu baja zaman kolonial yang berada di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan. Tepat di hari ke-4, ekskavasi tiga perahu baja di sungai Bengawan solo. Wicaksono Dwi Nugroho Tim Arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jatim, telah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan </strong>&#8211; Beberapa Tim arkeolog dari BPCB menemukan peluru aktif dan koin kuno yang terkubur bersama perahu baja zaman kolonial yang berada di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan.</p>
<p>Tepat di hari ke-4, ekskavasi tiga perahu baja di sungai Bengawan solo. Wicaksono Dwi Nugroho Tim Arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jatim, telah menemukan peluru dan koin kuno dari lokasi perahu baja.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-99309" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191106-WA0001-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191106-WA0001-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191106-WA0001-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191106-WA0001-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191106-WA0001-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Temuan peluru aktif dan koin kuno ini semakin menguatkan asumsi awal yang menyebut perahu baja ini adalah perahu baja peninggalan masa kolonial.</p>
<p>Tak hany itu, Koin kuno yang berangka tahun 1902 dan 1909 adalah pecahan uang 2,5 sen dengan angka tahun 1909 dan pecahan setengah sen berangka tahun 1902.</p>
<p>“Selain berangka tahun, salah satu sisi mata uang juga ada tulisan Netherlands Indies. Ada juga yang bertuliskan huruf Jawa dan huruf Arab melayu atau huruf pegon,” kata Wicaksono Dwi Nugroho. Rabu (6/11/2019).</p>
<p>Tak hanya koin kuno, peluru aktif juga ditemukan saat ekskavasi perahu baja.</p>
<p>“Tak hanya koin kuno, Peluru aktif juga kami temukan kemungkinan digunakan untuk senjata jenis AK47,” jelasnya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-99308" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191106-WA0000-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191106-WA0000-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191106-WA0000-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191106-WA0000-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191106-WA0000-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Terkait temuan menarik Badan Peninggalan dan Cagar Budaya (BPCB) Jatim di Trowulan, selama proses ekskavasi ini adalah tentang keberadaan perahu baja itu sendiri.</p>
<p>Tim arkeolog, mengaku fakta perahu baja ini adalah perahu yang bersambungan atau gandeng seperti layaknya kereta api yang berasal dari masa penjajahan Belanda pada masa Perang Dunia pertama sampai Perang Dunia kedua.</p>
<p>“Panjang perahu kami perkirakan adalah 3,6 meter dengan lebar 1,5 perahu dan ada juga temuan pengait di perahu baja ini,” terang Wicaksono</p>
<p>Hingga kini BPCB Jatim, proses ekskavasi terhadap perahu baja masih terus berlangsung dan sudah berhasil menampakkan ketiga perahu untuk pengangkatan ke permukaan. Salah satunya dimulai dengan membuat bendungan di sekeliling perahu. <strong>(tyo/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99307</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diyakini Petilasan Kahuripan, BPCB Ekskavasi Temuan Situs Watesari &#8211; Balongbendo</title>
		<link>https://memontum.com/diyakini-petilasan-kahuripan-bpcb-ekskavasi-temuan-situs-watesari-balongbendo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jul 2019 01:23:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[BPCB Trowulan]]></category>
		<category><![CDATA[ekskavasi]]></category>
		<category><![CDATA[Situs]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/88412-diyakini-petilasan-kahuripan-bpcb-ekskavasi-temuan-situs-watesari-balongbendo</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto mengekskavasi temuan situs di Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. Ekskavasi yang pertama ini, setelah situs yang diduga peninggalan Kerajaan Kahuripan itu ditemukan warga setempat Tahun 2018 lalu. Ekskavasi situs tumpukan batu bata menyerupai pondasi itu dilakukan enam orang tim perwakilan BPCB Jatim. Ekskavasi ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto mengekskavasi temuan situs di Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. Ekskavasi yang pertama ini, setelah situs yang diduga peninggalan Kerajaan Kahuripan itu ditemukan warga setempat Tahun 2018 lalu.</p>
<p>Ekskavasi situs tumpukan batu bata menyerupai pondasi itu dilakukan enam orang tim perwakilan BPCB Jatim. Ekskavasi ini dilakukan petugas BPCB Jatim bersama warga sekitar serta komunitas penggiat budaya sekitar. Kemudian dibantu warga sekitar yang membersihkan ranting-ranting pohon di sekitaran punden Mbah Sukirman untuk mempermudah petugas mengeksplorasi temuan bersejarah itu.</p>
<p><div id="attachment_88414" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-88414" decoding="async" class="size-full wp-image-88414" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160201-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="EKSKAVASI - Tim BPCB Trowulan, Mojokerto mengekskavasi temuan situs di Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Selasa (16/07/2019)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160201-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160201-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160201-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160201-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160201-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-88414" class="wp-caption-text"><strong>EKSKAVASI &#8211; Tim BPCB Trowulan, Mojokerto mengekskavasi temuan situs di Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Selasa (16/07/2019)</strong></p></div></p>
<p>&#8220;Sejak ditemukan struktur bangunan yang diduga peninggalan Kerajaan Kahuripan itu, belum ada bantuan dari pihak pemerintah daerah sama sekali. Makanya kami memilih dana desa sekitar Rp 20 juta dipotong pajak untuk proses eksplorasi ini,&#8221; terang</p>
<p>Kepala Desa Watesari, Sukisno kepada Memo X, Rabu (17/7/2019).</p>
<p>Sukisno mengaku tertarik melakukan ekskavasi ini untuk menggali lebih dalam situs yang ada di desanya. Paling tidak, pihaknya berharap setelah ekskavasi terlihat jelas bentuk situs iti.</p>
<p>&#8220;Kalau bisa dijadikan destinasi wisata di Desa Watesari ini,&#8221; pintahnya.</p>
<p>Ketua Tim BPCB Trowulan Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho menilai temuan struktur bangunan serta sumur di punden Mbah Sukirman ini memiliki kriteria sebagai cagar budaya sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Hal itu berdasarkan hasil peninjauan Tahun 2018 lalu. Karena itu, pihak BPCB Jatim ini berencana bakal melaksanakan ekskavasi selama empat hari.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-88413" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160229-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160229-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160229-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160229-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160229-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160229-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Situs ini berkaitan adanya prasasti Kamalagyan yang jaraknya kurang lebih 3,5 kilometer di arah barat dan keberadaan situs Trik sejauh 7 kilometer di arah timur laut.</p>
<p>Kalau Kamalagyan menyebut pembangunan bendungan di masa Airlangga. Sedangkan Trik ada di masa awal-awal kerajaan majapahit. Pemukiman disini bagian dari mana, itu yang akan dicari dan diketahui dalam proses ekskavasi ini,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara salah seorang penggiat budaya, Laskar Nuswantara, Tri Kisnowo mengapresiasi BPCB dan pihak desa mengekskavasi situs itu. Baginya, situs itu bakal bisa dijadikan destinasi wisata lain, selain agrowisata tanaman belimbing di desa itu.</p>
<p>&#8220;Yang tidak kalah penting, ekskavasi ini menggunakan dana desa karena sudah tidak ada solusi lain. Pihaknya sudah berkomunikasi dengan Pemkab maupun dinas terkait, tapi selalu jawabannya tidak ada aturan. Padahal, kami sudah mengusulkan raperda inisiatif ke dewan dan terakhir di Bapemperda. Menggunakan dana desa ini menjadi solusi proses pelaksanaan eskavasi ini,&#8221; tandasnya. <strong>(Wan/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">88412</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
