<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>ekstra &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ekstra/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Mar 2026 14:05:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>ekstra &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Waspada Penipuan Modus File APK Jelang Periode Libur Lebaran, BRI Minta Nasabah untuk Ekstra Waspada</title>
		<link>https://memontum.com/waspada-penipuan-modus-file-apk-jelang-periode-libur-lebaran-bri-minta-nasabah-untuk-ekstra-waspada</link>
					<comments>https://memontum.com/waspada-penipuan-modus-file-apk-jelang-periode-libur-lebaran-bri-minta-nasabah-untuk-ekstra-waspada#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ekstra]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[nasabah]]></category>
		<category><![CDATA[penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[periode]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231038</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Mendekati periode libur Lebaran ketika intensitas komunikasi dan transaksi digital cenderung meningkat, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengimbau masyarakat agar tetap berhati hati menjaga keamanan rekeningnya, terutama terhadap file yang berasal dari sumber tidak dikenal. Dalam praktiknya, modus ini kerap diawali pesan WhatsApp (WA) dari oknum yang mengaku [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Mendekati periode libur Lebaran ketika intensitas komunikasi dan transaksi digital cenderung meningkat, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengimbau masyarakat agar tetap berhati hati menjaga keamanan rekeningnya, terutama terhadap file yang berasal dari sumber tidak dikenal. Dalam praktiknya, modus ini kerap diawali pesan WhatsApp (WA) dari oknum yang mengaku berasal dari instansi tertentu, dengan narasi meyakinkan dan lampiran file APK, undangan digital, surat yang mengatasnamakan layanan perpajakan, resi pengiriman paket, serta dokumen lain yang dikemas seolah informasi penting.</p>



<p>Ketika korban mengunduh dan memasangnya, maka file tersebut dapat menjadi pintu masuk program berbahaya (malware) yang dirancang untuk mencuri data, merusak sistem, hingga mengambil alih perangkat tanpa sepengetahuan pengguna. Aplikasi APK dari sumber tidak tepercaya juga dapat meminta izin akses tertentu, pada perangkat dan dimanfaatkan untuk memantau aktivitas pengguna. Sehingga, membuka ruang penyalahgunaan akses layanan keuangan yang tersimpan pada perangkat.</p>



<p>Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, menjelaskan bahwa pola kejahatan digital terus berkembang dan menuntut penguatan kewaspadaan bersama. “Perseroan terus menyempurnakan kapabilitas pengamanan layanan digital agar tetap adaptif terhadap dinamika ancaman. Penguatan pengamanan dilakukan secara berkelanjutan untuk melindungi data serta akses transaksi nasabah. Keamanan dan kenyamanan nasabah menjadi perhatian yang dijalankan secara konsisten,” katanya, Senin (16/03/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>BRI meminta agar nasabah untuk tidak mengklik, mengunduh atau menginstal aplikasi dari sumber yang tidak tepercaya, serta tidak meneruskan pesan, file, maupun tautan yang mencurigakan kepada pihak lain. Jika menerima pesan yang tampak janggal, misalnya menggunakan nada mendesak, menawarkan hadiah, meminta pembaruan atau &#8216;verifikasi&#8217; data, atau menyertakan lampiran file dari nomor yang tidak dikenal meskipun mengatasnamakan bank atau layanan penting lainnya, nasabah diminta memastikan kebenaran pengirim dan melakukan verifikasi sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.</p>



<p>Pengaktifan fitur keamanan tambahan seperti Two-Factor Authentication (2FA), juga dianjurkan untuk menambah perlindungan pada akses layanan digital. Apabila nasabah terlanjur mengunduh atau menginstal file APK yang mencurigakan, langkah awal yang perlu dilakukan adalah mematikan koneksi data seluler dan Wi-Fi, kemudian menghapus aplikasi yang terpasang.</p>



<p>Selanjutnya, nasabah dapat segera mengubah username, PIN dan password akun BRImo maupun akun email yang terhubung, serta melakukan reset setelan pabrik melalui pengaturan perangkat untuk memastikan perangkat bersih dari potensi kendali pihak tidak dikenal. Nasabah juga perlu melakukan pemblokiran nomor pengirim, apabila pesan terindikasi penipuan dan jika ditemukan aktivitas mencurigakan dapat segera menghubungi Contact BRI 1500017.</p>



<p>“BRI menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyaring informasi, terutama pesan yang disertai file atau tautan dari sumber tidak dikenal. Pengenalan indikasi ancaman sejak awal menjadi langkah penting untuk mencegah akses tidak sah terhadap data nasabah. Kolaborasi antara BRI dan nasabah menjadi fondasi dalam membangun ekosistem digital yang aman dan nyaman,” papar Saladin. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/waspada-penipuan-modus-file-apk-jelang-periode-libur-lebaran-bri-minta-nasabah-untuk-ekstra-waspada/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231038</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinding Jembatan Pelor Kota Malang Retak, Pengendara Motor Diminta Ekstra Waspada</title>
		<link>https://memontum.com/dinding-jembatan-pelor-kota-malang-retak-pengendara-motor-diminta-ekstra-waspada</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Sep 2023 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diminta]]></category>
		<category><![CDATA[dinding]]></category>
		<category><![CDATA[ekstra]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pengendara]]></category>
		<category><![CDATA[retak,]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198953</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Keberadaan Jembatan Pelor Kota Malang, atau akses jalan penghubung antara Kelurahan Oro-Oro Dowo dan Kelurahan Samaan Kecamatan Klojen, Kota Malang, menuai sorotan. Itu karena, akses jalan yang biasa digunakan pemotor itu, salah satu dinding ujung jembatan tersebut terdapat sebuah retakan dengan panjang sekitar 40 centimeter dan lebar kurang lebih 20 centimeter. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Keberadaan Jembatan Pelor Kota Malang, atau akses jalan penghubung antara Kelurahan Oro-Oro Dowo dan Kelurahan Samaan Kecamatan Klojen, Kota Malang, menuai sorotan. Itu karena, akses jalan yang biasa digunakan pemotor itu, salah satu dinding ujung jembatan tersebut terdapat sebuah retakan dengan panjang sekitar 40 centimeter dan lebar kurang lebih 20 centimeter.</p>



<p>Salah satu warga, Sukadi, menyampaikan jika keretakan pada dinding jembatan tersebut telah terjadi kurang lebih sudah sejak sebulan yang lalu. Keretakan tersebut, bermula saat warga mencabut pohon yang berada di sekitar jembatan.</p>



<p>“Lebih kalau sebulan (retaknya, red) dan itu cukup besar memang. Ada akarnya pohon yang digali dan malah membuat retak. Kan itu tembok baru,” ucap Sukadi, Kamis (28/09/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Ketua RT01 RW04 Kelurahan Samaan, Muhammad Arief Kustiawan, menyampaikan jika dengan kondisi tersebut, jembatan hingga kini masih tetap dilewati para pengendara seperti biasanya. Apabila hal itu tidak segera diperbaiki, menurutnya bisa berdampak pada masyarakat sekitar.</p>



<p>“Kalau tidak diperbaiki, lama-lama imbasnya juga ke masyarakat sekitar. Karena yang melalui jembatan itu juga bukan warga sekitar saja. Tapi juga lainnya,” ujar Arief.</p>



<p>Dari pantauan Memontum.com, tidak sedikit pengendara motor yang melintasi jalan itu. Bahkan, sesekali juga menimbulkan antrian yang cukup panjang, karena akses itu adalah jalan penghubung.</p>



<p>Sebagai informasi, sebelumnya jembatan tersebut juga telah dilakukan pemugaran oleh Pemerintah Kota Malang, yaitu dengan melebarkan badan jembatan. Itu dilakukan, guna untuk memberikan ruang bagi pejalan kaki yang hendak melintas. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198953</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
