<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>ekspor &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ekspor/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 May 2026 13:59:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>ekspor &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bupati Malang Panen Melon Berkualitas Ekspor dan Dorong Masyarakat Tingkatkan Swasembada Pangan</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-malang-panen-melon-berkualitas-ekspor-dan-dorong-masyarakat-tingkatkan-swasembada-pangan</link>
					<comments>https://memontum.com/bupati-malang-panen-melon-berkualitas-ekspor-dan-dorong-masyarakat-tingkatkan-swasembada-pangan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 11:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berkualitas]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232482</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Hj Anis Zaidah, didampingi Kepala Organisasi Kepala Daerah (OPD) hingga Muspika Donomulyo, melakukan panen perdana buah melon di Dana Mulia Farm (DMF), Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Senin (18/05/2026) tadi. Serangkaian pelaksanaan itu, mendapat apresiasi dari Pemkab Malang. Mengawali pelaksanaan, Bupati [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Hj Anis Zaidah, didampingi Kepala Organisasi Kepala Daerah (OPD) hingga Muspika Donomulyo, melakukan panen perdana buah melon di Dana Mulia Farm (DMF), Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Senin (18/05/2026) tadi. Serangkaian pelaksanaan itu, mendapat apresiasi dari Pemkab Malang.</p>



<p>Mengawali pelaksanaan, Bupati Sanusi secara simbolis memanen dengan cara menggunting pangkal buah bersama-sama Ketua TP PKK Kabupaten Malang, dari depan green house. DMF sendiri, mengembangkan budi daya melon hidroponik sebanyak 10 green house, dengan luas 10&#215;30 meter per green house. Setelah 100 hari pengembangan, para petani dapat mulai memanen hasil pertaniannya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Sanusi mengapresiasi budidaya para petani melon hidroponik Sumberoto, yang kini juga bersiap tembus ekspor ke sejumlah negara tetangga. Diantaranya, seperti Hongkong dan Singapura.</p>



<p>Diketahui, bahwa DMF sendiri telah berhasil membudidayakan melon varietas golden atau melon kuning berkualitas ekspor. &#8220;Tentu saja, kami mendukung penuh progam budidaya melon menuju swasembada ketahanan pangan. Pemerintah Kabupaten Malang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan dalam program swasembada pangan khususnya pertanian green house melon. Hal ini karena hasil produksi yang sangat bagus dan pasar yang sangat menjanjikan,&#8221; kata Bupati Sanusi. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/bupati-malang-panen-melon-berkualitas-ekspor-dan-dorong-masyarakat-tingkatkan-swasembada-pangan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232482</post-id>	</item>
		<item>
		<title>2025 Nilai Ekspor Tembus Rp 3,9 Triliun, Pemkab Banyuwangi Terus Dorong Produk Unggulan</title>
		<link>https://memontum.com/2025-nilai-ekspor-tembus-rp-39-triliun-pemkab-banyuwangi-terus-dorong-produk-unggulan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2026 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<category><![CDATA[triliun]]></category>
		<category><![CDATA[unggulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229544</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, terus mendorong produk-produk unggulan Kabupaten Banyuwangi bisa dipasarkan di mancanegara. Itu karena di sepanjang tahun 2025, nilai ekspor dari ujung timur Pulau Jawa ini menembus 232 juta dolar AS atau setara Rp 3,9 triliun. Sekedar diketahui, capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024, yang tercatat sebesar 196 juta dolar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, terus mendorong produk-produk unggulan Kabupaten Banyuwangi bisa dipasarkan di mancanegara. Itu karena di sepanjang tahun 2025, nilai ekspor dari ujung timur Pulau Jawa ini menembus 232 juta dolar AS atau setara Rp 3,9 triliun.</p>



<p>Sekedar diketahui, capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024, yang tercatat sebesar 196 juta dolar AS atau sekitar Rp 3,3 triliun. Secara persentase, kenaikan nilai ekspor Banyuwangi mencapai 18,33 persen.</p>



<p>Bupati Ipuk mengatakan, bahwa produk-produk asal Banyuwangi kini telah menembus pasar global di berbagai belahan dunia. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, total ada 80 negara tujuan ekspor dari Banyuwangi. Pasarnya tersebar di Asia, Afrika, Eropa, Amerika, hingga Australia,” kata Bupati Ipuk, Minggu (17/01/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, menambahkan komoditas yang diekspor sangat beragam dan mencakup 27 produk unggulan. Diantaranya, seperti ikan hias, batu apung, koral, ikan kaleng, olahan rempah, produk pertanian, kerajinan, hingga buah segar.</p>



<p>Nanin menjelaskan, komoditas dengan nilai ekspor terbesar masih didominasi produk perikanan, khususnya ikan kaleng. Salah satu eksportir utamanya adalah Pacific Harvest, perusahaan pengolahan ikan yang beroperasi di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi.</p>



<p>“Pengirimannya berbasis kontrak dengan negara tujuan. Sekali kirim bisa puluhan ton. Bahkan dalam kondisi tertentu bisa mencapai 40 kontainer per hari,” jelasnya.</p>



<p>Ke depan, Pemkab Banyuwangi terus mendorong peningkatan volume dan nilai ekspor dengan memperkuat ekosistem industri, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing produk. “Upaya ini sekaligus membuka peluang investasi bagi perusahaan besar maupun menengah untuk menanamkan modal di Banyuwangi, seiring dengan ketersediaan bahan baku, infrastruktur pendukung dan iklim usaha yang semakin kondusif,” terang Nanin. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229544</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sambangi Pendopo Wahya Wibawagraha, Ahmad Dani Puji Cerutu Kualitas Ekspor Jember</title>
		<link>https://memontum.com/sambangi-pendopo-wahya-wibawagraha-ahmad-dani-puji-cerutu-kualitas-ekspor-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2025 13:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[cerutu]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[Pendopo]]></category>
		<category><![CDATA[sambangi]]></category>
		<category><![CDATA[wibawagraha,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226383</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, menerima kunjungan sejumlah artis ibu kota, di Pendopo Wahya Wibawagraha, Minggu (28/09/2028) malam. Salah satu artis yang datang, adalah Ahmad Dani dengan grup band Dewa 19. Kedatangan pentolan band legendaris dari era 90 an ini, disambut langsung Bupati Fawait. Selain Ahmad Dani, dalam kunjungan itu juga nampak pula [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, menerima kunjungan sejumlah artis ibu kota, di Pendopo Wahya Wibawagraha, Minggu (28/09/2028) malam. Salah satu artis yang datang, adalah Ahmad Dani dengan grup band Dewa 19. Kedatangan pentolan band legendaris dari era 90 an ini, disambut langsung Bupati Fawait.</p>



<p>Selain Ahmad Dani, dalam kunjungan itu juga nampak pula Virza dan Ello Tahitoe, yang saat ini bergabung dengan Dewa 19. Para bintang blantika musik Indonesia, ini kemudian dijamu makan malam.</p>



<p>Usai menikmati hidangan, Gus Fawait-sapaan Bupati Jember, kemudian menunjukan sekotak cerutu produksi pabrikan asli Jember kepada para tamunya. Mantan legislator tersebut, kemudian menyebutkan jenis-jenis cerutu atau cigar kepada semua musisi Dewa 19.</p>



<p>&#8220;Ini dari 7 pabrik cerutu. Makin gelap (warna cerutunya), makin tinggi nikotinnya,&#8221; kata Gus Fawait.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Nampak dari para artis yang berkunjung itu, mencoba satu persatu cerutu yang disodorkan bupati. Setelah mencoba, rata-rata mereka memuji cita rasa cerutu khas Jember.</p>



<p>Dani yang juga berasal dari satu partai yang sama dengan Gus Fawait yakni Partai Gerindra, tampak memuji cita rasa cerutu yang dicobanya. Bahkan, Gus Fawait tidak segan-segan memantikan api pada cerutu yang dicoba musisi asli Surabaya itu.</p>



<p>&#8220;Cigar buatan Kabupaten Jember produk ekspor,&#8221; kata Dani</p>



<p>Kesan yang sama, juga diungkapkan oleh Ello Tahitoe. Dirinya mengaku, baru pertama kali menghisap cerutu dari Jember.</p>



<p>&#8220;Saya baru pertama ini mencoba cerutu dari Jember. Enak rasanya, enak,&#8221; katanya.</p>



<p>Sebelum kedatangan rombongan Band Dewa 19, Gus Fawait juga menerima kedatangan artis Ambyar, Denny Caknan. Para artis ini, sengaja datang ke untuk tampil menghibur warga Kota Cerutu. Malam itu, mereka dijadwalkan tampil bersama di Stadion Notohadinegoro, Kreyongan, Jember. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226383</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dorong Kontribusi Industri Hasil Tembakau Tembus Pasar Ekspor, Pemkot Malang Gelar Bimtek</title>
		<link>https://memontum.com/dorong-kontribusi-industri-hasil-tembakau-tembus-pasar-ekspor-pemkot-malang-gelar-bimtek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2025 06:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Bimtek]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[kontribusi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[Tembakau]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224480</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam rangka mendorong kontribusi Industri Hasil Tembakau (IHT) terhadap ekspor, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang menggelar Bimbingan Teknis Ekspor Produk. Kegiatan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), ini digelar selama dua hari, atau mulai 31 Juli 2025 hingga 1 Agustus 2025 dan diikuti perwakilan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dalam rangka mendorong kontribusi Industri Hasil Tembakau (IHT) terhadap ekspor, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang menggelar Bimbingan Teknis Ekspor Produk. Kegiatan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), ini digelar selama dua hari, atau mulai 31 Juli 2025 hingga 1 Agustus 2025 dan diikuti perwakilan dari pabrik rokok di Kota Malang.</p>



<p>Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyebutkan bahwa Kota Malang memiliki potensi untuk ekspor dari sektor IHT. Saat ini, tercatat ada 56 IHT yang telah terdaftar dalam Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).</p>



<p>Menurutnya, dengan semakin banyaknya IHT, maka para pelaku sektor ini juga harus dapat membaca peluang dan memperluas pasar, termasuk ke luar negeri.</p>



<p>Eko menambahkan, saat pelaksanaan business matching, minat pasar luar negeri terhadap produk tembakau cukup tinggi. &#8220;Permintaan dari pasar luar negeri, khususnya kawasan Timur Tengah dan Asia, cukup besar. Karena itu, kami mendorong agar produk ini bisa diekspor. Kami juga telah menyampaikan kepada pelaku industri di kota ini mengenai mekanisme ekspor. Jika pasar sudah cocok, permintaan tentu akan terus meningkat,&#8221; kata Eko, dalam pelaksanaan Pembukaan Bimtek, Kamis (31/07/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Penyelenggaraan Bimtek ini, menjadi sebuah dukungan pemerintah dalam pengembangan industri dengan memberikan fasilitasi, pendampingan teknis dan pemahaman menyeluruh, baik terkait prosedur, persyaratan dan strategi ekspor ke pasar internasional. Melalui kegiatan ini, pelaku IHT diharapkan dapat memahami ketentuan peraturan ekspor, termasuk dokumen, perizinan, serta ketentuan bea cukai dan karantina.</p>



<p>“Mereka juga mendapat pendampingan teknis, mulai dari persiapan produk, pengurusan dokumen, pemilihan jalur distribusi, hingga pemanfaatan fasilitas ekspor dari pemerintah. Upaya ini sekaligus mendorong pelaku industri untuk siap menembus pasar global dengan menyesuaikan standar mutu internasional, kemasan layak ekspor dan strategi pemasaran yang efektif,” terangnya.</p>



<p>Dalam Bimtek kali ini, menghadirkan dua nara sumber, yaitu Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Malang, Pitoyo Pribadi dan Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Disperindag Jawa Timur, Lucky Kristian. Kegiatan ini, pun menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat jejaring ekspor dan dukungan instansi terkait dalam membangun ekosistem ekspor hasil tembakau yang berkelanjutan di Kota Malang. <strong>(kom/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224480</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menteri Perdagangan Kunjungi Pasuruan Guna Lepas Ekspor 350 Ribu Ton Produk L-Tryptophan</title>
		<link>https://memontum.com/menteri-perdagangan-kunjungi-pasuruan-guna-lepas-ekspor-350-ribu-ton-produk-l-tryptophan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2025 12:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[l-tryptophan]]></category>
		<category><![CDATA[menteri]]></category>
		<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[perdagangan]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222689</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, melakukan kunjungan ke Pasuruan, Selasa (03/06/2025) tadi. Kunjungan yang dilakukan itu, tidak lain dalam rangka pelepasan ekspor 350 ribu ton produk L-Tryptophan yang diproduksi PT Cheil Jedang Indonesia (CJI) Pasuruan ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau China. Prosesi pelaksanaan sendiri, ditandai dengan pemberangkatan kontainer oleh Menteri Budi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, melakukan kunjungan ke Pasuruan, Selasa (03/06/2025) tadi. Kunjungan yang dilakukan itu, tidak lain dalam rangka pelepasan ekspor 350 ribu ton produk L-Tryptophan yang diproduksi PT Cheil Jedang Indonesia (CJI) Pasuruan ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau China.</p>



<p>Prosesi pelaksanaan sendiri, ditandai dengan pemberangkatan kontainer oleh Menteri Budi bersama Plt Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, Anggota DPR RI Fraksi PAN, Syaiful Nuri serta Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo serta Vice President PT CJI Pasuruan, Oh Jae Woo.</p>



<p>Direktur Adminsitrasi PT CJI Pasuruan, Imam Nachrowi, menjelaskan bahwa L-Tryptophan adalah asam amino essensial yang memiliki peran sebagai penyeimbang nutrisi dan penguat pertumbuhan jaringan sel pada hewan. Dimana, 98 persen produk ini seluruhnya diekspor ke Republik Rakyat Tiongkok dengan nilai produksi mencapai Rp 35 triliun.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;98 persen produk ini kita ekspor dan kalau kita nilai secara rupiah, total produksi kami untuk produk L-tryptophan mencapai Rp 35 triliun,&#8221; katanya.</p>



<p>Ditambahkannya, PT CJI Pasuruan selama berdiri hingga sekarang mempunyai bidang usaha Asam Amino, yakni Feed Additive dan Food Additive, yang fokusnya pada peningkatan produktivitas ternak, kualitas ternak dan bahkan welfare animal. &#8220;Informasi dari Australia yang dimaksud Welfare Animal Tryptophan membuat ternak merasa nyaman dalam kesendirian dan nyaman dalam diam,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Menteri Budi mengapresiasi setinggi-tingginya kepada PT CJI Pasuruan yang telah berkontribusi banyak terhadap ekspor nasional. Terlebih, Indonesia menargetkan ekspor 7,1 persen di tahun ini meski banyak kendala dan hambatan yang dihadapi seperti perang dagang dan lainnya.</p>



<p>&#8220;Kami apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi PT CJI Pasuruan terhadap ekspor Indonesia. Karena target kita memang 7,1 persen ekspor tahun ini meski tidak mudah karena banyak hambatan yang dihadapi,&#8221; tegasnya. <strong>(kom/pas/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222689</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jangkau Pangsa Pasar di 80 Negara, Ekspor Produk Unggulan Banyuwangi Kembali Tunjukkan Tren Positif</title>
		<link>https://memontum.com/jangkau-pangsa-pasar-di-80-negara-ekspor-produk-unggulan-banyuwangi-kembali-tunjukkan-tren-positif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[jangkau]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[Negara]]></category>
		<category><![CDATA[pangsa]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[tunjukkan]]></category>
		<category><![CDATA[unggulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221347</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyebutkan ekspor produk unggulan dari Kabupaten Banyuwangi terus menunjukkan tren positif. Terlihat di sepanjang tahun 2024, nilai ekspor dari daerah di ujung timur Pulau Jawa ini tercatat mencapai 196 juta dolar AS, atau meningkat sekitar 18,2 juta dolar dibanding tahun sebelumnya sebesar 177,8 juta dolar AS dan telah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyebutkan ekspor produk unggulan dari Kabupaten Banyuwangi terus menunjukkan tren positif. Terlihat di sepanjang tahun 2024, nilai ekspor dari daerah di ujung timur Pulau Jawa ini tercatat mencapai 196 juta dolar AS, atau meningkat sekitar 18,2 juta dolar dibanding tahun sebelumnya sebesar 177,8 juta dolar AS dan telah menjangkau 80 negara.</p>



<p>Data dari Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, mencatat bahwa produk-produk asal Banyuwangi telah menjangkau pangsa pasar di 80 negara yang tersebar di dunia. Mulai dari Asia, Afrika, Eropa, Amerika dan Australia.</p>



<p>“Alhamdulillah, total ekspor Banyuwangi setiap tahun terus mengalami kenaikan. Ini tren positif yang harus mendapatkan perhatian,” kata Ipuk Fiestiandani, Rabu (23/04/2025) tadi.</p>



<p>Produk yang diekspor, tambahnya, juga beragam. Yakni, terdiri dari 27 komoditas unggulan seperti ikan hias, batu apung, koral, ikan kaleng, olahan kayu jati, kopi, hingga pupuk cair. Salah satu capaian penting tahun ini, yaitu keberhasilan menembus pasar Kanada dengan produk ikan kaleng. Nilai ekspor untuk produk ini, mencapai 450 ribu dolar AS pada akhir tahun, menandai ekspansi pasar baru bagi komoditas perikanan Banyuwangi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meski mencatat peningkatan ekspor, pelaku usaha Banyuwangi dihadapkan pada tantangan baru terkait rencana kenaikan tarif impor di Amerika Serikat. Pemerintah pusat menyampaikan, bahwa tarif masuk untuk sejumlah produk unggulan Indonesia ke AS bisa meningkat hingga 47 persen.</p>



<p>Bupati Ipuk mengungkapkan, bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan para eksportir lokal dan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jawa Timur, serta pihak lainnya untuk mengantisipasi dampak kebijakan ini. &#8220;Kami terus berkoordinasi dengan Disperindag Jatim dan pihak terkait lain. Hingga saat ini, mereka menyampaikan bahwa belum ada perubahan tarif dan masih menggunakan ketentuan sebelumnya,” tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Kepala Diskopumdag Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, menambahkan bahwa saat ini pengiriman ke Amerika Serikat masih dilakukan berdasarkan kontrak lama. &#8220;Salah satu eksportir udang beku misalnya, masih mengirim sekitar 20 ton ke AS dan proses pengiriman berjalan lancar,” kata Nanin.</p>



<p>Selain udang, beberapa eksportir ikan hias dan terumbu karang dari Banyuwangi juga biasa mengirim ke pasar AS. Namun untuk tahun 2025 belum ada kontrak baru. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221347</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kampung Lobster Bangsring Banyuwangi, dari Budidaya, Kuliner hingga Tembus Pasar Ekspor</title>
		<link>https://memontum.com/kampung-lobster-bangsring-banyuwangi-dari-budidaya-kuliner-hingga-tembus-pasar-ekspor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[bangsring]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[lobster]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221243</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Kabupaten Banyuwangi banyak dikenal dengan potensi perikanannya. Salah satunya adalah seperti di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, yang terdapat pusat budidaya lobster laut yang hasilnya sudah di ekspor ke Taiwan dan Tiongkok. Bahkan, di kawasan itu juga dibuka sentra kuliner lobster. Kampung Lobster namanya. Kampung Lobster ini, dikenal sebagai tempat budidaya lobster sekaligus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Kabupaten Banyuwangi banyak dikenal dengan potensi perikanannya. Salah satunya adalah seperti di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, yang terdapat pusat budidaya lobster laut yang hasilnya sudah di ekspor ke Taiwan dan Tiongkok. Bahkan, di kawasan itu juga dibuka sentra kuliner lobster.</p>



<p>Kampung Lobster namanya. Kampung Lobster ini, dikenal sebagai tempat budidaya lobster sekaligus sentral kuliner lobster yang berada dalam satu tempat yakni di pesisir Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.</p>



<p>Di lokasi itu, pengunjung dapat menikmati produk kuliner seafood lobster, yang sangat segar karena diambil langsung dari keramba budidaya di perairan laut persis di depan resto Kampung Lobster. Keberadaannya yang berdiri sejak 2020, juga menawarkan wisata selam melihat ekosistem budidaya lobster di bawah laut dan wisata kuliner aneka olahan seafood, lobster dan ikan.</p>



<p>Manager Kampung Lobster, Suwardi, mengatakan bahwa pihaknya telah mengembangkan sekitar 300 keramba, masing-masing keramba berisi 50 hingga 100 benih lobster. “Budidaya Lobster ini kita mulai dari tahap awal yaitu berupa bibit. Kita membesarkannya di dasar laut dengan kedalaman 15 sampai 20 meter,&#8221; kata Suwardi, saat dikunjungi Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Rabu (16/04/2025) tadi.</p>



<p>Selanjutnya, Lobster diberi pakan khusus berupa kerang yang masih hidup untuk menjaga kualitas lobster yang dihasilkan. &#8220;Kita memberikan kerang itu harus segar. Tidak boleh mati, karena akan memicu bakteri-bakteri yang tidak baik untuk lobster. Makanannya kerang, karena proteinnya tinggi dan bagus untuk perkembangan lobster,&#8221; jelas Suwardi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, para penyelam akan memberi pakan ke lobster sekali sehari. “Salah satu alasan kami memilih Bangsring, karena ekosistem penyelam di sini sudah tersedia,” tambahnya.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Lobster siap diambil dari laut, ujarnya, ketika beratnya sudah mencapai standar sekitar 165 gram. Lobster dari Desa Bangsring ini, di ekspor ke Tiongkok dan Taiwan. Lobster yang dibudidaya adalah lobster pasir dan dan lobster mutiara. Keduanya punya profil rasa yang serupa.</p>



<p>“Kami kirim ekspor rata-rata perbulan sekitar 100 hingga 200 kg,” katanya.</p>



<p>Di Kampung Lobster, ditawarkan olahan lobster sedap dengan resep yang istimewa. Bagi penikmat citarasa asli olahan laut, mereka juga menyediakan lobster rebus. “Kami juga ada menu ikan laut, kepiting, kerang juga cumi. Tidak hanya lobster,” imbuhnya.&nbsp;</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam kesempatan itu mengaku sangat mengapresiasi keberadaan budidaya lobster ini. Menurutnya, ini adalah bentuk hilirisasi. Dari budidaya lobster di keramba-keramba bawah laut hingga bisa dinikmati menjadi produk kuliner. Sekaligus, ada unsur pemberdayaan warga setempat.</p>



<p>“Apalagi Kampung Lobster ini melibatkan puluhan warga lokal Bangsring, yang menjadi karyawannya. Saya sangat senang, karena berdampak positif pada warga lokal. Sehingga, tolong jaga kebersihan lingkungan sekitar sini, karena laut yang terjaga menjadi habitat yang baik bagi para penghuni laut,” kata Bupati Ipuk. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221243</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dorong Pelaku UMKM Tembus Pasar Ekspor, Pemkab Lumajang Alokasikan Anggaran Sertifikasi</title>
		<link>https://memontum.com/dorong-pelaku-umkm-tembus-pasar-ekspor-pemkab-lumajang-alokasikan-anggaran-sertifikasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Feb 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[alokasikan]]></category>
		<category><![CDATA[Anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[Sertifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218876</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus berupaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar ekspor. Meskipun, tantangan dalam sertifikasi uji nutrisi masih dihadapi, pemerintah tetap menunjukkan komitmennya dengan kembali mengalokasikan anggaran sertifikasi pada tahun 2025. Kepala Bidang Usaha Mikro dan Industri Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskopindag) Lumajang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus berupaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar ekspor. Meskipun, tantangan dalam sertifikasi uji nutrisi masih dihadapi, pemerintah tetap menunjukkan komitmennya dengan kembali mengalokasikan anggaran sertifikasi pada tahun 2025.</p>



<p>Kepala Bidang Usaha Mikro dan Industri Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskopindag) Lumajang, Andri Aprian, mengatakan bahwa biaya sertifikasi uji nutrisi yang cukup besar menjadi kendala utama bagi pelaku usaha. Oleh karena itu, Pemkab Lumajang hadir untuk memberikan solusi melalui program fasilitasi sertifikasi yang telah berjalan sejak 2023.</p>



<p>&#8220;Kami memahami bahwa sertifikasi ini menjadi tantangan bagi UMKM, karena biayanya bisa mencapai belasan juta rupiah. Oleh karena itu, pemerintah terus berusaha mengalokasikan anggaran agar lebih banyak pelaku usaha bisa mendapatkan sertifikat yang dibutuhkan untuk ekspansi ke pasar global,&#8221; kata Andri, Sabtu (01/02/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pada tahun 2023, lanjutnya, Pemkab Lumajang telah menganggarkan Rp 288 juta untuk membantu 18 pelaku usaha mendapatkan sertifikasi. Sementara itu, tahun ini kembali dialokasikan dana sebesar Rp 70 juta untuk mendukung empat pelaku usaha lainnya.</p>



<p>Selain dukungan anggaran, pemerintah juga menegaskan pentingnya kesiapan administrasi dari para pelaku usaha. Sertifikasi halal dan izin usaha menjadi syarat utama dalam proses seleksi penerima bantuan ini. &#8220;Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan memenuhi standar yang dibutuhkan untuk menembus pasar ekspor,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Pemkab Lumajang mengajak seluruh pelaku UMKM untuk lebih proaktif dalam memanfaatkan peluang ini. Selain sertifikasi, pemerintah juga terus mendorong peningkatan kualitas produk, pemasaran digital, serta akses jaringan bisnis agar UMKM Lumajang semakin kompetitif di kancah global.</p>



<p>Dengan dukungan ini, diharapkan semakin banyak produk lokal Lumajang yang tidak hanya berjaya di pasar nasional, tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional, membawa nama Lumajang ke tingkat global. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218876</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Manfaatkan Limbah Tempurung Batok Kelapa Jadi Briket Ekspor, Warga Gucialit Sukses Dulang Cuan</title>
		<link>https://memontum.com/manfaatkan-limbah-tempurung-batok-kelapa-jadi-briket-ekspor-warga-gucialit-sukses-dulang-cuan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Oct 2024 07:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[briket]]></category>
		<category><![CDATA[dulang]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[Gucialit]]></category>
		<category><![CDATA[kelapa]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[manfaatkan]]></category>
		<category><![CDATA[sukses,]]></category>
		<category><![CDATA[tempurung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215300</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Tidak ada yang tidak mungkin. Bisa jadi, kegigihan itulah yang menggambarkan perjuangan warga Desa Gucialit-Lumajang, Nur Hasan, dalam memanfaatkan limbah yang ada di sekitar atau lingkungannya. Bermodalkan limbah batok kelapa yang biasa ditemuinya di sekitar rumah, dirinya pun mampu mengubahnya menjadi arang briket. Tidak sebatas itu, dari hasil awal ini pula, akhirnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Tidak ada yang tidak mungkin. Bisa jadi, kegigihan itulah yang menggambarkan perjuangan warga Desa Gucialit-Lumajang, Nur Hasan, dalam memanfaatkan limbah yang ada di sekitar atau lingkungannya.</p>



<p>Bermodalkan limbah batok kelapa yang biasa ditemuinya di sekitar rumah, dirinya pun mampu mengubahnya menjadi arang briket. Tidak sebatas itu, dari hasil awal ini pula, akhirnya juga mampu dikembangkan sehingga menjadi ekspor. Dan sudah barang tentu, kini dari setiap transaksi briketnya itu, pun menghasilkan cuan.</p>



<p>&#8220;Kebetulan di Gucialit (Desa, red), limbah tempurung kelapa melimpah ruah. Kalau itu, tidak ada yang memanfaatkan, sehingga saya kumpulkan. Saya cari manfaatnya dan akhirnya terpikir membuat arang briket,&#8221; katanya, saat dikonfirmasi di rumah produksinya di Desa Gucialit, Sabtu (12/10/2024) tadi.</p>



<p>Nur Hasan juga menjelaskan, kali pertama mengawali usahanya itu, yakni dengan cara manual. Hingga akhirnya, dalam setahun terakhir berbuah manis. Salah satunya, mendapatkan pembeli dari produknya tersebut dengan jumlah 20 hingga 30 ton perdua bulan untuk di ekspor ke Turki.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saya promosikan kok alhamdulillah. Ketemu buyer dari Turki dan dia minat. Bahkan datang ke saya, hingga akhirnya produk saya kirim ke negara mereka dan mereka cocok. Alhamdulillah, permintaan sekarang melebihi 2 kontainer atau sekitar 36 ton,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Arang briket sendiri, tambahnya, kini makin menjadi pilihan utama dan banyak orang berganti dari arang konvensional. Kelebihan arang ini, dari berbagai aspek adalah ramah lingkungan, tahan lama, hasil pembakaran lebih bersih, penggunaan mudah dan praktis untuk aktivitas outdoor.</p>



<p>Karenanya, ujar Nur Hasan, tidak heran kalau kemudian arang jenis ini memiliki permintaan tinggi dari negara tetangga. Arang briket juga semakin populer penggunaannya di dunia kuliner.</p>



<p>&#8220;Semoga usaha ini semakin berkembang. Sehingga, nanti bisa mengajak masyarakat pemuda sekitar yang pengangguran bisa bekerja dan mengangkat perekonomian masyarakat sekitar,&#8221; paparnya. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215300</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
